Pagi tadi cuaca cerah dan matahari pagi menyinari ibukota. Udara pun terasa segar. Namun menjelang siang hujan sangat deras mengguyur Jakarta.

Kurang lebih beginilah potret yang saya ambil dari salah satu sudut Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Hujan sempat berhenti sebentar, namun setelah itu kembali turun membasahi bumi.

Foto diambil saat jam menunjukkan angka 13.40. Suasana pagi yang semula cerah pun menjadi basah. Lalu lalang kendaraan berkurang dan orang yang bekerja pun tidak banyak yang keluar. Bahkan para pengendara motor dan pejalan kaki banyak yang menepi berteduh.

Hujan adalah karunia ilahi, membasahi bumi yang kering. Kita bersyukur masih ada hujan, asal jangan sampai banjir saja. Di belahan dunia lain, hujan termasuk jarang turun. Bahkan, ada orang yang hanya bisa mandi jika turun hujan.

Jakarta, 19 April 2018, Pukul 15.34

Advertisements

Perjalanan Sudimara Tanabang  tadi pagi lumayan lama meski tidak sampai satu jam. Jika di commuter sekarang kebanyakan orang membuka Hp, maka pagi ini saya menemukan seorang perempuan yang tidak menyia-nyiakan waktunya untuk membaca buku.

Sambil berdiri, perempuan memakai celana jeans dan baju pink ini tidak berhenti sedetikpun membaca buku sambil berdiri dan mengenakan tutup muka. Saya foto candid, dari posisi berlawanan.

Sekilas saya memperhatikan bahwa perempuan muda itu membaca buku berjudul “The Broken Window” karya Jeffery Deaver. Seorang penulis asal Amerika Serikat yang karya-karyanya menjadi Best Seller Internasional.

Membaca di Kereta

Jeffery Deaver adalah seorang penulis fiksi dan juga pakar hukum. Karyanya banyak berkisah tentang misteri dan kriminal.

Sampai stasiun Palmerah beberapa penumpang banyak yang turun, perempuan tadi yang duduk berdiri pun mendapat tempat duduk dan dilanjutkan dengan duduk sambil membaca.

19 April 2018, Pukul 12.39

Hari ini sedang hectic. Tidak banyak waktu untuk menulis blog seperti hari kemarin. Akan tetapi, hari ini saya tertarik dengan buku kecil bersampul hitam gradasi kuning berjudul “Kamus 5000 Peribahasa Indonesia” karya Heru Kasida Brataatmadja yang diterbitkan kanisius Jogjakarta.

Buku kecil ini sangat bagus isinya. Banyak aneka peribahasa yang menggambarkan perasaan seseorang dan fenomena sosial yang ada di sekitar kita.

Urutan peribahasa urut abjad dari A hingga Z. Seperti A dalam kata Akar.
“Telah Berurat Akar” artinya sesuatu yang telah menjadi kebiasaan, dan tidak mudah diubah lagi.

Kemudian B dalam kata Besi.
“Asal besi mengepak kayu, asal emas menjadi pendok,”;artinya derajat seseorang dapat ditentukan dari perangainya.

D dalam kata “Dara”
“Bagai anak dara mabuk andam” artinya seorang perempuan yang berbuat sopan tetapi dibuat-buat.

Wah karena huruf abjad itu banyak langsung ke T ya, Timun.
“Bagai timun dandang, di luar merah di dalam pahit”
artinya lahirnya baik tetapi hatinya jahat.

Kemudian terakhir Z
“Zaman beralih musim bertukar”
artinya segala sesuatu berdasarkan putaran waktu.

Apalagi ya banyak peribahasa lain pokoknya. Sangat cocok dengan kondisi sekarang ini baik, sosial maupun politik. Sangat menarik.

Silahkan anda membeli jika menyukai peribahasa,  karena kamus ini bagus dan sangat laris, yang ada di tangan saya ini cetakan ke-21. Tebalnya 516 Halaman.

Yuuk kita belajar peribahasa untuk memperkaya khazanah bahasa ibu kita Bahasa Indonesia.

18 April 2018 Pukul 17:07

Jika waktu di Jogja ada toko buku Social Agency yang sekarang memiliki banyak cabang. Maka di dekat Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah ada toko buku bernama TB.Batubara yang terletak sangat strategis. Dari gedung Pasca, belok kanan. Posisinya tidak jauh dari Madrasah Pembangunan, dari sana lurus ke arah jalan Cirendeu raya, posisi toko buku berada di kiri jalan, Ciputat Tangerang Selatan.

Saya belum lama mengetahuinya baru tiga tahun lalu, tepatnya 2015. Saat itu tidak sengaja mencari buku baru dan kitab terjemahan Ta’lim Mutaalim. Tampak dari luar toko itu kecil mungil, namun setelah sampai di dalam anda akan kaget karena bukunya sangat lengkap (pepak) istilah orang Jawa.

Buku kedokteran, kajian keagamaan, sosial, politik, filsafat, psikologi, teknologi, jurnal dan buku lainnya bisa anda dapatkan disana. Betah berlama-lama dan sepertinya menjadi favorit mahasiswa baik yang S-1 maupun Pasca Sarjana. Harganyapun terjangkau, sangat pas dengan kantong mahasiswa.

Selain itu, jika anda kesulitan mencari buku referensi, bahan skripsi, thesis atau disertasi anda bisa memesannya di sana. Termasuk buku lama yang sudah langka. Dengan senang hati penjaga dan pemilik toko buku akan mencarikan dan jika sudah ada, anda dihubungi dan tinggal mengambilnya.

Jadi tidak ada salahnya jika anda berada di Tangerang Selatan, atau Jakarta Selatan dan sekitarnya anda bisa berkunjung ke TB Batubara.

18 April 2018, Pukul 16.18

Judul Buku:
Seks dan Revolusi
Penulis:
Jean Paul Sartre
Penerjemah :
Sivester G Sukur
Cetakan: I, Mei 2002
Tebal: 258 Halaman
Penerbit: Bentang Pustaka Yogyakarta

Buku ini merupakan kompilasi dari berbagai esai Sartre yang dikelompokkan ke dalam dua tema utama, yaitu seks dan revolusi. Masing-masing tema berdiri sendiri dan dibahas dengan sudut pandang yang berbeda. Namun demikian pemaparan secara kontekstual dengan gagasan-gagasan yang mengejutkan menjadi ciri dari esai-esai Sartre ini. Buku ini diterjemahkan dari buku “Modern Times: Selected Non Fiction”, Penguin London, 2000.

Jean Paul Sartre (1905-1980) seorang pendiri eksistensialisme Perancis, memili pengaruh besar di berbagai bidang pemikiran modern. Sebagai seorang penulis yang cerdas san orisinil, Sartre berkarya dalam banyak genre yang berbeda-beda. Sebagai seorang filsuf, novelis, penulis drama, biograf, kritisi di bidang kebudayaan, dan seorang wartawan politik, Sartre mendalami makna kebebasan manusia dalam suatu abad yang dibayangi oleh peperangan.

Sejumlah esai panjang dalam buku ini merefleksikan visi eksistensialis Sartre tentang Seksualitas dan revolusi. Hasrat seksual, cinta maternal,  bagi Sartre merupakan fenomena yang sesungguhnya tak lepas dari suatu modus kesadaran (tubuh) untuk mengada dan menjadi. Yang unik, didalam seks, kesadaran itu kemunculannya melibatkan penemuan tubuh lain.

Ketika berbicara tentang seks, cara pemaparan Sartre sangat berbeda dengan pembicaraan-pembicaraan seks pada umumnya. Seks, bagi seorang eksistensialis seperti Sartre tidak hanya bisa dipandang dari satu sisi saja yakni hasrat pemenuhan seksual. Seks adalah suatu hal yang harus dijabarkan secara mendetail dengan karakter dan fungsi yang melekat padanya.

Dalam esai panjang di awal buku ini, Sartre membahas tentang apakah makna hasrat yang sesungguhnya? Benarkah bahwa hasrat merupakan bagian terdiri dari fungsi tubuh sehingga pemenuhannya pun memerlukan kondisi tertentu. Sartre mengaitkan setiap permasalahan tersebut dengan keadaan tubuh fisik, meski hal ini tidak dapat diartikan bahwa setiap anggota tubuh tersebut akan juga bisa merasakan pemenuhan kondisi psikologis tersebut. Pertautan antara kondisi psikologis dan tubuh fisik ini kembali dipaparkan ketika Sartre membicarakan cinta keibuan.

Keingintahuan yang dingin dan kecemasan hati ini adalah kunci untuk memahami dunia seksual Sartre. Hal ini menimbulkan penghayatan yang tak terlupakan terhadap orang lain secara rinci, tanpa ilusi. Dia sangat piawai dalam seni kelam tentang cinta. Selain anak sekolah Perancis yang pakar dalam seluk beluk rumah bordil, Sartre mengetahui gairah menghanyutkan yang melambung dalam puisi-puisi seksual Baudelaire dan keletihan yang menggelisahkan yang murung dalam Baron Charlus-nya Proust.

Kebebasan yang merupakan ciri dari pemikiran Sartre, sangat mewarnai esai-esai ini hingga acapkali memunculkan suatu hal yang bagi para pembaca tidak lazim untuk dibicarakan.

Adapun mengenai revolusi, pandangan-pandangan Sartre tidak dapat dilepaskan dari pengalaman pribadinya saat menjalani wajib militer, ditangkap dan dipenjara oleh pihak Jerman ketika terjadi Perang Dunia II. Pengalamannya saat melarikan diri dari penjara tersebut untuk kemudian bergabung dengan gerakan perlawanan di Prancis sangat memperkaya pemikirannya sehingga dia mengalami beberapa fase revolusi secara intelektual. Oleh karena itu tidaklah mengherankankan jika darinya terlahir pemikiran-pemikiran yang begitu orisinil dan mendalam, saat ia merespon gagasan-gagasan tentang demokrasi, kelahiran, Stalinisme, konolialisme Eropa terhadap bangsa kulit hitam Afrika, pembebasan Paris, dan juga situasi Chekoslovakia tahun 1968.

Revolusi-revolusi besar yang muncul pada aabd ke-20 diulas oleh Sartre secara mendalam dan dinamis. Ia mendedahkan keterkaitan antara pengalaman historis kolektif itu dengan kesadaran individual. Terutama pada kaum libertarian penganut doktrin kebebasan yang selalu kritis. Disamping itu, esai-esai tentang revolusi inipun memprediksikan suatu bayangan ke depan, yakni peristiwa-peristiwa besar yang menyusul kemudian.

Meski merupakan respon terhadap situasi zamannya esai-esai Sartre ini tetap layak dibaca oleh pembaca masa kini karena di sini terimplikasi penghargaan yang tinggi terhadap manusia sebagai individu, yakni sesuatu yang kini cukup langka ketika manusia lebih banyak dipahami sebagai massa, masyarakat, gerombolan, ataupun semacam pangsa pasar dan konsumen yang tak lagi memiliki kebebasan memilih, berimajinasi, bebas memilih dan mempertanggungjawabkan hidup.

Buku ini adalah salah satu karya Sartre yang berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Membaca buku ini akan membuka cakrawala pembaca yang tidak hanya tentang seks dan revolusi saja, tapi juga banyak menyinggung masalah cinta kasih, moralitas, dan ketulusan seorang eksistensialis.

Gaya penulisan yang blak-blakan menjadi daya tarik buku ini, apalagi sang penulis, Sartre mempunya reputasi internasional yaitu penghargaan Nobel dibidang kesusastraan pada tahun 1964, meskipun akhirnya dia tolak. Tergugah oleh keinginan besarnya akan kebebasan dan keadilan, dicintai dan dibenci dalam kehidupan, Sartre memposisikan diri sebagai pengganti autentik modern bagi Voltaire, Victor Hugo, dan Emilie Zola, sayang sekali bila anda melewatkan buku ini.

Resensi ini dimuat pada 21 Juli 2002 di Harian Bernas yang sekarang surat kabarnya sudah tutup.

Judul Buku: Agama, Filsafat, Seni dalam Pemikiran Iqbal
Penulis: Asif Iqbal Khan
Penerjemah: Farida Arini
Cetakan: 1, Mei 2002
Tebal: vii + 167 halaman
Penerbit: Fajar Pustaka Baru, Yogyakarta

Relasi Simbiosis Antar Agama, Filsafat dan Seni

Muhammad Iqbal merupakan satu-satunya individu dalam sejarah Islam modern yang bisa menerima pemikiran Barat modern bersamaan dengan ajaran abadi Islam. Hal inilah mungkin yang membuatnya mampu mengemban tugas amat berat yakni menyusun kembali pemikiran religius Islam

Iqbal adalah seorang pencinta kehidupan yang percaya pada pendekatan yang dinamis dan berpandangan ke depan pada kehidupan dan masalah-masalahnya. Ia berkeinginan membangun kembali Islam dengan kejayaan dan kesederhanaannya sambil menghadapi tantangan dari ilmu pengetahuan modern dan filsafat, serta untuk mencapai keselamatan bagi seluruh umat manusia baik di dunia maupun di kehidupan selanjutnya. Untuk mencapai hal itu Iqbal melakukannya dengan dua hal, yakni melalui pemikiran filsafat dan ketajaman puisinya.

Buku ini merupakan terjemahan dari buku yang berjudul Some Aspects of Iqbal Thought yang berisi tema pokok tentang pemikiran Iqbal. Ia seorang filsuf Islam yang cukup berpengaruh. Dia beranggapan bahwa media agama sebagai hal sangat penting dalam kehidupan seseorang.

Hanya agamalah yang dapat menyelesaikan sepenuhnya permasalahan yang kompleks berhubungan dengan manusia. Dalam peta khazanah pemikiran tentang Islam modern, barangkali Iqbal merupakan satu-satunya pemikir yang memiliki akar kuat dalam tradisi Islam—Timur maupun Barat modern.

Oleh karena itu tidak berlebihan bila Iqbal dikatakan sebagai salah satu filsuf Islam besar yang membidangi gerakan yang dikenal sebagai gerakan kebangkitan Islam. Ia mencita-citakan adanya sebuah Renaisans Islam (sebagai agama ynag sempurna, agung, sekaligus sederhana). Pemikiran Iqbal dapat saja tersingkir dikarenakan terjadinya kemunduran Islam berbentuk ritualisme, obskurantisme dan fanatisme.

Agama Rasional Upaya Iqbal untuk memberikan keharmonisan antaragama dan filsafat terutama termotivasi oleh pertimbangan praktis. Dia menganggap bahwa prinsip agama tetap dibutuhkan dalam dasar yang rasional.

Hal ini sesuai denan pendapatnya bahwa agama merupakan dasar bagi pikiran, dengan keberanian bergulat dengan filsafat dan ilmu pengetahuan modern, guna membangun kehidupan manusia yang bahagia baik di dunia maupun di hari kemudian.

Kenyataannya bahwa tujuan Iqbal sepanjang hidupnya adalah untuk membangun kembali Islam. Hal itu dapat dilihat dengan nyata dari syair, puisi maupun prosanya. Keinginannya untuk menghidupkan kembali moral sosial dan ide politik Islam dapat dilihat dari kekuatan ekspresi yang muncul dalam puisi-puisi filosofisnya seperti Asrar dan komposisi-komposisi puisinya yang lain.

Ide Iqbal yang sistematis dapat ditemui dalam bukunya yang religius-filosofis berjudul The Recontruction of Religions Throught of Islam (Rekrontruksi Pemikiran Religius Islam).

Pidato-pidato, pernyataan-pernyataan dan pemikiran-pemikiran Iqbal telah membuktikan bahwa dia telah menemukan inspirasi dan petunjuk dari ajaran Al-Qur’an dan kehidupan Rasulullah SAW. Iqbal juga bangga dengan hasil yang telah dicapai oleh filsuf-filsuf dan ilmuwan-ilmuwan Islam sepanjang masa.

Inilah salah satu alasan mengapa dia begitu bersemangat mendukung penelitian dan studi mendalam yang dilakukan secara terus-menerus dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan Islam.

Keistimewaan Iqbal yang luar biasa adalah pandangannya tentang dasar kebudayaan Barat modern dan Islam yakni bahwa Iqbal tidak menganggap salah dunia Islam saat ini dan sedang mengikuti kebudayaan Barat dengan cepat.

Satu-satunya kekhawatiran Iqbal adalah kalau “kehidupan fisik yang gemerlapan” dunia Barat akan mempengaruhi gerakan dunia sehingga memnyebabkan tidak mampu mencapai inti jiwa kebudayaan yang sebenarnya.

Iqbal yakin kalau gerakan kaum komunis di Eropa dimulai secara luas karena dorongan bebas pemikiran Islam, buah humanisme yang berbentuk ilmu pengetahuan dan filsafat modern, dengan penuh segala hormat hanyalah merupakan perluasan dari kebudayaan Islam. Di sini bisa kita lihat betapa kuatnya perhatian Iqbal pada masa ini.

Dalam salah satu suratnya kepada Sahib Zada Aftad Ahmad Khan, Sekretaris All India Muhamm dari Educational Conference (Konferensi Pendidikan Islam Seluruh India) di Aligarh yang bertanggal 4 Juni 1925, dia mengatakan: “Secara kasar dapat dikatakan kalau kejatuhan politik Islam di Eropa yang sedang terjadi saat ini dimulai ketika para pemikir Islam melihat kesia-siaan ilmu pengetahuan edukatif.

Sehingga praktis sekarang ini Eropa-lah yang mengambil alih tugas penelitian dan penemuan. Aktivitas intelektual di dunia Islam praktis terhenti saat ini.”

Saat ini Barat memimpin prinsip-prinsip Islam untuk kepentingan intelektual dan ilmu pengetahuan mereka, lalu kenapa kita harus mengambil petunjuk dari mereka? Kita juga bisa mengambil jalan dengan melalui sumber asli perkembangan modern dalam ajaran Islam. Kebangkitan Islam berikut penyebarannya memainkan peran sangat menentukan dalam sejarah. Kebangkitan ini dengan sukses telah membelokkan jalannya sejarah yakni denan mengubah negara Arab menjadi negara pemimpin pada masanya.

Orang Arab mendapat identitas baru dan ide-ide cemerlang dan mereka juga dikeluarkan dari lubang kemerosotan yang sangat dalam serta peradaban yang rendah. Tapi hal itu hanya mungkin dilakukan selama umat Islam tetap setia dan bertanggung jawab pada jiwa ajaran Islam.

Iqbal juga mengetahui mengapa saat ini umat Islam tidak termotivasi dan terinspirasi oleh semangat perubahan ilmuwan Islam pada masa lalu. Perubahan yang mereka lakukan adalah berusaha melawan dominasi filsafat pada masa itu yang dikuasai tradisi Yunani.

Hal itu membuktikan bahwa ilmuwan Islam bukan pengikut yang membabi buta. Para ilmuwan Islam ini memiliki keberanian untuk memiliki keyakinan yang “berbeda dengan jalur yang tersingkir” dibandingkan dengan pendahulu mereka. Tujuan mereka adalah menguasai dan mengendalikan alam, sejarah, perubahan keadaan sosial, etika dan politik yang ada, sehingga sesuai kondisi yang berlaku saat itu.

“Kritik konservatif tak pernah menjadi halangan bagi gerakan konstruktif mereka. Dibandingkan dengan tekanan filsafat Yunani konseptualisme dan abstraksisme, Al-Qur’an mengajarkan pendekatan yang pragmatis dan praktis dalam kehidupan.

Semangat perubahan ini menimbulkan konflik antara mereka dengan logika dan filsafat Yunani. Dalam kuliahnya yang berjudul “Jiwa Kebudayaan Islam”, Iqbal berusaha menemukan perbedaan esensial yang ada antara kebudayaan Islam dan kebudayaan Barat.

Resensi ini dimuat di Harian Solo Pos, 28 Juli 2002. Tulisan lama.

17 April 2018, Pukul 11.19

Ada kalanya kita tidak memperhatikan hal-hal kecil di sekitar kita yang sebenarnya itu sangat penting untuk kesehatan.

Seperti kebiasaan mencuci piring yang hampir tiap hari kita lakukan. Namun adakalanya karena rutinitas yang berulang menjadi kebiasaan kita tidak memperhatikan apakah sudah saatnya busa atau spon/sabur pencuci piring itu diganti.

Muncul sebuah pertanyaan, secara normal berapa kali harus diganti, dalam hitungan minggu atau bulan busa/spon pencuci piring diganti baru? atau seingatnya saja saat melihat sudah usang dan tidak nyaman dipakai.

Beberapa waktu lalu di sebuah siaran radio saya mendengar seorang penyiar mengatakan bahwa harusnya busa atau spon pencuci piring diganti setiap tiga minggu sekali karena disitu adalah daerah yang basah, rawan dan tempat bersarangnya bakteri.

Jadi jika sudah lewat tiga minggu maka bakteri sisa-sisa mencuci piring akan berkembang biak dan akan mengubah fungsi busa atau spon yang tadinya membersihkan piring tapi akan menjadi tersebarnya bakteri.

Pendapat tadi baru dari seorang penyiar radio, mungkin ada pendapat yang berbeda dari teman lain?

17 April 2018, 09.26

Beberapa waktu yang lalu seorang teman mengirim saya paket lewat pos, tepatnya hari jum’at 13 April 2018. Saya kaget tiba-tiba ada sms notifikasi lewat sms lengkap dengan nomor resi yang bisa langsung terhubung ke website resmi kantor pos. Berikut contoh notifikasi lewat sms.

2018-04-16 16.47.38

Sekarang Pos Indonesia semakin maju dan mengikuti perkembangan digital. Bahkan sebelum mengirim kita bisa cek dulu di website biaya pengiriman. Lebih mudah seperti hendak membeli tiket ketika bepergian.

Karena sekarang ini saya jarang memaketkan barang, wah saya senang dengan perkembangan kantor pos di tengah gencarnya persaingan bisnis paket pengiriman / logistik di era belanja online.

Sore ini paket sampai dari kantor pos, seorang petugas pos dari kantor pos Bojongsari Sawangan datang dan mengantarkan paketnya dengan lengkap dan rapi. Setengah karung pengiriman masih menjadi bebannya hari ini.

Terimakasih Pak Pos…
16 April 2018 Pukul 15:47

Tidak terasa sudah dua belas tahun saya mengenal perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ada di sebelah Gedung A. Alamatnya di Jl. Sudirman bersebelahan dengan FX Sudirman dan Ratu Plaza.

Sempat Pindah dan Direnovasi

Pada tahun 2006, pertama kali saya mengenal perpus kemendikbud itu saat pameran buku penerbit Pustaka Alvabet yang berada di aula gedung A era menteri Bambang Sudibyo. Dulu gedung A sangat terbuka, saya mewakili kantor menjadi anggota KPBI dan secara berkala menggelar bazar buku dengan diskon hampir 50%.

Seingat saya selama 12 tahun itu sudah beberapa kali pindah dan renovasi. Jika dulu terhubung dengan gedung A, pada tahun 2010-an berubah menjadi lebih tertutup. Dulu ada kantinnya yang berada di pojok kanan.

Pada tahun 2017, persisnya lupa saya masih ingat dilakukan renovasi. Kantin atau kafe dihilangkan dan perpus di pindah ke gedung c lantai 3. Di sana enak juga, karena dekat musholla dan pemandangan belakangnya langsung pepohonan, terasa sejuk.

Pada pertengahan 2017, renovasi selesai perpus kemendikbud menjadi dua lantai tampil dengan koleksi buku yang lebih lengkap. Tidak hanya buku pendidikan, koran, majalah dan aneka buku lengkap yang tersedia di sana. Buku dari penulis ternama Indonesia, karya penulis asing baik ilmiah maupun fiksi, ada juga karya para guru dan opini siswa yang dibukukan.


Serba Hijau Daun dengan Tambahan Ruang Baca Anak

Setelah direnovasi menjadi dua lantai, kini perpustakaan Kemendikbud menjadi tambah keren, nyaman dan kekinian. Tidak kalah dengan co-working yang menjamur di ibukota. Ada ruang-ruang diskusi kecil untuk anda berdiskusi atau sedang tidak ingin diganggu.

Ruang audio visual juga nyaman dengan sofa empuk dan kursi khusus dilengkapi headset. Selain meminjam buku, ruang audio visual juga menyediakan cd atau dvd yang bisa dibawa pulang. Semua koleksi buku, ruang baca, ruang audio visual berada di lantai dua. Wifinya juga kencang bisa diakses sampai lantai satu.

Jika anda malas membawa laptop anda juga bisa membuka komputer berbasis Linux yang aman. Bahkan jika anda bawa anak, perpus Kemendikbud menyediakan ruang baca untuk anak dengan banyak cerita dongeng dan aneka tempat duduk warna-warni yang nyaman.

Di lantai satu ada ruang diskusi yang luas bisa dipakai untuk peluncuran buku, kursus bahasa, atau aktivitas lainnya seijin pihak terkait. Kamar mandinya juga berada di lantai satu.

Meski sudah lama mengenal perpus kemendikbud, saya baru menjadi anggota pada tahun 2013, sebelum pindah ke gedung C dan intens meminjam buku sejak dua tahun terakhir. Sempat juga kartunya hilang (harus ganti ) baru dan pernah ketinggalan saat meminjam (maklum emak-emak rempong 😊).

Kartu Jaminan dan Jangan Lupa Beri Nilai

Sekarang meminjam buku di perpus Kemendikbud untuk buku dibatasi tiga buku dan audio visual dua. Jangan lupa usai meminjam tinggalkan kartu jaminan (bisa ktp, npwp, bpjs dll). Kalau terlambat juga anda tidak bisa meminjam sejumlah hari terlambat.

Setelah membaca, mengetik, meminjam buku, hingga melihat aneka liputan dunia di ruang audiovisual anda bisa pulang karena tutup jam empat sore.

Selain lokasi yang strategis, lengkap, penjaga dan petugasnya juga ramah-ramah. Namun sebelum pulang jangan lupa ambil koin dan beri nilai kepada semua penjaga perpus yang bertugas hari itu saat anda berkunjung.

Berikut saya tampilkan video sekilas kondisi terkini Perpus Kemendikbud. Kenali lebih dekat dan mari berkunjung ke sana. Video diiringi musik dari Bruno Mars berjudul Count on Me.

Sejak membeli pohon jeruk limo setahun yang lalu, pohon ini baru berbuah dua kali tahun 2017. Sejak awal tahun Januari hingga sekarang, hampir tiap saat saya siram dan saya perhatikan kok lama sekali tidak berbuah.

Sampai akhirnya pertengahan Maret lalu saya lihat sudah berbuah meski masih sangat kecil. Awalnya hanya ada tiga buah jeruk limo di bagian kiri pohon, setelah saya perhatikan ternyata di belakang bagian kanan dan bawah juga ada beberapa buah.

Awal April ini buah jeruk limo tambah besar, hijau gemuk menggemaskan, sudah tidak sabar untuk melihatnya matang agar bisa segera dipetik

Saya sangat menyukai jeruk limo, karena biasanya saya peras buat pelengkap makan soto ayam bening.

pelengkap soto

pelengkap soto

Jadi tunggu apalagi yuuk kita menanam di lahan sempit.  Menanam apa saja yang sekiranya bermanfaat bagi kita makan sehari-hari. Kita bisa menikmati  segarnya soto ayam bening dengan perasan jeruk limo, atau bisa juga jeruk nipis, disamping makanan pelengkap lainnya seperti tempe goreng, perkedel, sate ati dan kerupuk. Resep ada disini, silahkan klik Resep Akhir Pekan.

Soto Ayam Bening

Soto Ayam Bening

Makan soto ayam bening panas-panas enak banget. Awalnya saya biasa beli, namun karena suka banget akhirnya masak sendiri, dan sensasinya lebih nikmat, karena suwiran ayam dan pelengkapnya bisa kita tambah sendiri. Dijamin enak dan kemringet habis makannya dan bisa nambah lho.

Secangkir Teh dan Silaturahmi

Posted: April 15, 2018 by Eva in Rumah
Tags: ,

Minggu pagi ini saya dikagetkan dengan kedatangan seorang tamu yang mengetuk pintu saat kami bersantai.

Sudah lama hampir dua tahun lalu tidak berjumpa dengan sang tamu dan hari ini hadir bersama keluarga dan anaknya dua.

Saya menyeduh teh panas dan perbincangan pun mengalir deras
Silaturahmi pun terjalin kembali.

15 April 2018, Pukul 11.23

Jika minggu lalu saya tampilkan foto aneka gaya orang berolahraga. Hari ini saya belajar dengan membuat video masih di lokasi yang sama, yaitu taman di selasar Bintaro Xchange yang selalu penuh dengan orang berolahraga.

Dari mulai jogging, senam, lari, karate, pencak silat, dan lain-lain. Tapi kebanyakan adalah olahraga yang paling ringan yaitu jogging.

Untuk pertamakalinya saya membuat video menggunakaan aplikasi Adobe Premier Clipe, dengan iringan lagu dari AronChupa yang saya ambil dari koleksi album di Winamp.

Silahkan simak ya, mohon maaf masih belajaran.

Mengisi akhir pekan tidak harus berlibur dengan biaya mahal. Jika anda berada di daerah sekitar Ciputat, Pamulang, atau Depok, ada satu tempat yang cocok buat outbound dan menghabiskan akhir pekan anda yaitu D’Kandang Amazing Farm yang berada di Pasir Putih, Sawangan Depok.

Tempat rekreasi sekaligus edukasi bagi anak dan keluarga ini sangat luas. Cuma memang tempatnya jauh tersembunyi di daerah Pasir putih Sawangan. Akses kesana cukup sulit jika dari stasiun kereta, atau pinggir jalan raya.  Lebih baik memang bawa kendaraan sendiri atau darang bersama rombongan.

Biaya masuk pun termasuk terjangkau. Biasanya jika akhir pekan di dekat pintu masuk ada orang senam. Berjalan kemudian melewati beberapa spot yang bagus untuk foto dan ada juga ruang pameran untuk event tertentu.

 

Sebelum jalan lebih jauh ke dalam anda akan menemukan kandang ternak aneka hewan. Dari sapi, kuda dan kambing ada di sini. Posisi kandang ada di sebelah kanan sebelum jembatan.

Di jembatan tengah yang dibuat kreatif dengan hiasan caping di atas
kawat dan aneka pot bunga dari daur ulang sepatu dan wadah lainnya, anda akan senang melihat setiap pengunjung yang melewati jembatan, berhenti sejenak dan naik bagian atas.

Setelah itu anda bisa naik lewat jalan batu agak ke atas anda akan melihat hamparan kebun, bunga dan pepohonan. Semua ditanam dengan beragam cara berkebun yang kekinian.

Hamparan kebun ini juga dipisahkan berdasarkan jenis tanaman yang ditanam. Sehingga anda, anak-anak dan keluarga bisa melihat bagaimana cara berkebun yang baik di sana.

Jadi tidak ada salahnya jika akhir pekan ini ajak anak, keluarga dan tetangga bermain di D’Kandang Amazing Farm.

13 April 2018, Pukul 13:30

Jika di belantara ibukota penuh dengan hiruk pikuk dan dituntut serba cepat, di kampungku kehidupan berjalan biasa saja. Semua berjalan santai, tidak ada kemacetan yang berarti. Anak muda juga tidak selalu sibuk dengan gadget, setiap pagi begini banyak diantara mereka justru pergi ke sawah, membantu orangtuanya di sawah menanam, hingga memanen padi.

Perkembangan zaman telah membuat pemuda sekarang tidak seperti orang tua dulu jika ke sawah. Mereka sekarang tidak segan memakai celana jeans digulung, memakai kaos dan bertopi karena cuaca panas. Mereka mengikuti betul semua tahapan menanam padi. Dari mulai menggaru (membajak sawah) memakai kerbau  hingga musim panen seperti gambar di bawah ini.

Usai memanen padi dan dijemur, anak muda lainnya sesama tetangga membantu membawa padi yang sudah kering, memanggulnya di atas pundak kemudian di bawa ke penggilingan padi.

Begitulah kehidupan di bumi Pasundan, gemah, ripah, loh jinawi. Foto diambil tepatnya di desa Landeuh, Bantarkaret Lebak, Sukabumi. Posisinya tidak persis kampung saya, namun jalan sedikit ke arah selatan. Tetangga kampung masih satu desa. Desa ini berada di bawah kaki Gunung Walat, dekat sungai Cimahi.

Meskipun demikian tidak semua pemuda bertani. Sebagian ada yang kerja di home industri sandal, pegawai, wiraswasta, hingga menjadi TKI ke Jakarta dan luar negeri. Sedangkan yang perempuan selain menjadi ibu rumah tangga, sebagian ada mengajar, karyawan pabrik garmen, dan membuka usaha. Semua pekerjaan mulia di mata Tuhan, mari bertebaran mencari rejeki.

Kembali ke pemuda bertopi yang semangat menanam padi, saya jadi teringat beberapa pesan kedaulatan pangan yang sangat kuat seperti dalam buku Max Havelaar, juga sebuah acara bincang televisi tentang pasangan muda yang berhenti bekerja lalu memberdayakan petani dan mengelola sawah di Bantul Jogjakarta.

Semoga semangat pemuda ini menular kepada pemuda lainnya untuk kembali ke desa, menanam padi dan mengelola sawah. Baik itu sawah milik sendiri maupun milik orang tua.

12 April 2018, Pukul 11:20

Hari ini hanya ada sedikit tulisan yang saya baca di sebuah pembatas buku warna orange.

Ungkapan sederhana tentang skala prioritas dalam hidup.

“Kunci untuk kehidupan yang baik bukan tentang memedulikan lebih banyak hal;
tapi tentang memedulikan hal sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang benar, mendesak dan penting,” Mark Manson.

11 April 2018, Pukul 17:10

Resensi Buku
Judul : Einstein, Kehidupan dan Pengaruhnya Bagi Dunia
Penulis: Walter Isaacson
Penerbit: Bentang Pustaka
Edisi : Cet I, November 2012

Einstein Bersepeda

Einstein Bersepeda

Jauh sebelum menulis tentang biografi Steve Jobs, Walter Isaacson sudah menulis tentang kisah fisikawan terkemuka, penerima nobel bidang Fisika Albert Einstein. Saya mungkin terlambat membaca buku pria kelahiran Swabia Jerman ini. Akan tetapi tidak ada salahnya jika di selasa sore ini saya bercerita sedikit tentang Albert Einstein.

Siapa yang tidak mengenal sosok fenomenal dan genius Albert Einstein yang terkenal dengan teori relativitas kuantumnya. Seluruh dunia mengakui kecerdasan Einstein dari anak kecil, remaja, hingga orang tua. Namun anda tahu, bagaimana kehidupan keluarganya, hal-hal yang paling membahagiakan, ketenaran, perceraian, pemberontakan, hingga kematiannya yang mengejutkan dunia.

Profesor Pengembara yang Gemar Bersepeda

Buku ini diawali dengan sangat ceria. Sosok Albert Einstein, mengayuh sepeda di sebuah taman di Santa barbara pada tahun 1933. Rambut ikalnya yang bergelombang tampak tertiup angin, senyuman gembira tampak di wajahnya. Dalam tulisan di bawah foto itu, Einstein berpesan kepada anak pertamanya Eduard.

“Hidup itu seperti mengendarai sepeda, agar tetap seimbang kau harus tetap bergerak,”-Albert Einstein

Einstein lahir dari pasangan ayah ibu berdarah Yahudi. Kedua orang tuanya adalah keturunan pedagang dan penjual keliling Yahudi yang lebih dari dua abad hidup sederhana di pedesaan Jerman Barat. Dari generasi ke generasi mereka membaur dengan budaya Jerman yang mereka sukai. Sejak kecil, Einstein mengalami terlambat dalam berbicara, sehingga orangtuanya sempat khawatir dan diperiksa ke dokter.

Saat mahasiswa di politeknik pun termasuk tipe mahasiswa yang kurang ajar (Bab-3, 1896-1900). Kisah cintanya juga sangat berliku dan mengharukan dengan Mileva, gadis berdarah Serbia yang memberinya tiga anak, namun mereka memutuskan bercerai. Disinilah kisah mengharukan bagaimana kita mengenal siapa itu Mileva, bagaimana anak-anak Einstein, juga kehidupannya pasca bercerai.

Buku yang bersampul biru ini terdiri dari 25 bab. Sekitar 12 bab bercerita dari masa kecil saat, tahun keajaiban, relativitas khusus, pikiran paling menggembirakan hingga cerita indah sebagai profesor pengembara.

Sosok Pemberontak dan Penyendiri

Setelah hampir separuh bab bercerita masa-masa remaja hingga kecerdasannya yang sudah terlihat sejak muda, dan pemikiran dan pandangannya terhadap kekuasaan. Separuh bab berikutnya lebih banyak mengupas tentang proses penerimaan nobel, mendalami tentang teori kuantum, ulang tahun ke-50, Pengungsi, Amerika, Tonggak Sejarah, Red Scare, hingga kehidupan di akhir hayatnya.

Hampir semua tulisan Isaacson, ditulis dengan sangat mendetail dalam menjelaskan suatu hal. Baik itu dalam kehidupan pribadi, teori, penemuan, bahkan masa-masa suram serta akhir hayat Einstein. Terlihat beberapa tokoh terkenal seperti surat-surat dari Galileo, Planck, Poincare, Lorentz dan lain-lain dalam mengungkap hubungan mereka dengan Einstein semasa hidupnya.

Ada serangkaian rumusan sederhana yang menentukan pandangan Einstein. Kreativitas mewajibkan kita untuk bersedia tidak patuh. Hal tersebut selanjutnya menuntun kita pada pikiran dan jiwa yang bebas yang selanjutnya menuntut semangat toleransi.

“Fondasi toleransi kerendahan hati-Keyakinan bahwa tidak seorangpun berhak memaksakan ide atau keyakinan pada orang lain,” tulis Isaacson tentang sosok Einstein.

Hal yang membuat Einstein istimewa adalah pikiran dan jiwanya yang ditempa oleh kerendahan hati. Dia dapat menjadi sangat percaya diri dalam perjalanan sunyinya, tetapi juga kagum oleh keindahan hasil karya alam.
“Jiwa adalah manifestasi dalam hukum alam semesta-Jiwa yang jauh lebih kuat daripada jiwa manusia dan jiwa yang ketika kita menghadapinya dengan kekuatan kita yang kecil, kita pasti merasa rendah hati,” – Einstein, hal 597

Dimata Isaacson, Albert Einstein adalah sosok penyendiri dan seorang pemberontak yang penuh rasa hormat.

Sampul Buku

Sampul Buku

 

Banjir Pujian

Karya Isaacson ini luar biasa. Banyak sekali media mauilmuwan baik di Amerika, Jerman dan negara lain memujinya. Dari New York Times, People, Chicago Tribun, Sunday Times dan lain sebagainya. Thomas L Friedman bahkan menyebut buku ini sebagai bacaan yang provokatif. Sedangkan Profesor Fisika Sylvesteer James Gates Jr dari Maryland University mengatakan jika buku ini berhasil menjalankan tugasnya yang mengagumkan, menjelaskan sains dengan benar, dan mengungkapkan seorang manusia.

Lebih dari dua puluh endorsement (pujian) hadir di edisi terjemahan Indonesia ini. Tidak ada salahnya jika anda membaca buku yang brilian dan mencerahkan ini. Sangat berguna terutama bagi pecinta sains, pecinta biografi, juga setelah selesai dibaca akan bermanfaat bagi anak atau kerabat kita kelak.

Saya suka dengan karya Walter Isaacson yang kaya ilmu dan mendalam dalam setiap buku yang ia tulis. Dua buku lainnya yang saya resensi adalah Biografi Steve Jobs klik di sini dan The Innovator. Silahkan mampir jika berkenan.

Di balik nama besar tokoh terkemuka baik dalam ilmu pengetahuan, sosial, humaniora dan digital, ada banyak kisah indah dan mengharukan tentang kehidupan pribadi yang belum terungkap dari sebuah biografi. Isaacson menceritakannya dengan bahasa yang mengalir, mudah dicerna dan tanpa menyudutkan.

10 April 2018, Pukul 20.29

Kalau anda berkunjung ke daerah Serang, Rangkasbitung, Lebak dan sekitarnya di Provinsi Banten, jangan lupa membeli oleh-oleh khas yang enak dan bermanfaat, yaitu gula batok/gula batu yang berbentuk bulat lonjong terdiri dari lima butir gula yang diikat jadi satu.

Namanya yaitu gula sarangeuy. Kenapa disebut “sarangeuy” artinya orang menyebutnya gula satu ikatan, tapi ikatan disini disebut satu tangkai seperti ikatan buah anggur atau stroberi orang Sunda menyebutnya sarangeuy.

Oleh-oleh ini bisa diperoleh di tempat-tempat tertentu seperti pusat oleh-oleh dekat wisata atau di pinggir jalan dekat sentra produksi gula warga yang membuat sendiri oleh-oleh  ini.

Gula ini rasanya lebih manis dan enak dibanding gula aren atau gula kelapa yang biasa ada di warung, toko atau suoermarket. Selain industri rumahan, kemasannya pun alami diikat pakai daun. Harganya 75.000 dapat sarangeuy yang berisi lima butir gula, dimana setiap butir bisa dibelah menjadi dua isinya juga padat.

Selain gula oleh-oleh khas Banten lainnya adalah emping dan madu murni. Emping juga ukurannya lebih besar dari emping yang ada dipasaran.

Jadi jangan lupa ya, kalau mampir ke Banten pulangnya beli gula sarangeuy.

10 April 2018, Pukul 11.48

Tidak terasa sudah hari senin lagi di minggu kedua  Bulan April. Hati ini gembira ketika bangun melihat tanaman di depan rumah.

Minggu lalu ketika meninggalkan rumah selama lima hari, saat pulang tanaman kering dan layu, waah sedih banget karena gak ada yang menyiram.

Namun, sekarang sudah kembali normal. Tanaman kembali segar, tumbuh kembali bahkan ada yang berbuah dan berbunga.Seperti jeruk limo dan belimbing wuluh yang berbuah lagi serta bunga kamboja yang kuncup di senin pagi ini.

Bunga kamboja ini aku bawa dari Cikampek dikasih Om Sugeng saat kami berdua silaturahmi ke rumah saudara di Cikampek Karawang. Dulu pas pertama kali dibawa bunga ini tampak kerdil dan tidak memiliki daun. Namun tidak menyangka dalam hitungan lima bulan kini bisa mekar dan kuncup sempurna.

Selamat hari senin dari bunga kamboja..

9 April 2018, Pukul 08.55

Ucapan Terimakasih yang Bikin Baper

Posted: April 8, 2018 by Eva in Pribadi

Di masa lalu tepatnya pada tahun 2008-2010 adalah masa terkelam dalam hidup saya, berhenti dari kerja, sakit keras dan tidak ada satupun teman yang peduli kecuali suami,  keluarga inti dan kerabat terdekat.

Adakah yang pernah mengalami seperti saya, jobless,  tak punya teman, dan  tanpa aktivitas berarti dalam waktu cukup lama dan menahun? tentu saya tidak akan lupa siapa yang membuat saya sedemikian terpuruk. Bahkan mencuri hpku dengan sangat kejam dan pulang ke rumah tak sadarkan diri. Ini sangat mengerikan.

Meski sekarang sudah sembuh, dan sehat seperti sediakala saya baper membaca pesan di bawah ini yang saya screenshot. Sekarang hidupku biasa saja, menjalani semua dengan sederhana, saya sangat mensyukurinya.

Jadi  jika belakangan ada sahabat yang dulunya dekat kini meninggalkanku tidak masalah, saya pernah mengalami yang lebih parah.

Pamulang 8 April 2018 pukul 19.45

Aneka Gaya Orang Berolahraga di Bintaro

Posted: April 8, 2018 by Eva in Kesehatan

Minggu pagi di Bintaro, dekat stasiun Jurang Mangu ramai orang berolahraga. Sejak subuh hingga jam 10 pagi mereka melakukan jogging, bulutangkis, lari, karate, sepeda, silat hingga ada senam bersama.

Saya suka memperhatikan aneka gaya orang berolahraga. Ada yang ekstrim, lari keliling marathon, tapi ada juga yang biasa aja, setelah keluar keringat mereka beristirahat di selasar taman terbuka.

Dari yang hobi selfie, hingga enggan difoto

Saya perhatikan ada banyak orang yang selfie sambil berolahraga, namun ada juga yang sebaliknya.

Bahkan saya perhatikan ada komunitas fotografi yang sedang mengabadikan aksi-aksi seru anak remaja bermain karate. Mereka kompak melakukan gerakan-gerakan atraktif yang menarik perhatian.

Saat saya sedang mengamati aneka gaya dan tingkah laku anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, hingga lansia berolahraga, seorang ibu enggan anaknya di foto.

Wah padahal saya suka sekali lihat gaya anak-anak lucu-lucu, sedang bermain roller coaster dan juga bermain bola. Tapi memang saya juga harus hati-hati sekarang jika memposting foto harus seijin orang yang bersangkutan.

Lapar Habis Olahraga

Lapar Habis Olahraga

Tapi tak apalah, maklum juga. Saya melanjutkan mengitari lapangan, dan memperhatikan orang-orang kelelahan habis berolahraga. Aneka jajanan ringan dari siomay, tutut hingga minuman segar ada disini, ramai sekali yang jualan. Jadi anda jangan khawatir kelaparan habis berolahraga.

Bintaro, 8 April 2018
Pukul 10.06