Archive for July, 2007

Agenda Acara Minggu ke-IV Juli

Posted: July 25, 2007 by Eva in Agenda

Agenda Acara Minggu keempat Bulan Juli

Sumber: http://www.tamanismailmazuki.com, http://www.utankayu.org,
Milis FPK, Milis Pasar Buku. Jika anda ingin kegiatan anda kami pulikasikan di blog ini, silahkan kirim e-mail ke: anandamitra_arw@yahoo.co.id

1. Launching Buku
Yayasan Obor Indonesia akan mengadakan acara diskusi `Peran dan
Kontribusi Marketing Politik dalam Pemilu 2009′ dan peluncuran
buku `Marketing Politik: antara Pemahaman dan Realitas’ karya Dr.
Firmanzah (wakil kepala program pascasarjana Ilmu Manajemen FE UI).

Acara bebas biaya ini akan diadakan pada Kamis, 26 Juli 2007, pukul
14.00 – 17.00 WIB, di Ruang Diamond 3 Hotel Nikko, Jl. M.H. Thamrin
50, Jakarta Pusat.

2. Bedah Buku
Jumat 27 Juli 2007
Tema : Islam dan Negara Sekular: Menegosiasikan Masa Depan Syariah
Jam : Pukul 15.00 WIB—Selesai
Tempat : MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya 72 Cipete,
Jakarta Selatan
Pembicara : 1. Abdullahi Ahmed An-Na’im (Penulis)
2. Ismail Yusanto (Hizbut Tahrir Indonesia)
3. Hamid Fahmy Zarkasy (INSIST)
4. M. Nurkholis Ridwan (Pimpinan Redaksi
Majalah Sabili)

3. Pemutaran Film Dokumenter
The Japan Foundation, bekerjasama dengan Kineforum dan Ragam Media
Network, akan mengadakan acara pemutaran film dokumenter karya Aryo Danusiri.
Pemutaran film akan diadakan pada:
Tempat : Kineforum, Tim 21, Studio 1, Taman Ismail Marzuki
Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat
Waktu : Jumat, 27 Juli 2007
Jam : 19:30 ~ selesai
Pembicara : Sidney Jones (Direktur ICG) dan Agung Putri (Direktur ELSAM)
Judul Film : Bermain di antara Gajah-gajah
Durasi : 89 menit
Film ini terpilih untuk mengikuti kompetisi di Yamagata International
Documentary Film Festival, Oktober 2007, untuk kategori “New Asian Currents”,
pada bulan Oktober 2007.

4. The Fabulous of the Beatles Music
Bersama : Abadi Soesman dan Kawan-Kawan Menampilkan :
Ian Antono, Jelly Tobing, JBC Group Band, G. Pluck Band, Bianglala
Graha Bhakti Budaya Minggu, 29 Juli 2007 Pkl . 19.00 wib s/d selesaiHTM : Rp. 50.000,- dan Rp. 30.000,-

5. Green Art” & “Jak Teater”
Festival Teater SLTA ke-17 se-Jabodetabek Tahun 2007 Teater Kecil
21 Juli – 2 Agustus 2007
Pentas I : Pkl. 16.00 wib – 18.00 wib
Pentas II : Pkl. 19.00 wib – 21.00 wib
Kamis, 26 Juli 2007
Pentas I : Air (SMAN 1 Depok), Pkl 16.00 wib – 18.00 wi
Pentas II : Langit (SMAN 3 Depok), Pkl. 19.00 wib – 21.00 wib

6. Teater Utan Kayu
Pemutaran Film Trilogi BRD (Bundesrepublik Deutschland)
25 Juli 2007 – 26 Juli 2007
Rabu, 25 Juli 2007
17:00 The Marriage of Maria Braun (1979)
19:30 Veronika Voss (1982)
Kamis, 26 Juli 2007
17:00 Lola (1981)
19:30 I Don’t Just Want You To Love Me: The Filmmaker R.W. Fassbinder (1993)

7. Komunitas Utan kayu Pameran Perupa Bandung
27 Juli 2007 – 26 Agustus 2007
Syah Fadil dan Septian Harriyoga adalah lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Yang satu menekuni seni lukis, yang satu lagi mendalami seni patung. Karya-karya mereka memperlihatkan kecenderungan baru dalam perkembangan seni rupa Bandung. Pokok masalah yang menjadi inspirasi pada karya-karya mereka bukanlah sesuatu yang megah atau yang ingin merangkul dunia, melainkan soal-soal sepele dan kecil yang terabaikan dari perhatian kita. Fadil, misalnya, menirukan rupa gelembung-gelembung sabun sebagai arena bermain yang tak terbayang ke dalam lukisannya. Harriyoga menangkap asosiasi dari bentuk-bentuk patungnya yang minimalis. Dan, bertolak dari soal sederhana itu pula, gagasan-gagasan orisinal muncul pada karya-karya mereka, sekaligus menemukan rahasia dari ruang-ruang tersembunyi mediumnya.

lumpia Mini

Posted: July 25, 2007 by Eva in Kuliner

Lumpia Mini

Bahan:
20 lbr kulit lumpia ukuran kecil
1 sdm tepung terigu larutkan dengan 2 sdm air untuk perekat
Minyak goreng

Isi:
2 sdm minyak untuk menumis
2 siung bawang putih, cincang halus
3 bh bawang merah, cincang halus
150 gr udang kupas, cincang kasar
150 gr daging ayam rebus, potong dadu kecil
150 gr rebung kalengan, tiriskan, iris korek api
25 gr udang kering, rendam air panas hingga lunak, tiriskan
1 btg daun bawang, iris halus
1 sdt garam
1 sdt lada bubuk
50 ml air

Cara membuat:
1. Buat isi: panaskan minyak goreng, tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum, masukkan udang cincang, aduk sampai berubah warna.
2. Masukkan ayam, rebung, udang kering, dan daun bawang, bubuhi garam dan lada, tuang air, ratakan, masak sampai matang dan kering, angkat.
3. Ambil selembar kulit lumpia, beri 1 sdm adonan isi, gulung sedikit, tekuk kedua sisinya, gulung, rekatkan ujungnya dengan larutan terigu, sisihkan.
4. Panaskan minyak goreng, masukkan beberapa buah lumpia, goreng sampai kering kecokelatan. Angkat, tiriskan, sajikan dengan acar mentimun.

Untuk 20 buah

IKHLAS MENJAGA FITRAH ANAK

Posted: July 25, 2007 by Eva in Pendidikan

IKHLAS MENJAGA FITRAH ANAK
Pena Pendidikan Edisi Khusus Anak

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Peran orangtua sangat berpengaruh dalam mengubah anak menjadi berwarna merah, hitam dan kelabu. Agama memiliki tuntunan yang kaya tentang pendidikan anak usia dini sesuai ajaran kitab suci.

BANYAK istilah sering digunakan dalam menggambarkan kasih sayang orangtua terhadap anak. “Anak permata Bunda, belahan jiwa, si jantung hati, dan buah hati mama”. Sebutan itu mencerminkan betapa anak adalah segalanya. Sebagai buah hati ia mampu menjadi daya pengikat yang kokoh dan perekat yang kuat dalam jalinan kasih sayang dan hubungan harmonis rumah tangga.

Mendidik anak sejak dini menjadi suatu kewajiban orangtua sejak dari kandungan hingga beranjak dewasa. Islam, misalnya, mengajarkan pentingnya pendidikan anak sejak ia berada dalam kandungan ibunya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau, anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat. Karena itu terimalah nazar itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang maha mendengar lagi maha Mengetahui.”(Quran Surat Ali Imran: 38)

Ayat di atas menegaskan bahwa sejak bayi dalam kandungan, seorang ibu senantiasa mendidik bayinya dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Kandungan ayat itu klop dengan riset ilmiah ilmu kedokteran, yang menyatakan sejak kandungan berusia 7 minggu, embrio yang ada dalam rahim untuk pertamakalinya saraf dan otot bekerja. Bersamaan dengan itu, embrio mempunyai reflek dan bergerak spontan. Akhir minggu ke-7 ini otak bayi akan terbentuk lengkap.

Saat pembentukan otak dalam kandungan, seorang ibu selain harus mengonsumsi makanan yang mengandung gizi dan asupan vitamin yang bagus, disarankan juga sang Bapak membaca ayat Al Quran dengan cara diperdengarkan langsung ke perut istrinya yang sedang hamil. Dengan cara ini anak akan merasakan kedamaian dan perhatian terutama nilai-nilai agama dari orangtuanya.

KEWAJIBAN ORANGTUA

Setelah mengalami masa usia sembilan bulan dalam kandungan, bayi akan lahir ke dunia dengan segala anugerah yang diberikan Allah SWT. Ibarat kertas polos yang kosong, setiap bayi yang dilahirkan adalah fitrah atau suci. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW: “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtuanyalah yang menyebabkan ia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi,” (Hadits Riwayat Bukhari).

Hadits ini adalah dalil yang kuat tentang pentingnya orang tua memberikan pendidikan bagi anak. Kelahiran bayi merupakan anugerah Allah SWT, oleh karena itu kelahiran bayi yang dinanti-nantikan baik laki-laki maupun perempuan harus disambut dengan penuh syukur.

Setelah bayi lahir, orangtua harus mengazaninya agar si anak kelak selalu mendengar perintah-Nya dan mendengar hal-hal baik dari lingkungan sekitarnya. Selain itu, ada empat hal yang diwajibkan orang tua kepada anaknya saat 7 hari usia bayi. Yaitu memberi nama yang baik, melakukan aqiqah, mencukur rambut dan memberi sedekah pada orang miskin paling kurang perak seberat rambut itu.

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) yang cukup, makanan bergizi dan imunisasi juga sangat penting dalam menjaga pertumbuhan anak agar menjadi generasi yang sehat baik jasmani maupun rohani. Pada saat usia dua tahun anak menunjukkan emosi yang labil dan sukar mengendalikan diri. Ia mudah mengenal identitas dan merasa dirinya penting dan ingin terlihat menonjol. Ia menghendaki apa-apa yang diinginkannya segera dituruti dan mengharapkan perhatian lebih.

Pada masa usia 3-5 tahun sebaiknya orangtua memberi keteladanan pada anak dan menyarankan anak untuk memiliki lingkungan baru seperti kelompok bermain, Taman Asuh dan sejenisnya. Lingkungan baru ini agak berbeda dengan lingkungan rumah yang selama ini anak jalani.

”Al Quran menyebutkan cita-cita Nabi dan Rasul untuk memperoleh anak yang saleh sebagai pewaris dan penerus usahanya. Al Quran juga menyebutkan tanggung jawab ibu dan bapak untuk memelihara dan mendidik anak-anaknya sejak dini dengan baik, supaya kelak di kemudian hari jangan menjadi anak yang sengsara dan lemah baik fisik maupun jiwanya,” ujar Dr. K.H. Sahal Mahfudh, Ketua Majelis Ulama Indonesia dalam sambutan buku berjudul Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Pandangan Islam.

Apa yang disampaikan Dr. K.H. Sahal Mahfudh semakin mempertegas pentingnya pendidikan anak usia dini untuk bergabung dengan kelompok bermain dan melalui fase sosialisasi. Yakni fase di mana anak-anak mulai kenal teman, guru dan lain-lain di luar hubungannya sebagai anggota keluarga. Ia mulai kenal berbagai peraturan yang harus ditaati. Pada masa ini sifat keakuan mulai berkurang perasaan emosional lebih kecil dibanding dengan sebelumnya.

Pada masa ini juga daya intelektualitas mulai berkembang. Daya fantasi, sifat ingin tahu, dan sifat meniru menjadi lebih menonjol. Dalam hubungan ini yang perlu diupayakan adalah: Pertama memberikan Kebebasan yang terbatas dalam arti memberikan tuntunan, bimbingan, nasihat dan pengendalian.

Selanjutnya yang kedua adalah mengadakan komunikasi timbal balik, Ketiga, melatih mereka bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan, Keempat, mengadakan kegiatan bersama seperti shalat berjamaah. Kelima jangan terlalu memanjakan dan mengekangnya dengan memberikan materi yang berlebihan. Keenam memberikan perhatian, pendidikan kedisiplinan dan akhlakul karimah, serta pendidikan bagaimana menjadi mandiri.

Itulah beberapa usaha yang harus dilakukan orangtua dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Diharapkan jika hal ini dilakukan dengan ikhlas akan memberi kebahagiaan dan kesejahteraan bagi anak. Anak yang sejahtera adalah penerus kesejahteraan orangtuanya dan merupakan kekayaan bangsanya. Anak idaman adalaha nak yang qurrata a’yun alias penyenang hati dan penyejuk mata.

PENDEKATAN IMAN DAN KASIH

Dalam ajaran Kristiani, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini juga besar. Sebagaimana tersebut dalam Efesus 6:4 yang menyatakan: ”…Kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”

Pendidikan iman oleh orangtua diberikan pada anak dengan membiasakan mereka menghayati nilai-nilai iman kristiani di lingkungan keluarga lewat suasana yang indah dan menggembirakan, iklim persaudaraan dan cinta kasih. Selain itu orang tuabertanggung jawab mengajar anak-anak berdoa dan menuntun mereka sebagai citra Allah melalui kesaksian hidup sesuai dengan Injil.

Kesadaran dalam penanaman dan pemeliharaan iman menjadi pokok perhatian dalam pelayanan pastoral gereja. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa pembinaan iman anak merupakan tugas utama gereja, selain orangtua dan masyrakat (Lumen Gentium 11). Dewasa ini setiap paroki di Indonesia telah menyelenggarakan Pendidikan Bina Iman Anak (BIA)

Tugas dan tanggungjawab pendidikan anak usia dini dalam iman Katholik diselenggarakan oleh keluarga, penanggung jawab (bidang pewartaan dan pendalaman iman di tingkat keuskupan dan paroki, dan pendamping Bina Iman Anak dengan tujuan membantu keluarga Katholik agar sadar akan pentingya pendidikan iman anak sejak usia dini dan mampu memberikan iman kepada anak-anaknya sesuai ajaran Yesus Kristus.

Beberapa hal yang dilakukan gereja adalah
– Merencanakan kaderisasi tim pendamping melalui pelatihan secara berkala dan berjenjang.
– Menyiapkan materi pelatihan bagi para pendamping iman anak
– Menyusun materi Bina Iman Anak (BIA) dan metode pendampingan yang cocok dengan kebutuhan, minat minat dan daya serap anak.
– Menyusun alat peraga atau alat permainan edukatif (APE) secara kreatif. Dan disesuaikan dengan keadaan setempat.
– Bekerjasama dengan dewan paroki, pengurus stasi, orangtua, guru PAUD dan lembaga-lembaga yang peduli akan PAUD dalam mendidik anak secara kristiani.

EVA ROHILAH

SUMMERHILL YANG MERDEKA DAN CERDAS
Infosocieta, Depsos RI edisi hari Anak

Judul Buku : SUMMERHILL SCHOOL (Pendidikan alternatif yang Membebaskan)
Penulis : A.S. Neill
Penerbit : Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, Cetakan I, Juni 2007
Tebal : 356 Halaman
Harga : Rp 45.000
ISBN : 978-9791275-00-2

Carilah sekolah yang cocok dengan anak-anak, bukannya anak-anak yang harus cocok dengan sekolah. Summerhill menjadi sekolah bebas sejak 1921. Anak bebas menentukan pelajaran yang ia sukai. Bebas tumbuh dan berkembang.

“Pada dasarnya tidak ada anak yang jahat. Yang ada adalah para orangtua bermasalah, guru-guru bermasalah, dan sekolah-sekolah bermasalah yang semuanya melahirkan anak-anak bermasalah.” Itulah kesan Robert Gottlieb, Executive Vice-President di sebuah agen bakat yang besar dan kepala departemen sastra, mengomentari sosok Alexander Sutherland Neill.

Neill tak lain adalah pendiri sekolah Summerhill, tempat Robert Gottlieb menghabiskan sebagian masa sekolahnya pada 1960 hingga 1962. Ungkapan Gottlieb mengenai sekolahnya itu ditulis pada 1990, sebagai pengantar buku kecil karya Neill ini yang diterbitkan di Inggris pada 1992.

Sekolah Summerhill yang didirikan Neill di Leiston Suffolk, sekitar 160 km dari London, Inggris, pada 1921, memang bukan sekolah sebagaimana lazimnya sekolah. Loh? Melalui sekolahnya, Neill menggulirkan gagasan membebaskan murid-muridnya menentukan apa yang mereka mau. Ketertiban, arahan, anjuran, pengajaran moral, dan pengajaran agama, Neill singkirkan.

“Kami dianggap berani dengan ide ini, padahal tak dibutuhkan keberanian apa pun,” ujar Neill. Yang dibutuhkan hanyalah keyakinan penuh bahwa anak-anak adalah makhluk yang baik dan bukan makhluk jahat. “Kami meyakini sepenuh hati,” tambah Neill.

Mengatasi Anak Bermasalah

Pemikiran-pemikiran Neill membangun Summerhill dibukukan dalam Summerhill School, A New View of Childhood yang disunting dengan bagus oleh Albert Lamb. Edisi perdana buku aslinya terjual lebih dari 4 juta eksemplar. Seperti apakah Summerhill itu?

Pertama, anak-anak bebas memilih pelajaran yang mereka ikuti. Bahkan bagi anak yang baru masuk ke sekolah ini mereka bebas bermain sepanjang waktu, berhari-hari, bahkan bertahun-tahun, sesuka mereka. Jadwal pelajaran tetap ada, tetapi hanya ditentukan untuk para guru. Fasilitas di sana komplit: kolam renang, bengkel kerja, laboratorium, ruang kesenian, teater, alat musik, perpustakaan bahkan sampai ladang.

Bagi Neill, pelajaran bukanlah sesuatu yang penting. Aktivitas belajar tidaklah sepenting kepribadian dan karakter. Jack, salah satu siswanya, tidak lulus dalam seleksi masuk perguruan tinggi karena dia membenci buku. Tetapi ketidaktahuannya tentang pelajaran tidak menghalangi hidupnya. Jack tumbuh menjadi seorang yang sangat percaya diri.

Di mata Neill, menjejalkan pelajaran pada anak sama saja memaksakan pekerjaan yang tidak menyenangkan buat anak. Neill tak menyangkal, banyak anak bermasalah di Summerhill. Mereka berkali-kali dikeluarkan dari sekolah sebelum masuk Summerhill. Banyak murid dengan pribadi penuh kebencian dan pemberontakan.

Neill sadar betul seorang anak tumbuh dengan egonya. Tapi ia yakin, ego yang dipelihara dengan baik, akan memiliki apa yang disebut kebaikan. Sebaliknya ego yang dikekang hanya menghasilkan kejahatan. Anak-anak yang dianggap jahat sejatinya ia sedang berusaha mencari kebahagiaan. Rumah dan sekolah seringkali menjadi sumber ketidakbahagiaan dan sikap antisosial.

Ia sangat memahami, butuh waktu bagi anak untuk menjadi diri sendiri setelah begitu tertekan oleh sekolah konvensional. Panjang pendek masa penyembuhan ini tergantung pada seberapa besar kebencian yang ”ditanamkan” sekolah merasuk ke pikiran para murid.

Kebahagiaan yang tak mereka rasakan sejak kanak-kanak hanya akan membuka celah bagi kebahagiaan palsu yang didapat dari kegiatan merusak, mencuri, atau menghajar orang. Kejahatan dan hukuman tidak akan pernah mengatasi kejahatan dan kenakalan anak. Di Summerhill, siswa-siswanya boleh mangkir dari pelajaran-pelajaran jika ia tidak suka.

Manajemen Swakelola

Namun, Summmerhill bukan sembarang sekolah bebas. Dengan menentukan pelajaran yang murid sukai, justru mampu mengubah anak yang semula penakut menjadi pemberani dan teguh pendirian. Jika ada anak yang ketahuan mencuri, ia hanya diminta mengembalikan apa yang sudah diambilnya. Hukumannya pun ditentukan murid-murid sendiri.

Sekolah ini memang dikelola bersama oleh guru dan siswanya. Swakelola istilah mereka. Dari hukuman, mereka sadar mencuri itu merugikan. “Mereka adalah para realis cilik. Mereka tidak akan mengatakan bahwa Tuhan akan menghukum pencuri,” ujar Neill. Sepekan sekali mereka menggelar rapat bersama untuk membahas semua kejadian dalam keseharian mereka. Hukuman, ketidaksetujuan, dan ide dibahas secara demokratis. Guru tidak campur tangan. Semuanya diselesaikan sendiri oleh anak-anak.

Pada bagian kebebasan beragama, Neill mengungkapkan pengalaman pribadinya. Menurut Neill, para psikolog menyatakan bahwa pengalaman hidup masa kecil kita menentukan kehidupan kita selanjutnya. Neill sependapat dengan psikolog itu saat menyaksikan kematian Clunie, adiknya tersayang, pada usia tiga puluh empat tahun. Semasa hidupnya Clunie selalu bersikukuh dan tak mau berkompromi menyangkut Ateisme yang ia anut.

Di matanya agama adalah takhayul dan omong kosong yang kejam. Namun pada akhir hayatnya ia banyak memanjatkan doa yang selalu dipelajarinya saat kecil. Bagi Neill, kejadian ini meneguhkan bukti bahwa perasaan pada anak-anak akan hidup sepanjang umur.

Summerhill pun menjadi surga pendidikan. Mereka menelurkan banyak alumni sukses secara psikologis, ekonomis, akademis, sosiokultural, politis. Mereka menjadi insinyur, dokter, dosen, pemusik, pengusaha, mekanis, koki, dan segala macam profesi, yang berpikiran maju dan terbuka, jujur, tekun, optimis, dan bahagia. Summerhill telah dan terus melahirkan insan-insan yang berjuang membangun peradaban dunia yang lebih manusiawi dan damai.

Satu di antaranya adalah Robert Gottlieb yang menulis pengantar buku ini. Saat di Summerhill (1960-1962), dia tidak berminat belajar baca-tulis. Hingga usia sebelas tahun ia tak mau belajar baca-tulis. “Summerhill adalah sebuah cara hidup. Hidup bersama orang lain dalam sebuah masyarakat dan mengekspresikan diri dengan segenap kecintaan kita pada kasih sayang, ilmu pengetahuan dan karya,” katanya dalam buku itu. Tak segan-segan ia merekomendasikan pada kerabat, juga anaknya agar masuk Summerhill.

Neil, penulis buku ini dan pendiri Summerhill, sudah meninggal pada 22 September 1973 di Aldeburgh, Suffolk. Pria kelahiran Angus, Skotlandia bergelar MA bidang Bahasa dan Sastra Inggris dari Universitas Edinburgh ini sepanjang hayatnya banyak berceramah di mana-mana dan sudah menulis 21 buku semasa menjadi Kepala Sekolah Summerhill. Summerhill hingga saat buku ini ditulis pada 1990, dipimpin Zoe Readhead, sejak 1985.

Model pengelolaan Summerhill itu, banyak dikembangkan di banyak sekolah alternatif di sejumlah negara, khususnya Amerika Serikat. Tak ada salahnya Indonesia mengadopsi metodologi dan pengelolaan sekolah bebas. Setidaknya, banyak murid yang putus asa dan tertekan dengan beban belajar di sekolah merasakan suasana lain. Sangat tidak masuk akal melihat anak-anak putus asa karena tak punya biaya. Di lain daerah, ada siswa memilih mengakhiri hidup dengan cara meregang nyawa karena gagal Ujian Nasional. Sejumlah kalangan menilai sekolah di Indonesia tak ubahnya penjara. Orangtua sendiri berlomba-lomba memenjarakan anaknya ke sekolah.

Buku ini menyadarkan kita bahwa mempelajari dan mengetahui standar-standar pendidikan mutlak diperlukan. Kualitas terjemahan buku ini lumayan bagus, meskipun ada beberapa kata yang kurang pas penempatannya. Didukung sampul atraktif, buku ini wajib dibaca praktisi pendidikan terutama mereka yang terlibat langsung pengelolaan manajemen berbasis sekolah, penyusunan kurikulum, tenaga pendidik (guru), kepala sekolah, dosen, pemerhati pendidikan, dan tentu saja para orangtua yang menginginkan anaknya menjadi cerdas, percaya diri dengan cara yang merdeka.

EVA ROHILAH

Tempat Makan Enak di Jakarta

Posted: July 19, 2007 by Eva in Kuliner

Dear Teman-teman, aku punya referensi tempat makan yang enak-enak di Jakarta, ini aku dapat dari jalansutra dan juga pencarianku. Selamat makan ya…………..

Alamat Restoran yang menghidangkan Makanan Enak di Jakarta

CAKE and BREAD

RAVINO PATISSERIE, Jl. Raya perjuangan – Ruko Graha Mas B18, Kebun
Jeruk
Jakarta Barat Telp. 530-3360

Kue coklat Maison Benny, Jl. Cikini, dekat TIM
Pistales SMA III, Jl. Setia Budi
Kue Tradisional Ny. Ali, Jl. Kramat Pela
Toko Kue TV Jl. Cikajang:

BAKMI / BAKSO / YAMIN

Bakmi Mie Kita, Ruko Piazza Venesia, Jl. Trocadero 110 Lippo
Karawaci Utara,
telp 021-5576-1777

Bakmi Udin, Jl. Besuki, deket SD Besuki, Menteng
Bakso / Mie Bakso Jl. Tanjung
Mie Ayam Gang Kelinci: katanya sih yang enak di Gang Kelinci Ps. Baru
Bakmi Ps. Cikini
Bakso Komplek IKJ, deket Bioskop 21:tongkrongannya anak-anak IKJ
Bakso / Siomay LIA Pramuka
Bakso Matraman, di Jl. Matraman Raya, sebelahnya SD Marsudirini: Es
Durennya
Mie deket gereja, depan PARKIT, Sabang
Bakmi Tropik, Ambassador Mall, Jl. Casablanca
Mie Lomie, Karet: hati-hati ada *****-nya
Baso Lapangan Tembak, Senayan
Mie Ayam Buncit, di Jl. Warung Buncit
Mie Engkoh, depan Komp. Pertanian Ps. Minggu
Bakso Titoti, dari Pancoran kira2 400m dari Goro sebelah kiri jalan
kebon jeruk depan SMP 75
Bakmi Boy, Ps. Mayestik, Jl. Cikajang
Bakso Bola Tenis, dekat Lapangan Blok S (malam)
Bakso/Siomay Blok S, depannya RS Kebayoran: eh..Es Podengnya enak juga
Bakso Titoti Pasar Minggu, depan TK Pak Kasur
Bakmi Pangsit depan RSB Asih, Melawai (BARU)
Bakmi Permata, Permata Hijau-dekat Tops Supermarket, Wisma 46 Kota
BNI Lt.2
Cwie Mie Malang (HCM) di Arteri Simatupang
Baso Tirta Marta Pondok Indah, depannya Sekolah Tirta Marta: Mie
Ayam dpn
gardu juga enak
Mie Yamin Tri-M Pondok Indah, pdi pertokoan dekat Ora et Labora PI
Bakmi Villa, belakang Villa Cinere Mas, Jl.Karang Tengah, Cinere
Mie ceker bandung JL. Sambas, Jl. Tebet Barat Raya. pesen mi ceker yamin
hummm…enakkkkkkk

AYAM GORENG / BAKAR

Ayam Goreng Pemuda, Jl. Surabaya, Menteng; Casblanca
Ayam Bakar perempatan, Jl kebon jeruk
Ayam Bakar Menteng, seberang Menteng Plaza
Pecel Ayam Bu Bambang, Ps. Benhil
Ayam Bakar Jl. Denpasar, Kuningan, dari Casablanca sebelah kanan jalan
(BARU)
Ayam Berkah, Blok M belakangnya SMP 56: yang enak yang tenda kuning,
Ayam Taliwang, Tebet; Jl Wolter Monginsidi; Jl. P. Polim samping
Apotik Jaya
Ayam Bakar SoGO (Somay Gope’) sebelum Hero Kalimalang, kiri. Dari
arah Halim
Ayam Bakar Gantari, sebelah Blok M plaza adannya di pinggir jalan.
Ayam Bakar di Bioskop Metrropol, deket RSCM, sambelnya enak.

BUBUR AYAM

Bubur Ayam Cikini, depan KFC (malam)
Bubur Ayam bang TATANG, Rawa belong
Bubur Ayam ex depan ALFA, meruya.
Bubur Ayam Jl. Tanjung, Menteng
Bubur Ayam Cideng, Ps. Cideng Tanah Abang (malam)
Bubur Ayam Sukabumi, Tebet
Bubur Ayam Senayan, yang enak yang di depan Istora, Mobil Ijo
(Minggu pagi)
Bubur Ayam depan RS Pondok Indah (pagi)
Bubur Ayam Sawangan, depan Polsek Sawangan, Cinere (pagi)
Bubur Ayam Barito, depan makam jl. Barito

NASI GORENG

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih (malam)
Nasi Goreng Bumen Jaya, Jl pejompongan
Nasi Goreng Jl. Lembang, Menteng: jangan salah pilih cari yang rame
Nasi Goreng Jl. Lombok, Menteng (Ada Ayam Malaya, Kuluyuk, dll)
Nasi Goreng Sosis, seberang Lippo Menteng depan Nanaban Tei
Nasi Goreng Sea Food Cikini, dekat KFC
Nasi Goreng Kambing Bakti, dekat Senopati, masuk dari Pom Bensin
Senopati
Nasi Goreng Pekalongan, Jl. Fatmawati, Pondok Labu, depannya ex.
Circle K
Nasi Goreng Jl. Daksa: (tau deh sekarang masih buka apa ngga…?)

NASI UDUK / WARTEG

Nasi Uduk Mas Miskun, Jl. Kramat Raya, dekat Hotel Acacia
Nasi Uduk Gondangdia, di bawahnya Fly Over Kereta Jl. Gondangdia Lama
Nasi Uduk Babe Saman, Jl. Kebon Kacang II, kalau nggak salah
Nasi Uduk Rawa Mangun, dekat Terminal Rawamangun
Nasi Uduk Spesial Jl. Kali Malang, deket terminal, dekat perempatan Jati
Bening
Warteg Warmo, Tebet: setiap orang pasti tahu
Nasi Uduk Dikun, depan Komp. Pertanian, Ps. Minggu
Warteg Setia, Jl. Fatmawati, depan Ps. Mede: tempat makan selebriti

SEA FOOD

Sea Food Rawamangun, deket Ps. Rawamangun
Sea Food 99, Kp. Melayu, dekat RS Mitra Keluarga
Ikan Tude, Jl. Blora
Sarang Kepiting Jl. Gunung Sahari deket Ancol, sebrangnya Novotel
Mangga2
Sea Food di Pertokoan Bintaro Sektor 9, belakang Mc Donald Sektor 9
Sea Food depannya Bunderan PSKD IV Blok M
Sea Food Baruna, pojokan depannya Balemang Caf?
Sea Food Muara Angke: bisa beli Ikan (milih sendiri) dan minta bakarindisana.

SATE

Sate Kambing Muda, bintaro (perempatan bintaro, gerbang bintaro) top banget
Sate Kambing Jalan Karawang (makan siang) kalo bingung cari teriak Buyung aja
Sate Ayam bunderan Kolam Lembang
Sate Kambing pojokan jalan Sabang, depan kantor Polisi: ngantri selalu
Sate Kambing Ny. Semarang, Megaria/Metropole
Sate Kambing Jono, Jl. Pejompongan
Sate Pancoran, Jl Raya Ps. Minggu, deketnya ILP
Sate Kambing Bu Yanti, Duren Tiga
Sate Blok S, tetanggaan ama Baso Blok S, depan RS Kebayoran
Sate Cikajang, Ps. Santa
Sate Apotik Jaya, Panglima Polim
Sate Ayam Jl. Samba
Sate Ayam depan RS Pertamina: uenakk!
Sate Hadori, Jl. Bangka, cabangnya Bandung:
Sate Ayam di pertokoan Pondok Indah Plaza (Pertok), (malam)
Sate Tri-M Pondok Indah, di pertokoan deket Ora et Labora Pondok Indah(siang)
Sate Kambing Pak Haji Jl. Karang Tengah, dekat perempatan Lb. Bulus(Hero Lb Bulus) – Kr.Tengah

STEAK

Steak Cemara Art & Curio, Jl. Cemara
Steak Jakarta Steak. Meruya
Steak di dalam pelataran Komplek Taman Ismail Marzuki IKJ
Steak 41, Jl Tendean, sebelahnya Golden Truly
Steak Rollies, di Kampung Tenda Semanggi: Chicken Steak nya enak,murah lagi
Bebek Balap, di Tenda Bis Tingkat Semanggi
Abuba (Abu Bakar), Cipete: awas banyak asep! Kemang Steak, Jl. H. Nawi
Steak Lokananta Terrace Resto, Panglima Polim II / 2. Samping RS
Bersalin Asih.

GULAI / TONGSENG

Deket Mesjid Sunda Kelapa banyak yang gerobaknya
Sepanjang Jalan Karawang, hati-hati dikerubutin calo makanan (
Jl. Mendut, deketnya Prambors, pas tikungan deket KONTRAS

SOTO / SOP

Sop Buntut, deket Mesjid Cut Mutiah, siang doank, kadang-2 jam 13.00
udah
> abis
> Soto Mie Jl. Cilacap, Menteng
> Soto Mie YPK, depan RSB YPK, Jl. Gereja Theresia
> M. Soleh Kumis 999, Jalan Blora
> Soto Madura Ps. Baru, di pojokan seberang jalannya Mesjid Istiqlal
> Soto Mie Jl. Lautze, Ps. Baru
> Soto Madura Gubeng, Jl. Juanda, Sebelah Bank Mandiri (d/h Bank Exim)
> Sop Buntut-nya Hotel Borobudur
> Coto Makassar Kelapa Gading, Jl. Boulevard
> Soto Betawi, tembusannya jalan Minangkabau
> Soto Gebrak, di Lapangan Ros Tebet, yang enak tikungan, deketnya
tukang Ban
> Sop Konro, Makasar, di Jl. Lap Ros Tebet, awas ngantri
> Sop Kambing Irwan, seberang RSB Asih, Melawai
> Soto Kudus Blok A
> Soto Ayam UKI Cawang letaknya di tengah lapang, agak terperosok ke dalam
> Soto/Sop Ayam By Pass, di prempatan depannya Samsat Cipinang, yang
ke arah
> tembusan Otista, sebelah kiri setelah lampu merah
> Soto Ayam Ambengan Surabaya, Jl. Walter Monginsidi
> Soto Kudus Blok M, Jl. Radio Dalam
> Soto kambing di roxy, namanya ganda rasa, itu enak juga,
> soto mie di lautze itu enak loe.
> MAKANAN DAERAH..!!
>
> JAWA / SUNDA
>
> Pecel Lele, Jl. Juanda depan Bank DKI
> Dapsun (Dapur Sunda), (1) Jl Cipete 200m dari Golden Truly; (2) Jl.
Gatot
> Subroto ex MBAU
> RM. Nikmat Nusantara, jl. Kebon bawang 6/68, tg priok. deketnya
kantor pajak
> jak-ut. Adanya siangdoang. Cobain sop buntutnya deh…. top banget!!
> Dapur Sunda Laksana, sebelah Bakmie GM Melawai
> Gudeg di dalam Ps. Cikini
> Gudeg Mbak Trie, depannya Lintas Melawai Club
> Gudeg Lesehan Blok M, deketnya 5 a sec Blok M, Jl. Panglima Polim
> Gudeg Lesehan deketnya Hotel Melawai: Sorry disini juga banyak
PE..*#%..K
> nya
>
> SUMATERA
>
> Jalan Kramat deket Fly Over Senen, aneka masakan Padang di jual disana
> Sate Padang depan supermarket Tip Top, Rawamangun
> Sate Padang seberang Lippo Menteng
> Sate Padang Goyang Lidah depan C0inere Mall
> Sate Padang Mak Syukur, Food Court Pasaraya Blok M
> Sate Padang, Plaza Pondok Indah,
> Soto Padang Jl. Pintu Air, Ps. Baru
> Restoran Aceh di Ps. Baru, deketnya Antara: Masakannya dicampur pake
> rempah-rempah, termasuk Ganja, tapi ueenaakk
> Rumah Makan Medan Jaya, Gule Kepala Ikan sama Asam: ganja (?) nya Ok
banget
> Ayam Pop RM Sederhana: paling enak sih yang di Sabang
>
> ASIA
>
> Remaja (Chineese), Komp. Mal Kelapa Gading
> Tanpa Nama (Jepang), Jl. Kebun Binatang, Cikini
> Roku-roku (Jepang), sepanjang Jl. Fatmawati (dekat 5 a sec)
> Restoran Trio Jl. Gondangdia Lama sudah top dari jaman opa oma
>
> GADO-GADO / KETOPRAK
>
> Gado-gado Jl. Cemara (dekat Ps. Boplo), bumbunya pake kacang mede
> Gado-gado Jl. Kertajaya, jejeran Jl. Adityawarman
> Gado-gado Jl. Kertanegara
> Gado-gado Jl. Daksa
> Ketoprak Jl. Sunda (dekat Sarinah), deketnya GM sama Inter Studi
> Ketoprak Jl. Borobudur kalo ini deket kantor Divisi Tehnik Masima
> Ketoprak di Lapangan Parkir Pacuan Kuda Pulo Mas
> Ketoprak Atma Jaya, didalem Kantin Kampus Unika Atma Jaya
> Ketoprak STEKPI, dekat lapangan parkir STEKPI
> Ketoprak Jl. Ciragil
> Ketoprak Jl. Cikajang
> Gado-gado Jl. Tanjung
>
> SIOMAY / BAKPAU / LUMPIA
>
> Siomay Dorongan Borobudur
> Siomay Bulungan, depan GOR Bulungan
> Siomay Bandung, Jl Cipete.
> Siomay Senayan, Plaza Senayan Lt. Dasar, dekat Hero
> Bakpau Theresia, dekat kompleks Gereja Theresia
> Lumpia Jakarta, Jl. Pecenongan
> Siomay pas depan Menteng Plaza
>
> PEMPEK / OTAK-OTAK
>
> Pempek Jl. Garuda, Kemayoran
> Pempek Jl. Radio Dalam
> Pempek 76 Jl. Kramat Jati depan Hero Kramat Jati
> Pempek di depan Lapangan Blok S, sebelah salon: Top!!
> Otak – otak Jl. Sangaji, Tanah Abang:mahal oi…tapi es kelapa +
kopyornya
> enak
> Otak-otak deketnya Mesjid Istiqlal: yang jualan pake dorongan
>
> MARTABAK / KERAK TELOR
>
> Martabak Favorit Rawamangun, depannya Apotik Rini Rawamangun / Tiptop
> Martabak Mesir Kubang, Jl. Sahardjo
> Martabak Bandung, di Manggarai Jl. Minangkabau (3A kalau nggak salah
> mereknya)
> Martabak Tendean, di Restoran Mbok Berek Tendean
> Martabak Bandung Fatmawati, dkt Perempatan Cipete, sebelahnya Toko
Karpet
> Martabak Spotlite, (1) Jl. Fatmawati; (2) Jl. Cinere Raya
> Martabak Bandung Blok M, deketnya Duta, Barito
> Martabak Pela, cabangnya martabak Barito
> Martabak Bangka yang deket RCTI, deket toko buah
> Kerak Telor PRJ, pokoknya kalo yang jual orang Betawi pasti enak
>
> TAHU / TOGE GORENG
>
> Toge Goreng PLN Bogor, Top Banget, depannya Restoran Bogor Permai, Bogor
> yang di gubuk sebelah tukang sate
> Tahu Isi Tiptop, Rawamangun
> Toge Goreng Ps. Baru, belakang Metro, Gg. Tua Pek Kong
> Di Jalan Ateri Pondok Indah, sebelon perempatan Komplek KOSTRAD
(sore-malam)
> Di pelataran RuKo Pondok Indah Plaza, biasanya mangkal deket Mc Donald
>
> ES / JUICE
>
> Juice Duren Ps. Cikini
> Es Doger Jl Besuki
> Es Krim Ragusa (Italia), Jl Veteran
> Es Duren Matraman, Jl Matraman Raya
> Es Kelapa / Kopyor – Otak-otak Jl. Sangaji
> Es Doger / Es Kelapa Jl. Karawang
> Es Palu Butung, jualannya di Sop Konro, atau restoran Makasar
> Es Podeng Blok S, temenannya Sate Blok S
>
> ASINAN / RUJAK
>
> Asinan Jl. Kamboja, depan Tiptop Rawamangun, terkenal dari dulu.
> Rujak Ulek/Serut/Juhi di Jl. Sabang depan Robinson
> Di depan Markas KODAM JAK-SEL , dari Jl. Arteri Pondok Indah, yang
mo ke PI,
> pas di perempatan KOSTRAD, belok kiri, * 100 meter sebelah kiri (ada pas
> siang doank)
> Rujak Aceh di Pasaraya Blok M
>
> CAKE and BREAD
>
> RAVINO PATISSERIE, Jl. Raya perjuangan – Ruko Graha Mas B18, Kebun
Jeruk
> Jakarta Barat Telp. 530-3360
>
> Kue coklat Maison Benny, Jl. Cikini, dekat TIM
> Pistales SMA III, Jl. Setia Budi
> Kue Tradisional Ny. Ali, Jl. Kramat Pela
> Toko Kue TV Jl. Cikajang:
>
> ROTI BAKAR
>
> Roti Bakar Edi, terkenal sejak jaman taon 80’an,
> Jln Daksa, ada Nasi Uduk + Ayam, kalo pesen bilang aja, Nasi Uduk Ayam
> Injek-2
> Roti Bakar Wiwied, Jl Fatmawati, dpnnya ATM BCA Fatmawati, deket
Komp.Keu.
> Roti Bakar Pondok Indah, deket RS Pondok Indah
> Roti Bakar di Bunderan PSKD IV Blok M
>
>
> Lain-lain :
>
> Bebek Balap, di Tenda Bis Tingkat Semanggi.
> Kedai Kemangi – Masakan Manado, tempatnya sederhana tapi rasanya
orisinil
> banget, harganya juga sangat bersahabat.. jauh beda sama resto2
manado yang
> ada. Lokasi di Jl. Mampang Prapatan Raya 63C (Seberang Pom Bensin
SHELL atau
> sebelah kanan Pool Blue Bird), ada situsnya http://www.kedaikemangi. com
> Martabak yang enak: Jl. Kemurnian, depan Bakmi Aheng-Kemurnian, Nah
depannya
> martabak juga ada Sop Kambing (enak rek…)
> Rujak Juhi & Rujak Shanghai: di Pancoran-Glodok- Kota dengan Pos Hansip
> (cuma 1)
> Ikan Tim : Proyek Pasar Pagi lantai 1
> Bakmi & Chinese food 24jam: Bakmi Kemurnian
> Sinar Garut : ada dimana2…
> nasi tim – pasar pagi deket pasarnya THE BEST
> roku2 – di deket pom bensin
> terus di jln fatmawati di depannya 5 sec – ada makanan jepang itu enak
> banget dia bukanya jam 6
> Ayam goreng/bakar taliwang Blok S, di tengah!! (cbg 2 di Majestik
antara
> pintu masuk&keluar yg ada tamannya, tenda’an jam 7 malem keatas..)

Sukses Bukan Segalanya

Posted: July 19, 2007 by Eva in Inspirasi

Sukses Bukan Selamanya

By: Eva Rohilah

Pengertian mengenai sukses cukup beragam. Ada bermacam pendapat mengenai apa arti sukses. Tetapi saya berpendapat bahwa sukses adalah proses pencapaian tujuan-tujuan hidup jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan kata lain, pencapaian suatu prestasi bukan merupakan akhir dari segalanya. Itulah mengapa saya mengatakan bahwa sukses bukan selamanya.

Pendapat demikian bertolak pada banyaknya fakta yang menyebutkan orang-orang yang sudah berhasil merengkuh kejayaan atau posisi karir yang strategis, namun mereka hancur tidak lama kemudian. Di antara mereka ada yang dari kalangan politikus, artis, pebisnis, atlit, dan lain sebagainya. Kesuksesan mereka tidak berlaku selamanya sebab mereka tidak lagi sanggup menghadapi tekanan-tekanan atas tuntutan-tuntutan hidup sehari-hari.

Kehidupan ini terus berubah. Ibaratnya kehidupan ini adalah suatu olimpiade, tiada hari tanpa bertanding. Seiring dengan perkembangan waktu, tantangan hidup yang harus kita hadapi juga terus menerus berkembang. Karena itu kita harus siap secara mental dan emosional untuk menyesuaikan diri agar mampu bertahan ataupun menciptakan prestasi-prestasi baru yang lebih baik.

Dengan apa kita berusaha mencapai cita-cita, mempertahankan ataupun meningkatkan cita-cita tersebut? Kita harus melakukan beberapa hal, diantaranya adalah mencari potensi dari dalam diri yang paling kita butuhkan. Setiap orang mempunyai potensi yang berbeda-beda untuk dapat dioptimalkan fungsinya, entah dalam bentuk kecerdasan, keahlian, ataupun kemampuan-kemampuan lainnya. Saint Francis de Sales mengatakan, “Bersabarlah terhadap segala sesuatu, tetapi terutama bersabarlah kepada Anda sendiri. Jangan patah semangat karena ketidaksempurnaan Anda, tetapi mulailah untuk mengatasinya – setiap hari mulai dengan tantangan baru.”

Langkah berikutnya adalah mengasah potensi dari dalam diri kita tersebut dan mengerahkan seluruh energi dengan berusaha keras untuk mencapai target jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk itu lakukanlah aktifitas-aktifitas yang dapat meningkatkan kemampuan. Jangan berhenti melakukan aktifitas-aktifitas tersebut, jadikanlah kebiasaan

Pada proses ini kita akan sangat membutuhkan sikap optimis. Sebab untuk mencapai suatu kemajuan atau perubahan besar, maka kita juga harus siap berpindah dari zona nyaman. Dalam hal ini, target atau impian yang ada dalam hati dan pikiran merupakan kekuatan yang sangat besar sebagai penopang optimisme kita.
Oleh sebab itu, setelah suatu target tercapai, maka segera perbarui target selanjutnya. Perbarui visi masa depan secara terus menerus. Suatu visi akan memotivasi kita untuk terus bertumbuh, berubah, dan berjuang mencapainya. Ketika suatu visi itu jelas dan selalu berkembang, berarti kita akan siap belajar dan mengarungi suatu pengalaman hidup yang menyenangkan. Sebaliknya, tanpa visi baru akan menyebabkan kita mengalami stagnasi dan akhirnya menjadikan kita mati.

Sementara itu, visi atau sesuatu yang berharga dalam hidup kita tidak akan dapat kita capai sendirian. Kita perlu melibatkan orang lain dalam langkah-langkah mewujudkan visi tersebut. Herman Melville menerangkan, “Kita tidak dapat hidup untuk diri kita sendiri. Beribu-ribu jaringan kita berhubungan dengan sesama manusia.”

Itu artinya, suatu keberhasilan tidak mungkin hanya bergantung pada diri kita sendiri maupun orang lain. Disamping kita berusaha keras dan meningkatkan kemampuan, maka kita juga harus dapat membangun hubungan dengan orang lain atau belajar dari mereka. Kita harus memiliki keseimbangan dalam bertindak.

Di lain pihak, bersikap bijaksana dalam menganggarkan keuangan merupakan hal penting untuk mencapai ataupun mempertahankan prestasi. Di antara orang-orang sukses yang kemudian hancur itu tidak jarang disebabkan kecerobohan mereka dalam membelanjakan uang. Mereka tidak memikirkan bagaimana mewujudkan target berikutnya dengan uang yang mereka miliki.

Sehingga pada saat kondisi keuangan mereka memburuk, mereka tidak lagi mampu melakukan hal-hal berarti yang dapat mendekatkan mereka terhadap suatu target baru ataupun kehidupan yang lebih baik.
Hal yang paling kita butuhkan seterusnya adalah memperluas kapasitas atau kemampuan kita. Kita dapat belajar dari apapun, termasuk belajar dari proses selama bertumbuh. Proses selama kita bekerja dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan merupakan bagian dari solusi supaya kita lebih matang dan waspada untuk berkembang kembali. Dengan kemampuan dan kebijaksanaan yang selalu lebih baik, kita menjadi lebih siap melaksanakan langkah-langkah menciptakan sukses selanjutnya, mempertahankan dan meningkatkan kesuksesan atau prestasi dalam hidup kita.

Judul Buku : Belajar Sejati VS Kurikulum Nasional

(Kontestasi Kekuasaan dalam Pendidikan Dasar)

Penulis : Y.Dedi Pradipto

Penerbit : Kanisius Jogjakarta

Pengantar : Mudji Sutrisno

Edisi : I. 2007

Tebal : ix + 270

Harga : Rp.45.000

ISBN : 979-21-1583-8

Mungkin pembaca akan mengira jika buku berjudul Belajar Sejati Vs Kurikulum Nasional adalah buku yang menjabarkan tentang konsep belajar sejati berhadapan dengan kurikulum nasional yang beberapa kali mengalami perubahan. Dilihat dari judul dan desain sampulnya yang akrobatik memang mengesankan demikian. Sebuah perlawanan terhadap kemapanan dunia pendidikan. Namun, buku karya Yosef Dedy Pradipto ini mengulas lebih dari itu.

Gagasan tentang belajar sejati dan suasana hati yang merdeka dalam pendidikan dasar muncul dari proses panjang dalam perjalanan hidup Yusuf Bilyarta Mangun Wijaya atau akrab dipanggil Romo Mangun menjadi tema utama buku ini. Ide-ide pendidikan Romo Mangun yang kemudian dilembagakan menjadi DED (Dinamika Edukasi Dasar) inilah yang kemudian diserap oleh Dedy Pradipto menjadi sebuah disertasi untuk meraih gelar Doktor dari antropologi UI yang kemudian diterbitkan oleh Penerbit Kanisius Jogjakarta.

Dalam kata pengantar yang ditulis oleh Romo Mudji Sutrisno, guru besar STF Driyarkara, merasa sangat terkesan pada kepedulian Dedy untuk menghidupi terus visi pendidikan Romo Mangun setelah sang pionir, pemrakarsa dan pelakunya sudah dipanggil Tuhan YME.

Berawal dari keprihatinan Romo Mangun terhadap kualitas perguruan tinggi. Banyak mahasiswa sekarang hanya main hafalan, ambil jalan pintas, berlogika rancu dan membebek diktat. Ternyata itu merupakan hasil SMU. Para Siswa terbiasa mencontek, tidak eksploratif dan tidak tidak kritis kreatif karena hasil SMP. Demikian seterusnya SMP adalah produk sekolah dasar.

Maka, memperbaiki pendidikan di Indonesia harus dimulai dari sekolah dasar. Sebab yang harus dibenahi adalah persoalan yang mendasar, yakni alur jalan berfikir atau logikanya. Serentak dengan itu pendidikan yang peduli terhadap realitas lingkungan dan alam yang berkawan dengan sesama, harus dimulai dengan humaniora. Jika semuanya digabung, maka yang harus dievaluasi adalah kurikum di tingkat pendidikan dasar.

Kurikulum 1975, 1984 dan 1994 dikritik karena memberikan terlalu banyak mata pelajaran dan materi kurikulum dianggap terlalu padat. Seturut dengan kurikulum nasional ini maka proses belajar-mengajar, buku teks dan ujian (EBTANAS) menjadi diseragamkan.

Permasalahan menjadi semakin kompleks ketika kurikulum nasional diterapkan di sekolah dengan kondisi yang tidak seragam di tiap-tiap daerah. Sekolah Dasar Eksperimental Mangunan merupakan salah satu bentuk pendidikan eksperimental yang menawarkan kurikulum yang berbeda dengan kurikulum nasional. Romo Mangun menilai bahwa kurikulum nasional yang dibuat oleh pemerintah hanya akan membuat anak menjadi robot.

Anak-anak hanya bisa menghafal tetapi tidak bisa menerapkan ilmu yang diajarkan, pelajaran yang diberikan dianggap tidak sesuai dengan lingkungan tempat tinggal. Padahal, pendidikan merupakan proses pemanusiaan, yang berarti pembebasan manusia dari berbagai tekanan kekuasaan, termasuk kekuasaan politik sektarial, kurikulum baku yang terpusat, ujian nasional yang baku, dan kekuasaan birokrasi pendidikan.

Agar anak tidak menjadi robot yang diperbudak kurikulum, maka penulis yang mendapatkan master dari Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma ini memberikan penyadaran pada segenap guru atau pembaca buku ini agar menerapkan konsep belajar sejati yang di gagas Romo Mangun. Ide belajar Sejati dan suasana hati yang merdeka adalah tahap dimana sesorang punya kesadaran diri untuk memperhatikan, mempelajari, dan menekuni segala hal yang dialaminya sehari-hari.

Belajar sejati terdorong oleh keyakinan dari dalam suasana hati yang merdeka. Murid hanya belajar apabila ia punya perhatian, merasa terlibat dan melibatkan diri dalam materi belajarnya. Semua anak dari kodratnya dan dari dalam dirinya ingin tahu, ingin belajar ingin mengembangkan diri. Murid adalah guru bagi dirinya sendiri. (Hal 68)

Buku yang terdiri dari lima bab ini diharapkan bisa memberikan metode baru bagi para guru dalam mengembangkan pendidikan alternatif,menerobos kemacetan visi pendidikan.

Buku ini mendapat endorsement (pujian) dari beberapa tokoh pendidikan di Indonesia seperti H.A.R.Tilaar, Achmad Fedyani Saifuddin, Francis SSE Seda, Bedjo Sujanto dan J Riberu. Sayangnya editing buku ini terasa sangat kaku dan ilmiah. Mungkin karena diolah dari disertasi. Meskipun demikian buku ini membuka wawasan kita untuk melihat kepincangan yang ada dalam paradigma dan praksis dunia pendidikan dan mencari bentuk yang paling relevan dalam mencari format pendidikan ke depan.

Buku ini menarik dan patut dibaca oleh para pengambil kebijakan, akademisi, birokrat, guru, & pemerhati pendidikan.