Archive for July 25, 2007

Agenda Acara Minggu ke-IV Juli

Posted: July 25, 2007 by Eva in Agenda

Agenda Acara Minggu keempat Bulan Juli

Sumber: http://www.tamanismailmazuki.com, http://www.utankayu.org,
Milis FPK, Milis Pasar Buku. Jika anda ingin kegiatan anda kami pulikasikan di blog ini, silahkan kirim e-mail ke: anandamitra_arw@yahoo.co.id

1. Launching Buku
Yayasan Obor Indonesia akan mengadakan acara diskusi `Peran dan
Kontribusi Marketing Politik dalam Pemilu 2009′ dan peluncuran
buku `Marketing Politik: antara Pemahaman dan Realitas’ karya Dr.
Firmanzah (wakil kepala program pascasarjana Ilmu Manajemen FE UI).

Acara bebas biaya ini akan diadakan pada Kamis, 26 Juli 2007, pukul
14.00 – 17.00 WIB, di Ruang Diamond 3 Hotel Nikko, Jl. M.H. Thamrin
50, Jakarta Pusat.

2. Bedah Buku
Jumat 27 Juli 2007
Tema : Islam dan Negara Sekular: Menegosiasikan Masa Depan Syariah
Jam : Pukul 15.00 WIB—Selesai
Tempat : MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya 72 Cipete,
Jakarta Selatan
Pembicara : 1. Abdullahi Ahmed An-Na’im (Penulis)
2. Ismail Yusanto (Hizbut Tahrir Indonesia)
3. Hamid Fahmy Zarkasy (INSIST)
4. M. Nurkholis Ridwan (Pimpinan Redaksi
Majalah Sabili)

3. Pemutaran Film Dokumenter
The Japan Foundation, bekerjasama dengan Kineforum dan Ragam Media
Network, akan mengadakan acara pemutaran film dokumenter karya Aryo Danusiri.
Pemutaran film akan diadakan pada:
Tempat : Kineforum, Tim 21, Studio 1, Taman Ismail Marzuki
Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat
Waktu : Jumat, 27 Juli 2007
Jam : 19:30 ~ selesai
Pembicara : Sidney Jones (Direktur ICG) dan Agung Putri (Direktur ELSAM)
Judul Film : Bermain di antara Gajah-gajah
Durasi : 89 menit
Film ini terpilih untuk mengikuti kompetisi di Yamagata International
Documentary Film Festival, Oktober 2007, untuk kategori “New Asian Currents”,
pada bulan Oktober 2007.

4. The Fabulous of the Beatles Music
Bersama : Abadi Soesman dan Kawan-Kawan Menampilkan :
Ian Antono, Jelly Tobing, JBC Group Band, G. Pluck Band, Bianglala
Graha Bhakti Budaya Minggu, 29 Juli 2007 Pkl . 19.00 wib s/d selesaiHTM : Rp. 50.000,- dan Rp. 30.000,-

5. Green Art” & “Jak Teater”
Festival Teater SLTA ke-17 se-Jabodetabek Tahun 2007 Teater Kecil
21 Juli – 2 Agustus 2007
Pentas I : Pkl. 16.00 wib – 18.00 wib
Pentas II : Pkl. 19.00 wib – 21.00 wib
Kamis, 26 Juli 2007
Pentas I : Air (SMAN 1 Depok), Pkl 16.00 wib – 18.00 wi
Pentas II : Langit (SMAN 3 Depok), Pkl. 19.00 wib – 21.00 wib

6. Teater Utan Kayu
Pemutaran Film Trilogi BRD (Bundesrepublik Deutschland)
25 Juli 2007 – 26 Juli 2007
Rabu, 25 Juli 2007
17:00 The Marriage of Maria Braun (1979)
19:30 Veronika Voss (1982)
Kamis, 26 Juli 2007
17:00 Lola (1981)
19:30 I Don’t Just Want You To Love Me: The Filmmaker R.W. Fassbinder (1993)

7. Komunitas Utan kayu Pameran Perupa Bandung
27 Juli 2007 – 26 Agustus 2007
Syah Fadil dan Septian Harriyoga adalah lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Yang satu menekuni seni lukis, yang satu lagi mendalami seni patung. Karya-karya mereka memperlihatkan kecenderungan baru dalam perkembangan seni rupa Bandung. Pokok masalah yang menjadi inspirasi pada karya-karya mereka bukanlah sesuatu yang megah atau yang ingin merangkul dunia, melainkan soal-soal sepele dan kecil yang terabaikan dari perhatian kita. Fadil, misalnya, menirukan rupa gelembung-gelembung sabun sebagai arena bermain yang tak terbayang ke dalam lukisannya. Harriyoga menangkap asosiasi dari bentuk-bentuk patungnya yang minimalis. Dan, bertolak dari soal sederhana itu pula, gagasan-gagasan orisinal muncul pada karya-karya mereka, sekaligus menemukan rahasia dari ruang-ruang tersembunyi mediumnya.

lumpia Mini

Posted: July 25, 2007 by Eva in Kuliner

Lumpia Mini

Bahan:
20 lbr kulit lumpia ukuran kecil
1 sdm tepung terigu larutkan dengan 2 sdm air untuk perekat
Minyak goreng

Isi:
2 sdm minyak untuk menumis
2 siung bawang putih, cincang halus
3 bh bawang merah, cincang halus
150 gr udang kupas, cincang kasar
150 gr daging ayam rebus, potong dadu kecil
150 gr rebung kalengan, tiriskan, iris korek api
25 gr udang kering, rendam air panas hingga lunak, tiriskan
1 btg daun bawang, iris halus
1 sdt garam
1 sdt lada bubuk
50 ml air

Cara membuat:
1. Buat isi: panaskan minyak goreng, tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum, masukkan udang cincang, aduk sampai berubah warna.
2. Masukkan ayam, rebung, udang kering, dan daun bawang, bubuhi garam dan lada, tuang air, ratakan, masak sampai matang dan kering, angkat.
3. Ambil selembar kulit lumpia, beri 1 sdm adonan isi, gulung sedikit, tekuk kedua sisinya, gulung, rekatkan ujungnya dengan larutan terigu, sisihkan.
4. Panaskan minyak goreng, masukkan beberapa buah lumpia, goreng sampai kering kecokelatan. Angkat, tiriskan, sajikan dengan acar mentimun.

Untuk 20 buah

IKHLAS MENJAGA FITRAH ANAK

Posted: July 25, 2007 by Eva in Pendidikan

IKHLAS MENJAGA FITRAH ANAK
Pena Pendidikan Edisi Khusus Anak

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Peran orangtua sangat berpengaruh dalam mengubah anak menjadi berwarna merah, hitam dan kelabu. Agama memiliki tuntunan yang kaya tentang pendidikan anak usia dini sesuai ajaran kitab suci.

BANYAK istilah sering digunakan dalam menggambarkan kasih sayang orangtua terhadap anak. “Anak permata Bunda, belahan jiwa, si jantung hati, dan buah hati mama”. Sebutan itu mencerminkan betapa anak adalah segalanya. Sebagai buah hati ia mampu menjadi daya pengikat yang kokoh dan perekat yang kuat dalam jalinan kasih sayang dan hubungan harmonis rumah tangga.

Mendidik anak sejak dini menjadi suatu kewajiban orangtua sejak dari kandungan hingga beranjak dewasa. Islam, misalnya, mengajarkan pentingnya pendidikan anak sejak ia berada dalam kandungan ibunya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau, anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat. Karena itu terimalah nazar itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang maha mendengar lagi maha Mengetahui.”(Quran Surat Ali Imran: 38)

Ayat di atas menegaskan bahwa sejak bayi dalam kandungan, seorang ibu senantiasa mendidik bayinya dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Kandungan ayat itu klop dengan riset ilmiah ilmu kedokteran, yang menyatakan sejak kandungan berusia 7 minggu, embrio yang ada dalam rahim untuk pertamakalinya saraf dan otot bekerja. Bersamaan dengan itu, embrio mempunyai reflek dan bergerak spontan. Akhir minggu ke-7 ini otak bayi akan terbentuk lengkap.

Saat pembentukan otak dalam kandungan, seorang ibu selain harus mengonsumsi makanan yang mengandung gizi dan asupan vitamin yang bagus, disarankan juga sang Bapak membaca ayat Al Quran dengan cara diperdengarkan langsung ke perut istrinya yang sedang hamil. Dengan cara ini anak akan merasakan kedamaian dan perhatian terutama nilai-nilai agama dari orangtuanya.

KEWAJIBAN ORANGTUA

Setelah mengalami masa usia sembilan bulan dalam kandungan, bayi akan lahir ke dunia dengan segala anugerah yang diberikan Allah SWT. Ibarat kertas polos yang kosong, setiap bayi yang dilahirkan adalah fitrah atau suci. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW: “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtuanyalah yang menyebabkan ia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi,” (Hadits Riwayat Bukhari).

Hadits ini adalah dalil yang kuat tentang pentingnya orang tua memberikan pendidikan bagi anak. Kelahiran bayi merupakan anugerah Allah SWT, oleh karena itu kelahiran bayi yang dinanti-nantikan baik laki-laki maupun perempuan harus disambut dengan penuh syukur.

Setelah bayi lahir, orangtua harus mengazaninya agar si anak kelak selalu mendengar perintah-Nya dan mendengar hal-hal baik dari lingkungan sekitarnya. Selain itu, ada empat hal yang diwajibkan orang tua kepada anaknya saat 7 hari usia bayi. Yaitu memberi nama yang baik, melakukan aqiqah, mencukur rambut dan memberi sedekah pada orang miskin paling kurang perak seberat rambut itu.

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) yang cukup, makanan bergizi dan imunisasi juga sangat penting dalam menjaga pertumbuhan anak agar menjadi generasi yang sehat baik jasmani maupun rohani. Pada saat usia dua tahun anak menunjukkan emosi yang labil dan sukar mengendalikan diri. Ia mudah mengenal identitas dan merasa dirinya penting dan ingin terlihat menonjol. Ia menghendaki apa-apa yang diinginkannya segera dituruti dan mengharapkan perhatian lebih.

Pada masa usia 3-5 tahun sebaiknya orangtua memberi keteladanan pada anak dan menyarankan anak untuk memiliki lingkungan baru seperti kelompok bermain, Taman Asuh dan sejenisnya. Lingkungan baru ini agak berbeda dengan lingkungan rumah yang selama ini anak jalani.

”Al Quran menyebutkan cita-cita Nabi dan Rasul untuk memperoleh anak yang saleh sebagai pewaris dan penerus usahanya. Al Quran juga menyebutkan tanggung jawab ibu dan bapak untuk memelihara dan mendidik anak-anaknya sejak dini dengan baik, supaya kelak di kemudian hari jangan menjadi anak yang sengsara dan lemah baik fisik maupun jiwanya,” ujar Dr. K.H. Sahal Mahfudh, Ketua Majelis Ulama Indonesia dalam sambutan buku berjudul Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Pandangan Islam.

Apa yang disampaikan Dr. K.H. Sahal Mahfudh semakin mempertegas pentingnya pendidikan anak usia dini untuk bergabung dengan kelompok bermain dan melalui fase sosialisasi. Yakni fase di mana anak-anak mulai kenal teman, guru dan lain-lain di luar hubungannya sebagai anggota keluarga. Ia mulai kenal berbagai peraturan yang harus ditaati. Pada masa ini sifat keakuan mulai berkurang perasaan emosional lebih kecil dibanding dengan sebelumnya.

Pada masa ini juga daya intelektualitas mulai berkembang. Daya fantasi, sifat ingin tahu, dan sifat meniru menjadi lebih menonjol. Dalam hubungan ini yang perlu diupayakan adalah: Pertama memberikan Kebebasan yang terbatas dalam arti memberikan tuntunan, bimbingan, nasihat dan pengendalian.

Selanjutnya yang kedua adalah mengadakan komunikasi timbal balik, Ketiga, melatih mereka bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan, Keempat, mengadakan kegiatan bersama seperti shalat berjamaah. Kelima jangan terlalu memanjakan dan mengekangnya dengan memberikan materi yang berlebihan. Keenam memberikan perhatian, pendidikan kedisiplinan dan akhlakul karimah, serta pendidikan bagaimana menjadi mandiri.

Itulah beberapa usaha yang harus dilakukan orangtua dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Diharapkan jika hal ini dilakukan dengan ikhlas akan memberi kebahagiaan dan kesejahteraan bagi anak. Anak yang sejahtera adalah penerus kesejahteraan orangtuanya dan merupakan kekayaan bangsanya. Anak idaman adalaha nak yang qurrata a’yun alias penyenang hati dan penyejuk mata.

PENDEKATAN IMAN DAN KASIH

Dalam ajaran Kristiani, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini juga besar. Sebagaimana tersebut dalam Efesus 6:4 yang menyatakan: ”…Kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”

Pendidikan iman oleh orangtua diberikan pada anak dengan membiasakan mereka menghayati nilai-nilai iman kristiani di lingkungan keluarga lewat suasana yang indah dan menggembirakan, iklim persaudaraan dan cinta kasih. Selain itu orang tuabertanggung jawab mengajar anak-anak berdoa dan menuntun mereka sebagai citra Allah melalui kesaksian hidup sesuai dengan Injil.

Kesadaran dalam penanaman dan pemeliharaan iman menjadi pokok perhatian dalam pelayanan pastoral gereja. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa pembinaan iman anak merupakan tugas utama gereja, selain orangtua dan masyrakat (Lumen Gentium 11). Dewasa ini setiap paroki di Indonesia telah menyelenggarakan Pendidikan Bina Iman Anak (BIA)

Tugas dan tanggungjawab pendidikan anak usia dini dalam iman Katholik diselenggarakan oleh keluarga, penanggung jawab (bidang pewartaan dan pendalaman iman di tingkat keuskupan dan paroki, dan pendamping Bina Iman Anak dengan tujuan membantu keluarga Katholik agar sadar akan pentingya pendidikan iman anak sejak usia dini dan mampu memberikan iman kepada anak-anaknya sesuai ajaran Yesus Kristus.

Beberapa hal yang dilakukan gereja adalah
– Merencanakan kaderisasi tim pendamping melalui pelatihan secara berkala dan berjenjang.
– Menyiapkan materi pelatihan bagi para pendamping iman anak
– Menyusun materi Bina Iman Anak (BIA) dan metode pendampingan yang cocok dengan kebutuhan, minat minat dan daya serap anak.
– Menyusun alat peraga atau alat permainan edukatif (APE) secara kreatif. Dan disesuaikan dengan keadaan setempat.
– Bekerjasama dengan dewan paroki, pengurus stasi, orangtua, guru PAUD dan lembaga-lembaga yang peduli akan PAUD dalam mendidik anak secara kristiani.

EVA ROHILAH