Pendidikan di China

Posted: August 22, 2007 by Eva in Pendidikan

GURU BERKUALITAS NEGERI PANDA

Sistem pendidikan China lebih terbuka. Guru diklasifikasi berdasarkan kualitas. Siswa bebas mengevaluasi kualitas guru secara objektif. Guru dapat tambahan tunjangan kesejahteraan 10 persen dari gaji pokok.

Ungkapan “carilah ilmu hingga ke negeri China” memiliki makna tersendiri bagi Drs Zaenal Mutaqin, MSi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini benar-benar terbang ke Beijing, China, 9-21 Juli lalu.

Keberangkatan Zaenal ke “negeri Tirai Bambu” itu juga dalam rangka menimba ilmu pendidikan. Ia bersama rombongan dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) dan beberapa pejabat dari dinas pendidikan kabupaten/kota, mengikuti workshop peningkatan kompetensi guru,

“Rasanya seperti mimpi berangkat ke Beijing,” katanya. Sesama kepala dinas pendidikan yang dikirim ke Beijing adalah kepala dinas pendidikan Lombok Barat, Gorontalo, Tanah Datar, dan Merauke. Workshop pendidikan itu juga diikuti negara lain, yakni Kamboja, Laos, Mongolia, Papua Nugini, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

China yang punya luas daratan 9,6 juta km2 ini memang pendidikannya lebih maju dibandingkan Indonesia. “Mereka lebih fokus dalam menangani pendidikan. Saya kira kita harus punya komitmen dan bisa konsisten agar bisa memajukan pendidikan di Indonesia,” ujar Zaenal Mutaqin.

UU Sisdiknas-nya China mewajibkan anak umur 6 tahun mengikuti pendidikan dasar, tanpa dipungut biaya sekolah. SD di sana berlangsung 6 tahun. Mata pelajaran utamanya, antara lain, bahasa dan kesusastraan China, matematika, ilmu pasti, bahasa asing, pendidikan moral, musik, olahraga dan jasmani.

Jumlah SD di negeri Panda ini mencapai 400.000 dengan murid hingga 120 juta anak. APK SD di sana mencapai 98%. Sedangkan jumlah SMP dan SMA kurang lebih 60.000 dan 30.000, plus 3.000 perguruan tinggi.

Satu hal yang menarik bagi Zaenal berkaitan dengan tenaga pendidik adalah relasi guru dan murid yang berjalan demokratis. “Ciri khas pendidikan di Beijing adalah adanya klasifikasi guru, mulai dari guru paripurna sampai guru yang tidak qualified. Siswa juga bebas mengevaluasi guru secara objektif. Dua hal yang masih tabu di negara kita,” ujar Zaenal salut.

Guru juga mendapat tempat istimewa di Beijing. Gaji guru di sana berkisar 3.000–5.000 yuan per bulan. Dalam kurs 1 yuan= Rp 1.200, guru di China menerima rata-rata senilai Rp 3,6 juta–Rp 6 juta/bulan. Selain gaji pokok, guru juga menerima tunjangan kesejahteraan sebesar 10% dari gaji pokok. Sistem penggajian buat guru ini lebih tinggi 10% daripada pegawai biasa.

Penghasilan itu sudah memadai. Sehingga, hampir tidak pernah terdengar guru harus “ngojek” atau kepala sekolah mencari uang tambahan dari jual-beli seragam dan buku. Ketika pensiun pun, setiap guru berhak mendapatkan 100% gaji pokok per bulannya.

Zaenal menilai, pemerintah RRC menyadari pentingnya peran guru untuk memajukan bangsanya. Tak heran bila kemajuan RRC kini menjadi buah bibir di dunia. “Kemajuan China tentu tak bisa dilepaskan dari peran guru di sana,” katanya.

Kunjungan ke Beijing menjadikan Zaenal bertekad memajukan kualitas guru di Sukabumi. Langkah awalnya adalah mendongkrak tingkat kesejahteraannya. “China memulai memberi insentif kepada guru lebihdulu dari Indonesia, sedangkan kita baru mulai. Saya akan melaksanakan pemerataan guru di Sukabumi lewat pemberian insentif bagi guru yang ditempatkan di daerah terpencil,” kata Zaenal.

EVA ROHILAH (Sukabumi)

Advertisements
Comments
  1. fauzansigma says:

    terima kasih atas informasinya ttg pendidikan di china.. tulisan2 dsini mencerahkan.. semoga bermanfaat..
    yup, sy rasa perubahan secra fundamental dan paradigmatik dalam sistem pendidikan indonesia harus banyak belajar dari negara lain yg berhasil, seperi misalnya china ini..

  2. NcUK says:

    ngapain coba jauh2 belajar ke negri cina??? Wong malah banyak orang2 cina yg di Indonesia……. dagang Hape,.. Buka Toko MAtrial…..Buka ReSto Chainese….hehehehehe

  3. joerafly says:

    thanks 4 the information, as the intellect community we have to learn again, find more information in the world. we have responsible to develop our “love” personally, especially to our educational improvement.
    education is all!! the all of us must be responsible. spirit Indonesia!

  4. ishak says:

    semoga indonesia
    dapat mengikuti sedikit demi sedikit

  5. j0ni wilson hartanto says:

    terimakasih atas informasinya,cukup baik bagi saya

  6. mas bro says:

    yang penting, bagaimana indonesia bisa meniru cina. banyak hal yang harus di rubah. dimuai dari rekruetmen guru (pns), birokrasi pendidikan, kurikulum, mental para pengendali pendidikan (kepala dinas pendidikan, kepala bidang, KEPALA SEKOLAH), dan mental guru yang masih suka wts (waton suloyo).
    masalah guru di indonesia sudah menggurita, rekruetmen yang amburadul (tidak profesional), dengan manajemen yang ngoyoworo, ditambah lagi kepemimpinan yang mengedepankan kepentingan sendiri. mungkin indonesia kaya cina kalau 7 generasi ini sudah tidak ada …….

  7. bang wahhid says:

    Pendidikan terbaik adalah keteladanan yang baik dan yang dijalani secara konsisten / istikomah. Jangan terlalu berharap banyak hasil pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dari saat ini selama para pendidik : guru – ustad – orang dewasa – pemegang amanah rakyat/para pemimpin bangsa , belum bisa menjadi contoh teladan terbaik bagi peserta didik . Baik ketika para pendidik berada di antara peserta didiknya maupun di saat para pendidik “kasat mata” dari penglihatan,pendengaran peserta didiknya. Sehingga saat ini Indonesia butuh tenaga pendidik yang benar-benar mampu dan mau memberi contoh keteladanan kepada peserta didiknya dalam segi kecerdasan intelektual-kecerdasan emosional serta kecerdasan spiritual. Dan ini menjadi tugas besar dan mulia bagi pejabat yang mengurusi rekrutmen tenaga pendidik dan pengajar ( guru ).

  8. fiera maghfirah says:

    china betul2 memperhatikan nasib pendidikan negerinya.
    kita menunggu Indonesia kapan mampu seperti china yang peduli terhadap pendidikan anak bangsa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s