Guru Berprestasi

Posted: September 10, 2007 by Eva in Pendidikan

guru-edit.jpg

PAHLAWAN DENGAN PENGHARGAAN

Dibalik penghargaan keteladanan pendidikan dari Depdiknas, tersimpan sekelumit kisah dan keringat perjuangan yang tiada henti. Kategori berprestasi dan berdedikasi tak gampang diraih, terlebih mempertahankannya.

Mengenakan setelan berwarna biru dongker, wajah Sri Rahayu, 38 tahun, terlihat sumringah. Kegembiraannya tidak bisa ia sembunyikan dari bola matanya yang berbinar, saat mendengar ia menjadi Juara I Guru SD Berprestasi Tingkat Nasional. Guru matapelajaran IPA kelas 5 SD Negeri Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), Bontang, Kalimantan Timur, ini tak kuasa menahan haru.

”Puji syukur Alhamdulillah. Saya tidak menyangka terpilih,” ujar Yayuk, begitu ia biasa disapa, dengan mata berkaca. Kaharuan Yayuk itu lantaran, perjalanan menuju tangga juara sangatlah panjang. Ia mesti bersaing dengan ribuan guru dari tingkat kabupaten, provinsi hingga berlaga di Jakarta.

Masih terbayang di benak Yayuk, kali pertama datang ke Jakarta. Ia tidak berharap banyak bisa menjadi yang terbaik. Ia hanya mengikuti segala prosedur yang ada dan setiap pembicaraan yang disampaikan nara sumber. Boleh dibilang ia datang ya sekadar menghadiri acara Penghargaan Guru Berprestasi, Guru Pendidikan Luar Biasa, Guru SD di Daerah Khusus/Terpencil Berdedikasi 2007 yang diselenggarakan Direktorat Profesi Pendidik, Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) di Hotel Sheraton Media Jakarta, 12 Agustus lalu.

”Ada 2,7 juta guru di Indonesia, 1,6 juta di antaranya guru negeri. Mereka ini punya potensi sangat besar untuk mencerdaskan 51 juta anak bangsa yang berada dalam usia belajar. Di sini ada 231 guru berprestasi dan berdedikasi. Kita harus mencari cara menyampaikan ilmu yang diperoleh di sini pada guru lainnya yang tidak ikut acara ini,” kata Fasli Jalal, PhD, Dirjen PMPTK dalam sambutannya.

PENILAIAN KETAT

Selama sepekan, 231 guru, yang terdiri dari 132 guru berprestasi, 66 guru dari daerah khusus dan 33 guru pendidikan luar biasa (PLB) mengikuti serangkaian kegiatan. Para guru berprestasi menjalani penilian ketat. Dari tes tertulis hingga wawancara dihadapan dewan juri. Tim juri seleksi SD hingga SMA diketuai Prof. Dr. Gatot Suradji. Anggotanya dari kalangan akademisi, dan widyaiswara dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK). Penilian guru TK Berprestasi melibatkan juri dari Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Seluruh Indonesia (IGTKI)

Sedangkan guru berdedikasi dari PLB dan guru di daerah khusus tidak melalui proses seleksi.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap guru harus melewati tes tertulis dan wawancara yang diajukan oleh tim juri.,” ujar Dra. Dian Mahsuna Mpd, Kasubdit Penghargaan dan Perlindungan (Harlindung) Direktorat Profesi Pendidik tegas.

Juri tak hanya memelototi portofolio para guru. Melainkan juga menguji empat uji kompetensi yang mesti dimiliki guru. Yakni kompetensi pribadi, pedagodik, profesional, dan kompetensi sosial. Setiap guru berprestasi juga diwajibkan membuat karya ilmiah. Karya itu harus ide orisinal guru dalam mengembangkan metodologi pembelajaran dan berupa terobosan pemikiran sesuai bidang studi.

BERTEMU PRESIDEN

Penerima penghargaan guru berprestasi dan berdedikasi, juga kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi dan berdedikasi, diumumkan di Gedung Depdiknas pada 16 Agustus, sehari menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Ke-62 RI. Depdiknas juga memberikan penghargaan keteladanan untuk dosen dan mahasiswa. (Lihat: Ini Dia Para Teladan).

“Para pemenang lomba keteladaan merupakan tokoh panutan yang dapat menjadi teladan dan dapat membudayakan kebutuhan berprestasi di kalangan masyarakat,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menandaskan.

Para peraih penghargaan mendapatkan uang tunai dan komputer jinjing alias laptop. Semua guru yang sampai seleksi nasional mendapatkan hadiah tabungan senilai Rp 5 juta dari Bank Mandiri. Hadiah uang bagi Juara I hingga Juara III guru berprestasi TK-SMA berturut-tururt menerima Rp 15 juta, Rp 13,5 juta, dan Rp 11,5 juta. Semua finalis mendapat hadiah Rp 10 juta.

Sedangkan semua guru berdedikasi membawa pulang Rp 10 juta dari Ditjen PMPTK, dipotong pajak. ”Para guru di daerah khusus mendapat tambahan hadiah uang dari para istri menteri Kabinet Pembangunan sebesar Rp 4 juta, tanpa dipotong pajak,” Dian Mahsuna menambahkan.

Para teladan ini juga diundang Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri upacara Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945 di Istana Merdeka. Tentu saja, kesempatan bertemu Presiden dan Ibu Negara menjadi hal sangat istimewa bagi para guru dan kepala sekolah. Mereka yang berasal dari desa atau pulau terpencil seperti mimpi bisa berhadapan langsung dengan presiden. Datang ke Jakarta saja tak pernah terbayangkan.

”Saya baru pertama kali naik pesawat dan pertama kali ke Jakarta. Saya pinjam uang Rp 2.500.000 untuk datang ke sini. Rasanya seperti mimpi. Banyak yang akan saya ceritakan pada murid-murid saya,” ujar Stefnus Nuban, 25 tahun, guru kelas 1 SD Negeri Nenonaheun, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

EVA ROHILAH

INI DIA PARA TELADAN

Juara I Keteladanan Pendidikan 2007
1. Kepala Sekolah Berprestasi:
TK : Endang Supadminingsih, SP, MP, (TK Unggulan Al-Ya’lu, Malang)
SD : Drs Pipip Rosida (SDN Sukadamai 3 Bogor)
SMP : Drs Sunarto MPd (SMPN 2 Boyolali)
SMA : Drs I Nyoman Darta (SMAN 1 Singaraja)

2. Pengawas Sekolah Berprestasi
TK : Drs Jaelani, MPd (Dinas Dikbud Lamongan)
SMP : Drs Ramlyd, MSi (Dinas Diknas Kendari)
SMA/SMK: Maksimum Bounde (Dinas Diknas Kendari)
PLB : Drs Mudjiyono (Dinas Dikbud Wilayah Kedu, Jawa Tengah)

3. Guru Berprestasi:
TK : Misrayeti, A.Ma (TK Islam Raudlatul Jannah, Payakumbuh)
SD : Sri Rahayu, SPd (SD 2 Yayasan Pupuk Kaltim, Bontang)
SMP : Drs R. Marsudi Nugroho (SMPN 8 Kediri)
SMA : Saptono Nugrohadi (SMAN 3 Salatiga)

4. Perwakilan Guru Daerah Terpencil: Husaeni, A.Ma Pd. (SDN Jambu Baru I Barito Kuala) dan Zainab Hi Habib, A.Ma.Pd (SD Inpres Goeng, Halmahera Tengah)
Perwakilan Guru Luar Biasa Berdedikasi: Ansyari, SE (SLB AB Bukesra Banda Aceh)

5. Dosen Berprestasi: Adrian Bayu Sukmono, Ph.D (ITB Bandung)

6. Mahasiswa Berprestasi: Danang Ambar Prabowo (IPB Bogor)

7. Lomba Sekolah Sehat :
a. TK : TK Islam Fathia, Cibeureum, Sukabumi
b. SD : SDN N Tanjung Sekar 1, Lowok Waru, Malang
c. SMP: SMPN 103, Jakarta Timur
d. SMA: MAN 3, Malang

9. Lomba Website: SMKN 2 Jogjakarta

10. Lomba Penelitian Ilmiah Remaja SMP
a. Bidang IPA: Imdad Mahafta Virya, Hestitytriani Anisa, Nadya Fardani (SMPN 5 Jogjakarta)
b. Bidang IPS : Ratna Gumilang; Valina Khairin (SMPN I Gresik)
c. Bidang Teknologi: Nur Amin; M.Nirwan (SMPN Muhamadiyah 3 Jogjakarta)

11. Lomba Penelitian Ilmiah Remaja SMA
Vina Vania Suhartawan (SMPN 2 Jayapura, Papua)

12. Lomba Karya Jurnalistik 2007:
a. Artikel : Surjanto Budiwalujo (Guru SMK YP-1 Madiun)
b. Berita : Willy Masaharu dari Harian Suara Pembaruan
c. Feature : Adhitya Ramadhan
d. Tajuk Rencana: Harian Kedaulatan Rakyat
e. Karikatur : Dwi Argo Susanto

Advertisements
Comments
  1. Inaz says:

    “Perwakilan Guru Daerah Terpencil: Husaeni, A.Ma Pd. (SDN Jambu Baru I Barito Kuala)”
    Ternyata guru di desaku berprestasi juga.

  2. DELVIATI says:

    Selamat atas prestasinya, semoga selalu berbakti pada dunia pendidikan. Jalinlah hubungan komunikasi sesama gurtasi se Indonesia pada tahun sebelumnya sampai sekarang.

    (Saya Gurtasi SD tahun 2005 Nasional)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s