Biofuel Solution or Disaster

Posted: December 5, 2007 by Eva in Lingkungan

Biofuel adalah hasil pemanfaatan energi biomassa yang dikonversi menjadi bahan bakar. Biofuel ada banyak macemnya: bioethanol, biodiesel, dan biogas.

Bioethanol dihasilkan dari tumbuhan yang berkadar hidrokarbon tinggi atau tumbuhan berbahan gula dan pati, misalnya tebu, ubi jalar, singkong, jagung, dan masih banyak lagi, yang pasti bukan dari lolipop… apalagi dari gulali yang bentuknya orang naik sepedah…

Untuk menghasilkan bioethanol, biomassa tumbuhan harus difermentasi dulu dengan dibantu oleh mikroorganisme tertentu sehingga dihasilkan ethanol.

Bioethanol dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar motor bensin. Bahan bakar ini bisa digunakan dengan kadar 100%, atau bisa dicampur dengan bensin, yang biasa disebut gasohol (kodenya E-XX atau BE-XX, misalnya E-10 untuk campuran bensin dengan kadar ethanol 10%).

Pada campuran dengan bensin, bioethanol mampu meningkatkan nilai oktan bensin. Jadi kalo mobil kamu minum gasohol E-10, maka efisiensi kerjanya akan lebih baik dibanding kalo minum bensin biasa. Pleus…. emisi gas buangnya otomatis lebih kecil 10%…

Sedangkan biodiesel dihasilkan dari minyak nabati seperti minyak kelapa, minyak sawit, minyak jarak-pagar, dan lain-lain. Biodiesel juga dapat dihasilkan dari lemak hewan dan minyak jelantah. Yang pasti minyak nyongnyong mah ga bisa… Minyak di muka kamu yang baru bangun tidur juga kayanya ga bisa.

Kalo bioethanol dipake buat ngeganti bensin, biodiesel dipake buat ngeganti solar, alias bahan bakar motor diesel.

Salah satu biodiesel yang sudah disosialisasikan di Indonesia adalah biosolar keluaran Pertamina. Katanya nih, untuk mendapatkan biosolar, diperlukan campuran minyak solar dengan minyak nabati yang sudah diproses transesterifikasi menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) [nyontek dari brosur Pertamina Biosolar sisa Bioekspo kemaren].

Anak gaul Bandung vs anak ilmiah
X: Eh, lu tau ‘fame’ ga?
Y: Tau lah… Fame Station yang di Jalan Sersan Bajuri itu kan?
X: Bukan… Fatty Acid Methyl Ester.
(garing ah… :p)

Dari banyak manfaat yang digembar-gemborkan oleh orang-orang, sebenernya cuman ada dua manfaat utama biofuel, yaitu sifatnya yang biodegradale dan kemampuannya memperpanjang umur mesin dengan cara peningkatan efisiensi kerja motor.
*ini hasil diskusi dengan Sawung*
“Dia tidak ramah lingkungan…” — Sawung

Setuju, Wung….!

Bullshit kalo biofuel dibilang ramah lingkungan. Pada kenyataannya, untuk mendapatkan berkilo-kilo liter biofuel setiap hari, dibutuhkan ratusan ribu hektar lahan pertanian. Artinya mau tidak mau hutan yang tersisa di Indonesia harus dibabat demi tercukupinya jumlah kebutuhan tersebut.

Atau hutan bisa tetap dibiarkan lestari, tetapi kebutuhan pangan masyarakat terancam. Silahkan pilih yang mana…

Jika pilihan pertama yang dipilih, coba pikirkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggu sampai tumbuhan siap dipanen untuk kemudian diolah. Sedangkan kebutuhan bahan bakar motor jumlahnya sangat tinggi setiap harinya.

Maka, mau tidak mau lahan pertanian hasil pembabatan hutan harus dibuat dengan ukuran ekstra luas, dengan siklus panen yang berbeda-beda agar biomassa bisa dipanen setiap hari.

Coba bayangkennnn…. berapa kerugian ekologis yang harus ditanggung oleh bangsa ini. Bukannya pelit dan perhitungan, tapi hal ini benar-benar harus diperhitungkan. Berapa jumlah oksigen yang suplainya berkurang…. lahan resapan air yang hilang…. habitat satwa serta satwa yang punah…. kesuburan tanah yang terganggu….. debit air sungai yang berkurang…. Apakah hal-hal ini tidak pernah terpikirkan?

Tapi kan biofuel bisa terbakar secara bersih alias biodegradable, tanpa emisi bo…..!

Eh jeng…. emangnya situ yakin kita mampu pake bioethanol 100%? Kalo ekeu sih tidak yakin akan hal itu…. Ketika iyey menggunakan gasohol E-10, artinya yey hanya mengurangi dampak emisi sebesar 10% saja. Selama bensin di Indonesia tetep ada timbalnya, mobil yey tetep aja berkontribusi atas udara kotor di Indonesia (walopun hanya 90%)…

Sekarang kita itung-itungan….
Jika bioethanol benar-benar mensubstitusi 10% konsumsi bensin (sebagai gasohol E-10)
– Impor MBTE sebagai octane enhancer berkurang sebesar US $23,14 juta/tahun
– Impor premium berkurang sebesar US $1,350 milyar/tahun (2,25 juta kL, dengan asumsi harga bensin US $0,6/liter)
– Total pengurangan impor = US $1,373 milyar/tahun
(BPPT, 2006)

Harga bioethanol derajat bahan bakar sekarang di pasaran Rp 5000,-/liter, dan harga gasohol E-10 Rp 4.550,-/liter (Rp 50,- perak lebih mahal dari premium biasa yang disubsidi). Lalu siapa yang akan menanggung Rp 50,-nya? Produsen atau pemerintah?

* * *

Jadi kamu jangan percaya 100% kalo ada opini “biofuel ramah lingkungan”. Biofuel hanya membantu kita dalam hal pengadaan bahan bakar alternatif, tapi tetap tidak bisa memberikan solusi perbaikan kualitas lingkungan secara signifikan.

Orang-orang heboh membicarakannya bukan karena kritis terhadap lingkungan, tapi karena kritis memikirkan bagaimana nasib kendaraannya di masa yang akan datang.

Semuanya antroposentris, namun berkedok ekosentris.

Sebenarnya solusi terpenting dalam mempertahankan bahan bakar minyak bukanlah dengan memproduksi biofuel, tetapi dengan merubah gaya hidup kita yang suka menghambur-hamburkan menjadi sedikit hemat akan bahan bakar.

Selama kegiatan jalan kaki, naik sepeda, atau naik angkot dianggap sebagai tradisi kampungan dan miskin, bangsa ini akan terus dihantui oleh harga BBM yang makin lama makin mahal saja.

Ada sanggahan?

diambil dari

Advertisements
Comments
  1. sasotyo says:

    memang benar apa yang anda simpulkan dalam tulisan, tapi kalau kita gak berani memulai mencari energi alternatif, kedepan kita sebagai bangsa akan terseok-seok, hanya sebagai penonton melihat negara lainbisa memanfaatkan sumber daya alamnya dengan benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s