Memandang Setiap Individu Unik, Istimewa dan Penting

Posted: December 6, 2007 by Eva in Humaniora

Memandang Setiap Individu Unik, Istimewa dan Penting

Pribadi yang rendah hati biasanya memandang bahawa orang lain memiliki keunikan dan keistimewaan, sehingga dia sentiasa membuat orang lain merasa penting. Kerana sesungguhnya setiap pribadi adalah istimewa. Setiap orang adalah unik dan berhak untuk dihargai. Manusia adalah pribadi yang harus diperlakukan khusus. Manusia adalah makhluk yang sangat sensitif. Jika kita meragukan hal ini, lihat diri kita sendiri dan perhatikan betapa mudahnya kita merasa disakiti atau tersinggung.

Jika apa yang kita pikirkan mengenai orang lain berubah, maka sikap dan tindakan mereka terhadap kita juga akan berubah. Karena manusia sangat sensitif satu sama lain dalam banyak hal, kita biasanya sangat peka terhadap apa yang dipikirkan oleh satu sama lainnya. Jika hubungan kita dengan isteri/suami, kekasih, teman, rakan kerja atau orang tua kita tidak sebagaimana kita harapkan, cobalah lihat lebih jauh ke dalam fikiran kita, apa yang sesungguhnya kita pikirkan saat ini tentang orang tersebut. Kita pasti memiliki hal-hal atau gambaran yang sangat negatif atau positif tentang seseorang.

Mendengar dan Menerima Kritik

Salah satu ciri kerendahan hati adalah dapat mendengar pendapat, saranan dan menerima kritik dari orang lain. Sering dikatakan bahawa Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut, yang dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar daripada bercakap. Kadang-kadang hanya dengan mendengarkan saja kita dapat menguatkan orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan. Dengan hanya mendengar, kita dapat memecahkan sebagian besar masalah yang kita hadapi. Mendengar juga berarti membuka diri dan menerima, suatu sifat yang menggambarkan kerelaan untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain maupun diri kita sendiri.

Demikian halnya dengan kritik, harus sentiasa dipandang sebagai saranan untuk kita belajar dan berusaha. Kritik harus kita pandang sebagai sumber kita untuk mengembangkan diri, bukan untuk menunjukkan kita salah atau benar. Apapun bentuk dan cara penyampaian kritik harus sentiasa kita pandang positif dalam proses pembelajaran yang berlangsung terus menerus dalam hidup kita. Banyak sekali dari kita yang memandang kritik sebagai hal yang pribadi yang menunjukkan kelemahan dan kegagalan kita. Padahal sebaliknya kritik menunjukkan kemenangan dan kedewasaan kita dalam menghadapi setiap tentangan dan kesulitan.

Berani Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf

Salah satu ciri kerendahan hati adalah sentiasa berani mengakui kesalahan dan meminta maaf jika melakukan kesalahan atau menyinggung perasaan orang lain. Manusia rendah hati adalah manusia yang sangat peduli dengan perasaan orang lain. Bedakan dengan mereka yang sentiasa peduli dengan apa yang dikatakan orang lain. Orang seperti ini bukan rendah hati, tetapi rendah diri atau tidak memiliki rasa percaya diri, sehingga dia selalu khawatir dengan apa yang akan difikirkan atau dikatakan orang lain tentang dirinya.

Rela Memaafkan

Rela memaafkan merupakan ciri seseorang yang rendah hati. Bahkan dalam setiap agama dikatakan bahawa kita harus memaafkan kesalahan sesama kita, karana Tuhan juga mengampuni dosa-dosa kita. Sifat ini tidak selalu kita temui dalam kehidupan seharian kita. Masih banyak dari kita yang tidak dapat memaafkan orang lain dan sentiasa hidup dalam dendam dan sakit hati. Rela memaafkan lebih ditujukan kepada kepentingan diri kita sendiri, untuk menghindarkan kita dari sakit penyakit dan tekanan dalam kehidupan kita.

Lemah Lembut dan Penuh Pengendalian Diri

Ciri yang jelas dari orang yang rendah hati adalah sikapnya yang lemah lembut (gentle) dan penuh pengendalian diri (self control). Dia tidak pernah membiarkan emosinya tidak terkendali dan lepas kontrol. Dia tidak menunjukkan kemarahan dengan sikap kasar, kata-kata yang tidak baik, atau melakukan tindakan fisik. Kemarahan dia tunjukkan dalam rangka mendidik orang lain. Kemarahan atau kekecewaan yang dirasakan senantiasa dapat dia kendalikan sepenuhnya, dalam arti bukan dilupakan, diacuhkan atau ditahan (supressed), tetapi dilepaskan dengan pasrah (released).

Advertisements
Comments
  1. John says:

    artikel menarik , Afra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s