Archive for December 13, 2007

Belajar Seperti Menonton Sinetron

Posted: December 13, 2007 by Eva in Pendidikan

Juara I Guru Berprestasi Tingkat SD 2007: Sri Rahayu

Belajar Seperti Menonton Sinetron

Sri Rahayu memanfaatkan multimedia sebagai media pembelajaran. Menjadikan belajar Ilmu Pengetahuan Alam tidak membosankan. Prestasi anak didik meningkat tajam.

Sebentuk senyum tiada henti mengembang dari bibir Sri Rahayu. Ketika itu, perempuan berperawakan tinggi dan berkulit kuning langsat itu diumumkan sebagai guru berprestasi tingkat nasional untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Dengan mengenakan jilbab putih dan seragam biru dongker, ia pun bersalaman dengan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dengan bangga.

Modal utama yang menjadikan Yayuk, nama sapaannya, terpilih menjadi guru berprestasi adalah karena karya ilmiah yang dibuatnya dinilai sangat bagus dan inovatif. Karya ilmiah yang berjudul Pembelajaran Tata Surya Menggunakan Multimedia di SD itu telah mencuri hati para juri di tingkat nasional.

Padahal, menurut perempuan kelahiran Magelang 10 Januari 1969 itu, ide menulis karya ilmiah itu sangat sedehana. Gagasannya lahir setelah ia memperhatikan kebiasaan anak-anaknya menyaksikan iklan atau sinetron di televisi.

Penayangan iklan dan sinetron yang diulang-ulang membuat kedua anaknya cepat hafal dan secara reflek akan terus mengingatnya. Tanpa pikir panjang, Yayuk langsung menuliskan konsep pembelajaran tentang tata surya dalam bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diajarkan sehari-hari.

“Pada awalnya menyusun karya ilmiah ini memang sulit karena banyak kendala,” katanya. Namun, ia sangat yakin dengan langkah yang ia tempuh. Setelah konsep matang, ia lantas mendiskusikannya dengan suami untuk mempersiapkan segala perangkat yang akan ia gunakan.

Gayung pun bersambut. Didukung kemahiran suaminya menggunakan komputer, rencana pun berjalan mulus seperti melaju di atas jalan tol. “Saya membuat skenario dan suami saya merancang perangkat multimedia dalam bentuk compact disk (CD),” katanya.

Ia ingin agar pelajaran tata surya yang diajarkannya menarik para murid seperti mereka menonton sinetron. “Bahkan sampai hafal soundtrack lagunya,” ujar Yayuk sambil tertawa.

Yayuk lalu menunjukkan hasil karyanya pada GURU ketika ditemui di Hotel Sheraton Media, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dengan sigap, ia mengeluarkan laptop paling gres telah menggunakan piranti Windows Vista. Sejenak ia memperlihatkan karya ilmiahnya tanpa bermaksud menggurui.

Presentasi singkat Yayuk kepada GURU cukup ringkas, tajam, dan jelas. Begitu juga yang ia lakukan di hadapan dewan juri ketika berkompetisi dengan ratusan guru se-Indonesia. Dalam presentasi yang dilakukan pada pemilihan guru berprestasi tingkat nasional itulah karyanya membawa Yayuk menjadi juara I untuk tingkat SD.

Yayuk sendiri telah menerapkan metoda itu di sekolahnya. “Hasilnya memuaskan,” ujar ibu dua putri itu. Buktinya terlihat dari nilai IPA untuk mata pelajaran Tata Surya yang diperoleh ke-35 siswanya. Hasilnya jauh berbeda dibanding ketika ia masih menggunakan metode sebelumnya.

Pada saat evaluasi siswa, dengan metode ceramah, dari 35 siswa, 25 di antaranya mendapat nilai IPA di atas 7. Sisanya mendapat nilai di bawah 7.

Setelah pembelajaran melalui multimedia hasilnya melonjak tajam. Rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 81,0. Sebanyak 32 anak mendapat nilai di atas 7. Artinya, hanya 3 anak yang mendapat nilai di bawah 7. “Luar biasa sangat menggembirakan hasilnya,” katanya. Karena itu, ia mendiskusikan juga karyanya itu di Kelompok Kerja Guru.

Selain penggunaan multimedia saat belajar, Yayuk juga membuat CD Tata Surya yang bisa dimiliki setiap siswa. Dengan CD yang dicetaknya, siswa bisa belajar kapan saja di rumah. Selain hemat waktu, cara itu juga dinilai efektif. “Penggunaan CD pembelajaran dapat memudahkan siswa untuk mengulang-ngulang pembelajaran baik di sekolah maupun rumah,” ujarnya.

Tapi, Yayuk tak hanya mengandalkan efektivitas penggunaan CD. Ia juga menerapkan metode simulasi saat mengajar Tata Surya. Ia berpendapat, simulasi pada pembelajaran tata surya dapat digunakan untuk melatih siswa bekerja sama dalam kelompok.

“Selain itu, saat penggunaan simulasi siswa juga belajar untuk bertoleransi antar sesama,” ia menambahkan. Dengan adanya toleransi dan rasa kebersamaan, Yayuk berharap materi Tata Surya dan mata pelajaran IPA menjadi lebih menyenangkan.

“Jika karya ilmiah saya ini diterima oleh guru-guru lain, saya ingin memotivasi mereka untuk berkarya,” katanya. Ia juga mengajak para guru untuk menjadikan IPA sebagai mata pelajaran yang menarik dan mencerdaskan anak didik.

Yayuk adalah guru SD 2 Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), Bontang, Kalimantan Timur.
Sebelum mengajar di sana, Yayuk mengajar mata pelajaran Biologi di SMA Sulaiman Sleman, DIY. Ketika itu, ia tak menduga nasib akan membawanya menjadi guru SD.

Soalnya, ketika ia melamar pekerjaan, skripsinya tertunda karena masalah biaya. Keadaan itu kian parah karena dosennya pergi ke luar negeri. Selain itu, ia terlambat menerima surat pengumuman yang menyatakan ia diterima untuk mengikuti tes selanjutnya. “Tapi alhamdulilah saya masih bisa mengikuti tes dan lolos,” ujar perempuan yang dulu bercita-cita menjadi dokter itu. .

Akhirnya, pada 1996, sarjana lulusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta itu berangkat ke Bontang. Pada awal mengajar, Yayuk langsung ditempatkan sebagai guru kelas 4 SD. Saat itu ia juga harus mengajar Matematika, IPA dan IPS.

Namun, tugas itu tidak berlangsung lama. Kepala sekolahnya kemudian menempatkan Yayuk menjadi guru mata pelajaran IPA. Tanpa terasa, pekerjaan itu telah dijalaninya selama sebelas tahun. Ia telah melewati pelbagai macam kenangan pahit dan manis mengabdi untuk pendidikan di Pulau Borneo, yang jauh dari tanah kelahirannya.

Yayuk memang bukan guru biasa. Ia telah mengukir beragam penghargaaan dan prestasi baik di tingkat lokal maupun nasional. Prestasi itu, antara lain, Juara I Laga Prestasi di TVRI Samarinda, Juara II Lomba Bidang Studi IPA, pemenang perunggu kategori Multimedia YPK Bontang, Peringkat II Guru Berprestasi Bontang 2006, serta Juara I Guru Berprestasi Bontang 2007.

Bagi perempuan yang berasal dari keluarga petani di Magelang itu, menjadi guru adalah ibadah. Penggemar olah raga bols volley itu memang mempunyai prinsip bahwa apapun yang ia lakukan adalah ibadah. Karena itu, setelah melakukan kerja keras sejak tingkat kabupaten hingga meraih prestasi terbaik di tingkat nasional, tidak banyak yang diinginkan Yayuk.

Ia akan memanfaatkan sebaik-baiknya hadiah berupa uang tunai dan laptop dari Depdiknas. Bahkan, sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah tiada tara yang telah diberikan Tuhan padanya, Yayuk ingin segera berziarah ke tanah suci.

Sebenarnya, keinginan untuk menunaikan ibadah haji itu sudah lama ia idam-idamkan. Namun, niatnya itu selalu tertunda karena tabungannya tak kunjung mencukupi. Karena itu, ia menilai saat ini sebagai kesempatan emas baginya untuk segera melaksanakan cita-citanya itu. “Saya ingin memenuhi panggilan Allah, mengunjungi-Nya di rumah Allah, saya ingin naik haji,” ujar pembaca serial novel Harry Potter itu berseri-seri.

EVA ROHILAH

SERTIFIKASI ITU MENGEMBAN MISI KENABIAN

Posted: December 13, 2007 by Eva in Pendidikan

SERTIFIKASI ITU MENGEMBAN MISI KENABIAN
wawancara Giri Suryatmana

Ia sosok yang humanis. Dibalik sikapnya yang ramah dan penyabar, selera humornya juga tinggi. Dialah Ir. Giri Suryatmana, Sekretaris Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen PMPTK) Depdiknas. Siapa yang menyangka jika lulusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) ini akan bergulat dengat pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi salah satu instrumen penting dalam dunia pendidikan.

Meskipun demikian, bagi ayah dua putri ini, dunia guru bukanlah hal yang baru. Sang ayah yang berdarah Sunda, Atmo Suryatma adalah seorang guru bahkan salah seorang pendiri Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sedangkan ibunya yang berdarah Jawa, Retno, juga seorang guru lulusan Normal School, sekolah keguruan zaman Belanda yang dalam perkembangannya berubah menjadi Sekolah Pendidikan Guru (SPG).

Bagi lelaki kelahiran Bandung 30 September 1955 ini, sertifikasi guru harus diawasi betul pelaksanaannya mengingat proses ini sangat penting bagi masa depan tenaga pendidik dan sifatnya yang berkelanjutan. Disela-sela kesibukan dan jadwal kerjanya yang padat, lelaki yang memiliki hobi beternak ikan ini berbicara panjang lebar kepada Eva Rohilah dari Majalah GURU tentang sertifikasi guru dan rencana strategis percepatan peningkatan mutu di daerah terpencil.

Berikut petikannya:

Bagaimana perkembangan terkini pelaksanaan sertifikasi?

Secara normatif kan sudah jelas target sertifikasi saat ini 200.450 guru, 20.000 di antaranya adalah guru yang masuk daftar tahun 2006. Sebanyak 180.450 guru didaftar pada tahun 2007. Sampai saat sekarang dari laporan yang kami terima dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menyelenggarakan tes hasil penilaian portofolio itu tingkat kelulusannya di bawah 50%. Nah, dari situ nanti akan tercipta proses yang luar biasa dan ada satu kata kunci yang bisa kita pelajari dari proses uji sertifikasi ini, yaitu proses penertiban penugasan guru, terlepas dari alasan merepotkan guru dan lain sebagainya.

Dalam sertifikasi itu disebutkan guru minimum mengajar 24 jam seminggu. Setelah disertifikasi banyak guru yang ketahuan hanya mengajar enam jam, delapan jam dan lain sebagainya. Berarti selama ini penugasan guru di negeri kita ini tidak efisien.

Dimana letak tidak efisiennya?

Begini, perbandingan jumlah guru dengan murid di negara kita dibanding dengan perbandingan jumlah guru di ASEAN sangatlah jauh, guru di Indonesia ini tergolong mewah. Karena satu guru perbandingannya 14 siswa, bandingkan dengan Malaysia 1:25, Korea Selatan 1:30 siswa. Akan tetapi permasalahannya distribusi yang tidak sempurna, guru di Indonesia terpusat di kota, sedangkan di daerah terpencil itu kekurangan, hampir 70% kekurangan guru.

Jadi memang ada ketimpangan antara distribusi guru di pusat dan daerah, kenapa bisa demikian?

Iya, memang timpang. Mungkin selama ini manajemen Human Resource Development (HRD) penataan guru itu tidak tertata dengan bagus, mungkin ya dulu mohon maaf sebelum ada Ditjen PMPTK, dana untuk guru besarnya hanya 3% APBN. Kalau sekarang anggaran guru sudah naik menjadi sekitar 17%. Seandainya dana pendidikan naik menjadi 20% APBN, maka hampir 50% dana itu untuk guru.

Berapa dana yang dibutuhkan jika 2,7 juta guru sudah bersertifikat?

Jika 2,7 juta guru sudah bersertifikat kita butuh dana antara Rp 52-53 triliun untuk memberi tunjangan di luar gaji. Gaji PNS dan gaji tunjangan sekitar Rp 45 triliun. Jadi layaklah kalau memang nanti jika anggaran pendidikan itu 20% dari APBN, maka minimal setengah dari dana tersebut seharusnya untuk guru. Sehingga, melalui proses sertifikasi ini sekaligus sedang menata ulang ketidakseimbangan distribusi, ketidakefektifan jam mengajar dan lain sebagainya. Sulit sekali mengikuti standar 24 jam karena banyak yang terpusat di kota.

Bisa dipertegas lagi, apa sebenarnya filosofi pelaksanaan sertifikasi?

Sebenarnya kita ingin meneguhkan kembali peran guru. Jika kita cermati, profesi guru itu emang agak unik dan berbeda dengan profesi lain yang sangat teknis seperti akuntan, misalnya. Di luar profesinya sebagai pendidik, guru itu mengemban misi kenabian atau misi kerasulan (profetis), dia itu kan pembimbing umat. Bayangkanlah anak Taman Kanak-kanak (TK) yang masih belum tahu apa-apa jadi pintar, itu kan berkat guru yang melakukan fungsi rasul, pembimbing umat. Jadi bagi guru yang sudah bersertifikat itu, harus tercermin adanya ruh profetis.

Maksudnya guru yang bersertifikasi mengemban misi kenabian?
Iya, karena para guru mengemban amanah umat, dan terus menerus seorang guru harus mencerdaskan generasi baru, sampai melahirkan generasi cerdas yang bisa mengelola alam dan menciptakan masa depan. Makanya dulu proses untuk menjadi guru itu tidaklah mudah. Karena harus melewati berbagai macam ujian.

Mengapa sertifikasi telat pelaksanaannya?

Alasan utamanya, ya payung hukum. Pada 2006, kami menyiapkan kira-kira 20.000 guru mengikuti sertifikasi. Dananya disiapkan sekitar Rp 350 miliar. Rencananya, sertifikasi dilaksanakan November 2006 sampai Maret 2007. Tapi peraturan pemerintah yang mengatur tentang guru belum ada. Maka disiasatilah lewat peraturan menteri.

Setiap kebijakan pemerintah itu terkait dengan perundangan lain. Sertifikasi berkaitan dengan aturan otonomi daerah, perimbangan keuangan pusat dan daerah, Ada tunjangan profesional, tunjangan fungsional dan tunjangan lainnya. Jadi perlu disinkronkan dengan aturan lain.

Lalu pembagiannya menjadi seperti apa?
Akhirnya dari draft yang sudah lolos itu, tunjangan fungsional untuk guru yang sudah PNS itu menjadi kewenangan daerah melalui DAU (Dana Alokasi Umum), sedangkan tunjangan fungsional guru non PNS (swasta) itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Akan tetapi jika tiap daerah punya kebijakan sendiri, berapa besarnya insentif guru terserah daerah.

Setelah sertifikasi bergulir, bagaimana reaksi para guru?
Ada reaksi beragam dari guru. Yang positif, guru semakin meningkatkan kompetensi. Selama ini kompetensi guru tidak pernah diukur. Seharusnya setiap dua tahun diperbaharui kayak SIM. Tapi PGRI inginnya sertifikat berlaku seumur hidup.

Dari hasil penilaian portofolio ditemukan kecurangan di beberapa rayon, apakah sudah ada evaluasi?

Ya, secara otomatis sudah ada mekanismenya. Bagi yang sudah melakukan kecurangan itu sudah mati kutu atau bunuh diri. Kita sudah menginstruksikan pada LPTK dan dinas agar menyisir. Yang paling penting sebetulnya, memberikan kesadaran sertifikasi itu bukan mengejar sertifikat, tapi mencari peran yang lebih luhur yaitu mengemban misi profetis.

Bagaimana dengan minimnya sosialisasi, karena di beberapa daerah banyak yang belum tahu, sepertinya peran dinas itu belum maksimal?

Sebetulnya kami cukup lelah dengan proses sosialisasi yang berjenjang dari dinas. Kadangkala hasil rapat koordinasi ditinggal saja di hotel. Jangankan begitu ya, kami minta data guru saja dinas pendidikan kabupaten kota tidak banyak yang eager (tertarik) untuk melaporkan.

Bisa dijelaskan tidak pemilahan fungsi peran Dirjen PMPTK dengan Dirjen Pendidikan Tinggi dalam pelaksanaan sertifikasi?

PMPTK lebih pada memfasilitasi. Mulai dari data gurunya, dimana tempatnya, sampai menggerakkan para guru mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan bahan. Sedangkan yang menguji dan mensertifikasi itu Dikti. Ibarat hajatan pernikahan, PMPTK itu tuan rumah, Dikti, dalam hal ini LPTK sebagai amil yang mengesahkan. Di manapun, tuan rumah pasti paling sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kalau amil datang aja pas hari-H nya.

Bagaimana peranan KSG, sepertinya kurang maksimal, bahkan pelaksanaan diklat belum terlaksana juga?
Jadi begini, saat ini masih dalam proses pendataan di bawah komando Nurzaman, Kepala Subdit Program Direktorat Profesi Pendidik. Sekarang ini kami kerja keras terus siang malam.
Apa evaluasi pelaksanaan sertifikasi tahap awal?

Ada dua evaluasi yang pertama masalah sosialisasi dan yang kedua itu masalah penentuan ranking atau urutan siapa yang duluan siapa yang belakangan. Misalnya, dalam satu Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) ada 100 orang, selama 10 tahun kan hanya bisa sepuluh tiap tahun, harus ada urutannya. Siapa yang rela menunggu 10 tahun?

Strateginya seperti apa?

Cara yang akan kita lakukan adalah dengan memberikan kesadaran, menggetarkan musyawarah guru. Kami biarkan guru dengan kelompok guru menjadi kelompok kerja yang profesional. Ada segitiga antara kelompok guru, kepala sekolah, dan pengawas. Ke depan, fungsi dinas pendidikan hanya pemberi fasilitas. Kami akan giatkan 80.000 kelompok kerja guru. Mulai 2007, kami meluncurkan ICT Learning Centre untuk mempermudah sosialisasi.

Bukankah ICT hanya dijangkau masyarakat kota, bagaimana dengan daerah terpencil?

Oh tidak, ini justru di daerah terpencil dulu. Kami punya program namanya Percepatan Peningkatan Mutu di Daerah Terpencil.” Seiring dengan adanya bantuan untuk guru di daerah terpencil, kami siapkan juga sumber belajarnya. DPR sudah setuju.

Untuk melatih mereka yang di daerah terpencil agar mampu mengoperasikan ICT dan perangkatnya kami kerjasama dengan kementerian negara pembangunan percepatan daerah tertinggal.

Nonton Jiffest Yuk…

Posted: December 13, 2007 by Eva in Agenda

schedule.html”>JIFFEST SCHEDULE

Fri, 07th Dec 2008
DJK 1 19:00 WIB Persepolis
DKJ 1 21:30 WIB Across the Universe
DKJ 2 19:15 WIB Persepolis
DKJ 2 21:45 WIB Paprika

Sat, 08th Dec 2008
BLITZ 7 14:15 WIB Mukhsin
BLITZ 7 16:45 WIB S-Express Singapore + Thailand
BLITZ 7 19:15 WIB Hang Tuah
BLITZ 7 21:45 WIB S-Express Malaysia
BLITZ 9 14:00 WIB 4 Months, 3 Weeks & 2 Days
BLITZ 9 16:30 WIB Four Minutes (Vier Minuten)
BLITZ 9 19:00 WIB The Year My Parents Went On Vacation
BLITZ 9 21:30 WIB 2 Days in Paris
DJK 1 14:00 WIB Atonement
DJK 1 16:30 WIB Vitus
DJK 1 19:00 WIB Into the Wild
DJK 1 21:30 WIB A Mighty Heart
DJK 2 16:45 WIB Elizabeth: The Golden Age
DJK 2 19:15 WIB Waiter (Ober)
DJK 2 21:45 WIB Hula Girls (Hula gâru)
DJK 3 16:30 WIB The Drown Sea (Laut Yang Tenggelam)
DJK 3 19:00 WIB Sicko
DJK 3 21:30 WIB a courts d’écran #10 (La Fémis sélection 2007)
ERASMUS HUIS 12:00 WIB Indigènes (Days of Glory)
ERASMUS HUIS 14:30 WIB The Night Before Finals (Notte prima degli esami)
ERASMUS HUIS 17:00 WIB American Fork
ERASMUS HUIS 19:30 WIB Along the Ridge (Anche libero va bene)
GOETHE HOUSE 12:00 WIB El Otro
GOETHE HOUSE 14:30 WIB Grave Decisions
GOETHE HOUSE 19:30 WIB Rome Rather than You
KINEFORUM 14:00 WIB Dancing Bells (Chalanggai)
KINEFORUM 16:30 WIB Donsol
KINEFORUM 19:00 WIB Paper Can Not Wrap Up Embers
KINEFORUM 21:30 WIB Village People Radio Show

Sun, 09th Dec 2008
BLITZ 7 14:15 WIB Bujang Lapok
BLITZ 7 16:45 WIB The Conductors
BLITZ 7 19:15 WIB Flower in the Pocket
BLITZ 7 21:45 WIB The Truth Be Told: … Against Supinya Klangnarong
BLITZ 9 14:00 WIB Cyrano Fernandez
BLITZ 9 16:30 WIB Buenos Aires 1977 (Crónica de una fuga)
BLITZ 9 19:00 WIB The Fall
BLITZ 9 21:30 WIB Vitus
DJK 1 14:00 WIB Elizabeth: The Golden Age
DJK 1 16:30 WIB The Namesake
DJK 1 19:00 WIB No Country for Old Men
DJK 1 21:30 WIB Persepolis
DJK 2 16:45 WIB 2 Days in Paris
DJK 2 19:15 WIB Love & Honor (Bushi no ichibun)
DJK 2 21:45 WIB Four Minutes (Vier Minuten)
DJK 3 14:00 WIB Paprika
DJK 3 16:30 WIB Deliver Us From Evil
DJK 3 19:00 WIB Boy Meets Girl
DJK 3 19:00 WIB Crescent Moon Over the Sea
DJK 3 21:30 WIB The U.S. vs. John Lennon
EH 12:00 WIB Kirikou and Wild Beasts
EH 14:30 WIB Big Rig
EH 17:00 WIB Faro: Goddess of the Water
EH 19:30 WIB Saimir
GH 12:00 WIB Requiem
GH 14:30 WIB Pingpong
GH 17:00 WIB Atos dos Homens (Acts of Men)
GH 19:30 WIB Yella
KF 14:00 WIB The Blossoming of Maximo Oliveros
KF 16:30 WIB S-Express Singapore + Thailand
KF 19:00 WIB Labu & Labi
KF 21:30 WIB The Last Communist
logo-jiffest-penulisan-naskah.jpg
Mon, 10th Dec 2008
BLITZ 7 14:15 WIB The Blossoming of Maximo Oliveros
BLITZ 7 16:45 WIB Nujum Pak Belalang
BLITZ 7 19:15 WIB Pao’s Story (Chuyen cua Pao)
BLITZ 7 21:45 WIB S-Express Singapore + Thailand
BLITZ 9 11:30 WIB Kala
BLITZ 9 14:00 WIB Suely in the Sky (Céu de Suely, O)
BLITZ 9 16:30 WIB Playing Between Elephants
BLITZ 9 19:00 WIB Four Minutes (Vier Minuten)
BLITZ 9 21:30 WIB You Kill Me
DJK 1 11:30 WIB Pocong 2
DJK 1 14:00 WIB Kuntilanak (The Chanting)
DJK 1 16:30 WIB Into the Wild
DJK 1 19:00 WIB A Guide to Recognizing Your Saints
DJK 1 21:30 WIB The Namesake
DJK 2 11:45 WIB Lantai 13
DJK 2 14:15 WIB Hantu Bangku Kosong
DJK 2 16:45 WIB La Vie en Rose (La Môme)
DJK 2 19:15 WIB Shake Hands with the Devil
DJK 2 21:45 WIB Possible Lives (Las Vidas posibles)
DJK 3 11:30 WIB Lewat Tengah Malam
DJK 3 14:00 WIB Hantu Jeruk Purut
DJK 3 16:30 WIB Forever
DJK 3 19:00 WIB Comrades in Dreams
DJK 3 21:30 WIB Afghan Muscles
EH 17:00 WIB The Night Before Finals (Notte prima degli esami)
EH 19:30 WIB American Fork
GH 17:00 WIB Naousse (A Perfect Day)
GH 19:30 WIB Pingpong
KF 14:00 WIB Invisible City
KF 14:00 WIB Singapore GaGa
KF 16:30 WIB The Bet Collector (Kubrador)
KF 19:00 WIB S-Express Malaysia
KF 21:30 WIB Laksamana Do Re Mi

Tue, 11th Dec 2008
BLITZ 7 14:15 WIB Love Conquers All
BLITZ 7 16:45 WIB The Blossoming of Maximo Oliveros
BLITZ 7 19:15 WIB The Last Communist
BLITZ 7 21:45 WIB Hang Tuah
BLITZ 9 11:30 WIB Coklat Stroberi
BLITZ 9 14:00 WIB Comrades in Dreams
BLITZ 9 16:30 WIB Cyrano Fernandez
BLITZ 9 19:00 WIB Vitus
BLITZ 9 21:30 WIB The Year My Parents Went On Vacation
DJK 1 11:30 WIB Cinta Pertama
DJK 1 14:00 WIB Kangen
DJK 1 16:30 WIB Atonement
DJK 1 19:00 WIB A Mighty Heart
DJK 1 21:30 WIB A Guide to Recognizing Your Saints
DJK 2 11:45 WIB Love is Cinta
DJK 2 14:15 WIB Badai Pasti Berlalu
DJK 2 16:45 WIB Suely in the Sky (Céu de Suely, O)
DJK 2 19:15 WIB No Country for Old Men
DJK 2 21:45 WIB Waiter (Ober)
DJK 3 11:30 WIB Merah itu Cinta
DJK 3 14:00 WIB Cintapuccino
DJK 3 16:30 WIB Shut Up & Sing
DJK 3 19:00 WIB Swedish Shorts – New Beginnings
DJK 3 21:30 WIB Sicko
EH 17:00 WIB Spine Tingler: The William Castle Story
EH 19:30 WIB Faro: Goddess of the Water
GH 17:00 WIB Yella
GH 19:30 WIB Atos dos Homens (Acts of Men)
KF 14:00 WIB S-Express Indonesia + Philippines
KF 16:30 WIB Nujum Pak Belalang
KF 19:00 WIB Paper Can Not Wrap Up Embers
KF 21:30 WIB Donsol

Wed, 12th Dec 2008
BLITZ 7 14:15 WIB The Bet Collector (Kubrador)
BLITZ 7 16:45 WIB Labu & Labi
BLITZ 7 19:15 WIB The Truth Be Told: … Against Supinya Klangnarong
BLITZ 7 21:45 WIB Village People Radio Show
BLITZ 9 11:30 WIB Long Road to Heaven
BLITZ 9 14:00 WIB International Shorts + S-Express Taiwan
BLITZ 9 16:30 WIB El Custodio (The Minder)
BLITZ 9 19:00 WIB Buenos Aires 1977 (Crónica de una fuga)
BLITZ 9 21:30 WIB The Golden Door (Nuovomondo)
DJK 2 11:45 WIB Bukan Bintang Biasa: The Movie
DJK 2 14:15 WIB Dunia Mereka
DJK 2 16:45 WIB Possible Lives (Las Vidas posibles)
DJK 2 19:15 WIB La Vie en Rose (La Môme)
DJK 2 21:45 WIB 4 Months, 3 Weeks & 2 Days
DJK 3 11:30 WIB Mengejar Mas-Mas
DJK 3 14:00 WIB Maaf Saya Menghamili Istri Anda
DJK 3 16:30 WIB Wordplay
DJK 3 19:00 WIB Swedish Shorts – The End of a Century
DJK 3 21:30 WIB Crescent Moon Over the Sea
DJK 3 21:30 WIB Boy Meets Girl
EH 17:00 WIB Along the Ridge (Anche libero va bene)
EH 19:30 WIB Big Rig
GH 17:00 WIB El Otro
GH 19:30 WIB Grave Decisions
KF 14:00 WIB Bujang Lapok
KF 16:30 WIB Invisible City
KF 16:30 WIB Singapore GaGa
KF 19:00 WIB Dancing Bells (Chalanggai)
KF 21:30 WIB S-Express Indonesia + Philippines

Thu, 13th Dec 2008
BLITZ 7 14:15 WIB Invisible City
BLITZ 7 14:15 WIB Singapore GaGa
BLITZ 7 16:45 WIB Flower in the Pocket
BLITZ 7 19:15 WIB Nujum Pak Belalang
BLITZ 7 21:45 WIB The Blossoming of Maximo Oliveros
BLITZ 9 11:30 WIB Jakarta Undercover
BLITZ 9 14:00 WIB Hula Girls (Hula gâru)
BLITZ 9 16:30 WIB The Drown Sea (Laut Yang Tenggelam)
BLITZ 9 19:00 WIB Persepolis
BLITZ 9 21:30 WIB The Fall
DJK 1 19:00 WIB The Missing Star (La Stella che non c’è)
DJK 1 21:30 WIB No Country for Old Men
DJK 2 11:45 WIB Malam Jumat Kliwon
DJK 2 14:15 WIB Terowongan Casablanca
DJK 2 16:45 WIB Atonement
DJK 2 19:15 WIB The Namesake
DJK 2 21:45 WIB A Mighty Heart
DJK 3 11:30 WIB Suster Ngesot (The Crawling Nurse)
DJK 3 14:00 WIB Suster N
DJK 3 16:30 WIB Deliver Us From Evil
DJK 3 19:00 WIB Mystic Ball
DJK 3 21:30 WIB Swedish Shorts – New Beginnings
EH 17:00 WIB Kirikou and Wild Beasts
EH 19:30 WIB Spine Tingler: The William Castle Story
GH 17:00 WIB Yella
GH 19:30 WIB Naousse (A Perfect Day)
KF 14:00 WIB Paper Can Not Wrap Up Embers
KF 16:30 WIB Village People Radio Show
KF 19:00 WIB Mukhsin
KF 21:30 WIB Love Conquers All

Fri, 14th Dec 2008
BLZ 7 14:15 WIB The Last Communist
16:45 WIB Laksamana Do Re Mi
19:15 WIB The Bet Collector (Kubrador)
21:45 WIB S-Express Malaysia
BLZ 9 11:30 WIB The Photograph
14:00 WIB Mystic Ball
16:30 WIB You Kill Me
19:00 WIB Cyrano Fernandez
21:30 WIB 2 Days in Paris
DJK 2 11:45 WIB Pesan Dari Surga
14:15 WIB KM 14
16:45 WIB 4 Months, 3 Weeks & 2 Days
19:15 WIB Shake Hands with the Devil
21:45 WIB Possible Lives (Las Vidas posibles)
DJK 3 11:30 WIB Lawang Sewu Dendam Kuntilanak
14:00 WIB Leak
16:30 WIB Playing Between Elephants
19:00 WIB Please Vote For Me
21:30 WIB Wordplay
EH 17:00 WIB Saimir
19:30 WIB Along the Ridge (Anche libero va bene)
GH 17:00 WIB Rome Rather than You
19:30 WIB Requiem
KF 14:00 WIB Village People Radio Show
16:30 WIB The Truth Be Told: … Against Supinya Klangnarong
19:00 WIB Donsol
21:30 WIB S-Express Singapore + Thailand

Sat, 15th Dec 2008
BLZ 7 14:15 WIB Labu & Labi
16:45 WIB Bujang Lapok
19:15 WIB Invisible City
19:15 WIB Singapore GaGa
21:45 WIB Dancing Bells (Chalanggai)
BLZ 9 11:30 WIB 3 Hari Untuk Selamanya (3 Days to Forever)
14:00 WIB The Golden Door (Nuovomondo)
16:30 WIB Please Vote For Me
19:00 WIB Love & Honor (Bushi no ichibun)
21:30 WIB Waiter (Ober)
DJK 2 11:45 WIB Anak-anak Borobudur
14:15 WIB Kamulah Satu-satunya
16:45 WIB The Missing Star (La Stella che non c’è)
19:15 WIB 881
21:45 WIB Suely in the Sky (Céu de Suely, O)
DJK 3 11:30 WIB 6:30
14:00 WIB Hantu
16:30 WIB Shut Up & Sing
19:00 WIB a courts d’écran #10 (La Fémis sélection 2007)
21:30 WIB Swedish Shorts – The End of a Century
EH 12:00 WIB Faro: Goddess of the Water
14:30 WIB Big Rig
17:00 WIB The Night Before Finals (Notte prima degli esami)
19:30 WIB Kirikou and Wild Beasts
GH 12:00 WIB Grave Decisions
14:30 WIB Atos dos Homens (Acts of Men)
17:00 WIB Pingpong
19:30 WIB El Otro
KF 14:00 WIB Mukhsin
16:30 WIB Hang Tuah

Sun, 16th Dec 2008
BLZ 7 14:15 WIB S-Express Indonesia + Philippines
16:45 WIB 881
19:15 WIB The Truth Be Told: … Against Supinya Klangnarong
21:45 WIB Laksamana Do Re Mi
BLZ 9 11:30 WIB The Conductors
14:00 WIB Forever
16:30 WIB Shake Hands with the Devil
19:00 WIB El Custodio (The Minder)
21:30 WIB Hula Girls (Hula gâru)
DJK 1 19:00 WIB Chants of Lotus (Perempuan Punya Cerita)
21:30 WIB Across the Universe
DJK 2 11:45 WIB D’Bijis
14:15 WIB Nagabonar (Jadi) 2
16:45 WIB The Golden Door (Nuovomondo)
19:15 WIB Into the Wild
21:45 WIB Elizabeth: The Golden Age
DJK 3 11:30 WIB Sang Dewi
14:00 WIB Selamanya …
16:30 WIB Afghan Muscles
19:00 WIB International Shorts + S-Express Taiwan
21:30 WIB The U.S. vs. John Lennon
EH 12:00 WIB American Fork
14:30 WIB Saimir
17:00 WIB Spine Tingler: The William Castle Story
19:30 WIB Indigènes (Days of Glory)
GH 12:00 WIB Naousse (A Perfect Day)
14:30 WIB Rome Rather than You
17:00 WIB Requiem
19:30 WIB Yella
KF 14:00 WIB Flower in the Pocket
16:30 WIB The Last Communist
19:00 WIB Love Conquers All
21:30 WIB Express Malaysia

Selamat Nonton deh…