Belajar Seperti Menonton Sinetron

Posted: December 13, 2007 by Eva in Pendidikan

Juara I Guru Berprestasi Tingkat SD 2007: Sri Rahayu

Belajar Seperti Menonton Sinetron

Sri Rahayu memanfaatkan multimedia sebagai media pembelajaran. Menjadikan belajar Ilmu Pengetahuan Alam tidak membosankan. Prestasi anak didik meningkat tajam.

Sebentuk senyum tiada henti mengembang dari bibir Sri Rahayu. Ketika itu, perempuan berperawakan tinggi dan berkulit kuning langsat itu diumumkan sebagai guru berprestasi tingkat nasional untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Dengan mengenakan jilbab putih dan seragam biru dongker, ia pun bersalaman dengan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dengan bangga.

Modal utama yang menjadikan Yayuk, nama sapaannya, terpilih menjadi guru berprestasi adalah karena karya ilmiah yang dibuatnya dinilai sangat bagus dan inovatif. Karya ilmiah yang berjudul Pembelajaran Tata Surya Menggunakan Multimedia di SD itu telah mencuri hati para juri di tingkat nasional.

Padahal, menurut perempuan kelahiran Magelang 10 Januari 1969 itu, ide menulis karya ilmiah itu sangat sedehana. Gagasannya lahir setelah ia memperhatikan kebiasaan anak-anaknya menyaksikan iklan atau sinetron di televisi.

Penayangan iklan dan sinetron yang diulang-ulang membuat kedua anaknya cepat hafal dan secara reflek akan terus mengingatnya. Tanpa pikir panjang, Yayuk langsung menuliskan konsep pembelajaran tentang tata surya dalam bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diajarkan sehari-hari.

“Pada awalnya menyusun karya ilmiah ini memang sulit karena banyak kendala,” katanya. Namun, ia sangat yakin dengan langkah yang ia tempuh. Setelah konsep matang, ia lantas mendiskusikannya dengan suami untuk mempersiapkan segala perangkat yang akan ia gunakan.

Gayung pun bersambut. Didukung kemahiran suaminya menggunakan komputer, rencana pun berjalan mulus seperti melaju di atas jalan tol. “Saya membuat skenario dan suami saya merancang perangkat multimedia dalam bentuk compact disk (CD),” katanya.

Ia ingin agar pelajaran tata surya yang diajarkannya menarik para murid seperti mereka menonton sinetron. “Bahkan sampai hafal soundtrack lagunya,” ujar Yayuk sambil tertawa.

Yayuk lalu menunjukkan hasil karyanya pada GURU ketika ditemui di Hotel Sheraton Media, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dengan sigap, ia mengeluarkan laptop paling gres telah menggunakan piranti Windows Vista. Sejenak ia memperlihatkan karya ilmiahnya tanpa bermaksud menggurui.

Presentasi singkat Yayuk kepada GURU cukup ringkas, tajam, dan jelas. Begitu juga yang ia lakukan di hadapan dewan juri ketika berkompetisi dengan ratusan guru se-Indonesia. Dalam presentasi yang dilakukan pada pemilihan guru berprestasi tingkat nasional itulah karyanya membawa Yayuk menjadi juara I untuk tingkat SD.

Yayuk sendiri telah menerapkan metoda itu di sekolahnya. “Hasilnya memuaskan,” ujar ibu dua putri itu. Buktinya terlihat dari nilai IPA untuk mata pelajaran Tata Surya yang diperoleh ke-35 siswanya. Hasilnya jauh berbeda dibanding ketika ia masih menggunakan metode sebelumnya.

Pada saat evaluasi siswa, dengan metode ceramah, dari 35 siswa, 25 di antaranya mendapat nilai IPA di atas 7. Sisanya mendapat nilai di bawah 7.

Setelah pembelajaran melalui multimedia hasilnya melonjak tajam. Rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 81,0. Sebanyak 32 anak mendapat nilai di atas 7. Artinya, hanya 3 anak yang mendapat nilai di bawah 7. “Luar biasa sangat menggembirakan hasilnya,” katanya. Karena itu, ia mendiskusikan juga karyanya itu di Kelompok Kerja Guru.

Selain penggunaan multimedia saat belajar, Yayuk juga membuat CD Tata Surya yang bisa dimiliki setiap siswa. Dengan CD yang dicetaknya, siswa bisa belajar kapan saja di rumah. Selain hemat waktu, cara itu juga dinilai efektif. “Penggunaan CD pembelajaran dapat memudahkan siswa untuk mengulang-ngulang pembelajaran baik di sekolah maupun rumah,” ujarnya.

Tapi, Yayuk tak hanya mengandalkan efektivitas penggunaan CD. Ia juga menerapkan metode simulasi saat mengajar Tata Surya. Ia berpendapat, simulasi pada pembelajaran tata surya dapat digunakan untuk melatih siswa bekerja sama dalam kelompok.

“Selain itu, saat penggunaan simulasi siswa juga belajar untuk bertoleransi antar sesama,” ia menambahkan. Dengan adanya toleransi dan rasa kebersamaan, Yayuk berharap materi Tata Surya dan mata pelajaran IPA menjadi lebih menyenangkan.

“Jika karya ilmiah saya ini diterima oleh guru-guru lain, saya ingin memotivasi mereka untuk berkarya,” katanya. Ia juga mengajak para guru untuk menjadikan IPA sebagai mata pelajaran yang menarik dan mencerdaskan anak didik.

Yayuk adalah guru SD 2 Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), Bontang, Kalimantan Timur.
Sebelum mengajar di sana, Yayuk mengajar mata pelajaran Biologi di SMA Sulaiman Sleman, DIY. Ketika itu, ia tak menduga nasib akan membawanya menjadi guru SD.

Soalnya, ketika ia melamar pekerjaan, skripsinya tertunda karena masalah biaya. Keadaan itu kian parah karena dosennya pergi ke luar negeri. Selain itu, ia terlambat menerima surat pengumuman yang menyatakan ia diterima untuk mengikuti tes selanjutnya. “Tapi alhamdulilah saya masih bisa mengikuti tes dan lolos,” ujar perempuan yang dulu bercita-cita menjadi dokter itu. .

Akhirnya, pada 1996, sarjana lulusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta itu berangkat ke Bontang. Pada awal mengajar, Yayuk langsung ditempatkan sebagai guru kelas 4 SD. Saat itu ia juga harus mengajar Matematika, IPA dan IPS.

Namun, tugas itu tidak berlangsung lama. Kepala sekolahnya kemudian menempatkan Yayuk menjadi guru mata pelajaran IPA. Tanpa terasa, pekerjaan itu telah dijalaninya selama sebelas tahun. Ia telah melewati pelbagai macam kenangan pahit dan manis mengabdi untuk pendidikan di Pulau Borneo, yang jauh dari tanah kelahirannya.

Yayuk memang bukan guru biasa. Ia telah mengukir beragam penghargaaan dan prestasi baik di tingkat lokal maupun nasional. Prestasi itu, antara lain, Juara I Laga Prestasi di TVRI Samarinda, Juara II Lomba Bidang Studi IPA, pemenang perunggu kategori Multimedia YPK Bontang, Peringkat II Guru Berprestasi Bontang 2006, serta Juara I Guru Berprestasi Bontang 2007.

Bagi perempuan yang berasal dari keluarga petani di Magelang itu, menjadi guru adalah ibadah. Penggemar olah raga bols volley itu memang mempunyai prinsip bahwa apapun yang ia lakukan adalah ibadah. Karena itu, setelah melakukan kerja keras sejak tingkat kabupaten hingga meraih prestasi terbaik di tingkat nasional, tidak banyak yang diinginkan Yayuk.

Ia akan memanfaatkan sebaik-baiknya hadiah berupa uang tunai dan laptop dari Depdiknas. Bahkan, sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah tiada tara yang telah diberikan Tuhan padanya, Yayuk ingin segera berziarah ke tanah suci.

Sebenarnya, keinginan untuk menunaikan ibadah haji itu sudah lama ia idam-idamkan. Namun, niatnya itu selalu tertunda karena tabungannya tak kunjung mencukupi. Karena itu, ia menilai saat ini sebagai kesempatan emas baginya untuk segera melaksanakan cita-citanya itu. “Saya ingin memenuhi panggilan Allah, mengunjungi-Nya di rumah Allah, saya ingin naik haji,” ujar pembaca serial novel Harry Potter itu berseri-seri.

EVA ROHILAH

Advertisements
Comments
  1. anita says:

    bu Yayuk….salam kenal.
    Assalamualaikum..
    mau tanya kenal dengan bu Ratna Harwiyati ga…
    saya sudah lama kenal dengan bu Ratna,
    beliau guru SD II YPK bidang Seni Rupa…
    jika bu Yayuk kenal…
    bisa minta alamat e-mail bu Ratna,
    karena saya sudah lama tidak kontak lagi.
    pengen temu kangen …terima kasih sebelumnya
    Wassalam.
    oh yach….mohon dibalas melalui email saya.
    anitarafika@yahoo.co.id

  2. tekad says:

    sri rahayu orangnya disiplin dan hebat cerdas

  3. tekad says:

    teruskan perjuanganmu menjadi guru berprestasi yang kedua dan selamanya

  4. Ari Faisal says:

    Assalamualakum! salam kenal bu saya seorang pengajar di sebuah SD di Kota Tasikmalaya, mohon dong pencerahannnya agar saya bisa mengikuti jejak ibu, sebelumnya terima kasih////////////

  5. alifhumairoh says:

    Assalamu’alaikum bu Yayuk..
    Saat ini sy sdang mnylsaikn skripsi ttg Penggunaan CD Interaktif pada Pembelajaran PAI. Apakh Ibu punya saran atau msukn untuk sy? Trmksh Ibu…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s