Archive for December 28, 2007

Tahun Penuh Berkah

Posted: December 28, 2007 by Eva in Pribadi

Tahun Penuh Berkah

Aku mencoba refleksi terhadap apa yang aku alami tahun ini. Jika bursa saham Indonesia mengalami tahun keemasan, maka tahun ini menurut aku adalah tahun yang penuh berkah dan banyak kejutan yang tak terduga.

Selain aku pindah kerja dan suamiku dapat kerjaan baru, roda kehidupan kami perlahan makin membaik. Namun aku tidak ingat beberapa peristiwa penting yang telah aku alami beberapa bulan yang lalu. Kami melewati semuanya dengan baik dan tidak terencana, semua kejadian berjalan seperti tiba-tiba.

Perjalanan ke luarkota mengunjungi tempat yang selama aku inginkan banyak aku lakukan tahun ini. Beberapa impian juga banyak terwujud, seiring dinamika kehidupan kami yang memang terus berubah juga. Konflik pribadi, kantor dan rumah tangga semakin mendewasakan aku dalam bersikap maupun tingkah laku. Akan tetapi masih banyak beberapa sikap dan karakter buruk aku yang memang sulit dirubah.

Yang jelas menjelang akhir tahun, saya sama suami merasa bahwa ini adalah akhir tahun yang sangat melelahkan. Banyak sekali kegiatan yang harus ikuti, baik itu liputan, penugasan dari kantor, acara keluarga, bisnis sampingan, kegiatan pengawasan, dan tentu saja merenovasi rumah yang benar-benar menguras tenaga, pikiran dan tentu saja uang.

Meskipun demikian, kami sangat bersyukur dengan segala yang telah Allah SWT berikan pada kami. Semoga tahun depan kami bisa melakukan segala sesuatunya lebih baik dan berguna tidak hanya bagi kami sekeluarga, namun juga bagi keluarga, relasi, sahabat bangsa dan Negara.

Selamat Tahun Baru 2008

Bekerja Dengan Cerdas

Posted: December 28, 2007 by Eva in Humaniora

Bekerja Dengan Cerdas

work-hard.jpg

 Saudaraku yang baik, semoga   Allah mengaruniakan semangat kepada kita untuk senantiasa melakukan yang    terbaik dalam hidup ini. Karena, itulah kunci meraih prestasi dalam segala  hal. Semangat bekerja keras harus ada dalam diri. Dengan bekal semangat   bekerja keras, diharapkan kita mampu berbuat semaksimal mungkin yang kita kerjakan.                                                                  
                                                                           
Saudaraku, ternyata tidak cukup hanya kerja keras semata. Manusia juga  membutuhkan kecerdasan dalam menjalankan aktivitasnya, agar hasil yang   diharapkan dapat lebih optimal, dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Kita   tidak mungkin hanya mengandalkan kondisi fisik semata saat bekerja, karena  kemampuan fisik manusia sangat terbatas. Ada potensi lain yang sesungguhnya dapat kita gali dan manfaatkan, yaitu potensi akal. Itulah  yang disebut dengan bekerja cerdas. Jadi, kita bekerja dengan ilmu.    Karena, ada orang yang kelihatannya sibuk sekali, pontang-panting tetapi   hasil ia dapatkan tidak optimal. Malah, bisa jadi kesalahan yang  didapatkan.                                                                
                                                                           
Saudaraku, minimal kita mengetahui dengan jelas tentang pekerjaan atau apa  saja yang kita lakukan. Bagaimana caranya, apa yang harus dilakukan jika   ada masalah. Dengan siapa kita dapat bekerjasama, dan segala hal yang  menyakut pekerjaan kita. Lebih baik lagi, jika kita terus menambah ilmu,   pemahaman agar dapat terus meningkatkan kualitas diri. Dan, orang seperti inilah yang akan bertahan, berprestasi dan memperoleh kesuksesan dalam  karirnya.                                                                  
                                                                           
Saudaraku, selain potensi jasad, dan akal, dimanfaatkan, yaitu potensi  hati. Artinya, setelah kita sukses bekerja keras dengan cerdas, kita juga  harus ikhlas. Amalan hati ini memang tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi,  ketika kita merasa sudah mampu menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik,   kadangkala kita tidak hati-hati, terselip rasa riya (sombong) atau  sombong. Menganggap bahwa keberhasilan itu adalah karena usaha kita berpayah-payah, Sehingga kita harus tetap mengikhtiarkan agar sikap  ikhlas, mengharap keridhaan Allah tetap menjadi tujuan kita dalam segala  aktivitas.                                                                 
                                                                            
Itulah tiga potensi penting manusia yang telah diberikan Allah agar dapat  mengoptimalkan setiap aktivitasnya. Porsi potensi fisik, akal, dan hati    haruslah seimbang. Salah satu tidak boleh terlalu mendominasi yang  lainnya. Fisik saja, tentu lelah yang akan didapatkan. Akal saja, bisa    jadi berbuah kesombongan. Hati saja, tentu sebagai manusia kita juga  diharuskan berikhtiar dengan optimal. Karunia Allah tidak datang begitu   saja tanpa ada usaha dari setiap makhluknya. Semoga kita digolongkan sebagai orang yang mampu bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas, sehingga  bermakna bagi dunia, dan berarti pula bagi akhirat, wallahu’alam.