Archive for February, 2008

Resep Akhir Pekan 23 februari 2008

Posted: February 27, 2008 by Eva in Kuliner

3 menu

 Akhir pekan adalah waktu yang menyenangkanbuat kami sekeluarga. Aku dapat resep dari mamanya Keny teman kantorku. Karena hari minggu aku senam, aku sengaja masak banyak buat dua hari. Ada yang mau coba, silahkan!

Bakwan Jagung

Bahan:

Jagung Manis 2 bh disisir dengan pisau.

Daun bawang 1 batang iris halus.

Bawang putih 1 bh haluskan

Telur ayam 1 bh

Tepung Terigu 6 sdm

Soda Kue 1/2sdt

Air 50 cc

Gula pasir 2 sdt

Garam 1/2 sdt

Merica.

cara membuat:

Jagung manis yang sudah disisir ditumbuk setengah hancur.

Campurkan jagung manis, bawang putih halus, telur ayam dan daun bawang aduk rata, tambahkan tepung terigu gula, garam, merica aduk tambah air, terakhir sebelum digoreng tambahkan soda kue, aduk dan goreng sesendok demi sesendok sampai selesai.

Goreng dalam minyak banyak dan api sedang sampai kecoklatan.

Ikan Tuna Bumbu Kuning

Bahan:

10 potong daging ikan tuna (1/2 kg)
10 bh cabe merah
5 bawang putih
10 bawang merah
1 ruas jari jahee
1 bh tomat, potong-potong
Garam secukupnya
½ sdt gula pasir
½ sdt kaldu bubuk
2 gls air
1 genggam daun kemangi

Cara membuat:

  • Kukus ikan sampai empuk ± 1-2 jam atau bisa juga direbus berulang kali bersama sereh , daun salam, lengkuas, jahe, garam selama ± 2 hari.
  • Haluskan bawang putih, bawang merah, cabe merah dan jahe.
  • Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum, masukkan potongan tomat, garam, gula pasir dan kaldu, didihkan.
  • Masukkan ikan yang sudah dikukus atau direbus, didihkan lagi, terakhir masukkan kemangi, masak lagi tapi jangan sampai daun kemanginya layu, angkat.

Sambal

Bahan yang di haluskan
10 siung bawang merah
10 siung bawang putih
500 gr cabe merah

Bahan yang di haluskan
100 ml minyak goreng
1 sdt garam

Cara membuat
1. Panaskan minyak, masukkan bahan yang dihaluskan, aduk2 sampai sambal berwarna matang dan minyak cabe keluar
2. Masukkan garam, aduk, angkat

Keahlian Mengelola Uang orang Jepang

Posted: February 27, 2008 by Eva in Inspirasi
Keahlian Mengelola Uang orang Jepang
Bangsa Jepang percaya pemborosan dan
penyia-nyiaan waktu, tenaga, dan uang
perlu dihindari untuk meningkatkan daya
pengeluaran pada tahap optimal.
PENGELOLAAN JEPANG memberi tekanan pada usaha membangun dan memaksimalkan penggunaan tenaga kerja tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan. Para pekerja tidak hanya diberi pelayanan sewajarnya, tetapi juga dianggap sebagai komponen penting dalam sebuah organisasi. Setiap pandangan dan pendapat para pekerja ikut dipertimbangkan. Para pekerja juga dilibatkan dalam proses membuat keputusan.
Bangsa Jepang percaya pemborosan dan penyia-nyiaan waktu, tenaga, dan uang perlu dihindari untuk meningkatkan daya pengeluaran pada tahap optimal dan memastikan setiap pekerjaan dilakukan sebaik-baiknya. Karena itulah, bangsa Jepang sangat menghargai waktu dan jarang mengobrol saat bekerja. Waktu yang digunakan saat menempuh perjalanan ke tempat kerja mereka gunakan untuk membaca. Tidak heran bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang gemar membaca. Di sana, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat.
Pekerja-pekerja Jepang juga merasa memiliki tanggung jawab pada organisasi dan perusahaa. Jadi, seluruh tenaga dan komitmen mereka dicurahkan untuk kemajuan perusahaan mereka. Masa depan, hidup dan mati mereka adalah bersama-sama dengan perusahaan Aspek kemanusiaan yang ditekankan dalam organisasi Jepang berhasil melahirkan pekerja yang rajin, setia, disiplin, dan tahu menghargai segala hal yang telah diberikan untuk mereka.
Keberhasilan organisasi dan perusahaan Jepang bergantung pada para pekerjanya. Para pekerja memiliki kedudukan istimewa dalam perusahaan. Insentif diberikan pada mereka berdasarkan prestasi, bukan pangkat atau jabatan. Kenaikan pangkat dan jabatan dianggap sebagai suatu pengakuan dan penghargaan bukan sesuatu yang perlu dikejar. Mereka melakukan yang terbaik untuk organisasi dan perusahaan. Hadiah dan bonus berupa kenaikan gaji dan pangkat merupakan perkara kedua.
Satu lagi sifat yang menjadi faktor penting dalam kesuksesan bangsa Jepang adalah sikap mereka yang suka dan pintar menyimpan uang. Dalam hal ini, bangsa Jepang menduduki peringkat kedua setelah bangsa Italia. Menyimpan uang sudah menjadi tradisi bangsa Jepang secara turun menurun. Keadaan geografis negara mereka yang bergunung-gunung dan sering dilanda gempa bumi mengajarkan mereka untuk selalu siap sedia menghadapi segala kemungkinan. Menyimpan uang adalah suatu sifat yang baik dan menjadi salah satu formula penting keberhasilan bangsa yang maju di dunia ini. Selain Jepang, bangsa Cina juga dikenal sebagai bangsa yang pintar menjaga dan mengatur uang. Kemahiran dan sikap hemat dalam mengurus uang adalah jaminan utama sukses keuangan sebuah bangsa di mana saja.
Walaupun Jepang negara yang maju dengan penduduk berpendapatan per kapita tertinggi di dunia, tetapi kehidupan mereka tidak semudah yang dibayangkan. Biaya hidup di Jepang sangat tinggi. Peningkatan biaya pendidikan, pengobatan, sarana hidup, dan penguburan mendorong mereka untuk menabung dan menyimpan pendapatannya untuk kehidupan di hari tua.
Bangsa Jepang tidak suka hidup dengan berlebihan, meski mereka mampu melakukannya. Namun, sikap ini semakin terkikis di kalangan generasi baru. Mereka senang menghabiskan waktu dan uang mereka dengan mencari hiburan dan melancong ke luar negeri. Situasi ini berbeda dengan generasi lama yang hidup dalam kesusahan dan penderitaan, khususnya setelah Perang Dunia II. Golongan ini memasukkan setiap pendapatan mereka ke dalam tabungan. Hal ini jarang dilakukan bangsa lain.
Menurut sebuah penelitian, sejak sepuluh tahun lalu, jumlah tabungan dan simpanan keluarga di Jepang menunjukkan peningkatan berkelanjutan, sehingga mereka mampu membayar utang dalam waktu singkat. Pengelolaan sumber keuangan yang pintar adalah faktor lain yang mendorong kesuksesan ekonomi Jepang. Tabungan yang dibuat di setiap rumah memungkinkan mereka menikmati taraf hidup yang tinggi dibandingkan peningkatan biaya setiap tahun. Jadi, setiap orang Jepang memiliki saham dan kepentingan dalam kesuksesan yang dicapai negaranya.
Berbeda dengan masyarakat Barat yang suka hidup berlebihan dan bersikap acuh tak acuh pada kualitas tugas dan barang yang dihasilkan. Orang Barat suka berbelanja dan membeli barang yang tidak mereka perlukan. Bangsa Jepang hanya membeli barang yang mereka perlukan dan menjalani kehidupan yang sederhana.
Bangsa Jepang tidak suka berutang karena melibatkan harga diri. Kaum barat menjalankan gaya hidup berutang dan menyebabkan timbulnya berbagai masalah sosial dan ekonomi yang serius dalam masyarakatnya. Contohlah bangsa Jepang yang menyimpan uang dan menghindari utang agar sukses dan bahagia dalam hidupnya. Mungkin, fakta ini menjelaskan mengapa kualitas hidup bangsa Jepang lebih tinggi daripada masyarakat di barat dan selatan.
[ Fakta Menarik ]
Sikap yang tidak dimiliki bangsa Jepang :
Suka berutang
Pemborosan dan penyia-nyiaan waktu, tenaga, dan uang
Mengobrol pada waktu bekerja
Sumber: Inspirasi

Macet Merata

Posted: February 21, 2008 by Eva in Pribadi

Hindari 7 Pembunuh Karir Anda

Posted: February 11, 2008 by Eva in Inspirasi

Hindari 7 Pembunuh Karir Anda

Anda pasti baru saja memasukkan kata “karir” dalam daftar resolusi 2008 yang Anda buat sebulan yang lalu. Bagaimana sejauh ini, apakah Anda sudah mengambil langkah-langkah awal untuk mewujudkannya? Apapun yang Anda harapkan dari karir Anda tahun ini, yang pasti merujuk pada perkembangan, kemajuan dan peningkatan ke arah yang lebih baik dan menjanjikan.

Sambil terus melakukan upaya-upaya yang mendukung terpenuhinya harapan-harapan tersebut, Anda juga perlu mengenali faktor-faktor penghambatnya. Dengan mengenalinya sejak dini, akan akan terhindar dari kemungkinan kegagalan yang tidak Anda perhitungkan. Setidaknya ada 7 “dosa” yang harus Anda hindari di tempat kerja. Kalau tidak, 7 hal itu tidak hanya akan menjadi perintang melainkan bahkan juga akan membunuh karir Anda.

1. Bangga

Keberhasilan demi keberhasilan di tempat kerja membuat Anda merasa luar biasa sehingga cenderung mengecilkan fakta bahwa itu semua tak lepas dari dukungan atau pun asistensi orang-orang di sekitar Anda, dan khususnya mereka yang berada di bawah Anda. Anda pun menjadi seorang yang egosentris, dam lambat-laun –mungkin tanpa Anda sadari- mulai meremehkan dukungan orang lain. Kebanggaan pada diri yang berlebihan akan mematikan semangat tim yang hakikatnya dibangun dari bawah dan bisa mempercepat laju karir seseorang. Merasa diri adalah bagian dari kesatuan sebuah tim, akan memberi sukses yang berjangka panjang.

2. Iri Hati

Penghargaan kepada individu diberikan oleh perusahaan berdasarkan prestasi yang dicapai oleh yang bersangkutan. Tapi, Anda selalu mempertanyakan, “Apa dia pantas mendapatkannya?” dan lalu merasa, “Saya lebih pantas.” Perasaan seperti itu bisa merusak dan menjauhkan Anda dari kemampuan untuk fokus pada tugas dan tanggung jawab yang ada di tangan Anda sendiri. Menjadi orang yang selalu mencemburui orang lain di tempat kerja bisa menyabotase harga diri Anda. Dan, harga diri adalah karakteristik penting dari setiap pekerja atau pun eksekutif yang sukses. Daripada iri hati, lebih baik saling bergandeng tangan bahu-membahu, dan itu bisa memotivasi kerja menuju sukses.

3. Marah

Kemarahan perlu dikontrol. Marah tidak memberi keuntungan apapun di tempat kerja. Tak seorang pun akan terbantu kalau Anda marah. Sebaliknya, marah hanya akan merusak reputasi dan citra Anda di mata teman, atasan maupun bawahan. Boleh saja Anda tidak setuju dengan orang lain, dan berusaha untuk melindungi kepentingan Anda akan sebuah pekerjaan atau proyek yang sedang Anda tangani. Dan bagus kalau Anda merasa passionate pada tugas Anda. Namun pelajarilah bagaimana menyalurkan emosi-emosi itu dalam aksi-aksi yang akan menguntungkan Anda di mata orang lain, khususnya tentu di mata atasan. Seorang yang mudah marah jarang sekali mendapatkan promosi kenaikan jabatan karena dinilai akan sulit menginspirasi atau memotivasi orang lain.

4. Berpikir pendek

Selalu ingin “lebih” dan “segera” adalah hasrat yang mendasari setiap usaha untuk mencapai tujuan-tujuan karir. Namun, menyalurkan hasrat itu secara ekstrim, misalnya dengan “menghalalkan segala cara” akan merugikan diri sendiri. Anda jadi kehilangan arah dan kehidupan Anda menjadi tidak seimbang. Jalan menuju sukses menghendaki pendekatan jangka panjang dalam semua aspek pekerjaan. Fokus pada kecepatan dan capaian-capaian jangka pendek hanya baik untuk sesaat, dan ketika dihadapkan pada hal-hal di tahap berikutnya, Anda tidak siap.

5. Mudah puas

Pada sisi lain, mudah puas dan kemalasan tidak memiliki tempat di dunia kerja. Setelah berhasil mencapai satu tahap lalu berhenti dan berharap capaian itu bisa mengantarkan ke sukses berikutnya dalam perjalanan karir adalah mustahil. Lebih-lebih dalam iklim kompetitif dewasa ini, hanya mereka yang terus berproses dan menindaklanjuti pertumbuhannya, dan senantiasai memperbarui kontribusinya yang akan sukses.

6. Ketidakseimbangan

Sejumlah orang bergerak naik terlalu cepat dalam jenjang jabatan perusahaan tapi kemudian berakhir dengan kegagalan. Segala yang berlebihan dan tidak wajar tidaklah bagus –khususnya jika Anda tidak siap dengan tantangannya. Penting untuk memastikan bahwa Anda tidak hanya siap secara profesional untuk mengambil tantangan yang lebih besar, tapi juga kehidupan personal juga mesti disiapkan untuk tuntutan-tuntutan baru tersebut. Mencapai sukses karir sebaiknya tidak mengesampingkan keseimbangan hidup, dan hasrat profesional yang “salah tempat” bisa menciptakan masalah di kemudian hari. (portalhr)

Have a positive day!

Dikutip dari milis inspirasi 

Es Batu Lebih Kotor Ketimbang Air Toilet

Posted: February 1, 2008 by Eva in Kesehatan

Es Batu Lebih Kotor Ketimbang Air Toilet
Anda suka meminum minuman dingin dari restoran siap saji? Mulai sekarang Anda harus berhati-hati karena lewat penelitian telah terbukti es batu yang disediakan restoran fast food mengandung lebih banyak kuman daripada air toilet. Ihh…Anda kerap merasa kurang nyaman menggunakan air yang berada di kamar mandi umum? Tentunya Anda tak bisa menjamin kebersihan air tersebut bukan? Tapi apakah Anda pernah berpikir dari mana asal air yang dibekukan menjadi es batu di restoran siap saji?

Sepertinya Anda harus mengubah anggapan bahwa es batu yang berasal dari restoran siap saji aman untuk dikonsumsi. Sebuah penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa 70% es batu restoran siap saji lebih memiliki banyak kuman dibandingkan air toilet.

Penelitian ini dilakukan oleh seorang anak perempuan yang baru berusia 12 tahun, Jasmine Roberts. Lewat penelitian ini Jasmine berhasil mendapatkan penghargaan proyek sekolah menengah.

Jasmine membuktikan penelitian ini dengan mengambil contoh es batu dan air toilet dari lima restoran siap saji yang berada di wilayah Florida Selatan. Setelah lengkap, ia melakukan pengecekan bakteri dari contoh es batu dan air toilet itu di University of South Florida.

Dari hasil tes positif ditemukan bakteri E.coli yang biasanya terdapat dari sisa air pembuangan yang menyebabkan timbulnya beberapa jenis penyakit.

“Bakteri ini seharusnya tak berada di dalam es batu. Jasmine membantu kita memperingatkan adanya bahaya kesehatan yang bisa disebabkan oleh es batu ini,” ungkap Dr. David Katz komtributor masalah kesehatan ‘Good Morning Amerika’ seperti dilansir detikhot dari ABC News, Senin (27/2/2006).

Baik Jasmin dan Dr. David mengatakan bahwa es batu tersebut dinilai lebih kotor dari air toilet karena mesin es batunya tidak bersih dan orang menggunakan tangan yang kotor untuk mengambil es. Sedangkan air toilet dinilai lebih bersin karena berasal dari sumber air yang telah melalui proses penyaringan
(admin – diambil dari detikHot)

Ada yang nonton acara Investigasi di TransTV kemaren sore (minggu 27 Jan 08). Penyelidikan-penyelidikan yang kadang-kadang membuat saya ber “NAUDZUBILLAH MINDZALIK” berkali-kali. Setelah pengungkapan-pengungkapan peristiwa-peristiwa yang cukup mengagetkan seperti, pemakaian boraks pada beberapa jajanan favorit dipinggir jalan, pemakaian formalin yang berlebihan, pemakaian deterjen pada ikan asin biar keliatan lebih bersih dan putih atau pemakaian pewarna pada ikan kakap putih biar menjadi kakap merah yang di pasaran lebih mahal. (sekali lagi) NAUDZUBILLAH MINDZALIK!Nah tayangan kali ini mengungkap kasus es batu yang banyak digunakan di warung-warung seluruh Jakarta. Es batu ini ternyata berasal dari air sungai ciliwung yang kinclong banget warnanya itu. Pada awalnya mereka menggunakan zat pemutih agar air keliatan lebih jernih. Kemudian dimasukkan kedalam pendingin dan jadilah peti-peti es yang besar dan bening. Awalnya es ini hanya digunakan untuk mengawetkan makanan (ikan, buah dan sayuran) atau mendinginkan minuman botol pada kotak2 yang tidak memiliki sistem refrigerator. Tapi sialnya, para penjaja makanan dan minuman di jakarta (bahkan warung-warung yang besar) menggunakan es ini pada minuman dingin yang mereka jual. Es teh manis, aneka juice, es campur, es doger, dan lainnya yang membuat kita menelan ludah ketika melihat minuman ini kala terik menyengat. HANYA dengan alasan MURAH, OMG!Taukah kalian, setelah tim investigasi TransTV mencoba mengambil sampel secara acak di beberapa penjual yang menggunakan es ini pada aneka minuman, dan kemudian mengetesnya di laboratorium, terbukti dalam es itu mengandung bakteri E-COLI jauh diatas batas normal (10.000 – 20.000 per 100 mL). Dengan kata lain es ini mengandung bakteri hampir setara dengan (maaf) kotoran manusia. Yaikksssss… (saya aja mau muntah ketika menulis tulisan ini)Nah… Masih mau jajan sembarangan??? Emang Home made jauhhhhh lebih enak dan Sehat!!!!  *sebagai tambahan untuk referensi –>