Pemeriksaan Kesehatan Pra Nikah

Posted: July 28, 2009 by Eva in Perempuan

Dimuat di majalah Anggun No.7/II/Agustus 2009

Pernikahan merupakan suatu peristiwa kehidupan yang membahagiakan. Begitu indah dan istimewanya pernikahan bagi calon mempelai, sehingga peristiwa tersebut akan dipersiapkan secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu, sangat dianjurkan kepada calon mempelai untuk memasukkan kegiatan pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan (Medical Check Up Pra Nikah) ke dalam rangkaian persiapan pernikahan. Di kalangan masyarakat Indonesia, pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan belum biasa dilakukan. Menelusuri riwayat kesehatan keluarga, terutama keluarga calon pasangan masih dianggap hal yang tabu. Selain itu, adanya rasa takut dari calon mempelai akan adanya pembatalan pernikahan seandainya dari pemeriksaan ditemukan penyakit atau kelainan tertentu.

Dahulu pemeriksaan check up kesehatan pra nikah dapat menyinggung perasaan besan atau calon mertua, dianggap sebuah pemborosan karena memerlukan biaya lumayan besar, juga dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran acara pernikahan apabila hasil check kesehatan menunjukkan adanya kelainan yang cukup serius pada kesehatannya.

Namun demikian, saat ini di masyarakat kita mulai terdapat kecenderungan bahwa persiapan kesehatan sebelum menikah dimasukkan dalam agenda rangkaian acara pernikahan, sehingga check up pra nikah  menjadi sebuah kebutuhan baru. Menjatuhkan pilihan hidup “jangan seperti membeli kucing dalam karung”,  artinya jangan sampai memilih pasangan hidup namun tidak mengetahui kondisi kesehatan pasangannya. Padahal apabila diketahui sebelumnya masih ada waktu untuk melakukan proses penyembuhan sebelum prosesi pernikahan itu digelar.

Sebenarnya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah memiliki beberapa keuntungan

1.Untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum.

2.Apabila terdapat permasalahan bisa segera ditangani.

3. Secara tidak langsung membantu kesiapan mental calon pasangan

Hampir setiap orang menginginkan kebahagiaan rumah tangga yang akan dijalaninya. Salah satu faktor terpenting yang akan menentukan kebahagiaan sebuah perkawinan adalah kesehatan Anda, karena bila salah satu di antara Anda berdua mempunyai masalah kesehatan, maka kebahagiaan tidak dapat dirasakan seutuhnya.

Menurut WHO (World Health Organization), keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang harmonis, yaitu keluarga yang sehat dalam arti fisik, psikologis, sosial, spritual. Karena itu disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan guna mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Definisi Panel Premarital

(Check Up Kesehatan Pranikah)

Panel premarital merupakan sekumpulan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular, menahun atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin.

Perlukah Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Premarital ?

Sangat Perlu. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah sebenarnya anda dan pasangan telah melakukan tindakan preventif terutama terhadap kemungkinan adanya masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan genetika (keturunan) masing-masing.

Dengan mengetahui sedini mungkin kondisi masing-masing maka tentu akan lebih mudah bagi Anda dalam upaya melakukan pencegahan yang mungkin bisa menyebabkan keguguran atau malah kelainan bagi keturunan Anda.

Apa Saja yang Perlu Diperiksa ?

Keadaan kesehatan Anda berdua secara umum.

Penyakit Kencing Manis (Diabetes Melitus) dapat mempengaruhi kehamilan dan bersifat menurun.

Hepatitis B menjadi masalah kesehatan yang serius, baik bagi penderitanya maupun bagi keluarganya.

Penyakit-penyakit keturunan yang lain seperti thalassemia (penyakit keturunan di mana sel darah merah mudah rusak), hemofilia (penyakit gangguan pembekuan darah).

Kedua penyakit itu bisa diturunkan melalui pernikahan dengan pengidapnya atau mereka yang bersifat pembawa (carrier).

Ketidakcocokan golongan darah Rhesus dapat membahayakan bayi yang Anda lahirkan. Penduduk Indonesia hampir 100% bergolongan darah rhesus positif, sedangkan orang kulit putih banyak mempunyai rhesus negatif. Apabila ibu yang rhesus negatif hamil dari suami yang mempunyai rhesus positif, akan terjadi ketidakcocokan darah (inkompatibilitas), terutama setelah anak yang pertama.

Ada tidaknya Penyakit Akibat Hubungan Seksual (PMS). Sebagian besar PMS termasuk sifilis, herpes, dan gonorrhea bisa mengakibatkan terjadinya kecacatan pada janin. Bila salah satu pasangan sebelumnya terdeteksi pernah melakukan seks bebas, sebaiknya kedua pasangan melakukan pemeriksaan terhadap penyakit-penyakit ini guna memastikan apakah sudah benar-benar sembuh sebelum melangsungkan pernikahan.

Kapan Harus Dilakukan Pemeriksaan Kesehatan ?

Tidak ada kepastian yang ketat soal waktu. Akan tetapi idealnya, pemeriksaan kesehatan pranikah dilakukan enam bulan sebelum dilangsungkan pernikahan. Pertimbangannya, jika ada sesuatu masalah pada hasil pemeriksaan kesehatan kedua calon mempelai, masih ada cukup waktu untuk konseling atau pengobatan terhadap penyakit yang diderita.

Ukuran waktu itu pun fleksibel. Artinya, pemeriksaan kesehatan pranikah dapat dilakukan kapan pun selama pernikahan belum berlangsung.

Panel Premarital

  1. Hematologi Rutin Manfaat :

–       Mengetahui kelainan hematologi (termasuk thalassemia, anemia dan leukemia) di mana diduga ada kelainan jumlah dan fungsi sel darah

–       Mengetahui kelainan sistemik (hati dan ginjal) yang dapat mempengaruhi sel darah baik bentuk dan fungsinya

–       Membantu diagnosis penyakit infeksi dengan melihat kenaikan atau penurunan jumlah leukosit serta hitung jenisnya

–       Mendeteksi penyakit perdarahan yang menunjukkan kelainan faal hemostatis

  1. Urine Rutin Manfaat :

Mendiagnosis dan memantau kelainan ginjal atau saluran kemih dan  m enemukan penyakit metabolik atau sistemik

  1. Golongan Darah (A, B, O) dan Rhesus Manfaat :

Untuk menentukan golongan darah sebelum melakukan transfusi

Melindungi ibu atau pasien yang melakukan operasi obstetrik atau pendarahan lainnya

  1. Glukosa Puasa Manfaat :

Untuk mendiagnosis dan pemantauan pengobatan diabetes mellitus

Dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu, seperti asidosis (keadaan di mana darah mengandung terlalu banyak asam), ketosis, dehidrasi dan koma

5. HbsAg Manfaat :

Mengetahui ada tidaknya infeksi virus hepatitis B, diagnosis hepatitis B

Skrining donor darah

Skrining pravaksinasi

Memantau clearance virus

6.VDRL/RPRManfaat :
Untuk menentukan sipilis dan untuk mendeteksi antibodi terhadap kardiolipin,
kolesterol dan lesitin

7. Gambaran Darah Tepi Manfaat:

Menunjukkan adanya proses hemolitik. Merupakan salah satu pemeriksaan untuk uji
saring thalassemia

8. Anti Rubella IgG, Anti Toxoplasma IgG, Anti-CMV IgG Manfaat :
Untuk mendeteksi infeksi Rubella, infeksi Toxoplasma dan infeksi Cytomegalovirus

PANEL PREMARITAL

Hematologi Rutin Urine Rutin Golongan Darah (A, B, O) dan Rhesus Glukosa Puasa
HbsAg VDRL/RPR Gambaran Darah Tepi Anti Rubella IgG, Anti Toxoplasma IgG, Anti-CMV IgG (khusus perempuan)

Dengan menjalani kesehatan pranikah, bukan berarti Anda meragukan pasangan Anda, Bukankah pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan?

Eva Rohilah

Advertisements
Comments
  1. zety says:

    penting juga tuch, tapi kemungkinan akan berdampak ganda yaitu bermanfaat dan mudarat. maksudnya hasil chek up sangat menentukan berlangsung tidaknya pernikahan tersebut ke depan karena tidak semua orang bisa menerima dan berbesar hati untuk menerima apapun hasilnya kemudian,bisa-bisa itu akan menjadi tombak yang akan menghancurkan rencana pernikahan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s