Archive for February, 2012

18 Kebiasan Buruk Mengelola Keuangan

Posted: February 23, 2012 by Eva in Ekonomi Bisnis

18 Kebiasan Buruk yang Membuat Anda Susah Kaya

Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – Uang sering membuat orang pusing dari waktu ke waktu. Beberapa orang berusaha melakukan hal yang bisa membuat uang semakin berharga, namun beberapa orang justru malah membiarkan uangnya hilang begitu saja. Salah satunya adalah dengan melakukan beberapa hal tidak menguntungkan, seperti pemborosan dan tidak pernah menabung atau berinvestasi. Hal-hal percuma seperti ini yang membuat orang tidak sadar kalau kekayaannya akan lenyap dalam waktu singkat.

Berikut ini beberapa hal yang harus anda hindari atau berhenti lakukan jika sudah terjadi, karena bisa mengancam kesehatan finansial anda, seperti dikutip dari freefrombroke. com, Kamis (15/2/2012).

1. Tidak punya anggaran

Tidak punya anggaran sama sekali bisa berbahaya bagi kondisi finansial anda. Jangan sampai anda memutuskan untuk “pakai saja dulu uangnya, baru nanti kita hitung di akhir bulan.”

2. Tidak punya gambaran untuk pengeluaran bulanan

Belum punya catatan anggaran, setidaknya anda harus punya perkiraaan biaya pengeluaran per bulan. Gambaran dan catatan pengeluaran itu perlu karena akan ada beberapa biaya yang sering tanpa sadar anda keluarkan.

3. Tidak punya investasi yang menghasilkan

Anda bisa mengucapkan selamat tinggal kepada kondisi finansial anda karena akan segera mati jika tidak punya satu pun investasi yang menguntungkan, minimal yang bisa menghasilkan uang meski hanya sedikit. Jangan pakai internet hanya untuk belanja online, tapi juga cari informasi mengenai instrumen investasi, dan berinvestasilah!

4. Tidak menyadari perkembangan ekonomi terkini

Meski mereka mendewakan uang (untuk dihambur-hamburkan), orang yang boros tidak akan tahu mengenai perkembangan ekonomi terakhir. Eropa krisis, oh? Indonesia masuk investment grade, apa itu? Barulah setelah uangnya habis, mereka sadar bahwa kelakuannya sia-sia.

5. Tidak menikmati karirnya tapi diam saja

Jika anda tidak suka dengan karir yang anda jalani, jangan diam saja, masih banyak pilihan karir di luar sana yang siap anda garap. Jika diteruskan, selain tidak produktif juga tidak membuat anda nyaman dalam mencari uang.

6. Tidak punya prioritas dalam finansial

Tentu saja, hal pertama yang dia lihat akan dia beli untuk orang-orang yang suka boros. Mereka tidak punya prioritas dalam hidupnya, bahkan untuk menabung sekalipun.

7. Sering ganti-ganti mobil

Membeli mobil, baik itu kredit atau tunai sebaiknya dilakukan dengan rencana jangka panjang. Jangan sampai, anda cuma membeli mobil dengan perkiraan kalau anda bosan tinggal beli lagi. Jangan biarkan perasaan gengsi anda menang dalam posisi seperti ini. Tak usah sombong karena tidak bagus secara finansial.

8. Tidak merawat barang

Orang yang boros tidak hanya karena sering menghamburkan uang, tidak menghargai barang yang dibeli pakai uang termasuk pemborosan. Bahkan, orang yang malas merawat barang biasanya tidak mau memperbaiki sesuatu jika rusak, tapi memilih untuk beli yang baru. Itulah kenapa biasanya mereka punya mobil baru, komputer baru, handphone baru.

9. Membeli TV layar datar berukuran raksasa

Semua orang pasti ingin tv raksasa di rumah supaya bisa merasa punya bioskop pribadi. Tapi, kalau anda berpikir jernih, uangnya bisa dipakai untuk keperluan lain. Tak perlu memaksakan diri sampai mencicil segala. Memangnya tidak ada layar datar yang berukuran lebih kecil? Dan bukankah tv tabung juga masih tersedia? Atau anda merasa ketinggalan jaman dengan tv model lama?

10. Langganan TV Kabel Premium

Siapa yang tidak suka dengan acara-acara HBO atau Fox? Sah-sah saja jika anda ingin berlangganan channel tersebut, tapi jangan sampai anda ingin berlangganan seluruh channel yang disediakan oleh operator kabel. Bahkan, mereka akan memaksa anda berlangganan secara paket karena lebih murah, padahal tidak. Akui saja, tidak mungkin semua channel lainnya anda tonton juga setiap hari. Alangkah sayangnya jika anda menghabiskan Rp 1 juta sebulan hanya untuk tv berlangganan.

11. TV di setiap ruangan

Setelah punya tv raksasa dan TV berlangganan yang cukup mahal, anda masih ingin menikmati semua salurannya di setiap ruangan, maka anda memutuskan membeli TV untuk disimpan di tiap sudut rumah. Anda pasti senang menonton TV sampai tidak rela untuk ketinggalan setiap acaranya.

12. Sering makan di luar

Selain tidak sehat bagi tubuh, sering makan di luar juga membahayakan kesehatan finansial anda. Jangan sampai anda terbiasa disajikan makanan oleh orang lain padahal anda atau istri anda bisa menyiakan sendiri, dengan harga yang lebih murah.

13. Berganti-ganti ponsel

Sudah jelas, sering berganti-ganti ponsel (apalagi mengejar tren model terbaru) adalah pemborosan nomor wahid. Jika dipikir baik-baik, harga produk elektronik yang sudah dibeli tidak pernah naik, berbeda dengan rumah atau tanah. Nilai barang yang anda beli akan berkurang seiring waktu. Anda akan sangat rugi kalau mencicil ponsel, begitu lunas, nilai sebenarnya sudah jauh berkurang dari harga awal. Biasanya, orang-orang seperti ini selalu mengaku tidak rugi karena mendapat kepuasan dari gonta-ganti ponsel.

14. Tidak pernah berolahraga

Apa hubungannya berolahraga dengan kondisi keuangan? Banyak. Tubuh yang sehat adalah aset yang harus dijaga baik-baik. Semakin anda sehat, semakin banyak kesempatan mencari uang. Jika anda sakit-sakitan, selain susah mencari uang juga anda harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya perawatan.

15. Sering belanja baru bermerek terkenal

Pakaian terbaru dengan merek terkenal selalu menjadi musuh finansial anda. Jangan sampai tergoda dan terjebak untuk membelinya kecuali anda benar-benar butuh. Anda butuh merek? Mungkin saja, untuk mereka yang ingin dipandang oleh orang lain. Sesuaikan merek dengan kebutuhan.

16. Banyak beli hadiah untuk hari raya

Pernah dengar cerita orang yang terjerat utang kartu kredit hanya gara-gara lebaran kemarin terlalu banyak membeli barang untuk dibagi-bagi keluarga dan tetangga di kampung? Berbagi itu indah dan menghubungkan tali silaturahmi, tapi bukan berarti anda harus berkorban begitu banyak bukan?

17. Upgrade komputer setiap tahun

Orang yang boros senang mengganti-ganti komponen komputer sesering bayi mengganti popok. Mereka selalu punya alasan untuk membeli komponen baru setiap beberapa bulan sekali. Ya anda betul, komputernya bahkan tidak dipakai untuk membantu pekerjaan.

18. Punya banyak gadget

Punya banyak alat-alat elektronik (gadget) yang terkadang dengan fungsi yang sama. Ingin dengar musik, punya iPod atau MP3 player. Ingin main game, punya iPod Touch atau Sony Playstation Portable (PSP). Ingin berselancar di internet, punya iPad atau Samsung Galaxy Tab. Ingin baca buku, punya Kindle atau Kobo eReader. Kalau dipikir-pikir, semua fungsi tersebut bisa ditemukan di satu ponsel pintar saja.

Kesimpulan:

Kebiasan-kebiasaan seperti ini merupakan kabar buruk bagi kondisi finansial anda. Jika setelah membaca ini anda menemukan poin yang ternyata pernah anda lakukan, evaluasi kembali dan lakukan perubahan positif dalam hidup anda.

Dikutip dari detik.com http://finance. detik.com/ read/2012/ 02/17/071558/ 1844709/

479/

Jalan-jalan ke Hotel Horison Bandung

Posted: February 22, 2012 by Eva in Jalan-jalan

Pada hari Kamis 16 Februari 2012 saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke Bandung acara kantor, tepatnya saya menginap di Hotel Horison Bandung. Berangkat dari Gedung Anugerah Kalibata pukul 14.00 siang. Perjalanan ke Bandung kali ini naik travel Xtrans yang kantornya di Gedung Anugerah Pancoran. Harga tiket Jakarta Bandung cukup terjangkau yaitu Rp.70.000,. Ada lima penumpang di dalam travel, kami pun melalui jalan Gatot Subroto kemudian terus berjalan hingga melewati tol Cipularang.

Tidak seperti biasanya, travel Jakarta-Bandung singgah di rest area, tapi kali ini supirnya ngebut ditambah cuaca hujan yang sangat deras. Saya duduk di jok paling belakang karena kosong sehingga lebih leluasa. Supir Xtrans tidak berhenti di rest area, sehingga saya harus nahan pipis sepanjang perjalanan setibanya keluar dari tol pasteur. Hujan lebat dan banjir membuat Bandung sore itu macet. Saya naik taxi Blue Bird dari keluar tol pasteur menuju hotel Horison di Jl. Pelajar Pejuang ’45 no. 121, Buah Batu, Bandung.

Sesampainya di Hotel saya langsung nyari toilet dan check in. Karena lama di perjalanan saya ada waktu dari jam 5 sampai jam 7 untuk beristirahat sebelum acara di mulai. Seperti hotel pada umumnya, kamar hotelnya juga nyaman. Ada dua buah tempat tidur dan sepasang kursi serta televisi sambil tiduran saya melihat berita dan membaringkan tubuh saya menghilangkan penat.

Setelah kegiatan selesai, Jumat sore jam 3 saya pulang kembali ke Jakarta. Tapi pulangngya tidak lewat Jakarta, melainkan berhenti di Brasco fatmawati karena lebih dekat ke Pamulang rumah saya. Tadinya saya mau mengejar travel jam 3 tapi gak keburu, sehingga saya naik travel yang jam 5, sehingga pukul 16.00 saya sudah tiba di Travel Cipaganti Buah Batu. Sebelum pulang saya sempatkan diri berfoto di depan Hotel Horison

Dari hotel saya naik Taxi dan cukup mahal juga bayarnya karena jaraknya dekat tapi bayarnya 40.000,-. Tidak jauh dari Hotel saya singgah di outlet Kartika Sari, wah ternyata gede sekali outletnya dan makanannya juga lengkap. Saya memesan bolen pisang keju dan kripik jamur pesenan mas Arif.

Setelah belanja oleh-oleh, saya langsung menuju shettle travel Cipaganti di Buah Batu. Sesampainya di sana tiba-tiba badan saya kurang begitu sehat saya ke warung beli air mineral dan tiba-tiba saya muntah. Wah saya panik dan menghubungi mas Arif, dia menyarankan supaya saya pulang besok saja, tapi saya sudah terlanjur beli tiket dan dengan segala daya upaya saya bertahan hingga kendaraan yang membawa saya datang. Sekitar pukul 17.05 kendaraan yang datang adalah bis, karena kata petugas travel besok dari Jakarta akan membawa rombongan ke Bandung, sehingga tidak seperti biasanya sore ini naik bis ke Jakarta tujuan Brasco fatmawati. Karena naik bis, biaya pun lebih murah hanya Rp.60.000.

Sesampainya di Cipaganti waktu udah menunjukkan pukul 20.00 lebih, cuaca hujan deras juga. Saya mencari Taxi Ekspress untuk bisa segera sampai rumah. Saya sudah tidak sabar ingin segera sampai rumah, kangen ama mas Arif dan kangen ama rumahku yang kutinggal dua hari. Taxi dari Fatmawati ke Pamulang Elok Rp.55.000. Alhamdulilah sekitar pukul 21.30 saya sampai di rumah dengan selamat dan langsung istirahat.

Silaturahmi dengan Rektor UMJ Masyitoh Chusnan

Posted: February 22, 2012 by Eva in Perempuan

Pada hari Rabu, 15 Februari 2012, saya ada kesempatan untuk bersilaturahmi dengan rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof. Dr.Hj. Masyitoh Chusnan. Sebelum datang ke kantornya saya agak sedikit lapar dan mampir ke kantin UMJ di dekat ruang rekrotat memesan mie yamin dan es teh manis. Gak nyangka, saya baru sekali ini makan mie yamin dan ternyata enak banget jadi pengen lagi :). Mie seharga enam ribu ini kecap dan mericanya sangat terasa, sehingga aku langsung melahapnya.

Mie Yamin

Mie Yamin

Karena waktu masih setengah dua, saya ada waktu untuk jalan-jalan ke pasca sarjana yang tidak jauh berada dari sebelah kiri kantin dengan jalan yang agak sedikit naik. Saya masuk ke ruang informasi dan melihat-lihat serta menanyakan program S-2 untuk Pendidikan Islam dan Komunikasi, harganya cukup murah dan terjangkau, sayangnya saya disarankan oleh dokter saya untuk tidak melanjutkan kuliah saya, jadi saya pun mengurungkan niat saya untuk bertanya lebih mendalam.

Setelah pukul dua kurang sedikit saya baru melangkahkan kaki ke ruang rektorat, rupanya Bu Masyitoh baru selesai rapat dan saya harus menunggu terlebih dahulu. Sama sekretarisnya saya dipersilahkan untuk makan siang, tapi saya menolaknya karena baru saya makan mie yamin. Setelah menunggu selama kurang lebih 10 menit saya dipanggil ke ruang rektorat dan saya pun mengobrol dengannya.

Banyak hal yang di ceritakan berkaitan dengan sepak terjang Aisyiah dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. Namun justru menurut saya, yang paling menarik adalah di akhir cerita saat Bu Masyitoh menceritakan pengalaman pribadinya dan rahasia sukses sebagai perempuan yang menjadi pucuk pimpinan sebuah universitas selama dua periode dan mendidik anak-anaknya hingga sukses. Ia banyak menceritakan dukungan suaminya yang telah melatih dia untuk senantiasa mandiri dan membantu tugas-tugasnya sebagai rektor sekaligus pengurus PP Aisyiah. Dari mulai ia mendampingi suaminya yang pernah menjadi Dirjen di Depsos hingga usahanya untuk bisa menyetir sendiri mobilnya agar ia bisa aktif ke mana-mana. Kuncinya kata Bu Masyitoh dalam membina karir dan rumah tangga adalah saling mendukung dan saling pengertian. Bersilaturahmi dan berdiskusi dengannya sangat menarik, banyak wawasan yang saya dapatkan dan semangat ibu empat anak ini. Alhamdulilah saya diberi kesempatan dan mudah-mudahan suatu waktu bisa bertemu lagi.

Ini adalah resensi film pertamaku yang dimuat di media online, http://www.ghiboo.com.

The Iron Lady
Judul Film : The Iron Lady
Sutradara : SuPhylida Lloyd
Pemain : Meryl Streep, Jim Broadbent, Harry Lloyd, Olivia Colman, Alexandra Roach, Anthony Head
Produser : Damian Jones
Rilis : 6 Januari 2012
Make Up : Mark Coulier dan J. Roy Helland

Ghiboo.com – Semua orang tahu, mantan perdana menteri Inggris Margaret Tatcher adalah perempuan tangguh yang menjabat selama tiga periode dari partai konservatif.

Namun, tahukah Anda pengorbanan besar suami dan keluarganya saat beliau menjabat, dan kenapa perempuan yang memiliki nama asli Margareth Hilda Roberts ini selalu mengapa mengenakan mutiara kembar di beberapa penampilannya di depan publik?

Anda akan menemukan jawabannya dalam film The Iron Lady yang diperankan dengan baik oleh Meryl Streep besutan sutradara SuPhylida Llyod.

Diawali dengan kondisi terkini Margaret Tatcher saat ia mendatangani buku biografinya di usianya yang sudah semakin tua, saat itulah ia mulai mengenang beberapa penggal kehidupannya di mulai saat ia masih remaja dan diperankan dengan baik oleh Margaret muda (Alexandra Roach).

Saat itu ia sering mendapat olokan dari teman-temannya karena Margaret muda hanyalah seorang penjaga toko kelontong milik keluarganya. Kenangan terhadap ayahnya digambarkan saat ia merasakan kegembiraan yang luar biasa ketika diterima di Oxford University, kemudian setelah lulus dan bekerja ia bertemu dengan seorang Denis Tatcher muda (Harry Lloyd) seorang pengusaha.

Kehidupan bersama Margaret, Denis dan kedua anaknya hanya ditampilkan sepintas saja karena film ini langsung beranjak ke masa-masa Margaret menjadi anggota parlemen dan menteri pendidikan Inggris.

Masa-masa awal kepemimpinannya menuai banyak kontroversi, namun setelah beberapa kebijakan populernya tentang perdamaian, kesejahteraan dan hidup dalam harmoni yang selalu ia dengungkan merubah semua pandangan rakyat Inggris.

Berbagai keberhasilan Margaret Tatcher di sampaikan dengan baik dalam film ini bahkan sindirannya kepada politisi sekarang yang menurutnya hanya sekedar mencari nama atau pencitraan bukan benar-benar bekerja untuk negara. Dalam hal ini aspek kepemimpinan Margaret Tatcher sangat menonjol meskipun ia dikenal tidak mau kompromi.

Aksen Inggris Meryl Streep menirukan gaya bicara Margaret Tatcher nyaris sempurna, ketegasan dan kelembutan Tatcher diperankan dengan penuh penjiwaan. Acungan jempol yang luar biasa, sepertinya harus diberikan kepada Mark Coulier dan J. Roy Helland yang menjadi make up artis dalam film ini, mereka bisa menampilkan ciri khas Tatcher dengan baik, dalam hal berpakaian, model rambut dan gaya tas tangan yang dijinjingnya.

Dalam film yang berdurasi 105 menit ini, sangat terlihat peranan Denis Tatcher yang selalu mengingatkan Margaret beberapa hal berkaitan dengan kebiasaannya seperti jangan tidur terlalu larut, jangan terlalu banyak minum dan menghibur Tatcher di tengah kesibukannya sebagai perdana menteri. Sosok Denis yang mendukung penuh karir Margaret, juga terlihat saat ia mengundurkan diri setelah 11,5 tahun menjabat .

Karena peranan suaminya yang besar, Denis yang sudah meninggal dunia pada 2003 karena kanker selalu muncul dalam halusinasi Margaret Tatcher saat ini, ketika ia sendiri maupun saat tidur. Anaknya pertamanya Mark menetap di Afrika Selatan, sedangkan Carol tinggal tidak serumah dan sesekali ia datang ke rumahnya saat ini. Sehingga di masa tuanya ia tinggal di rumah sendiri, bersama seorang sekretaris yang mengurusi berbagai kebutuhannya.

Kebahagian dan keharuan mengaduk-aduk perasaan penonton yang menyaksikan film yang dimana Meryl Streep meraih anugerah Golden Globe atas perannya di film ini, Margaret terlihat sedih, namun tetap tegar saat ia merelakan kepergian suaminya yang pergi dengan busana lengkap namun tanpa alas kaki (sepatu).

Film ini sangat menginspirasi terutama bagi perempuan yang bekerja, politisi perempuan atau perempuan pengambil kebijakan, serta bagi kaum laki-laki. Meskipun film ini menuai protes dari penulis biografi Margaret Tatcher dan pemerintah Inggris, tapi film ini bagus ditonton untuk menghabiskan akhir pekan Anda bersama keluarga.

Eva Rohilah

Bisa dibuka juga di

Sekedar Berbagi Kebahagiaan

Posted: February 14, 2012 by Eva in Pribadi

~dan…kebahagiaan akan berlipat ganda
jika dibagi dengan orang lain~
(Paulo Coelho dalam novel “Di Tepi Sungai Piedra)”

Belakangan aku merasa ada yang rese ama blog aku jadi aku ganti nama saja dari bintanglaut, menjadi evarohilah.wordpress.com dan berharap orang tersebut tidak membuka blog aku lagi. Sesungguhnya aku menulis blog ini bukan ajang untuk menyombongkan diri, tapi hanya sekedar berbagi kebahagiaan dan kesedihan yang aku alami, sejak 2007 aku menulis blog ini memang tidak banyak orang tahu, karena aku bukanlah siapa-siapa, aku hanya perempuan biasa yang suka menulis itu saja.

Keinginanku untuk menulis di blog juga tidak rutin, sesempatnya ada waktu saja kalau sedang tidak ada pekerjaan, bukan semua hal aku tulis di sini, yang ringan-ringan dan menulisnya juga kalau sedang mood. Bahkan pada saat aku sakit tahun 2008 pernah setahun lebih aku tidak menulis blog. Jadi sesuai dengan ucapan Paulo Coelho kalau kebahagiaan itu akan berlipat ganda jika di bagi dengan orang lain.

Kalau kita berbahagia sendiri, maka tidak banyak yang akan kita dapat. Kebahagiaan berbeda dengan kesedihan. Kesedihan jika dibagikan (berbagi kesedihan), maka kesedihan itu akan berkurang. Akan tetapi kebahagiaan jika dibagikan (berbagi kebahagiaan), maka kebahagiaan itu akan bertambah. Kebahagiaan kalau dibagikan akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.

Jadi mohon maaf jika ada yang mengatakan bahwa blog saya kesannya sombong, ya terserah itu pendapat subjektif pembaca, ada kalanya orang yang mengatakan bahwa orang lain sombong bisa juga itu dia iri, semoga kita semua terhindar dari sikap iri hati, sombong, dan tinggi hati. Semoga kita senantiasa tawadhu, karena apa yang kita miliki hanya milik Allah SWT.

Resensi Buku

Judul Buku : Pendidikan Karakter Berbasis Sastra (Solusi Pendidikan Moral yang Efektif)
Penulis : Rohinah M.Noor
Penerbit : Ar-Ruzz Media
Editor : Nur Hidayah
Tebal : 176 Halaman
Cetakan : I, 2011
ISBN : 978-979-25-4857-0
Harga : Rp 35.000


Membangun Karakter Bangsa Melalui Karya Sastra

Karya sastra selain penting untuk penanaman nilai dan karakter, juga bisa merangsang imajinasi kreativitas anak didik dalam berpikir kritis melalui rasa penasaran akan jalan cerita dan metafora yang terdapat di dalamnya.
———-
Sastra berhubungan erat dengan kebudayaan. Sebab, karya sastra merupakan hasil kreasi dari seorang sastrawan yang terkait dengan tata kehidupan masyarakatnya. Sastra berada dalam hubungan antara kebebasan berkreasi pengarang dan lingkungan sosialnya, yang di dalamnya terdapat etika, norma, dan kepentingan ideologis, bahkan juga doktrin agama.

Hubungan tersebut menunjukkan bahwa karya sastra mempunyai kesempatan untuk menjadi sarana pengubah kondisi sosial masyarakat. Umar bin Khattab pernah berwasiat: “Ajarilah anak-anakmu sastra, karena sastra membuat anak pengecut menjadi jujur dan pemberani.”
Buku bersampul kuning gading ini mencoba mengupas hubungan antara sastra, agama, dan revolusi sosial. Buku yang ditulis Rohinah M.Noor, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta ini terdiri dari enam bab. Bab I membahas tentang hubungan sastra, agama, dan revolusi sosial. Bab II mengupas tentang fungsi sastra dalam membentuk kepribadian, dan Bab III menjabarkan tentang pembinaan karakter anak sejak usia dini berbasis sastra anak. Di Bab IV, Rohinah M Noor yang menyelesaikan S-2 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini membahas tentang kritik pendidikan sastra di sekolah. Sedangkan Bab V berisi tentang perbandingan pendidikan sastra dengan negara lain.

Rohinah ingin menjabarkan fungsi sastra dalam membangun karakter pendidikan. Dijelaskan bahwa baik buruknya nasib pendidikan menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Rohinah menegaskan bahwa segenap elemen bangsa perlu melakukan perbaikan dengan berbenah diri memutus mata rantai warisan negatif dari desain pendidikan lama.

Warisan sosial negatif tersebut antara lain adalah mentalitas berpangku tangan dan hanya menunggu belas kasihan orang, bahkan menyalahgunakan wewenang dan jabatan. Selain itu adanya budaya menerabas, dan tidak adanya kemandirian, membuat bangsa ini rela menghambakan diri untuk penguasa dengan segala cara.
Melalui pelajaran sastra, mentalitas negatif tadi akan tereduksi. Pelajaran sastra akan membantu anak-anak memahami hidup. Ungkapan jiwa, nuansa kehidupan, keindahan, semuanya tercipta dalam sastra. Anak-anak dapat mengembangkan pemikirannya serta talenta dalam menulis sehingga dapat memaknai hidup. Melalui sastra pula, anak-anak dapat menemukan berbagai kemampuan yang mereka miliki.

Menurut Rohinah, Nilai-nilai yang terkandung di dalam karya sastra akan diterima anak didik dan secara perlahan akan merekonstruksi sikap dan kepribadian mereka. Karya sastra selain penting untuk penanaman nilai dan karakter, juga bisa merangsang imajinasi kreativitas anak dalam berpikir kritis melalui rasa penasaran akan jalan cerita dan metafora yang terdapat di dalamnya.

Model apresiasi sastra yang memadai tentunya akan menciptakan output pendidikan yang lebih arif dan bijak. Sastra tidak hanya semata berperan dalam penanaman pondasi keluhuran budi pekerti, tetapi juga memiliki andil dalam pembentukan karakter sejak dini. Melalui pergulatan dan pertemuan intensif dengan teks-teks sastra, anak-anak akan mendapatkan bekal pengetahuan yang mendalam tentang manusia, hidup, dan kehidupan serta berbagai kompleksitas problematika dimensi hidup.
Di tengah gencarnya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional, menanamkan pendidikan karakter, buku ini wajib menjadi referensi, mengingat betapa pentingnya peran sastra dalam pembentukan karakter anak. Buku ini memberikan inspirasi sekaligus kontribusi yang berharga bagi para pendidik, orangtua, maupun masyarakat yang peduli terhadap genarasi penerus masa depan bangsa Indonesia.

Eva Rohilah
Dimuat di Majalah Guru, Badan Pengembangan Sumber daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan