Membangun Karakter Bangsa Melalui Karya Sastra

Posted: February 8, 2012 by Eva in Buku dan Media

Resensi Buku

Judul Buku : Pendidikan Karakter Berbasis Sastra (Solusi Pendidikan Moral yang Efektif)
Penulis : Rohinah M.Noor
Penerbit : Ar-Ruzz Media
Editor : Nur Hidayah
Tebal : 176 Halaman
Cetakan : I, 2011
ISBN : 978-979-25-4857-0
Harga : Rp 35.000


Membangun Karakter Bangsa Melalui Karya Sastra

Karya sastra selain penting untuk penanaman nilai dan karakter, juga bisa merangsang imajinasi kreativitas anak didik dalam berpikir kritis melalui rasa penasaran akan jalan cerita dan metafora yang terdapat di dalamnya.
———-
Sastra berhubungan erat dengan kebudayaan. Sebab, karya sastra merupakan hasil kreasi dari seorang sastrawan yang terkait dengan tata kehidupan masyarakatnya. Sastra berada dalam hubungan antara kebebasan berkreasi pengarang dan lingkungan sosialnya, yang di dalamnya terdapat etika, norma, dan kepentingan ideologis, bahkan juga doktrin agama.

Hubungan tersebut menunjukkan bahwa karya sastra mempunyai kesempatan untuk menjadi sarana pengubah kondisi sosial masyarakat. Umar bin Khattab pernah berwasiat: “Ajarilah anak-anakmu sastra, karena sastra membuat anak pengecut menjadi jujur dan pemberani.”
Buku bersampul kuning gading ini mencoba mengupas hubungan antara sastra, agama, dan revolusi sosial. Buku yang ditulis Rohinah M.Noor, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta ini terdiri dari enam bab. Bab I membahas tentang hubungan sastra, agama, dan revolusi sosial. Bab II mengupas tentang fungsi sastra dalam membentuk kepribadian, dan Bab III menjabarkan tentang pembinaan karakter anak sejak usia dini berbasis sastra anak. Di Bab IV, Rohinah M Noor yang menyelesaikan S-2 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini membahas tentang kritik pendidikan sastra di sekolah. Sedangkan Bab V berisi tentang perbandingan pendidikan sastra dengan negara lain.

Rohinah ingin menjabarkan fungsi sastra dalam membangun karakter pendidikan. Dijelaskan bahwa baik buruknya nasib pendidikan menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Rohinah menegaskan bahwa segenap elemen bangsa perlu melakukan perbaikan dengan berbenah diri memutus mata rantai warisan negatif dari desain pendidikan lama.

Warisan sosial negatif tersebut antara lain adalah mentalitas berpangku tangan dan hanya menunggu belas kasihan orang, bahkan menyalahgunakan wewenang dan jabatan. Selain itu adanya budaya menerabas, dan tidak adanya kemandirian, membuat bangsa ini rela menghambakan diri untuk penguasa dengan segala cara.
Melalui pelajaran sastra, mentalitas negatif tadi akan tereduksi. Pelajaran sastra akan membantu anak-anak memahami hidup. Ungkapan jiwa, nuansa kehidupan, keindahan, semuanya tercipta dalam sastra. Anak-anak dapat mengembangkan pemikirannya serta talenta dalam menulis sehingga dapat memaknai hidup. Melalui sastra pula, anak-anak dapat menemukan berbagai kemampuan yang mereka miliki.

Menurut Rohinah, Nilai-nilai yang terkandung di dalam karya sastra akan diterima anak didik dan secara perlahan akan merekonstruksi sikap dan kepribadian mereka. Karya sastra selain penting untuk penanaman nilai dan karakter, juga bisa merangsang imajinasi kreativitas anak dalam berpikir kritis melalui rasa penasaran akan jalan cerita dan metafora yang terdapat di dalamnya.

Model apresiasi sastra yang memadai tentunya akan menciptakan output pendidikan yang lebih arif dan bijak. Sastra tidak hanya semata berperan dalam penanaman pondasi keluhuran budi pekerti, tetapi juga memiliki andil dalam pembentukan karakter sejak dini. Melalui pergulatan dan pertemuan intensif dengan teks-teks sastra, anak-anak akan mendapatkan bekal pengetahuan yang mendalam tentang manusia, hidup, dan kehidupan serta berbagai kompleksitas problematika dimensi hidup.
Di tengah gencarnya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional, menanamkan pendidikan karakter, buku ini wajib menjadi referensi, mengingat betapa pentingnya peran sastra dalam pembentukan karakter anak. Buku ini memberikan inspirasi sekaligus kontribusi yang berharga bagi para pendidik, orangtua, maupun masyarakat yang peduli terhadap genarasi penerus masa depan bangsa Indonesia.

Eva Rohilah
Dimuat di Majalah Guru, Badan Pengembangan Sumber daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Advertisements
Comments
  1. Arik says:

    terima kasih atas bukunya, saya cukup terbantu untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s