Menguak Ketegasan dan Kelembutan Margaret Tatcher

Posted: February 16, 2012 by Eva in Seni, Film dan Budaya

Ini adalah resensi film pertamaku yang dimuat di media online, http://www.ghiboo.com.

The Iron Lady
Judul Film : The Iron Lady
Sutradara : SuPhylida Lloyd
Pemain : Meryl Streep, Jim Broadbent, Harry Lloyd, Olivia Colman, Alexandra Roach, Anthony Head
Produser : Damian Jones
Rilis : 6 Januari 2012
Make Up : Mark Coulier dan J. Roy Helland

Ghiboo.com – Semua orang tahu, mantan perdana menteri Inggris Margaret Tatcher adalah perempuan tangguh yang menjabat selama tiga periode dari partai konservatif.

Namun, tahukah Anda pengorbanan besar suami dan keluarganya saat beliau menjabat, dan kenapa perempuan yang memiliki nama asli Margareth Hilda Roberts ini selalu mengapa mengenakan mutiara kembar di beberapa penampilannya di depan publik?

Anda akan menemukan jawabannya dalam film The Iron Lady yang diperankan dengan baik oleh Meryl Streep besutan sutradara SuPhylida Llyod.

Diawali dengan kondisi terkini Margaret Tatcher saat ia mendatangani buku biografinya di usianya yang sudah semakin tua, saat itulah ia mulai mengenang beberapa penggal kehidupannya di mulai saat ia masih remaja dan diperankan dengan baik oleh Margaret muda (Alexandra Roach).

Saat itu ia sering mendapat olokan dari teman-temannya karena Margaret muda hanyalah seorang penjaga toko kelontong milik keluarganya. Kenangan terhadap ayahnya digambarkan saat ia merasakan kegembiraan yang luar biasa ketika diterima di Oxford University, kemudian setelah lulus dan bekerja ia bertemu dengan seorang Denis Tatcher muda (Harry Lloyd) seorang pengusaha.

Kehidupan bersama Margaret, Denis dan kedua anaknya hanya ditampilkan sepintas saja karena film ini langsung beranjak ke masa-masa Margaret menjadi anggota parlemen dan menteri pendidikan Inggris.

Masa-masa awal kepemimpinannya menuai banyak kontroversi, namun setelah beberapa kebijakan populernya tentang perdamaian, kesejahteraan dan hidup dalam harmoni yang selalu ia dengungkan merubah semua pandangan rakyat Inggris.

Berbagai keberhasilan Margaret Tatcher di sampaikan dengan baik dalam film ini bahkan sindirannya kepada politisi sekarang yang menurutnya hanya sekedar mencari nama atau pencitraan bukan benar-benar bekerja untuk negara. Dalam hal ini aspek kepemimpinan Margaret Tatcher sangat menonjol meskipun ia dikenal tidak mau kompromi.

Aksen Inggris Meryl Streep menirukan gaya bicara Margaret Tatcher nyaris sempurna, ketegasan dan kelembutan Tatcher diperankan dengan penuh penjiwaan. Acungan jempol yang luar biasa, sepertinya harus diberikan kepada Mark Coulier dan J. Roy Helland yang menjadi make up artis dalam film ini, mereka bisa menampilkan ciri khas Tatcher dengan baik, dalam hal berpakaian, model rambut dan gaya tas tangan yang dijinjingnya.

Dalam film yang berdurasi 105 menit ini, sangat terlihat peranan Denis Tatcher yang selalu mengingatkan Margaret beberapa hal berkaitan dengan kebiasaannya seperti jangan tidur terlalu larut, jangan terlalu banyak minum dan menghibur Tatcher di tengah kesibukannya sebagai perdana menteri. Sosok Denis yang mendukung penuh karir Margaret, juga terlihat saat ia mengundurkan diri setelah 11,5 tahun menjabat .

Karena peranan suaminya yang besar, Denis yang sudah meninggal dunia pada 2003 karena kanker selalu muncul dalam halusinasi Margaret Tatcher saat ini, ketika ia sendiri maupun saat tidur. Anaknya pertamanya Mark menetap di Afrika Selatan, sedangkan Carol tinggal tidak serumah dan sesekali ia datang ke rumahnya saat ini. Sehingga di masa tuanya ia tinggal di rumah sendiri, bersama seorang sekretaris yang mengurusi berbagai kebutuhannya.

Kebahagian dan keharuan mengaduk-aduk perasaan penonton yang menyaksikan film yang dimana Meryl Streep meraih anugerah Golden Globe atas perannya di film ini, Margaret terlihat sedih, namun tetap tegar saat ia merelakan kepergian suaminya yang pergi dengan busana lengkap namun tanpa alas kaki (sepatu).

Film ini sangat menginspirasi terutama bagi perempuan yang bekerja, politisi perempuan atau perempuan pengambil kebijakan, serta bagi kaum laki-laki. Meskipun film ini menuai protes dari penulis biografi Margaret Tatcher dan pemerintah Inggris, tapi film ini bagus ditonton untuk menghabiskan akhir pekan Anda bersama keluarga.

Eva Rohilah

Bisa dibuka juga di

Advertisements
Comments
  1. Nugros C says:

    menurut ane Meryl Streep lah yg nylametin film ini,
    apa ya…filmnya tuh kurang digarap dgn baik, ga fokus, jadinya cuma kaya dokumenter aja..coba klo lebih fokus ke satu peristiwa tertentu ditonjolkan,pasti bkal lbih bgus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s