Tanaman di Rumahku

Posted: March 7, 2012 by Eva in Lingkungan, Rumah

Saat pertamakali menempati rumah di Pamulang pada akhir tahun 2007 saya membawa beberapa tanaman yang saya dapat dari beli di penjual tanaman maupun dikasih teman. Tanaman yang pertama yang saya tampilkan kali ini adalah aglonema hijau dengan bercak kuning yang tumbuh dengan subur di atas pot. Tanaman ini saya beli seharga Rp.40.000 dari penjual tanaman di Cawang, sebelahnya Carrefour Cawang. Masih inget perjuangan membawa tanaman ini ke kostku di Kalibata aku harus membawanya jalan kaki dari pertigaan rel menuju kostku dulu.

Agalaonema army

Agalaonema army

Pada saat yang bersamaan saya juga membeli Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens) yang sebelumnya saya tanam di pot, namun saat depan rumah di buat karpot, akhirnya saya pindahkan ke atas tanah di depan teras.

Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens)

Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens)

Awalnya memang hanya punya dua tanaman itu, namun sekarang aglaonema hijau army sudah berkembang biak menjadi satu pot lagi jadi ada dua pot. Tanaman berikutnya adalah Aglaonema red peacok yang dapat minta dari sunariah waktu dia masih tinggal dekat kontrakanku di Ciputat pada tahun 2008. Sekarang aglaonema merah ini sudah beranak dua pot, saya senang dengan tanaman ini karena mengingatkanku akan persahabatan dengan Sunar temanku yang baik sejak awal-awal saya menginjak Jakarta pada tahun 2004.

Aglaonema Red Peacok

Aglaonema Red Peacok

Setelah aglonema dan palem, beberapa waktu yang lalu saya cari tanaman ke daerah cinangka sawangan ke arah parung. Di sana saya menemukan pohon jeruk purut yang daunnya bisa dipake buat masak sayuran. Dulu pohon jeruk ini pendek dan daunnya lebat, namun sejak dipindah, dan kekurangan sinar matahari pohon jeruk ini jadi kurang subur dan sering terkena lalat, tapi sekarang sudah mulai berdaun lagi.

Pohon jeruk purut

Pohon jeruk purut

Bersamaan dengan pohon jeruk mas arif sama saya membeli pohon mangga apel dan pohon kelengkeng. Namun, pohon mangga apel ini pertumbuhannya lambat sekali, sehingga kami harus memberinya pupuk berulang kali agar tumbuh subur dan cepat berbuah.

Mangga Apel ((Mangifera Indica)

Mangga Apel ((Mangifera Indica)

Tanaman berikutnya yang baru kubeli saat membuat karpot baru adalah Anggrek. Aku beli anggrek ini di jalan menuju ragunan saat itu beli sama tanaman untuk anti nyamuk yang bunganya berwarna merah. Namun, tidak bertahan lama yang bunga anti nyamuk, tinggal tanaman anggrek yang tumbuh bagus dan sering kusiram pake air beras. Anggrek ini aku beli Rp.50.000

Anggrek

Anggrek

Selain anggrek ada juga tanaman gantung lainnya ada sekitar empat tanamana gantung tapi saya tidak tahu nama-namanya, saya beli di depan Bank Mandiri Pamulang lumayan murah harganya sekitar 10.000-15.000.

Tanaman Gantung

Tanaman Gantung

Sementara itu berdekatan dengan pohon jeruk dan palem, ada juga pohon beringin yang sudah cukup rimbun. Beringin ini saya dapat dari mama winda dan Pak iyo tetangga kontrakan di Cirendeu, saat saya masih kerja di Pustaka Alvabet.

Beringin (Ficus Benjamina)

Beringin (Ficus Benjamina)

Sementara itu untuk membuat bubur saya suka pake daun pandan, karena suka minta terus sama tetangga, akhirnya saya menanam sendiri daun padan di samping pohon jeruk. Awalnya pandan ini cuma kecil saja, tapi sekarang sudah berdaun banyak dan subur

Pandan

Pandan

Pada tahun 2011, mas Arif tertarik dengan pohon pucuk merah yang sekarang banyak di tanam di pinggir jalan ataupun di depan rumah sebagai hiasan pemanis rumah, akhirnya kita pun beli dua pohon pucuk merah Syzygium oleana)namun satu pohon menjadi mati dan kering saat ditinggal mudik ke Blitar dan Sukabumi lebaran Juli 2011. Jadi sekarang ini tinggal satu pohon saja.

Bunga Pucuk Merah

Bunga Pucuk Merah

Dan yang terakhir dibeli adalah pohon sawo belanda, pohon ini ditanam sebagai ganti pohon ceri yang ditebang biar terang.

Sawo Belanda

Sawo Belanda

Advertisements
Comments
  1. Saya baru membeli Pucuk Merah tetapi karena keterbatasan lahan, jadi saya tanam di pojok taman yang hanya terkena matahari pada sore hari.
    Apakah tidak apa-apa?
    Thanks.

    • Eva says:

      Dear Griya kuliner, kalau bisa jangan di pojok tapi di taruh di tempat yang deket sinar matahari, nanti pertumbuhannya terhambat, pucuk harumnya gak cepet tumbuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s