Resensi Buku: Chairul Tanjung si Anak Singkong

Posted: August 28, 2012 by Eva in Buku dan Media, Ekonomi Bisnis

Senin kemarin setelah liburan lebaran usai aku menyempatkan diri main ke Gramedia Pondok Indah untuk membeli buku yang sudah lama ingin aku beli yaitu buku berjudul Chairul Tanjung Si Anak Singkong karya Tjahja Gunawan Diredja.

Tidak lama setelah kubeli buku itu langsung kubaca, tapi tidak dari awal, aku langsung melihat bagian tentang kehidupan dia bersama keluarganya dan pandangan dia tentang ibunya, karena menurutku bagian itu paling penting.

Dalam bagian yang menceritakan tentang istri dan anak-anaknya, Chairul Tanjung menceritakan tentang istrinya Anita yang merupakan orang Jawa adik kelasnya di FKG UI. Latar belakang Anita diuraikan sekilas lalu tentang kelahiran anak pertamanya Putri Indah Sari dimana ia seringkali memasang popok buat anaknya di sela-sela kesibukannya sebagai pengusaha.

Lalu kisah ibunya yang menjual kain halusnya untuk biaya kuliah serta bagaimana ia menemani ibunya pergi haji. Ibunya yang bernama Halimah adalah orang Cibadak Sukabumi, sama kaya kampungku membuatku senang.

Saat berhaji, Mien Uno mengatakan jika Chairul sangat menyayangi ibunya dan menemani sang ibu melaksanakan rangkaian demi rangkaian haji dengan penuh kasih sayang layaknya seorang kekasih.

Sampul buku CT

Sampul buku CT

Baru setelah selesai membaca bagian itu aku mulai membacanya dari awal, dimulai dari bisnisnya sejak mahasiswa dengan bisnis fotokopi hingga alat-alat kedokteran gigi untuk praktikum di laluinya dengan kerja keras. Lalu pernah juga bisnis jual beli mobil hingga bisnis sandal sepatu dan sumpit, banyak sekali pengalaman CT merintis usaha.

Dari sini saya banyak belajar dan semakin termotivasi untuk merintis usaha apalagi saat ini saya juga sudah tiga bulan membuka usaha di Amira Sport.Dengan penuh semangat saya membaca sepak terjang CT dari nol sampai akhirnya membentuk para grup dan kini menjadi CT Corpora, dengan bank mega, trans tv dan trans 7 dan saat ini menguasai saham 40% Carrefour, saya melihat banyak suka duka yang dialami dan kegigihannya serta dilandasi oleh dasar agama yang bagus membuat usahanya terus berkembang. Kegiatan lainnya selain berbisnis juga aktif di organisasi seperti PBSI dan MUI, CT juga menceritakan pengalamannya saling berbagi dengan sesama orang yang tidak mampu dengan CT Foundation dan lainnya. Bahkan acara orang pinggiran dan Jika Aku menjadi merupakan program yang diangkat sesuai idealisme dan pengalamannya.

Hanya dalam waktu sehari buku ini aku baca, semakin memotivasiku untuk terus bekerja dan berwirausaha, banyak nilai positif yang aku dapat dari buku ini dan membuat pikiranku terbuka tentang keberanian dalam berwirausaha, mencari modal dan memiliki banyak jaringan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s