Mencintai dan Menguji Ketulusan Hati Memelihara Anak

Posted: September 30, 2013 by Eva in Buku dan Media, Humaniora, Perempuan

Resensi Buku

Judul : Rumah Seribu Malaikat
(Memoar Inspiratif tentang Satu keluarga Bersahaja yang membesarkan Puluhan Anak Angkat)
Penulis : Yuli Badawi dan Hermawan Aksan
Penerbit : Hikmah, Mizan Publika
Cetakan : I, Oktober 2010
Harga : 68.000

Sampul Buku RSM

Mencintai dan Menguji Ketulusan Hati Memelihara Anak

Aku dapat rekomendasi buku ini dari Nida, temanku SMA. Setelah itu aku cari ke toko buku di gramedia tenyata buku ini sudah habis. Lalu aku telfon Ahmad Fathoni, temanku yang sekarang kerja di Penerbit Mizan dan ternyata bukunya lagi cetak ulang, aku harus menunggu baru seminggu kemudian buku ini sampai di tanganku lewat pos.

Buku yang bersampul hijau kekuningan ini adalah kisah Yuli Badawi seorang perempuan bersahaja yang sudah memiliki empat orang anak, namun seringkali diberi amanat untuk memelihara anak angkat yang diberikan oleh orang-orang yang memiliki anak namun mereka tidak sanggup memeliharanya. Ada berbagai sebab kenapa anak tersebut tidak diinginkan orangtuanya, diantaranya adalah kedua orangtua anak tersebut tidak mampu secara ekonomi, ada juga yang termasuk anak haram yang tidak dikehendaki keluarganya, ada anak korban perkosaan, anak jalanan, dan anak yang dititipkan begitu saja di dukun bayi sehingga kondisi kesehatannya tidak terjaga.

Cerita ini dimulai dari kisah salah satu anak angkat Yuli Badawi yang bernama Azzam. Azzam anak laki-laki yang imut ini diangkat Yuli sebagai anak dari seorang dukun bayi yang ia kenal dengan baik. Sebelum menerima Azzam, Yuli pernah menolak lima kali anak yang ditawarkan untuk dipelihara olehnya. Saat menerima Azzam, suami Yuli Badawi sedang berada di tanah suci menunaikan ibadah haji. Lewat saluran telefon Yuli menghubungi suaminya dan mengizinkan. Keempat anak Yuli juga setuju untuk memelihara Azzam.

Yuli bukanlah orang berada, dia seorang PNS di sebuah SMA dan suaminya seorang pegawai swasta. Namun, tidak hanya berhenti sampai Azzam, hati Yuli semakin tersentuh ketika melihat anak-anak yang terlantar yang tidak dikehendaki oleh orangtuanya, hingga akhirnya memelihara Dimas, baqir, Saina, Putri, Daffa, Fakhrurozi, Ghozi, Naurah, Andika, Santi, Aisyah, Risma, dan masih banyak anak lagi sehingga berjumlah 16 anak.
Dalam buku setebal 421 halaman ini, Yuli bertutur tentang sejarah masing-masing anak yang diangkatnya. Dari sekian anak yang diangkatnya, tidak semua berjalan mulus, ada anak yang diambil kembali oleh orangtuanya, ada juga anak yang dipelihara oleh saudara Yuli sendiri karena ingin memeliharanya.

Tentu saja, kerepotan mengurus rumah tangga 16 anak menjadi seni tersendiri bagi Yuli, ia ceritakan dengan mendetail termasuk bagaimana para khadimah yaitu orang terpercaya yang membantu mengelola rumah tangga. Merekalah pasukan garda depan yang paling bersiaga kalau anak-anak membutuhkan sesuatu, terutama kalau Yuli dan Badawi sedang tidak di rumah. Cerita tentang Khadimah ini ia tulis dalam bab tersendiri, dimana ia menceritakan bahwa mereka ada yang betah ada juga yang tidak mengasuh anak-anak.

Selain itu, ada juga kisah bagaimana mereka pindah rumah dari satu rumah ke rumah lain dari yang kecil hingga besar, serta pertolongan orang-orang dermawan yang dengan senang hati membantu Yuli dan Badawi. Dari mulai sahabat dekatnya, tukang sayur, hingga orang membantu membangun rumahnya. Banyak hikmah yang dapat diambil Yuli ketika ia menceritakan suka dukanya memelihara enam belas anak.

Perkembangan psikologi anak yang ia rawat, juga tergambar jelas dan ia deskripsikan secara gamblang, sehingga bagi orang yang belum mempunyai anak buku ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi agar kita lebih mencintas dan harus ikhlas sepenuh hati. Sebagai orang tua Yuli juga tidak membedakan mana anak angkat dan mana anak kandungnya, sehingga ia dengan hati lapang menerima keberadaan anak yang ia pelihara dengan setulus hati.

Buku ini wajib dibaca oleh para orang tua maupun calon ibu yang ingin mengetahui bagaiamana merawat anak dengan baik dan mencintai anak sebagaimana adanya. Sangat Inspiratif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s