Archive for September, 2014

Resensi Buku
Judul : Rahasia Hidup Sehat 30 orang Tertua di Dunia
Penulis : Zaenuddin HM
Penyunting : Abu Ibrahim
Cetakan : I, Juni 2014
Penerbit : Pustaka Inspira

Pertamakali melihat buku ini saya melihat dari judulnya yang menarik, yaitu Rahasia Hidup Sehat 30 orang Tertua di Dunia dengan sampul foto seorang lelaki setengah baya yang sedang bersantai di taman terbuka hijau, terlihat cerah, bugar dan bahagia.

Sampul Buku

Sampul Buku

Buku ini merupakan rencana jangka panjang dari sang penulis, Zaenudin HM seorang jurnalis yang pernah meliput di redaksi kesehatan Harian Merdeka. Analisis yang mendalam dan berbagai hasil riset tentang rahasia sehat orang-orang tertua di dunia di paparkan dalam buku ini dengan sangat gamblang.

Terdiri dari Tiga bagian. Bagian pertama berisi tentang rahasia orang-orang berumur panjang dan tetap sehat. Menurut Zaenudin, ada 11 resep sehat 30 orang tertua di dunia, diantaranya yaitu pola pikir positif, bersykur dan berdoa, pola makan sehat, makan secukupnya, rajin berolahraga, aktif bergerak, kebiasaan jalan pagi, gemar makan tomat, hidup mandiri, gemar membaca buku dan suka memberi sedekah.

Jus Tomat

Jus Tomat

Pada bagian kedua, Buku ini mengisahkan tentang Kisah hidup orang-orang tertua masa kini. Dalam bagian ini diulas tentang 30 orang yang memiliki umur panjang, kebanyakan adalah yang memecahkan rekor orang yang tertua di dunia oleh Guinnes World Records. Rata-rata usia mereka adalah diatas 110 tahun. Dari 30 orang itu yang terbanyak adalah orang Jepang, dimana kebiasaan orang Jepang yang memiliki porsi makan sedikit dan cara pengolahan makannya di rebus, dikukus atau di bakar. Dari 30 orang itu hanya dua dari Indonesia, yaitu Dasiyem yang berusia 165 tahun dari Tuban Jawa Timur dan Mbah Katijah yang mencapai 120 tahun dari Kediri Jawa Timur.

Dasiyem 165 tahun

Dasiyem 165 tahun

Pada bagian ketiga Zaenudin memaparkan tentang Anjuran Ilmuwan dan Para Pakar Medis. Bagian ini hampir mirip dengan bagian pertama tapi lebih mendetail. Ada 11 resep sehat ilmuwan dan pakar medis. Pertama, makan dan tidur teratur. Makan sayuran mentah tiap hari dan diusahakan tidur siang juga di anjurkan agar tetap sehat. Tidurlah 6,5 jam sehari dan perbanyaklah makan buah apel. Kedua, Perbanyaklah tertawa, hilangkan amarah.

Tidur teratur

Tidur teratur

Dengan tertawa kita bisa membakar kalori, menghilangkan stress, memperbanyak kekebalan tubuh,menurunkan kadar gula darah dan membuat awet muda. Ketiga, Makan kacang bikin umur panjang, keempat Lakukanlah beberapa hal penting seperti lindungi DNA, lebih teliti, berhenti merokok, meditasi 15 menit sehari, jadilah sukarelawan, menikah atau berkeluarga, turunkan berat badan, dan batasi minum beralkohol.

Langkah yang kelima adalah mengikuti kegiatan keagamaan, yang keenam mengikuti olahraga ringan, yang ketujuh rukun dengan keluarga, teman dan tetangga. Berikutnya kedelapan adalah rajin berpuasa dan kesembilan meniru gaya hidup orang di beberapa negara yang memiliki rata-rata umur penduduknya diatas 80 tahun seperti Jepang, Scandinavia, Islandia, Mediterania, Prancis dan Spanyol.

Gaya Hidup Sehat Orang Jepang

Gaya Hidup Sehat Orang Jepang

Langkah berikutnya masih menurut saran para ilmuwan dan pakar medis adalah yang kesepuluh menerapkan gaya hidup suku Hunza Pakistan yang menerapkan pola makan sehat dengan konsumsi utama makanan yang masih alami berupa sayuran, kacang-kacangan, gandum dan buah-buahan yang segar, juga memiliki sikap yang positif.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan

Terakhir langkah kesebelas, adalah menerapkan hidup gaya orang Ikaria. Orang Ikaria tinggal di pegunungan. Mereka makan sayuran, buah dan biji-bijian, minum susu kambing serta teh herbal. Mereka juga memiliki waktu istirahat yang cukup, menikmati waktu yang ada serta mempererat hubungan keluarga dan sosial.
Jika anda ingin tahu lebih mendalam dan ingin memiliki badan yang sehat dan bugar sampai usia senja, tidak ada salahnya buku ini jadi rujukan. Buku ini Cocok sebagai referensi bagi anda yang sedang menerapkan pola hidup sehat, atau juga sebagai kado buat orang tua atau orang terdekat Anda yang sangat berarti dan anda ingin melihat mereka sehat, bahagia dan diberi umur yang panjang.

Eva Rohilah
Pecinta buku tinggal di Depok
Twitter : @evarhl

Mencoba Kuliner Ciputat di Kedai Sunda Cipayung

Posted: September 21, 2014 by Eva in Kuliner

Sabtu sore bulan Agustus kemarin, aku sengaja gak masak di rumah. Seringnya memang begitu, senin sampai Jumat masak, kalau sabtu saatnya cari kuliner di rumah makan terdekat. Paginya karena banyak pekerjaan rumah, kami makan gado-gado. Nah menjelang sore, seperti biasa kalau awal bulan kami belanja bulanan ke Tiptop Ciputat. rencananya sebelum belanja mau makan dulu di sekitar sana.

Beberapa hari sebelumnya aku dapat info dari Benita tentang makanan enak di Ciputat dan dia merekomendasikan Kedai Sunda Cipayung yang terletak di Jl.RE Martadinata no. 86 Ciputat. Kalau dari arah Pamulang, nanti dari Gaplek belok kiri, sekitar 500 meter setelah Tiptop ada toko sandal sepatu Bata, nah persis di sebelahnya, tepatnya di lantai 2 ada Kedai Sunda Cipayung, kalau dari arah ciputat, dari Pasar Cimanggis lurus aja nanti setelah ada toko Bata, 500 meter sebelum Tiptop, posisinya di kiri jalan.

Aneka Menu Kedai Sunda Cipayung

Aneka Menu Kedai Sunda Cipayung

Plangnya lumayan besar, sehingga kelihatan dari pinggir jalan. Saat tiba, kami langsung menuju lantai dua. Konsepnya seperti di RM.Ampera, cuma disini lebih sederhana. Kita bisa langsung memesan di tempat prasmanan yang disediakan atau pesan di meja nanti di antar sama pelayan. Kami memilih yang pertama, yaitu model prasmanan di sana tersedia aneka makan masakan seperti ayam goreng, ayam bakar, pepes ikan peda, sayur asem, ulukuteuk lenca, nasi timbel, karedok, dll. Selain pilih sendiri menu ada juga paket nasi timbel, paketnya macam-macam sesuai selera.

Nasi Timbel

Nasi Timbel

Kami sendiri pilih menu yang sederhana karena pengalaman pilih kebanyakan menu kayak nasi timbel gitu gak habis. Kami akhirnya pilih menu ayam bakar, tempe tahu, sambal terasi dan sambal bajak, sama lalapan serta dua es teh manis.Yang menjadi keunggulan dari Kedai Sunda Cipayung ini adalah setelah kita pilih menu di prasmanan tidak langsung kita bawa ke meja, tapi diolah dulu di dapur yang terletak di sebelahnya. Jadi ayam yang kami pesan itu dibakar dulu dan tempe serta tahunya di goreng dulu, jadi pas di sajikan masih hangat.

Ayam Bakar dan Lalapan

Ayam Bakar dan Lalapan

Suasana makan di kedai Sunda Cipayung ini sangat nyaman. Dengan nuansa serba hijau, pengunjung bisa merasakan nuansa alam di dalamnya. Kursi-kursi yang tersedia juga serba hijau.

Nuansa serba hijau

Nuansa serba hijau

Setelah menunggu sebentar akhirnya makanan yang dipesan tiba. Rasanya enak dan empuk banget ayamnya. Tahu dan tempenya garing, dan sambalnya juga mantap pedes. Kami pesan dua macam sambal sebagai variasi dengan lalapan mentimun, selada dan kemangi. Kenyang dan puas deh makan di sini, harganya pun terjangkau dibanding RM Ampera yang di Gaplek maupun RM.Bumbu Desa yang di carrefour Lebak Bulus. Makan berdua di kedai Sunda Cipayung dengan menu di atas hanya Rp.68.000. Jadi bagi yang tinggal di sekitar Ciputat, Pamulang, Pondok Cabe silahkan mampir di sini, dijamin memuaskan.


Makasih ya benita atas rekomendasinya dan buat teman-teman yang lain kalau ada rumah makan enak lagi di Sekitar Tangsel dan Depok mention atau kabari ya, siapa tahu akhir pekan bisa dikunjungi.

Salam kuliner,
twitter @evarhl

Raden Saleh Inspirasi Cinta Satwa

Posted: September 20, 2014 by Eva in Lingkungan

Hubungan manusia dengan satwa seringkali menjadi kisah yang menarik untuk ditelisik. Sejarah Taman Margasatwa Ragunan yangii pada awalnya merupakan koleksi hewan milik Raden Saleh saat masih di Taman Margasatwa Cikini dan inspirasi kecintaannya terhadap satwa dibahas tuntas dalam diskusi rutin Sahabat Ragunan yang bertajuk “Raden Saleh Pelopor Taman Margasatwa” di Teater Schmutzer Taman Margasatwa Ragunan pada 19 Agustus 2014.

Hadir sebagai narasumber adalah Dayan D.Layuk Allo alumni Institut Teknologi Bandung yang merupakan pemerhati sejarah Raden Saleh dengan moderator Eka Budianta dari Sahabat Ragunan. Acara yang berlangsung mulai pukul sepuluh pagi ini diawali dengan pemutaran dua buah film yang dibawa oleh Hermawan Rianto berjudul Kearifan Budaya Indonesia dan “Incredible Journey.”

Pembicara Diskusi Rutin sahabat Ragunan

Moderator dan Pembicara Diskusi Rutin sahabat Ragunan

Sebagai pembuka, moderator Eka Budianta menjelaskan sekilas tentang sejarah Raden Saleh. Perjalanan Hidup Raden Saleh yang memiliki banyak jasa dalam berbagai bidang baik saat masih di Semarang hingga kepergiannya ke Eropa, lalu menetap di Bogor dijelaskan secara singkat. Beberapa peran Raden Saleh dan karya-karya juga dijelaskan Eka Budianta yang sangat berguna bagi peserta diskusi sebagai pengantar.

Setelah pemaparan dari moderator, sampailah pada acara inti yaitu penyampaian materi tentang Raden Saleh sebagai pelopor taman margasatwa oleh Dayan D Layuk Allo. Dayan membuka diskusi dengan menjelaskan tentang kehidupan pribadi Raden Saleh yang memiliki nama asli Syarief Bustaman memiliki tanah yang luas, hal ini tidak lepas dari peranan istrinya Constancia Winckelhaagen seorang janda kaya.

Peserta Diskusi semangat

Peserta Diskusi semangat

Di lahan yang luas di Batavia, Pada tahun 1858 Raden Saleh dan istrinya sudah memiliki puri yang sangat megah. Di samping puri itu ada lahan 10 hektar untuk kebun raya dan koleksi satwa yang pada tahun 1864 Planten en Dierentuin.

Itulah yang kelak menjadi Keboen Binatang Tjikini mulai 1949 hingga 1964. Setelah satwa dipindah ke Ragunan, kebun itu dibangun menjadi Taman Ismail Marzuki.
Dalam slidenya Dayan sangat rinci menggambarkan tentang posisi lahan milik Raden Saleh serta kemegahan puri yang sangat indah dengan aliran sungai ciliwung yang melewatinya.

Dayan mengatakan, inspirasi puri itu didapat ketika mukim di Eropa, antara 1829 hingga 1852, serta kunjungan berikutnya di tahun 1878. Setiap istana selalu dibangun di tepi sungai yang indah.

Dalam sejarahnya sebagai maestro pelukis, menurut Dayan, Raden Saleh memiliki beberapa mentor yaitu Prof. C.G.C. Reinwardt dan A.A.J.Payen sebagai mentor dan sahabat. Pada tahun 1844 Raden Saleh melakukan perjalanan ke Dresden Jerman dimana kunjungan tersebut menjadi sumber inspirasi kemanusiaannya. Disana ia bertemu dengan F.Serre dan istrinya. Kedua orang itu memiliki peran yang sangat besar selama Raden Saleh di Jerman. Disana ia membuat mesjid biru yang aksen kacanya sangat bagus dan ia gambar dan ketika kembali ke Indonesia ia membuat aksen kaca serupa di kediamannya.

Raden Saleh juga terinspirasi oleh para inspirator dunia seperti H.C.Andersen Ernst II, Adipati Sachsen-Coburg dan Gotha, selain itu para sahabat: pelukis, pematung, ilmuwan,komposer, penulis, filsuf, ekolog,dan lain-lain.

Setelah ke Jerman, Raden Saleh juga mengunjungi Paris Prancis yang dikatakan Dayan sebagai sumber inspirasi hiruk pikuk seni. Disana, Raden Saleh bertemu dengan Henri Martin seorang pengusaha sirkus yang punya tiga ekor singa. Berhari-hari Raden Saleh menekuni anatomi singa itu sebagai lukisannya. Raden Saleh bahkan rela melukis wajah Henri Martin secara gratis agar ia diijinkan menjadikan harimau-harimau milik Henri Martin itu menjadi obyek lukisnya.

Dayan menunjukkan kecintaan Raden Saleh pada satwa melelui lukisan seekor kuda mati dan wajah sangat sedih dari pemiliknya. Sebuah lukisan lagi, tentang seorang budak bernama Androkles, yang mencabuti duri dari kaki singa. Lukisan itu menjadi logo sebuah majalah filantropi yang terbit di Jerman pada 1844.
Di Paris Raden Saleh membeli sebuah rumah tidak jauh dari pusat kota untuk melukis dan menyimpan koleksi lukisannya. Selain Paris, Raden Saleh juga mengunjungi London zoo, dalam tayangan slide, tampak lukisan Raden Saleh tentang Harimau dan London zoo terlihat sangat indah dan mempesona.

Raden Saleh Syarif Bustaman

Raden Saleh Syarif Bustaman

Sekembali ke Tanah Air, Raden Saleh banyak membantu museum pusat dan mendirikan kebun binatang di cikini yang kini berkembang menjadi Taman Margasatwa Ragunan. Selain itu ia juga membuat taman di Semarang dan merancang kebun kabupaten Majalengka.

Dayan mengakhiri pemaparannya tentang inspirasi Raden Saleh dalam melukis adalah inspirasi cinta. Setelah Raden Saleh menikah lagi dengan Raden Ayu Danudirjo, putri dari ajudan Pangeran Diponegoro. Raden Saleh meninggal pada 23 April 1880 di Bogor. Saat pemakamannya diiringi oleh 2000 orang penduduk dari berbagai ras dan golongan.

Pada akhir acara, Sahabat Ragunan menghadirkan pematung lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, Drs. Dunadi yang akan membuat patung Raden Saleh di Taman Margasatwa Ragunan. Dia menjelaskan tahapan pembuatan patung yang saat ini sudah sampai pengecoran. Sebelum acara ditutup moderator membuka forum tanya jawab dan acara ditutup dengan makan siang.

buklet

booklet

 

 

 

 

 

 

 


Tulisan ini dimuat di Booklet Sahabat Ragunan yang dibagikan pada Peringatan Ulang Tahun 150 Tahun TM Ragunan

 

Resensi Buku
Sampul Buku
Judul : Gerobak Lee Myung Bak
(Kisah Nyata Tukang Sampah Menjadi Presiden)
Penulis : Lee Myung Bak (Mantan Presiden Korea Selatan)
Penerjemah : Lulu Fitri Rahman
Judul Asli : The Uncharted Path
Cetakan : I, Juni 2014
ISBN :978-602-970697
Penerbit : Pustaka Inspira

Kisah nyata perjuangan hidup Lee Myung Bak, Presiden Korea Selatan periode 2008-2013 dikemas secara menarik dalam autobiografi berjudul “The Uncharted Path” yang diterjemahkan dengan baik oleh Penerbit Inspira. Siapa yang menyangka jika sejak kecil Lee Myung Bak hidup sangat miskin dan terbiasa kerja keras membantu orangtuanya dan membiayai sekolahnya sendiri.

Lee Myung Bak

Lee Myung Bak

Lee Myung Bak lahir di Osaka Jepang pada 19 Desember 1941. Buku ini mengawali cerita Lee Myung Bak Saat ia berusia empat tahun dimana ia dan keluarga kembali ke Korea untuk memulai hidup pasca perang. Kala itu pada Agustus 1945, dengan kekalahan Jepang dari tentara sekutu, akhirnya Korea meraih kemenangan setelah 36 tahun dijajah Jepang. Ayahnya Lee Choong-woo seorang buruh kasar di peternakan berasal dari sebuah kota kecil bernama Pohang.

Kenangan yang diingat pada masa kecilnya adalah membantu ibunya berjualan kue bolu kecil yang diisi selai kacang merah di sebuah pasar. Saat itu, usai perang korea yang berakhir pada 1953. Karena orangtuanya miskin dan kondisi pasca perang yang memprihatinkan, keluarga Lee menjadi tunawisma dan tinggal menumpang di rumah pamannya.

Makan Ampas

Usai menumpang di rumah sang paman, Lee Myung Bak sekeluarga akhirnya menetap di sebuah kuil tua yang tidak terpakai. Saking miskinnya setiap hari ia jarang makan nasi. Makanan sehari-harinya adalah ampas yang tersisa setelah membuat minuman keras. Ampas sangat murah dan hanya itu yang sanggup orangtuanya beli. Sebagai anak terkecil Myung Bak bertugas pergi ke tempat pembuatan minuman keras untuk mengambil ampas. Dengan uang sedikit ia hanya mampu membeli setumpuk dengan mutu terburuk.

Saat sekolah dasar, ia juga tidak pernah membawa bekal. Saat anak-anak lain menyantap makan siang ia meneguk air keran sebanyak-banyaknya. Meskipun begitu, Myung Bak tak pernah menganggap kemiskinan sebagai alasan, kemiskinan justru memperkuat semangatnya untuk bangkit.

Ketegaran dan pribadi Myung Bak banyak dibentuk oleh sosok seorang ibu. Ibunya berasal dari keluarga Kristen yang saleh. Seorang perempuan tangguh, cerdas dan bijaksana. Ibunya mengajarkan banyak hal pada Myung Bak agar bekerja tanpa pamrih dan membantu sesama. Setiap pagi Myung Bak dan saudara-saudaranya dibangunkan setiap pukul empat pagi. Usai bangun ibunya menyuruh anak-anaknya membentuk lingkaran untuk mengucapkan doa pagi. Menurut ibunya saat ia mengandung Myung Bak, ia bermimpi ada cahaya bulan bersinar terang hingga menyinari desa tetangga, sehingga ia diberi nama Myung (cemerlang) dan Bak (Menjangkau Luas)

Namun karena kondisi ekonomi, ibunya menyarankan kepada Myung Bak agar tidak usah kuliah, tapi tetap harus bekerja keras. Ibunya lebih mengutamakan pendidikan kedua kakaknya yang belajar di kota. Oleh karena itu pada saat SMA ia mengambil sekolah malam agar di siang harinya bisa membantu ibunya bekerja. Saat itu ia juga memulai usaha sendiri dengan menjual es krim dan gula-gula. Usai SMA, Lee Myung Bak memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan menjadi mahasiswa putus kuliah.

Universitas Korea

Universitas Korea

Dengan kerja keras, ia akhirnya lolos masuk Universitas Korea dan mengambil jurusan bisnis. Untuk membayar uang pendaftaran ia bekerja menjadi tukang angkut sampah di Itaewon. Setiap pagi, ia mengisi gerobak sorong dengan sampah lalu mengangkutnya sejauh beberapa kilometer. Pekerjaan itu ia lakukan hingga duduk di tingkat dua.

Saat mahasiswa sambil bekerja nyaris tanpa ada waktu istirahat, namun hal itu tidak menyurutkan akan ketertarikannya pada dunia aktivis mahasiswa, dengan kerja keras ia terpilih menjadi pemimpin mahasiswa. Bahkan saat banyak demonstrasi melawan pemerintahannya yang berkuasa saat itu Myung Bak akhirnya dipenjara. Saat itulah ibunya sering sakit-sakitan dan usai Myung Bak keluar dari penjara, ibunya pun meninggal. Pesan almarhum ibunya adalah agar Myung Bak agar selalu membela apa yang diyakini, selalu jujur dan jangan pernah takut.

27 Tahun Bekerja Untuk Hyundai

Hyundai Construction

Hyundai Construction

Begitu keluar dari penjara Lee Myung Bak rupanya telah lulus kuliah. Ia pun melamar pekerjaan ke berbagai tempat, sampai akhirnya ia menemukan iklan kecil di sebuah surat kabar tentang sebuah perusahaan bernama Hyundai Construction, perusahaan konstruksi membutuhkan karyawan untuk dipekerjakan di Thailand. Karena pernah dipenjara, proses kerja di Hyundai sempat mengalami kendala, namun akhirnya dapat diatasi. Ia diwawancara langsung oleh pendiri saat itu yaitu Chung Ju-Yung.
Karena terbiasa kerja keras, Lee Myung Bak menorehkan banyak prestasi di Hyndai Construction. Karirnya pun melejit dan perusahaan pun berkembang semakin pesat. Tidak hanya di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Filipina tapi hingga Timur Tengah seperti Irak, bahkan sampai Rusia. Kepercayaan Chung Ju-Yung terhadap dirinya dan perkembangan pesat perusahaan diceritakan dalam beberapa bagian buku ini, termasuk persaingan Hyundai dan Samsung juga dikupas secara menarik.

Chung Ju Yung

Chung Ju Yung

Pada usia 28 tahun ia menikah bertepatan dengan tanggal kelahirannya 19 Desember dengan seorang perempuan bernama Yoon ok. Ia dikaruniai empat orang anak. Namun karena kesibukannya sebagai eksekutif muda, ia bahkan tidak pernah mendampingi keempat anaknya lahir. Bahkan untuk liburan bersama pun sangat jarang ia lakukan. Kesibukannya sangat dipahami oleh Yoon ok. Sehingga kerja kerasnya berhasil. Pada saat usia 35 tahun ia ditunjuk Chung Ju Yung untuk mengemban amanah sebagai CEO Hyundai Construction.

Yoon ok

Yoon ok

Memulai Karir di Dunia Politik

Usai berhenti dari Hyundai, Lee Myung Bak lantas meniti karir di bidang politik, hingga akhirnya terpilih menjadi walikota Seoul. Gebrakannya yang banyak dikenang orang adalah memulihkan Cheonggyecheon. Dengan menata para pedagang di kota itu dan melakukan proyek Big Dig. Jalan-jalan di sekitarnya diperlebar, melakukan perbaikan sistem transportasi umum agar para pengendara mobil pribadi pindah menggunakan transportasi umum. Dengan dibantu teknologi Canggih kemacetan bisa diawasi begitu juga dengan adanya kereta bawah tanah dan penghancuran jalan tol.

Proyek Restorasi

Proyek Restorasi

Seperti yang dijanjikan, Sungai Cheonggyecheon pulih dalam dua tahun. Untuk pertamakalinya setelah berpuluh-puluh tahun warga dapat menikmati udara segar dan air yang bersih di jantung kota Seoul. Para pekerja kantor mulai bepergian dengan berjalan kaki dan di akhir pekan orang-orang datang bersama keluarga dan teman-teman mereka di taman terbuka. Seoul pun dikenal sebagai kota hijau. Sistem perbaikan transportasi seperti penataan bus dan lain-lain menjadi contoh beberapa negara seperti Vietnam dan China, Turki, Jepang, Taiwan hingga Indonesia. Lee Myung Bak pun mendapat sorotan dari berbagai media atas proyek restorasi yang dibangunnya. Ia pun mendapat penghargaan dari majalah TIME sebagai Pahlawan Lingkungan.

Sungai Cheonggyecheon di malam hari

Sungai Cheonggyecheon di malam hari

Ketertarikannya pada pembangunan yang berkelanjutan dan lingkungan membuat ia lebih banyak lagi belajar seusai menjadi walikota Seoul. Ia mengunjungi beberapa negara maju seperti Belanda, Jerman, Jepang, India dan Uni Emirat Arab. Ia mencari tahu apa yang dilakukan oleh orang lain untuk bertahan menghadapi abad ke-21.

Tanggal 19 Desember 2007, Lee Myung Bak mendapatkan kesempatan lain untuk melayani negaranya. Ia terpilih sebagai Presiden Republik Korea yang ke-17. ”Tanggal 19 Desember Kebetulan hari ulang tahunku sekaligus tanggal pernikahanku. Hari itu begitu istimewa dengan banyak perayaan. Jika ada yang bertanya apa yang kurayakan pada hari itu? Ulang tahun – hari pernikahan, atau hari terpilih sebagai Presiden- aku menjawab bahwa dalam suatu cara semuanya berhubungan: Aku merayakan kehidupanku, pernikahanku, serta kesempatan yang diberikan untuk melayani negaraku,” tulis Lee Myung Bak pada halaman 399.

Mendapat Penghargaan dari Majalah Time, Sebagai Pahlawan Lingkungan

Mendapat Penghargaan dari Majalah Time, Sebagai Pahlawan Lingkungan

Buku ini luar biasa, sangat inspiratif. Penyampaiannya sederhana dan mudah dicerna. Buku ini membuat kita yakin bahwa siapapun yang mau berjuang pasti bisa meraih mimpi. Layak dipaca oleh para pelaku bisnis, politisi atau siapa saja yang ingin mewujudkan mimpinya.

Eva Rohilah
Penulis adalah Pecinta Buku tinggal di Depok