Archive for October, 2014

Resensi Buku

Judul : Psikologi Sufi (Untuk Transformasi Hati, Jiwa dan Ruh)
Penulis : Robert Frager,Ph.D
Penerjemah : Hasyimah Rauf
Penyunting : Qamaruddin SF
Penerbit : Zaman
Cetakan : I, 2014

Sampul Buku

Sampul Buku

Kebanyakan para sufi meyakini bahwa terdapat kebenaran mendasar dari seluruh agama. Agama-agama besar memiliki inti ajaran yang sama. Dalam buku yang bersampul putih kecoklatan ini, pembaca akan memfokuskan diri pada tiga konsep dasar psikologi sufi yaitu hati, diri dan ruh. Hati maksudnya adalah hati spiritual. Menurut Psikologi sufi, hati menyimpan kecerdasan dan kearifan kita yang mendalam. Ia lokus makrifat, gnosis atau pengetahuan spiritual. Cita-cita para sufi adalah menumbuhkan hati yang lembut dan penuh kasih sayang, dan juga menumbuhkan kecerdasan hati. Ini kecerdasan yang lebih mendalam dan mendasar daripada kecerdasan abstrak akal. Jika mata kita terbuka, kita dapat mendengar kebenaran yang tersembunyi dibalik kata-kata yang diucapkan.

Konsep yang kedua adalah Diri. Dalam psilologi sufi, diri, jiwa, atau nafs adalah sebuah aspek psikis yang pertama sebagai musuh terburuk kita. Namun ia dapat tumbuh menjadi alat yang tak terhingga nilainya. Tingkat terendah adalah nafs tirani. Ia adalah seluruh kekuatan dalam diri yang menjauhkan kita dari jalan spiritual. Di sisi lain tingkat tertinggi nafs dikenal sebagai nafs yang suci. Pada tingkat ini, kepribadian bagaikan kristal murni dan sempurna yang memantulkan cahaya ilahi hampir tanpa cacat dan penyimpangan.
Ruh, konsep yang ketiga mencakup sebuah model ruh manusia yang didasari oleh prinsip evolusi. Ruh memiliki tujuh aspek atau dimensi: mineral, nabati, hewani, pribadi, insani, rahasia dan maha rahasia. Setiap diri kita memiliki tujuh tingkat kesadaran. Tasawuf bertujuan agar ketujuh tingkat kesadaran ini bekerja secara seimbang dan selaras.

Buku yang terdiri dari delapan bab ini menjelaskan secara mendetail tentang ketiga konsep psikologi diatas disertai kisah-kisah dan obrolan sufi yang membawa kedamaian dalam hati. Membaca setiap lembarnya buku ini kita semakin diajak secara mendalam tentang beberapa aspek dalam kehidupan orang-orang sufi. Dalam buku ini juga kita akan memahami beberapa istilah dalam psikologi sufi seperti menjadi seorang Darwis, Mursyid dan menghormati Syekh yang sangat dihormati.

Buku yang ditulis oleh Robert Frager, Ph.D ini kaya akan renungan dan nasihat bagaimana seharusnya menjadi seorang sufi. Penulis yang meraih gelar doktor psikologi sosial dari Harvard Ubiversity ini juga seorang syekh atau mursid. Ia menjadi Presiden Tarekat Jerrahi California dan sudah 25 tahun menjadi pembimbing spiritual.

Buku ini menjadi referensi wajib bagi Anda yang ingin mendalami tentang sufi dan seluk beluk di dalamnya. Juga menjadi bacaan alternatif bagi anda yang mungkin terlalu disibukkan dengan urusan duniawi dalam aktivitas sehari-hari. Anda akan mengalami kesegaran dalam berfikir dan berusaha merenungkan kembali tentang hakekat hidup seorang sufi. Selamat Membaca.

Eva Rohilah
Pecinta Buku, tinggal di Depok
Twitter: @evarhl

Pertamakali Bikin Rawon

Posted: October 9, 2014 by Eva in Kuliner

Hari raya Iedul Adha ini alhamdulillah kami mendapat lumayan banyak daging kurban dari RT, tetangga juga dari kantor Mas Arif. Pada hari pertama, kami memasak rendang daging sapi, udah sering sih aku bikin jadi gak usah dimuat di blog. Hari ini aku memasak Empal gepuk tapi kelamaan ngerebusnya jadi dagingnya ancur, gak jadi deh aq foto hehehe, dan yang ketiga aku bikin Masakan khas Jawa Timur yaitu Rawon. Ya rawon, meski suamiku orang Blitar seumur-umur aku belum pernah bikin rawon. Lalu aku ingat mukti ali atau mbah temen di kantor lama yang pintar masak rawon, aku kontak lewat bbm dan beginilah resepnya:

Rawon

Rawon

Rawon
Bahan: Daging bagus dan daging sandung lamur atau yang berlemak ½ kg
Kuahnya 1,5 liter

Bumbu halus:
Bawang merah 8 siung, bawang putih 5 siung, ketumbar 1 sendok teh, merica lada bubuk 1 set, jahe 1 cm, daun jeruk 4 lembar, kunyit 2 cm, sangrai bumbu, terus blender, tambahkan kluwak sekitar 6 biji ambil isinya taruh di gelas/mangkuk kasih air cemek2, atau sangrai, setelah itu campur dalam blender dan haluskan. Tambah jinten sedikit.

Bumbu geprek
Serai satu batang, laos sejempol kaki, sama 3 lembar daun jeruk, daun jeruk agak banyak karena khasnya rawon.
Cara memasak:
Setelah bumbu dihaluskan, bumbu ditumis dengan minyak yang cukup, termasuk lengkuas, daun jeruk dan serai sampai benar2 wangi. Harus dioseng2 karena waktu diblender bercampur air, usahakan waktu numis bumbu airnya bisa habis.

Setelah itu, daging yang sudah direbus dan diiris-iris masukkan dalam bumbu yang ditumis, tambahkan sedikit air sampai kira2 bumbu menyatu dengan daging.
Setelah bumbu keliatan meresap dengan daging, (warna daging sudah kehitaman) masukkan ke dalam panci yang ada kaldu dagingnya tadi tambahkan air secukupnya.

Kasih setengah sendok air asam dan tomat utuh 2 biji jangan diiris biarkan sampai mendidih dg api sedang. Waktu masukkan daging dalam kuah tambahkan garam, gula, dan penyedap secukupnya, usahakan waktu daging sudah dimasukkan kuah mendidihnya sedang atau kecil saja tapi keliatan mendidih, cek rasa asin manisnya kalau sudah pas biarkan dalam keadaan mendidih sekitar 15 menit. Kemudian masukkan irisan bawang irisan bawang daun (2 batang) sama bawang goreng dan siap disantap.

Rawon Perdanaku

Rawon Perdanaku

Oh ya aku sengaja pake kluwek agak banyak, karena setelah dibuka kluwek itu banyak yang kopong, dari 13 biji mungkin yang bagus hanya 6, Aku juga enggak pakai bawang daun sengaja, disajikan ama tauge pendek dan sambal soto. Sambalnya isinya cuma cabe lombok dan garam terus di ulek, lebih nikmat lagi kalau dimakannya sama kerupuk. Di jamin mantap deh, makasih ya mbah mukti atas resepnya Maknyoss

Judul : Home Sweet Anywhere (Petualangan Menakjubkan dan Menginspirasi dari suami istri yang menjalani Hidup dengan Berkeliling Dunia)
Penulis : Lynne Martin
Penerjemah : Endang Sulistyowati
Editor : Nunung Wiyati
Penyelia : Chaerul Arif
Proofreader : Arif Syarwani
Cetakan : I, September 2014
Penerbit : Pustaka Alvabet
Harga : Rp.65.000

Buku bersampul biru laut ini merupakan kisah pribadi sang penulis Lynne Martin yang sempat menghebohkan Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu. Berawal dari kenekatan Lynne dan suaminya Tim Martin untuk menjual rumahnya di California dan melakukan traveling ke beberapa negara, meninggalkan anak dan keluarga terdekatnya. Hal ini tentu saja mengejutkan keluarganya, namun Lynne dan Tim merencanakan semuanya dengan penuh perhitungan.

Sampul Buku

Sampul Buku

Lynne dan Tim adalah sepasang suami istri yang menemukan cintanya kembali di masa tua mereka. Sebelumnya Lynne pernah menikah dengan Guy, namun Guy meninggal karena sakit, sedangkan Tim sudah bercerai dari istrinya. Sebelum mereka menikah, pada tahun 1970an, mereka pernah berpacaran namun belum berjodoh. Pada saat Guy sudah meninggal akhirnya Lynne memutuskan untuk menikahi Tim dan keduanya memutuskan untuk melakukan traveling dan menuliskan pengalamannya di sebuah blog.

Memutuskan menjual rumah, tentu adalah keputusan yang sulit. Apalagi ia harus meninggalkan semua barang dan kenangannya selama bertahun-tahun. Untuk itu mereka menyumbangkan sebagian besar barang yang ada di rumah ke lembaga amal dan koleksi pribadi mereka ke anak-anaknya. Untung saja selama bekerja sebagai humas sampai sekarang, Lynne memiliki perencana keuangan terpercaya yang mengatur keuangan dan investasinya, serta melaporkannya setiap bulan. Sehingga perjalanannya keliling dunia juga sudah mendapat persetujuan dari perencana keuangannya.

Lynne juga memiliki suami, Tim yang cerdas. Saat Lynne mempersiapkan segala sesuatunya seperti surat-surat kelengkapan dan packing pakaian, Tim sudah memesan apartemen, mobil dan kebutuhan lainnya di negara yang akan dikunjunginya. Hal ini tentu memudahkan keduanya mempersiapkan segala akomodasi yang dibutuhkan.

Lynee Martin

Lynee Martin

Buku ini terdiri dari Tiga belas bagian yang menceritakan pengalamannya di tiap negara yang dikunjunginya. Negara yang pertama dikunjunginya adalah Meksiko. Keduanya pun menjalani petualangan baru yang menakjubkan, dari mengunjungi piramida yang menjulang di Meksiko, menjelajahi pasar tradisional di Turki, menyaksikan rumah-rumah Georgia yang berkilau di Irlandia, hingga mendatangi pusat grosir olahraga di Italia. Argentina, Prancis, Inggris, Jerman, Portugal, dan Maroko telah pula mereka singgahi. Keduanya hidup dari satu apartemen ke apartemen lain, dari satu rumah sewaan ke rumah sewaan lain. Dengan koper kecil, dua komputer, selera untuk pengalaman baru, kebersamaan, serta fleksibilitas untuk merasa berada di rumah sendiri di hampir setiap situasi, keduanya menjalani hidup dan cinta tanpa batas.

Pengalamannya di setiap negara ia tulis dalam setiap bab di buku ini. Petualangannya memahami warga setempat, perkenalan dengan orang-orang baru, kebiasaan supir Taxi di berbagai negara, kendala makanan, hingga kendala bahasa yang mereka hadapi untuk berkomunikasi dengan negara yang dikunjunginya ia jelaskan secara mendetail, sehingga pembaca seolah-olah merasakan pengalaman mereka.
Tulisannya yang awalnya ia muat di blog homefreeadventure.com ini menginspirasi dan membuat orang berdecak kagum. Home Sweet Anywhere adalah sebuah petualangan romantis yang sangat indah. Lebih dari itu, inilah peta jalan bagi siapa pun yang ingin mewujudkan impian untuk hidup berkelana tanpa batas. Pada Oktober 2012, Wall Street Journal memuat pengalaman mereka dan mendapat tanggapan positif dari pembaca, sehingga Lynne pun diundang dan diwawancarai berbagai media tentang pengalamannya.

Kisah suami istri ini mengilhami banyak orang terutama mereka yang sudah pensiun untuk merencanakan rencana mengisi hari tuanya dengan berkeliling dunia atau mengunjungi tempat-tempat yang belum dikunjungi semasa hidupnya. Sekarang Lynne dan Tim tidak memiliki alamat permanen dan berniat untuk tetap seperti itu sampai roda kehidupannya ber-henti berputar sekitar tiga puluh tahun ke depan.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi anda yang suka berpetualang atau travelling, bisa juga sebagai kado hadiah ulang tahun bagi orang tua atau saudara terdekat anda. Dilengkapi satu bab sendiri tentang apa saja yang harus dipersiapkan selama perjalanan, buku ini menjadi panduan lengkap bagi para traveller.

Eva Rohilah
Pecinta buku tinggal di Depok
Twitter: @evarhl

Take Tei Restoran Jepang Enak di Pamulang

Posted: October 7, 2014 by Eva in Kuliner

Sekitar hari Sabtu di bulan September lalu, kami mencoba mencari kuliner Restoran Jepang di Sekitar Pamulang. Setelah dapat rekomendasi dari Tante Putri Anggia tetangga di Pamulang Elok, saya makan masakan Jepang di Take Tei yang terletak di Pamulang Permai blok SH 12/06, tepatnya di belakang Superindo Pamulang.

Menu di Take Tei

Menu di Take Tei

Waktu itu kami datangnya sore, setelah disodorkan menu oleh pelayan akhirnya kami memilih menu Mixnabe. Sebenarnya aku jarang makan masakan Jepang, cuma rekomendasi mas Arif katanya di Thamrin ada masakan Jepang yang enak, akhirnya aku pengen nyoba cuma yang deket-deket aja di Pamulang kalau ke Thamrin kejauhan.

Mixnabe

Mixnabe

Sambil nunggu menu dihidangkan, kami dengan sabar main instagram dan bbman. Kami pun sepakat untuk minum lemon tea.

Menunggu menu

Menunggu menu

menunggu juga

menunggu juga

Setelah semua menu tersedia, akhirnya kami merebus sayuran dan membakar irisan daging serta udang dan ikan dari menu mixnabe, daging dan ikannya seger, juga sayurannya masih fresh.

Daging, ikan, dan udangnya dibakar dulu

Daging, ikan, dan udangnya dibakar dulu

Alhamdulillah kenyang meskipun sempat ada insiden kompornya mati, tapi makan di Take Tei cukup memuaskan. Harganyapun terjangkau. Pesanan kami 1 mixnabe, 2 Gohan, dan 2 lemontea cuma bayar 81.400. Cuma kami menyesal tidak memesan tempat di atas, karena makannya di lt 1, makan jadi tidak tenang karena diawasin pelayan dan resepsionis, lain kali kalo makan mending di lantai 2.

Buat yang pengen makan restoran Jepang di Pamulang, saya rekomendasikan makan di Take Tei dijamin memuaskan. Selamat mencoba yaa…

Salam,

Twitter: @evarhl