” Little Big Master” Kisah Nyata Ketulusan Hati Kepala Sekolah Akan Tayang di Celestial Movies

Posted: October 20, 2015 by Eva in Artikel, Pendidikan, Seni, Film dan Budaya

Akhir pekan kemarin 17 Oktober 2015, aku diundang ke acara nonton bareng Film berjudul “Little Big Master” di Cinemaxx Plaza Semanggi persembahan Celestal Movies. Aku berangkat dari rumah bareng suami, lalu pisah di Pasar minggu dan aku naik busway dari Pasar Minggu ke Plaza Semanggi. Sampai Plangi masih pagi jam 9, dan registrasi jam 10-jam 11. Aku bertemu dengan teman-teman dari Kumpulan Emak-emak blogger, ternyata banyak juga blogger dari komunitas lain seperti Kompasiana dan Blog detik. Kami mendapatkan goodie bag cantik dan snack.

Tepat pukul 11 Aku masuk studio dan tayangan film “Little Big Master” pun dimulai. Adegan diawali dialog seorang guru dengan murid yang merasa tertekan masuk di kelas berbakat sebuah Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) elit di Kota Hongkong. Orangtua sang murid tidak terima ketika mengetahui laporan bahwa anaknya tidak bisa dimasukkan kelas berbakat dan menanyakan siapa yang membuat laporan kepadanya, maka direktur sekolah memanggil kepala sekolah TK elit tersebut dan diminta menjelaskan kepada kedua orangtua anak tersebut. Sang Kepala Sekolah, Lui Wai-hung (diperankan oleh Miriam Yeung) menjelaskan apa adanya tentang kondisi muridnya, untuk menghindari sang murid dari stress, sebaiknya anak tersebut dimasukkan ke kelas reguler. Namun kedua orang tua murid yang merupakan orang terpandang dan kaya raya tetap tidak mau terima, sehingga akhirnya hati Direktur pun luluh. Dia lebih mematuhi keinginan orang tua murid untuk tetap memasukkan anak tersebut ke kelas berbakat dan mengabaikan pendapat Kepala Sekolahnya.

Hung dan Dong akan melakukan perjalanan ke luar negeri

Hung dan Dong akan melakukan perjalanan ke luar negeri

Merasa tidak nyaman, Hung Usai mengajar di TK, Hung mengatakan kepada suaminya Dong (diperankan oleh Louis Koo) memilih mundur dari TK ternama dan berencana melakukan perjalanan pensiun keliling dunia. Dong yang bekerja sebagai perancang di museum pun sedang bermasalah dengan kantornya. Sehingga sisa waktu yang ada diisi Hung dengan berolahraga ke gym dan belajar bahasa asing. Namun, Hung mengerti bahwa kondisi pensiunnya hanyalah cara untuk menjauh dari minatnya yang memudar terhadap pendidikan.

Saat tidak sengaja berolahraga, Hung memperhatikan ada iklan penerimaan di sebuah TK di desa yang mencari kepala sekolah sekaligus pengawas sekolah dalam satu posisi. Jika sekolah tersebut gagal mendapatkan kepala sekolah baru pada waktunya, maka akan ditutup. Hal ini membuat 5 siswa yang tersisa akan kehilangan kesempatan untuk bisa bersekolah. Hung khawatir, masa depan anak-anak tersebut menjadi tidak jelas. Dengan harapan bisa mencarikan sekolah yang lebih baik untuk mereka sebelum tahun ajaran baru tahun depan, Hung memutuskan untuk melamar jabatan sebagai kepala sekolah meski dengan gaji rendah (4.500 Dollar Hongkong) dan menunda perjalanan pensiunannya.

Saat pertama kali Hung mengunjungi kelima anak tersebut, Siu Suet, Ka Ka, Chu Chu serta Kitty dan Jennie, dua bersaudara dari Asia Selatan, mereka menolak keras untuk menerima orang asing. Namun setelah menunjukkan banyak perhatian dan kesabaran, Hung dengan cepat mendapat kepercayaan mereka. Kepolosan mereka yang murni menyentuh Hung serta menyalakan kembali minatnya terhadap pendidikan dan dia mulai tahu cerita di balik mereka satu per satu.

Hung Mengantarkan Anak didiknya ke toilet desa saat hujan deras

Masih banyak hal yang perlu dilakukan selain merencanakan kurikulum, termasuk memperbaiki bangunan tua sekolah tersebut, membersihkan toilet dan menjemput anak-anak ke sekolah. Saat hujan deras dan toilet sekolah meluap, Hung bahkan rela mengantarkan anak-anaknya ke toilet desa. Hung bahkan harus berdiri tegak menentang cemooh dari masyarakat setelah membantu orang tua mereka yang miskin. Namun demikian, dia mampu melewati semua kesulitan dengan semangatnya yang besar dan perlahan jatuh cinta pada tempat tersebut. Dia memutuskan untuk mengelola sekolah tersebut dan mulai mencari siswa baru.

Salah satu yang menarik dan menggores hati dari film ini adalah karakter kuat kelima muridnya. Murid pertama adalah Ho Siu Suet (diperankan oleh Ho Yun-Ying Winnie) Salah satu dari lima murid. Ibu Siu Suet masih menunggu visa di Cina Daratan untuk datang ke Hong Kong. Si kecil Siu Suet tinggal bersama ayahnya yang tua dan sakit-sakitan bekerja sebagai pengumpul besi tua. Dia mengurus pekerjaan rumah pada usia belia. Murid kedua adalah Tam Mei Chu / Chu Chu (diperankan oleh Keira Wang), Chu Chu takut pada hujan badai setelah kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan mobil saat malam badai dan petir menggelegar. Sejak itu Chu Chu diadopsi oleh kerabat jauhnya, Bibi Han.

Hung Memberi Penjelasan Kepada Chu Chu Agar Dia Tidak Takut Terhadap Petir

Hung Memberi Penjelasan Kepada Chu Chu Agar Dia Tidak Takut Terhadap Petir

Murid ketiga adalah Fu Shun-ying sebagai Lo Ka Ka / Ka Ka (diperankan oleh Fu Shun-ying), Ka Ka adalah gadis yang sangat dewasa walau usianya masih belia. Dia menolak untuk pergi ke sekolah karena harus menjadi penengah pertengkaran kedua orang tuanya. Sedangkan murid ke empat dan kelima adalah Kittie dan Jennie Fahima (diperankan oleh Zaha Fathima & Khan Nayab). Kitty dan Jennie adalah kakak beradik diantara kelima murid. Mereka di bawah tekanan keluarga karena keberatan ayah mereka yang mengabaikan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuannya.Orangtuanya adalah imigran dari Asia Selatan.

Hung Bersama Kelima Muridnya

Hung Bersama Kelima Muridnya

Dengan setulus hati, Hung mengajar kelima muridnya. Dia juga mengajak para orangtuanya terlibat dengan kegiatan sekolah seperti field trip ke sebuah taman di kota Hongkong. Hung pun mulai dikenal oleh masyarakat dengan sebutan kepala sekolah 4.500 Dollar Hongkong. Pada saat bermain di taman tersebut ada dialog yang sangat menarik antara Hung dan salah seorang pengunjung taman yang difabel. Dia mengenal Hung melalui media dan mengatakan salut atas perjuangan Hung dia berkata “Pendidikan terbaik tidak terdapat pada pada perangkat kerasnya, namun ada pada kebaikan hati para pendidiknya,” ujarnya. Pesan dari perkataan pengunjung itu sangat dalam dan menyadarkan saya akan pentingnya kualitas pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah.

Bermain Bersama

Bermain Bersama

Waktu terus berlalu dan masa perekrutan siswa baru pun segera dimulai. Di sisi lain, para orang tua dihasut untuk mengeluarkan anak mereka dari sekolah. Hung menerima pemberitahuan terakhir tentang pemecatan dirinya. Namun Hung tidak putus asa, dia bisa mengatasi semuanya dan datang berkunjung ke rumah muridnya. Hingga akhirnya dia mempersiapkan murid-muridnya untuk menari dan bernyanyi. Niat semula yang hanya mengajar sampai empat bulan pun pupus. Hung ingin merekrut siswa baru. Di sisi lain, Dong sangat mengkhawatirkan kesehatan Hung setelah mengetahui itu bukan pekerjaan sementara.

Hung Bersama Muridnya Latihan Mempersiapkan Pesta Kelulusan

Hung Bersama Muridnya Latihan Mempersiapkan Pesta Kelulusan

Pada saat itu ada ketegangan antara Hung dan suaminya yang saat itu kurang setuju dengan rencana Hung, karena akan membatalkan impian mereka ke luar negeri. Saat ulang tahun ibunya, Hung yang datang terlambat mendapat pesan dari mertuanya bahwa Hung yang menderita penyakit tiroid sudah jarang berkunjung ke dokter yang menanganinya. Dong pun menyadari jika Hung belakangan jarang minum ramuan tradisional yang disiapkannya. Dia khawatir penyakitnya akan kambuh lagi meski sudah diangkat. Namun, Hung tidak pantang menyerah Hung sangat bersemangat mempersiapkan pesta kelulusan dan menyebar brosur dan menunggu pendaftaran siswa baru hingga saat-saat penting dimana ia harus menghadiri acara Dong dan tidak ada satupun murid yang mendaftar, penyakitnya pun kambuh dan ia pun jatuh sakit. Dong pun segera membawa Hung ke rumah sakit dan benar, jika penyakit tiroid yang dideritanya muncul lagi meskipun tumornya sudah diangkat. Berhari-hari Hung dirawat di rumah sakit dan Dong pun menggantikan perannya sebagai guru sekaligus kepala sekolah di TK tersebut.

Pada saat itu juga ada seorang tokoh di Hongkong yang merupakan pencari dana di bidang pendidikan ingin memanfaatkan popularitas Hung untuk kepentingan pribadinya. Beruntung Hung sadar dan tidak silau akan popularitas ia menolak tawaran tokoh tersebut.

Dong Mengantikan Peran Sementara Hung Menjadi Kepala Sekolah

Dong Mengantikan Peran Sementara Hung Menjadi Kepala Sekolah

Setelah dirawat di rumah sakit, Hung pun bersiap ke sekolah untuk menemui kelima muridnya. Saat itu sekolah akan ditutup jika Hung tidak bisa mendapatkan siswa baru. Anak-anak putus asa untuk membuat sebuah penampilan terbaik dalam upacara kelulusan sebagai hadiah untuk kepala sekolah mereka tercinta dan sebagai perpisahan untuk semuanya. Mereka menahan tangis selama pentas dan adegan ini sangat mengharukan, Tidak hanya Hung yang terharu, saya liat semua penonton di cinemaxx terdiam dan hampir semua menangis melihat adegan ini.

Hung yang Baru Pulang dari Rumahsakit Terharu Melihat Penampilan Terbaik murid-muridnya di Pesta Kelulusan

Hung yang Baru Pulang dari Rumahsakit Terharu Melihat Penampilan Terbaik murid-muridnya di Pesta Kelulusan

Saat itu Hung mengumumkan bahwa satu-satunya siswa yang lulus adalah Lo Ka Ka. Hung dan Ka Ka pun memberikan sambutan yang sangat menyentuh hati. Ka Ka sangat berterimakasih atas kerja keras kepala sekolah selama ini mendidik mereka, Kaka bahkan di masa depan bercita-cita ingin menjadi kepala sekolah seperti Hung, diapun minta izin jika ia ingin tidak lulus dan tetap belajar bersama Hung. Adegan ini merupakan klimaks dari “Little Big Master, sangat luar biasa mengharukan.

Lo Ka Ka Menangis Meminta izin agar ia tidak diluluskan Kepada Hung

Lo Ka Ka Menangis Meminta izin agar ia tidak diluluskan Kepada Hung

Para orang tua murid yang hadir ikut menangis. Semua orang di desa yang akhirnya datang melihat, sangat tersentuh dan Hung menyadari bahwa kegigihan dan kerja keras serta ketulusan hatinya akhirnya membuahkan hasil. Tk ini tidak ditutup justru mendapatkan murid dan dukungan dari masyarakat luas. “Little Big Master” diangkat dari kisah nyata yang menceritakan tentang upaya nona Lui Lai Hung membangun kembali TK Yuen Kong dari sebuah TK yang suram menjadi TK terkemuka.

“Little Big Master” membuat ulang kisah tentang Hung membangun kembali sebuah TK menjadi kehidupan yang menyenangkan bagi para muridnya. Sebuah kisah kecil dengan tawa dan air mata di kota besar. Ada satu pesan yang disampaikan di akhir film ini “Bahwa dalam hidup kita, pasti akan bertemu seorang guru baik yang akan merubah Hidup Kalian,” ini pesan mengingatkan akan guru-guruku dulu saat SD, SMP dan SMA. Satu persatu mereka hadir dalam ingatanku dan aku pun berkata betapa besar jasa mereka.

Diproduseri Benny Chan,  “Little Big Master” menuai banyak pujian dan meraih sukses besar di Hong Kong serta berhasil meraup pendapatan HK$46,6 juta (sekitar Rp 80 milyar) di Hong Kong box office. Jangan lewatkan kisah menyentuh hati yang dihiasi oleh aksi para bintang cilik yang menggemaskan dan mengharukan dalam “Little Big Master” pada hari minggu, tanggal 25 Oktober jam 20.00 WIB hanya di Celestial Movies. Celestial Movies dapat disaksikan Indovision (CH. 20), K-Vision (CH. 47), MatrixTV (CH. 9), Nexmedia (CH. 508), OkeVision (CH. 19), OrangeTV (CH. 162), Skynindo (CH. 19), Transvision (CH. 112), TopTV (CH. 20), Topass TV (CH. 61), UTV (CH. 691), dan YesTV (CH. 108).

Saya berterimakasih kepada Celestial Movies karena diperkenankan menonton film ini. Sepulang dari Nobar saya langsung pulang ke rumah dan cari kanal Celestial Movies yang kebetulan saya berlangganan Transvision, saya penasaran dengan film-filmnya. Selama ini tidak tahu jika ada film Hongkong berkualitas. I Love HK Movies . Selamat Menyaksikan.

Nonton Bareng Seru

Nonton Bareng Seru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s