Archive for November, 2015

Kenaikan permukaan air laut, pelestarian keanekaragaman hayati dan kemampuan manusia untuk bertindak dan beradaptasi dalam menghadapi perubahan iklim adalah tantangan lingkungan terbesar yang pada tahun ini diangkat menjadi tema Pesta Sains 2015. Melalui berbagai pameran interaktif, diskusi dan pemutaran film, Pesta Sains mengajak publik Indonesia untuk lebih memahami tantangan terbesar yang sedang kita hadapi abad ini.

Mural Bumi Kita

Mural Bumi Kita

Kedutaan Perancis untuk Indonesia dan Institut Francais Indonesia (IFI) membawa berbagai pameran yang dirancang oleh lembaga-lembaga penelitian Prancis (IRD, CNRS, CIRAD dan AFD) ke Indonesia. Selain mereka, beberapa LSM, perusahaan Prancis dan Indonesia yang peduli dan aktif di bidang lingkungan juga turut mendukung penyelenggaraan Pesta Sains tahun ini dengan berbagi program dan pengalaman mereka di bidang ini. Beberapa media seperti KOMPAS yang menggunakan kertas daur ulang, dan lembaga Artha Graha dan sponsor lainnya ikut mendukung acara ini.

Tema perubahan iklim untuk Pesta Sains edisi ke-2 ini dipilih sesuai dengan fokus KTT Iklim PBB/COP21 yang akan berlangsung di Paris dari tanggal 30 November s.d. 11 Desember 2015 yang salah satu poin diantaranya adalah untuk menyepakati kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Karena jika kenaikan temperatur iklim terlalu tinggi, itu berarti permukaan laut juga akan naik dan terjadi bencana alam ekstrem, seperti banjir, hujan deras, gunung meletus dll. Perancis sebagai tuan rumah dalam konferensi yang diikuti oleh 106 negara ini, PBB sebagai lembaga penyelenggara adalah yang membuat inisiasi empat komponen yang harus disepakati oleh negara peserta United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Bersama Melawan Perubahan Iklim

Bersama Melawan Perubahan Iklim

Kamis malam 26 November 2015, Pesta Sains 2015 di tutup dan sekaligus peluncuran prapeluncuran Konferensi Tingkat Tinggi Iklim “Paris Climate 2015″ atau COP-21. Sebanyak 106 negara akan bergabung dalam pertemuan tersebut untuk membahas isu perubahan iklim yang sedang terjadi, ” ujar Premier Conseiller de ambassadeur de France en Indonesie et Timor Stephane Baumgarth. Stephane menjelaskan, perhelatan internasional tersebut juga diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi seluruh pihak di dunia mengenai perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.

“Jika kita tidak serius menangani masalah ini, memang dunia kita tidak akan hilang. Tetapi ini akan sangat menyulitkan kehidupan kita di masa depan,” tukasnya.
Sehubungan dengan peran Indonesia dalam upaya penanganan perubahan iklim, dia berpendapar bahwa Indonesia memiliki tugas yang besar dalam isu tersebut.
Sebagai negara berkembang yang masuk ke dalam “Group of 20” atau G20, Indonesia seharusnya bisa lebih berupaya untuk menegaskan komitmen dan dukungannya terhadap upaya menjaga lingkungan, ujarnya.Selanjutnya, terkait dengan kegiatan Pesta Sains 2015 tersebut ia menjelaskan bahwa tujuan dari acara tersebut ialah untuk memberikan kesadaran kepada kaum muda mengenai bahaya perubahan iklim. Selain itu, yang terpenting ialah kaum muda dapat lebih berkontribusi dalam usaha menjaga lingkungan dengan memulainya dari diri sendiri. Sarwano Kusumaatmaja dari Dewan Perubahan Iklim Indonesia juga memberikan sambutan dan menegaskan jika Presiden Jokowi akan hadir pada perhelatan tersebut. Untuk memeriahkan acara ini hadir juga artis yang juga aktivis lingkungan yaitu Oppie Andarista, Nugie dan Nadine Chandrawinata

Sarwono Kusumaatmaja bersama Oppie Andaresta, Nugie,Nadine Chandrawina di Prapeluncuran COP 21

Sarwono Kusumaatmaja bersama Oppie Andaresta, Nugie,Nadine Chandrawina di Prapeluncuran COP 21

Masing-masing artis itu memiliki kepedulian terhadap lingkungan dengan cara masing-masing. Oppie Andaresta misalnya membuat buku untuk anak-anak tentang lingkungan, Nugie mempraktekkan dan mengkampanyekan hidup sehat dengan naik sepeda kemanapun dia pergi dan mulai memperjuangkan untuk lebih selektif dalam gaya hidup dari mulai apa yang kita makan, mengurangi plastik, dan membeli yang baik. Menggunakan lampu seperlunya dan hemat listrik. Dia juga menyarankan agar kita jangan buang sampah kalau bisa semua bisa didaur dan ulang. Sedangkan Nadine Chandrawinata mengajak masyarakat untuk go Blue, atau peduli laut. Nadine yang memiliki hobi diving ini mengatakan jika saat menyelam ia juga sambil membersihkan laut dari plastik yang menyangkut di terumbu karang yang dikira hewan laut ubur2 sehingga mereka makan. Pada akhirnya menurut Nadine semua akan bermuara ke laut jadi Go Green itu penting tapi jangan lupakan Go Blue pesan mantan putri Indonesia itu semangat.

Lebih bijak dalam mencharge HP

Lebih bijak dalam mencharge HP

Acara ditutup dengan pemukulan kentongan sebagai tanda prapeluncuran Cop 21 dan peserta diskusi diajak keliling ke pameran dan mural tentang kampanye perubahan iklim seperti mengecharge sambil bersepeda, Healthy Charger dan lain sebagainya. Acara yang berlangsung di bentara budaya ini juga ada pameran perubahan iklim di dalam gedung yang menarik untuk dilihat. Berikut saya tampilkan beberapa foto pameran.

Healthy Charger

Healthy Charger

Kebutuhan Listrik Dunia yang Semakin Tinggi

Kebutuhan Listrik Dunia yang Semakin Tinggi

Tidak ada Foto Bagus Untuk Perubahan Iklim

Tidak ada Foto Bagus Untuk Perubahan Iklim

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi perubahan iklim? Mulailah kita peduli lingkungan di mulai dari kita sendiri. Dimulai dari hal-hal yang sederhana seperti hemat listrik, hemat plastik, bawa kantong belanjaan sendiri jika belanja, menggunakan sepeda atau naik kendaraan umum jika bepergian dan banyak hal lainnya yang bisa kita lakukan untuk bumi.

Kebayoran Lama 27 November 2015
Twitter: @evarhl Instagram: Eva Rohilah

Resensi Buku
Judul: Hidup Seimbang Hidup Bahagia
Penulis: Akhirudin DC, MA
Penyelaras bahasa: Fajar Kurnianto
Genre: Pengembangan Diri
Cetakan: I, September 2015
Ukuran: 13 x 20 cm
Tebal: 176 halaman
ISBN: 978-602-71503-4-8

Jarang ada buku motivasi yang membahas keseharian yang paling dekat dalam hidup kita yaitu tentang keseimbangan hidup, namun Sang motivator Akhirudin DC menjelaskannya secara mendetail dan gamblang disertai contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani kehidupan, manusia membutuhkan keseimbangan. Keseimbangan akan menghasilkan kemampuan diri, suatu kekuatan yang sangat diperlukan untuk bertanggung jawab penuh atas pekerjaan, keluarga, kehidupan pribadi, sosial, dan spiritual. Dengan memiliki keseimbangan, seseorang dapat selalu siap dan berdaya penuh untuk melayani semua urusan kehidupan dengan penuh tanggung jawab. Keseimbangan inilah sarana untuk menggapai kebahagiaan dalam hidup.

Sampul Buku

Sampul Buku

Melalui buku ini, sang penulis, seorang trainer muda berbakat dalam bidang motivasi dan pengembangan diri, memandu pembaca untuk menemukan cara menggapai keseimbangan dengan bekerja tanpa mengabaikan aspek-aspek kehidupan yang seringkali dipertentangkan, seperti kehidupan pribadi, keluarga, spiritual, dan sosial. Buku ini dapat membantu Anda untuk memotivasi diri, meningkatkan manajemen diri, dan meningkatkan kualitas hidup melalui prinsip keharmonisan

Dr. Ir. H. Haikal Hassan, S.Kom, MM, CHt, MNLP, pengasuh Program Khazanah Trans7, dan seorang master trainer mengatakan dalam endorsementnya “Hidup Seimbang Hidup Bahagia adalah sebuah refleksi diri, dan karena itu buku ini sangat enak dibaca. Tidak berlebihan kiranya ia mengatakan demikian, karena penuturannya yang mudah dipahami Buku ini akan mengajak pembaca untuk menapaki kesimbangan hidup dan menjaga ikatan spiritual lebih kuat. Memprovokasi siapa saja untuk hidup lebih baik.

Buku ini ringan dan enak dibaca. Terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama tentang Balance Life=Beautiful Life, bagian kedua The Law Of Balance berisi tentang pengertian secara mendasar apa itu keseimbangan, berbagai implikasi makna keseimbangan dalam kehidupan manusia seperti keseimbangan antara ilmu dan amal, keseimbangan antara rasa takut dan harapan, keseimbangan dalam menjalankan ajaran agama dan keseimbangan dalam Alam semesta.

Di Muat di Majalah Monitor Daily (Monday) Edisi November 2015

Di Muat di Majalah Monitor Daily (Monday) Edisi November 2015

Salah satu yang dibahas dalam bagian dua adalah keseimbangan dalam diri manusia sebagai mahluk individu dan sosial, keseimbangan hidup dan kerja juga keseimbangan hidup di dunia dan akhirat. Selain itu diungkapkan juga hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dan produktivitas.
Saya mengenal penulisnya Akhirudin sejak masih mahasiswa dan kuliah di UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta dan dikenal sebagai sosok yang rajin dan ulet juga pintar berorganisasi. Menurut Akhirudin, dalam kesimpulannya salah satu sifat atau karakteristik idela manusia adalah mahluk yang selalu ingin memperbaiki dan mengembangkan potensi dengan berbagai macam cara, diantaranya dengan munculnya berbagai macam pemikiran atau ideologi-ideologi yang semua itu berusaha untuk mengubah kehidupan ini menjadi lebih baik. Namun terkadang pemikiran-pemikiran atau ideologi tersebut hanya melihat dari satu sisi tanpa melihat sisi lain.

Sikap seimbang memiliki beberapa makna yang sejalan dengan sikap pertengahan, atau tawazun. Sedangkan menurut Islam konsep keseimbangan dapat diartikan sebagai sikap adil yang tidak berat sebelah dalam segala hal, menempatkan sesuatu pada posisinya dan secara proporsional. Keadilan tersebut dapat bersifat hubungan manusia dengan Allah (habl min Allah) dan hubungan manusia dengan sesama manusia (habl min an-naas) yang juga mencakup di dalamnya hubungan manusia dengan alam semesta.

Setelah membaca buku ini, pembaca akan selalu optimis dalam mencapai kebahagiaan dan dalam menghadapi kehidupan dengan mengenali diri sendiri, termasuk lingkungan yang selama ini kita anggap kurang peduli. Penulis yang juga merupakan Direktur AD Consulting berpengalaman memberikan training di berbagai Perusahaan Nasional dan Internasional, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), instansi pemerintah pusat dan daerah dengan spesialis dalam pembentukan karakter pribadi dan budaya perusahaan.
Buku ringan dan tipis ini wajib anda miliki sebagai panduan sehari-hari hidup Anda. Selamat membaca!

Eva Rohilah
Pecinta buku tinggal di Depok
Blog: http://www.evarohilah.wordpress.com

Sebenarnya sudah lama aku memakai produk EIGER sejak tahun 2000, waktu masih kuliah di Jogja. Waktu itu aku masih pacaran ama mas Arif suka jalan-jalan cari penutup muka, tas, dompet dan jaket di beberapa toko Eiger yang ada di Jogja. Kami memang tidak begitu suka naik gunung seperti kebanyakan pecinta EIGER lainnya, tapi suka aja ama produk2nya.

Eiger Adventure

Eiger Adventure

Setelah beberapa tahun berselang kami menikah dan tinggal di Jakarta, banyak juga saya temui produk sejenis EIGER dan tak kalah bagusnya. Saya pun mulai melirik produk lain terutama jaket karena saya lihat di dekat tempat tinggal saya di Pamulang gak ada toko EIGER yang besar dan lengkap. Yang saya suka adalah koleksi EIGER di Mall Citra Grand Cibubur waktu aku jalan2 kesana ke tempat ponakan, lengkap bagus dan besar. Mas Arif sempat beli sandal disana udah sekitar setahun lalu dan sekarang masih awet.Saya juga sempat lihat acara Kick Andy yang menampilkan pendiri EIGER dan saya sangat suka sekali ternyata produk EIGER adalah asli bikinan dalam negeri dan sudah merambah ke mancanegara.

Asli Buatan Anak Negeri

Asli Buatan Anak Negeri

Seminggu yang lalu pulang dari Sukabumi, aku ditunjukkin mas Arif pusat EIGER di Bogor, tepatnya di jalan Siliwangi, di depan Mall Lippo deket di Pusat Kota Bogor, kalau dari Tajur lurus aja nanti ada di kiri jalan. Wah tempatnya besar dan baguus, aku suka banget berlama-lama disitu dan milih aneka macam produk. Penjaganya juga ramah-ramah dan pilihan barangnya lengkap.

Eiger Store Bogor

Eiger Store Bogor

Setelah keliling kesana kemari tujuan utamanya cari jaket, tapi kok yang lain juga menarik akhirnya kita beli tiga item. Jaket, kaos sama tas punggung buat aku kerja. Karena selama ini pake tas kulit cewek setelah kucoba kurang besar. Karena aku bawa makan siang dan perlengkapan lain jadi butuh tas yang cukup besar. Alhamdulilah dibeliin mas Arif wah senengnya. Total tiga item itu semua 850.000, lumayan lah tapi puas banget bagus-bagus barangnya.

Produk EIGER yang kubeli

Produk EIGER yang kubeli

Mulai minggu kemarin aku tiap masuk kerja pake tas EIGER ini, enak banget di pakenya dan nyaman. Kena hujan juga gak tembus. Warnanya Orange ngejreng banget kalau ada di kegelapan nyala. Semoga lain kali bisa beli produk EIGER lainnya. Semoga ada toko EIGER di Pamulang atau BSD yang cukup besar jadi gak usah jauh-jauh ke Bogor.
Aku Bangga Pake produk EIGER, produk asli Indonesia. Kualitas bagus dan dipakenya nyaman dan elegan.

Tas Eiger Gendong yang Kupake Sekarang

Tas Eiger Gendong yang Kupake Sekarang

Hari ini ada Quote bagus dari EIGER di Fans pagenya
Hanya bila pohon terakhir telah tumbang ditebang;
hanya bila air sungai terakhir telah tercemar;
hanya bila ikan terakhir telah ditangkap;
barulah manusia sadar bahwa uang di tangan tidak dapat dimakan

Cintai Alam Kita

Cintai Alam Kita

Maju Terus EIGER Indonesia.Saya tunggu produk2 baru berikutnya. Semoga makin berkembang dan jaya.

Jakarta, 17 November 2015

Sambalado Tanak Teri dan Pete

Posted: November 5, 2015 by Eva in Kuliner

Teman-teman semua aku dikasih pete banyak ama temen kantor bingung mau dibikin apa kalau dilalap doang kayaknya kurang mantap. Akhirnya aku buka kulkas dan masih punya teri medan oleh2 dari suami waktu tugas ke luar kota medan dan akhirnya aku eksekusi jadi sambalado tanak, pernah dikasih resep sama dewi nofrita temen kuliah katanya ini masakan padang yang enak banget. Aku beberapa waktu pernah nyoba dan sukses, sekarang nyoba masak lagi.

Bumbunya sebagai berikut:
Sambalado Tanak
Bumbu sambal (cabe bawang putih bawang merah garam) diulek dulu semua, kemudian masak santan kental kira-kira segelas air minum dimasak di wajan dulu setelah mendidih masukan sambel ulek tadi masukkan masako, satu papan pete, asam kandis dan seperempat teri medan tapi kalau gak banyak terinya sedikit juga gak papa tapi terinya yang bagus, lalu masukkan daun salam terus menunggu sampai pete dan terinya matang. Aduk-aduk hingga meresap, masakan siap dihidangkan.

Taraa…Akhirnya jadi dan mateng. Aku bawa ke kantor buat dimakan bareng ama teman-teman dan katanya enak bikin makan nambah.Selamat mencoba yaa

Sambalado Tanak

Sambalado Tanak

Resensi Buku:

Judul : Penyelesaian Ganti Kerugian Negara/Daerah Melalui Tuntutan Perbendaharaan Dan Tuntutan Ganti Rugi
Editor : Eva Rohilah, Lina M.Komarudin
Tebal : 486 Halaman
Cetakan : I, 2015
ISBN : 978-602-7936-43-0
Harga : Rp.80.000
Penerbit : RM Books Jakarta

Sampul Buku

Sampul Buku

Penyelesaian kerugian negara/daerah melalui tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi yang dibahas didalam buku ini, merupakan best practice yang dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Penyelesaian kerugian negara/daerah melalui tuntutan perbendaharaan sebagaimana yang diatur didalam Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara, dan untuk penyelesaian kerugian negara/daerah melalui tuntutan ganti rugi sebagaimana yang diatur didalam Peraturan Bupati Gorontalo Nomor 54 Tahun 2009 tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara, dan Peraturan Bupati Gorontalo Nomor 29 Tahun 2012 tentang Hukum Acara MP-TGR.

Buku ini ditulis dengan baik oleh Yusran Lapananda, banyaknya daerah-daerah ingin mengetahui pelaksanaan atas penyelesaian kerugian negara/daerah melalui tuntutan ganti rugi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui sidang MP-TGR. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya daerah-daerah baik pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang telah berkunjung “studi banding” ke Kabupaten Gorontalo untuk mempelajari pelaksanaan penyelesaian kerugian negara/daerah melalui tuntutan ganti rugi. Salah satu alasan daerah-daerah belajar tentang penyelesaian kerugian negara/daerah melalui tuntutan ganti rugi, adalah pada proses persidangan tuntutan ganti rugi yang dilakukan oleh MP-TGR (Majelis Pertimbangan-Tuntutan Ganti Rugi).

Penyelesaian ganti kerugian Negara/Daerah terhadap pegawai negeri bukan bendahara merupakan amanat UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Setiap pejabat negara dan pegawai negeri bukan bendahara yang melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya baik langsung atau tidak langsung yang merugikan keuangan negara diwajibkan mengganti kerugian dimaksud. Di dalam pelaksanaannya, tuntutan ganti rugi sampai dengan tindaklanjutnya seringkali mengalami kendala dalam penyelesaian ganti kerugian
Negara/Daerah sehingga berakibat pada belum optimalnya pengembalian/pemulihan ganti kerugian Negara/Daerah yang telah ditetapkan.
Inilah buku yang menyajikan sekelumit penyelesaian ganti kerugian negara/daerah sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah dan ketentuan lebih lanjut dengan peraturan daerah dan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Penulis buku ini, yang merupakan Kepala Dinas, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) berusaha untuk berbagi pengalaman seputar penyelesaian ganti keuangan negara/daerah di Kabupaten Gorontalo.

Resensi di Majalah

Resensi di Majalah

Dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menerbitkan Peraturan Bupati Gorontalo Nomor 54 Tahun 2009 tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara. Peraturan Bupati ini, merupakan dasar hukum Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam memproses penyelesaian ganti kerugian Negara/daerah terhadap pegawai negari bukan bendahara atau melakukan tuntutan ganti rugi melalui MP-TGR (Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi).

Buku ini layak dibaca dan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota) khususnya bagi para anggota TPKN/D (Tim Penyelesaian Kerugian Negara/Daerah) dan MP-TGR (Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi), serta pihak lainnya, para pengelola keuangan daerah masing-masing pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, pejabat penatausahaan keuangan, pejabat pelaksana teknis kegiatan dan terutama bendahara dan para pihak yang berkepentingan di dalam menyelesaikan kerugian negara/daerah.

Eva Rohilah
Pecinta buku, tinggal di Depok

Resensi ini dimuat di Majalah Prestise Volume 20 Tahun 2015