Resensi Film “Single”; Pilih Sendiri? Atau Pacaran Dipaksakan

Posted: December 27, 2015 by Eva in Seni, Film dan Budaya
Tags: , , ,

Meskipun saya sudah menikah hampir 10 tahun tapi saya suka nonton stand-up comedy seperti Raditya Dika, Pandji, Uus dan lain-lain yang biasanya ngangkat tema jomblo kocak abis. Saya follow twitter dan instagram Radit dan Pandji dan suka tertawa sendiri bacanya, follower mereka ribuan. Nah, yang gencar di promoin belakangan ini adalah Film mereka berjudul “Single”.Selama ini saya cuma liat promonya tapi belum sempat nontonnya baru sempat kemarin di Pondok Indah Mall.

Saya nonton jam 14.30 di PIM I antrian lumayan mengular. Karena waktu itu ada tiga film laris yaitu “Star Wars”, “Single”, dan “Bulan Terbelah di Langit Amerika”. Sebelumnya saya sempatkan beli makanan dan camilan agar gak lapar nanti. Tepat pukul 14.30 studio 4 sudah dibuka.

Poster Single

Poster Single

Cerita berawal dari kisah tiga orang anak kos yaitu Ebi (Raditya Dika), Wawan (Pandji Pragiwaksono), dan Victor (Babe Cabelita) yang takut sama hantu. Mereka bertiga naik mobilnya Ebi yang hendak janjian di ITC Cempaka Mas dengan cewek bernama Vina (Elvira Devinamira) teman SMAnya dulu. Vina yang sudah lama menunggu Ebi terlihat cantik dan Ebi pun cerita jika dulu sering makan bareng saat SMA. Ebi yang berharap dapat sinyal cinta dari Vina, sangat kecewa karena ternyata Vina mengajaknya ketemu untuk memberi undangan pernikahan.

Pupusnya Harapan ini membuat sohib dekatnya Wawan dan Victor kasihan sama Ebi, maka mereka pun mengajak Ebi main ke sebuah klub yang hingar bingar. Pandjii yang punya cewek sering bantuin masak ibunya dan Victor yang dijodohkan orangtuanya terlihat kompak masuk klub, seru banget di klub ini, penampilan Victor yang memakai batik ke klub membuat penonton di studio tertawa. Saat itu Ebi mendekati Laras (Pevita Pearce) dan kekonyolan pun terjadi saat Ebi mematuhi nasihat wawan untuk mentraktir Laras dan Ebi menelpon laras jam dua malam.

Usai gagal dengan dua cewek, Ebi tidak sengaja ketemu dengan cewek cantik bernama Angel (Annisa Rawles) yang seorang mahasiswa kedokteran yang kos di tempat kos bareng sama Ebi dkk. Disinilah cerita seru dimulai. Usaha Ebi menarik perhatian Angel maksimal, dari mulai kirim surat hingga perhatian lainnya. Namun sayang, Angel banyak yang ngasih perhatian termasuk Joe (Chandra Liow), Joe ini super protektif pada Angel dan mengancam Ebi agar menghindari Angel. Berbagai cara dan tipu muslihat, Joe berusaha menjauhkan Angel dari Ebi. Ebi dan Joe pun berebut perhatian Angel hingga mengikuti ke acara Ebi dan keluarga di Bali persiapan pernikahan Alva (Frederik Alexander). Namun Ebi tak putus semangat, ia terus menerus menaruh harapan besar pada Angel. Termasuk diajak skydiving, Ebi pun mau meskipun dia tidak tahu olahraga apa dan harus kena muntahan Victor saking gugupnya terjun di skydiving untuk mengikuti kemauan Angel.

Saya bersama poster "Single"

Saya bersama poster “Single”

Ketika di Bali itulah persahabatan antara wawan, Victor dan Ebi kacau, karena diam2 Wawan dan victor kirim surat tanpa sepengetahuan Ebi dan Ebi marah begitu juga Angel karena Ebi merobek surat dari ibunya yang Alzheimer Ibu Marjan. Kesedihan dan nasib sial Ebi seakan bertubi2, dia juga tak bisa membayar kos, hingga harus pindah kos, maklum Ebi masih jobless dan melamar kesana kemari. Sisipan Ebi yang suka stand-up comedy juga ditampilkan disini.

Puncaknya saat pernikahan Alva, Ebi yang pernah berjanji akan membawa cewek di pernikahan Alva terlihat bingung saat ditanya ibunya tentang Angel yang dibawanya ke Bali. Bisakah Ebi mendapatkan Angel? Bisakah Ebi menyingkirkan Joe, saingannya? Satu hal yang Ebi akan segera sadari, yaitu petuangannya melepaskan status single membuat dia menjadi tahu lagi apa yang dia butuhkan dalam hidupnya, bukan sekadar memenuhi apa yang dia inginkan. Dalam epilog yang dikemas dalam stand up comedy, Ebi mengatakan lebih baik single atau Pacaran namun dipaksakan? Para penonton pun mengambil hikmah dari pengalaman ini tentang petualangan mencari pasangan.

Film ini bener2 kocak, penampilan Wawan dan Victor sebagai peran pendukung sangat maksimal dan membuat penonton tertawa sepanjang film berlangsung. Rugi deh kalau gak nonton hehehe…selamat nonton yaaa

Eva Rohilah
Pengamat Film dan Buku
tinggal di Depok

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s