Resensi Buku : Papua antara Uang dan Kewenangan

Posted: October 20, 2016 by Eva in Buku dan Media

Resensi Buku
Judul: Papua Antara Uang dan Kewenangan
Penulis: Lukas Enembe
Penyunting: Arif Rahman, Moksen Sirsfefa, Ma’ruf Muttaqien
Penerbit: RM Books Jakarta
Harga: Rp. 60.0000
ISBN: 9786027936546

sampul-buku-papua

Jalan Terjal Membangun Papua
(Perlawanan Halus Lukas Enembe Terhadap Kebijakan Pusat, dari Mulai Otonomi Khusus Hingga PON 2020)

Provinsi Papua memiliki sejarah panjang dalam dinamika politik di Indonesia. Belum banyak karya atau buah pemikiran dalam bentuk buku tentang bagaimana yang pahit manis membangun provinsi yang berada di Ujung Timur Indonesia ini. Baru kali ini Gubernur yang sekarang Lukas Enembe, menuliskan tentang bagaimana perjalanannya membangun Peradaban di Papua dengan aneka macam sumber saya alam dan energi yang dimiliki, konflik yang terus mewarnai dan upaya peningkatan SDM di Provinsi penghasil emas ini.

Memahami Papua Melewati Politik Kasih

Dalam bagian awal buku ini, Lukas Enembe menulis dengan penuh semangat bahwa, Papua layaknya seekor cendrawasih yang menawan mata-mata yang melihatnya, dengan keberanekaragaman warna dan segala keindahannya. Kecantikan dan Kekayaan inilah yang mendatangkan decak kagum bagi siapapun yang melihatnya, tetapi juga mendatangkan bencanan bagi yang ingin merampas kekayaannya.

Menurut Lukas Enembe, tantangan terbesarnya dalam membangun Papua adalah memutuskan rentetan sejarah yang telah melukai hati dan menyengsarakan rakyat Papua. Trauma masa lalu berupa pemberlakuan kebijakan Papua sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) telah meninggalkan trauma psikologis yang mendalam.
Kemarahan atas pembunuhan politik, pengambilan paksa terhadap hak adat, dan juga kesengsaraan orang asli Papua membuat sebagian orang Papua menamakan dirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka mengangkat senjata melawan pemerintah pusat, walaupun DOM telah dicabut dari Papua, namun sampai hari ini persoalan OPM belum tuntas, Seharusnya pemerintah pusat tidak menunda-nunda proses komunikasi konstruktif untuk memutus rantai kekerasan di Papua.

Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Papua, sebelum menjadi gubernur banyak yang meragukan kemampuannya. Sudah bukan rahasia lagi, bagaimana label terhadap orang pegunungan yang melekat pada Lukas Enembe banyak orang beranggapan tak memiliki kemampuan menjadi pemimpin, label inilah yang ingin saya patahkan. “Gejolak batin saya pada saat maju menjadi gubernur adalah keinginan membuat Papua bangkit dari keterpurukannya, tekad tersebut hanya bisa terjadi jika masyarakat Papua menghilangkan dikotomi antara masyarakat pesisir dengan masyarakat pegunungan, dan masyarakat pendatang dengan masyarakat asli,” (hal 17).

Untuk itu strategi politik yang dilakukan Lukas Enembe adalah dengan menerpkan politik kasih. Bagi Lukas Enembe, politik yang diletakkan pada kepentingan sesaat hanya akan melahirkan sifat oportunis dan keserakahan. Wajah politik ini hanya akan melahirkan orang-orang yang rakus akan kepentingan dunia. Lukas Enembe ingin meletakkan kembali esensi dan nilai-nilai kristiani di dalam perpolitikan di Papua. Baginya Politik adalah jalan penuh kasih dengan tanpa lawan tetapi dengan merangkul kawan demi kesejahteraan rakyat Papua. Dia menyebutnya dengan politik kasih.

Setiap Bab berisi pelbagai Isu Strategis

Buku yang terisi dari 10 bab ini sangat padat. Setiap babnya berisi beberapa isu strategis yang selama selalu menjadi sorotan di Papua. Seperti bab tersendiri tentang otonomi khusus dan pembangunan Papua, Perubahan Pendekatan Pembangunan, Geliat Ekonomi Papua, Gerbang Mas Hasrat Papua, serta satu bab tersendiri tentang magnet Papua bernama Freeport. Dalam bab Freeport ini Lukas menyoroti tentang kontrak karya, renegoisasi kontrak, 17 tuntutan rakyat Papua, dan Smelter yang hilang.

Sekilas memang tidak ada ungkapan atau sesuatu yang aneh dalam buku ini jika anda membacanya. Akan tetapi jika anda lebih mendalam membacanya dan menyerapi setiap ungkapan hati yang diungkapkan Lukas Enembe, ada semacam kegelisahan dan perlawanan halus dari putra daerah ini terhadap beberapa kebijakan pusat, bukan perlawanan tajam tapi lebih kepada kritik dan masukan agar pemerintah lebih mendengar suara hati rakyat Papua dari otonomi khusus sampai kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XX . Diakui Lukas Enembe, saat ini perhatian pemerintah sangat besar dan tinggi terhadap Papua pembangunan di mana-mana, namun jika anda membaca buku ini anda akan tahu betul apa sebenarnya yang diinginkan rakyat Papua.

Inilah buku yang merupakan kumpulan pemikiran dan isi hari Lukas Enembe, ditulis dengan gaya tutur sederhana dan reflektif, yang tak bermaksud berlebihan. Buku ini berusaha menjelaskan jejak pemikiran Lukas Enembe setitik demi setitik, dengan tujuan untuk mensejahterakan rakyat Papua.

Eva Rohilah
Pengamat Buku tinggal di Depok

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s