Resensi Buku “Janganlah Mengeluh” Karya Surgana

Posted: December 11, 2017 by Eva in Agama dan Spiritualitas, Humaniora

Selalu Siap Menghadapi Tantangan dan Cobaan

Aku sudah lama membeli buku ini dari seniorku HMI Fakultas Adab Cabang Jogjakarta yang sudah dua tahun terakhir ini mengelola websiteku sekarang, namanya Bang Surgana, suaminya Aan Faridah. Aku mengenalnya sejak lama, bahkan sebelum aku kenal Aisyah, waktu aku di LSM Solidaritas Perempuan Kinasih, dia juga yang menggarap buletin Kinasih bersama Pak Chamad yang isi salah satu rubrik utama dan Surgana yang melayout dan mencetaknya lalu dibagikan di lingkungan LSM Jogjakarta.

Buku ini memang judulnya sederhana, “Janganlah Mengeluh” Gunakan Kekuatan Pikiran yang Mewujud. Aku tertarik membeli buku itu saat aku mempunyai sedikit uang dari gajiku tempat bekerja. Aku sangat senang, tapi entah kenapa kok di halaman belakangnya ada yang salah titik koma dan disitulah aku jadi malas membaca buku teman-teman HMI Jogjakarta.

Akan tetapi setelah sekian lama buku ini ada di rak bukuku, dia merupakan buku yang sedikit saja kena rayap, disitulah aku percaya bahwa buku ini buku bagus. Ada banyak hal yang aku peroleh dalam buku ini, yang dimulai dengan beberapa ungkapan Bunda Theresa.

Sampul Buku Janganlah Mengeluh

Surgana berbadan kecil berkulit putih tapi hatinya mulia. Satu hal yang tidak aku suka dari dirinya adalah suka pamer ini itu di media sosial, persis seperti Pak Chamad Hojin yang pamer wisuda. Entah kenapa, aku sangat tidak suka dengan yang suka show up ini itu di media sosial, padahal dulu aku suka juga, bahkan di blog ini sangat terbuka, tapi aku baru merasakan sekarang, lebih baik show up ini itu daripada pamer keberhasilan dari uang hasil korupsi teman-teman.

Saat ini yang santer aku dengar adalah bahwa uang yang dipakai untuk acara alumni UIN Sunan Kalijaga adalah uang dana desa, oh mengerikan sekali karena kampus UIN Sunan Kalijaga adalah kampus desa tapi aku tinggal di pinggiran ibukota dan tidak ada yang datang ke acara di TMII itu kecuali orang-orang dari desa yang ingin tahu Jakarta.

Aku pengen menulis ini karena aku yakin bahwa dalam buku ini kita tidak pernah mengeluh apakah uang yang kita pakai uang korupsi atau tidak tapi akan terasa pada ada yang kita rasa. Buku ini banyak mengisahkan tentang kesadaran agar jangan menyerah atas semua keadaan termasuk saat kampusku tercinta UIN Sunan Kalijaga ketar-ketir dituduh terima dana desa.

Saya ingin jujur pada Pak Rektor, bahwa siapa sebenarnya yang menginginkan acara alumni UIN Sunan Kalijaga adalah sekalian pembentukan acara IKAPMII seluruh Indonesia, apakah benar itu usulnya Anda?

Pamulang, 11 Desember 2017
Pukul 1.56

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s