Menorehkan Prestasi Meski Rela Dipotong Gaji

Posted: March 19, 2018 by Eva in Pendidikan
Tags:

Perempuan berkulit putih dan berkacamata itu tidak menyangka, perjuangan mengikuti Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berprestasi akan berakhir pilu. Meski menorehkan prestasi sebagai juara II Guru Taman Kanak-Kanak Berprestasi Tingkat Nasional, Fransiska S.Pd. AUD tidak akan melupakan bagaimana ujian hidup kepada dirinya tidak berhenti mendera.

Untuk bertanding di tingkat nasional, Siska tidak menyangka akan membutuhkan biaya besar. Ia berusaha membicarakannya dengan Kepala TK. Namun, reaksinya mengecewakan. Pihak sekolah tidak bisa membantu secara finansial, Siska harus berusaha sendiri jika ingin maju. “Saya merasa tidak dihargai dan sangat tidak menyangka ketika Kepala TK dimana saya mengajar justru ingin memotong gaji saya karena tidak masuk kerja selama mengikuti kegiatan guru berprestasi,” ucap Siska.

Pada 14-20 Agustus 2017 Fransiska mengikuti kegiatan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD DIKMAS yang diadakan Direktorat Pembinaan GTK PAUD DIKMAS di Jakarta. Selama seminggu ia meninggalkan anak, keluarga dan murid-muridnya di TK Al-Hikmah Kalidoni Palembang, Sumatera Selatan.

Anak Buruh Cuci Pengajar Les Sempoa

Fransiska lahir pada 6 November 1983 di Palembang. Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Bapak Salik dan Ibu Lenni lahir dari keluarga sangat sederhana. Untuk mencukupi kebutuhan Pak Salik saya bekerja sebagai buruh bangunan dan BU Lenni menjadi buruh cuci di Kalidoni.

Berkat kerja keras orangtua, Siska bersama dua saudaranya berhasil melanjutkan sekolah sampai tingkat SMA. Bahkan, kecerdasan Siska sudah terlihat sejak kecil hingga remaja, terbukti selalu mendapat peringkat bagus dan lolos masuk SMUN 5 Palembang,salah satu SMU Unggulan di kota Palembang.

Namun sayang, karena faktor ekonomi keluarga, istri dari Dian Wahyudi ini tidak bisa melanjutkan kuliah. Setamat SMU dia melamar kerja bekerja menjadi guru di Tk Al-Ikhlas, namun karena jauh dari rumah ia berhenti megajar. Pada tahun 2004 ia melamar kembali menjadi guru di Tk Al-Hikmah 2 dan TKA/TPA Nurdini yang tidak jauh dari ia tinggal. Setelah menjadi guru selama 4 tahun saya memutuskan untuk lanjut kuliah. “Saya ingin menambah ilmu pengetahuan karena memiliki banyak kekurangan, Dikarenakan latar belakang pendidikan saya yang hanya lulusan SMA. Saya pun mulai masuk kuliah S1 PAUD di Universitas Terbuka (UT) pada 2008,” ucap Siska.

Gaji sebagai guru TK dan TPA sangat kecil, apalagi hanya tamatan SMA, ibu dua anak ini merasa tidak akan cukup. “Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mengajar les sempoa dan les privat. Saya juga dapat bantuan dari pemerintah untuk dana kualifikasi S1/D4. Lulus kuliah pada tahun 2012 dengan IPK 3,45,” ujar Siska Gembira.

Menangis Ingat Anak Saat Penjurian

Sejak menikah pada 2011, Siska memiliki dua anak laki-laki lucu, bernama Achmad Fathan Siswahyudi dan Achmad Hilal Ramadhan. Pada tahun 2013 Siska ditugaskan oleh kepala sekolah untuk mengikuti seleksi pemilihan guru berprestasi tingkat kecamatan kalidoni dan saya berhasil meraih juara pertama. Namun saya tidak mau melanjutkan ke tingkat kota Palembang. Hal ini dikarenakan saya baru saja melahirkan anak saya yang pertama.

Pada tahun ini, Siska mengikuti lagi ajang pemilihan Guru TK Berprestasi. Setelah lulus di tingkat kecamatan untuk lanjut ke tingkat Kota, bermodalkan laptop pinjaman dari yayasan ia gunakan sampai ke tingkat nasional. Sekuat tenaga ia memberikan yang terbaik bagi dan mempersiapkan materi sebagus mungkin.

Ada momen yang membuat Siska tidak kuat menahan air mata. “Saat tes wawancara saya sempat menangis di depan juri dikarenakan teringat kedua anak saya. Karena pengorbanan yang paling besar mengikuti seleksi lomba guru berprestasi bukan hanya sekedar materi tapi juga kehilangan waktu bersama anak-anak saya. Karena sebelumnya saya tidak pernah meninggalkan kedua anak saya dalam waktu yang cukup lama,” ucapnya sendu. Di tingkat Kota Palembang ia berhasil menjadi juara I, berhadiah ibadah Umroh yang ia berikan kepada ayahanda tercinta.

Meski sudah menang, Siska masih mendapat cibiran dari rekannya bekerja. “Mereka mengatakan kalau saya menang hanya karena kebetulan saja. Namun saya tidak berkecil hati, saya tetap memberikan yang terbaik, hasilnya tidak sia-sia hingga berhasil mendapatkan juara pertama kembali di tingkat provinsi,” ungkapnya terus terang.

Inovasi Ulat Bulu Meningkatkan Kemampuan Bahasa

Mendapatkan predikat guru berprestasi menjadi beban cukup berat bagi Siska. Karena dia harus memberi contoh teladan baik dalam sikap dan perilaku saya bagi anak murid, rekan guru, wali murid dan masyarakat.

Untuk mengikuti pemilihan guru berprestasi ini Sisja menulis karya nyata yang merupakan inovasi dari hasil pemikiran dan pengalaman selama ini berjudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan
Bahasa Melalui Membaca Menggunakan Permainan Kata Dan Si Ulat Bulu Pada Anak Kelompok B1 Tk Al-Hikmah 2 Kalidoni Palembang”.
Tentu ada argumen kuat mengapa ia mengangkat judul ini? Menurut Siska, fenomena yang terjadi di lapangan bahwa banyak SD yang mengajukan persyaratan atau tes masuk dengan menggunakan konsep akademik terutama tes “membaca dan menulis”. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan strategi pengembangan yang sesuai dengan karakteristik anak Taman Kanak-kanak dan pengembangannya harus tetap berpijak pada prinsip-prinsip dasar yang hakiki. Di mana pendidikan sebagai wahana untuk mengembangkan berbagai kemampuan praskolastik yang lebih subtansial.

Pemilihan model pembelajaran permainan kata dan si Ulat Bulu dapat menjadikan sebuah alternatif dalam pengembangan kemampuan membaca. Permainan kartu kata dan si Ulat Bulu memberikan suatu situasi belajar yang santai dan informal, bebas dari ketegangan dan kecemasan. Anak-anak dengan aktif dilibatkan dan dituntut untuk memberikan tanggapan dan membuat keputusan.

Harapan saya prestasi ini jangan sampai membuat saya merasa puas. Karena perjuangan tidak hanya sebatas meraih predikat sebagai guru berprestasi, tetapi masih banyak yang perlu diperjuangkan. “Rencana saya ke depan saya harus menambah wawasan saya tentang pendidikan Anak Usia Dini sehingga bisa membuat pembelajaran yang lebih inovatif lagi. Saya juga harus mendorong pengembangan guru-guru menjadi guru yang profesional bukan hanya sekedar pengakuan tetapi realita,” pungkasnya optimis. (ER)

Fransiska S.Pd.AUD adalah Juara II Guru TK Berprestasi tingkat Nasional 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s