Anak Petani Karet yang Tidak Suka Menunda Pekerjaan

Posted: March 24, 2018 by Eva in Pendidikan
Tags: , , , , ,

Rasa kebersamaan dan kedekatan, dirasakan oleh hampir semua Peserta Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Masyarakat (DIKMAS) pada 14-20 Agustus 2017 silam. Begitu juga dengan Dwi Asti SPd. PAUD, Guru Taman Kanak-Kanak (TK) Mamba’ul Ulum, Bajubang, Provinsi Jambi. Pengalaman berharga ini mungkin tidak akan terulang sepanjang hidupnya.

Perempuan hitam manis berkaca mata ini tidak menyangka akan menjadi juara III Guru TK Berprestasi Tingkat Nasional. Penghargaan ini merupakan anugerah yang sangat luar biasa sekaligus amanat yang senantiasa ia emban untuk memberikan yang terbaik dalam segala hal. Ada segurat pesan yang ingin disampaikan kepada sesama peseta. ”Buat para guru seperjuangan agar jangan pernah takut untuk melangkah dan berinovasi serta berkreativitas” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini kalem.


Disiplin Tinggi Anak Petani Karet

Dwi Asti lahir pada 24 Desember 1985 di sebuah desa kecil di Desa Bajubang berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bernama Sunarto sang Ibu Wasiati, bekerja sebagai petani karet dan sekolah hanya sampai tingkat Sekolah Dasar. “Dari kecil saya diajarkan untuk kerja keras, tanggung jawab dan menghargai waktu serta disiplin untuk segala hal,” ujar Asti.

Sebagai anak tengah, Asti kecil terbiasa membantu mengatur keluarga. Saat kelas 6 SD, sang ibu menderita sakit parah cukup lama dan harus dirawat di rumah sakit ditunggui sang Bapak. “Sejak itu urusan rumah tangga dari memasak, mencuci pakaian dan piring, menyapu sampai menggosok baju saya lakukan dengan penuh tanggung jawab, sadar harus menggantikan posisi ibu,” ucapnya.

Ada kenangan yang tidak akan ia lupakan seumur hidupnya berkaitan dengan ketiadaan uang saat ia harus membayar uang Lembar Kerja Siswa (LKS) menjelang ujian sekolah. Asti tidak berani meminta ataupun meminjam kepada kerabat, akhirnya ia memecahkan celengan yang isinya uang koin. “Saya membayar uang Buku LKS itu dengan uang koin ke sekolah. Sedih rasanya,”ujarnya.


Jangan Menilai Sesuatu Dari Uang

Kepahitan dalam hidup telah membentuk kepribadian Asti menjadi sosok yang tangguh. Lulus SMA ia selalu mencari lowongan di koran. Sebelum menjadi guru TK ia pernah bekerja sebagai sales, hingga akhirnya ada kesempatan menjadi guru honorer untuk megikuti pendidikan 6 bulan menjadi pendidik anak usia dini dengan biaya yang tidak terlalu mahal.

Setelah berkonsultasi dengan orangtua dan didorong kecintaannya terhadap anak, Asti mengikut pendidikan itu, dan langsung mengajar sesudahnya. “Akan tetapi saat itu tawaran mengajarnya jauh ada di luar kota, Ibu mengizinkan tetapi dia mengatakan kalau ada tempat yang dekat berapapun gajinya di syukuri saja,” ujar Asti yang membuat ia berpikir panjang.

1522895262970

Dengan beberapa pertimbangan, Asti memutuskan untuk menjadi honor di TK dekat dengan rumahnya dengan harapan dapat memberikan yang terbaik buat lingkungan. “Ibu selalu mengingatkan untuk tidak menilai sesuatu dari uang. Berapapun honor yang di terima di syukuri,” kata Astri.

Selain itu, dalam setiap pekerjaan Asti tidak mau asal-asalan, selalu menginginkan yang terbaik sebisa mungkin bekerja profesional. Asti juga tidak malu belajar dan menanyakan pada guru-guru
senior yang sudah banyak pengalaman mengajar.

“Akhirnya ada jalannya saya kuliah S1 PAUD bea siswa dari Universitas Terbuka Tahun 2008,” ucap Asti girang.

Sebagai guru profesional Asti selalu berpikir positif, sebab profesi guru adalah kemulian apalagi guru Anak Usia Dini. Anak-anak masih bersih Dan suci. Jika Ada waktu luang sempatkan diri untuk selalu haus akan informasi tentag anak usia dini.

Di sela kesibukannya mengajar, Asti suka membaca buku-buku seputar anak usia dini maupun psikologi perkembangan buat inovasi dalam pembelajaran ataupun bagaimana menstimulasi perkembangan anak usia dini yang baik dan benar.

“Karena kita adalah guru kedua mereka setelah ibu mereka dirumah. Samakan persepsi pengajaran di rumah dan di sekolah agar tujuan kita memberikan pondasi karakter melekat pada diri anak sertã konsep-konsep dalam pembelajaran,” ujarnya tegas.

Mengembangkan Kognitif Lewat Permainan Cokabar

Saat ini, Asti sedang kuliah S2 Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Sifuddin Jambi. Meraih gelar Master bukan untuk mengejar titel mentereng, namun untuk mengembangkan diri sertã memperluas pengetahuan untuk mewujudkan pendidik yang profesional.

Karya nyata Asti yang dipersentasikan dalam kegiatan Guru TK Berprestasi Tingkat Nasional kemarin berjudul “Permainan Cokabar Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini Di Kelompok B1 Tk Mamba’ul Ulum Bajubang”.
Permainan Cokabar adalah singkatan dari permainan Cocok Angka dengan Gambar.

Ide Cokabar adalah terinspirasi dengan coklat cukybar yang rasa nya enak dan disukai oleh banyak kalangan anak-anak hingga dewasa. Diharapkan dengan permainan ini anak-anak juga dapat menyukai permainan ini. “Seperti kita ketahui otak akan dapat menerima sesuatu jika dalam keadaan senang. Dan sejalan dengan prinsip pembelajaran di taman kanak-kanak salah satunya anak bermain seraya belajar atau belajar seraya bermain,” ujar Asti menguatkan alasan.

Latar belakang Asti mengangkat masalah kognitif khususnya tentang lambang bilangan. Sebab banyak anak- anak yang kurang memahami bentuk lambang bilangan dengan angka/ bilangan yang di sebut/ diucapkan oleh anak. Anak – anak hapal untuk berhitung 1-10 tetapi untuk menunjukkan bentuk lambang bilangan abanyak yang kurang memahaminya.

Jangan Sombong dan Menunda Pekerjaan

Berkat Cokabar, Asti meraih juara III Guru TK Berprestasi Tingkat Nasional. Penghargaan pemenang guru prestasi ini merupakan anugerah yang sangat luar biasa bagi Asti. Sekaligus amanat yang diemban buat senantiasa berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal.

Ajang kompetensi yang bergengsi ini bukan lah sesuatu yang dapat membuat kita menyombongkan diri tetapi juga ajang silaturahmi antar pendidik di seluruh provinsi. Di tempat ini lah kita di ajarkan untuk profesional.” Jangan pernah sombong dengan apa yang telah Allah berikan hari ini, jangan pula menunda pekerjaan. Teruslah berkarya buat negeri tercinta kita menjadi pendidik anak usia dini yang profesional,” pungkas Asti (ER)

Dwi Asti SPd.AUD
Juara III
Guru TK Berprestasi Tingkat Nasional 2017

Advertisements
Comments
  1. Rafania AZ says:

    Masyaallah barakallahufik kak asti smg ilmunya bermanfaat. Semangat berkaya utk negri 🌷🌷🌷

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s