Aplikasi Kesehatan: Dari Notifikasi Antrian, Hingga Berbagi Keluhan Penyakit

Posted: March 28, 2018 by Eva in Kesehatan, Teknologi
Tags: , , , , , , , , , ,

Seminggu yang lalu, sebuah komunitas diskusi yang memiliki konsentrasi terhadap perkembangan start-up di tanah air, Block71 yang bekerjasama dengan National University of Singapore (NUS) Enterprise menggelar diskusi secara mendalam, tentang bagaimana update terkini aplikasi kesehatan dan bagaimana peranan teknologi kesehatan di Indonesia dengan tema “Deep Dive Series: Healthtech.”

Acara yang berlangsung dari siang hingga sore hari ini pesertanya membludak.Tidak hanya dari praktisi kesehatan, toko kesehatan online, para tenaga kesehatan,  media , hingga anak muda yang jago IT dan para pembuat aplikasi banyak yang hadir. Sementara itu di luar ruang diskusi, ada  pameran stand aplikasi dan startup terkini di bidang kesehatan yang memudahkan pasien dan bisa diunduh saat itu juga.

Saat saya datang acara sudah mulai, ruangan penuh dan akhirnya saya keliling stand pameran hanya bisa ikut sesi kedua. Beberapa stand diantaranya IGene Laboratory, yang bisa mendeteksi dan solusi terbaik kanker sejak dini, sulit hamil, dll. Saya mampir di stand Qiwii, sebuah aplikasi dari Bandung yang memudahkan pasien untuk mengantri, jadi tidak usah nunggu lama di rumah sakit, cukup unduh aplikasi Qiwii nanti ada notifikasi anda langsung terjadwal dengan dokter untuk diperiksa.

Setelah itu saya mendatangi stand lainnya seperti Sehati TeleCTG, Prosehat, dan Homecare24. Acara ini dimoderatori oleh Dea Surjadi, Bussiness Development dari Golden Gate Ventures.

Para pembicara sesi pertama adalah
Samir Chaibi, Investment Manager – GREE Ventures, kemudian Prof Daryo Soemitro, MD., Neurologist, Head of IT Division Health Business Analysist Consultant – Indonesia Health Management Consultant Association (IHMCA).

Usai sesi pertama selesai saya baru gabung di sesi dua dimana ada
Nathanael Faibis, CEO of Alodokter
Vinita Choolani, CMO of INEX Innovations Exchange Pte Ltd, Andi Waluyo Sarpadan, COO of Sehati dan TeleCTG, serta Aditya Hadi Pratama.

Banyak perkembangan baru yang disampaikan oleh para pembicara, seperti perkembangan pesat aplikasi Alodokter yang dari tahun ke tahun terus meningkat, member aplikasi dan websitenya sudah banyak dan masuk Top 50
most visited website dengan 300 ribu orang lebih melakukan chat dengan dokter. Bahkan kini sudah berkembang menjadi Alo Medika (khusus untuk sesama dokter) dan Alo Dokter (untuk portal dan pasien).

Begitu juga aplikasi INEX, yang menyoroti tentang kesehatan perempuan, seperti prenatal test, deteksi kanker sejak dini, cancer incididence dan cancer mortality. Agak ngeri juga ketika Ibu Vinita memperlihatkan grafik tentang kanker kanker uterus dan kanker lainnya yang banyak menyerang perempuan.

INEX berkantor pusat di Singapura dan akan mengembangkan sayap ke Malaysia dan daerah lainnya.

Sedangkan aplikasi Sehati, inovasi di bidang kesehatan mereka beragam seperti persiapan kelahiran (good pregnancy preparation), booking dokter, manajemen pengelolaan tenaga kesahatan, Tele CTG, Ibu dan Bayi dsb. Sehati punya misi pemerataan pelayanan kesehatan untuk generasi berkualitas.

Saat break, saya mampir ke stand Pasienia dan Periksa.id. Cukup lama saya bertanya kepada penjaga stand pameran tentang aplikasi Pasienia yang diciptakan oleh alumni Fak.Kedokteran UII Jogjakarta.

Rupanya aplikasi Pasienia itu adalah aplikasi yang merupakan tempat berbagi ( sharing) aneka keluhan dengan sesama pasien yang sakit. Ada pengelompokan penyakit. Ini menarik, karena jika anda sakit biasanya kan mager ya, nah bisa sambil bertanya dengan teman-teman yang sudah mengunduhnya dengan mengidap penyakit dan keluhan yang sama.

Jadi sekarang jika anda sedang hamil, menunggu persalinan, atau sakit parah dan terbaring di rumah sakit, tidak hanya bosan menunggu jadwal minum obat dan periksa, sekarang anda juga bisa mengunduh aneka aplikasi yang anda butuhkan.

Meski sekarang berobat lebih mudah, efektif dan efisien dengan beragam aplikasi di atas atau ke klinik terdekat, akan tetapi lebih baik kita mencegah daripada mengobati. Jadi jangan (malas gerak) / mager ya, mari kita berolahraga yang ringan hingga rutin, hati-hati memilih makanan dan jaga kesehatan.

Semoga bermanfaat.

Terimakasih Block71 dan semua narasumber.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s