Resensi Buku: The Seat of the Soul, Karya Gary Zukav, Buku Favorit Selama Tahun 2017

Posted: March 28, 2018 by Eva in Buku dan Media
Tags: , , , ,

Resensi Buku: The Seat of the Soul (An Inspiring Vision of Humanity’s Spiritual Destiny (Visi Baru tentang Takdir Manusia)
Penulis: Gary Zukav
Penerjemah: M.Thoyibi
Penerbit: Pustaka Alvabet
Edisi: 1, Agustus 2006

Dengan kepiawaian luar biasa dalam menyederhanakan abstraksi ilmiah dan fisika baru, Gary Zukav membawa kita menuju tahap baru evolusi manusia. menurut penulis karya masyhur The Dancing Wu Li Masters ini, kita sedang berevolusi: dari mahluk pemburu kekuatan berdasar persepsi indrawi (kekuatan eksternal) menuju spesies pencari kekuatan otentik (berdasar nilai-nilai ruh).

Dengan mata ilmuwan dan hati filsuf, Zukav menunjukkan bahwa mengisi kehidupan dengan ketakziman, belas kasih dan kepercayaan membuat kegiatan-kegiatan kita penuh makna dan tujuan. Nilai-nilai ruh, mengubah perkawinan menjadi kemitraan spiritual, psikologi menjadi psikologi spiritual, dan setiap tulisannya reflektif dalam kehidupan sehari-hari.


Sebuah Karya yang Wajib Anda Baca

Buku ini adalah buku kedua yang sangat inspiratif. Setelah buku yang tidak akan terlupakan dan menjadi favorit sampai sekarang adalah Sang Alkemis karya Paulo Coelho yang aku baca sejak masih kuliah. The Seat of the Soul adalah buku yang paling lama saya baca (enam bulan lebih baru tuntas), penuh konsentrasi tinggi dan butuh suasana sepi saat membaca lembar demi lembar pemikiran Gary Zukav. The Seat of the Soul menggambarkan perjalanan menakjubkan menuju ruh kita masing-masing. Buku ini adalah bacaan favorit saya selama tahun 2017.

Sebenarnya sudah lama ingin meresensi buku ini, cuma ya itu belum selesai membacanya, jadi lambat hadir di blog. Ada empat bab dalam buku ini yaitu Pendahuluan yang berisi Evolusi, Karma, Ketakziman, dan Hati. Bab dua Penciptaan berisi tentang intuisi, Cahaya, Niat I, Niat II. Bab tiga tentang Tanggung Jawab, membahas tentang Pilihan, kecanduan, Hubungan dan Ruh. dan Bab empat mengangkat tema Kekuatan yang membahas Psikologi, Ilusi, Kekuatan dan kepercayaan.

Buku yang masuk Best Seller Internasional dan telah diterjemahkan ke dalam 16 bahasa ini direkomendasikan bagi anda yang menyukai buku-buku serius dengan penghayatan mendalam. Mungkin bagi yang tidak suka filsafat atau psikologi buku ini kurang bagus atau memusingkan. Karena memang banyak istilah-istilah seperti evolusi, manusia sarwa indra, manusia panca indra, teori evolusi,altruistis, dan masih banyak istilah lainnya yang membuat anda diam sejenak.

Dalam bab evolusi misalnya, Zukav menjelaskan jika ketika dua manusia saling berhubungan, dalam pengertian kompleksitas organisasional mereka dianggap berevolusi secara setara. Jika keduanya mempunyai intelegensia yang sama, tetapi yang satu berpikiran kerdil, kikir, egois, sementara yang lain murah hati dan altruistis, maka orang yang murah hati dan altruistis itu kita sebut lebih berevolusi (hlm 4).

Dari Lee Harvey Oswald dan John F Kennedy Hingga Qabil dan Habil

Meskipun buku ini sudah terbit lama sekali, yaitu pertama pada tahun 1990 dan diterjemahkan pada tahun 2006, namun, apa yang disampaikan Zukav dalam pembahasannya tentang refleksi manusia dalam dinamika perubahan yang serba cepat ini membuat pembaca akan merefleksikan bagaimana relasi, ketakziman kita dengan keluarga, orangtua, sanak saudara, bahkan lingkungan kerja.

“Kita mengetahui bahwa aktivitas kehidupan diisi dengan ketakziman, aktivitas itu menjadi hidup dengan makna dan tujuan. Kita tahu bahwa ketika tak ada ketakziman dalam aktivitas kehidupan akibatnya adalah kekejaman, kekerasan dan kesendirian,” (hlm 6).

Masih membahas tentang ketakziman dan kebutuhan pada kekuatan fisik, menghasilkan sesuatu jenis kompetisi yang mempengaruhi setiap aspek kehidupan kita. Kebutuhan itu mempengaruhi hubungan antar kekasih, antar kekuatan adidaya, antar saudara kandung, antar ras, antar kelas, dan antar jenis kelamin.

Saya pun sempat menstabilo suatu ungkapan Zukav yang menjelaskan. Energi permusuhan antara Lee harvey Oswald denga John Kennedy sama dengan yang menyebabkan permusuhan antara Qabil dan Habil. sanak saudara bertikai.


Membedakan tiga titik; Fisik, Jiwa dan Ruh

Membaca buku ini kita diajak membedakan ada tiga ruang dalam diri kita yang ibarat lapisan sebenarnya memiliki makna dan peran yang berbeda-beda. Yaitu diri kita sendiri secara fisik dan lahiriah, lapis kedua adalah jiwa (personality) dan yang lebih dalam lagi adalah ruh (soul) yang tidak kasat mata.

Dalam skema yang lebih besar, Zukav menjelaskan jika kerangka pemikiran yang lebih besar dari manusia sarwaindra memungkinkan pemahaman tentang perbedaan yang secara eksperiensial bermakna antara jiwa (personality) dan ruh (soul). Jiwa adalah bagian dari diri Anda yang lahir (fisik), hidup dan mati dalam dimensi waktu. Menjadi manusia dan memiliki ruh merupakan hal yang sama, ruh Anda,seperti halnya tubuh anda merupakan kendaraan evolusi anda.

Rasa takut dan emosi kekerasan yang telah telah menjadi ciri keberadaan hanya bisa dialami oleh jiwa. Hanya jiwalah yang dapat merasakan kemarahan, ketakutan, kebencian, balas dendam, kepedihan, rasa malu, penyesalan, ketidak acuhan, frustasi, kesinisan dan kesepian. Hanya jiwa yang bisa menghakimi, memanipulasi, dan mengeksploitasi. Hanya jiwalah yang dapat mengejar kekuatan eksternal. Hanya jiwalah yang dapat mengejar kekuatan eksternal. Jiwa sesungguhnya juga bisa mencintai, mengasihi, dan arif dalam berhubungan dengan manusia lainnya. Tetapi cinta, belas kasih dan kearifan itu sebenarnya bukan berasal dari jiwa melainkan berasal dari pengalaman ruh. (hlm 15).


Keadilan Tanpa Penghakiman

Berikutnya yang menarik adalah dalam bab “Karma”, dimana Zukav mengangkat tokoh Mahatma Gandhi yang pernah dipukuli beberapa kali selama hidupnya. Meskipun Gandhi pernah dua kali dipukuli sampai hampir mati, dia menolak untuk menuntut para penyerangnya. Karena Gandhi mengetahui jika bahwa ora-orang itu melakukan sesuatu “yang mereka anggap benar”. Posisi penerimaan tanpa penghakiman ini merupakan inti kehidupan Gandhi yang tidak suka menyimpan dendam.

Apakah keadilan tanpa penghakiman itu? Keadilan tanpa penghakiman merupakan kebebasan melihat yang Anda lihat dan mengalami yang Anda alami tanpa menanggapi secara negatif. Hal ini memungkinkan Anda secara langsung mengalami aliran kecerdasan tanpa hambatan, pancaran dan cinta alam semesta yang melingkupi realitas fisik kita. keadilan tanpa penghakiman mengalir secara alami dari pemahaman atas ruh dan caranya berevolusi. Dan masih banyak pemikiran-pemikiran Zukav lainnya yang jika saya tulis disini nanti akan terlalu panjang atau justru membosankan jika anda hanya menyukai sesuatu yang bersifat praktis dan tidak suka membaca karya berat seperti ini.

Saya masih ingat betul, buku ini memang kurang begitu laku di pasar Indonesia. Banyak yang tidak tahu dan hanya sedikit saja yang membeli, padahal di luar negeri sangat berjaya di zamannya,menjadi Bestseller Internasional.

Tidak banyak memang harapan yang disampaikan Zukav dalam buku ini. Dalam pengantarnya dia menulis bahwa yang saya tawarkan dalam buku ini merupakan jendela yang saya gunakan untuk melihat kehidupan. Saya tawarkan jendela itu kepada pembaca, tetapi tidak mengharuskan pembaca untuk menerimanya. Kita punya banyak hal untuk dilakukan bersama, mari kita melakukannya dengan kearifan,cinta, dan kegembiraan.

Pondok Petir, Depok 28 Maret
Pukul 22.57

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s