Kenali Lebih Dekat Pemicu Kanker Usus Besar dan Getah Bening

Posted: March 29, 2018 by Eva in Artikel, Inspirasi, Kesehatan
Tags: , , , , , ,

Dalam dua tahun ini saya kehilangan dua orang yang dekat dengan saya dikarenakan penyakit kanker yang sangat ganas merenggut nyawa. Mereka dan keluarga enggan disebut nama lengkap, karena satu atau dua hal, jadi saya memakai inisial.

Dari mulai Kanker Usus Besar yang diderita kakak kelas waktu kuliah namanya (MSR) yang meninggal dunia di usia 40 tahun, bekerja sebagai PNS, awalnya tinggal di Cempaka Putih, namun setelah selama 1,5 tahun bergelut dengan kanker usus besar di rawat di Purbalingga.

Kedua, adalah teman SMA waktu Jalan Kapas Semaki, Jogja terkena Kanker Getah Bening,  (NHT), meninggal saat usia 37 th. Saya pernah memuat kisah beliau beberapa waktu lalu di sini.
NHT meninggal karena kanker getah bening, Ibu rumah tangga yang setia mendampingi suaminya yang bekerja di Kemendikbud, tinggal di Depok. Hanya 2,5 bulan menderita penyakit, dia akhirnya dibawa ke Bantul Jogja, di rawat di RS. Sardjito. Sungguh NHT sebaya sama aku saat wafat meninggalkan suami dan kedua anaknya yang masih usia Sekolah Dasar. Kini anaknya dititipkan di rumah mertuanya di Semin Gunung Kidul.


Aneka Pemicu kanker

Mari kita mengenali lebih dekat, beberapa gejala ketiga jenis kanker itu.  Apa yang saya ceritakan mungkin bukan persfektif ilmu kedokteran, karena saya bukan dokter, akan tetapi adalah dari cerita, berbasis pengalaman dan pengamatan keluarga terdekat yang tahu betul, kenapa mereka menderita kanker.

Dari cerita kerabat dan sahabat yang menemani selama almarhum dan almarhumah sakit, ada banyak pemicu kanker ketiga orang tersebut.

Pertama, (MSR) yang terkena Kanker Usus Besar, menurut kakaknya Kai Mei, ada tiga macam penyebab utama MSR terkena kanker usus besar. Pertama adalah makanan yang dikonsumi selama ini, yaitu suka dengan makanan yang penyajiannya cepat, enak. Kedua adalah pola makannya yang tidak teratur. Makan jika pas lapar saja, kadang tidak sarapan, makan siang terlambat. Dan yang ketiga ini mungkin banyak di alami kaum urban di ibukota, yaitu gaya hidup yang tidak teratur, dimana sering lembur dan menghabiskan waktu banyak, untuk nongkrong sampai larut malam.

Menurut Kak Mei, ketiga hal itu menjadi pemicu kenapa adiknya MSR terkena usus besar sampai meninggal dunia. Selama dirawat oleh keluarga, perawatan kanker usus besar ini ekstra hati-hati karena menjalar sampai saluran pembuangan, sehingga badan MSR tergerus kurus dan harus susah payah jika buang air besar.

Kedua, (NHT) Kanker Getah Bening ini ceritanya sangat panjang dan mengharukan. Awalnya, Sigit suaminya bercerita jika saat sisiran, NHT bertanya, kok leherku gatal ya, lalu dia garuk. Makin lama kok setelah digaruk, muncul benjol kecil yang empuk jika diraba, tampak kenyal dan berair. Setelah dirasa mengganggu tidak lama kemudian segera di periksa dan ternyata dia sudah terkena kanker getah bening stadium tiga. Dari situlah, Sigit sekeluarga boyongan dari Depok, pindah ke Jogjakarta dan rutin menjalani perawatan di RS. Sardjito.

Ada banyak pengalaman dari Mas Sigit ketika dia menceritakan pengalaman NHT 2,5 bulan kemotheraphi. Sungguh terharu dan menyesakkan dada, mengingat kita masih sebaya, disertai foto-foto saat masih ada.

“Nggih, bojo kulo niku gejalanipun nggih boten onten, tiba tiba bibar kerikan onten benjolan cilik, trus periksa ke dokter umum. niku menjelang puasa. nur taksih sehat puasa sampai hampir 3 minggu, terus mudik tgl 21 juni. tgl 22 periksa, disuruh operasi, diagnosa penyumbatan kelenjar ludah, trus ambil massa 0,5cc. tgl 5 juli dr hasil PA rs bethesda didiagnosa NHL (LIMPOMA NON HODGKIN). Kami rembukan karna disuruh kemo, saya pindahin rujukan askes/bpjs istri ke Bantul. thp 1 kemo tgl 25 juli, hasil lab dari RS sardjito keluar utk pastikan penyakitnya. thp 2 tgl 15 agustus, tp ngedrop mk dirawat tgl 15 tsb, tgl 16 kemonya, tgl 17 September pulang” ujar Mas Sigit menjelaskan.

Sampai saat meninggalpun, Mas Sigit tidak tahu apa penyebab kanker getah bening. Sebelum sel kanker menyerang, tidak ada gejala apa-apa tiba-tiba muncul, pemicu dari kebiasaan makan juga kecil atau jarang. Namun ada satu hal yang ia katakan dan saya berusaha mengingatnya untuk menjadi pelajaran di masa depan. Berikut saya kutip.

 

Kepada MSR dan NHT  yang sudah meninggalkan kami semua terlebih dahulu, semoga diterima amal ibadahnya di Sisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kami memetik hikmah dari semua ini. Menuntun kami agar senantiasa lebih berhati-hati dan bisa mengantisipasi serta menghindari penyakit kanker yang kian merajalela.

Depok, Kamis 29 September 2018
Pukul 14.33

Advertisements
Comments
  1. Pencegahan nya gimana mbk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s