Ketika Nelayan Pulang Berlayar

Posted: April 6, 2018 by Eva in Artikel
Tags: , , ,

Sangat menarik mencermati kehidupan nelayan di pesisir pantai utara Jawa. Tiga terasa tiga tahun masa-masa indah itu berlalu.

Profesi nelayan sebenarnya berkasta-kasta. Ada nelayan juragan atau pemilik kapal, nahkoda, dan nelayan anak buah kapal (ABK) . Begitu juga kapal yang dipakai untuk berlayar ada yang ada kapal yang 6GT – 30 GT bahkan ada yang diatas 30 GT – 300 GT yaitu kapal besar.

Ketika hendak berlayar pun, pemilik kapal dan nahkoda harus mengurus surat izin yang  dilengkapi, menyiapkan perbekalan, peralatan seperti jaring,dan es agar ikan awet disimpan di dalam kapal. Berbeda dengan nelayan kecil yang memakai perahu dan sehari langsung pulang, nelayan yang berlayar di atas kapal 30 GT harus meninggalkan anak istri cukup lama, hitungan minggu dan bulan.

Jenis jaring yang dipakai untuk menangkap ikan pun bermacam-macam. Ada jaring nilon, ada juga jaring lawek (kain). Bagi nelayan menangkap ikan memakai jaring sangat melelahkan karena harus memiliki tangan yang kuat.

Nelayan pantai utara Jawa di mana cuaca bagus seperti bulan ini berlayar jauh hingga menuju  tiga zona daerah yang kaya ikan yaitu Natuna, Karimata dan Selat Makassar.

Ketika mereka pulang berlayar pun mereka tidak bisa langsung pulang ke rumah. Sesampainya di muara tempat pelelangan ikan, mereka harus antri melewati empat tahapan yaitu timbang, lelang, packing dan administrasi.

Usai proses administrasi ini lah ikan hasil tangkapan langsung di distribusikan kepada para penjual ikan baik skala besar maupun kecil yang sudah menunggu di pelabuhan. Setelah itu, barulah para nelayan mendapat bayaran dari juragan pemilik kapal.

Oleh karena resiko berlayar sangat besar dan banyak keperluan untuk berlayar maka koperasi nelayan mutlak diperlukan. Begitu juga keselamatan dimana sekarang asuransi nelayan pun sudah dilaksanakan.

Hari ini, 6 April 2018, Semoga saya belum terlambat mengucapkan Selamat Hari Nelayan, kepada para nelayan yang mungkin malam ini sedang berlayar, bertarung dengan ombak dan cuaca, menjaring ikan sampai lautan terdalam. Juga kepada nelayan yang mungkin saat ini dalam perjalanan pulang dari berlayar dan tidak sabar menunggu anak istri di rumah yang lama ditinggal menjaring ikan.

6 April 2018, pukul 22:08

Nelayan Turun dari Kapal

Nelayan Turun dari Kapal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s