Resensi Biografi Albert Einstein: “Kehidupan dan Pemikiran Sosok Penyendiri”

Posted: April 10, 2018 by Eva in Buku dan Media
Tags: , , , ,

Resensi Buku
Judul : Einstein, Kehidupan dan Pengaruhnya Bagi Dunia
Penulis: Walter Isaacson
Penerbit: Bentang Pustaka
Edisi : Cet I, November 2012

Einstein Bersepeda

Einstein Bersepeda

Jauh sebelum menulis tentang biografi Steve Jobs, Walter Isaacson sudah menulis tentang kisah fisikawan terkemuka, penerima nobel bidang Fisika Albert Einstein. Saya mungkin terlambat membaca buku pria kelahiran Swabia Jerman ini. Akan tetapi tidak ada salahnya jika di selasa sore ini saya bercerita sedikit tentang Albert Einstein.

Siapa yang tidak mengenal sosok fenomenal dan genius Albert Einstein yang terkenal dengan teori relativitas kuantumnya. Seluruh dunia mengakui kecerdasan Einstein dari anak kecil, remaja, hingga orang tua. Namun anda tahu, bagaimana kehidupan keluarganya, hal-hal yang paling membahagiakan, ketenaran, perceraian, pemberontakan, hingga kematiannya yang mengejutkan dunia.

Profesor Pengembara yang Gemar Bersepeda

Buku ini diawali dengan sangat ceria. Sosok Albert Einstein, mengayuh sepeda di sebuah taman di Santa barbara pada tahun 1933. Rambut ikalnya yang bergelombang tampak tertiup angin, senyuman gembira tampak di wajahnya. Dalam tulisan di bawah foto itu, Einstein berpesan kepada anak pertamanya Eduard.

“Hidup itu seperti mengendarai sepeda, agar tetap seimbang kau harus tetap bergerak,”-Albert Einstein

Einstein lahir dari pasangan ayah ibu berdarah Yahudi. Kedua orang tuanya adalah keturunan pedagang dan penjual keliling Yahudi yang lebih dari dua abad hidup sederhana di pedesaan Jerman Barat. Dari generasi ke generasi mereka membaur dengan budaya Jerman yang mereka sukai. Sejak kecil, Einstein mengalami terlambat dalam berbicara, sehingga orangtuanya sempat khawatir dan diperiksa ke dokter.

Saat mahasiswa di politeknik pun termasuk tipe mahasiswa yang kurang ajar (Bab-3, 1896-1900). Kisah cintanya juga sangat berliku dan mengharukan dengan Mileva, gadis berdarah Serbia yang memberinya tiga anak, namun mereka memutuskan bercerai. Disinilah kisah mengharukan bagaimana kita mengenal siapa itu Mileva, bagaimana anak-anak Einstein, juga kehidupannya pasca bercerai.

Buku yang bersampul biru ini terdiri dari 25 bab. Sekitar 12 bab bercerita dari masa kecil saat, tahun keajaiban, relativitas khusus, pikiran paling menggembirakan hingga cerita indah sebagai profesor pengembara.

Sosok Pemberontak dan Penyendiri

Setelah hampir separuh bab bercerita masa-masa remaja hingga kecerdasannya yang sudah terlihat sejak muda, dan pemikiran dan pandangannya terhadap kekuasaan. Separuh bab berikutnya lebih banyak mengupas tentang proses penerimaan nobel, mendalami tentang teori kuantum, ulang tahun ke-50, Pengungsi, Amerika, Tonggak Sejarah, Red Scare, hingga kehidupan di akhir hayatnya.

Hampir semua tulisan Isaacson, ditulis dengan sangat mendetail dalam menjelaskan suatu hal. Baik itu dalam kehidupan pribadi, teori, penemuan, bahkan masa-masa suram serta akhir hayat Einstein. Terlihat beberapa tokoh terkenal seperti surat-surat dari Galileo, Planck, Poincare, Lorentz dan lain-lain dalam mengungkap hubungan mereka dengan Einstein semasa hidupnya.

Ada serangkaian rumusan sederhana yang menentukan pandangan Einstein. Kreativitas mewajibkan kita untuk bersedia tidak patuh. Hal tersebut selanjutnya menuntun kita pada pikiran dan jiwa yang bebas yang selanjutnya menuntut semangat toleransi.

“Fondasi toleransi kerendahan hati-Keyakinan bahwa tidak seorangpun berhak memaksakan ide atau keyakinan pada orang lain,” tulis Isaacson tentang sosok Einstein.

Hal yang membuat Einstein istimewa adalah pikiran dan jiwanya yang ditempa oleh kerendahan hati. Dia dapat menjadi sangat percaya diri dalam perjalanan sunyinya, tetapi juga kagum oleh keindahan hasil karya alam.
“Jiwa adalah manifestasi dalam hukum alam semesta-Jiwa yang jauh lebih kuat daripada jiwa manusia dan jiwa yang ketika kita menghadapinya dengan kekuatan kita yang kecil, kita pasti merasa rendah hati,” – Einstein, hal 597

Dimata Isaacson, Albert Einstein adalah sosok penyendiri dan seorang pemberontak yang penuh rasa hormat.

Sampul Buku

Sampul Buku

 

Banjir Pujian

Karya Isaacson ini luar biasa. Banyak sekali media mauilmuwan baik di Amerika, Jerman dan negara lain memujinya. Dari New York Times, People, Chicago Tribun, Sunday Times dan lain sebagainya. Thomas L Friedman bahkan menyebut buku ini sebagai bacaan yang provokatif. Sedangkan Profesor Fisika Sylvesteer James Gates Jr dari Maryland University mengatakan jika buku ini berhasil menjalankan tugasnya yang mengagumkan, menjelaskan sains dengan benar, dan mengungkapkan seorang manusia.

Lebih dari dua puluh endorsement (pujian) hadir di edisi terjemahan Indonesia ini. Tidak ada salahnya jika anda membaca buku yang brilian dan mencerahkan ini. Sangat berguna terutama bagi pecinta sains, pecinta biografi, juga setelah selesai dibaca akan bermanfaat bagi anak atau kerabat kita kelak.

Saya suka dengan karya Walter Isaacson yang kaya ilmu dan mendalam dalam setiap buku yang ia tulis. Dua buku lainnya yang saya resensi adalah Biografi Steve Jobs klik di sini dan The Innovator. Silahkan mampir jika berkenan.

Di balik nama besar tokoh terkemuka baik dalam ilmu pengetahuan, sosial, humaniora dan digital, ada banyak kisah indah dan mengharukan tentang kehidupan pribadi yang belum terungkap dari sebuah biografi. Isaacson menceritakannya dengan bahasa yang mengalir, mudah dicerna dan tanpa menyudutkan.

10 April 2018, Pukul 20.29

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s