Resensi Buku: Guncangan Besar (The Great Disruption) Karya : Francis Fukuyama

Posted: April 30, 2018 by Eva in Buku dan Media
Tags: ,

Resensi Buku
Judul : Guncangan Besar (The Great Disruption)
Kodrat Manusia dan Tata Sosial Baru
Penulis :Francis Fukuyama
Penerjemah : Masri Maris
Editor : H. Wawan Setiawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama dan Freedom Institute

Edisi: I, 2005

Buku ini dimulai dengan pengantar yang mengejutkan dari seorang tokoh filosof Yunani. “Kita dapat mengenyahkan Alam dengan garpu rumput, tetapi Alam (rumput) selalu tumbuh lagi, dan ia akan menembus upaya bodoh kita dengan penuh kemenangan”-Horace, Epistles.

Bagaimana juga kini kita sudah tiba pada saatnya kembali kepada apa itu yang namanya Guncangan Besar dan mengajukan apa yang akan terjadi. Apakah kita ditakdirkan tergelincir ke dalam kekacauan sosial dan moral yang makin besar?
Sebenarnya bukan itu garis besar yang dimaksud dengan Guncangan Besar dalam buku ini.

Guncangan besar adalah tereduksinya dinamika garis dan arah (sekat-sekat) sosial, hubungan pertemanan, dan keluarga, karena perkembangan teknologi dan kebencian sosial yang terbentuk karena maraknya aplikasi media sosial, aplikasi online dan dinamika besar perubahan zaman. Itu sebesarnya guncangan besar yang saat ini sedang kita rasakan.

Kita mungkin tidak sadar, bahwa ketika kita sedang membuat status dalam media sosial, baik dalam bentuk Facebook, instagram, twitter, Path dan lain sebagainya, kita sangat ingin mendapat like atau komentar yang berarti kita sudah tidak ikhlas dalam berteman. Nah, ketika kita tidak menyadari bahwa hal itu yang memperburuk tentang kesan bahwa kita berteman atau tidak, disanalah terjadi guncangan besar. Contohnya, di sapa di whattsapp tidak menjawab, di colek tidak dibales atau di whattsapp group tidak aktif, maka di disitulah kita merasakan apa itu guncangan besar.

Buku ini terdiri dari tiga bagian, dengan tebal 447 halaman. Dalam ilmu sosial, perubahan sosial adalah suatu hal yang tidak dapat kita hindari.Para pelopor cabang ilmu ini seperti Ferdinand Tonnies, Emile Durkheim, dan Max Weber dengan cara masing-masing mencoba merumuskan teori-teori sosial berdasarkan gejala perubahan dalam masyarakat yang mereka amati.

Pada bab satu menjelaskan ikatan-ikatan dan modal sosial yang hilang diantara kita akibat terlalu sering bermedia sosial. Baik sosiolog maupun ekonom, tidaklah gembira dengan meluasnya penggunaan istilah media sosial, karena bagi sosiolog hal itu berarti semakin luasnya pengaruh ilmu ekonomi dan sosial, sementara bagi ekonom, konsep tersebut masih kabur dank arena itu sulit, jika tidak mustahil mengukurnya.

Dan memang, mengukur seluruh hubungan kerjasama sosial berdasarkan nilai-nilai kejujuran dan asas timbal balik bukanlah pekerjaan yang mudah. Jika kita menyatakan bahwa guncangan besar telah membawa dampak pada modal sosial, kita harus mencari landasan empiris untuk menguji apakah memang benar demikian?.

Masih dalam bab satu, dijelaskan tentang bagaimana kita melihat peran perempuan dalam guncangan besar. Makin banyaknya aborsi dan ketidak jelasan asal-usul biologis keluarga. Bila kita letakkan kekerabatan dan keluarga dalam konteks biologi, lebih mudah bagi kita untuk memahami mengapa keluarga inti mulai tercerai berai. Ikatan keluarga boleh dikatakan sudah rapuh, yang didasarkan pada tukar menukar perempuan kesuburan perempuan dengan sumber daya laki-laki.

Pada bagian dua, lebih banyak menjelaskan tentang asal usul moral. Dimulai dari datangnya moral, kodrat manusia, dan tatanan sosial. Asal muasal kerjasama, mengatur diri sendiri, teknologi jaringan modal sosial dan batas-batas keniscayaan hierarki. Pada bab tentang jagad norma, Slug, dalam hal ini adalah ketentuan-ketentuan tentang batasan sosial di hadapan orang-orang yang memiliki harta dan jabatan tapi tidak memiliki kemanusiaan akan semakin banyak.
Seperti hal yang menyeruak sekarang adalah perdebatan seru mengani kerjasama dan persaingan.

Aku melihat dalam bab dua ini adalah bagaimana mungkin orang lebih senang dengan status yang memiliki banyak komentar dan like atau love dan sebagainya daripada mereka ngobrol atau sekedar berkumpul bersama keluarga. Akan tetapi yang mengerikan adalah kalau di dalam kehidupan dunia media sosial memiliki banyak teman, tapi di dalam kehidupan nyata ia sendirian.

Selain itu persaingan aplikasi online untuk merebut jumlah penumpang apakah memakai daring atau online dengan kendaraan transportasi tradisional. Mereka lebih senang individualism daripada kolektivisme. Selain itu, dalam jaringan sosial, seperti Saxenian, pakar hak cipta, sikap mementingkan hak cipta individu dan perusahaan semakin menguat.

Pada bagian selanjutnya adalah bab tiga, banyak orang secara intuitif percaya bahwa kapitalisme merusak kehidupan moral. Pasar menjadikan segalanya barang dagangan dan mengganti hubungan manusia dengan laba, seperti makin merebaknya toko daring atau toko online. Menurut masyarakat kapitalis modern lebih banyak menguras modal sosial daripada menghasilkannya.

Dalam bab lampiran, justru lebih menggetarkan dada. Bab yang membahas tentang guncangan besar di beberapa negara tentang apa yang dibahas dalam buku ini yaitu gesekan sosial akibat teknologi yang ada sekarang ini atau era perkembangan dunia industri ke dunia teknologi.

Dalam diagram di jelaskan bahwa tingkat kejahatan dengan kekerasan, tingkat pencurian, tingkat kesuburan dan perceraian, dalam hal ini hak ekonomi sosial keluarga justru mengalami kenaikan dalam kehidupan sosial.

Dalam bab ini beberapa negara seperti Kanada, Australia, Amerika Serikat, Jepang, Denmark, Korea Selatan, Finlandia dan Perancis, memiliki angka yang berbeda-beda dalam mengalami dinamika atau goncangan sosial.

Eva Rohilah
Pengamat Buku dan Sosial

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s