Mengenang Kartunis GM Sudarta : Berteriak dalam Bisikan

Posted: July 19, 2018 by Eva in Seni
Tags: , , , , ,

Saya membaca berita meninggalnya kartunis GM Sudarta saat berlangsungnya kualifikasi Piala Dunia. Saya sangat terkejut, mengingat beberapa waktu yang lalu saya mendatangi pameran kartun GM Sudarta di Bentara Budaya tentang perjalanan almarhum berkarya selama 50 tahun di harian Kompas, menampilkan sosok Om Pasikom dengan beragam karakter yang menggelitik.

Waktu itu, ada tiga orang pembahas karya-karya GM Sudarta, yaitu Trias Kuncahyono, Seno Gumira Aji Darma, Romo Mudji Sutrisno dan dipandu oleh Putu Fajar Arcana. Diskusi berlangsung serius dalam beragam perspektif, Pak Trias Kuncahyono membahas dalam kebiasaan GM Sudarta yang sering mengganti tema menjelang deadline, Seno Gumira Ajidarma membahas sejarah kartun dari sisi historis dan filosofis, sedangkan Romo Mudji melengkapinya dalam sisi etika.

Diskusi berlangsung seru, dan saya pun bertanya tentang beberapa kartun yang menyulut kontroversi di pelbagai media dunia, batasan berekspresi, hingga kurang dihargainya eksistensi hasil karya kartunis belakangan ini.

Saya masih ingat, dia menulis dalam tulisan yang dipigura sangat besar, tentang pergulatannya selama 50 tahun bersama Om Pasikom. Om Pasikom adalah teman diskusi, bertukar pikiran, pemberi nasehat, juga teman bercanda yang mengasyikkan. Sangat disayangkan, saat acara berlangsung, almarhum tidak bisa datang karena alasan kesehatan. Namun, beberapa karya maestronya mengitari sepanjang dinding gedung Bentara Budaya tempat terjadinya diskusi.

Meskipun GM Sudarta tidak hadir, namun tulisan di pigura itu saya simpan. Dia selalu menganggap bahwa yang membuat dia betah menjadi kartunis adalah bisa “mati ketawa cara indonesia”. Dia juga selalu ingat nasehat Pak Jakob Oetama berikut ini.

Acara yang dihadiri banyak pecinta kartun ini berlangsung meriah dan semarak. Para pembicara dan peserta diskusi semangat untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Seno Gumira Ajidarma panjang lebar menjelaskan tentang historis dan batasan-batasan yang sakral dan profan dalam membuat karikatur.

Acara ditutup dengan jawaban yang memuaskan dan peserta diskusi pulang dengan gembira. Termasuk saya yang mengitari karya-karya GM Sudarta yang tersebar mengelilingi Bentara Budaya sore itu. Berikut foto-foto karikatur yang saya abadikan. Semoga, segala amal baik, kritik Om Pasikom yang telah 51 tahun berkarya mendapat Pahala dari Sang Maha Pencipta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s