Sarinah dan Perempuan dalam Memperjuangkan Keadilan, Resensi Buku Karya Ir. Sukarno

Posted: July 28, 2018 by Eva in Buku dan Media, Perempuan
Tags: , ,

Resensi Buku: Sarinah (Kewadjiban Wanita Dalam Perdjoangan Republik Indonesia)
Penulis : Ir. Sukarno
Edisi : Tjetakan Ketiga, 1963
Penerbit: Panitya Penerbit Buku-Buku Karangan Presiden Sukarno
Koleksi: UPT Perpustakaan Bung Karno Kota Blitar, Perpustakaan Nasional RI
Sarinah dan Perjuangan Perempuan untuk Keadilan Sosial

“Sjair Inggris mengatakan Man works from rise to set of sun, woman’s work is never done, artinya, laki kerdja dari matahari terbit sampai terbenam, perempuan kerdja tiada hentinja siang dan malam,” Ir.Sukarno, dalam buku Sarinah halaman 77

Screenshot_2018-07-28-14-34-15

Orang Ketjil Berbudi Besar

Raden Soekemi Sosrodiningrat dan Ida Ayu Nyoman Ray memiliki dua orang anak, yaitu Sukarmini dan Sukarno. Sebagai keluarga bangsawan, mereka memiliki kesibukan lain disamping membesarkan dua orang anaknya yang masih Balita. Sukarno akhirnya di asuh oleh Sarinah.

Kitab Sarinah ditulis oleh Sukarno sesudah berpindah kediaman dari Djakarta ke Djogjakarta, dimana saat itu tiap dua pekan sekali Sukarno mengadakan banyak kursus-kursus keputrian. Sukarno menulis bahwa alasan utamanya kenapa kitab (buku) ini dinamakan “Sarinah”?

Saja menamakan kitab ini “Sarinah” sebagai tanda terimakasih saja kepada pengasuh saja ketika saja masih kanak-kanak. Pengasuh saja itu bernama Sarinah. Ia “mbok” saja. Ia membantu ibu saja, dan dari dia saja menerima banjak rasa kasih. Dari dia saja mendapat peladjaran mentjintai “orang ketjil”. Dia sendiripun “orang ketjil” tetapi budinja selalu besar! Moga-moga Tuhan membalas kebaikan Sarinah itu.

Mendapat Pujian dari Tiga Pemimpin Dunia

Sebagai orang yang pernah bekerja di penerbitan, saya tidak menyangka jika buku yang ditulis presiden pertama Indonesia ini, sampulnya memuat endorsement (pujian) dari para pemimpin dunia, padahal buku ini terbit tahun 1963. Berarti bisa dibayangkan jika, dunia penerbitan di Indonesia sudah mengalami kemajuan pesat sejak jaman perjuangan. Paling sulit dalam proses penerbitan buku selain editing adalah mencari endorsement, harus lama menunggu, menyesuaikan jadwal dan menanti tokoh tersebut membaca buku yang ditulis. Ini membuktikan bahwa Bapak Proklamator kita selain menguasai banyak bahasa juga dikagumi pemimpin dunia.

Orang pertama yang menulis pujian terhadap buku bersampul gading dengan judul merah ini, adalah Mahatma Gandhi. Dia menulis sebagai berikut. Banyak sekali pergerakan-pergerakan kita kandas di tengah djalan, oleh karena keadaannya wanita kita”-Gandhi.
Setelah itu, pemberi pujian kedua adalah  Lenin. Lenin berkata “Djikalau tidak dengan mereka (wanita), kemenangan ta’ mungkin kita tjapai,” Lenin dan sebagai penutupnya adalah Presiden Turki,  yang menulis “Diantara soal-soal perjuangan yang harus diperhatikan, soal wanita hampir selalu dilupakan,” Kemal Ataturk.

Enam Bab Penuh Makna Filosofis

Anda jangan membayangkan jika buku ini menceritakan biografi Sarinah dari A-Z. Karena yang dalam buku ini yang dimaksud Sarinah oleh Bung Karno adalah symbol perempuan Indonesia yang tidak berdaya, lebih banyak menceritakan tentang pemikiran perempuan Indonesia yang harus berjuang, memperjuangkan dirinya, bangkit dari kebodohan dan keterpurukan namun tidak lupa kodrat.

Bab pertama, Sukarno menulis panjang lebar tentang Makna dan Soal Perempuan, bab kedua mendedahkan tentang Laki-laki dan Perempuan, bab tiga tentang dari Gua ke Kota. Terlihat, dalam proses penulisan, Sukarno sangat bersemangat dengan tulisan yang diketik dan banyak penekanan huruf-huruf besar jika menyangkut salah satu nilai yang diperjuangkan.

 

Usai tiga bab menjelaskan tentang relasi laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga, bernegara, dan kehidupan sosial, bab empat pembahasannya lebih mendalam yaitu menyangkut ideologi Matriarchat dan Patriarchat, yang dilanjutkan dengan bab lima membahas tentang wanita bergerak.

Dalam kaitannya dengan ideologi matriarki, patriarki, feminis dan neo feminis anda akan kaget dengan pemikiran Beliau. Dimana disini, dia mengambil banyak ide-ide tentang gerakan wanita yang menurut dia bisa menjadi semacam ruh dalam suatu perjuangan. Selain karena perempuan memiliki rahim (kasih sayang), maka ruh dalam rahim perempuan harus memperjuangkan diri akan terciptanya suatu kehidupan penuh harapan.

Sarinah Dalam Perdjoangan Republik Indonesia

Sub judul diatas adalah isi dari bab enam. Di mana dia menjelaskan tentang keinginan perempuan Indonesia secara umum. Bersuami, beranak rumah tangga bahagia, itulah kini idam-idaman jang pertama, keinginan djiwa yang paling tinggi. Kini timbul satu aliran baru di kalangan kaum perempuan atasan itu jang mengatakan bahwa feminisme tak tjukup mendatangkan kebahagiaan. Kini timbul aliran neo feminisme, feminisme-baru, jang menganggap pekerdjaan masyarakat itu nomor dua, tetapi perkawinan, mendjadi ibu, memimpin keluarga nomor satu. (Hal 89)

Dan entah ini dimengerti orang atau tidak, saja mencintai sosialisme, oleh karena saja bertuhan dan menjembah kepada Tuhan. Saja mentjintai sosialisme karena saja tjinta pada Islam. Saja mencintai sosialisme dan berdjoang untuk sosialisme itu malahan sebagai salah satu ibadah kepada Allah SWT. Di dalam tjita-tjita politikku, aku ini nasionalis, di dalam tjita-tjita sosialku, aku ini sosialis, didalam tjita-tjita sukmaku aku ini sama sekali theis: sama sekali pertjaja pada Tuhan, sama sekali ingin mengabdi pada Tuhan, tetapi untuk menerangkan hal ini bukanlah tempatnya di dalam kitab ini. (Hal 325)

Saja menulis kitab ini melulu buat mengupas soal wanita dan membitjarakan kewadjiban wanita dalam perdjoangan Republik Indonesia. Buat mentjoba mentjetuskan api idam-idaman djiwaku kepada segenap wanita Indonesia jang jika tiada mereka tak mungkin kita mentjapai kemenangan sosial.

Wahai wanita Indonesia, buat engkaulah kitabku ini. Buat engkaulah aku menggojangkan pena, kadang-kadang di bawah sinar lilin sampai djauh waktu malam. Sadarlah, bangunlah, berdjuanglah, bangkitlah sehebat-hebatnja, sebab sebagai tadipun telah kukatakan tiada orang lain dapat menolong wanita melainkan wanita itu sendiri. (Hal 326). Seperti itulah sebenarnya, pemikiran Sukarno tentang Sarinah.

Dimana dalam pengantarnya ia berterimakasih pada Muallif Nasution yang telah membantunya mengumpulkan bahan. Buku ini sangat langka, sepertinya yang asli sudah tidak ada dijual. Ada yang judul lain yang mengupas asal usul Sarinah, sampai namanya diabadikan sebagai nama salah satu Departemen Store terkemuka di Jakarta. Namun, tidak dibahas dalam buku ini, seperti halnya nama Marhaen yang merupakan seorang petani yang kemudian namanya menggema, begitu juga dengan nama Sarinah, sosok perempuan yang tidak menikah, tidak punya keturunan namun menjaga Sukarno semasa hidupnya. Pengorbanannya sangat besar, untuk menciptakan memperjuangakan keadilan.

Buku ini saya baca di koleksi khusus buku Bung Karno di Perpustakaan Proklamator Kota Blitar, sama dengan buku biografi Sukarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Jika anda berlibur ke Blitar, setelah nyekar ke makam Bung Karno, jangan lupa berdoa juga buat almarhum Bapak Soekemi Sosrodiharjo dan almarhum Ibu Ida Ayu Nyoman Rai, jangan hanya berdo’a di tengah membelakangi orang tua pendiri bangsa.

Setelah itu, jalan lurus menuju perpustakaan, melihat diorama, foto-foto bersejarah. Naik ke lantai dua, melewati koleksi umum dan menyebrang kekoleksi khusus. Ajak anak, sahabat, dan keluarga agar tahu lebih banyak sejarah pendiri bangsa memahami kelemahan dan kelebihannya dan menanamkan jiwa patriotisme. M mendengarkan pidato-pidatonya lewat audio, atau membuka koleksi buku Bung Karno, termasuk buku Sarinah dan buku-buku lainnya. Jadi jangan hanya mampir ke makam, foto-foto terus pulang. Sayang jika anda tidak singgah di perpustakaannya.

Sabtu Bersama Bapak Pendiri Bangsa
Blitar, 28 Juli 2018, Pukul 14.25

Advertisements
Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s