Archive for August, 2018

Jadi Aku Sebentar Saja – Oleh Judika

Telah lama kau tinggalkanku

Sudah sia-siakan aku

Pergi jauh tinggalkan perih

Tak sedikitpun peduli

 

Seandainya kamu merasakan

Jadi aku sebentar saja

Tak kan sanggup hatimu terima

Sakit ini begitu parah

 

Pergi  jauh  tinggalkan perih

Tak sedikitpun peduli

Seandainya kamu merasakan

Jadi aku sebentar saja

 

Tak kan sanggup hatimu terima

Sakit ini begitu parah

 

Advertisements

Resensi Buku
Judul: Etika Jawa (Pedoman Luhur dan Prinsip Hidup Orang Jawa)
Penulis: Sri Wintala Achmad
Editor: Fita Nur A
Edisi: Januari, 2018
Penerbit: Araska, Bantul Jogjakarta
ISBN: 978-602-300-470-6

Dalam kehidupan manusia, peran etika sangat penting setelah ditegakkannya hukum. Karena dengan etika, manusia dapat membangun pribadi dan kepribadiannya menjadi kepribadian yang baik. Dalam prakata buku ini, ada semacam ungkapan bahwa hewan (binatang) hidup dengan nalurinya. Oleh karena itu hewan tidak mengenal etika. Tidak mengenal baik buruk dan benar atau salah. Maka sangatlah bodoh jika manusia menghajar hewan sampai tewas.

Berbicara mengenai etika, tidak dapat dilepaskan dengan daerah atau negara, dimana etika tersebut oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu orang-orang Barat berbeda dengan etika orang-orang Timur. Etika yang diterapkan oleh orang-orang Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, atau Bali berbeda dengan etika yang diterapkan oleh orang-orang Jawa.

Mendalami Etika Filosofis dan Etika Teologis

Terlihat dalam pemaparan buku ini, sang penulis, Sri Wintala Achmad perempuan asal Cilacap  ini sangat hati-hati dalam menulis bertutur. Dimulai dengan makna etika dan arti kata Jawa.

Ada tiga pandangan dalam memahami etika yaitu etika filosofis yaitu etika yang berasal dari kegiatan berpikir menyangkut dua sifat yaitu non empiris dan praktis. Kedua, etika teologis yang bertitik tolak dari preuposisi agama. Etika teologis disebut juga Jongeneel sebagai etika transenden dan etika teosentris. Pandangan ketiga adalah relasi etika filosofis dan etika teologis menyangkut tiga aspek revisionsme (Augustinus), sintesis (Thomas Aquinas) dan Diaparalelisme (FED. Schleirmacher).

Banyak pertanyaan muncul kenapa perspektif budaya dan bahasa Jawa hanya meliputi Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimwa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Timur. Sri Wintala Achmad menjelaska  jika ketiga wilayah tersebut memiliki budaya hampir sama yaitu masyarakat asli Jawa Tengah menggunakan bahasa Jawa Panginyongan, DIY menggunakan bahasa Jawa dan Jawa Timur menggunakan Bahasa Jawa Pangarekan.

Sembilan Bab Bermutu dan Berkualitas

Terus terang, jika anda mengibaratkan makan, membaca buku ini isinya daging semua atau bernas dan berkualitas. Dimana ada sembilan bab dalam buku ini yang membahas saripati pembelajaran etika Jawa.

Dari mulai Pengertian hingga Slogan Etika Jawa, Ciri-Ciri Etika Jawa, Petuah Lisan Sumber Etika Jawa, Karya Sastra Etika Jawa, Aneka Simbol dan Etika Jawa, Etika Jawa Dalam Seni Tradisi, Etika Jawa Dalam Upacara Tradisi, Etika Jawa dan Aliran Kepercayaan serta Slogan-Slogan Etika Jawa.

Selain pengamatan pribadi, Sri Wintala Achmad juga menyampaikan beberapa pemikiran pengamat Jawa lainnya seperti Pardi Suratmo dan Iman Budhi Santoso misalnya dalam beberapa slogan-slogan dan etika Jawa.

Ada tujuh slogan yang dijadikan sumber etika antara lain. Eling lan waspada (bersikap ugahari, kritis dan tidak mudah terombang ambing), Sepi ing pamrih rame ing gawe (agar manusia bersikap penuh tanggung jawab, bertindak karena keinginan melainkan kebaikan), Andhap Asor (slogan yang mengajarkan sikap penuh rendah hati terhadap apa yang digariskan), Nrima (slogan agar manusia tidak memaksakan kehendak dan ambisius), Sabar (slogan agar manusia tidak terburu-buru, penuh perhitungan dalam bertindak), Aja Dumeh, slogan yang mengajarkan kepada manusia agar tidak sok atau sombong saat hidup bergelimang harta atau benda saat berkuasa), Gotong royong, slogan yang mengajarkan kepada manusia untuk bersikap suka memberi kesempatan kepada orang lain, saling menolong dan bekerjasama.

Sebenarnya masih banyak lagi beberapa tradisi dan makanan khas Jawa, kaitannya etika Jawa dan aliran kepercayaan. Namun sebaiknya jika anda ingin memahami lebih mendalam buku ini anda pasti akan sangat gembira.

Karena kalau saya baca sampai akhir  bagian Manunggaling Kawula Gusti hingga Kasampurnaning Dumadi (208-209) penulis yang merupakan alumni Fisafat UGM Yogyakarta ini pemaparannya sangat bagus, editannya bersih, nyaris sempurna tanpa cela.

Berbagai sumber yang lazim digunakan oleh orang tua dalam etika Jawa juga ada seperti dongeng, lelagon, tembang, simbol, benda pusaka, bahasa aksara, sesaji, kuliner, arsitektur, busana adat dan seni tradisi.

Apalagi di bagian akhir, ada beberapa slogan jawa yang berjumlah 57 slogan yang mengandung etika Jawa yang membuat anda mengerti kehidupan masyarakat Jawa.

Seperti Mikul dhuwur mendhem jero (memikul yang tinggi, mengubur yang dalam,dimana seorang anak harus menghormati orangtuanya yang telah melahirkan), Nabok nyilih tangan (memukul dengan meminjam tangan, Menang tanpa bala, ngasorke tanpa senjata artinya seseorang dapat meraih kemenangan dan menaklukkan dunia tanpa senjata hanya dengan cinta dan lain sebagainya.

Mengutamakan Spiritualitas daripada Materialitas

Jadi jika anda berada di luar daerah dari suku manapun dan memiliki sahabat, pasangan dan pimpinan dari suku Jawa tidak ada salahnya membaca buku ini sebagaai rujukan dan pedoman hidup etika Jawa.

Masyarakat Jawa Dimana seperti disampaikan Franz Magnis Suseno yang mengatakan jika di dalam lingkup masyarakat Jawa yang lebih memerhatikan spiritual ketimbang material, etika Jawa mendapatkan tempat utama. Oleh sebab itu pembelajaran mengenai etika Jawa tersebut dilakukan orang tua sejak anak masih berusia dini.

Koleksi khusus perpustakaan Bung Karno

28 Agustus 2018

Pukul 15:38

20180827_153639

 

Resensi Buku:

Judul Buku : Revolusi Cyberlaw Indonesia

Penulis: Danrivanto Budhijanto

Editor: Dinah Sumayyah

Edisi: I, 2017

Penerbit : Refika Aditama, Bandung

ISBN: 9786026322609

Apakah anda pernah merasa aneh dengan diri anda, tiba-tiba follower akun media sosial anda bertambah tanpa mengetahui kapan mengkonfirmasi, password blog kita tidak bisa dibuka karena ada yang ganti, tulisan kita ada yang menghancurkan editan dan substansi, tidak bisa unggah foto di blog karena wifi diproteksi, e-mail kita berganti password sendiri,  dan gawai kita dibuka orang lain, disadap, karena kepentingan tertentu dan  kita harus berkali-kali ganti password karena ingin memproteksi diri atau semakin seringnya sekarang orang bersidang karena pelanggaran hukum siber (cyberlaw).

Nah, bagi anda yang pernah merasakan kegelisahan di atas, anda harus mencari akar permasalahannya dan apa solusinya. Ketika komputer, laptop, gawai kita dicuri kita tentu akan kebingungan bagaimana dengan arsip yang belum kita simpan di hard disk eksternal, atau foto di gawai yang belum dipindahkan. Lalu tiba-tiba ada orang lain yang menyalahgunakan, kemana kita akan melaporkan kehilangan tiba-tiba foto kita tersebar di dunia digital.

Ditulis untuk Menjinakkan Revolusi Digital

Buku yang ditulis oleh Danrivanto Budhijanto yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran ini ditulis dengan kualifikasi, kompetensi dan  semangat yang tinggi. Dalam pujian (endorsement) Dr. J.Kristiadi mengatakan jika Danrivanto menulis ini untuk menjinakkan revolusi digital agar tidak merusak tatanan kehidupan bangsa. Kualifikasi penulis sangat mumpuni dalam menulis bacaan formal yang menghubungkan hukum dan teknologi yang sangat langka. Danrivanto juga sudah lama menggeluti dunia hukum dan teknologi baik di lingkungan akademik, industri dan birokrasi.

Buku ini terdiri dari lima bab. Bab pertama tentang Revolusi cyberlaw Indonesia Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik 2016, bab dua urgensi revisi UU Informasi dan transaksi elektronik 2008, Bab tiga tentang pilar-pilar norma dalam undang-undang informasi dan transaksi elektronik 2016, bab empat tekno legislasi dalam kerangka pembangunan hukum di Indonesia dan bab lima membahas regulasi membahas data digital di era Big Data.

Danrivanto mengawali tulisan dengan menjelaskan perkembangan pesat tekknologi komputer baik perangkat keras (sotware), jaringan komunikasi dan teknologi multimedia dimungkin menjadi tulang punggung masyarakat abad 21. Namun demikian selain keuntungan yang menjanjikan dari teknologi informasi, teknologi internet ternyata memunculkan permasalahan baru dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, misalnya pelanggaran hak-hak kekayaan intelektual, penipuan dalam transaksi elektronik, perpajakan dalam perdangan elektronik dan cybercrimes.

Membahas Secara Yuridis dan Filosofis Undang-Undang ITE

Ada empat belas aspek yang dibahas dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE) yang disusun oleh Depkominfo dan DPR yang ditetapkan sejak tahun 2008. UU ITE yang terdiri dari 13 bab dan 54 pasal ada yang menganggap sebagai rezim hukum baru untuk mengatur dunia maya (cyberspace) namun ada juga yang menganggap untuk melindungi.

Keempat belas aspek  yang ada dalam UU ITE ini sangat jelas membongkar halal haram dalam dunia siber. Dari mulai aspek yurisdiksi, aspek pembuktian elektronik, aspek informasi dan perlindungan konsumen, aspek tandatangan elektronik, aspek pengamanan tanda tangan elektronik, aspek pengamanan  terhadap tanda tangan elektronik, aspek penyelenggara sertifikasi elektronik, aspek penyelenggaraan sertifikat elektronik, dan transaksi elektronik, aspek tanda tangan digital, aspek transaksi elektronik, aspek nama domain, aspek perlindungan rahasia pribadi, aspek pemerintah dan masyarakat, aspek perlindungan kepentingan umum dan aspek-aspek perbuatan yang dilarang (ada enam butir, halaman 7)

Sedangkan landasan filosofis, penulis banyak menjelaskan teori hukum Mochtar Kusumaatmaja, Roscoe Pound, Laswell dan Mc Dougal (filsafat budaya), Jeremy Bentham (aliran utilitarianism), Lawrence M. Friedman (legal system). Jadi buku ini tidak kaku karena tidak hanya sekedar membahas secara yursdiksi dalam pembuatan UU ITE tapi juga melakukan pendekatan filosofis agar lebih bermakna.

Dilengkai Contoh Kasus dan Lampiran UU ITE

Setelah sekian lama kita bercinta dengan teknologi yang dalam media sosial ketika di like atau di love ser-seran (bahasa jawa), membuat banyak hal menjadi mudah, menyenangkan,  bermanfaat, mengenang masa lalu, menguntungkan secara ekonomis, menimbulkan kesenjangan sosial, menyebar kabar bohong dan rasa kebencian hingga merebaknya bulir-bulir perselingkuhan, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan teknologi itu jika berlebihan tentu tidak baik apalagi sampai kebablasan.

Maka sedari dini semua pihak baik pemerintah, para inovator dan pembuat aplikasi, pengguna teknologi (konsumen), penjual kuota dan wifi dan para ahli hukum harus bekerjasama untuk  mengerem dampak negatif dari pelanggaran UU ITE agar tidak menimbulkan banyak penyakit hati maupun kecanduan yang sangat tinggi terhadap gawai bagi generasi yang akan datang. Meskipun tentu kita tidak sama sekali meninggalkannya.

Kasus-kasus besar dalam pelanggaran hukum siber seperti kasus Prita Mulyasari, Iwan Piliang dan kasus lainnya dibahas secara tuntas di dalam buku ini, bagaimana proses dan perkembangnnya, solusi dan lain sebagainya. Selain itu, buku setebal 212 halaman ini yang sangat menarik adalah ada lampiran tentang isi dan pasal-pasal yang ada dalam UU ITE dari halaman 159-212. Dari jumlah hukuman hingga berapa jumlah nominal denda yang dijatuhkan juga ada.

Lebih Bijak dan Berhati-hati

Bagi anda yang selama ini bekerja di dunia digital, pembuat aplikasi, pakar dan berprofesi penegak hukum, media daring dan juga semua pihak yang sudah tidak bisa melepaskan diri dari teknologi tidak ada salahnya membaca buku ini. Namun ekspekstisanya jangan terlalu berlebihan jika membaca buku karya penulis gundul asal Cimahi ini.

Anda juga jangan terlalu ketakutan akan rezim hukum dalam UU ITE yang dibahas dalam buku bersampul putih ini, namun lebih dipahami agar kita semua pembaca lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan teknologi.  Jangan terlalu ingin tahu (kepo) sama akun orang dengan nekad mencari hacker, mengobrak-abrik situs atau memblokir karena ada sesuatu yang kurang disuka dan tindakan lain yang dilarang dalam dunia digital dimana kita semua semua bergerak dengan sangat cepat.

Bagaimanapun juga kita harus bisa menahan diri untuk melakukan apapun dalam dunia digital yang merugikan. Seperti yang ditulis dalam halaman 138-139. Kebebasan memperoleh informasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dari pemahaman hak pribadi (privacy right). Kebebasan memperoleh informasi yang harus berakhir apabila muncul garis embarkasi perlindungan terhadap hak pribadi sebagaimana yang dimuat dalam pasal 28F UU 1945.

Bahkan di negara seliberal Amerika Serikat, kebebasan memperoleh informasi tidak diperkenankan melanggar hak-hak pribadi dari seseorang. Ketika freedom of Act diundangkan pada tahun 1974, pada tahun yang bersamaan diundangkan pula Privacy Act oleh Pemerintah Amerika Serikat. Meski lengkap dan mendalam, namun di bagian akhir buku ini cenderung membosankan. Akan tetapi buku ini jangan sampai anda lewatkan.

Koleksi Khusus Perpustakaan Bung Karno

Blitar, 28 Agustus, 2018

Pukul 12:40

bunderan hi

Lima Belas Tahun Sudah Menyusuri Selatan Jakarta

Melewati  hutan beton  dan macet merata

Mencari  berita  olahraga  hingga menulis buku orang Jakarta

Kini sudah saatnya aku berganti suasana

 

Dari Ciputat, Kalibata, hingga Kebayoran Lama

Banyak kutemui sahabat yang menyayangi sesama

Hingga berakhir di Pondok Petir cukup lama

Semua karena rejeki harus dicari bersama

 

Banyak hal yang berkesan di ibukota

Dari menjaga stand buku, narkoba di saku celana polisi ibukota

Ketinggalan tumbler di DPR RI, dan melihat ular melata

Semua aku alami dan lihat sendiri di Jakarta

 

Dengan bis malam dan truk kami pindah

Meninggalkan semua kenangan indah

Kini semua berakhir sudah

Hati pun sudah tidak merasa gundah

 

Selamat tinggal sahabat dan tetangga yang ramah

Mari kita semua hati-hati menjaga rumah

Agar tidak mudah sembarang di jamah

Oleh orang yang tidak ramah

 

Mohon maaf jika ada kesalahan

Baik yang menjaga kebaikan dan tersulut Kemarahan

Semoga kita semua dimaafkan Tuhan

Menjalin silaturahmi dengan keindahan

 

Blitar, 28 Agustus 2018

Pukul 09:26

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kampung Halamanku

Posted: August 11, 2018 by Eva in Pribadi

 

Sejak April, hingga lebaran aku belum pulang ke kampung halamanku di Sukabumi.

Hari ini akhirnya aku bisa mengunjungi tanah kelahiranku tercinta, leluhur, saudara dan tetangga berkumpul.

Cuaca dingin di sini membuat enak makan dan tidur. Semalam dalam perjalanan, turun hujan di Bogor, namun hari ini tidak.

Bantarkaret, Sukabumi 11 Agustus 2018

Pukul 15.40 WIB

 

Tidak terasa hampir satu bulan

Menjelajahi enam kota

Surabaya, Sidoarja, Mojokerto,

Jombang, Kediri, Blitar, Malang, Pasuruan

 

Waktu berjalan cepat

Menikmati panen tebu, jagung dan nanas

Melewati kampung kursus Bahasa Inggris

Melihat kerumunan santri di sore hari

 

Kini semua kembali ke Dharmahusada

Tempat jiwa dan raga ini istirahat

Setelah melepas semua penat

Meniti hari-hari bersama

 

Selamat tinggal Dharmahusada

Banyak cerita indah diantara kita

Seindah masa depan yang akan tiba

Masa-masa penuh penantian panjang

Dharmahusada, Kedung Pengkol, Surabaya

Pukul 09.33 WIB

Musim dingin yang kering

 

Dia berkata, “Suatu hari Anda akan meninggalkan dunia ini 
He said, “One day you’ll leave this world behind 

Jadi jalanilah kehidupan yang akan Anda ingat.
So live a life you will remember.” 

 

Saya mengenal Avicii belum lama setelah dia meninggal di Muscat Oman pada usia 28 tahun April 2018. Penyanyi dan Dj asal Swedia ini dikenal sebagai DJ penyayang keluarga.

Ada dua lagu yang saya suka, pertama berjudul “You Wake Me Up”  bercerita tentang kisah perempuan yang mengurus anak perempuannya tanpa suami dan yang kedua kisah berjudul “The Nights” tentang kisah seorang pemuda yang sangat mencintai ayah kandungnya dan selalu ingat nasehat sang ayah kemanapun dia pergi.

Kini meski Avicii telah meninggal dunia dengan kontroversi, namun namanya dikenang dunia. Meninggalkan pesan yang kuat agar kita harus selalu ingat dan patuh nasehat orangtua.

Berikut liriknya:

The Nights

Hei, tahun yang lebih muda 
Hey, once upon a younger year 

Ketika semua bayangan kita menghilang 
When all our shadows disappeared 

Hewan-hewan di dalam keluar untuk bermain 
The animals inside came out to play 

Hei, ketika berhadapan muka dengan semua ketakutan kita 
Hey, when face to face with all our fears 

Mempelajari pelajaran kita melalui air mata 
Learned our lessons through the tears 

Membuat kenangan yang kami tahu tidak akan pernah memudar
Made memories we knew would never fade

Suatu hari ayah saya — dia memberi tahu saya, 
One day my father—he told me, 

Nak, jangan biarkan itu hilang” 
“Son, don’t let it slip away” 

Dia memeluk saya, saya mendengar dia berkata,
He took me in his arms, I heard him say,

“Ketika kamu bertambah tua 
“When you get older 

Kehidupan liar Anda akan hidup untuk hari yang lebih muda 
Your wild life will live for younger days 

Pikirkan aku jika kamu takut. “
Think of me if ever you’re afraid.”

Dia berkata, “Suatu hari Anda akan meninggalkan dunia ini 
He said, “One day you’ll leave this world behind 

Jadi jalanilah kehidupan yang akan Anda ingat. ” 
So live a life you will remember.” 

Ayah saya mengatakan kepada saya ketika saya masih anak-anak 
My father told me when I was just a child 

Ini adalah malam-malam yang tidak pernah mati 
These are the nights that never die 

Ayah saya mengatakan kepada saya
My father told me

Ketika awan guntur mulai mengalir turun 
When thunder clouds start pouring down 

Nyalakan api yang tidak bisa mereka keluarkan 
Light a fire they can’t put out 

Ukir nama Anda menjadi bintang yang bersinar 
Carve your name into those shinning stars 

Dia berkata, “Pergilah jauh-jauh di luar pantai. 
He said, “Go venture far beyond the shores. 

Jangan mengabaikan hidupmu ini. 
Don’t forsake this life of yours. 

Saya akan memandu Anda pulang ke mana pun Anda berada. “
I’ll guide you home no matter where you are.”

Suatu hari ayah saya — dia memberi tahu saya, 
One day my father—he told me, 

“Nak, jangan biarkan dia lolos.” 
“Son, don’t let it slip away.” 

Ketika saya masih kecil saya mendengar dia berkata,
When I was just a kid I heard him say,

“Ketika kamu bertambah tua 
“When you get older 

Kehidupan liar Anda akan hidup untuk hari yang lebih muda 
Your wild life will live for younger days 

Pikirkan aku jika kamu takut. “
Think of me if ever you’re afraid.”

Dia berkata, “Suatu hari Anda akan meninggalkan dunia ini 
He said, “One day you’ll leave this world behind 

Jadi jalanilah kehidupan yang akan Anda ingat.
So live a life you will remember.” 

Ayah saya mengatakan kepada saya ketika saya masih anak-anak 
My father told me when I was just a child 

Ini adalah malam-malam yang tidak pernah mati 
These are the nights that never die

Ayah saya mengatakan kepada saya
My father told me

Ini adalah malam-malam yang tidak pernah mati 
These are the nights that never die 

Ayah saya mengatakan kepada saya
My father told me

Penulis lagu: Ash Pournouri / Gabriel Benjamin / John Feldmann / Jordan Suecof / Nicholas Furlong / Tim Bergling
Lirik The Nights © BMG Rights Management, Tunecore Inc

Berikut videonya

“Hanya Dengan Pendidikan Kita Akan Tumbuh Menjadi Suatu Bangsa”- Raden Dewi Sartika

 

ruang baca

Bulan Maret 2018, saya berkunjung ke Perpustakaan Provinsi Jawa Barat yang berada satu gedung dengan arsip nasional di Pusat kota Parahyangan. Gedungnya modern yang dilengkapi lift empat lantai.

Museum Tokoh Pahlawan dan Seniman Sunda 

Sebelum anda naik ke ruang baca yang terdiri dari beberapa bagian, ada ruang anak, remaja dan bagian umum. Namun terlebih dahulu bisa melihat museum para tokoh pahlawan,tokoh  sejarah, kepala daerah dan seniman Sunda yang mengharumkan provinsi Jawa Barat selama ini.

Setelah itu, anda bisa menitipkan tas di lantai paling bawah berdekatan dengan musholla. Kemudian  mengunjungi koleksi beragam media yang lengkap dari mulai surat kabar, majalah, dan koleksi buku anak.

Di ruangan anak ini, sarana permainan dan ruang baca dibuat senyaman mungkin, sehingga anak-anak bebas bermain setelah membaca.

Koleksi Umum dan Karya Sastra Sunda 

Naik ke lantai dua dan tiga, anda akan terpana dengan lengkap dan luasnya ruang baca yang diberi nama tiap raknya. Koleksi buku biografi, pertanian, kesehatan, ekonomi, sosial, arsitektur, filsafat dan karya sastra melengkapi perpustakaan yang sepi dan tertata dengan rapi ini.

Ada beberapa rak yang isinya sastra austronesia dan sastra sunda. Buku-buku berbahasa Sunda yang terbit sejak tahun 1970-an hingga humor Sunda kekinian juga bisa anda baca disini.

Novel, Komik Indonesia dan Karya Penulis Mancanegara

Setelah puas melihat koleksi sastra lama, anda bisa berjalan ke ruangan lainnya, mengetik, membaca dan melihat buku koleksi novel terjemahan dan komik. Beberapa penulis ternama dari Amerika Serikat, Eropa, China dan negara lainnya ada disini.

Novel-novel best seller dari penerbit ternama juga ada. Bahkan dilantai paling atas, ada koleksi komik yang digemari anak-anak remaja. Usai berkeliling, jika anda ingin memfotokopi buku bisa menjaminkan HP anda untuk kemudian beberapa lembar memfotokopi di luar.

Saya yang datang sejak siang hari, tidak terasa berkeliling di perpustakaan Provinsi Jawa barat ini sampai tutup pukul enam sore, sepertinya kurang lama. Saat mau pulang, ada  anak-anak remaja masih menunggu menjelang tutup ketika hari hampir malam. Mereka mampir pulang sekolah. Berikut Videonya, mohon maaf jika kurang bagus.

Lokasi perpustakaan yang lengkap, modern dan dilengkapi wifi ini, strategis di pusat kota sangat disayangkan tidak ada angkutan kota yang lewat langsung di depannya. Jadi anda harus jalan kaki lumayan jauh dari kendaraan umum. Perpustakaan Umum Jawa Barat berada di Jalan Kawaluyaan Indah II No. 4 Sukarno Hatta Bandung.

Meskipun demikian, tidak ada salahnya jika anda warga Jawa Barat  dan sekitarnya, berkunjung ke perpustakaan untuk mengenal lebih jauh sejarah dan tokoh , seniman, dan pahlawan Sunda. Juga mengamati perkembangan bahasa dan sastra sunda agar mengenal lebih dekat budaya sunda, serta karya umum lainnya dari Indonesia dan mancanegara.

7 Agustus 2018, Pukul 12.31

 

 

 

 

 

 

Jerawat Hilang dan Awet Muda

Posted: August 6, 2018 by Eva in Seni
Tags: ,

“Jerawat guede (sangat besar) pun bisa hilang lho, dan saya sekarang terlihat awet muda,” ujarnya sambil tertawa

Siang itu cuaca tidak begitu panas. Saya mengantri di sebuah studio  foto dan mencetak foto digital yang berada di sebuah ruko di pusat kota.

Di depan saya ada dua orang yang antri. Satu perempuan muda dan satu lagi lelaki setengah baya yang datang lengkap dengan dasi dan jas.

Sambil menunggu giliran saya berfoto, tiba-tiba pria berambut ikal itu keluar dari ruang pemotretan. Dia terlihat bahagia dan tersenyum gembira.

Sebelum saya masuk ke ruang foto, pria itu keluar sambil memegang jas yang digantung di hanger itu sabar menunggu proses pencetakan.

Sambil berkelakar dia pun bercerita “Sekarang itu ya mbak, selesai di foto jerawat guede (besar sekali) yang ada di pipi kita bisa hilang, begitu juga kerutan wajah, saya senang lihat hasilnya, saya jadi kelihatan awet muda,” ujarnya tertawa….

6 Agustus 2018, Pukul 18:18

Meskipun masih memiliki banyak kekurangan dalam proses perekrutan, namun sejauh ini Hamid Muhammad optimis 6.294 CPNS Guru Garis Depan yang sudah dilepas secara simbolis akan bisa menunaikan tugasnya dengan baik.

 

Foto:Koleksi Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah

Dalam pengarahannya, Hamid Muhammad menjelaskan tentang beberapa hal yang harus diperhatikan para guru di daerah penempatan. berkaitan dengan kompetensi guru di sekolah tersebut, kepala sekolah, dan fasilitas sekolah.

Di sisi lain, Hamid juga menyampaikan tiga hal penting terkait proses pembelajaran.

“Pertama, Berkaitan dengan karakter, para GGD harus membekali siswa agar tidak mencontek, memiliki karakter berkaitan dengan kejujuran dan integritas, karakter berkaitan dengan kinerja yaitu disiplin dan pantang menyerah, dan rekatkan betul rasa kebangsaan kita tanpa membedakan suku, ras dan agama.

Kedua, terkait literasi, Kita termasuk bangsa yang kurang suka membaca apalagi menulis. Semaikan bacaan di sekolah dasar.

Dan ketiga berkaitan dengan kurikulum dan efektifitas pembelajaran, ini harus diperhatikan. Di Papua, anak-anak kelas I dan Kelas 2 banyak yang belum bisa membaca dan menulis, ini berat, karena walau tidak bisa membaca dan menulis mereka tidak boleh tidak naik kelas, jadi kawal terus tentang kurikulum,” jelas Hamid.

Tidak muluk-muluk sebenarnya target yang ingin dicapai oleh Kementerian. Berusaha agar pelayanan di daerah 3T meningkat.

“Indikasinya adalah prestasi anak-anak daerah semakin bagus. Kalau banyak anak-anak yang melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi sampai jenjang SMP, SMA, atau bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, nanti jika mereka bisa sekolah, anak-anak seperti ini yang berada di daerah terpencil inilah yang akan mengentaskan kemiskinan, saya kira itu yang kita inginkan,” ujar Hamid Muhammad.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Drs. Anas M Adam, M.Pd lebih menyoroti tentang upaya menghindari konflik antara PNS GGD dengan guru di daerah penempatan. Anas menekankan agar GGD membaca terlebih dahulu budaya, menyesuaikan diri dengan budaya setempat untuk menghindari konflik.

Kemudian dia juga berharap para peserta GGD jangan melakukan perubahan secara mendadak, akan tetapi lakukanlah perubahan itu secara gradual-pelan-pelan, anak-anaknya, guru-gurunya kemudian baru masyarakatnya. Jangan terlalu berambisi untuk mengubah semuanya karena itu justru akan menyebabkan timbul konflik juga.

“Saya berharap ilmu yang sedikit lebih menonjol yang dimiliki para GGD ini jangan terlalu dipamerkan, jangan merasa paling mampu, jangan pelit ilmu, karena itu akan menimbulkan potensi konflik. Dan saya berpesan, jangan hanya menggerakkan sekolahnya saja, sebaiknya juga memberikan imbas kepada sekolah lainnya di sekitar.” ujar lelaki asal dari Aceh ini sangat hati-hati.

Anas juga menjelaskan perihal lamanya penerbitan Surat Keputusan dan Pemberangkatan GGD. Katanya, permasalahan administrasi yang cukup memusingkan. “Karena kita tidak sendiri, program ini berkaitan dengan instansi-instansi lain, termasuk pemerintah daerah,” katanya.

Tulisan ini dimuat pada tahun 2017, setelah pelepasan PNS Guru Garis Depan

Jangan curiga dengan judul tulisan ini, karena sebenarnya hanya mengutip dari sebuah poster di pinggir jalan.

Jika Anda Bukan Orang Sembarangan, Maka  Jangan Buang Sampah Sembarangan,” Anonim

Hak Cipta foto Begron

 

Jangan disangka, dibalik masyarakat yang diam mereka mengekspresikan sikap lewat tulisan tangan yang ditulis penuh perasaan, sebuah perlawanan tanpa senjata.

Saat melewati kota Pasuruan saya memperhatikan pemandangan yang ada di sepanjang perjalanan.

Meski apa yang saya temui hanya sekilas dan tidak ada dokumentasi foto. Namun, pesan yang di sampaikan masyarakat dalam bentuk tulisan tangan selalu saya ingat.

Pesan pertama saya temui dari pantat truk, isinya sebagai berikut:

“Jadilah Perintis Bukan Pewaris”

Saya terdiam membacanya, truk berjalan cukup lama di depan bis yang saya kendarai.

Tidak lama kemudian saya melewati rumah pinggir jalan yang menyerupai rumah kosong bercat hitam dengan tulisan tangan memakai kapur dengan huruf yang ditulis besar-besar.

“Jagalah Tanah Kita, Sebelum Semua Tanah Menjadi Ibukota,”

 

Pagi yang dingin, 4 Agustus 2018, Pukul 07:09

Tidak, tidak ada ikatan yang membelenggu lebih erat,
Laut kehidupan tidak pernah begitu liar
Dibandingkan dengan ikatan yang ditetapkan Tuhan
Tidak juga ikatan ibu dan anaknya!

(Max Havelaar, Karya Multatuli halaman 41)

Resensi Buku
Judul : Max Havelaar
Penulis : Multatuli (Eduard Douwes Dekker)
Alih bahasa: Andi Tenri W
Editor : Hamonangan Simanjuntak
Penerbit : Narasi, Jogjakarta
Edisi : 2014

Saya sudah lama mengincar buku ini dan menemukan buku yang masih baru dan meminjamnya di Perpustakaan Kabupaten Blitar yang berada di jalan Veteran. Buku bersampul kuning emas ini merupakan karya seorang tokoh terkemuka asal Belanda yang tinggal cukup lama di Kabupaten Lebak Banten bernama Multatuli yang merupakan nama samaran dari Eduard Douwes Dekker.

Eduard Douwes Dekker adalah anggota Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda yang pertama kali ditempatkan di wilayah Batavia (Hindia-Belanda) pada 1840. Tahun 1842 ia meminta dipindahkan ke Sumatera Barat. Di tahun yang sama pula, ia dipindahkan ke Natal, Sumatera Utara, untuk bertugas sebagai Kontelir. Baru setelah itu ditugaskan di Banten.

Membuka Busuknya Kolonialisme

Buku ini dibuka dengan sebuah pendahuluan yang menyentuh tentang keadaan seniman di akhir hidupnya. Sebuah persembahan untuk istrinya yang bernama Tina. Buku ini ditulis Multatuli di sebuah losmen yang disewanya di Belgia pada musim dingin tahun 1859, setelah cukup lama ia tinggal di Indonesia mengunjungi perkebunan kopi.

Tulisan setebal 396 halaman ini berisi tentang kritik tajam yang telah membuka sebagian besar mata publik dunia tentang betapa perihnya arti sebuah penindasan (kolonialisme).

Dalam buku ini, Multatuli menjelaskan tentang busuknya Kolonialisme Hindia Belanda, dan memberi ilham bangsa Indonesia untuk merdeka. Cerita tentang menderitanya petani di Lebak Banten yang karena kemiskinannya tidak bisa mendapatkan jodoh dari kelas yang lebih tinggi. Petani dianggap sebagai profesi yang sangat rendah, miskin dan tidak berkelas.

Menginspirasi Kartini dan Bung Karno

Di era jaman penjajahan Belanda, Max Havelaar merupakan buku yang sulit dicari bahkan dilarang beredar. Namun, beberapa tokoh pergerakan Indonesia membacanya dengan seksama seperti tokoh pergerakan Wanita Indonesia Raden Ajeng Kartini dan Presiden pertama Indonesia Ir. Sukarno.

Kini, setelah 70 tahun merdeka (terbit 2014), anda bisa membaca karya fenomenal Multatuli yang saya sendiri merasa kebingungan membacanya karena ditulis dengan bahasa sastra tingkat tinggi yang membutuhkan perenungan terhadap curahan hati tokoh Max Havelaar tentang perasaannya pada perempuan yang ada dalam hidupnya, tentang kemiskinan kaum petani dan menderitanya perempuan yang terpisah dari suaminya yang ikut berperang menentang kolonialisme.

“Nak, jika mereka memberitahumu bahwa aku adalah bajingan yang tidak memiliki keberanian melakukan keadilan…, bahwa banyak ibu yang meninggal karena kesalahanku…, ketika mereka berkata bahwa ayah melalaikan tugas yang telah mencuri berkah dalam kepalamu…, oh, Max, max beritahu mereka betapa menderitanya aku! (Multatuli)

Saat saya menulis resensi ini, saya belum selesai membacanya. Jadi tidak tahu kelemahan kelebihannya. Semoga suatu hari nanti, orang akan paham dan bisa membedakan siapa itu Multatuli atau Eduard Douwes Dekker, apa hubungannya dengan Ernest Douwes Dekker  yang pernah menjadi penjaga perpustakaan di Kotabaru Jogjakarta? Dan apa saja karya  Multatuli dan pemikirannya di masa lalu.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah berkunjung ke Museum Multatuli di Rangkas Bitung Lebak Banten. Sebaiknya, jika anda ingin tahu lebih dalam sosok Multatuli baca terlebih dulu buku ini.

Setelah itu baru berkunjung ke museum Multatuli, lihat film dokumentasinya dan harus paham betul sejarah kolonialisme dan prrgerakan Indonesia.

Malang, 22.06 WIB

“Rahasia sesungguhnya untuk meningkatkan kreativitas, bukan dengan terobsesi terhadap segala macam alat atau proses, tapi dengan mengerti motivasi kita,”- Scott Barry Kaufman, pengarang Wired to Create

Resensi Buku: What’s Your Creative Type (Semua Orang Kreatif, Anda Termasuk yang Mana?
Penulis: Meta Wagner
Alih bahasa: Adinto F.Susanto, Dinun Wicaksono
Editor : Adinto F Susanto
Penerbit: Grasindo, Jakarta
Edisi: I, Agustus, 2017

Lima Tipe Kreatif Orang di Dunia

Pertama kali saya melihat buku ini, saya penasaran terhadap isinya, apa saja tipe orang-orang kreatif di dunia yang bisa mengubah segala hal yang sulit menjadi sedemikian ringan dan menyenangkan, meskipun dalam posisi sulit.

Buku yang ditulis oleh Meta Wagner, seorang kontributor “The Boston Globe” dan kolumnis untuk “Pop Matters” memiliki perhatian terhadap budaya pop di kalangan anak muda di dunia, khususnya di Amerika Serikat.

Menurut Meta Wagner yang menulis pemikirannya dengan bahasa yang ringkas, padat dan berkualitas ini ada lima tipe orang kreatif di dunia, yaitu Pertama tipe sang primadona, kedunia tipe sang seniman, ketiga tipe sang pembuat perubahan, keempat tipe sang perasa, dan kelima tipe sang aktivis.

Kali ini saya tidak mau panjang lebar membahas buku ini, seperti penjelasan masing-masing tipe orang kreatif yang ada di atas seperti buku sebelumnya, karena buku ini tipis dan bisa didapat di toko buku terdekat dengan harga terjangkau.

Setelah membaca buku ini, anda pembaca, akan lebih kreatif membaca apa yang membuat anda menarik dan menggali potensi kreativitas diri anda apapun yang anda lakukan sekarang dimanapun berada.

Buku ini meski tidak sempurna, namun tidak ada kelemahan yang berarti. Bahkan di bagian kesimpulan ada tulisan panjang yang menjelaskan jika semua orang di dunia adalah orang kreatif.

Selamat membaca

Malang, 3 Agustus 2018

Pesan yang disampaikan anak muda Indonesia di Hari Kemerdekaan ke-73 ini beraneka ragam. Jika dulu Indonesia berjuang melawan penjajah dari pelbagai negara, sekarang kita harus bersatu mengusir penjajah yang tidak kita sadari.

Berikut saya lampirkan dalam video beberapa kaos hasil kreasi anak muda Indonesia dari Malang Jawa Timur.

Di outlet lain, tidak jauh dari kaos buatan anak muda Indonesia, ada merek brand luar negeri yang menampilkan pesan-pesan khas anak kekinian.

Warna-warni kaos ini bisa untuk anda pakai atau kirim sebagai hadiah. Harganyapun beda-beda sesuai dengan kualitas bahan.

Kreasi anak muda sekarang tidak terbatas, baik laki-laki maupun perempuan bisa mandiri, membuat sablon dan menjahit dengan tenaga asli Indonesia dan bersaing dengan kaos impor. Ini baru produksi kaos, mungkin masih banyak kreasi unik lainnya di bulan Agustus ini.

 

Universitas Brawijaya Malang, 2 Agustus 2018 Pukul 19:48

Sore ini kami pulang menyusuri jalan di sepanjang Ketintang timur menuju pusat perbelanjaan Royal yang bersebrangan dengan Rumkital TNI Angkatan Laut Marsekal Dr. Ramelan dengan naik becak.

Suasana sore itu sangat menyenangkan. Bunga bermekaran dan udara sore yang segar membuat saya senang menikmati kota Surabaya yang menurut Bung Karno dijuluki sebagai dapur nasionalisme.20180801_160432-1

Kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengingatkan saya akan sahabat Arien Tri Widiastuti yang sekarang tinggal di Belanda. Dulu kita sekantor dan dia sering bercerita tentang tokoh sastra terkemuka yang merupakan dosennya yaitu Pak Budi Darma.

Musim kemarau membuat bunga-bunga yang berada di sekitar kampus kering berguguran, belum lagi ruas jalan yang dilewati kendaraan pribadi terlihat sangat ramai. Saya melewatinya dari belakang. Dari Fakultas Teknik Informatika, Fakultas Ekonomi, Pusat Bahasa dan Fakultas Ekonomi Sosial Budaya.

Sepertinya kampus UNESA tertata dengan baik. Depannya ada deretan unit usaha menyerupai koperasi mahasiswa. Namun di pinggir jalan arah Royal usaha masyarakat juga banyak diminati mahasiswa seperti tempat fotokopi, warung makan, bakso dan lain sebagainya.

20180801_160818-1

Tidak terasa kami sampai di Pusat Belanja Royal. Kami berjalan jauh untuk dari perempatan ke dekat pintu keluar pusat belanja. Seperti minggu lalu, di Surabaya harus hati-hati menyebrang karena jalannya sangat padat.

Kami menunggu bis ke arah Bungur Asih. Tidak lama kemudian ada Bis Damri datang dari arah Tanjung Perak. Kami naik bis Damri yang nyaman dan membayar Rp.6000 ke terminal Bungur Asih untuk selanjutnya menuju ke Plaosan Blimbingsari Malang.

Plaosan, Blimbingsari Malang
Pukul 20:13

“Tanahku Tak Ku Lupakan, Engkau Kubanggakan”

Selamat datang bulan Agustus. Bulan ini kita akan melewati banyak peristiwa bersejarah yang penuh dengan kegembiraan. Bulan dimana bangsa ini mengalami kejadian penting baik pesta olahraga maupun pesta-pesta lainnya.

Pagi ini saya sangat bergembira, karena sedang berada di kota Surabaya, Kota pahlawan dimana Bung Karno menyatakan bahwa Surabaya adalah Dapur Nasionalisme.

Maka, untuk mengobarkan nasionalisme, saya ingin memutar sebuah video yang memadukan orasi Bung Karno dengan Lagu Ciptaan Ibu Sud berjudul Tanah air yang diakhiri dengan pembacaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Lagu ini diaransemen oleh EDM X Gamelan by Alffy Rev Ft Brisia jodi dan Gasita Karawitan.

Berikut videonya