Archive for September, 2018

Bunga Kamboja Merekah Manja di Hari Kamis

Posted: September 26, 2018 by Eva in Rumah
Tags:

Minggu ini sangat melelahkan, saya capek banget dari kemarin mengurus ini itu berkaitan dengan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Tahu-tahu sudah hari kamis saja, aduh kok cepat banget ya besok sudah Jum’at dan akhir pekan pun akan datang.

Mari kita sambut hari kamis ini dengan semangat, ke depan ada banyak tulisan yang akan saya upload, tapi masih dalam proses perencanaan. Semoga bisa terlaksana sesuai jadwal.

Selamat hari kamis yang sahabat WP yang manis. Aku kirim bunga kamboja yang merekah manja di pagi yang ceria ini…

27 September 2018 Pukul 06.05

Advertisements

Aku udah lama gak menulis tentang resep masakan yang sering aku masak di Pamulang dan Jogja yaitu Oseng Daun Pepaya dicampur ikan teri, biasanya orang betawi suka banget sama jenis makanan ini.Cara bikinnya gampang, daun pepaya di rebus setengah jam (pake presto), teri dicuci bersih. Bumbunya bawang merah, bawang putih,  rawit diiris dan ditambah laos. Setelah direbus daun pepaya di peras airnya lalu dipotong.

Sedangkan tempe dan tahu bacem, adalah makanan kesukaanku sejak tinggal di Jogja.Aku udah gak usah tulis resepnya pasti banyak yang sudah hapal.

Menu Wajib Rempeyek Tiap Makan

Jika di Sukabumi wajib ada lalapan, sambal maka sekarang ini aku udah gak makan. Di sini makan tidak afdol kalau enggak ada rempeyek teri kacang. Enak banget sebagai pelengkap.

Itu saja menu hari ini, makan dan fotonya tadi pagi, tapi baru aku tulis malam, gak papa lah soalnya sekalian buat makan malam.

Blitar, 26 September 2018

Bulan Merah Jambu

Posted: September 25, 2018 by Eva in Pribadi, Rumah
Tags:

20180925_191113-1

Malam ini saya tidak sengaja memperhatikan rembulan yang terlihat bulat sempurna di sebelah timur rumah di atas langit malam yang dingin tanpa gemintang.

Sudah hampir dua minggu tidak turun hujan membuat saya kangen dengan nuansa dingin rintik hujan di sore hari atau hujan pagi – pagi yang membuat kita tarik selimut dan malas bekerja

Meskipun demikian suasana di kampung Mas Arif lebih syahdu  malam ini. Kebetulan saya di rumah sendiri.

Saya pun mendengarkan lagu “Tak Bisa ke Lain Hati” yang dinyanyikan Kla Project terdengar mengalun dari USB yang terhubung dengan televisi.

25 September 2018, pukul 19.44

Saya sudah lama mendengar ada tempat wisata yang namanya Kampung Coklat. Beberapa kali lebaran di Banggle Blitar, saat saya masih di Pamulang pas pulang kampung, saya belum pernah sekalipun mampir, baru seminggu yang lalu, tepatnya hari Minggu 16 September 2018 saya kesana. Kalau Mas Arif sudah beberapa kali kesana acara kantornya.

 

1537863335882

Perjalanan dari rumah Kuningan ke Kampung Coklat ditempuh sekitar 45 menit. Lokasinya berada di Plosorejo, Kademangan Kabupaten Blitar. Kami naik motor menyusuri selatan jalur Blitar dan melewati beberapa daerah yang belum pernah saya lewati. Tidak lama setelah sampai disana, saya langsung masuk dan ramai sekali pengunjung akhir pekan.

Melihat Proses Pembuatan Coklat

Saat memasuki lokasi wisata Kampung Coklat, ada banyak spot menarik seperti ruang pertemuan, anjangsana keakraban untuk menyanyi dan makan, serta rumah joglo yang sangat kental nuansa Jawa dan sarat makna.

2018-09-24 18.54.57

Saya justru tertarik dengan aneka pohon kakao yang ada di tengah-tengah tempat wisata menyatu dengan tempat pengunjung menyantap kudapan, minuman ataupun bersantai.

Tempat duduk dan bangku-bangku banyak tersedia untuk menampung para pengunjung, setelah wara-wiri menyusuri jalan lurus dari pintu depan sampai belakang saya akhirnya beristirahat sambil makan bakso di rumah joglo.

1537863545607

Usai makan saya melihat video dengan durasi sedang menampilkan potensi kakao dan prospek industri coklat yang akan sangat bagus dikembangkan baik sebagai produk rumahan bahkan hingga dibuat industri dalam skala besar.

Video ini sangat lengkap karena ada data tentang peringkat Indonesia sebagai negara ketiga kakao terbesar di dunia. Proses penanaman bibit kakao, proses produksi hingga packaging ada dalam video yang menarik singkat dan padat.

Jika anda kesini jangan lupa ajak anak atau teman serta rombongan melihat bagaimana visi misi kampung coklat dan bagaimana perusahaan ini meniti harapan yang besar untuk memajukan warga kabupaten Blitar dan sekitarnya membudidayakan pohon kakao yang ada di kebun milik petani kakao menjadi industri yang ingin mendunia.

Benih Kakao, Ikan Koi dan Musholla yang Nyaman

1537861413246

Usai melihat video, saya kembali berjalan kali ini ke sebelah barat, atau belok kiri dari ruang anjangsana. Di sana banyak juga yang jualan aneka ikan bakar, sosis dan minuman beragam.

Sepertinya  mainan anak-anak atau tempat berkumpul keluarga yang bawa anak kecil nyaman berlama-lama disini.

Di sini juga anda bisa membeli benih kakao yang dijual dan sudah dikemas di polybag siap tanam. Di belakangnya ada proses pembuatan permen coklat dan aneka kreasi makanan coklat dari kue brownis, stik coklat dll.

Usai melewati arena permainan saya gagal fokus sama aneka ikan yang dibuat di kolam tengah untuk kesehatan dan ikan koi yang sangat indah mengitari musholla. Jika berkaitan dengan ikan koi saya selalu ingat almarhum ayahku Apa yang juga pernah beternak ikan koi selang-seling dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mujair, ikan mas, dll.

Cukup lama saya memperhatikan ikan koi warna – warni yang indah dengan gemericik air. Betah rasanya berada di sini dan tidak terasa saya harus menemui Mas Arif yang lagi makan.

Minum coklat Hangat dan Nikmatnya Coklat Oroginal

1537863278698

Setelah selesai menemui berbagai spot menarik di Kampung Coklat, jangan lupa memesan minuman coklat hangat yang tersedia menyerupai kafe kekinian. Enak banget dan harganya pun terjangkau.

Setelah minum anda bisa ambil gambar atau foto diri di berbagai spot menarik di  sini. Usai ambil gambar, tidak ada salahnya melihat aneka panganan dari coklat serta souvenir kaos dan lain sebagainya. Di tengah banyak orang mengantri membeli oleh-oleh buat di bawa pulang.

Namun saya tidak membeli di dalam karena terlalu ramai. Saya memilih belanja di luar ada semacam koperasi atau toko khusus aneka olahan yang berasal dari kakao dan dikemas menjadi aneka jenis makanan dan minuman coklat.

1537861452787

Akhirnya saya membeli dua macam saja, mengingat kita hanya tinggal berdua, yaitu coklat rasa original seharga 82.000 dan minuman coklat siap seduh seharga 12.000 isi empat.

Setelah saya coba di rumah rasanya enak banget tidak kalah dengan coklat asal Belgia (lebay gak sih hehehe…)

1537790739812

Usai belanja, akhirnya kita pulang dan saya sangat senang dan gembira karena di Blitar ada tempat wisata yang keren, kekinian dan favorit warga berlibur.

Jadi jika anda berada di sekitaran Blitar, Kediri, Tulungagung, Mojokerto dan Malang tidak ada salahnya berkunjung kesini. Mari kita hargai hasil jerih payah petani kakao atau para pemudi dan pekerja  yang berkebun kakao di Blorok Plosorejo, agar coklat yang di produksinya diminati masyarakat secara luas.

Perpustakaan Veteran 25 September 2018

Pukul 15.30

 

Resensi Buku

Judul: 200 Ide Kreatif Seputar Rumah

Penyusun: Hotman Siahaan dan Rahma Yulianti

Penerbit: Pustaka Rumah, Jakarta

Edisi: Oktober, 2007

Saya membeli buku ini saat awal-awal pernikahan sekitar tahun 2007-2008. Sudah cukup lama, namun selalu saya simpan dan hanya beberapa saja saya praktikkan. Namun, sekarang ini setelah saya pindah ke Blitar dan tidak ada pekerjaan yang membuat saya dikejar-kejar deadline saya merasa buku ini sangat berguna di saat saya punya banyak waktu mengurus rumah dari hal terkecil seperti menghilangkan noda bekas teh di gelas hingga menyiram tanaman dari sisa air teh atau air bekas mencuci piring.

Karena pada dasarnya kita ingin mengembalikan apa yang berasal dari alam kembali ke alam dengan cara yang paling sederhana, yaitu hemat sumber daya alam, mengurangi pemborosan dan makan-makan yang tidak penting, serta hemat energi, sudah sejatinya jadi kesadaran bagi kita kaum perempuan.

11 Bab yang Padat Membahas permasalahan rumah dari hulu ke hilir

Buku ini ukurannya kecil seperti buku saku yang terdiri dari sebelas bab. Dari mulai memelihara tanaman, menyiasati permasalahan pada dinding, membersihkan lantai, menanggulangi kebocoran pada atap, menangani permasalahan di dapur, merawat furniture, mengatasi masalah di kamar mandi, memanfaatkan barang bekas, membersihkan perabot rumah, mengharumkan ruangan dan mengusir hewan pengganggu.

Dari kesebelas bab itu ada beberapa diantaranya sangat mudah dilakukan, akan tetapi ada juga yang sulit. Yang mudah misalnya bubuk kopi untuk menghilangkan bau cat, sedangkan yang susah kita harus mencari asam sitrat untuk menghilangkan karat.

Namun, jika anda baca satu persatu, maka sebenarnya kita bisa membersihkan rumah kita dengan mempraktekkan apa yang ada dalam buku ini. Beberapa hal yang pernah saya praktekkan ada manfaat kulit bawang merah dan bawang putih untuk kesuburan tanaman yang ada di halaman 28.

Selain itu manfaat soda untuk untuk menghapus noda membandel pada blender plastik maupun aneka tupperware sangat membantu saya selama ini.

Air Panas Ditambah Soda Kue untuk Menghilangkan Noda Membandel Pada Wadah Plastik

Untuk mengharumkan dapur agar wangi habis masak juga pernah saya coba dengan merebus jeruk lemon dan cengkeh memakai segelas air, alhamdulillah segar dapurku dan wangi cengkihnya segeer banget, jadi betah masak.

Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga 

Seperti yang pernah saya tulis di disini sebelumnya tentang penyelesaian masalah sampah dari yang paling sulit diolah yaitu karet di buat tong sampah, kantong plastik kecil buat brongsong buah dan sampah kertas serta dedaunan di bakar.

Air Rebusan Daging Agar Tanaman Subur

Maka dengan membaca buku ini  kita bisa meminimalisir sampah dapur atau limbah rumah tangga. Sebelumnya saya juga pernah membuat sisa sayuran saya rebus jadi pupuk cair, ada juga yang di blender, tapi kok boros gas dan listrik. Jadi akhirnya saya hentikan, jadinya ya saya praktikkan  semampu saya aja yang sekiranya hemat energi.

Buku ini menurut saya sangat berguna, karena membuat hidup anda menjadi lebih berarti, penuh makna dan berusaha untuk menerapkan pola hidup yang sehat.

Kelemahannya buku ini menurut saya ada pada tata cara yang ada kalanya kurang jelas atau seadanya. Misalnya soda itu segimana ukurannya, terus yang berkaitan dengan bocor dan cat itu saya enggak begitu bisa praktek karena menyangkut urusan atap rumah biasanya tukang, sehingga kita ada kalanya kesulitan.

Tanaman Setelah Disiram Air Rebusan Daging

Saya rekomendasikan buat anda ibu rumah tangga atau perempuan bekerja, wajib punya buku ini. Cocok juga buat hadiah pernikahan atau anniversary pasangan hidup anda.

Perpustakaan Veteran, Blitar

25 September 2018

Pukul 13.25

Sudah satu bulan lebih satu minggu saya boyongan pindah rumah ke kampung suami di Blitar. Meski sudah lama, membongkar kardus pindahan dan menata ruangan, syukuran, dan aneka kegiatan lainnya membuat saya betah lama-lama di rumah dan jarang keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak.

Rumah Pinggir Kali

Tempat tinggal dimana saya ngontrak sekarang sebelumnya adalah milik seorang Tionghoa dimana terletak di komplek perumahan paling ujung yang berbatasan dengan sungai dan persawahan namun ditutup tembok jadi tidak terlihat langsung.

Ada yang bilang kita tinggal di Kuningan “Riverside”. Ini Kuningan Kanigoro Blitar ya bukan kuningan Jakarta atau Kuningan yang dekat Cirebon (guyon-guyon jika ada yang bertanya) takutnya salah paham jika keliru mengingat daerah Kuningan ternyata ada kemiripan nama.

Meski jauh dari mana-mana namun yang membuat saya betah di sini adalah cara pengelolaan sampah yang seminimal mungkin bisa dikurangi terutama saya yang habis pindahan tentu banyak barang baik itu kertas, pakaian atau benda lainnya yang harus dibuang. Tempat sampah disini juga terbuat dari bahan daur ulang bekas ban motor atau mobil.

1537837193659-1

Ketika awal datang saya sangat senang dengan adanya tiga kamar di belakang dan halaman belakang yang luas dimana di dalamnya ada pohon mangga, jeruk nipis, belimbing dan pandan.  Sebenarnya saya belanja suka bawa tas belanjaan sendiri tapi kalau ada bakul “ethek” (tukang sayur keliling) disini semua diwadahib plastik kecil-kecil, kata mas arif jangan dibuang karena plastik bekas itu bisa buat brongsong (bungkus) buah mangga.

Dan sisanya sampah kertas bekas, nota-nota, tiket, struk belanja, buku bekas, koran bekas hingga daun-daun kering yang mengotori halaman depan dan belakang serta ranting di bakar di tempat pembakaran sampah di belakang rumah.

Jadi betah di rumah dan malas kemana-mana, karena waktu sehari tidak cukup tahu-tahu sudah maghrib dan masih banyak pekerjaan rumah tangga belum seleasai hingga kadang lupa mengetik dan setor tulisan.

Kuningan, Kanigoro 25 September 2018

 

Selama di Jakarta aku suka mencoba beberapa menu D’Cost dari mulai menu ikan gurame bakar di D’Cost Ciputat, aneka menu ikan, buncis singapura, sea food, tahu goreng di D’Cost Plaza Semanggi, juga menu istimewa D’Cost Thamrin City pernah aku coba beberapa kali di Jakarta.

Akan tetapi selama tinggal di Jakarta dan sekarang tinggal di Blitar, baru sekarang ini aku menemukan gerai di D’Cost di Malang yang menawarkan paket istimewa dengan harga makanan terjangkau.

Keuntungan makan di gerai D’cost selain gratis minum,  harganya pun sangat terjangkau.

Di D’cost Malang misalnya saat saya makan siang tadi, ada menu kerang hijau sekitar 16.000  dan nasi 4000 setelah bayar pajak jadi 22.000 dimana saya bisa minum ambil sendiri, bisa minta minum tanpa gula dan nambah air putih.

Saya tidak menyangka jika di D’cost Malang Town Square (Matos) kita bisa makan enak dengan harga terjangkau. Wifi gratis dan ada mushollanya jika anda tidak ingin ketinggalan ibadah setelah keliling Matos.

Jadi jika anda ke Malang, ajak teman dan keluarga ke D’cost Matos ya di lantai dua food court, dijamin anda akan makan dengan harga terjangkau, enak, sehat dan yang penting halal.

Malang, 18 September 2018

Pukul 14.14

Bunga Bermekaran di Awal September

Posted: September 17, 2018 by Eva in Lingkungan, Rumah

Selamat hari selasa minggu ketiga bulan September. Dimana bulan ini adalah bulan yang sangat membahagiakan bagi kami. Karena memulai kehidupan baru di Kuningan, Kanigoro, Blitar.

Saat hujan turun beberapa waktu yang lalu tanaman bunga di taman depan kecil rumah kontrakan kami  kuncup bermekaran.

Di antara aneka bunga yang tumbuh di taman ini saya sangat menyukai bunga yang berwarna merah dan  bunga lainnya yang berwarna merah muda dengan daun yang hijau di timpa embun.

Beberapa foto ini aku ambil sore hari saat hujan turun awal September lalu dan saya sangat gembira melihat bunga bermekaran.

Selain aneka bunga dan dedaunan yang indah mewarnai kehidupan kami sekeluarga saya juga sangat bangga melihat tunas muda tumbuh menjulang di bumi pertiwi.

Kuningan, Kanigoro 18 September 2018

Pukul 05.21