Archive for October 23, 2018

Era Reformasi Bukan Basa Basi

Oleh : Qasidah Palapa

Era Reformasi bukan basa basi
Era Reformasi bukan basa basi
Bergema dalam negeri
Ingat jangan sampai
Kita salah arti
Kita salah arti

Era Reformasi bukan basa basi
Era Reformasi bukan basa basi
Bergema dalam negeri
Ingat jangan sampai
Kita salah arti
Kita salah arti

Politik Ekonomi
Sering jadi ambisi
Janganlah reformasi
Untuk hajat pribadi

Jangan cuma bicara
Tanpa bukti yang nyata
Siapa yang akan percaya
Tak kan ada yang percaya

Era reformasi
Bergema dalam negeri
Ingat jangan sampai kita salah arti
Kita salah arti

Politik ekonomi sering jadi ambisi
Janganlah reformasi untuk hajat pribadi

Jangan cuma bicara

Semua orang bisa

Tanpa bukti yang nyata

Siapa yang kan percaya

Tak ka nada yang percaya

Era reformasi bukan basa basi
Era reformasi bukan basa basi
Bergema dalam negeri
Ingat jangan sampai
Kita salah arti
Kita Salah arti

Simak lagunya ya

*) Saya bukan aktivis ’98, saat itu saya masih kelas 3 SMA, jadi ini sekedar mengingatkan saja mohon maaf jika ada yang kurang berkenan

 

Jika anda memiliki barang yang mudah pecah atau retak karena tidak sengaja terjatuh atau karena air suhu tinggi saat dipakai merebus, maka anda jangan langsung membuang atau tidak memakainya lagi keramik atau tembikar itu.

Karena selain barang yang terbuat dari tanah liat itu rapuh dan  memiliki nilai seni tradisional pembuatnya, barang tersebut juga sangat bermanfaat.

Contohnya tembikar retak dibawah ini karena kepanasan usai menampung air panas saat menggodok daun. Cukup lama didiamkan, beberapa waktu yang lalu saya mengoleskan putih telur di dalam dan diluar. Setelah itu saya jemur.

Namun, tidak puas dengan putih telur. Saya mencoba dengan satu cara lain agar  tembikar ini benar-benar rekat dan menyatu, sehingga besok bisa dipakai lagi. Hari ini saya mencoba mengoleskan agar-agar dan cuka untuk memperbaiki keretakan tembikar.

Pertama-tama ambil satu bungkus agar-agar. Lalu campur dengan tiga sendok cuka. Lalu aduk-aduk hingga membuat satu adonan. Lalu oles-oles ke dalam tembikar yang pecah atau retak.

Jika sudah dioles, langkah berikutnya adalah jemur dalam cuaca panas atau terik matahari hingga mengering.

Silahkan mencoba ya, jaga perabotan anda dengan baik dan hati-hati menyimpan peralatan rumah tangga.
23 Oktober 2018

Antara Kesetaraan dan Kebebasan

Posted: October 23, 2018 by Eva in Artikel

Alexis De Tocqueville, seorang pemikir besar Prancis yang sangat berpengaruh pernah menulis dalam pemikirannya tentang Revolusi, Demokrasi dan Masyarakat sebagai berikut.

1540258364732

Semua orang berkomentar bahwa pada zaman kita, dan terutama di Prancis, hasrat akan kesetaraan ini makin mendapat tempat di hati manusia. Sudah ratusan kali dikatakan bahwa orang yang sezaman dengan kita terikat secara jauh lebih bersemangat dan erat kesetaraan ketimbang kepada kebebasan; namun ketika saya tidak melihat bahwa penyebab fakta telah dianalisis secara memadai,saya akan berupaya memperlihatkannya.

Tidak mustahil kita membayangkan titik ekstrem tempat kebebasan dan kesetaraan bertemu dan berbaur. Marilah kita beranggapan bahwa semua anggota komunitas mengambil bagian dalam pemerintahan dan masing-masing memiliki hak yang setara padanya.

Ketika tiada seorangpun yang

berbeda dari rekan-rekannya, tiada

seorangpun  yang bisa menjalani

tirani manusia akan bebas secara

sempurna karena mereka akan

sepenuhnya setara; dan mereka

akan semua sempurna, karena

mereka akan sepenuhnya bebas. 

Dia mengambil contoh dari negara demokratis seperti Amerika Serikat.

Menurut Tocquoville menuju keadaan ideal inilah negara-negara demokratis terarah itulah bentuk terlengkap yang bisa dicapai oleh kesetaraan di muka bumi; namun ada ribuan kesetaraan lain yang tanpa menjadi benar-benar sempurna, tidak kurang dihargainya oleh negara – negara itu.

 

Selamat hari Selasa WP reader, sarapan apa pagi ini? yuk masak ikan tongkol pindang blimbing wuluh biar semangat kerja hari ini.

 

Di sini tadi pagi hujan gerimis saat saya mau ke luar rumah belanja ke pasar Kanigoro karena bakul ethek (tukang sayur keliling) gak datang.  Hari ini rencana saya mau masak oseng kangkung sama ikan tongkol pindang dan tempe goreng.

Aku suka banget masak ikan ini karena bikin makan nambah. Kecut-kecut blimbing wuluh seger banget. Kalau kangkung udah banyak yang tahu resepnya, apalagi tempe goreng gampang bikinnya jadi gak usah aku tulis.

Resep ikan tongkol pindang blimbing wuluh

Dua keranjang ikan tongkol pindang (8-10 ekor) di goreng, santan 100 ml direbus.

Bumbu halus: bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, garam, gula.

Bumbu iris: Blimbing wuluh, cabe hijau, lombok.

Masukkan bumbu halus, gongso sampai warna kekuningan, masukkan santan, ikan aduk-aduk sampai meresap. Lalu masukkan belimbing wuluh, cabe hijau dan lombok.

Setelah itu aduk aduk agak lama sampai asat (airnya megental) lalu matikan kompor angkat dan hidangkan. Dimakan hangat-hangat enak.

Yuk selamat pagi selamat sarapan

Blitar 23 Oktober 2018

Pukul 07.58