Archive for October 27, 2018

Slogan Pinggir Jalan

Posted: October 27, 2018 by Eva in Ekonomi Bisnis, Inspirasi

Malam ini ada yang masih lembur  atau masih di kantor menunggu deadline kerjaan. Atau masih joged dangdutan menyambut esok hari hahaha…

Jangan lupa ya yang masih kerja, istirahat, ngeteh-ngeteh atau ngopi biar gak ngantuk. Mak Pyar…

Kalau bicara ngopi saya jadi ingat sebuah slogan sederhana di pinggir jalan perbatasan Malang – Blitar. Tulisannya begini.

“Ojo Lali Kerjamu Melupakan Ngopimu” kalau ingat aku suka ketawa aja bacanya..🍵☕🍵☕🍵☕

Memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda esok hari gegap gempita terasa dimana-mana. Ada satu hal yang ingin saya sampaikan berkaitan dengan salah satu janji sumpah pemuda yaitu Barbahasa  Satu Bahasa Indonesia.

Jujur saja, kalau sedang semangat dan buru-buru saya sering salah ketik,  dll. Kemudian, terus terang, di era teknologi ini saya sangat kerepotan dengan banyaknya istilah bahasa Inggris terutama bahasa serapan yang dimana antara ucapan dengan tulisan adakalanya kaku.

Tantangan terbesar bahasa Indonesia sekarang ini menurut saya ya itu, menghadang serbuan bahasa asing agar bahasa Indonesia tetap terjaga kualitasnya.

Belum lagi bahasa alay, bahasa instagram, bahasa yang disingkat di wa/sms, dan istilah-istilah kekinian yang dimana tidak semua generasi banyak yang tidak paham bahkan cenderung kurang sopan.

Seperti bokap gue, pembokat, nongki di mana lu, ngehe, typo, dan lain-lain. Terlepas dari itu semua saya juga tidak merasa paling benar dalm hal ini, karena saya juga dalam menulis kadang tidak konsisten dan tidak luput dari kesalahan.

Selamat Hari Sumpah Pemuda teman-teman semua…

27 Oktober 2018

17.32 WIB

Setelah cukup lama menyusuri Pantai Karangsong Indramayu, saya sangat kaget dengan potensi ikan yang luar biasa di pantai utara Jawa.

Lalu saya berpikir, sebagai orang yang berasal dari  Selatan Jawa, saya penasaran dengan potensi ikan dan ekosistem laut di pantai selatan Jawa dalam hal ini Pantai Pelabuhan Ratu.

Selama ini, orang kampung saya biasa menyebut Pelabuhan Ratu, dengan nama  “Palabuan” lebih terkenal dengan potensi wisatanya daripada potensi bahari lainnya baik itu ikan, udang kerang dll.

Sampai sekarang pun saya belum tahu seperti apa perkembangan nelayan dan potensi ikan di Pantai Pelabuhan Ratu. Karena saya tidak pernah datang langsung ke koperasi nelayan di sana, begitu juga kapal atau perahu berlayarnya sampai mana.

Yang saya tahu di Palabuan terkenal dengan ikan tongkol  yang sudah di pindang, ikan layur basah, dan daerah kami banyak ikan asin. Teri hurang,  peda, cumi, ikan  tembang jeung saparakanca, (dan sejenisnya)

Kalau yang jualan ikan tongkol keliling tidak jualan, harganya naik atau ikannya kecil-kecil, paling jawabannya sederhana.

“Keur hese laukna, ngeus sababaraha poe puguh hese ceunah,” kata penjual.

Bukannya tidak mau mengenal lebih dalam potensi bahari di Sukabumi kampung sendiri, tapi entah kenapa akses ke pusat pelelangan ikan di Pelabuhan Ratu tidak semudah ketika saya mengunjungi Pantai Karangsong di Utara Jawa.

Tapi ah sudahlah…tidak bermaksud membandingkan atau mencari kesalahan nanti dikira ada udang di balik batu karang hehehe….

Pantai Pelabuhan Ratu Dua Tahun Lalu

 

Ketika di depan mata

Saya merasakan

Daun bergoyang pelan

Putik bunga berjatuhan

 

Disitulah desiran angin

Berhembus lembut setiap saat

Menghadirkan kegembiraan

Bagi segenap mahluk Tuhan

 

Angin ibarat cinta

Tidak berwarna dan rupa

Tapi bisa kita rasakan

Lembutnya sejukkan jiwa

 

Aku ingin mengucapkan selamat pagi

Kepada angin yang selalu hadir

Bersama matahari, bulan dan hujan

Hingga embun di daun yang tertahan

 

Kanigoro Blitar, 27 Oktober 2018

Pukul 08.32

 

 

 

 

 

 

Akhir pekan ini terasa istimewa,  saya mau masak sayur lodeh karena ada ikan asin dan sisa kol wortel bekas sayur sop kemarin untuk bikin bakwan.

Sudah lima bulan ini kami masak tanpa sambal. Kalau pun ingin pedas biasanya saya masukin cabe satuan (ceplus) di sayur.

Saya gak usah tulis resep, pasti pembaca semua sudah tahu caranya bikin sayur lodeh dll. Cuma untuk bakwan kriuk saya tambahkan tepung terigu dan sedikit tepung beras (dua sendok). Jangan lupa menu wajib di sini ada rempeyek.

Selamat berakhir pekan…yuuk masak…