Archive for November 17, 2018

Ketika pulang dari Taman Wisata Sumberasri Bukit Teletubis, saat pulang perjalanan cukup lancar. Melalui jalan yang lebih halus dibanding ketika berangkat, jarak yang  ditempuh pun lebih cepat.

Setelah melewati Taman Wisata Candi Penataran, yang ramai pengunjung di hari Sabtu ini. Tepatnya sebelum pertigaan, saya melihat ada sebuah warung yang menjual aneka peralatan masak dari anyaman bambu seperti tampah buat menyimpan sayuran, wadah mencuci beras, dan saringan untuk mencuci sayuran atau memeras kelapa parut menjadi santan kelapa. Kalau bahasa Sunda namanya “Ayakan”.

Sudah Lama Ditinggalkan

Cukup lama saya memilih dan mengamatinya aneka peralatan masak tersebut yang sepertinya menumpuk dan jarang dibeli masyarakat karena sudah tergantikan dengan peralatan plastik.

Tidak hanya di sini, di daerah lain juga sebenarnya sama, banyak yang membuat tapi masyarakat sudah jarang menggunakannya.

Selain tiga peralatan itu masih ada barang lainnya dengan bahan dasar yang sama seperti topi bundar dari anyaman bambu, wadah sampah, tempat bumbu, caping, parutan kelapa, cobek dan lain sebagainya. Harganya pun sangat terjangkau.

Di Sukabumi, Bandung, Tasikmalaya dan daerah Jawa Barat lainnya juga ada yang membuat dan menjual kerajinan seperti ini, namun berbeda nama dan cara membuatnya serta fungsinya.

Semoga kelak peralatan masak dari anyaman bambu ini kembali digemari masyarakat.

Jika teman atau kerabat pulang dari Candi Penataran atau Bukit Teletubis, silahkan mampir  membeli oleh-oleh peralatan masak untuk keperluan memasak di rumah. Bisa di beli di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar dan sekitarnya.

17 November 2018
Pukul 15.25 WIB

Advertisements

Setelah empat bulan di Blitar, hari ini saya berkunjung ke Taman Wisata Sumberasri atau biasa di sebut Bukit Teletubis di daerah Nglegok, Sumberasri, Blitar. Jarak dari Kanigoro ke Sini sekitar satu jam perjalanan.

Sayangnya sepanjang perjalanan aspalnya kurang bagus karena banyak truk besar yang mengangkut pasir dari sisa lahar gunung kelud.

Namun setelah tiga kali bertanya sampai juga di Bukit Teletubis. Naik ke bukit sangat curam hati-hati kalau bawa kendaraan atau sebaiknya malah jalan kalau badan kuat.

Tapi lelah anda akan terbayar. Apalagi setelah sampai di atas banyak pemandangan menarik, hembusan angin yang besar, sejuk dan pepohonan di sini sangat rindang.

Membentang di atas sana ada hamparan perkebunan aneka macam. Di sini buah nanas bisa dipetik dari kebun nanas, begitu juga pohon durian ada yang panen dan dijual murah di pinggir jalan.

Saat pulang saya mampir membeli durian dan duduk memandang kebun nanas yang sedang berbunga. Kebunnya sangat luas di belakang orang jualan durian dekat para Kalilahar, Kaligladak memasuki desa Candi Panataran.

Pas turun anda bisa istirahat di dekat pintu keluar. Di mana di situ ada gereja Santo Yosef dan warga setempat banyak menawarkan berbagai jasa untuk bisa naik ke atas dengan harga terjangkau.

Jadi kalau anda banyak waktu luang, ajak keluarga, sahabat dan kerabat ke Bukit Teletubis untuk berlibur dan menghabiskan waktu akhir pekan anda.

Bukit Teletubis, Sumberasri, Nglegok Blitar
17 November 2018
Pukul 11.22