Archive for June 23, 2021

Pada hari senin 21 Juni 2021 kemarin, saya mengikuti vaksinasi di Desa Banggle, Kanigoro Blitar tempat saya tinggal sekarang. Vaksinasi massal itu berlangsung dengan antusias warga yang tinggi, tidak hanya dari Banggle, akan tetapi juga dari warga sekitar Kanigoro yang belum divaksin.

Pagi-pagi sekali saya masak untuk sarapan, karena akan antri vaksin mulai 07.30. Setelah mandi dan sarapan, saya janjian kesana sama kakak ipar saya Mbak Munifah, karena mas Arif harus apel pagi kantor. Ada beberapa yang saya siapkan sebelum berangkat vaksinasi setelah sarapan. Pertama, saya menyiapkan dua lembar fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dua lembar fotocopy kartu BPJS Kesehatan. Kedua, datang lebih awal untuk mengambil nomor antrian Saya berangkat jam 8.30 karena harus siap-siap dulu, sampai sana ternyata sudah antri panjang, mulai jam 05. 30 kabarnya. Saat saya tiba di lokasi sudah antri tensi darah nomor 208, tentu saja karena saya antri panjang mengambil nomor antrian yang cukup melelahkan. Setelah mengantri sekitar 45 menit saya dapat nomor antrian 527. Setelah mendapat nomor antrian saya diminta mengisi brosur seperti di bawah ini, jangan lupa sertakan tanda tangan, nomor handphone dan nomor BPJS Kesehatan jika ada.

Ketiga, jangan lupa perhatikan pakaian yang akan dikenakan. Karena nanti yang akan divaksin lengan atas dekat bahu sebelah kiri, pastikan pakaian anda agak longgar dan mudah disuntik. Saya memakai kaos pendek, lalu saya tutupi memakai cardigan karena saya memakai jilbab. Keempat, setelah antri anda bisa ditinggal pulang dulu jika nomor antriannya jauh seperti kakak ipar saya dia memilih pulang dulu daripada menunggu, sedangkan saya memilih menunggu, menikmati sambil sesekali keluar mencari jajan atau makanan. Dari 208, sampai 527, saya harus menunggu 300 orang lebih, disinilah kita harus menerapkan protokol kesehatan. Petugas pun beberapa kali mengingatkan agar jangan berkerumun, jangan melepas masker dan harus jaga jarak.

Kelima, ada empat tahapan antrian yang harus diikuti anda dengan sabar, yaitu antri tensi darah, antri screening penyakit, antri vaksinasi dan antri untuk mendapatan bukti bahwa kita sudah divaksin, berupa printout. Saya mengikuti satu persatu. Pada tahap screening di depan saya antri ada yang tidak lolos karena ada masalah dengan gula darah sehingga harus periksa dulu di Puskesmas. Disini anda harus jujur menjawab pertanyaan petugas vaksinasi.

Keenam, pastikan anda tenang saat vaksinasi. Petugas memberitahu jika vaksin akan disuntikkan kepada saya adalah vaksin Sinovac. Saat divaksin, saya membuka cardigan dan mengenakan kaos pendek agar mudah disuntik. Alhamdulillah ternyata kalau kita tenang suntikannya tidak sakit. Setelah selesai saya pun keluar untuk mendapatkan bukti vaksinasi. Setelah itu pulang untuk istirahat karena lapar dan capek.

Ketujuh, pastikan anda mengisi nomor handphone dengan benar. Karena, setelah selesai vaksinasi tahap pertama, anda akan dikirim pemberitahuan untuk vaksinasi tahap kedua dan bukti anda telah divaksin. Jika anda salah mengisi nomor handphone anda salah maka akan berakibat fatal. Saya mendapatkan bukti bahwa saya sudah divaksin selain printout adalah bukti yang dikirim melalui ponsel. Buktinya seperti ini: Saya hapus buktinya karena mengandung data pribadi.

Bukti inilah yang akan anda terima di ponsel anda. Dengan demikian rangkaian vaksinasi ini telah berakhir. Efek samping yang saya rasakan adalah pegal linu di bekas suntikan dan mengantuk di malam hari. Itu saja efeknya, tidak ada efek samping lain yang saya rasakan. Semoga tulisan ini bermanfat bagi Anda yang belum divaksin. Oh ya saat saya menulis tulisan ini angka positif corona menembus angka tertinggi dalam beberapa hari terakhir di atas 13.000. Semoga semakin banyak yang divaksin corona virus cepat berlalu, supaya kita dapat beraktivitas dengan normal dan ekonomi kembali membaik.

Salam Sehat…

Blitar 23 Juni 2021

Pukul 12.00