Archive for the ‘Kuliner’ Category

Untuk pertamakalinya saya mengikuti event yang saya inginkan sejak lama yaitu Ubud “Writers and Readers Festival (UWRF)”. Sejak digelar pertamakali 13 tahun yang lalu, pada tahun 2016 ini mengambil tema “Tat Tvam Asi” menurut filsafat Hindu, ungkapan dalam bahasa sanksekerta itu yang artinya Kita semua satu, atau ‘Aku adalah engkau, engkau adalah aku’ atau bisa juga bermakna “itu adalah diri-Mu”. Acara ini berlangsung dibuka pada 26-30 oktober 2016 di Museum Antonio Blanco. Namun saya tidak ikut malam pembukaan, saya baru datang malam jam 11 karena pesawat Lion Air jurusan Jakarta Denpasar mengalami delay 1,5 jam.

Tapi tidak ada masalah, pada pembukaan acara di pagi hari pertama 27 Oktober 2016 yang dibuka dengan tarian selamat datang oleh para penari tradisional Bali, Janet DeNeefe pemrakarsa sekaligus direktur utama acara ini mengungkapkan keragaman dan kemajemukan seharusnya tak menjadi faktor pemecah, tapi menjadi harmoni yang menyatukan. “Kami ingin merefleksikan isu yang tak hanya tentang diri kita, tapi juga menyangkut 7,4 Milyar penduduk bumi,” ujar Janet.

Janet Deneefe dan Anastasia Lin

 

Berikut saya ceritakan kegiatan di Ubud Writers and Readers festival selama empat hari.

Hari pertama Kamis 27 November 2016

Tampil sebagai pembicara utama di adalah Seno Gumira Ajidarma dalam pembukaannya di Museum Neka Ubud Bali, mengatakan Tat Twam Asi merupakan warisan dari masa lalu. Namun dengan pendekatan yang baru kita akan membuatnya kembali relevan. Dalam kesempatan terpisah di Indus cafe, pegiat lingkungan dan penulis dari Pakistan Mahjabeen Abidi-Habib mengatakan jika Islam juga mengajarkan perikemanusiaan. Selain itu Islam juga mengajarkan penghargaan terhadap sesama. Selanjutnya Anastasia Lin berbicara tentang hak asasi manusia, keadilan dan seni di China.

Seno Gumira Ajidarma

Seno Gumira Ajidarma

Selanjutnya saya mengikuti sesi Eka Kurniawan dan Desi Anwar yang membahas tentang karya monumentalnya “Cantik itu Luka “ dengan tema besar “Beauty is a wound”, sementara itu Nanisa ikut sesi penulis Korea Utara yang membahas tentang “Undercover in North Korea”. Sebenarnya banyak event menarik di tempat lain, tapi saya mengikuti yang di Neka Café seperti “The View from Here” bersama Janet Steele, Voranai Vanijaka, Desi Anwar dan Amanda Lee Koe.

Eka Kurniawan

Eka Kurniawan

Desi Anwar

Desi Anwar

Siang hari saya ishoma di markas volunteer, di beberapa kafe memang tidak ada tempat khusus untuk ibadah orang muslim, jadi yang paling nyaman ya di lantai 2 markas Volunteer. Setelah makan siang saya mengikuti sesi “Paradise Revisited” bersama I Wayan Juniarta, Made Suar-Timuhun, Ni Made Purnamasari, Rio Helmy, dan Russel Darniery di Taman Baca. Sore harinya, saya mengikuti sesi “Origin Stories” bersama Kirsti Melville, Sami Shah, Eka Kurniawan, Damon Young dan penulis asal Kalimantan Sidik Nugroho. Acara yang berlangsung seru ini ditutup pukul 17.00 WITA.

Sidik Nugroho

Sidik Nugroho

Saya dan Nanisa terpisah sejak siang dan janjian pulang bersama naik motor dari Sanggingan ke Peliatan yang berjarak 7km dengan naik sepeda motor.

Hari kedua 28 Oktober 2016

Semangat membuncah di hari kedua, saya datang agak terlambat ke acara yang sudah saya tandain dari kemarin yaitu membahas tentang film dengan tema besar “Camera Obscura” di Indus Café bersama Slamet Rahardjo, Djenar Maesa Ayu, Wregas Bhanuteja dan Joko Anwar. Tema ini menarik karena Slamet Rahardjo sebagai moderator memandu acara ini dengan sangat menarik dan kocak, setiap pembicara juga menampilkan pengalaman terbaik dalan dunia film.

Diskusi Camera Obscura

Diskusi Camera Obscura

Kemunculan Wregas Bhanuteja sebagai sutradara muda menjadi daya tarik sendiri, bahkan rencananya saya akan menulis secara terpisah 4 film pendek Wregas Bhanuteja di blog ini yang diputar di hari keempat. Salah satunya adalah film “Prenjak” yang mendapat piala Citra di FFI 2016 sebagai film pendek terbaik.

Siangnya saya kembali ke Neka Museum membahas tentang “Surviving Slavery” Sandra Waworuntu dan Janet Steele sampai pukul 13.00 yang dilanjutkan dengan imagining India pukul 13.15-14.15 bersama Ashwini Devare, Amit Chauduri dll.

Menyimak acara

Menyimak acara

Menjelang sore tema tentang My Indonesia bersama Seno Gumira Ajidarma dan Rio Helmy dari pukul 16.00-17.00. Isu-isu terkini dibahas dari kasus Munir dll. Tapi saya tidak sampai selesai karena harus siap-siap menuju ke Bentara Budaya Bali mengikuti 15 Tahun Supernova bersama Dewi Lestari, yang akan dimulai jam 18.00 WITA, jadi saya sama Nanisa pulang dulu istirahat sebentar, mandi dan capcus ke Bentara Budaya yang berjarak kurang lebih tujuh km naik motor. Untung ada waze, saya pegang Hp dan Nanisa yang setir di depan. Pas di jalan km 5 ada tragedi ban bocor, kaget juga kita berdua untung bisa segera diatasi, berhenti sekitar 20 menit.

Dewi Lestari dalam 15 Tahun Supernova

Dewi Lestari dalam 15 Tahun Supernova

Sesampainya di Bentara Budaya acara belum mulai tapi sudah penuh, menarik sekali kesempatan mendengar pemaparan langsung dari Dee. Acara dimulai dengan film pendek perjalanan 15 tahun Supernova. Banyak catatan dan ilmu yang saya serap disini, tentang pencarian intelektual Dee saat menulis novelnya dimana dia mendalami semua agama, tokoh-tokoh dalam novel, proses editing, stag saat kehabisan ide dan bagaimana dia juga seringkali stress saat menulis, juga peran suaminya Reza Gunawan yang seorang teraphis.

Hari ketiga 29 Oktober 2016,

Hari ini mulai agak kelelahan. Hanya mengikuti beberapa event dan banyak beristirahat ngopi-ngopi. Begitu juga Nanisa, kita hari itu jalan-jalan ke tegalalang terrace, persawahan yang indah di Ubud Bali, ada kejadian lucu habis foto-foto Nanisa pengen turun ke sawah, dia excited maklum dia dokter orang kota, lah saya ini orang kampung Sukabumi, banyak sawah dan sering main di galengan, ngapain belok-belokan di sawah, Nanisa ketawa.

Tegalalang Terrace Ubud

Tegalalang Terrace Ubud

Usai foto-fotoakhirnya kita pulang cari rujak di daerah apa ya lupa agak jauh tapi gak enak ampuun deh aku bête banget hari ketiga. Nah setelah makan rujak barulah kami ke lokasi acara ke Sanggingan.

Habis acara itu, aku pengen santai dan lebih menikmati suasana tenang di belakang taman baca, ketemu sama teman-teman baru dan tiduran, istirahat sambil selonjoran. Setelah itu menjelang sore Nanisa bawa teman- baru ada Ruth Venner dan suaminya, dan Alex mereka turis Australia, lalu kita ngobrol ngarol ngidul sampai hari gelap dan ada petir bersahutan lalu kita pulang dan kehujanan di jalan.

Sampai penginapan aku pusing, pengen pulang dan minta mas Arif majukan jadwal pulang, aku gelisah kangen rumah dan kepala berat meriang. Nanisa pulang kasih obat lalu aku tidur nyenyak dan sarankan agar bertahan sampe besok penutupan. Rupanya obat cukup mujarab, aku bangun pagi segar badan dan siap menghadapi hari keempat.

Hari Keempat 30 Oktober 2016, saya berangkat dengan semangat, karena acara di hari terakhir ini keren-keren semua. Pagi di neka Museum saya mengikuti sesi Migrant dan Refugees bersama Stef vaessen, Sami Shah, Chris raja, Githa Hariharan dan Gillian Slovo. Siangnya diskusi menarik bersama penulis ternama Jepang Hanya Yanagihara tentang A Little Life yang dipandu Kirsti Melville.

Di Sanggingan Taman Baca

Di Sanggingan Taman Baca

Habis makan siang, temanya lebih hidup karena kita membahas tentang rumah. Apa itu filosofi rumah dan maknanya buat kita. Pembicara tema rumah ini adalah Michael Vatikiotis, Githa Hariharan, Reggie Baay, Dimas Indiana Senja dan Stan Grant. Aku suka sekali tema ini, disini saya ketemau Dimas Senja yang merupakan penulis asal Jogja, juga penerjemah yang cantik, alumni Atmajaya Jogja.

Siangnya dari jam 14.00 sampai jam 15.30 saya sama Nanisa menonton lima film peendek karya sineas muda Wregas Bhanuteja yaitu Senyawa, Lembusura, Lemantun, The Floating Chopin dan Prenjak. Usai onton film kita ditraktir makan sama Ruth Venner dan Jack suaminya di restoran Kalimantan, habis itu saya sama Nanisa pulang untuk persiapan penutupan.

Empat Film Wregas Bhanuteja

Empat Film Wregas Bhanuteja

Malam senin perpisahan dimulai ada drumband, atraksi seni tradisional serta hiphop rame banget, tapi aku lebih suka duduk di belakang saja menikmati dari jauh karena tidak begitu suka keriuhan.Banyak pesan penting UWRF 2016 kali ini, masih banyak event lain yang tidak saya ikuti seperti short course dan launching buku karena tempat yang berjauhan. Pesannya sampai karena kita dari berbangsa berbaur menjadi satu dalam keragaman.

Senin sore setelah jalan-jalan ke Sukawati beli oleh-oleh, kita makan rujak dulu, Nanisa senang banget yang pera-pera hahaha, rujak Bali samping Sukawati deket bank BNI.

img_20161031_113445

Rujak Bali Bu Jero

Lalu kita jalan Jungle Fish, Villa Vajra dan Air Terjun, sorenya kami pulang dari Liang House dijemput sama Pak Rudi. Maka kita pamit ke Bu Kadek yang baik hati semoga bisa ketemu lagi lain hari. Oh ya maaf hampir sebulan dari event baru sempat tulis ceritanya. Semoga bermanfaat dan berguna. Terimakasih Nanisa, Pak Rudi, Bu Kadek, Panitia UWRF khususnya Mbak Eka, dan semua relawan acara.

Keluarga Liang House

Keluarga Liang House

FX Sudirma 21.40

Advertisements

Judul : Inilah Saatnya Bisnis Kafe Anak Muda

Penulis : Ajeng Wind dan Sabirin Wardhana

Penerbit: Grasindo

ISBN : 9786023752447

Investasi menjadi sebuah kata yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan anak muda. Jika dulu seseorang berpikir untuk berbisnis ketika memasuki usia dewasa, saat ini keinginan berbisnis sudah muncul pada remaja-remaja unyu. Investasi merupakan salah satu contoh terjun ke dunia bisnis dengan keuntungan yang cukup menggiurkan. Siapapun bisa berhasil di bisnis ini asalkan tahu caranya. Investasi di bidang kafe ini sangat menggoda karena tren anak sekarang yang suku dengan wifi gratisan dan mengadakan kumpul atau nongkrong bareng. Buku yang ditulis full color ini sangat menarik perhatian karena berisi cara membuat kafe dengan praktis.

Sampul Buku

Sampul Buku

Tradisi adanya kafe berasal dari negara-negara Asia, terutama Timur Tengah. Dalam sejarah tercatat bahwa di Mekkah sekitar abad ke-16 banyak berdiri kafe yang digunakan untuk minum kopi dan membicarakan banyak hal termasuk politik negeri tersebut. Tahun 1530, kafe pertama didirikan di Damaskus. (more…)

Bagi anda pecinta makanan kebab dan makanan timur tengah lainnya yang sudah banyak menjamur di Indonesia. Ada yang baru lho dari Kebab Baba Rafi yaitu Container Kebab. Ide unik konsep jualan kebab Babarafi yang didirikan oleh Hendy Setiono ini memang cukup menarik dan unik menu-menunya pun menarik. Dalam launching Container Kebab yang dilaksanakan di Jl. Fatmawati no 33 Pondoklabu, Kebab Babarafi mengundang blogger dan tamu undangan yang berlangsung seru dan meriah. Undangan disarankan memakai dresscode hitam kuning.

Container Kebab

Container Kebab

Acara yang dimulai jam empat ini dimulai dengan pendaftaran para blogger. Saat masuk peserta mendapat suguhan nasi kebuli dan air mineral. Enaak banget nasinya sudah tercampur dengan menu Indonesia jadi gak terasa begitu timur tengah karena ada sayuran dan campuran lainnya. Para blogger juga mendapat suguhan black ice cream yang yummi banget. Semua menu itu diambil di container kebab yang tersedia di depan.

Nasi Kebuli

Nasi Kebuli

Black Ice Cream

Black Ice Cream

Setelah menyantap menu pembuka, tak lama kemudian acara dimulai. Sambutan pun dimulai. Sambutan pertama dari pendiri kebab babarafi yaitu Pak Hendy Setiono, Marketing sekaligus istri pak Hendy yaitu Nilamsari dan Mr. Steven dari Frenchise kebab babarafi Internasional.

Sambutan-Sambutan

Sambutan-Sambutan

Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan wawancara singkat. Dalam sesi tanya jawab itu para blogger menggali lebih dalam tentang konsep container kebab Babarafi , seperti kenapa warnanya hitam kuning, kalau kata pak Hendy sih biar eye catching dan konsep container kebab dengan mengusung stop eat share ini, mengikuti perkembangan terkini anak muda sekarang dimana kalau makan itu di foto kemudian di share ke teman-temannya. Sedangkan dalam sambutannya Ibu Nilam yang cantik dan baik banget ini menjelaskan bahwa konsep black kebab ini menggunakan bamboo charcoal yang bisa mendetox tubuh dan tentu lebih sehat. Menu yang lain yang dilaunching dalam kesempatan ini ada nasi kebuli, milky ice cream, dan black Ice Cream. Di jamin enak dan para undangan dipersilahkan mencicip menu baru tersebut sepuasnya.

Black Kebab

Black Kebab

Fresh Milk

Fresh Milk

Black Ice Cream

Black Ice Cream

Setelah memperkenalkan produk baru. Acara selanjutnya adalah peresmian Container Kebab Babarafi dengan mengadakan gunting pita oleh Pak Hendy, Ibu Nilamsari dan Mr. Steven.

Pengguntingan Pita

Pengguntingan Pita

Setelah pengguntingan pita dan pelepasan balon ke udara, acara belum selesai. Masih banyak lomba diantaranya adalah makan kebab tercepat dan lomba selfie. Acara yang dipandu oleh MC ini berlangsung rame, meriah dan penuh canda tawa. Aku gak ikut lomba makan kebab karena udah kenyang, aku hanya ikut lomba selfie dan tidak menang. Tapi alhamdulilah aku seneng banget dapat kesempatan datang ke acara ini.

Lomba Selfie

Lomba Selfie

Menjelang sore acara pun ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama dengan para blogger, pemilik kebab babarafi dan semua panitia. Alhamdulilah acara berlangsung lancar. Para pemenang lomba makan kebab dan selfie mendapat voucher menarik dari kebab babarafi dan banyak dari Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) yang menjadi juara lomba kereen deh. Silahkan jika anda ingin mencoba menu baru dari container Kebab Babarafi, kunjungi daja di jl.RS. Fatmawati no 33 arah ke pondoklabu. Coba aneka macam menu baru dengan harga terjangkau.

Foto Bersama

Foto Bersama

Dan yang lebih menarik dari kebab babarafi ini adalah pemiliknya pasangan suami istri pak Hendy dan Ibu Nilamsari orangnya baik banget dan humble. Saya sangat terkesan sambutan mereka kepada para undangan dengan sepenuh hati, meskipun mereka sudah memiliki 1200 outlet di seluruh Indonesia dan beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, China, Srilanka, Singapura, Brunei dan Belanda dan menjadi Th Worlds Biggest Kebab Chain. Pengunjung pun dipersilahkan menyicip aneka menu baru, dan pulang dengan kenyang. Belum lagi ketika pulang juga disediakan goodie bag menarik. Terimakasih banyak dan semoga kebab babarafi makin berjaya.

Oh ya bagi anda yang mau mencoba makan kebab dan aneka menu lainnya di container kebab babarafi, kedai buka 25 jam, jadi kalau anda kelaparan tengah malam pun bisa datang atau pesen melalui Go-Food lewat aplikasi Go jek. Jadi tunggu apalagi ayoo pesan kebabnya dan selamat menikmati menu baru yang lebih sehat. Stopeatshare….

Kebayoran Lama

Selasa, 8 Desember 2015

Sambalado Tanak Teri dan Pete

Posted: November 5, 2015 by Eva in Kuliner

Teman-teman semua aku dikasih pete banyak ama temen kantor bingung mau dibikin apa kalau dilalap doang kayaknya kurang mantap. Akhirnya aku buka kulkas dan masih punya teri medan oleh2 dari suami waktu tugas ke luar kota medan dan akhirnya aku eksekusi jadi sambalado tanak, pernah dikasih resep sama dewi nofrita temen kuliah katanya ini masakan padang yang enak banget. Aku beberapa waktu pernah nyoba dan sukses, sekarang nyoba masak lagi.

Bumbunya sebagai berikut:
Sambalado Tanak
Bumbu sambal (cabe bawang putih bawang merah garam) diulek dulu semua, kemudian masak santan kental kira-kira segelas air minum dimasak di wajan dulu setelah mendidih masukan sambel ulek tadi masukkan masako, satu papan pete, asam kandis dan seperempat teri medan tapi kalau gak banyak terinya sedikit juga gak papa tapi terinya yang bagus, lalu masukkan daun salam terus menunggu sampai pete dan terinya matang. Aduk-aduk hingga meresap, masakan siap dihidangkan.

Taraa…Akhirnya jadi dan mateng. Aku bawa ke kantor buat dimakan bareng ama teman-teman dan katanya enak bikin makan nambah.Selamat mencoba yaa

Sambalado Tanak

Sambalado Tanak

Alhamdulilah pekerjaan kantor lagi santai jadi bisa mulai menulis di blog beberapa hobi yang ingin aku tulis selama beberapa bulan terakhir ini terkait dengan aktifitas masak memasak dan kuliner. Setelah hampir sembilan tahun menikah aku telah mencoba aneka macam resep makanan baik masakan, kue maupun aneka desert seperti puding dan agar-agar.

Setelah tiga tahun merintis usaha aku akhirnya bekerja lagi di sebuag penerbitan di Kebayoran lama. Aku sama mas Arif tiap hari naik kereta dan berangkat jam 7.15. Biasanya mas Arif sarapan pagi jam 7 kurang dikit sambil minum teh, nah aku bikin sarapan sekalian aja buat aku bawa bekal ke kantor dan buat makan malam jadi bikinnya aagak banyak masakan yang bisa awet seharian sampai malam.

Berikut aku tulis resep masakanku selama seminggu yang biasanya aku gilir dua atau tiga minggu berikutnya.

Hari Senin
Cumi Cabai Hijau

Hari senin biasanya agak males-malesan kerja karena habis libur panjang. Aku masak cumi basah biar semangat. Aku biasanya beli sekantung, mungkin setengah kg beratnya seharga Rp.25.000 di mamang tukang sayur langganan. Bumbunya bawang merah, bawang putih dan cabai hijau saja simple gak ribet. Buang mata dan bagian depan cumi ambil dagingnya lalu potong dadu, iris bumbu lalu tumis, masukkan cumi dan aduk-aduk, kalau sudah agak matang masukkan cabai hijau masukkan daun jeruk dan masak hingga matang sekitar 10 menit lalu kasih kecap saori, kalau sudah dikasih saori jangan diberi garam nanti juga gurih. Kalau bumbu sudah meresap masak lalu tiriskan.

Cumi Cabai Hijau

Cumi Cabai Hijau

Hari Selasa
Ikan Kembung Berlada

Untuk hari selasa, aku masak ikan kembung. Gak banyak masaknya cuma 4 biji tapi yang ukuran sedang jangan yang besar-besar dan jangan yang terlalu kecil. Biasanya kalau masak yang agak berat gini aku masaknya malam pulang kerja karena masaknya cukup lama. Resepnya bersihkan empat ekor ikan dan tiriskan lalu goreng kering. Rebus cabe 10 biji, setelah itu blender cabe dan haluskan bersama bawang merah, bawang putih, bawang bombay dan kemiri. Langkah berikutnya masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan tumis, masukkan garam dan gula setelah harum masukkan ikan kembung dan aduk pelan tambah air asam kandis 3 biji aja lalu aduk-aduk lagi hingga matang lalu tiriskan. Ada dua macam cara masak ikan kembung berlada ini ada yang kering cuma dikasih air saja sedikit ada yang bersantan.

ikan berlada Kering

ikan berlada Kering

Ikan Kembung berlada Santan

Ikan Kembung berlada Santan

Hari Rabu
Sayur Bayam Jagung Manis

Setelah dua hari makan ikan dan santan, hari rabu saya pengen masak yang bening-bening. Pilihanku hari ini adalah sayur bayam dengan tambahan jagung manis. Karena bayam ini hanya kuat sehari, malam sebelum tidur saya rebus jagungnya sampai matang buang airnya. Lalu kalau sudah pagi, potong daun bayam dan cuci bersih. Panaskan air, Lalu masukkan bawang merah dan bawang putih masukkan bayam dan jagung manis pada air yang sudah berisi sayuran, setelah setengah matang masukkan potongan tomat satu biji aja tambah garam dan gula lalu angkat. Biasanya bayam ini disajikan dengan ikan keranjang atau tempe tahu goreng juga sambal.

Sayur Bayam Jagung Manis

Sayur Bayam Jagung Manis

Hari Kamis
Rendang Ayam

Untuk hari kamis biasanya aku juga masak malam, rabu pagi aku belanja ayam setengah kg bagian dada atas potong enam lalu bersihkan simpan di bawah freezer. Cabe di rebus dan haluskan bersama kemiri, bawang merah, bawang putih dan bawang bombay, jahe dan laos juga blender. Setelah itu bumbu yang dihaluskan tumis hingga harum lalu masukkan ayam sampai berminyak beri garam dan gula. Rebus kara satu buah sampai mendidih lalu masukkan dalam ayam yang sudah diberi bumbu dan aduk-aduk hingga setengah jam sampai airnya mengental.Jangan lupa beri serai digeprek,daun kunyit dan daun jeruk secukupnya. Angkat lalu tiriskan.

Rendang Ayam Kental

Rendang Ayam Kental

Hari Jumat
Botok Ikan Teri Petai Cina

Kalau hari Jumat kan hari pendek, saya pengen masak yang serba kukus. Idenya adalah masak botok ikan teri petai cina. Mas Arif suka banget masak botok dan bikinnya pun gampang. bahan-bahannya adalah ikan teri medan, petai cina, kelapa muda dan tempe, ukurannya menyesuaikan saja. Bersihkan seperempat kg ikan teri bersihkan, tuang di dalam baskom kecil masukkan petai cina lalu haluskan bawang merah, bawang putih dan daun jeruk. Setelah bumbu halus masukkan bumbu ke dalam baskom dan aduk-aduk masukkan garam dan sesendok gula, oh ya kalau mau pedas masukkan lombok rawit kalau pengen pedes ya banyak kalau tidak pedas ya sedang saja, tapi kalau pengen botoknya warna merah masukkan cabai merah. Lalu kukus pake daun pisang selama kurang lebih setengah jam. Angkat lalu tiriskan, enak dimakan ama kerupuk atau lalapan dan sambal.

Botok Ikan Teri Petai Cina Lombok rawit

Botok Ikan Teri Petai Cina Lombok rawit

Botok Ikan Teri Petai Cina Cabe Merah

Botok Ikan Teri Petai Cina Cabe Merah

Nah itu saja ya, beberapa resep masakan selama senin-jumat yang biasa aku bawa ke kantor. Minggu depan di sambung lagi. Aku masih punya juga resep akhir pekan atau sabtu minggu dan aneka daging olahan kurban. Sekarang udah sore mau pulang ke rumah dulu. Semoga berguna yaa…

Kebayoran lama, 12 Oktober 2015

Selamat mencoba dan maknyuuus

Eva

Pertamakali Bikin Rawon

Posted: October 9, 2014 by Eva in Kuliner

Hari raya Iedul Adha ini alhamdulillah kami mendapat lumayan banyak daging kurban dari RT, tetangga juga dari kantor Mas Arif. Pada hari pertama, kami memasak rendang daging sapi, udah sering sih aku bikin jadi gak usah dimuat di blog. Hari aku saya memasak Empal gepuk tapi kelamaan ngerebusnya jadi dagingnya ancur, gak jadi deh aq foto hehehe, dan yang ketiga aku bikin Masakan khas Jawa Timur yaitu Rawon. Ya rawon, meski suamiku orang Blitar seumur-umur aku belum pernah bikin rawon. Lalu aku ingat mukti ali atau mbah temen di kantor lama yang pintar masak rawon, aku kontak lewat bbm dan beginilah resepnya:

Rawon

Rawon

Rawon
Bahan: Daging bagus dan daging sandung lamur atau yang berlemak ½ kg
Kuahnya 1,5 liter

Bumbu halus:
Bawang merah 8 siung, bawang putih 5 siung, ketumbar 1 sendok teh, merica lada bubuk 1 set, jahe 1 cm, daun jeruk 4 lembar, kunyit 2 cm, sangrai bumbu, terus blender, tambahkan kluwak sekitar 6 biji ambil isinya taruh di gelas/mangkuk kasih air cemek2, atau sangrai, setelah itu campur dalam blender dan haluskan. Tambah jinten sedikit.

Bumbu geprek
Serai satu batang, laos sejempol kaki, sama 3 lembar daun jeruk, daun jeruk agak banyak karena khasnya rawon.
Cara memasak:
Setelah bumbu dihaluskan, bumbu ditumis dengan minyak yang cukup, termasuk lengkuas, daun jeruk dan serai sampai benar2 wangi. Harus dioseng2 karena waktu diblender bercampur air, usahakan waktu numis bumbu airnya bisa habis.

Setelah itu, daging yang sudah direbus dan diiris-iris masukkan dalam bumbu yang ditumis, tambahkan sedikit air sampai kira2 bumbu menyatu dengan daging.
Setelah bumbu keliatan meresap dengan daging, (warna daging sudah kehitaman) masukkan ke dalam panci yang ada kaldu dagingnya tadi tambahkan air secukupnya.

Kasih setengah sendok air asam dan tomat utuh 2 biji jangan diiris biarkan sampai mendidih dg api sedang. Waktu masukkan daging dalam kuah tambahkan garam, gula, dan penyedap secukupnya, usahakan waktu daging sudah dimasukkan kuah mendidihnya sedang atau kecil saja tapi keliatan mendidih, cek rasa asin manisnya kalau sudah pas biarkan dalam keadaan mendidih sekitar 15 menit. Kemudian masukkan irisan bawang irisan bawang daun (2 batang) sama bawang goreng dan siap disantap.

Rawon Perdanaku

Rawon Perdanaku

Oh ya aku sengaja pake kluwek agak banyak, karena setelah dibuka kluwek itu banyak yang kopong, dari 13 biji mungkin yang bagus hanya 6, Aku juga enggak pakai bawang daun sengaja, disajikan ama tauge pendek dan sambal soto. Sambalnya isinya cuma cabe lombok dan garam terus di ulek, lebih nikmat lagi kalau dimakannya sama kerupuk. Di jamin mantap deh, makasih ya mbah mukti atas resepnya Maknyoss

Take Tei Restoran Jepang Enak di Pamulang

Posted: October 7, 2014 by Eva in Kuliner

Sekitar hari Sabtu di bulan September lalu, kami mencoba mencari kuliner Restoran Jepang di Sekitar Pamulang. Setelah dapat rekomendasi dari Tante Putri Anggia tetangga di Pamulang Elok, saya makan masakan Jepang di Take Tei yang terletak di Pamulang Permai blok SH 12/06, tepatnya di belakang Superindo Pamulang.

Menu di Take Tei

Menu di Take Tei

Waktu itu kami datangnya sore, setelah disodorkan menu oleh pelayan akhirnya kami memilih menu Mixnabe. Sebenarnya aku jarang makan masakan Jepang, cuma rekomendasi mas Arif katanya di Thamrin ada masakan Jepang yang enak, akhirnya aku pengen nyoba cuma yang deket-deket aja di Pamulang kalau ke Thamrin kejauhan.

Mixnabe

Mixnabe

Sambil nunggu menu dihidangkan, kami dengan sabar main instagram dan bbman. Kami pun sepakat untuk minum lemon tea.

Menunggu menu

Menunggu menu

menunggu juga

menunggu juga

Setelah semua menu tersedia, akhirnya kami merebus sayuran dan membakar irisan daging serta udang dan ikan dari menu mixnabe, daging dan ikannya seger, juga sayurannya masih fresh.

Daging, ikan, dan udangnya dibakar dulu

Daging, ikan, dan udangnya dibakar dulu

Alhamdulillah kenyang meskipun sempat ada insiden kompornya mati, tapi makan di Take Tei cukup memuaskan. Harganyapun terjangkau. Pesanan kami 1 mixnabe, 2 Gohan, dan 2 lemontea cuma bayar 81.400. Cuma kami menyesal tidak memesan tempat di atas, karena makannya di lt 1, makan jadi tidak tenang karena diawasin pelayan dan resepsionis, lain kali kalo makan mending di lantai 2.

Buat yang pengen makan restoran Jepang di Pamulang, saya rekomendasikan makan di Take Tei dijamin memuaskan. Selamat mencoba yaa…

Salam,

Twitter: @evarhl

Mencoba Kuliner Ciputat di Kedai Sunda Cipayung

Posted: September 21, 2014 by Eva in Kuliner

Sabtu sore bulan Agustus kemarin, aku sengaja gak masak di rumah. Seringnya memang begitu, senin sampai Jumat masak, kalau sabtu saatnya cari kuliner di rumah makan terdekat. Paginya karena banyak pekerjaan rumah, kami makan gado-gado. Nah menjelang sore, seperti biasa kalau awal bulan kami belanja bulanan ke Tiptop Ciputat. rencananya sebelum belanja mau makan dulu di sekitar sana.

Beberapa hari sebelumnya aku dapat info dari Benita tentang makanan enak di Ciputat dan dia merekomendasikan Kedai Sunda Cipayung yang terletak di Jl.RE Martadinata no. 86 Ciputat. Kalau dari arah Pamulang, nanti dari Gaplek belok kiri, sekitar 500 meter setelah Tiptop ada toko sandal sepatu Bata, nah persis di sebelahnya, tepatnya di lantai 2 ada Kedai Sunda Cipayung, kalau dari arah ciputat, dari Pasar Cimanggis lurus aja nanti setelah ada toko Bata, 500 meter sebelum Tiptop, posisinya di kiri jalan.

Aneka Menu Kedai Sunda Cipayung

Aneka Menu Kedai Sunda Cipayung

Plangnya lumayan besar, sehingga kelihatan dari pinggir jalan. Saat tiba, kami langsung menuju lantai dua. Konsepnya seperti di RM.Ampera, cuma disini lebih sederhana. Kita bisa langsung memesan di tempat prasmanan yang disediakan atau pesan di meja nanti di antar sama pelayan. Kami memilih yang pertama, yaitu model prasmanan di sana tersedia aneka makan masakan seperti ayam goreng, ayam bakar, pepes ikan peda, sayur asem, ulukuteuk lenca, nasi timbel, karedok, dll. Selain pilih sendiri menu ada juga paket nasi timbel, paketnya macam-macam sesuai selera.

Nasi Timbel

Nasi Timbel

Kami sendiri pilih menu yang sederhana karena pengalaman pilih kebanyakan menu kayak nasi timbel gitu gak habis. Kami akhirnya pilih menu ayam bakar, tempe tahu, sambal terasi dan sambal bajak, sama lalapan serta dua es teh manis.Yang menjadi keunggulan dari Kedai Sunda Cipayung ini adalah setelah kita pilih menu di prasmanan tidak langsung kita bawa ke meja, tapi diolah dulu di dapur yang terletak di sebelahnya. Jadi ayam yang kami pesan itu dibakar dulu dan tempe serta tahunya di goreng dulu, jadi pas di sajikan masih hangat.

Ayam Bakar dan Lalapan

Ayam Bakar dan Lalapan

Suasana makan di kedai Sunda Cipayung ini sangat nyaman. Dengan nuansa serba hijau, pengunjung bisa merasakan nuansa alam di dalamnya. Kursi-kursi yang tersedia juga serba hijau.

Nuansa serba hijau

Nuansa serba hijau

Setelah menunggu sebentar akhirnya makanan yang dipesan tiba. Rasanya enak dan empuk banget ayamnya. Tahu dan tempenya garing, dan sambalnya juga mantap pedes. Kami pesan dua macam sambal sebagai variasi dengan lalapan mentimun, selada dan kemangi. Kenyang dan puas deh makan di sini, harganya pun terjangkau dibanding RM Ampera yang di Gaplek maupun RM.Bumbu Desa yang di carrefour Lebak Bulus. Makan berdua di kedai Sunda Cipayung dengan menu di atas hanya Rp.68.000. Jadi bagi yang tinggal di sekitar Ciputat, Pamulang, Pondok Cabe silahkan mampir di sini, dijamin memuaskan.


Makasih ya benita atas rekomendasinya dan buat teman-teman yang lain kalau ada rumah makan enak lagi di Sekitar Tangsel dan Depok mention atau kabari ya, siapa tahu akhir pekan bisa dikunjungi.

Salam kuliner,
twitter @evarhl

Kuliner Favorit di Kota Blitar

Posted: August 28, 2014 by Eva in Kuliner, Kuliner Blitar

Kota Blitar atau kota Patria tidak hanya terkenal dengan wisata makam Bung Karno saja, tapi kota ini juga terkenal dengan kulinernya. Karena suamiku tinggal di Banggle, Kanigoro Blitar, maka hampir tiap tahun atau kalau ada liburan panjang kami liburan sekalian pulang kampung ke Blitar.

Blitar itu kotanya tidak terlalu besar, jadi bisa dikelilingi dalam waktu yang tidak lama. Kalau main ke kota Blitar di pagi hari dan belum sarapan mampirlah ke Pecel Mbok Bari yang terletak di depan makam Bung Karno. Pecel ini enak banget dan harganya terjangkau. Setelah jalan-jalan keliling makam dan lapar, maka pecel mbok bari adalah pilihan yang tepat.

Pecel Mbok Bari Blitar

Pecel Mbok Bari Blitar

pecel mbok bari blitar

Setelah jalan-jalan di seputaran makam, cobalah keliling alun-alun. Disana bisa duduk nongkrong sambil bersantai. Bila anda ingin menikmati makanan yang pedes-pedes dan seger, maka makanlah rujak siram yang berada di depan taman makam pahlawan.

Rujak Siram

Rujak Siram

Biasanya rujak siram itu makannya sama es kelapa, dijamin seger. Berikut ini aku tampilkan fotoku waktu makan rujak siram.

Siang-siang makan rujak siram

Siang-siang makan rujak siram

Sambil menghilangkan rasa pedas, bisa ngobrol-ngobrol dulu. Udara Blitar yang dingin memang enak untuk menghilangkan kepenatan. Sambil melihat pusat pertokoan sepanjang jalan utama, anda bisa berbelanja aneka macam dari mulai pakaian hingga cemilan buat oleh-oleh. Tidak terasa sampai sore hari perut anda mulai terasa lapar, mampir saja ke Bakso Gangsar yang berada di depan Mesjid Syuhada.

Bakso Gangsar

Bakso Gangsar

 

 

 

 

 

 

 

 

Usai makan bakso gangsar kenyang kan, nah bisa pulang dulu ke rumah karena tidak jauh dari kota. Sebenarnya masih banyak kuliner lain yang menarik tapi yang saya tulis di atas adalah yang favorit atau selalu saya kunjungi kalau pulang kampung ke Blitar. Malamnya atau sehabis magrib, ada kuliner menarik di sepanjang jalan Ahmad Yani, yaitu Tahu Lontong.

Tahu lontong ini maknyus banget, karena tahunya langsung diangkat saat habis digoreng hangat-hangat dan bumbu petisnya kerasa banget. Enaknya dimakan pedas-pedas. Selamat berwisata kuliner di Kota Blitar….

 

Tahu Lontong Blitar

Tahu Lontong Blitar

Aneka Tempat Makan Pempek yang Enak

Posted: August 20, 2014 by Eva in Artikel, Kuliner

Sejak aku di Jogja, aku menyukai makanan khas Palembang Pempek. Waktu disana aku suka makannya Pempek Ny.Kamto yang ada di Malioboro Jogjakarta tepatnya di Jl.beskalan no 3 Jogjakarta, wah pempek disana enak banget pertamakalinya aku tahu makanan ini ya di Ny.kamto

Empek-empek Ny.Kamto di Jogjakarta

Empek-empek Ny.Kamto di Jogjakarta

Pempek itu jenisnya banyak, ada kapal selam, lenjer, adaan dan lain-lain. Tapi dari semuanya itu, aku paling suka kapal selam, karena bentuknya besar dan mengenyangkan.

Kapal Selam

Kapal Selam

Pada tahun 2003, aku hijrah ke Jakarta dan suka mencari Pempek enak yang ada di Jakarta. Aku menemukan beberapa seperti pempek Pak Raden Radio Dalam dan pada 2007 aku bekerja di Reka Gagas Cipta Kalibata aku menemukan pempek enak di Pasar Minggu. Saat kantor pindah ke Empang tiga, akupun sering makan disini, ataupun titip OB minta dibeliin. Alamat Pempek Pak Raden yang di Pasar Minggu adalah Jl.Raya Pasar Minggu Km 18 no 27.  

Empek-empek Pak Raden Pasar Minggu

Empek-empek Pak Raden Pasar Minggu

Setelah tidak kerja lagi banyak menghabiskan waktu di Pamulang, aku mulai mencari Pempek deket rumah tapi ternyata sulit jarang ada yang jual, ada juga di depan Giant Gaplek, warungnya kecil tapi pempeknya enak, gak ada plangnya tapi aku tahu yang jual namanya Mak cik, tapi gak bertahan lama, akhir 2013 warungnya tutup dan aku gak sempat mendokumentasikannya.

Pada 2014 ini, tidak sengaja aku menemukan Pempek yang paling enak dan paling mahal, yaitu Pempek Musi Raya di Ciputat, tepatnya di samping Ramayana Ciputat sekiar 200 meter dari situ kalau dari arah Lebakbulus kiri jalan. Aku bener-bener jatuh cinta dan ketagihan untuk datang ke Musi Raya.

Buat temen-temen pecinta kuliner yang ada di Tangerang Selatan aku rekomendasikan deh untuk makan Pempek di Musi Raya, mahalan dikit tapi kapal selamnya besar dan bikin kenyang. Selamat menikmati…

Pempek Musi Raya Ciputat Tangerang Selatan

Pempek Musi Raya Ciputat Tangerang Selatan

Tahu Isi jeletot

Posted: February 16, 2014 by Eva in Kuliner

Hari Minggu siang ini sehabis bikin pisang bakar, aku sengaja beli tahu pengen nyoba bikin tahu isi jeletot.
Aq beli gak banyak sih cuma 10 buah karena cuma buat berdua. Berikut ini Aku tulis resepnya.

Tahu Isi Jeletot

Tahu Isi Jeletot

Tahu Isi Jeletot

Bahan
10 buah tahu pong
tauge 250 gram
2 batang bawang daun
2 batang seledri
1 buah wortel potong pendek
10 buah lombok

Bumbu
Merica secukupnya
3 siung bawang putih
garam

Bahan Kulit
50 gram tepung terigu
beri sedikit garam
satu sendok ketumbar

Cara Membuat
1. Haluskan merica, bawang putih, lombok dan garam
2. Tumis dalam wajan lalu masukkan tauge sampe bumbu meresap aduk-aduk sampe mateng
3. setelah bahan untuk isi matang, sobek sedikit tahu lalu masukkan tauge sedikit demi sedikit ke dalam tahu
4. untuk membuat kulit siapkan tepung terigu, haluskan ketumbar dan garam beri air lalu aduk-aduk kedalam tepung
5. Masukkan tahu yang sudah diisi ke dalam tepung, baluri tahu dengan tepung yang sudah dibumbuin lalu diamkan
6. Lalu Goreng tahu isi dengan api kecil dan siap dihidangkan.

Selamat Menikmati….

Puding Sutera

Posted: February 10, 2014 by Eva in Kuliner

Awalnya aku liat profil pic Nita di BB yang memasang foto puding sutera. Lalu aku cari di internet resepnya yang selalu pake NCC akhirnya ketemu juga. Lalu aku ama mas arif belanja kebutuhannya ke Tiptop dan akhirnya aku bisa bikin alhamdulillah terimakasih ya Murnita Dian Kartini.


Puding Sutra

Puding Sutera

Puding Sutera

Resep : Yeni Suryasusanti (NCC)

Bahan : – 1 bks agar2 putih –
– 1 kaleng SKM
– 5 kaleng air ( gunakan bekas kaleng skm nya )
– Sirup rasa jeruk ( aku pk ABC Squash Delight )
– Fruit Cocktail atau buah kaleng lainnya ( pake jeruk biasa juga gak papa

Cara Membuat:

– Campur susu, air dan agar2, aduk rata lalu rebus hingga mendidih dan airnya menggelegak
– Angkat dari api lalu aduk2 hingga uapnya hilang
– Tuang puding di cup2 kecil lalu biarkan hingga 1/2 beku ( kalau mau cepat bisa dimasukkan ke kulkas bawah)
– Setelah itu tuang 1 sdt sirup jeruk (tanpa diencerkan) di setiap cupnya biarkan hingga beku, sirup jeruk akan terserap oleh jeruknya
– Beri 1 sdm fruit cocktail dan 1 sdm air dari cocktailnya di masing2 cup
Sajikan dingin-dingin enak deh pastinya. Selamat Menikmati

contoh puding

contoh puding

Sop Iga

Posted: February 10, 2014 by Eva in Kuliner

Hari Minggu adalah hari yang paling pas untuk masak besar, terutama karena dari hari Senin sampai Jumat makanan yang dimasak adalah yang cepet dan ringkas karena harus disajikan pagi sebelum kerja. Seperti minggu kemarin 8 Februari 2014 saya bikin Sop Iga. Selama ini belum pernah bikin dan kurang suka dengan sup iga, tapi mas arif suka dan akhirnya aku jadi ikutan suka. Berikut saya tulis resepnya:

Sop Iga

Sop Iga

SOP IGA
Bahan
– Iga Sapi 1/2 kg
– wortel 2 buah
– Daun Bawang dan Seledri secukupnya
– kayu manis secukupnya
– cengkeh sedikit kurang lebih 8 buah
– Tomat 1 buah
Bumbu yang dihaluskan
-5 siung bawang putih
-5 siung bawang merah
-Merica secukupnya
-Pala separuh
-Garam
Sambal
-rebus 10 butir lombok dan dua butir cabe merah
-garam


Cara Membuat

1. Rebus iga 30 menit pake presto sampai empuk dagingnya
2. Haluskan bumbu dengan diblender
3. Potong wortel bulat-bulat
4. Setelah iga selesai dipresto masukkan wortel dan buka tutupnya lalu rebus lagi kurang lebih 10 menit
5. masukkan bumbu yang telah dihaluskan aduk-aduk hingga bumbu meresap
6. iris daun bawang dan seledri masukkan beserta kayu manis
7. jika wortel sudah empuk dan daging sudah matang masukkan irisan tomat
8. Ulek cabe yang direbus masukkan dengan garam dan menjadi sambal
9. Hidangkan panas-panas dan sajikan dengan nasi dan sambal dan bawang goreng

Selamat Menikmati

Kue Lumpur

Posted: February 10, 2014 by Eva in Kuliner

Setiap ada arisan atau pengajian aku paling seneng makan kue lumpur. Karena setiap ada acara aku pesen sama bu Hardy, maka untuk kesekian kalinya aku memberanikan diri membuat sendiri kue lumpur untuk pengajian RT di rumahku. Setelah diajarin ama Bu Hardy aku akhirnya bisa juga bikin, berikut aku tulis resepnya

Kue Lumpur

Kue Lumpur

Kue Lumpur

Bahan:
-Tepung 180 gram
-Kentang 1/2 kg
-susu 350 ml
-margarin 140 gr
-Santan 150 ml
-gula 180 gr
-telur kuningnya aja 4 (pake telur bebek lebih bagus)
-kismis

Cara Membuat
1.Rebus kentang buang kulitnya kemudian blender beri sedikit air
2.cairkan mentega biarkan hingga dingin
3.masukkan tepung, kuning telur dan santan kemudian mixer, masukkan gula dan susu.
4.masukkan kentang yang telah diblender dan masukkan margarin cair yang telah mendingin lalu kembali mixer hingga kurang lebih 20 menit
5. Setelah benar-benar pas adonannya oleskan diatas cetakan margarin cair lalu nyalakan api kecil
6. Cetak hingga bener-bener matang lalu angkat dan hidangkan dengan teh panas

Selamat Menikmati

Pepes Ayam

Posted: February 10, 2014 by Eva in Artikel, Kuliner
Pepes Ayam

Pepes Ayam

Setelah punya presto, aku sekarang rajin bikin pepes, salah satunya adalah bikin aneka pepes dan botok. Pepes yang aku bikin diantaranya adalah pepes ayam, pepes ikan mas dan bothok. Berikut ini aku tulis resep masakan Pepes ayam yang merupakan resep dari kakaku teh jijah di sukabumi.

Pepes Ayam

Bahan
-Ayam dada atas separo/ 1/2 kg
-Daun Pisang
-Kemangi
-salam
-Daun Pisang
Bumbu yang dihaluskan
-5 siung Bawang merah
-5 siung Bawang Putih
-jahe
-kemiri
-merica
-garam
Bahan yang diiris
-sereh digeprek terus diiris
-bawang daun
-cabe merah

Cara Membuat
1. Cuci ayam dengan bersih, tiriskan
2. Blender bumbu yang dihaluskan
3. Tumis bumbu yang dihaluskan, lalu masukkan ayam dan aduk-aduk
4. Setelah dingin masukkan bahan yang diiris, salam dan kemangi
5. Bungkus dengan menggunakan daun pisang
6. Kukus dalam presto kurang lebih satu jam
7. Angkat dan tiriskan lalu hidangkan dengan nasi panas dan sambal

pepes ayam satuan-kcl

Selamat menikmati

Mencoba Masak Rendang Ayam

Posted: April 26, 2013 by Eva in Kuliner

Udah lama banget aku gak menulis tentang masakan di blog ini. Semalam mas Arif minta dimasakin ayam yang kayak pernah dibelinya di rumah makan padang. Aq agak bingung juga karena belum pernah nyoba, setelah ta pikir-pikir aku inget bahwa dulu aku pernah dikasih buku masakan oleh Ratna yang diedit oleh Aisyah dan Irul terbitan Pustaka Alvabet.

Buku itu berjudul 50 Rendang yang merupakan panduan dan cara praktis membuat rendang. Setelah aku baca, akhirnya aku menemukan ide untuk memasak rendang ayam bumbu kental yang ada di halaman buku itu.

Buku Resep terbitan Pustaka Alvabet

Buku Resep terbitan Pustaka Alvabet

Pagi-pagi aku beli ayam dan mulailah memasaknya. Berikut aku tulus bahan-bahan dan cara memasaknya.

Rendang Ayam Kental
Bahan-bahan
1/2 kg ekor ayam (dipotong 6)
5 siung bawang putih (diblender)
5 siung bawang merah (diblender)
2cm kunyit (diblender)
2cm lengkuas (diblender)
2cm jahe (diblender)
15 biji cabe rawit (diblender)
5 Helai daun jeruk
2 batang serai (dikupas, digeprek)
1 biji kelapa diambil santannya atau diganti Kara
1 Helai daun kunyit
kaldu ayam secukupnya
garam secukupnya
gula secukupnya

cara memasaknya
1. Tumis bahan yang telah diblender hingga berminyak
2. Kemudian masukkan santan, daun kunyit, daun jeruk, dan ayam
3. Masukkan hingga ayam empuk dan kuahnya kental
4. Siap untuk dihidangkan

Hasilnya seperti ini nii

Ini hasilnya Rendang Ayam Kental

Ini hasilnya Rendang Ayam Kental

Jusami, Waktu buat Keluarga

Posted: January 29, 2012 by Eva in Kuliner

Jus apa yang paling enak? saya pasti menjawabnya dengan Jusami apa itu? Jusami adalah singkatan dari Jumat Sabtu Minggu, dimana saya menikmati hari libur setelah bekerja selama tiga hari yatu, selasa, rabu, kamis. Sebenarnya masih ada hari senin waktu libur, tapi biasanya kalau hari senin, aku sama mas arif suka pergi keluar atau sudah sibuk dengan kegiatan lain berkaitan dengan usaha, maupun kebutuhan lainnya.

Nah, setelah melewati kamis sore, saya biasanya senang dan bergembira, karena jumat paginya bisa jadi bangsawan, alias bangsa tangi awan hahaha. Biasanya jumat pagi aku bangun, habis sholat langsung ke dapur. Aku betah berada lama di dapur karena dapur itu tempat berkreasi aneka macam masakan.

Dapurku tempat berkreasi

Dapurku tempat berkreasi

Pisang Bakar Coklat

Biasanya kalau pagi kita sarapannya pisang bakar coklat. Kita berdua gak suka sama roti karena gak tahu ya, kurang pas, mas arif lebih suka gethuk atau pisang. Kalau gethuk biasanya beli di yang lewat, kalau pisang bakar biasanya saya bikin sendiri, meniru teh neng a iwan di sukabumi yang suka bikin pisang bakar. Bikinnya juga gampang, panaskan wajan, beri mentega sedikit, watakan mentega hingga meleleh, terus masukkan pisang bangka, potong dua dan masukkan dalam wajan hingga berwarna kecoklatan, angkat dan taburi dengan coklat ceres.

Pisang Bakar Coklat

Pisang Bakar Coklat

Telur Bumbu Bali

Jumat ini aku masak yang simple aja, kebetulan masih banyak telur di kulkas, jadi hari ini saya aku bikin telur bumbu bali. Stok sayuran belum ada, karena Jumat saya belum belanja ke tukang sayuran langganan, biasanya saya masak bahan yang tersedia, kebetulan kamis kemarin beli tempe dan dimasukkin ke tupperware jadi masih bagus buat di orek.

Telur bumbu bali

Telur bumbu bali

Cara bikin telur bumbu bali juga sederhana dan cepat.

BAHAN:

* 4 butir telur ayam, rebus
* 1 ruas jari leng-kuas, memarkan
* 2 lembar daun jeruk
* garam dan gula pasir secukupnya
* 2 sendok makan minyak goreng

BUMBU HALUS:

* 5 buah cabai merah
* 4 butir bawang merah
* 2 siung bawang putih
* 1 buah tomat
Kalau malas ngulek blender aja,

CARA MEMBUAT:

1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, lengkuas dan daun jeruk hingga harum.
2. Masukkan telur, garam, dan gula pasir, masak hingga matang. Angkat dan saji-kan sebagai lauk lontong.

Tempe Orek

Sebagai sajian pendamping saya bikin tempe orek, tempe ini aku suka bikin sejak masih tinggal di Condong Catur Jogja.

Tempe Orek

Tempe Orek

Cara membuat tempe orek
1 kotak tempe,iris kecil kecil.
Bumbu:
3 butir bawang merah,rajang halus
2 siung bawang putih,rajang halus
3 buah cabe merah,iris serong
2 lembar daun salam, dan dua lembar daun jeruk
1 cm lengkuas
100 gr gula merah,iris halus
2 sdm kecap manis
garam secukupnya
minyak goring
Cara membuat:
• Goreng tempe sampai agak kering. Sisihkan.
• Di wajan masukkan sedikit minyak, tumis cabe, bawang merah, bawang putih ,lengkuas dan daun salam sampai harum dan agak kering.
• Masukkan gula merah, aduk kembali hingga gula larut. Masukkan garam, kemudian masukkan kecap, sambil terus dicampur dengan semua bumbu.
• Masukkan tempe yang telah digoreng, sambil terus di aduk hingga rata.

Pisang Keju

Pada hari Sabtu seperti biasa setelah bangun, langsung bikin minum teh manis dan pisang bakar. Tapi hari ini coklat ceresnya habis jadi pake keju parut. Habis sarapan pisang, biasanya aku mencuci dan beres-beres rumah dan merawat tanaman.

Pisang Keju

Pisang Keju

Soto Ayam Bening

Kalau sabtu biasanya aku masak agak berat, hari ini aku bikin soto bening. Pagi-pagi sebelum masak, aku belanja ke tukang sayur untuk belanja kebutuhan masak soto ayam bening.

Soto Ayam Bening

Soto Ayam Bening

Bahan :
1/4 kg dada
1 liter air
3 lembar daun jeruk
2 cm lengkuas digeprek
1 sachet masako rasa ayam
1 sdm garam
2 sdt gula pasir
Bumbu halus :
4 butir bawang merah
3 butir bawang putih
½ sdt merica, pala, kayu manis
Bahan pelengkap :
Soun, tauge, kol, daun bawang, jeruk nipis, bawang merah goring, saus sambal, kecap manis, dan saambal cabe rawit.

Cara Membuat :
Gongso bumbu halus hingga mengharum, masukan ayam aduk hingga menyerap dan ayam mulai sedikit matang. Masukan daun jeruk, masako, garam, gula pasir dan ayam.
Setelah ayam matang dan empuk lalu diangkat, pisahkan ayam dan kaldunya.
Ayam diggoreng hingga kecoklatan, lalu ayam di suwir-suwir.
Kaldu ayam dipanaskan lagi, masukan, aduk, didihkan lagi.

Masukan suwiran ayam ke dalam kaldu

Masukan suwiran ayam ke dalam kaldu

Penyajian :
Susun didalam mangkok, kol, soun, kentang goreng, tauge, daun bawang, ayam suwir, dan siram dengan kuah soto lalu taburi dengan bawang goreng, sajikan dengan saus sambal, sambal cabe rawit, jeruk nipis dan kecap manis.

Sayuran pelengkap soto disajikan terpisah

Sayuran pelengkap soto disajikan terpisah

Mangut Lele

Sedangkan pada hari minggu, aku masak Mangut Lele yang merupakan masakan Jawa Timur. Mas Arif suka banget sama mangut lele dan lele goreng, kalau gak bosan aku dua minggu sekali masak lele. Selang seling saja sama masakan yang lain.

Mangut Lele

Mangut Lele

BAHAN:
– ½ lele, buang isi perutnya, buang patilnya, cuci bersih dan dikerat-kerat
– 250 ml santan kental
– 1 batang sereh, dimemarkan
– 2 sendok makan gula putih
– cabe rawit dan daun kemangi
BUMBU HALUS:
– 5 siung bawang merah
– 5 siung bawang putih
– 3 cm jahe
– 3 cm lengkuas
– 3 cm kunyit
– garam secukupnya

CARA MEMASAK:
– Lele digoreng kering
– bawang merah, siung bawang putih, cm jahe, lengkuas, kunyit di ulek sampai halus, kemudian di tumis dengan api kecil. Setelah harum masukkan masukkan 250 ml santan kental dan 1 batang sereh yg sudah dimemarkan. Aduk jangan sampai pecah. Masukkan 2 sendok makan gula putih dan garam secukupnya. Masukan daun kemangi, cicipi bila perlu. Setelah mendidih masukkan lele yang telah digoreng kering dan beberapa cabe rawit. Biarkan beberapa saat dengan api kecil

Setelah lele mangut matang, makannya sama bakwan jagung dan sambal.

Bakwan Jagung

Bakwan Jagung

Habis masak, acara hari minggu ini banyak, karena aku harus membersihkan rumah, ngepel, nguras akuarium dan nyetrika. Kayak sekarang ni, nulis blog mulai sore menjelang malam, karena habis ini aku mau nyetrika, jadi setrikaanku sudah menanti. Semoga kegiatanku di akhir pekan ini berguna yaa, Selamat wiken teman, semoga besok aku bisa puasa hari senin, kalau gak jadi puasa, rencananya pengen berenang….

Heppy Wiken….

Mencari Oleh-oleh

Posted: June 28, 2011 by Eva in Kuliner

Alhamdulilah, hari ini selesai semua kerjaan, lega banget rasanya dan udah gak sabar pengen nulis di blog setelah hampir sebulan lebih gak mampir di blog tercinta ini. Nah sebenarnya udah lama aku ingin berbagi tentang makanan favoritku ketika aku membeli oleh-oleh buat pulang kampung.

Pertama kali beli roti bolen mayasari ini waktu aku pertama kali mampir ke sebuah bakery di jalan deket daerah durentiga pasar minggu, kalau dari daerah Pancoran tempatnya setelah lampu merah duren tiga kiri jalan, disitu ada bakery/toko kue dan camilan Mayasari. Tahun 2008 kalau gak salah pertama kali aku mampir kesana dan membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah baik itu rumah di Pamulang, ataupun di Sukabumi, dan sampai sekarang udah empat tahun berselang aku masih setia memesan roti mayasari.

Roti Mayasari (bolen)

Roti Mayasari (bolen)

Ada aneka macam rasa roti pisang (bolen) mayasari ini. Diantaranya adalah rasa durian, coklat, keju, tape, dan rasa kacang. Hal ini menjadikan roti mayasari banyak pilihan untuk dipesan, menyesuaikan dengan rasa kesukaan anda.

Tapi yang paling aku suka dari aneka macam rasa di atas adalah roti rasa keju, khususnya keluarga dari sukabumi mereka senang sekali jika aku pulang bawa oleh2 roti mayasari rasa keju. Saking seringnya aku bawa kadang aku sampai bingung mau bawa apalagi kalau pulang kampung selain bawa roti mayasari.

Roti mayasari lima rasa

Roti mayasari lima rasa

Roti mayasari ini adalah asli roti buatan Bandung. Kebetulan waktu aku ada tugas ke Bandung aku pernah datang langsung ke pusat toko ini,wah seneng banget rasanya, tepatnya di deket rumah makan Ampera dekat pusat Ex-Trans Bandung.

Tapi kini di toko Mayasari tidak hanya menjual roti bolen aja, ada juga kerupuk setan. Di mana kerupuk ini puedess banget rasanya. Aku suka banget dengan kerupuk ini dan pernah beli beberapa kali, meski mas arif tidak begitu menyukainya.

Kerupuk Setan

Kerupuk Setan

Nah, ada satu lagi makanan yang belakangan menjadi favoritku saat makan, yang ini bukan oleh- oleh lho, ini makanan biasa yang menjadi teman makan kalau tidak ada sambal. Namanya abon cabe ninoy. Ada tiga macam rasa abon yaitu rasa cabe, rasa teri dan rasa bawang.

Dari ketiga macam rasa itu aku paling suka sama yang namanya abon cabe rasa teri bawang, wah enak banget deh sampe cepet abisnya. Tapi kalau yang rasa cabe doang kurang aku suka. Nah ketiga makanan itu adalah makan favoritku baik untuk oleh-oleh maupun untuk di makan sendiri. Semoga bagi pembaca yang bingung mencari oleh-oleh di Jakarta, makanan ini bisa menjadi alternatif pilihan.

Abon cabe Ninoy

Abon cabe Ninoy

Bubur Candil Ketela Rambat

Posted: April 14, 2011 by Eva in Kuliner
Bubur Candil ketela rambat

Bubur Candil ketela rambat

Aku mendapat resep ini dari Bu Hardi, tetanggaku depan rumah yang sering bikin bubur candil. Aku pernah dikasinya dan setelah kucoba ternyata enak. Akhirnya aku bikin sendiri. Bubur ini juga sering aku bikin kalau lagi hari libur sabtu atau minggu dan ada temen atau saudara yang datang.

Mas Arif juga seneng ama bubur candil ini, kalau bikin pasti dimakannya sampai abis. Aku juga senang sebagai makanan selingan. Rencananya pada bulan puasa nanti mungkin bakalan sering bikin bubur ini karena bikinnya juga gam

Bubur candil ketela rambat
250 gr ketela rambat potong kecil-kecil atau segi empat
50 gr tepung kanji
100 ml air
200 gr gula jawa / gula merah
500 ml air
Saus santan:
500 ml santan
½ sdt garam
1 lbr daun pandan.
Cara pembuatan

Kupas ketela rambat, cuci bersih, potong dadu. Masukkan satu liter air dan Rebus ketela rambat yang telah dipotongi sampai empuk kurang lebih 15 menit, kemudian masukkan gula yang sudah dicairkan, setelah itu tepung kanji diberi air dulu atau dicairkan kemudian masukkan dalam panci berisi rebusan ketela rambat. Aduk-aduk hingga merata sampai kental dan matang. Setelah matang buat saus santan secara terpisah. Rebus santan di panci terpisah dengan dikasih garam dan daun pandan. Lalu tiriskan

Cara mengidangkan
Tuangkan bubur yang kental ke dalam mangkok, terus tuang santan. Hidangkan selagi panas.
Selamat menikmati

Maaf, fotonya kecil, soalnya diambil dari BB

Aku Suka Banget Asinan

Posted: September 24, 2010 by Eva in Kuliner

Hari ini tidak seperti biasanya aku rajin banget, dari semalam memang udah rencana kalau pagi ini mau bikin asinan. Selama ini aku makan asinan suka di beri sama teh Ida istrinya pak Ujang yang memang pintar dan enak bikin asinan, rumahnya di depan rumahku. Tapi hari ini aku pengen nyoba bikin sendiri.

Bahan Asinan Bogor

wortel
ketimun
kol
tauge
nanas
bengkoang
kacang bawang

Bumbu asinan
gula pasir
cuka
garam
terasi bakar
air hangat
cabe lombok
cabe rawit

Cara membuat
ulek cabe dan garam, kemudian masukkan ke wortel,bengkoang,nanas, ketimun dan kol yang sudah diris tipis-tipis, kemudian taburkan gula pasir dan cuka secukupnya, aduk -aduk hingga semua bahan bercampur, biarkan 15 menit sampai bumbu meresap dan keluar airnya. Setelah itu rasakan apakah sudah pas bumbunya atau belum. Tambahkan air hangat secukupnya dan tambahkan kacang goreng. Simpan di kulkas dan makan saat dingin.

Asinan bogor anda siap disantap selagi dingin bisa dimakan dengan krupuk juga enak, kata mas Arif Mak Nyosssssssssss manis dan pedasnya kerasa.

Setelah jadi siang tadi asinan kubagiin ke tetangga kiri kanan dan depan tidak lupa ama gurunya yang biasa bikin asinan teh ida hehehe, aku sendiri udah habis dua mangkuk dan semoga tidak atit iyut hiks hiks…

Selamat mencoba bikin asinan

Salam maknyossss

Asinan bikinanku

Asinan bikinanku