Archive for the ‘Pribadi’ Category

Saat aku menulis refleksi tentang perempuan, korupsi dan karya sastra, aku teringat pertemuanku dengan penulis buku “86” yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU) waktu itu penulisnya Okky Madasari. Waktu itu aku masih kerja di Kalibata atau di mana ya lupa, atau malah sudah tidak kerja, tapi aku dapatkan undangan peluncuran buku itu di twitter atau di media sosial.

Disitulah aku kenal pertamakali dengan para pembicara, ada Febridiansyah dan sang penulis sendiri, Okky Madasari. Tapi yang mengejutkan ternyata aku disana berjumpa sahabat lama ketika berkantor di majalah Media Internal Pendidikan dulu namanya Ika, Dosen Universitas Paramadina. Di sanalah pembicaraan kita mengalir tentang apa itu korupsi, perempuan dan karya sastra.

Saat ini setahuku Okky adalah anggota Dewan Kesenian Jakarta, akan tetapi setelah judul bukunya yang terakhir terbit, dia lupa apa itu yang namanya 86, dia bahkan sekarang suka jalan-jalan ke luar negeri pakai uang atas nama 86, padahal itu uang yang digelembungkan dari anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghadiri event-event menulis internasional.

Aku pernah menghadiri event Ubud Writers dan Readers Festival, akan tetapi memang namanya uang rumah tangga itu tidak boleh dipakai untuk jalan-jalan, sehabis itu aku selalu ingin jalan-jalan apalagi jika mendapat uang rapat dari suami di kantor aku, aku melihat bahwa uang rapat itu adalah uang untuk jalan-jalan.

Setelah sekian lama berlalu, aku banyak menulis dan membaca buku terutama buku karya pendiri Partai Rakyat Demokrat (PRD) yaitu Arief Budimaan, bahwa dalam salah satu esainya ia mengatakan bahwa yang merusak pergerakan atau orang-orang yang bergerak dalam kebaikan adalah uang rapat, sedangkan yang menjaganya adalah menahan diri dari segala godaan.

Jadi seperti apa kaitannya antara perempuan, korupsi dan karya sastra adalah bagaimana jika para penulis baik yang berprofesi ibu rumah tangga, freelance atau pun bekerja di lembaga semacam Dewan Kesenian Jakarta itu bergaji besar tapi tidak ada uang-uang rapat.

Dengan demikian, tidak ada lagi uang yang dipakai untuk jalan-jalan, entah itu ke mall atau belanja online seperti yang dilakukan Ibu Iriana Joko Widodo. Jadi jika suami tidak ada uang rapat dan gajinya besar, maka semua istri akan senang, apalagi jika istrinya juga bekerja.

Jakarta, 5 Desember 2017
04.49

Advertisements

Judul Buku: Orang-Orang Proyek
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit Pertama: Penerbit Jendela dan Penerbit Matahari
Penerbit Kedua: Gramedia Pustaka Utama
Edisi : Pertama, Januari 2007

Sindikat Orang-Orang Teraniaya

Sampul-Orang-Orang Proyek

Sampul-Orang-Orang Proyek

Aku membaca buku ini saat makan siang di depan FX Sudirman. Saat itu aku sedang di Perpustakaan Kemendikbud dan ingin makan siang dengan para kuli bangunan yang sedang membangun Mass Rapid Transportation (MRT) dan juga para kuli bangunan yang sedang membangun sarana Gelora Bung Karno (GBK).

Sebenarnya aku ingin membawa buku ini kesana, membaca bersama teman-teman kuli bangunan di GBK depan FX Sudirman, seperti apa rasanya mengerjakan pembangunan Indonesia Hebat dengan menjadikan kami kerja seperti kerja rodi zaman Jepang.

Lalu aku kembali ke Perpustakaan dan ternyata buku Ahmad Tohari Orang-Orang Proyek ini belum aku baca sama sekali. Akan tetapi, apa yang kubaca tidak jauh berbeda dengan apa yang kulihat sekarang. Bedanya, di buku ini tokoh utama Pak Tarya, Kabul, Wati dan para kanca (teman-teman Pak Tarya) sedang membangun jembatan, maka apa yang ku rasa di dalam kehidupan kita sekarang ini adalah kehidupan miris orang-orang proyek ini lebih buruk dibanding kehidupan dan cerita telanovela.

Aku memang tinggal di Pamulang, akan tetapi di kehidupan sehari-hariku ada banyak kuli bangunan, mereka berasal dari keluarga dan tetangga serta para pencari kehidupan. Akan tetapi di kota besar kehidupan mereka digadaikan pada akhir proyek pembuatan. Mereka ingin beli bakso, ingin beli makanan keliling selain makanan rumahan, akan tetapi tidak punya uang, itulah kehidupan orang-orang proyek.

Apalagi di kota besar seperti di Jakarta, mereka mau makan saja susah, harus jauh ke dalam mengambil jatah, sampai lokasi sudah lapar duluan, akan tetapi ya itu semua untuk mencari kehidupan. Akan tetapi di kota besar mereka lebih senang, karena dapat fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang akan di dapat jika mereka sakit dan meninggal dunia. Ngeri sekali, masa meninggal dunia diasuransikan seperti para pekerja di Jepang yang bunuh diri karena tidak ingin mendapat asuransi.

Pamulang 4 Desember 2017
17.44

(Kisah dan Sejarah Jilbab selama 25 tahun (Periode 1992-2017) )

Sebenarnya sudah lama aku ingin menulis kisah dan pengamatanku tentang fenomena jilbab dari sejak aku pertama kali mengenakan tahun 1992 saat di SMPN Sardonohardjo dan mondok di Pesantren Sunan Pandanaran hingga saat ini 2017, aku mengenakan hijab untuk bekerja atau OOTD.

Kerudung Era 90an

Pada awal tahun 1990an, gaya hidup belum semeriah sekarang. Era orde baru, meski penuh dengan sejarah kelam tentang korupsi dan nepotisme, tapi masa-masa itu kaum muslim di Indonesia di mana aku tinggal tidak banyak gaya, tampil seadanya dengan jilbab sederhana. Waktu di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.

Sejak dahulu model penutup kepala (kerudung), jilbab atau hijab mengalami banyak perubahan. Ibuku adalah seorang pedagang yang suka memakai kerudung langsungan model brokat lama atau selendang disampirkan. Pada saat periode aku kecil 1979-1980an orang Indonesia belum begitu rapat menutup kepala, ala kadarnya saja tradisional yang penting sopan. Anak-anak usia sekolah seperti SD-SMP juga jarang mengenakan jilbab kecuali sekolah yang berbasiskan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Pada tahun 1992 lulus SD aku melanjutkan ke SMP 30 Ngaglik, Sardonoharjo Sleman dan mondok di PP Sunan Pandanaran, nyantri kepada Kyai Mufid Mas’ud. Waktu itu aku datang ke pondok diantar kakak pertama dan di tengok A Iwan setiap bulan. Kadang di PPSPA aku nakal curi-curi kesempatan kabur dari kobong jalan naik colt Kaliurang berhenti di depan Mirota Kampus kemudian naik bis pemuda ke rumah kakak di Condongcatur.

Saat SMP ini cara pake jilbabku, begitu juga ketika bermain sesama santri PPSPA. Jilbab segi empat biasa yang bisa kubeli di pasar dengan aneka warna, kalau di dalam kita pake sarung dan tidak berkerudung, atau  jilbab langsungan. Waktu itu di asrama SQL (khusus Sekolah Luar) dimana anak2 pandanaran yang sekolah di luar MTS dan MASPA. Temanku di SMP hanya anak pondok saja yang berhijab yang lain tidak ada.  Kala itu periode 1992-1995.

Pada 1996 aku masuk SMU Muhammadiyah II dimana waktu itu semua murid perempuan berjilbab. Aku masuk sekolah ini karena aku gagal di terima di SMA 7 tadinya kakakku menyarankan aku masuk SMA negeri dan lanjut mondok di Krapyak. Tapi takdir mengatakan lain, NEM ku kurang dua digit sehingga aku gagal masuk SMA negeri unggulan di Jogja.

Jilbab saat SMA

Saat SMA aku berkenalan dengan banyak teman ada yang asli Jogja, ada juga yang dari luar kota seperti Kalimantan, Riau, Kuningan dan daerah lainnnya, aku masuk kelas IPA I Muha. Ada dua orang teman searah yang sering berangkat dan pulang bareng ke sekolah yaitu Veny Setyaningrum dan Nida Nadia.Veny bawa motor sendiri dari rumahnya Jambu Sari aku suka berangkat bareng, sedangkan Nida tinggal di Timoho bersama kakaknya yang kuliah di UII ada 3 orang.

Bersama Veny dan Nida aku banyak menghabiskan waktu berangkat dan pulang sekolah. Di kelas aku bukan termasuk anak pintar, aku sering nakal dan bolosan bersama Dyank Aflahah main radio Geronimo atau ke Malioboro Mall. Sedangkan Nida adalah anak yang pendiam dan sopan, orang Sunda banget yang halus bertutur kata, rapi berpenampilan dan tekun belajar.

Sama Veny Sebelum Balik ke Jambusari Jogja

Sedangkan Veny itu anak manja, orangtuanya dosen UII dan sudah lama tinggal di Jogja, ayahnya asli Kulonprogo dan ibunya Makassar. Aku sering banyak jalan sama veny kadang hunting jilbab di beberapa toko baju muslim, jilbabnya bagus-bagus, namun pernah juga kita beli jilbab meteran.

Jilbab meteran ini kita beli biasanya di Jalan Solo ada sebuah toko bernama Bombay Textil dekat Toserba Gardena, sebrang Galeria Mall. Bahan untuk jilbab di sana cakep-cakep, ada aneka warna kebanyakan berbahan tipis seperti sutra India, tapi harganya terjangkau. Kita berdua senang dan beli beberapa warna lalu kita jahit pinggirannya.

Jilbab meteran aku pakai di depan tugu

Kalau tidak sama Veny aku kadang cari jilbab sendiri di toko bahan cari bahan yang ringan dan motif tidak pasaran. Hal ini berlanjut hingga kuliah, aku sering mix match pakaian dengan jilbab meteran atau jilbab biasa yang aku beli di pasar berbahan katun segi empat

Jilbab Era Awal Tahun 2000-an.

Saat awal kuliah orang yang suka menjaga penampilan, tampil modis dan lipstikan. Akan tetapi setelah aku aktif di organisasi aku berubah total tidak suka dandan dan tidak peduli penampilan. Kampus putih IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga merubah cara pandangku tentang gaya hidup dan kesederhanaan. Aku senang melihat mahasiswa UIN yang tampil sederhana, kaosan, sandal jepitan dan tidak mengutamakan penanmpilan. Akan tetapi mereka kritis dan sangat pintar dalam pemikiran. Terlihat saat berdiskusi dalam aneka bidang baik sosial filsafat atau keagamaan. Saat itu aku lebih senang beli buku daripada pakaian.

 

Pada tahun 2002 aku ketemu mas Arif dan berkenalan dan bertemu dengan temann-temannya di pergerakan. Aku juga ikut dengan orang-orang NGO di Jogja.Aku aktif di Solidaritas Perempuan Kinasih dan Mas arif saat itu merintis usaha kaos bersama Mas Yusrol di Laron oblonk. Saat wisuda tahun 2003 aku dibelikan jilbab hijau yang sampai sekarang masih terawat dengan baik.

Jilbab hadiah wisuda terakhir aku pakai ke Perpus Depdikbud Juli 2017, sudah 14 tahun usia jilbab

Di LSM aku belajar banyak tentang isu pangan dan perubahan iklim, aku waktu itu kenalan dengan mba Farida, Mbak Tini sastra dan Rini YA. Ada sekitar dua tahun aku aktif di SP Kinasih mengelola buletin dan berkenalan dengan mas Kus Indarto seorang illustrator komik dari ISI, waktu itu kantor SP di lantai 2 Gedung AJI Gejayan.

Ini jilbab ketika di LSM

Usai lulus aku kerja di Kebayoran Lama tapi tidak lama, hanya periode Desember – Mei 2004. Aku tidak kuat di Jakarta dan kembali ke Jogja, Mas Arif waktu itu sudah pindah ke Malang. Namun aku kembali lagi ke Jakarta dan bekerja di Cililitan, waktu itu aku tinggal di guru alif satu kost sama Sunariyah. Di samping bekerja aku juga berjualan sandal buka lapak di Senayan sebrang hotel Mulia berangkat jam 4 subuh, suka sendirian atau kadang juga ditemani Nana adiknya Sunar.

Sunariyah, teman pertamakali di Jakarta, bertemu sejak masih di YLKI

Bersama Sunariyah teman pertama di Jakarta berteman sejak di YLKI

Ini jilbab ketiika aku awal kerja di Jakarta

Pada November 2004 aku ditawari kerja merintis penerbitan Pustaka Alvabet bersama bang Ahmad Zaky dan Pak Baedhowi. Waktu sudah ada Lika, Pak Pri dan Mas fahmi. Bang Zaky sebagai Direktur dan aku Redaktur Pelaksana.

Jilbab kain meteran bersejarah aku pakai di acara pameran Buku Pustaka Alvabet

Selama di Alvabet, semua naskah yang akan diterbitkan harus mendapat persetujuan Dewan Redaksi dan Pemegang Saham. Waktu itu ada 5 orang  Pak Bae, HBS, SRP, TAA dan IAF. Aku banyak mengenal mereka selama periode 2004-2007. Garis hidupku berjalan linear, skripsiku tentang Fazlur Rahman dan aku bekerja bersama para penerus pemikiran Neo Modernisne itu. Entah kebetulan atau tidak bagiku ini sangat berguna saat ini juga di masa yang akan datang.

Pada 2007 aku pindah kerja ke Kalibata. Saat itu kantorku menjadi mitra Kemendikbud. Aku sering rapat di Senayan dan liputan ke daerah juga acara-acara Kependidikan.Waktu itu aku suka mengenakan jilbab minimalis dengan ditarik ke belakang terasa simpel dan elegan. Dulu aku suka model ini karena praktis dan simpel sehingga terkesan stylish. Sampai sekarang kebanyakan orang Indonesia mengenakan model jilbab seperti ini.

Di Acara Rembug Nasional Pendidikan era Pak Nuh

Pada 2009 aku berhenti kerja dari Kalibata dan aktif kembali di SP sebagai Dewan Pengawas Komunitas. Inilah penyesalaanku terbesar aku sakit parah sepulang kongres SP di Jakarta,  hingga baru sembuh pada 2010 dan aku kembali bekerja di Kalibata. Aku juga merintis usaha online Gerai Amira, di sana aku jualan sandal, kaos nama, jilbab dan baju muslim.

Sama ketiga kakak pengrajin sandal

ini jilbabku saat jualan online.

Jilbab Langsungan

Booming Pashmina dan Shawl Pada 2010

Pada  periode 2010-2012 aku suka memakai jilbab pashmina yang simpel dengan aneka warna menarik. Biasanya aku beli di Thamrin city dengan harga murah 100 ribu dapat tiga kadang empat. Biasanya aku beli di lantai 5 Thamcit setiap senin dan kamis atau pasar Tasik istilah pengunjung.Kadang aku beli juga di Pamulang square atau Point Square, namun harganya selisih di atas dikit dari jilbab Thamcit.Sesekali beli online juga di Saqina.com.

Pashmina Ceruty Thamcit

Saat lebaran memakai jilbab Saqina

Pada tahun itu juga aku kembali bekerja kali  ini di Empang tiga Pejaten Timur. Namun tidak lama aku sakit typus dan akhirnya tergoda lagi merintis usaha. Aku buka toko jersey di Pamulang. Awalnya laris hingga akhirnya sepi dan bangkrut. Aku berhenti buka toko setelah Apa meninggal dan kembali bekerja di Kebayoran lama pada Maret 2015.

Saat Kerja di Kebayoran Lama

Aneka Shawl dan Pashmina suka aku kenakan, saat itu aku bekerja sebagai Ghost Writer. Aku suka juga jilbab berbahan kaos tipis agar mudah dibentuk dan jilbab tipis pashmina ringan bermotif.

Pada awal tahun 2014 mulai banyak jilbab berbahan jersey besar yang sepadan dengan gamis, ukurannya besar dan panjang menjuntai.Fenomena ini berkembang setelah banyak orang berumroh.Aku sempat beli untuk pengajian, dan sempat jualan dan dikirim ke Arab Saudi.

Pada Mei 2016 aku berhenti kerja, aku memilih menjadi ghost writer dan cari klien sendiri atau tim marketing. Selama 1, 5 tahun aku riset di daerah atau berlama -lama di perpustakaan, tapi lebih sering di rumah Pamulang dan lebih sering pulang ke Sukabumi. Aku juga sempat sakit cukup lama waktu hingga aku mengundurkan diri dari pengurus pengajian.

Pulang ke Sukabumi Stasiun Cibadak

Saat off ngantor aku sering memakai gamis katun dan jilbab jersey yang aku jahit di Bu Hardyanto tetangga  depan rumah Pamulang elok, aku suka jahitannya rapi rendanya juga menyesuaikan. Aku berburu gamis katun lucu, ada yang jahit ada juga diskonan dan kadang dikirim juga dari kakak ipar mas arif Mbak  Lilik dari Malang.

Jilbab karya Bu Hardyanto

Pada 2016 aku lupa bulan apa, aku memutuskan untuk berganti model dari pashmina, atau segiempat tarik belakang,  ke model jilbab segi empat yang menutup dada. Aku lupa awalnya kenapa, tiba-tiba pas acara formal aku memakai jilbab segi empat dan seterusnya. Kata Mas Arif jilbab yang kupakai sekarang lebih sopan dari sebelumnya pashmina yang kata dia bentuknya tidak beraturan, disilang sana sini (uwel-uwelan) dan memakai bross besar kadang menurut dia kurang berkenan.

Aku membuka koleksi lama, untung masih ada.Beberapa koleksi jilbab segi empat aneka warna berbahan chiffon (sifon), ceruti dan voile. Ada juga jilbab Turki oleh-oleh haji dari kakak ipar mbak Atik dan jilbab berbahan hycon dari mbak Lilik, masih kusimpan dengan baik.

Jilbab Turki Oleh-oleh Haji

Tidak lama kemudian pada Mei 2016 mulai beredar jilbab licin yang harganya lumayan.Waktu itu aku dikasih Arien saat main ke kantor Kalibata. Aku suka warna merah dan hitam, aku pakai di acara Ubud Writers dan Readers Festival Oktober 2016 di Ubud, Bali.

Jilbab merah penuh kisah

Di Ubud Gianyar Bali

Ada banyak bahan dasar jilbab dari mulai sifon (chiffon), hycon, voile, sutra, spandek, ceruty, higet, rayon, PE (poly ethilene), TC atau Tetoron cotton, kaos, rajut, jersey, katun, kashmir, dan polyster. Belakangan ada juga bahan mulberry silk, katun (cotton tyrex), voal, dan poycrepe.

Belakangan jilbab segi empat satin yang berbahan printing menjadi model kekinian dan dijual dengan harga menjulang.

Aneka Warna Jilbab (HL)

Aku juga bernah menjual jilbab segi empat yang ada bordir pinggiran dan jilbab langsungan bermonte dulu pesan di mbak Iim Azizah Kakak ipar Semarang, sampai sekarang jilbabnya suka aku kenakan. Pernah pula pesan jilbab Padang saat Dewi Nofrita pulang ke kampung halaman di Bukit Tinggi.

Jilbab coklat bordir dari Mbak IIm Semarang

Jilbab coklat bordir dari Mbak Iim Azizah Semarang

Gencarnya Promo Jilbab di Instagram (IG)

Sejak instagram booming pada 2014 hingga  tahun sekarang,  fashion muslim dan hijab berkibar di IG. Aneka hijab di jual dengan harga beragam dari 30 ribuan sampe 280 ribu beredar di di kalangan toko online di IG yang diendorse selebgram.

Ada satu akun yang sering aku jadi rujukan di IG namanya @heavin_lights. Jilbabnya keren dengan warna dan motif kekinian. Model andalannya adalah Mega Iskanti humas Wardah yang sangat elegan mengenakan aneka hijab, baik pashmina, segi empat maupun syar’i.

Koleksi Jilbab HL Motif

Akan tetapi aku kalau pesan tidak  pernah kebagian karena akun itu kebanyakan milik ratusan reseller padahal aku cuma beli satu saja. Dari akun ini aku menemukan banyak model dan warna jilbab kekinian terutama warna pastel yang sebelumnya tidak aku kenal seperti dusty pink, mocca cappucino, green avocado, peach, baby pink dll.

Aku punya satu jilbab dari HL berwarna abu, nama jilbabnya Selena Grey berbahan mulberry silk.
Satu warna coklat, hijau atau pink saja skg turunannya bisa memiliki 4 sampai lima warna gradasi dari yang paling tua sampai paling muda dan warna soft (lembut).Meski tidak pernah antrian, aku  dapat mengakalinya dengan menscreenshot dan mencari warna serupa di toko langganan.Beberapa aku dapat harganyapun murah dan tidak pakai ongkir.

Warna mocca capucino, atau Peach Makuta dan warna abu-abu serta warna lembut saat ini menjadi incaran setelah grey dan dusty pink, green mint dan pastel purple. Di IG HL warna ini laris manis dan jadi rebutan setiap upload.yang pesen sampai antri seharian.

Warna Pastel Purple

Toko online HL yang sangat

Selain itu aku mengkritisi para artis yang menjual jilbab printing dengan harga tinggi seperti merk Mandja dan Ashanty,menurutku itu tidak bagus untuk persaingan dunia hijab. Jangan jadikan bisnis ini terlalu berlebihan mengeruk keuntungan.

Aku follow akun @kain_printing yang menjual harga jilbab printing aneka bahan. Di situ dia jual dengan harga 90 rb sampai 110 ribuan silahkan buka jika penasaran. Di sini anda bia tahu modal jilbab printing artis kenamaan, dari biaya produksi 90 ribuan, para artis tenar  menjualnya hingga di atas 200 ribuan, karena ditambahi merk kenamaan…wah…

Akan tetapi fenomena jilbab printing ini tidak tahu sampai kapan,yang jelas aku lihat responnya rame di awal sepi belakangan padahal banyak outlet tersebar.

Sekarang orang berpikir dua kali  untuk beli jilbab mahal, karena sudah menjauh dari tujuan awal menutup aurat. Sebenarnya sah-sah saja itu dilakukan utk meramaikan dunia fashion hijab kekinian asal jangan terlalu berlebihan.

Saat kerja untuk acara 17 Agustus tahun ini di KC

Belum lama ini aku dapat jilbab oleh-oleh dari luar negeri saat Elin kuliah di Australia, berwarna biru dan abu, motifnya lucu ada yang motif aneka garis dan kubus ada yang sangat aku suka, yaitu motif speda, setahuku ini jarang yang punya. Kakakku di Bantul sekarang berjilbab lebar, dia lungsurkan juga banyak banget aneka warna jilbab segi empat yang biasa dia pakai sebagai PNS, yaitu jilbab sifon dan jilbab batik sutra, aku senang dan kegirangan bisa mix match buat aku kerja.

Saat acara pemuda milenial berdamai dengan sesama dan lingkungan, pake jilbab batik sutra dari teh geugeu

Mungkin itu saja pengamatan dan pengalamanku tentang dunia hijab. Foto yang aku tampilkan hanya menggambarkan variasi dan perkembangan  model berjilbab tidak bermaksud pamer,hanya menjelaskan perkembangan model, tapi terserah juga jika ada yg berpendapat demikian.

Jilbab Paling Sering kupakai warna baby pink

Sebenarnya masih banyak cerita tentang pernik pelengkap hijab seperti  ciput, atau inner serta bross yang menjadi pemanis hijab.Waktu masih pake pashmina aku suka mengkombinasikan dengan kalung etnik dulu suka koleksi dan titip Mas Arif saat dinas luar kota. Tapi sekarang sudah jarang aku kenakan.

Berkaitan dengan bross aku suka beli secara kebetulan di penjual keliling yang lewat, saat bazaar atau belakangan beli di kakak ipar Teh Neng A Iwan.Murah meriah harganya 15.000an. Dua minggu lalu aru saja menemukan bross cantik dari limbah plastik kresek kreasi ibu-ibu upcycle Depok. Wah ini keren sekali bagaimana pun sekarang era sustainability, mengolah sampah plastik menjadi bros cantik itu sangat keren.

Ini Bross Cantik dari Daur Ulang Kantong Kresek Plastik

Cerita selanjutnya tentang dunia hijab, jilbab, kerudung atau apalah yang aku pakai dan pernik lainnya. Saat menulis cerita ini di kereta jurusan Tanabang – Pasar Minggu baru, aku sedang memakai jilbab motif bunga kecil dengan bross dari limbah plastik kresek dan kaos orange untuk bekerja. Aku menyadari dalam hal berpakaian aku adalah orang tidak konsisten, kapan hari bisa berubah santun dan sopan, tapi juga adakalanya juga urakan ya seadanya aja, sebenarnya tidak terlalu mengikuti mode juga, aku lebih memilih kenyamanan dalam berbusana dan berjilbab.

Selain IG untuk mixmatch kadang aku suka memperhatikan gaya hijab para commuter sepanjang perjalanan Sudimara-Pasar Minggu Baru. Banyak inspirasi, apalagi jika duduk di gerbong perempuan itu seru dan menyenangkan.

Entah apa yang terjadi di masa depan dan entah model apa lagi hijab yang akan diminati dan kekinian.Terakhir aku lihat muncul jilbab brintik dan  jilbab printing motif bendera di status wa sebuah toko hijab langganan, setelah itu entah apa lagi.

Jilbab Kondangan Kekinian

Kita tunggu saja…Sebentar lagi sudah mau sampai kantor tempat aku bekerja, cukup mungkin ceritaku ini, mohon maaf jika tidak berkenan.Semoga bisa di sambung lagi  kapan-kapan.

Stasiun Tebet 12 Oktober 2017 pukul 08.48

Sejak Maret 2017, aku hampir tidak pernah menulis di blog. Sangat malas dan tidak semangat. Bulan Juli sampai September sempat non aktif, karena ada sesuatu berdasarkan tracking dan menghilang sejenak dari google agar namanya tak muncul. Kadang aq berpikir, aq terlalu show up atau show off di blog, jadi adakalanya malu dan geli baca tulisan yang sudah lama, jadi lebih baik ditutup aja blogku, aku kadang berpikir demikian.

Seiring berjalannya waktu dan kerjaannya menumpuk aku larut dalam rutinitas. Beberapa hari yang lalu, aku buka detik.com dan ada tulisan tentang philantropis Bill Gates yang baru-baru ini rajin ngeblog review buku….ya ampuun seneng banget bacanya. Secara aku sejak lama review buku di blog ini, tapi aku tidak pernah peduli ada yang baca atau tidak, tapi bagiku ini sangat menyenangkan. Keponakanku  Auliani Ekasari Putri dari Jogja juga tanya kok bibi blognya ga aktif, akhirnya kemarin aku aktifin lagi.

Apa yang aku geluti sejak lama sekarang sudah banyak dilakukan orang. Aku salut dan sangat respek pada orang yang suka membaca atau pegiat literasi, meskipun kadang aku sendiri merasakan tidak semua orang suka membaca. Bahkan ada yang mengatakan aku terlalu teksbook dan kebanyakan teori, lebih baik banyak berbuat tidak usah terlalu lama baca buku, kata sebagian orang, yah bagiku itu adalah pilihan-pilihan kita dalam melakukan suatu kegiatan.

Salam Literasi bersama Guru Berprestasi

Bagiku membaca saat ini adalah suatu yang mahal. Duduk, meluangkan waktu dan menelisik lembar demi lembar itu sangat menyenangkan. Di tengah kerjaan yang menumpuk. Dengan membaca Kita dilatih untuk berempati dan peduli dengan apa yang diceritakan penulis. Nah, itulah kekuatan literasi, olah rasa, olah jiwa dengan bacaan. Dari situ kita akan merasakan suatu kepuasaan tersendiri dengan apa yang disampaikan penulis, setting cerita dan terbawa suasana. Apalagi jika bukunya bagus kita review supaya orang juga tahu apa yang kita baca mereka rajin membaca dan membeli buku yang kita punya.

Beberapa waktu yang lalu, dalam kurun waktu teakhir saya rajin mengunjungi perpus Kemendikbud, UIN Jakarta, Kemenkes, Perpusnas, FKM UI dan terakhir Perpustakaan Bank Indonesia.Saya suka berlama-lama di perpustakaan, karena tuntutan pekerjaan, setelah lama di lapangan untuk liputan dan bahan penulisan, biasanya saya mencari referensi di perpus. Tapi saya lebih suka perpus yang ga ada wifinya jadi kita tenang bisa membaca sampai selesai. Nanti kapan-kapan aku akan cerita pengalamanku selama 1,5 tahun mengunjungi aneka perpustakaan, ini seru dan mengasyikkan meskipun aku harus mengakhirinya karena harus ngantor lagi beberapa bulan belakangan.

di Perpustakaan Kemendikbud

Saat ini gerakan literasi sudah mulai menyeruak di berbagai lini, lingkungan sekolah misalnya, setelah berdoa diharapkan setiap murid membaca selama 10 menit buku cerita, itu yang diajarkan para guru untuk melatih murid agar senantiasa gemar membaca. Semoga kedepan orang akan semakin banyak membaca dan tentu saja, biasanya orang bisa menulis karena suka membaca. Jangan larut dengan hal-hal yang praktis luangkan waktu untuk menulis dan membaca.

di perpustakaan Bank Indonesia

Pepatah mengatakan jika Sahabat terbaik adalah buku, ya buku bisa kita bawa saat susah senang dan melanglang buana kemanapun si penulis membawa cerita. Mencintai buku adalah mencintai ilmu pengetahuan, semakin banyak membaca semakin kita merasa bodoh. Disitulah kita menjadi tidak mudah terpengaruh dengan berita online dan berita hoaks yang bertebaran. Dengan membaca kita juga punya second opinion, referensi dan rujukan. Apapagi aku suka menstabilo kutipan yang memotivasi atau kata-kata bijak yang menyentuh hati. Bagiku itu ibarat kita menemukan berlian di tengah pusaran padang pasir.

kutipan-kutipan seperti ini yang kusuka

Maka mari kita rajin membaca, menulis apa saja, menulis puisi, cerpen atau menulis di blog, atau opini selagi sempat. Jangan menulis status kebencian atau sikap nyinyir yang justru membuat orang tidak nyaman. Barbaik sangka sama orang, dan tidak menyimpan rasa dendam, maka hati kita menjadi lapang. Kita menulis, bekerja apapun yang kita lakukan diniati ibadah, tidak mengharap pujian manusia, karena yang berhak menilai diri kita adalah Tuhan. Salam Literasi

Salam Literasi

Berikut saya tulis link yang membuat saya termotivasi untuk menulis di blog lagi, tidak jadi menutupnya.

Pejaten 7 September 2017

Salam Literasi

https://inet.detik.com/cyberlife/d-3629030/ternyata-ini-hobi-bill-gates-yang-membuatnya-pintar

Ternyata Ini Hobi Bill Gates yang Membuatnya Pintar

Fino Yurio Kristo – detikInet
Share 0 Tweet 0 Share 0 1 komentar
Bill Gates (Foto: Internet)

Jakarta – Bill Gates mengaku sudah kecanduan membaca sejak kecil. Itu adalah salah satu kunci kepintaran dan kesuksesan pendiri Microsoft tersebut. Tak sekadar membaca, ia bahkan juga sempat menulis beberapa review buku di blognya, Gates Notes.

Berikut wawancara singkat dengan Bill Gates yang menceritakan soal kecanduannya membaca, dikutip detikINET dari New York Times.

Seperti apa peran membaca dalam hidup Anda?

Membaca adalah salah satu cara utama bagiku untuk belajar dan telah kulakukan sejak masa kanak-kanak. Belakangan ini, aku memang mengunjungi tempat-tempat menarik, bertemu dengan para ilmuwan, dan menyaksikan banyak kuliah online. Tapi membaca masih tetap menjadi cara utama bagiku mempelajari hal-hal baru dan menguji pemahamanku.

Bill Gates

Apa yang membuat Anda memutuskan menulis review buku di blog?

Aku selalu suka membaca dan belajar, jadi kupikir akan bagus jika orang membaca sebuah review buku dan juga merasa terdorong untuk membaca dan membagikan apa yang mereka pikirkan dengan teman-temannya.

Salah satu alasan utama aku memulai blog memang adalah untuk membagikan pemikiranku soal apa yang kubaca. Jadi menyenangkan melihat orang menulis reaksi dan rekomendasi mereka di kolom komentar.

Bagaimana Anda memilih buku yang akan dibaca?

Melinda dan aku kadang saling bertukar buku yang kami suka. Aku juga mendapatkan rekomendasi dari teman. Setelah menyelesaikan buku yang bagus, aku sering mencoba menemukan buku lain karya penulis yang sama atau buku yang mirip tentang subyek yang sama.

Buku apa yang sering Anda rekomendasikan?

Aku membaca buku The Better Angels of Our Nature karya Stephen Pinker beberapa tahun lalu dan setelahnya langsung aku menemui Stephen untuk bicara padanya. Aku review buku itu di Gates Notes karena aku ingin orang lain membacanya, menyukainya dan belajar darinya seperti halnya diriku. Ini mungkin buku favoritku dan yang paling sering kurekomendasikan.

Apakah Anda juga membaca novel?

Aku memang tidak membaca banyak fiksi tapi pernah terkejut karena merasa sangat suka dengan novel berjudul The Rosie Project karya Graeme Simsion. Melinda yang pertama membacanya dan kadang membacanya dengan suara keras. Akhirnya, aku memutuskan untuk juga membacanya.

Aku mulai membaca novel itu pada jam 11 malam dan keterusan sampai jam 3 dini hari. Novel itu sangat lucu dan juga menunjukkan banyak empati bagi orang yang berjuang di berbagai situasi sosial.

Jika anda ingin membaca website pribadi Bill Gates, silahkan kunjungi http://www.gatesnotes.com

Pada bulan Agustus kemarin, alhamdulillah saya berhasil melunasi rumah cicilan di Pamulang Elok yang seharusnya 10 tahun menjadi 8 tahun. Alangkah bahagianya sekarang ini karena sudah tidak memiliki lagi cicilan tiap bulannya. Meski cicilan sebesar 1.250.000 tapi sekarang ini tanpa ada cicilan sudahterasa ringan. Cara pelunasan kredit rumah gampang kok, saya yang dulu membuka di Bank Tabungan Negara (BTN) BSD bisa melunasi di mana saja, saya melunasi di Bank BTN Pamulang. Saya membawa semua berkas ketika akad kredit dulu ke Bank BTN dan disana diberi bukti tanda pelunasan. Setelah lunas sehari kemudian saya dan mas Arif pergi ke Cikokol untuk mengambil sertifikat Hak Guna Bangunan. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengambil sertifikat HGB diantaranya KTP asli, bukti pelunasan dll. Harus dua kali kesana yang pertama ngasihin berkas yang kedua ngambil sertifikat HGB.

BTN Cikokol

BTN Cikokol

Setelah berkas lengkap di Cikokol, kunjungan kedua kita akan diberi satu bundel surat-surat lengkap rumah termasuk di dalamnya IMB (Izin Membuat Bangunan), sertifikat Hak Guna Bangunan, surat roya dari BTN dan bukti-bukti lainnya. Kalau ke BTN harus pagi2 karena antri, persyaratan kita dilihat lengkap dan jangan lupa bawa KTP asli dan surat berharga lainnya.

Setelah berkas dari BTN lengkap, maka berkas tersebut saya bawa ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Depok di Grand Depok City. Sempat muter-muter cari alamat BPN Kota Depok, karena kita gak tahu ternyata jauh banget harus 1,5 jam dari Pamulang lewat jalan Sawangan, tepatnya di komplek perkantoran kota Depok deket kolam renang dan pemadam kebakaran.

Kantor BPN Kota Depok

Kantor BPN Kota Depok

Sebelum datang ke BPN Depok saya riset di internet cara-cara ngurus sertifikat rumah sendiri dan ternyata kebijakan baru ada layanan sabtu minggu. Pada saat itu hari sabtu, kita berangkat jam setengah 10 ternyata sampai sana sudah setengah 12 dan harus kembali lagi besok minggu, kita melakukan pendaftaran dan mengisi form pengecekan berkas. Di koperasi BPN ada 3 macam map yaitu pendaftaran, pengecekan, roya dan peningkatan hak mapnya beda2 warnanya dan persayaratannya juga beda2, dan ketika saya tanya ke petugas saya harus ngisi form pendaftaran dan roya. Jika anda bingung, tanya saja persyaratannya sama petugas atau penjaga koperasi. Syarat untuk roya dan pengecekan itu beda-beda, tapi rata2 semua syaratnya sudah ada di berkas yang dikasih sama bank. Hari sabtu itu saya harus mengisi map untuk roya dan dimasukkan hari minggu.

Beberapa tahapan mengurus sertifikat

Beberapa tahapan mengurus sertifikat

Hari minggu saya datang lebih pagi, namun petugas di BPN Depok sepi hanya ada beberapa petugas saja, saya pun menyerahkan berkas dan mereka bilang dokumen roya akan jadi dalam seminggu. Jadi saya patuh saja dan membayar sejumlah dana untuk administrasi. Setelah itu tak lama pulang. Seminggu kemudian, saya kembali ke BPN dan berkas roya saya sudah selesai, lalu saya mengisi berkas di map pengecekan, setelah di cek ada biaya administrasi lagi tapi sedikit sih termasuk murah lah. Setelah tahap pengecekan selesai saya mengisi berkas peningkatan hak. Saya mengurus sertifikat peningkatan Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Sertifikat Hak Milik. Berikut saya lampirkan persyaratannya.

Berkas dan Persyaratan yang Harus disiapkan

Berkas dan Persyaratan yang Harus disiapkan

Berikut-berikutnya saya tidak pernah lagi datang hari minggu ke BPN Depok, saya lebih senang sabtu karena petugas lengkap dan seminggu kemudian setelah saya melengkapi berkas peningkatan hak, saya harus membayar lagi biaya administrasi dan jadilah sertifikat hak milik kita (SHM). Jadi alhamdulillah meskipun kita bekerja, hari sabtu dan minggu kita bisa ngurus sertifikat sendiri dengan biaya murah. Sementara itu jika kita ngurus ke notaris biayanya bisa mencapai Rp.2.500.000.

Saya bersyukur sekali dan mungkin ini adalah salah satu revolusi mental dalam bidang pertanahan. Terimakasih BPN Depok

Kebayoran Lama 7 Oktober 2015
Pukul 17:12

Setelah hampir tiga bulan sibuk dengan aktifitas kantor, akhirnya aku sempat juga nulis tentang jalan-jalan ketika lebaran kemarin ke Blitar dan Sukabumi di Mudik Lebaran 2015 atau 1436 H. Kami (aku sama mas arif) berangkat berangkat mudik ke Blitar naik kereta hari kamis 16 Juli 2015. Baru kali ini juga kita berangkat maleman takbir dan gak keburu sholat ied. Jauh-jauh hari kami memesan tiket tiga bulan yang lalu dan dapatnya pas maleman Takbir tapi gak papalah dari pada gak dapat tiket. Karena saking sulitnya dapat tiket, saya sama mas Arif duduk beda gerbong hehehe…

Sesampainya di Blitar kami dijemput sama Nanda dan Mbak Lilik dan langsung ke rumah keluarga besar kami di Banggle Kanigoro. Karena sudah suasana lebaran, kami cuma istirahat sebentar dan langsung silaturahmi dengan tetangga di sana, sorenya langsung ke makam.

Di depan rumah Banggle

Di depan rumah Banggle

Setelah keliling ke rumah tetangga, kami bercengkrama dengan saudara yang lama tidak ketemu. Esok harinya kita keliling ke saudara dari pihak almarhum mertua Moehjiddin dan Umi Sulaimah juga mengunjungi saudara kakak ipar, mertua ipar, kakak dan adik kandung mas Arif. Ada tiga mobil rombongan keluarga besar kami secara bergiliran mengunjungi berbagai tempat. Kami juga mengunjungi nenek dan para orang tua yang sudah lanjut usia. Selama dua hari berturut-turut kita berkeliling silaturahmi, tidak lupa juga mengunjungi cucu yang baru lahir. Sepulang dari sana kita kuliner makan bakso di kota Blitar.

Keluarga besar Moehjiddin

Keluarga besar Moehjiddin

Esok harinya kita wisata ke laut yaitu ke pantai Tambakrejo yang melewati gunung dan bukit di sebelah selatan kota Blitar.

Pantai Tambak

Pantai Tambak

Hari ketiga adalah reuni keluarga besar di daerah yang lumayan jauh dari kota Blitar. Reuni keluarga ini rutin tiap tahun diadakan dari keluarga adiknya almarhum mertua Moehjiddin. Senang sekali kumpul keluarga besar meski banyak yang gak saling kenal tapi acaranya guyub dan makanannya enak.

Pulang Reuni Keluarga Besar Trah almarhum Moehjiddin

Pulang Reuni Keluarga Besar Trah almarhum Moehjiddin

Sepulang dari reuni keluarga, malamnya kami langsung ke Malang ke rumahnya Mbak Lilik di Plaosan. Sempat jenguk saudara yang terkena musibah dan silaturahmi dengan tetangga di Pamulang Elok. Selama di Malang kami wisata kuliner rujak dan bakso bakar enaak banget.

Bakso Bakar Malang

Bakso Bakar Malang

Setelah sehari di Malang kami langsung pulang lagi ke Pamulang lewat stasiun Malang. Sesampainya di Pamulang kita cuma istirahat sehari dan besoknya langsung jalan-jalan ke kampung aku di Bantarkaret Sukabumi Jawa Barat. Kami mengajak keponakan main ke Salabintana.

Main di Selabintana

Main di Selabintana

Sungguh refreshing bener nih setelah capek mudik ke Blitar, hawa sejuk daerah Selabintana benar-benar membuat kami semakin fresh. Setelah jalan-jalan dan main bola di rumput hijau, kami pun pulang dan makan bakso di goyang lidah. Anak-anak, ponakan kami Aldi, Raihan, Najmi, Dani dan Sulthon pun gembira menyanyi sepanjang jalan.
Lebaran kali ini sungguh menyenangkan, alhamdulillah. Hari minggu sore tanggal 26 Juli kami kembali lagi ke Jakarta untuk kemudian menyambut kerja di esok hari…

Selamat Hari Raya Iedul Fitri terimakasih keluarga Blitar dan Sukabumi sampai ketemu tahun depan jika ada umur.

Salam

Arif dan Eva

Merangkai Makna di Usia 36

Posted: May 3, 2015 by Eva in Inspirasi, Jalan-jalan, Pribadi

Pada ulang tahunku yang ke-36, 2 Mei 2015 kemarin. Aku tidak merayakan makan-makan dengan suami aku seperti tahun-tahun sebelumnya. Kebetulan tahun ini aku merayakannya di Indramayu, berkenaan dengan tugasku yang sedang melakukan riset tentang perikanan tangkap dan Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra. Sungguh istimewa aku memaknai ulangtahunku kali ini karena banyak rencana kedepan yang akan aku laksanakan bersama mas Arif.

Seminggu ini aku melakukan riset untuk penulisan buku tentang koperasi di Pantai Karangsong Indramayu. Sejak hari Rabu, aku udah berkunjung ke muara dan tempat pelelangan ikan Karangsong.

Aku Lagi Kerja di pesisir Pantai Karangsong

Aku Lagi Kerja di pesisir Pantai Karangsong

.

Potensi ikan di TPI Karangsong memang luar biasa, bertonton dengan aneka jenis ikan seperti tongkol, tenggiri, kakap merah, ikan cunang, ikan manyung, ikan patin, ikan kembung dan lain-lain. Omzet perhari bisa sampai 1 milyar lebih.

aku diatas kapal yang baru turun dari berlayar

aku diatas kapal yang baru turun dari berlayar

Hari Jumat, tepatnya 1 Mei 2015 aku jalan-jalan ke Pasar Mambo dan pendopo Kabupaten Indramayu sama pak Mamat, Sopir KPL Mina Sumitra, kota Indramayu memang tidak begitu besar, jadi kita mengitarinya cepat saja, keliling sebentar sebelum jadwal wawancara.

di Pasar Mambo

di Pasar Mambo

Setalah ke Pasar Mambo, saya mampir di Pendopo Kabupaten Indramayu, lumayan bagus pendoponya dan saya sempat berfoto2 di sana.

Di Depan Pendopo Kab.Indramayu

Di Depan Pendopo Kab.Indramayu

Pada hari sabtunya 2 Mei 2015, saya kembali ke TPI Karangsong untuk kemudian wawancara di Koperasi KPL Mina Sumitra, di hari ulang tahunku ini aku pagi2 di telfon mas Arif saat itu aku di pusat perbekalan, mendapat ucapan selamat dari veni dan Mbak Ika. Seperti tahun-tahun sebelumnya aku gak mau terekspose dengan facebook atau twitter ttg hari lahirku, cukup orang-orang terdekatku aja yang tahu bagiku udah sudah cukup. Menjelang makan siang aku disuguhi makanan khas Indramayu Gombyang Pindang Ikan Manyung.

Gombyang Kepala Ikan Manyung

Gombyang Kepala Ikan Manyung

Usai wawancara, aku pulang ke D’ Nisa Guest House di Pasar Baru deket Sport Centre. Selama 5 hari menginap di sini cukup nyaman, tempat tidurnya enak dan pegawainya juga ramah-ramah. Kamar mandinya juga bersih.

di penginapan D'Nisa Indramayu

di penginapan D’Nisa Indramayu

Sore aku istirahat dan mencoba merangkum apa saja yang bisa aku tulis seharian di Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra. Habis Ashar, Eka atau Farikhatul Udkhiyah temenku waktu SMP di Sunan Pandanaran Telepon dan mengabari kalau dia mau mengajak aku jalan-jalan keliling Indramayu. Dia datang habis Isya bersama suami dan anaknya, akhirnya kita keliling Indramayu dan makan di Sport Centre. Alhamdulilah aku seneng dapat berbagi cerita dan sampai akhirnya aku pulang ke Guest House lagi hari sudah malam.

Bersama Eka, temen di SMPN 30 Sardonoharjo Jogja

Bersama Eka, temen di SMPN 30 Sardonoharjo Jogja

Aku bersyukur di hari ulangtahunku yang ke-36 ini terasa penuh makna. Setiap langkah dan usaha aku yakin bahwa harus hidup ikhlas dan konsisten dalam bekerja. Agar di hari-hari ulangtahunku di masa yang akan datang, akan lebih bermakna. Terimakasih aku ucapkan buat teman2 dekat dan terutama suamiku yang selalu support aku dalam kondisi apapun.

Terkadang aku masih serasa bermimpi jika Apa, ayah yang kucintai meninggalkan aku untuk selamanya. Ada rasa rindu dan haru di relung hatiku yang paling dalam mengingat kenanganku bersama beliau sepanjang usiaku. Yang selalu kuingat ayahku adalah seorang imam mesjid dan peternak ikan yang gigih. Kedisiplinannya melaksanakan sholat lima waktu secara berjamaah belum ada satupun yang mengalahkannya. Sebagai imam masjid dan Khatib Sholat Jumat, kehidupan ayahku sepenuhnya diabdikan untuk agama yaitu beribadah kepada Allah SWT.

Apa sedang menulis Khutbah

Apa sedang menulis Khutbah

Nama lengkap ayahku Mualim Udin Jaenudin, lahir pada tanggal 3 Maret 1933, usianya saat meninggal 82 tahun. Usia panjang yang telah dia habiskan dengan penuh makna dengan membesarkan kesembilan anaknya. Sebagai anak bungsu, aku hanya sebentar mengalami kebersamaan bersama Apa yaitu waktu Sekolah Dasar. Setelah SMP hingga kuliah, aku lama di Jogja bersama kakakku dan jarang ketemu Apa. Tapi kenanganku yang sebentar sangat berkesan, menurut aq ayahku adalah orang yang paling sufi, nyaris tidak mempedulikan kehidupan duniawi, kesibukan sehari-hari adalah ibadah dan membaca Qur’an. Rutinitas sehari-hari selain ke mesjid adalah ngurus kolam ikan, bila menjelang idul fitri tiba di kampungku belum ada satupun yang berani mengganti imam shalat Iedul fitri, sepanjang usiaku Apa selalu menjadi imam besar Shalat Iedul fitri dan antrian orang yang ingin kambing atau sapi kurbannya di sembelih pada lebaran Iedul Adha.

Apa dan Keluarga di Makam Emak

Apa dan Keluarga di Makam Emak

Apa adalah orang yang ikhlas luar biasa. Setelah ditinggal oleh ibuku (Emak Halimah) 30 tahun yang lalu, dia seorang sosok yang mandiri, dia selalu mencuci dan menyetrika bajunya sendiri, setrikaan yang dikerjakan pun sangat rapi dan setrikaan anak-anaknya gak pernah kepake. Ditinggal jauh oleh anak-anaknya merantau ke Jogja dia tidak pernah mengeluh dan terus berusaha. Selama ini ayahku juga jarang sakit, meskipun dia pernah dirawat beberapa tahun yang lalu karena pusing berputar. Ayahku juga seorang perokok berat, dan pernah dirontgen kalau paru-parunya udah kotor oleh asap rokok, tapi ayahku gak pernah mau berhenti merokok.

Ayahku masih sehat, ketika pernikahan Novi

Ayahku masih sehat, ketika pernikahan Novi

Gigi ayahku sudah habis dan semuanya sudah ganti gigi palsu. Ayahku juga kalau makan gak mau yang asal-asalan, dia maunya makan enak kayak daging dan ikan. Kami sebagai anak-anaknya berusaha memenuhinya. Aku menyadari betul setelah aku menikah aku jarang pulang ke Sukabumi, itulah yang aku sesali sekarang. Aku pulang kadang sebulan sekali, setelah Apa meninggal aku berasa sangat menyesal kenapa aku gak sering pulang dan lebih banyak memperhatikan Apa.

Aku menengok Apa sebulan Sekali ke Sukabumi

Aku menengok Apa sebulan Sekali ke Sukabumi

Sekitar tahun 2013, apa mengeluh karena tidak bisa baca Alqur’an. Rupanya apa kena Katarak. Kami anak-anaknya menabung bersama untuk melakukan operasi katarak agar Apa dia bisa membaca Al-Qur’an. Karena setiap habis sholat dan Bulan Puasa ayahku tidak bisa lepas dari Al-Qu’an, kalau Ramadhan dia seminggu sekali Khatam Alqur’an. Setelah uang terkumpul, Apa malah tidak mau operasi katarak karena takut sakit dan sayang uangnya, tentu kami anak-anaknya kecewa, tapi itu pilihannya sehingga operasi katarakpun gagal digelar. Tidak lama setelah tidak jadi operasi, aku ditelfon kakaku di Sukabumi, bahwa Apa kena Herpes zoster (nama lain: shingles atau cacar ular cacar api). Cacar ini umum mengenai lansia, akupun pulang ke Sukabumi dan apa dirawat selama hampir dua minggu di Rumah Sakit Bunut Sukabumi.

Apa Kena Herpes Zoster

Apa Kena Herpes Zoster

Setelah sakit herpes, Apa semakin terpuruk dan kelihatan tak berdaya. Dia sering mengeluh sakit kepala yang tidak tertahankan. Aku pun mulai lebih sering pulang ke Sukabumi dan prihatin dengan kondisi apa. Setelah hampir setahun kena Herpes ayahku dirawat sama kakak-kakakku di Sukabumi. Rupanya sakit herpes yang dulu kena syaraf dan akibatnya apa sudah menjadi pelupa. Setelah melewati rawat jalan, berangsur-angsur apa mulai pulih dan keliatan kembali sehat.

Apa setelah sembuh dari Herpes Zoster

Apa setelah sembuh dari Herpes Zoster

.

Karena sering sakit-sakitan dan usia mulai senja Apa sering terbaring di tempat tidur dan hanya bisa pasrah. Tidak bisa ke mesjid dan tidak bisa membaca Al-Qur’an. Kami anak-anaknya pun merasa sedih melihat kondisi ini. Saya pun berusaha membesarkan hatinya dan berniat membuat kartu BPJS buat jaga-jaga.

Foto terakhir untuk BPJS

Foto terakhir untuk BPJS

Enam bulan berselang sejak kesembuhan dari Herpes zoster, ayahku sesak napas dan gak bisa makan. Kami sekeluarga kumpul dan bermusyawarah bagaimana baiknya demi kesembuhan apa. Ternyata setelah diperiksa dokter di RS Kartika Sukabumi, Apa mengalami pembengkakan jantung dan lambung, juga paru2. Akhirnya dirawatlah di RS Kartika selama dua hari. Tidak lama setelah dirawat, kurang lebih satu bulan, Apa meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Aku ditelfon kakakku jam setengah 3 malam dan langsung ke Sukabumi sama mas Arif, sampai rumah, Apa sudah dikafani dan dibacain yasin sama sanak keluarga. Apa meninggal pada 25 Januari 2015.

Di Pusara Ayahku

Di Pusara Ayahku

Selama tujuh hari, kami melaksanakan Tahlil dan Yasiin. Kesembilan anak berkumpul kecuali Teh Idah, kami semua berduka dan merasa sangat kehilangan.

Apa dan Emak

Apa dan Emak

Dengan meninggalnya Apa, kami sembilan bersaudara sudah tidak punya lagi ayah dan ibu.

kami yang berduka

kami yang berduka

Pada awal Maret, kami menggelar acara 40 hari di Mesjid Assyarifiyah Bantarkaret Sukabumi Jawa barat di tempat ayahku menjadi imam masjid dan mengaji. Alhamdulilah yang datang banyak, kami mencetak Yaasin dan bagikan paket makanan, diiringi ceramah. Kami pun berdoa semoga amal ibadah Apa diterima Allah SWT. Tiga hal yang saya ingat dari almarhum adalah Hidup itu harus Ikhlas, banyak beribadah dan jangan lupa mengaji. Selamat jalan Apa…Kami anak-anakmu, menantu, cucu dan cicit sangat mencintaimu.

Peringatan 40 hari

Peringatan 40 hari

Mulai awal Maret ini, aku kembali kerja. Tapi kantorku sekarang daerah Kebayoran Lama. Karena menghindari macet, saya dan mas arif naik kereta api atau lebih tepatnya commuterline dari stasiun Sudimara Ciputat.

Stasiun Sudimara

Stasiun Sudimara

Jarak dari stasiun Sudimara ke Palmerah kurang lebih adalah setengah jam, melewati jurang mangu, pondok kranji, kebayoran dan sampai di Palmerah.

Stasiun Palmerah

Stasiun Palmerah

Ada banyak cerita selama perjalanan naik kereta Sudimara-Palmerah. Di mulai dari yang berdesak-desakan, sampai kehilangan bross. Awalnya aku naik kereta campur dengan laki-laki, tapi setelah perjalanan kesini aku risi jika berdesak-desakan, maka akhirnya aku lebih memilih naik di gerbong wanita, lebih aman rasanya.

Biasanya kalau dari Sudimara itu penumpangnya penuuh banget, tapi kadang aku beruntung juga dapat tempat duduk. Kalau arah pulang juga demikian, saya lebih baik naik CL ke tanabang dulu biar dpt tempat duduk dan naik dari tanabang CL yang ke sudimara atau Serpong.

Ada banyak suka dukanya naik kereta, kadang seneng, kadang pegel karena berdesak-desakan. Tapi bagaimanapun juga CL adalah moda transportasi yang paling cepat dan bebas macet…

Januari Bulan Penuh Berkah

Posted: January 19, 2014 by Eva in Artikel, Pribadi, Rumah

Sudah hampir empat bulan tidak menulis di blog, sejak akhir September. Ada rasa kangen yang sangat untuk bisa menulis kembali, tetapi rutinitas telah membuatku malas untuk menulis. Bulan ini adalah bulan Januari dimana pada bulan ini mas arif ulang tahun pada dua Januari dan ulang tahun pernikahan kami yang kedelapan pada 15 Januari 2014.

Ulang tahun ke-38 2 Januari 2014

Ulang tahun ke-38 2 Januari 2014

Pada tanggal 15 Januari ini ulang tahun pernikahan kami ke-8, tidak ada perayaan istimewa, kami mensyukurinya dengan berdoa, semoga kami berdua tambah sehat, kekal abadi sampai maut memisahkan. Kami melakukan jalan2 ke Bogor awal bulan kemarin dan beli sepatu, aku sepatu pesta dan mas arif sepatu kerja di House of Donatello di Tajur Bogor.

IMG01452-20130706-1353

Cuma disayangkan usahaku di Amira Sport sepi banget, tapi alhamdulillah masih ada rejeki karena mas arif bekerja, sedikit banyak aku syukuri. Bulan ini Aku juga mencoba kebugaran dengan ngegym di Arhath Center Pondok Petir. Aku dibelikan sepatu reebok warna putih dan hitam mas arif di Athletics Foot Point Square agar aku rajin berolahraga.

Senengnya bisa ngegym

Hadiah Ulang Tahun

Posted: July 5, 2013 by Eva in Jalan-jalan, Pribadi

Sebenarnya aku pengen nulis di blog ini bulan Mei, tapi karena kesibukan dan berbagai hal akhirnya aku baru bisa nulisnya sekarang. Alhamdulillah di ulang tahunku bulan Mei kemarin aku mendapatkan banyak pelajaran dan diberi kesempatan jalan-jalan ke Cirebon dalam rangka walimatul ursy Ipit putra mang dudin.

Pada tanggal dua Mei malam aku dapat hadiah dari mas Arif sepeda wim cycle, gantiin sepedaku yang udah lama banget. Aku seneng banget karena mendapati sepeda ini sepulang dari toko pada malam harinya. Alhamdulillah dengan sepeda baru ini aku lebih sering olahraga dan sering kupakai untuk belanja kebutuhan dapur kalau pagi hari.

Sepeda

Sepeda Hadiah Ulang Tahun

Kemudian seminggu sesudah itu, aku jalan- jalan ke Cirebon, berangkat dari Jakarta Jum’at pagi. Siangnya mas Arif jumatan di Simpang Jomin dan kita makan siang di rumah makan Pring Sewu, lumayan enak meskipun harganya sedikit mahal. Usai makan di belakang restoran ternyata ada pantai, maka kita pun foto-foto dulu menikmati indahnya pantai utara.

pinggir pantai

dan Mas Arif pun berfoto diantara batu karang
mas arif pantai

Usai makan, saya pun dapat suprise party dari pring sewu yaitu sebuah lagu ulang tahun yang dinyanyikan dengan iringan angklung oleh satu grup musik yang khusus menyangi bagi yang ulang tahun.
Berfoto di depan Pring Sewu

Selanjutnya saya melanjutkan perjalanan ke Cirebon, sekitar jam setengah lima sampai di rumahnya teh Iva Sapuroh, istrihat dan makan sebentar disana untuk kemudian malamnya menginap di hotel Langensari Cirebon. Paginya kami berangkat ke rumah mempelai putri di arah perbatasan Kuningan dan lumayan jauh. Di sana ketemu keluarga besar Sukabumi.

Tapi sayang gak ada foto-fotonya, siang jam duaan kita pulang lagi ke Jakarta lewat tol, sampe rumah magrib deh alhamdulillah perjalanannya lancar. Sebagai tanda syukur atas karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT atas pertambahan usiaku, aku menggelar pengajian bulanan dan pesen empat macam kue. Kue Srikaya ama bu zuhri, kue lumpur ama ibu hardi, sisanya kue risol dan kue pastel aku pesen ke bu rizal.

Alhamdulillah, Aku bersyukur karena Allah memberi rezeki lebih dan semoga Allah senantiasa memperpanjang usiaku dan memberi kami rezeki yang berkah.

Jalan-jalan ke Puncak Pass Bogor

Posted: April 10, 2013 by Eva in Jalan-jalan, Pribadi

Sudah lama rasanya pengen jalan – jalan dan keluar sejenak dari rutinitas usaha sehari-hari, namun karena kesibukan yang tiada akhir saya dan mas Arif sangat jarang pergi ke luar kota, paling dua bulan sekali pergi ke Sukabumi.

Kebetulan pada hari Senin, 1 April 2013 ada Tante Titin Mufidah, adiknya mas Arif berkunjung ke rumah. Dia baru saja selesai ujian bahasa Belanda di kedutaan besar Belanda di Kuningan Jakarta dan berhasil lulus dengan nilai memuaskan.

Tepatnya pada hari rabu, 3 April 2013, kami bertiga berencana pergi ke Puncak untuk melepas lelah dan refreshing dari kepenatan. Pagi-pagi saya masak buat bekal di sana nanti, kami pun berangkat pukul 10 melewati jalur parung, Bogor, Tol Jagorawi dan jalan puncak.

Sepanjang perjalanan kami melewati aneka pemandangan dan alhamdulillah sampai lokasi tujuan, tepatnya di puncak pass perjalanan lancar tanpa ada hambatan. Sayangnya sampai lokasi turun hujan dan berkabut sehingga foto-foto yang kami dapat kurang bagus.

di Puncak Pass yang berkabut

di Puncak Pass yang berkabut

Meskipun demikian kami menikmati suasana puncak yang dingin, disertai penjaja kue gemblong dan beberapa pengunjung lain yang banyak berfoto di puncak pass, kami pun tak mau ketinggalan momen untuk foto-foto.

Mas Arif sama Tante Titin

Mas Arif sama Tante Titin

Setelah selesai foto-foto di puncak pass, tiba-tiba hujan turun deras, dan kami pun kembali masuk ke mobil dan turun ke tujuan berikutnya yaitu masjid Attaawun, sepanjang perjalanan, kebun teh sangat hijau dan indah seperti karpet terbentang.

Hamparan kebun teh

Sesampainya di Mesjid Attaawuun, kami berencana mau sholat dzuhur, tak di sangka mesjid ini baguus banget viewnya. Bangunannya dan pemandangan di sekitarnya juga bagus, di pintu masuk sebelah barat ada aliran sungai alami yang di kelilingi pojon-pohon seperti lukisan. Pemandangan ke atas maupun ke samping.

Aliran Sungai depan Mesjid

Aliran Sungai depan Mesjid

Kami sholat secara bergantian, selesai sholat kami keliling mesjid, dan ternyata ada jalan tembus di atas bangunan mesjid ini yang langsung tembus ke kebun teh, tanpa alas kaki, kami bertiga mendaki ke daerah dimana kebun teh berada, dan lumayan jauh sampai ngos-ngosan.

Mas Arif di Kebun Teh

Seger banget deh ternyata di sela-sela kebun teh tersebut, mas Arif, saya, dan tante titin juga ikut foto-foto karena pemandangannya bagus Tante Titin di Kebun teh

Setelah naik sedikit ke atas, kami kecapaian dan akhirnya turun, karena jalannya licin lumayan curam juga kembali menuju mesjid At-taawuun.

Berdua di Kebun teh

Setelah selesai foto-foto, kami lapar dan segera menuju ke mobil untuk segera membuka bekal, kami berhenti sejenak di kebun teh dan menyantap makan siang, namun tidak lama karena kata mas arif itu pas turunan, sehingga kami melanjutkan makan di jalan dan berhenti di depan villa milik MK.

Setelah makan, kami kembali pulang dan perjalanan pulang lebih lancar dan tidak macet. Namun sepanjang perjalanan kami terjebak hujan, untung mas arif bawa mobilnya pelan-pelan jadi kami selamat sampai kembali di rumah sekitar jam setengah enam. Alhamdulillah seneng banget jalan-jalan kali ini fresh banget dengan udara puncak, dan besok harinya sudah mulai kembali dengan kesibukan di Amira Sport

Sekedar Berbagi Kebahagiaan

Posted: February 14, 2012 by Eva in Pribadi

~dan…kebahagiaan akan berlipat ganda
jika dibagi dengan orang lain~
(Paulo Coelho dalam novel “Di Tepi Sungai Piedra”

Belakangan aku merasa ada yang rese ama blog aku jadi aku ganti nama saja dari bintanglaut, menjadi evarohilah.wordpress.com dan berharap orang tersebut tidak membuka blog aku lagi. Sesungguhnya aku menulis blog ini bukan ajang untuk menyombongkan diri, tapi hanya sekedar berbagi kebahagiaan dan kesedihan yang aku alami, sejak 2007 aku menulis blog ini memang tidak banyak orang tahu, karena aku bukanlah siapa-siapa, aku hanya perempuan biasa yang suka menulis itu saja.

Keinginanku untuk menulis di blog juga tidak rutin, sesempatnya ada waktu saja kalau sedang tidak ada pekerjaan, bukan semua hal aku tulis di sini, yang ringan-ringan dan menulisnya juga kalau sedang mood. Bahkan pada saat aku sakit tahun 2008 pernah setahun lebih aku tidak menulis blog. Jadi sesuai dengan ucapan Paulo Coelho kalau kebahagiaan itu akan berlipat ganda jika di bagi dengan orang lain.

Kalau kita berbahagia sendiri, maka tidak banyak yang akan kita dapat. Kebahagiaan berbeda dengan kesedihan. Kesedihan jika dibagikan (berbagi kesedihan), maka kesedihan itu akan berkurang. Akan tetapi kebahagiaan jika dibagikan (berbagi kebahagiaan), maka kebahagiaan itu akan bertambah. Kebahagiaan kalau dibagikan akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.

Jadi mohon maaf jika ada yang mengatakan bahwa blog saya kesannya sombong, ya terserah itu pendapat subjektif pembaca, ada kalanya orang yang mengatakan bahwa orang lain sombong bisa juga itu dia iri, semoga kita semua terhindar dari sikap iri hati, sombong, dan tinggi hati. Semoga kita senantiasa tawadhu, karena apa yang kita miliki hanya milik Allah SWT.

Januari in Berry

Posted: January 27, 2012 by Eva in Pribadi

Hari kemarin, Kamis 26 Januari 2012, Aku berangkat kerja dengan suasana ceria. Karena hampir semua baju yang kukenakan warnanya pink fanta, atau berry. Belakangan aku suka sekali dengan warna ini, beberapa barang yang kupakai dan kubeli kebanyakan adalah warna itu.

Pagi-pagi semangat sebelum kerja

Pagi-pagi semangat sebelum kerja

Beberapa barang yang kubeli berwarna pink fanta, diantaranya yaitu pada tahun 2009, pertama kali saya punya baju warna berry saat saya beli bersama dengan jilbabnya di toko Cinta Damai Point Square, Baju ini sering saya pakai saat jalan-jalan ke luar maupun saat pergi bekerja.

Depan monas

Depan Monumen Nasional

Selain pergi ke Monas, saya juga memakai baju warna Berry ini ke Arena Pekan Raya Jakarta Pada tahun 2010. Meskipun pada saat pergi kesana saya kehilangan blackberry pertama, tapi alhamdulilah itu menjadi pelajaran berharga buat saya, agar lebih berhati-hati dalam menjaga barang.

Pameran Komputer PRJ

Pameran Komputer PRJ

Pada tahun ini juga saya membeli tupperware warna berry bersamaan dengan tasnya untuk di bawa kalau mau pergi jalan-jalan atau ke kantor bawa makanan. Tapi, karena di kantor di masakan, perlengkapan makan ini sekarang jarang dipake, kadang-kadang di bawa mas Arif ke kantor kalau dia berangkat buru-buru dan gak sempat makan di rumah

Tupperware Berry

Tupperware Berry

Aku juga punya baju berwarna berry pemberian dari temanku Anick HT saat ia jalan-jalan ke India. Baju itu agak jarang aku pake, tapi belakangan setelah aku punya daleman jilbab warna serupa aku mulai memadu madankannya.

Mampir di Toko Online Saqina.com

Mampir di Toko Online Saqina.com

Setelah baju, jilbab dan perlengkapan lainnya, pada awal Januari 2012, aku beli sepatu malindi crocs warna berry yang sudah lama kuincar. Pengen beli udah lama cuma baru punya duit kemarin itu untuk jatah sepatu crocs. Sekarang tiap hari selalu kupakai kalau bekerja, lebih ringan dan nyaman.

Sepatu Crocs Malindi Berry

Sepatu Crocs Malindi Berry

Suamiku sepertinya memperhatikan warna kesukaanku, suatu hari dia memberiku jaket dari Amira sport berwarna berry milik klub Juventus, aku suka banget deh, meskipun aku kurang menyukai klubnya.

Juventus Depan

Juventus Depan

Juventus Belakang

Juventus Belakang

Pada saat pulang ke Sukabumi, aku juga minta bross peniti warna pink fanta, yang dibuat oleh salah satu PKBM di Bekasi. Najmi yang mengkoleksi bross ini dan aku minta dua warna, warna ini dan orange.

Bross Peniti

Bross Peniti

Oh ya, aku juga punya tempat kosmetik warna berry polkadot yang aku beli di toko Elizabeth, Blok M Plazza. Aku suka sekali dengan tas ini karena selain multi fungsional, harganya juga terjangkau. Sekarang kalau aku pergi jauh selalu kubawa tas ini

Tas Kosmetik

Tas Kosmetik

Hikmah Enam Tahun Pernikahan

Posted: January 26, 2012 by Eva in Pribadi

15 Januari 2012 adalah ulang tahun pernikahan kami yang keenam, tentu anniversary kami ini sangat berkesan karena kami sangat bersyukur bisa melewati enam tahun dalam kondisi senang maupun susah. Banyak pengalaman yang telah kami lalui selama enam tahun perjalanan pernikahan kami, saling memahami sifat satu sama lain, menyelami kebersamaan dan saling pengertian juga kebahagian meniti hari- hari bersama.

Kalau mengingat sejarah, kami menikah di Sukabumi pada 15 Januari 2006, Pada saat itu dilaksanakan pesta yang sederhana dengan tamu yang merupakan teman dekat dan kerabat keluarga. Saya senang juga karena makanan saat resepsi cukup dan banyak tamu teman kantor dan teman mas arif datang dari Jakarta. Saat itu aku masih kerja di Pustaka Alvabet di Ciputat. Sebelum kami tinggal di rumah petak di Cirendeu, kami sempat ngekos dulu nunggu rumah petak jadi di bangun wah bulan-bulan pertama pernikahan kami melaluinya dengan banyak perjuangan.

pernikahan kami  15 Januari 2006

pernikahan kami 15 Januari 2006

Berikut aku kutip dari twitter Salman Aristo

Enam itu Angka kecil, Tanda muda. Bahwa Pemahamanku tentangmu masih belum penuh, maaf untuk itu (enam)

Pada tahun 2007, adalah setahun pertama, kami menikah. Pada Maret 2007, saya pindah kerja ke Reka Gagas Cipta di Kalibata, saat itu kami tinggal di komplek POLRI di lantai 2 rumah pensiunan polisi. Pada tahun ini juga kami mencari rumah dan menemukan komplek perumahan dengan harga terjangkau di Pamulang Elok, Depok. Tahun ini juga mas Arif mulai bekerja di Investor Daily. Suatu Keberkahan bagi kami bisa memiliki rumah setelah pada tahun ini. Kami merenovasinya pada Desember 2007 dan menempatinya bertepatan dengan ulang tahun mas Arif yang ke 32 Pada 2 Januri 2008. Sayang pada tahun ini aku menderita adenomiosis dan harus menjalani terapi agar mempunyai keturunan.

Enam itu arah, Menujuk angka-angka yang lebih lama. Sama denganku ingin menjaga dan mempertahankan kita (Enam)

Pada tahun 2008, adalah ujian terberatku di tahun kedua pernikahan. Aku sakit pada Juni 2008 tidak lama setelah aku berhenti dari pekerjaanku. Saat itulah aku merasakan cinta dan perhatian yang luar biasa dari suamiku. Aku hampir setahun sakit dan di rawat di Sukabumi, mas Arif mengunjungiku setiap minggunya, dan sebetulnya saat itulah aku merasakan kekuatan cinta yang luar biasa yang kami alami berdua. Masa-masa paling sulit seumur hidupku. Jika ingat kejadian ini aku suka menangis mengingat betapa besarnya perhatian suamiku sama aku dan aku semakin mencintainya dalam kondisi apapun. Tahun ini adalah tahun cobaan sekaligus tahun anugerah terbesar yang banyak mengubah hidupku

Enam itu genap. Memang. Sampai tahun berapa pun kita bersama, itu genap buatku (Enam)

Pada tahun ketiga, tahun 2009 aku kembali bangkit dari rasa sakitku dan tetap kontrol ke doktor setiap bulannya. Aku kembali bekerja di kantor lama dan meninggalkan rumah kami di Pamulang. Kami tinggal ngontrak di Kalibata agar dekat dengan kantor dan seminggu sekali pulang ke Pamulang. Saat itu juga aku mulai mencoba berbisnis meskipun kecil-kecilan. Perlahan tapi pasti kami bangkit dari segala keterpurukan yang kami alami di tahun 2008. Namun, tidak berlangsung lama, akhir 2009 saya berhenti bekerja dan total mengurus usaha.

Kami berdua di Kubah Emas pada 2009

Kami berdua di Kubah Emas pada 2009

Enam itu sesudah lima. Itu jelas sejelas keinginanku untuk tumbuh denganmu di tahun berikutnya. (Enam)

Pada tahun keempat, tahun 2010 saya total mengelola bisnis online di http://www.gerai-amira.com dan FB Gerai Amira. Saya keluar dari pekerjaan dan mencoba dunia usaha dengan menjadi guru ngaji untuk anak-anak di komplek Pamulang Elok. Suatu kebahagiaan tersendiri saat aku mulai usaha dengan modal yang aku ambil dari uang asuransi. Banyak customerku dari seluruh pelosok nusantara, dan saat itu media Facebook sangat efektif untuk jualan. Omzetku tiap bulannya naik dan alhamdulilah meskipun saya tidak bekerja saya merasa bahagia karena mendapat uang dari hasil bisnis dan malamnya bisa mengamalkan ilmu saya di kuliah dulu, menjadi guru agama, atau mengajar ngaji. Mas Arif juga mendukung kegiatanku dan dia senang aku mengajar ngaji, siangnya bisnis online. Suatu keberkahan hidup yang tiada tara.

Kami dan murid ngaji di Ragunan

Kami dan murid ngaji di Ragunan

Enam itu, bisa dibagi dua. Tiga. Tiga. Tapi buatku sulit ternyata. Sebab 6 tahun denganmu, itu utuh. (Enam)

Pada tahun kelima, tahun 2011 saya mulai bosan berbisnis dan akhirnya saya menyanggupi untuk menerima tawaran pekerjaan di kantor lama. Kalau dihitung-hitung sejak 2007, aku sudah tiga kali keluar masuk kantor. Tapi hubunganku baik dengan teman-teman kantor lama. Aku menerima tawaranku untuk bekerja lagi dengan catatan hanya tiga hari saja, karena aku masih mengurusi usahaku meskipun tidak seramai 2010. Pada tahun ini juga aku semakin menyadari jika dunia itu berputar. Mas Arif mulai mengambil alih usaha bisnis online, dia menggarap Amira Sport mulai Agustus 2011 usai lebaran. Alhamdulilah hasilnya sangat kami rasakan dan banyak perubahan yang kami alami dalam kondisi ekonomi kami. Pada tahun ini juga kami kembali berobat ke dokter maupun alternatif agar kami segera memiliki keturunan.

Enam itu, setengah lusin katanya. Saat ini buatku enam tahun denganmu melompati ukuran apapun. (Enam)

Pada tahun keenam, tahun 2012 kami menyambutnya dengan penuh suka cita. Awal tahun kami periksa ke dokter kandungan dan alhamdulilah aku bersih dari kista maupun adenomiosis. Tahun ini kami ingin segera punya momongan, bagus juga katanya punya anak di tahun naga air. Saya seperti biasa bekerja di MCC tiga kali seminggu, kali ini menjadi lebih semangat dan berusaha lebih disiplin. Oh ya alhamdulilah saya sudah bisa naik motor tahun ini, Saya berusaha tidur lebih cepat agar bangun pagi dan bisa masak sebelum bekerja, serta berangkat ke kantor lebih awal, di hari jumat sampai senin saya banyak di rumah mengurus usaha. Sebagai tanda syukur kami buat nasi kuning atas syukuran anniversary ke enam kami, semoga berkah dan langgeng selamanya. Amiin.

Semoga di tahun keenam ini kami bisa segera mendapat momongan, selalu bersama dalam suka dan duka, diberi kelancaran dalam setiap rencana dan rezeki yang berkah, serta di tahun-tahun berikutnya bisa menuliskan lagi kisah anniversary kami.

Salam,

Eva Rohilah dan Arif Syarwani

Kami Berdua Suka Bola

Kami Berdua Suka Bola

Jalan-jalan ke Lombok

Posted: August 2, 2011 by Eva in Jalan-jalan, Pribadi

Pada pertengahan Juli 2011, saya punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Pulau Lombok. Sebuah pulau indah yang berada di dekat pulau Bali. Saya berangkat dari Jakarta pukul 11.40 dan sampai di lombok pukul 13.30, karena di Lombok sudah masuk WITA. Saya tiba di Bandara Selaparang

tiba di Selaparang

tiba di Selaparang

Selain jalan-jalan, salah satu kegiatan saya yang lain adalah mengikuti ajang jambore PTK PAUDNI yang dipusatkan di LPMP dan Asrama haji dan penutupannya di Universitas Mataram.

di depan LPMP

di depan LPMP

Puncak acara yang berlangsung selama lima hari ini adalah pengumuman para juara pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini non formal informal di Universitas Mataram. Pada malam yang sangat menentukan ini banyak juara baru yang terpilih dan dihibur oleh banyak artis seperti Hughes, Udin Sedunia dan lain-lain.

malam penutupan

malam penutupan

Usai acara selesai saya jalan-jalan ke pantai Senggigi, pantai yang ada di sebelah barat Lombok. Pantainya sangat indah dan banyak turis yang berkunjung kesana. Perjalanan saya ke Senggigi dari Mataram adalah kurang lebih setengah jam. Makanan di Lombok enak-enak dan murah serta melimpah.

Pantai Senggigi

Pantai Senggigi

Dalam perjalanan ke Senggigi ini saya ditemani mbak Yuni, temen dari SP Kinasih yang sudah dengan senang hati meluangkan waktunya menyusuri pantai Senggigi. Pengalaman di Lombok ini adalah pengalaman yang sangat berkesan dan saya sangat berharap suatu hari bisa kesini lagi bareng mas Arif.

Liburan ke Taman Wisata Matahari

Posted: March 24, 2011 by Eva in Jalan-jalan, Pribadi

Bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, pada 5 Maret 2011, kami di lingkungan komplek Pamulang Elok mengadakan Family Gathering dengan melakukan kunjungan ke Taman Wisata Matahari di Cilember Bogor. Kami bangun subuh karena jam 6 harus kumpul dan berangkat di pintu gerbang.

di bis

Naek bis kumpul jam 6

Karena macet dijalan, terutama di pintu tol jagorawi dan arah ke puncak, kita yang seharusnya nyampe jam 9, sampai taman matahari jam 10. Akhirnya kami turun dari bis dan berfoto dulu sama anak-anak.

foto dulu

Sebagian rombongan foto dulu

Sampe tempat lokasi hujan deras melanda, wah para tetangga lainnya yang gak bawa payung, kehujanan dan sibuk mencari tempat berlindung, akhirnya kita pun melanjutkan menuju lokasi berkumpulnya kelompok pamulang elok dengan suasana hujan gerimis, padahal lokasinya jauuuuuh banget. Sampai di lokasi sekitar jam 12 siang kita makan dulu menunya ayam bakar.

makan siang dulu di saung

makan siang dulu di saung

Usai makan siang, kita keliling naik berbagai wahana seperti air terjun, berenang, mobil safari, flying fox dan lain-lain aku sama mas arif naik wahana air dan mobil dafari

Kita naik wahana air

Kita naik wahana air

Oh ya disana juga banyak aneka jenis ikan yang dipelihara dengan baik. Kalau anda ke taman matahari ini siap-siap aja bawa baju ganti ya, jangan lupa. Karena pasti akan berbasah-basahan, apalagi kalau kena hujan jangan lupa bawa payung. Lebih menyenangkan lagi kalau bawa anak-anak, wah seru…

aneka macam ikan

Aneka Macam ikan

Setelah selesai naik wahana air, kita naik mobil safari keliling taman matahari, wah luas banget deh, tiap wahana disini bayarnya juga terjangkau. Habis itu kita pulang makan bakso dan beli oleh-oleh bunga kering. Puas banget main disana, kapan-kapan pengen bawa keluarga besar main lagi ke taman wisata matahari. Kami sangat terkesan dengan tempatnya yang sangaaaaaaaaaaaaaaat luas dan wahananya yang banyak dan tiketnya terjangkau. Jadi kalo liburan main ke taman matahari aja ya, jangan lupa bawa payung, baju ganti, jajanan dan uang yang banyak heueheue

menikmati liburan di wahana air

menikmati liburan di wahana air

Selamat Tahun Baru 2011

Posted: January 11, 2011 by Eva in Pribadi

Sejak bulan Okotober aku gak nulis di blog ini, padahal Januari ini banyak momen -momen penting yang akan kulewati diantaranya adalah ulang tahunnya suamiku tercinta mas Arif dan ulang tahun pernikahan kami yang ke-5 pada 15 Januari 2011.

Pada awal bulan, aku menghubungi agen asuransiku di Allianz Syariah dan menanyakan tentang jatuh tempo yang akan tiba pada bulan Mei 2011. Aku juga ditawari asuransi tambahan penyakit kritis pada tahun ini. Awalnya sempat bingung sih takut mengurangi investasiku tapi setelah aku konsultasi dengan @safir senduk lewat twitter akhirnya aku approve tawaran mbak siti Hasanah Agen asuransiku.

Selain itu rencanaku yang lain adalah aku ingin segera hamil dan punya anak, aku juga gak punya banyak rencana di 2011, baru menginjak tanggal 10 ini aku punya banyak keinginan, dan tadi malam impianku ini membuncah tak terkira, bertubi-tubi rencana telah aku susun di 2011 ini sampai aku gak bisa tidur hehehe.

Tapi aku gak mau cerita disini entar gak jadi kejutan, cukup kusimpan aja dan nanti ada gak hasilnya hehehe. Yang jelas kalau aku evaluasi di 2010 ini dari mulai Januari sampai Desember aku jualan online di http://www.gerai-amira.com dan di FB: gerai amira, aku berhenti total jadi pegawai dan mengajar mengaji. Semua berjalan lancar dan aku merasa sangat beruntung bisa menjadi entrepreneur, meskipun kecil-kecilan.

Selamat tinggal 2010 yang penuh kejutan dan kemandirian dan Selamat tanggal 2011 yang penuh impian, semoga saja di tahun 2011 ini banyak impian yang akan segera tercapai. Semoga aku dan keluargaku diberi rezeki yang berkah dan diberi lindungan kesehatan oleh Allah SWT. Amiiin

Selamat Tahun baru 2011

Selamat-Tahun-Baru-2011

Selamat-Tahun-Baru-2011

Lebaran 1431 H di Sukabumi dan Blitar

Posted: September 24, 2010 by Eva in Pribadi

Lebaran kali ini betul-betul menyenangkan. Aku ama mas Arif pulang ke sukabumi tanggal 9 September 2010, kemudian tanggal 10 September naik kereta Malabar dari Bandung ke Blitar.

Lebaran hari pertama di sukabumi

Lebaran hari pertama di sukabumi

Di Blitar kami keliling silaturahmi dan wisata kuliner selama 6 hari, setelah itu pergi ke Malang selama dua hari jadi delapan hari mudik, dan dua hari naik kendaraan pulang dan pergi.

Lebaran hari kedua di blitar

Lebaran hari kedua di blitar


Buat teman-teman kami mengucapkan maaf lahir batin ya…

Salam

Eva dan Arif

BBku Hilang Huffhh

Posted: July 21, 2010 by Eva in Pribadi

Hari jumat kelabu menyelimutiku saat aku pergi ama saudaraku ke monas, istiqlal dan PRJ saat liburan panjang sekolah kemarin. Aku baru aja beli Blackberry gemini hitam, seri Curve 8520 di Pamulang Square lumayan harganya 2,6 juta, belum ada seminggu, Uang itu dapat dari hasil kerja kerasku selama dua bulan terakhir.

Hilangnya tepat hari Jum’at 9 Juli 2010 Aku baru sadar setelah di busway, dan aku gak tahu jatuh dimana BBku, di PRJ, di mobil atau di saat bayar tiket halte busway. Aku langsung telfon mas Arif yang lagi sakit di rumah, dia langsung bikin status di Gerai Amira dan FB Pribadiku tentang no hp dan pin bb, wah pusing dan nyesek bener rasanya. Mana nomor2 Hp Customer ada disana semua, mau ngeblock juga udah malam keburu tutup.

Tapi bagaimanapun aku sudah mengikhlaskan dan aku mendoakan semoga Allah mengampuni dosa-dosa orang yang mengambil Hpku, Sadarkanlah dia dan kembali ke jalan yang benar.
Oh ya BBku yang ilang Pin BBnya 22400 EDF. Buat orang 2 yang merasa mengenal pin BBku itu, atau beli di toko Hape hati2 bahwa itu adalah BB Curian

Pamulang 21 Juli 2010, 12 hari setelah kejadian masih nyesek juga, semoga aku dapat penggantinya, pengen nya sih beli lagi gemini warna putih.

Amiin

BBku yang hilang

BBku yang hilang

Pamulang 21 Juli 2010 , 2 minggu setelah kejadian

Salam

Eva