Archive for the ‘Puisi’ Category

Posted: November 6, 2017 by Eva in Agama dan Spiritualitas, Puisi

Berpikir Positif

Akan Percuma Segala Kebaikan
Jika ada Sedikit Saja Dalam Hati Kita
Rasa Benci.

Jika Kita Membenci Sesama
Berarti Kita Telah Membenci
Terhadap Siapa Yang Menciptakan
Kita

Tuhan Menciptakan Kita Sedemikian Rupa
Sangat Sempurna Dengan Segala Kelebihan dan Kekurangan
Lalu Kenapa Kita Membenci Sesama Mahluk Ciptaan Tuhan
Apa Yang Kamu Inginkan

Kita Tidak Bisa membuat orang lain menjadi seperti
yang kita inginkan
Karena Tuhan Menciptakan
Setiap Manusia Memiliki Keunikan
Semoga Kita Selalu Bekerjasama dalam Kebaikan
Saling peduli dan tolong menolong.

Benih Kebencian adalah Merasa Diri Paling Benar
(Truth Claim). Hal ini telah memicu kecurigaan dan prasangka buruk
pada orang lain. Kita Semua Harus Sadar
Bahwa Kebenaran yang Mutlak Adalah Milik Tuhan.

Mari tebarkan rasa cinta dan
Berpikir Positif terhadap sesama.

Renungan menjelang Deadline
Pamulang 6 november 2017
Pukul 20.53

Advertisements

Posted: October 13, 2017 by Eva in Humaniora, Inspirasi, Puisi

Just The Way You Are

Jadilah Diri Kamu Apa Adanya
Tidak Pura-Pura Berpunya
Tidak Juga Menjadi Miskin Peminta-Minta

Karakter Orang Adalah
Watak, Watuk dan Wahing
(Watak, Batuk, Bersin)
Sudah dari Sananya
Lewat Pembiasaan, Keluarga dan
Lingkungan Pergaulan
Semua Akan Berubah Menjadi Lebih Baik
Atau Sebaliknya

Jika Kamu Sukses Atau Tidak
Biar Orang Lain yang Bicara

Jakarta
13 Oktober 2017

Ketika Adzan Ashar Berkumandang

Posted: September 14, 2017 by Eva in Puisi

Ketika Adzan Ashar Berkumandang

Ada Banyak Momen Bersejarah
Ketika Adzan Ashar Berkumandang
Saat Aku di Rumah Sakit di Sukabumi
Pada Tahun 2009
Aku Tersadar Setelah Sakit Berbulan-bulan
Aku Seperti Terbangun dari Mimpi Panjang
Saat Aku Membuka Mata, Siuman
Saat itulah Berkumandang Adzan Ashar.

Beberapa waktu berlalu
Aku Berdebat dengan Orang Terdekat
Sangat Panjang tentang Silaturahmi, Etika Bertetangga
Dan juga Adab dalam pergaulan
Menyangkut Semua Kebiasaan dan Tata Krama
Dalam kehidupan Kemasyarakatan, Dikupas juga Habis-habisan
Semua selesai dan berdamai setelah Adzan Ashar Berkumandang

Sejak semalam aku dibantai habis-habisan
Berkaitan dengan Kinerja dan Kompetensiku di Perusahaan
Aku Senang Mendapat Masukan, Meski sangat menyakitkan
Seminggu Belakangan, Aku memang kerja kurang fokus
Berturut-turut dapat berita duka dari sahabat, kerabat dan teman
Dalam Seminggu Meninggal tiga orang, karena Kanker,
Jantung dan Darah Tinggi..

Aku sangat Ketakutan dan Sulit Membayangkan, Sampai Akhirnya Aku Sadar…
Pada Akhirnya Kita Semua Akan Berjuang dan Meninggal Sendirian
Suami, Anak, Harta, Sahabat Semua Akan Kita Tinggalkan
Aku Baru Sadar Bahwa Kita Jangan Terlalu Mencintai Berlebihan
Di usiaku sekarang 38 Tahun, Aku Sudah Harus Banyak Memikirkan
Bagaimana Cara Aku Menghadap Tuhan.

 

Kesedihanku Akan Kehilangan dan Juga Masalah Pekerjaan Berakhir Hari ini
Dengan Satu Kesadaran Bahwa Apa yang Kita Miliki
Semua adalah Milik Tuhan
Aku Berusaha Menghilangkan Ego dan Keinginan
Yang Kadang-Kadang Muncul dari Bawah Alam Sadar
Seketika Menjadi Terang Benderang
Entah Selamanya atau Sesaat, Mungkin Aku Akan Menghindari
Bertemu Teman-teman, sahabat atau kerabat
Entah Sampai Kapan Adakalanya Aku Hanya Ingin Sendirian
Berkumpul dengan Pasangan Atau Orang-orang Terdekat Saja
Bukan Sombong Atau Apalah Tapi Memang Sedang Menghindar dari Kegaduhan
Aku juga Baru Menyadari, Semua Kelemahan dan Kekurangan
Yang Aku Miliki, Saat Hati ini Berbisik Pelan…
Bahwa Aku sekarang Harus Banyak Diam
Tidak Usah terlalu banyak Mengungkapkan
Teruslah Bekerja Keras dan Berprasangka Baik Sama Orang
Mempersiapkan Masa Depan dan Juga Akhir Kehidupan
Saat Aku Menyadari Semuanya
Saat itulah Adzan Ashar Berkumandang…

Pejaten 14 September 2017
Pukul 15.40 WIB