Archive for the ‘Rumah’ Category

Sampul Buku-Rumah Bambu

Sampul Buku-Rumah Bambu

Cerita Sederhana yang Menukik Hati

Jika anda ingin membaca cerita-cerita yang ringan, pendek dan sangat menyentuh perasaan, anda harus membaca Kumpulan Cerpen karya YB.Mangun Wijaya atau akrab biasa disapa Romo Mangun dalam salah satu Kumpulan Cerpennya berjudul “Rumah Bambu” yang diterbitkan oleh Kelompok Penerbit Gramedia (Penerbit KPG).

Buku ini sebenarnya buku lama, saya harap Penerbit berani untuk menerbitkan kembali buku-buku ini untuk generasi di masa yang akan datang yang lebih mencintai kesederhanaan dan hidup bersahaja dibanding dunia anak muda sekarang yang serba digital dan penuh hiruk pikuk belaka.

Ada satu peristiwa dalam hidup Romo Mangun yang di kemudian hari menjadi cerita “legendaris”. Seorang teman menyebut peristiwa itu sebagai tragedi lem kanji. Suatu ketika Romo Mangun menyuruh salah seorang pembantunya membuat lem kanji. Kebetulan Romo sedang membutuhkan banyak lem, sementara ia enggan membelinya di toko. Selain mahal dan bikin boros, memang demikianlah prinsipnya: Jangan mudah membeli sesuatu yang sebenarnya dapat dibuat sendiri. Lem kanji yang dipesan pun jadi.

Celaka, Romo bukannya senang, tetapi malah marah, sebab lem kanji itu terlalu banyak dan mubazir. Sambil marah, Romo mengambil piring, sendok, garam, lalu menyodorkan kepada si pembuat lem kanji itu dan menyuruh memakannya. Kami tidak tahu bagaimana kelanjutan ceritanya, tapi peristiwa itu benar-benar terjadi.

Dari cerita di atas dapat kita simbulkan bahwa kita harus pandai-pandai menilai diri sendiri. Suatu hal atau barang yang menurut kita mahal, belum tentu mahal menurut orang lain. Lebih baik kita membeli sedikit lem kanji daripada memarahi orang yang membuatkan kita lem kanji dengan banyak dan kelelahan agar mendapat upah.

Dalam buku yang terdiri dari 20 Cerita pendek (Cerpen) yang belum pernah di publikasikan ini, semua cerita yang ada dikemas secara artistik dan menggelitik namun cetar membahana. Kita akan di bawa ke dalam cerita bencong yang menyamar menjadi pengamen, hingga cerita-cerita sederhana lainnya yang menyentuh hati dan memekakkkan telinga.

Jadi tunggu apa lagi, datang saja ke Perpus Kementerian Kemendikbud untuk membaca buku ini, jika Penerbit KPG enggan menjualnya kembali, karena royaltinya belum diterima sama Romo Mangun Wijaya.

Jakarta, 4 Desember 2017

Advertisements

Sebagai seorang ibu, seringkali kita berbelanja membeli makanan, minuman dan belanja bulanan di toko, pada saat hendak diambil pesanan kita selalu disertakan plastik untuk dibawa. Sadarkah kita bahwa setiap plastik yang diterima secara cuma-cuma jika dikumpulkan menjadi sampah yang sulit untuk diurai. Pemakaian kantong plastik hampir tidak dapat dihindari dikehidupan sehari-hari manusia. Bermacam jenis kantong plastik telah digunakan membawa barang belanjaan dan dipakai untuk berbagai jenis kemasan, termasuk kemasan makanan dan minuman. Plastik telah membuat semuanya menjadi lebih praktis dan sulit tergantikan. Namun tahukah anda bahwa banyak bahaya mengintai dari penggunaan plastik dan limbah plastik?

Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik

Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik

Menurut GoGreenIndonesia/Everiday’sTidBid dari situs dream indonesia, Berikut Bahaya Kantong Plastik: (more…)

Pada bulan Agustus kemarin, alhamdulillah saya berhasil melunasi rumah cicilan di Pamulang Elok yang seharusnya 10 tahun menjadi 8 tahun. Alangkah bahagianya sekarang ini karena sudah tidak memiliki lagi cicilan tiap bulannya. Meski cicilan sebesar 1.250.000 tapi sekarang ini tanpa ada cicilan sudahterasa ringan. Cara pelunasan kredit rumah gampang kok, saya yang dulu membuka di Bank Tabungan Negara (BTN) BSD bisa melunasi di mana saja, saya melunasi di Bank BTN Pamulang. Saya membawa semua berkas ketika akad kredit dulu ke Bank BTN dan disana diberi bukti tanda pelunasan. Setelah lunas sehari kemudian saya dan mas Arif pergi ke Cikokol untuk mengambil sertifikat Hak Guna Bangunan. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengambil sertifikat HGB diantaranya KTP asli, bukti pelunasan dll. Harus dua kali kesana yang pertama ngasihin berkas yang kedua ngambil sertifikat HGB.

BTN Cikokol

BTN Cikokol

Setelah berkas lengkap di Cikokol, kunjungan kedua kita akan diberi satu bundel surat-surat lengkap rumah termasuk di dalamnya IMB (Izin Membuat Bangunan), sertifikat Hak Guna Bangunan, surat roya dari BTN dan bukti-bukti lainnya. Kalau ke BTN harus pagi2 karena antri, persyaratan kita dilihat lengkap dan jangan lupa bawa KTP asli dan surat berharga lainnya.

Setelah berkas dari BTN lengkap, maka berkas tersebut saya bawa ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Depok di Grand Depok City. Sempat muter-muter cari alamat BPN Kota Depok, karena kita gak tahu ternyata jauh banget harus 1,5 jam dari Pamulang lewat jalan Sawangan, tepatnya di komplek perkantoran kota Depok deket kolam renang dan pemadam kebakaran.

Kantor BPN Kota Depok

Kantor BPN Kota Depok

Sebelum datang ke BPN Depok saya riset di internet cara-cara ngurus sertifikat rumah sendiri dan ternyata kebijakan baru ada layanan sabtu minggu. Pada saat itu hari sabtu, kita berangkat jam setengah 10 ternyata sampai sana sudah setengah 12 dan harus kembali lagi besok minggu, kita melakukan pendaftaran dan mengisi form pengecekan berkas. Di koperasi BPN ada 3 macam map yaitu pendaftaran, pengecekan, roya dan peningkatan hak mapnya beda2 warnanya dan persayaratannya juga beda2, dan ketika saya tanya ke petugas saya harus ngisi form pendaftaran dan roya. Jika anda bingung, tanya saja persyaratannya sama petugas atau penjaga koperasi. Syarat untuk roya dan pengecekan itu beda-beda, tapi rata2 semua syaratnya sudah ada di berkas yang dikasih sama bank. Hari sabtu itu saya harus mengisi map untuk roya dan dimasukkan hari minggu.

Beberapa tahapan mengurus sertifikat

Beberapa tahapan mengurus sertifikat

Hari minggu saya datang lebih pagi, namun petugas di BPN Depok sepi hanya ada beberapa petugas saja, saya pun menyerahkan berkas dan mereka bilang dokumen roya akan jadi dalam seminggu. Jadi saya patuh saja dan membayar sejumlah dana untuk administrasi. Setelah itu tak lama pulang. Seminggu kemudian, saya kembali ke BPN dan berkas roya saya sudah selesai, lalu saya mengisi berkas di map pengecekan, setelah di cek ada biaya administrasi lagi tapi sedikit sih termasuk murah lah. Setelah tahap pengecekan selesai saya mengisi berkas peningkatan hak. Saya mengurus sertifikat peningkatan Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Sertifikat Hak Milik. Berikut saya lampirkan persyaratannya.

Berkas dan Persyaratan yang Harus disiapkan

Berkas dan Persyaratan yang Harus disiapkan

Berikut-berikutnya saya tidak pernah lagi datang hari minggu ke BPN Depok, saya lebih senang sabtu karena petugas lengkap dan seminggu kemudian setelah saya melengkapi berkas peningkatan hak, saya harus membayar lagi biaya administrasi dan jadilah sertifikat hak milik kita (SHM). Jadi alhamdulillah meskipun kita bekerja, hari sabtu dan minggu kita bisa ngurus sertifikat sendiri dengan biaya murah. Sementara itu jika kita ngurus ke notaris biayanya bisa mencapai Rp.2.500.000.

Saya bersyukur sekali dan mungkin ini adalah salah satu revolusi mental dalam bidang pertanahan. Terimakasih BPN Depok

Kebayoran Lama 7 Oktober 2015
Pukul 17:12

Januari Bulan Penuh Berkah

Posted: January 19, 2014 by Eva in Artikel, Pribadi, Rumah

Sudah hampir empat bulan tidak menulis di blog, sejak akhir September. Ada rasa kangen yang sangat untuk bisa menulis kembali, tetapi rutinitas telah membuatku malas untuk menulis. Bulan ini adalah bulan Januari dimana pada bulan ini mas arif ulang tahun pada dua Januari dan ulang tahun pernikahan kami yang kedelapan pada 15 Januari 2014.

Ulang tahun ke-38 2 Januari 2014

Ulang tahun ke-38 2 Januari 2014

Pada tanggal 15 Januari ini ulang tahun pernikahan kami ke-8, tidak ada perayaan istimewa, kami mensyukurinya dengan berdoa, semoga kami berdua tambah sehat, kekal abadi sampai maut memisahkan. Kami melakukan jalan2 ke Bogor awal bulan kemarin dan beli sepatu, aku sepatu pesta dan mas arif sepatu kerja di House of Donatello di Tajur Bogor.

IMG01452-20130706-1353

Cuma disayangkan usahaku di Amira Sport sepi banget, tapi alhamdulillah masih ada rejeki karena mas arif bekerja, sedikit banyak aku syukuri. Bulan ini Aku juga mencoba kebugaran dengan ngegym di Arhath Center Pondok Petir. Aku dibelikan sepatu reebok warna putih dan hitam mas arif di Athletics Foot Point Square agar aku rajin berolahraga.

Senengnya bisa ngegym

Tanaman di Rumahku

Posted: March 7, 2012 by Eva in Lingkungan, Rumah

Saat pertamakali menempati rumah di Pamulang pada akhir tahun 2007 saya membawa beberapa tanaman yang saya dapat dari beli di penjual tanaman maupun dikasih teman. Tanaman yang pertama yang saya tampilkan kali ini adalah aglonema hijau dengan bercak kuning yang tumbuh dengan subur di atas pot. Tanaman ini saya beli seharga Rp.40.000 dari penjual tanaman di Cawang, sebelahnya Carrefour Cawang. Masih inget perjuangan membawa tanaman ini ke kostku di Kalibata aku harus membawanya jalan kaki dari pertigaan rel menuju kostku dulu.

Agalaonema army

Agalaonema army

Pada saat yang bersamaan saya juga membeli Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens) yang sebelumnya saya tanam di pot, namun saat depan rumah di buat karpot, akhirnya saya pindahkan ke atas tanah di depan teras.

Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens)

Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens)

Awalnya memang hanya punya dua tanaman itu, namun sekarang aglaonema hijau army sudah berkembang biak menjadi satu pot lagi jadi ada dua pot. Tanaman berikutnya adalah Aglaonema red peacok yang dapat minta dari sunariah waktu dia masih tinggal dekat kontrakanku di Ciputat pada tahun 2008. Sekarang aglaonema merah ini sudah beranak dua pot, saya senang dengan tanaman ini karena mengingatkanku akan persahabatan dengan Sunar temanku yang baik sejak awal-awal saya menginjak Jakarta pada tahun 2004.

Aglaonema Red Peacok

Aglaonema Red Peacok

Setelah aglonema dan palem, beberapa waktu yang lalu saya cari tanaman ke daerah cinangka sawangan ke arah parung. Di sana saya menemukan pohon jeruk purut yang daunnya bisa dipake buat masak sayuran. Dulu pohon jeruk ini pendek dan daunnya lebat, namun sejak dipindah, dan kekurangan sinar matahari pohon jeruk ini jadi kurang subur dan sering terkena lalat, tapi sekarang sudah mulai berdaun lagi.

Pohon jeruk purut

Pohon jeruk purut

Bersamaan dengan pohon jeruk mas arif sama saya membeli pohon mangga apel dan pohon kelengkeng. Namun, pohon mangga apel ini pertumbuhannya lambat sekali, sehingga kami harus memberinya pupuk berulang kali agar tumbuh subur dan cepat berbuah.

Mangga Apel ((Mangifera Indica)

Mangga Apel ((Mangifera Indica)

Tanaman berikutnya yang baru kubeli saat membuat karpot baru adalah Anggrek. Aku beli anggrek ini di jalan menuju ragunan saat itu beli sama tanaman untuk anti nyamuk yang bunganya berwarna merah. Namun, tidak bertahan lama yang bunga anti nyamuk, tinggal tanaman anggrek yang tumbuh bagus dan sering kusiram pake air beras. Anggrek ini aku beli Rp.50.000

Anggrek

Anggrek

Selain anggrek ada juga tanaman gantung lainnya ada sekitar empat tanamana gantung tapi saya tidak tahu nama-namanya, saya beli di depan Bank Mandiri Pamulang lumayan murah harganya sekitar 10.000-15.000.

Tanaman Gantung

Tanaman Gantung

Sementara itu berdekatan dengan pohon jeruk dan palem, ada juga pohon beringin yang sudah cukup rimbun. Beringin ini saya dapat dari mama winda dan Pak iyo tetangga kontrakan di Cirendeu, saat saya masih kerja di Pustaka Alvabet.

Beringin (Ficus Benjamina)

Beringin (Ficus Benjamina)

Sementara itu untuk membuat bubur saya suka pake daun pandan, karena suka minta terus sama tetangga, akhirnya saya menanam sendiri daun padan di samping pohon jeruk. Awalnya pandan ini cuma kecil saja, tapi sekarang sudah berdaun banyak dan subur

Pandan

Pandan

Pada tahun 2011, mas Arif tertarik dengan pohon pucuk merah yang sekarang banyak di tanam di pinggir jalan ataupun di depan rumah sebagai hiasan pemanis rumah, akhirnya kita pun beli dua pohon pucuk merah Syzygium oleana)namun satu pohon menjadi mati dan kering saat ditinggal mudik ke Blitar dan Sukabumi lebaran Juli 2011. Jadi sekarang ini tinggal satu pohon saja.

Bunga Pucuk Merah

Bunga Pucuk Merah

Dan yang terakhir dibeli adalah pohon sawo belanda, pohon ini ditanam sebagai ganti pohon ceri yang ditebang biar terang.

Sawo Belanda

Sawo Belanda

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1432 Hijriah

Posted: September 20, 2011 by Eva in Rumah

Kami sekeluarga mengucapkan selamat hari raya Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah Minal Aidzin walfaidzin. Lebaran kali ini kami berlebaran di Blitar, setelah seminggu disana, baru kemudian lebaran di sukabumi dengan pulang naik kereta malabar ke Bandung.

Keluarga Besar Blitar

Keluarga Besar Blitar

Seperti biasa, keluarga besar kumpul di Blitar dan setelah hari kedua, kami ngelencer (keliling) ke saudara-saudara di sekitar Blitar. Kepada para Sahabat, kerabat dan tetangga, kami mengucapkan selamat hari raya iedul fitri, semoga ketemu lagi lebaran tahun depan.

Salam Arif dan Eva

Kami sekeluarga

Kami sekeluarga

Mulai Hobi Naik Sepeda

Posted: August 2, 2011 by Eva in Rumah

selama bulan Juli kemarin saya belajar naik sepeda, sejak kecil memang gak bisa naik sepeda tapi setelah belajar dan di dorong mas Arif, akhirnya bisa juga naik sepeda hehehe, seneng banget rasanya, sekarang hampir tiap hari saya keliling komplek naik sepeda.

Naik Sepeda

Naik Sepeda

Selain buat olahraga, untuk ke warung terdekat maupun ke pasar,saya suka naik sepeda. Terkadang kalau pulang kerja pengen buru-buru nyampe rumah dan segera nggowes, buat yang suka naik sepeda selamat bergowes ria ya…

How Lucky I am

Posted: May 10, 2011 by Eva in Rumah

Bulan Mei ini aku merayakan ulang tahun dan alhamdulilah dapat kado istimewa dari suamiku tercinta, yaitu aquarium yang diisi oleh ikan komet dua ekor. Aku seneng banget, karena mas Arif membikin sendiri meja akuarium dan mendesain akuarium itu sehingga hasilnya jadi bagus. Aku bersyukur banget dan merasa beruntung memiliki suami yang rajin dan perhatian.

Aquarium

Aquarium

Sehari sebelum ulang tahun, kami juga membeli seperangkat kursi jati yang akan dipasang di teras yang belum lama ini kita bangun. Sebelumnya, kita akan membeli kursi yang ada meja bulatnya di daerah serua,biasa disebut kursi betawi. Tapi setelah keliling ke Cinangka akhirnya nemu juga kursi yang cocok dengan apa yang kita inginkan. Kita menemukannya hampir magrib, dan hanya dalam waktu dua hari baru diantar.

teras-rumah

teras-rumah

Alhamdulilah aku bersyukur dengan rezeki yang kuperoleh saat ini semoga senantiasa berkah dan selalu mendapat Ridha dari Allah SWT. Terimakasih mas Arif atas kado ulang tahunnya. Semoga Allah senantiasa memberi kita kesabaran dan senantiasa bersyukur dalam menjalani hidup bersama. Amiien

Membuat Karpot dan Teras Rumah

Posted: March 24, 2011 by Eva in Rumah

Sudah hampir empat tahun kami tinggal di Pamulang Elok blok P-1/21. Namun sejak dibuat pagar dan bangun dapur, kami belum memperbaiki apapun selain mengecatnya. Nah, pada akhir Februari kemarin saya dan mas arif berencana membuat karpot dan teras depan.

Karpot bagian depan pintu, kami buat setengahnya aja atau sepanjang cukup badan motor, bagian pinggir kami tembok dan bagian atasnya ditutup. Sehingga dengan ditutupnya bagian atas, secara otomatis air tidak sampai ke depan pintu dan motor pun tertutup.

Karpot Bagian depan

Karpot tampak depan

Karpot sebelah kanan kami buat hampir ful memanjang ke arah pagar. Namun, kami menyisakan tanah sedikit untuk beberapa tanamanku yang sudah terlanjur disitu seperti pohon jaruk limo, beringin, beringin korea dan bunga.

Karpot bagian samping

Karpot bagian samping

Untuk membuat karpot dan teras depan, kami membawa tukang yang namanya mas Heru (adiknya pak agus mama angga) dan ada keneknya iparnya dia. Butuh waktu sekitar 17 hari untuk membangun karpot dan teras depan ini agar bener-bener selesai sesuai keinginan. Kami juga membeli kayu-kayu yang bagus untuk rangka bagian atas juga GRC yang tahan lama agar menjadi lebih kuat.

Karpot

Karpot

Untuk membuat karpot dan teras ini kami menghabiskan kurang lebih 7,5 juta. Biaya diatas sudah termasuk biaya tukang. Alhamdulilah kami puas dengan kerjaannya mas Heru. Kami pun mulai menata kembali tanaman yang sempat terbengkalai saat membangun. Karena bagian pinggir di atas karpot menyisakan ruang kosong, maka kami pun menanam tanaman gantung supaya halaman depan rumah kami lebih sejuk.

Tanaman Gantung

Tanaman Gantung

Tidak hanya bagian depan yang kami tanami pot gantung, di bagian kiripun kami memberinya tanaman gantung , hanya saja belum banyak. Pengennya sih gantungin bunga anggrek, cuma masih enggak tahu mau beli dimana bunganya. Oh ya, kemarin kita juga ganti keramik depan dan masih banyak sisa keramiknya, dipake buat bikin tempat duduk di depan halaman, dibawah pohon ceri, lumayan adem buat nongkrong atau tempat mas arif merokok.

bunga gantung-2

bunga gantung-2

Ganti warna cat rumah

Posted: September 24, 2010 by Eva in Rumah

Alhamdulilah tidak terasa sudah tiga tahun kami menempati rumah di pamulang elok. Banyak perubahan di rumah kami selama tiga tahun ini diantaranya perubahan warna cat yang kian memudar dan beberapa dinding yang retak sehinga kami harus memperbaikinya.

Sebelumnya warna cat rumah kami adalah krem muda, warnanya terlihat cerah, namun kalau terkena hujan menjadi kotor. Rencananya kami mengecat rumah sebelum lebaran, tapi karena hujan terus maka kami baru melaksanakannya usai mudik. Kami akhirnya menjatuhkan pilihan warna abu-abu dan hijau abri muda, pilihan ini tidak sengaja aja kami pilih saat pergi ke toko bangunan.

Semoga perubahan warna cat kali ini menjadi semangat baru bagi kami agar bekerja lebih giat lagi.

Salam abu-abu