Archive for the ‘Rumah’ Category

Saya pernah mendengar tapi lupa siapa yang mengatakan jika di dunia ini ada dua hal yang tidak bisa kita hindari, yaitu pertama kematian dan yang kedua kemajuan teknologi.

Orang boleh sepakat atau tidak dengan ungkapan itu, adalah hak bagi siapa saja yang hidup di era sekarang ini. Merasakan imbas atau tidak efek positif dan negatif dari teknologi ini.

Meskipun beberapa belakangan ini saya mengamati banyak sekali aplikasi terbaru untuk memudahkan orang agar efektif dan efisien. Seperti aplikasi kesehatan yang pernah saya ulas, dan beberapa aplikasi bidang lainnya yang akan menyusul saya justru sedang rindu dengan benda-benda retro yang dulu sering dipakai saat perkembangan teknologi belum semassif sekarang.

Sejak tahun lalu saya tiap pagi mendengarkan radio dari tape merk china yang saya beli di toko elektronik. Jadi saya tiap pagi nyalain tape dan radio lewat colokan listrik buat streaming. Kemudian saya membeli kaset-kaset lama di Ciputat ada sebuah toko kaset dan cd yang menyediakan kaset para penyanyi zaman dulu hingga para penyanyi era tahun 2000-an. Bahkan ada juga kaset dari tetangga yang sudah hendak membuang koleksi kaset lamanya.

Untuk Mencari Keseimbangan

Dua minggu lalu saya menservis DVD, dan alhamdulilah masih bisa. Sehingga saya pun membuka koleksi dvd lama yang saya wadahin di tas kecil khusus dvd beresleting.

Ada kebahagiaan tersendiri ketika kita memelihara barang retro seperti tape recorder dan DVD jadul. Mencoba memutar lagu yang masih enak di dengar membuat kita senang. Begitu juga ketika membersihkan dari debu dan merawatnya agar bisa dipakai.

Hal yang saya lakukan ini bukan upaya menghindari kemajuan teknologi permusikan seperti winamp, Spotify, jooks, atau aplikasi lainnya yang sekarang sedang mekar bersemi di bumi Indonesia atau seluruh dunia.

Namun apa yang saya lakukan adalah untuk menjaga keseimbangan, agar tidak terlalu terbawa arus kemajuan teknologi, meskipun godaan terberat adalah inkonsistensi. Ada kalanya saya sangat menyukai yang jadul dan retro namun adakalanya saya juga tidak sabar dengan tuntutan untuk hidup efektif dan efisien. Dimana disitulah kelebihan teknologi yang memudahkan.

Jadi sebenarnya mungkin fleksibel saja dalam menghadapi kehidupan di dunia yang seperti dilipat ini. Saya masih menggunakan beberapa aplikasi teknologi, bahkan mungkin beberapa waktu ke depan akan menulis aplikasi dalam penanggulangan bencana dan geospasial.yang memudahkan dan bermanfaat bagi korban bencana dan pengungsi.

Namun di sisi lain saya juga tidak melupakan barang-barang retro yang saya koleksi dan akan mencari bahkan mengkoleksi benda retro lainnya untuk mengingat dan mengenang masa-masa dulu sebelum dunia bergerak cepat seperti sekarang.

20 April 2018 Pukul 15.07

Advertisements

Ada kalanya kita tidak memperhatikan hal-hal kecil di sekitar kita yang sebenarnya itu sangat penting untuk kesehatan.

Seperti kebiasaan mencuci piring yang hampir tiap hari kita lakukan. Namun adakalanya karena rutinitas yang berulang menjadi kebiasaan kita tidak memperhatikan apakah sudah saatnya busa atau spon/sabur pencuci piring itu diganti.

Muncul sebuah pertanyaan, secara normal berapa kali harus diganti, dalam hitungan minggu atau bulan busa/spon pencuci piring diganti baru? atau seingatnya saja saat melihat sudah usang dan tidak nyaman dipakai.

Beberapa waktu lalu di sebuah siaran radio saya mendengar seorang penyiar mengatakan bahwa harusnya busa atau spon pencuci piring diganti setiap tiga minggu sekali karena disitu adalah daerah yang basah, rawan dan tempat bersarangnya bakteri.

Jadi jika sudah lewat tiga minggu maka bakteri sisa-sisa mencuci piring akan berkembang biak dan akan mengubah fungsi busa atau spon yang tadinya membersihkan piring tapi akan menjadi tersebarnya bakteri.

Pendapat tadi baru dari seorang penyiar radio, mungkin ada pendapat yang berbeda dari teman lain?

17 April 2018, 09.26

Secangkir Teh dan Silaturahmi

Posted: April 15, 2018 by Eva in Rumah
Tags: ,

Minggu pagi ini saya dikagetkan dengan kedatangan seorang tamu yang mengetuk pintu saat kami bersantai.

Sudah lama hampir dua tahun lalu tidak berjumpa dengan sang tamu dan hari ini hadir bersama keluarga dan anaknya dua.

Saya menyeduh teh panas dan perbincangan pun mengalir deras
Silaturahmi pun terjalin kembali.

15 April 2018, Pukul 11.23

Tidak terasa sudah hari senin lagi di minggu kedua  Bulan April. Hati ini gembira ketika bangun melihat tanaman di depan rumah.

Minggu lalu ketika meninggalkan rumah selama lima hari, saat pulang tanaman kering dan layu, waah sedih banget karena gak ada yang menyiram.

Namun, sekarang sudah kembali normal. Tanaman kembali segar, tumbuh kembali bahkan ada yang berbuah dan berbunga.Seperti jeruk limo dan belimbing wuluh yang berbuah lagi serta bunga kamboja yang kuncup di senin pagi ini.

Bunga kamboja ini aku bawa dari Cikampek dikasih Om Sugeng saat kami berdua silaturahmi ke rumah saudara di Cikampek Karawang. Dulu pas pertama kali dibawa bunga ini tampak kerdil dan tidak memiliki daun. Namun tidak menyangka dalam hitungan lima bulan kini bisa mekar dan kuncup sempurna.

Selamat hari senin dari bunga kamboja..

9 April 2018, Pukul 08.55

Sudah 11 tahun tinggal di Pondok Petir Depok, berbatasan dengan Pamulang, tepatnya sejak Januari 2007 seringkali di rumah ada barang-barang yang rusak. Entah itu karena faktor alam seperti petir atau karena memang alat rumahtangga sudah aus spare partnya.

Baik barang elektronik seperti AC, TV, kulkas dan mesin cuci. Handphone bisa sinyalnya kurang, lcdnya pecah atau bahkan mati total, serta laptop atau komputer yang sudah tidak bisa digunakan.

Dari pengalaman yang saya alami ada beberapa tempat service yang bisa direkomendasikan atau jadi rujukan, karena saya pernah mencobanya. Berikut saya tulis beberapa, mungkin ada yang sudah tahu, ada juga yang tidak.

1. Servis AC, kulkas, mesin cuci dll
Nama tempat servisnya adalah Makmur Service yang berada disebelah kiri dekat kampus Universitas Pamulang (Unpam). Kalau mau service disana harus janjian sehari sebelumnya karena antri. Berikut no telfonnya:0217431058

2. Service HP, tablet, android, dll.
Nama tempat servicenya Bintang Seluler. Dulu berada di dekat pertigaan kelurahan Reni, sekarang pindah ke sebelum pangkalan ojek (kalau dari arah gaplek), ada gang kecil dan plang tempat servis. No Hp:628567123542

3.Service komputer, laptop, dan sejenisnya.
Nama tempat service komputer ini adalah Point Komputer berada di dekat bekas Bank BRI di dekat bunderan Unpam komplek pamulang permai. Sangat cepat penyelesaian masalah komputer kita disini karena memiki tenaga ahli yang berpengalaman. Pernah ganti layar laptop karena pecah, masuk siang sore jam 5 sudah ada sparepartnya. No telfonya ini 021.7418450

4. Service televisi, DVD, tape recorder, dan sejenisnya.
Nama tempat servicenya saya lupa tapi dekat rumah berada di dekat Indomaret Suryakencana yang dekat Reni Jaya, samping foto kopi. Pernah tv saya kena petir di service cepat di sini. No telfnya jg tidak punya lebih baik datang langsung pingir jalan kelihatan.

5. Service alat rumah tangga seperti magicom rusak, blender, kipas angin dll.
Nama tempat servicenya adalah 33A Service
berada di jalan suryakencana seberang toko pakaian sebrang klinik mitra sehat. No hpnya adalah: 081808302412

6. Service Tas, biasanya jika tas kita rusak resletingnya, atau bernoda dan talinya lepas ada dua tempat service tapi saya lupa namanya, pertama di jl. H.Nawi sebrang Amec, yang kedua di Witanaharja sebelum danau.

Buat anda yang berada di Pamulang Barat, Reni Jaya, Pondok Petir, Bojongsari dan sekitarnya semoga bisa membantu ya. Ini bukan promosi hanya sekedar berbagi pengalaman. Mohon maaf jika ada tempat service yang tidak berkenan, takut melanggar undang-undang persaingan usaha (sok serius ☺) mungkin nanti bisa diupdate disini dan ditambah referensinya.

Semoga bermanfaat…

Pamulang 30 Maret 2018
Pukul 22.10 WIB

Seperti biasa saat senja hari
Aku menyiram tanaman di depan rumah
Dan aku temukan pohon belimbing wuluh
Sudah tumbuh tunas baru

Wah senang sekali melihatnya
Mengingat pohon itu sering berbuah
Lebat dan subur
Kini makin kokoh dan berkembang

Pamulang 30 Maret 2018
Pukul 18.30

Sekedar berbagi teman-teman adakah yang pernah mengalami pakaian baik baju atau celana kita kena goresan pena atau bercak tinta? saya akan berbagi sedikit pengalaman yang saya alami hari ini.

Celana saya kena bercak tinta merah dan garis pena warna biru di bagian kanan. Sangat mengganggu dan jika dipakai kelihatan tampak kotor.

Saya berusaha bertanya baik kepada kerabat, sahabat dan mbah google, hingga akhirnya saya menemukan cara sederhana dari berbagai penemuan tersebut.

1. Rendam bagian celana yang kena tinta dengan sabun cuci piring.
2. Setelah itu sikat dengan hati-hati, goresan pena sudah menghilang tapi bercak tinta masih sulit.
3.Bagian bercak tinta yang mengembang, taburi dengan baking soda, yang biasa buat kue, diamkan agak lama (setengah jam) hingga akhirnya nodanya perlahan pudar dan menghilang
4. Sikat halus dan noda pun hanya tinggal sedikit, setelah itu kucek-kucek pakai air sabun sedikit, lalu nodanya menghilang, bilas dan bersihkan.
5. Usai dibersihkan, keringkan di mesin cuci lalu jemur pakaian atau celana anda dan tampak bersih seperti sediakala.

Selamat mencoba yaa….

Filosofi Bunga Matahari

Posted: March 15, 2018 by Eva in Inspirasi, Rumah

Suatu hari saya pernah bertemu seorang perempuan yang mengatakan jika prinsip hidupnya ingin seperti bunga matahari.

Apa itu filosofi bunga matahari? Dia mengatakan jika bunga matahari itu bersinar di pagi hari dan merunduk di senja hari.

Setelah saya renungkan dalam-dalam, bagus juga ya. Akan tetapi, satu bulan lalu saya ingin menanam bunga matahari dan saya pun beli di tukang bunga dan di tanam di pot. Saya ingin tahu betul seperti apa bunga matahari. Awalnya beberapa hari bagus, kuning bersinar saya senang memandangnya berlama-lama. Kilaunya yang kuning keemasan membuat hati ini cerah ceria.

Namun tidak lama kemudian, bunga matahari di depan rumah kok layu. Wah saya kecewa, saya mulai mempertanyakan filosofi bunga matahari. Sayang ya, indah kemilau tapi tidak tahan cuaca. Kena panas dan hujan layu lalu mati.

Lantas dalam hati pun saya berpikir, wah ternyata filosofi itu adakalanya perlu dipertanyakan lebih lanjut jangan ditelan mentah-mentah. Saya tidak mau seperti bunga matahari yang gampang layu kena cuaca tidak menentu…

Pamulang, 17.40 WIB

Sampul Buku-Rumah Bambu

Sampul Buku-Rumah Bambu

Cerita Sederhana yang Menukik Hati

Jika anda ingin membaca cerita-cerita yang ringan, pendek dan sangat menyentuh perasaan, anda harus membaca Kumpulan Cerpen karya YB.Mangun Wijaya atau akrab biasa disapa Romo Mangun dalam salah satu Kumpulan Cerpennya berjudul “Rumah Bambu” yang diterbitkan oleh Kelompok Penerbit Gramedia (Penerbit KPG).

Buku ini sebenarnya buku lama, saya harap Penerbit berani untuk menerbitkan kembali buku-buku ini untuk generasi di masa yang akan datang yang lebih mencintai kesederhanaan dan hidup bersahaja dibanding dunia anak muda sekarang yang serba digital dan penuh hiruk pikuk belaka.

Ada satu peristiwa dalam hidup Romo Mangun yang di kemudian hari menjadi cerita “legendaris”. Seorang teman menyebut peristiwa itu sebagai tragedi lem kanji. Suatu ketika Romo Mangun menyuruh salah seorang pembantunya membuat lem kanji. Kebetulan Romo sedang membutuhkan banyak lem, sementara ia enggan membelinya di toko. Selain mahal dan bikin boros, memang demikianlah prinsipnya: Jangan mudah membeli sesuatu yang sebenarnya dapat dibuat sendiri. Lem kanji yang dipesan pun jadi.

Celaka, Romo bukannya senang, tetapi malah marah, sebab lem kanji itu terlalu banyak dan mubazir. Sambil marah, Romo mengambil piring, sendok, garam, lalu menyodorkan kepada si pembuat lem kanji itu dan menyuruh memakannya. Kami tidak tahu bagaimana kelanjutan ceritanya, tapi peristiwa itu benar-benar terjadi.

Selain itu ada juga cerita tentang pesawat tempur dan helikopter milik TNI angkatan Udara yang sudah lapuk dan bulukan, tapi berusaha diterbangkan oleh pilot yang masih belajar, tepatnya di halaman 97 yang berjudul tentang Pilot. Tapi yang terjadi sekarang memang Alutsista Kementerian Pertahanan dan semua TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara sudah pada lapuk dan hanya ada sedikit anggaran membeli Alutsista seperti Sukhoi, yang baru saja diberi mahal malah dipakai orang Rusia yang tidak tahu ilmu kedirgantaraan.

Dari cerita di atas dapat kita simbulkan bahwa kita harus pandai-pandai menilai diri sendiri. Suatu hal atau barang yang menurut kita mahal, belum tentu mahal menurut orang lain. Lebih baik kita membeli sedikit lem kanji daripada memarahi orang yang membuatkan kita lem kanji dengan banyak dan kelelahan agar mendapat upah.

Dalam buku yang terdiri dari 20 Cerita pendek (Cerpen) yang belum pernah di publikasikan ini, semua cerita yang ada dikemas secara artistik dan menggelitik namun cetar membahana. Kita akan di bawa ke dalam cerita bencong yang menyamar menjadi pengamen, hingga cerita-cerita sederhana lainnya yang menyentuh hati dan memekakkkan telinga.

Jadi tunggu apa lagi, datang saja ke Perpus Kementerian Kemendikbud untuk membaca buku ini, jika Penerbit KPG enggan menjualnya kembali, karena royaltinya belum diterima sama Romo Mangun Wijaya.

Jakarta, 4 Desember 2017

Sebagai seorang ibu, seringkali kita berbelanja membeli makanan, minuman dan belanja bulanan di toko, pada saat hendak diambil pesanan kita selalu disertakan plastik untuk dibawa. Sadarkah kita bahwa setiap plastik yang diterima secara cuma-cuma jika dikumpulkan menjadi sampah yang sulit untuk diurai. Pemakaian kantong plastik hampir tidak dapat dihindari dikehidupan sehari-hari manusia. Bermacam jenis kantong plastik telah digunakan membawa barang belanjaan dan dipakai untuk berbagai jenis kemasan, termasuk kemasan makanan dan minuman. Plastik telah membuat semuanya menjadi lebih praktis dan sulit tergantikan. Namun tahukah anda bahwa banyak bahaya mengintai dari penggunaan plastik dan limbah plastik?

Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik

Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik

Menurut GoGreenIndonesia/Everiday’sTidBid dari situs dream indonesia, Berikut Bahaya Kantong Plastik: (more…)

Pada bulan Agustus kemarin, alhamdulillah saya berhasil melunasi rumah cicilan di Pamulang Elok yang seharusnya 10 tahun menjadi 8 tahun. Alangkah bahagianya sekarang ini karena sudah tidak memiliki lagi cicilan tiap bulannya. Meski cicilan sebesar 1.250.000 tapi sekarang ini tanpa ada cicilan sudahterasa ringan. Cara pelunasan kredit rumah gampang kok, saya yang dulu membuka di Bank Tabungan Negara (BTN) BSD bisa melunasi di mana saja, saya melunasi di Bank BTN Pamulang. Saya membawa semua berkas ketika akad kredit dulu ke Bank BTN dan disana diberi bukti tanda pelunasan. Setelah lunas sehari kemudian saya dan mas Arif pergi ke Cikokol untuk mengambil sertifikat Hak Guna Bangunan. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengambil sertifikat HGB diantaranya KTP asli, bukti pelunasan dll. Harus dua kali kesana yang pertama ngasihin berkas yang kedua ngambil sertifikat HGB.

BTN Cikokol

BTN Cikokol

Setelah berkas lengkap di Cikokol, kunjungan kedua kita akan diberi satu bundel surat-surat lengkap rumah termasuk di dalamnya IMB (Izin Membuat Bangunan), sertifikat Hak Guna Bangunan, surat roya dari BTN dan bukti-bukti lainnya. Kalau ke BTN harus pagi2 karena antri, persyaratan kita dilihat lengkap dan jangan lupa bawa KTP asli dan surat berharga lainnya.

Setelah berkas dari BTN lengkap, maka berkas tersebut saya bawa ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Depok di Grand Depok City. Sempat muter-muter cari alamat BPN Kota Depok, karena kita gak tahu ternyata jauh banget harus 1,5 jam dari Pamulang lewat jalan Sawangan, tepatnya di komplek perkantoran kota Depok deket kolam renang dan pemadam kebakaran.

Kantor BPN Kota Depok

Kantor BPN Kota Depok

Sebelum datang ke BPN Depok saya riset di internet cara-cara ngurus sertifikat rumah sendiri dan ternyata kebijakan baru ada layanan sabtu minggu. Pada saat itu hari sabtu, kita berangkat jam setengah 10 ternyata sampai sana sudah setengah 12 dan harus kembali lagi besok minggu, kita melakukan pendaftaran dan mengisi form pengecekan berkas. Di koperasi BPN ada 3 macam map yaitu pendaftaran, pengecekan, roya dan peningkatan hak mapnya beda2 warnanya dan persayaratannya juga beda2, dan ketika saya tanya ke petugas saya harus ngisi form pendaftaran dan roya. Jika anda bingung, tanya saja persyaratannya sama petugas atau penjaga koperasi. Syarat untuk roya dan pengecekan itu beda-beda, tapi rata2 semua syaratnya sudah ada di berkas yang dikasih sama bank. Hari sabtu itu saya harus mengisi map untuk roya dan dimasukkan hari minggu.

Beberapa tahapan mengurus sertifikat

Beberapa tahapan mengurus sertifikat

Hari minggu saya datang lebih pagi, namun petugas di BPN Depok sepi hanya ada beberapa petugas saja, saya pun menyerahkan berkas dan mereka bilang dokumen roya akan jadi dalam seminggu. Jadi saya patuh saja dan membayar sejumlah dana untuk administrasi. Setelah itu tak lama pulang. Seminggu kemudian, saya kembali ke BPN dan berkas roya saya sudah selesai, lalu saya mengisi berkas di map pengecekan, setelah di cek ada biaya administrasi lagi tapi sedikit sih termasuk murah lah. Setelah tahap pengecekan selesai saya mengisi berkas peningkatan hak. Saya mengurus sertifikat peningkatan Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Sertifikat Hak Milik. Berikut saya lampirkan persyaratannya.

Berkas dan Persyaratan yang Harus disiapkan

Berkas dan Persyaratan yang Harus disiapkan

Berikut-berikutnya saya tidak pernah lagi datang hari minggu ke BPN Depok, saya lebih senang sabtu karena petugas lengkap dan seminggu kemudian setelah saya melengkapi berkas peningkatan hak, saya harus membayar lagi biaya administrasi dan jadilah sertifikat hak milik kita (SHM). Jadi alhamdulillah meskipun kita bekerja, hari sabtu dan minggu kita bisa ngurus sertifikat sendiri dengan biaya murah. Sementara itu jika kita ngurus ke notaris biayanya bisa mencapai Rp.2.500.000.

Saya bersyukur sekali dan mungkin ini adalah salah satu revolusi mental dalam bidang pertanahan. Terimakasih BPN Depok

Kebayoran Lama 7 Oktober 2015
Pukul 17:12

Januari Bulan Penuh Berkah

Posted: January 19, 2014 by Eva in Artikel, Pribadi, Rumah

Sudah hampir empat bulan tidak menulis di blog, sejak akhir September. Ada rasa kangen yang sangat untuk bisa menulis kembali, tetapi rutinitas telah membuatku malas untuk menulis. Bulan ini adalah bulan Januari dimana pada bulan ini mas arif ulang tahun pada dua Januari dan ulang tahun pernikahan kami yang kedelapan pada 15 Januari 2014.

Ulang tahun ke-38 2 Januari 2014

Ulang tahun ke-38 2 Januari 2014

Pada tanggal 15 Januari ini ulang tahun pernikahan kami ke-8, tidak ada perayaan istimewa, kami mensyukurinya dengan berdoa, semoga kami berdua tambah sehat, kekal abadi sampai maut memisahkan. Kami melakukan jalan-jalan ke Bogor awal bulan kemarin dan beli sepatu, aku sepatu pesta dan mas arif sepatu kerja di House of Donatello di Tajur Bogor.

IMG01452-20130706-1353

Cuma disayangkan usahaku di Amira Sport sepi banget, tapi alhamdulillah masih ada rejeki karena mas arif bekerja, sedikit banyak aku syukuri. Bulan ini Aku juga mencoba kebugaran dengan ngegym di Arhath Center Pondok Petir. Aku dibelikan sepatu reebok warna putih dan hitam mas arif di Athletics Foot Point Square agar aku rajin berolahraga.

Senengnya bisa ngegym

Tanaman di Rumahku

Posted: March 7, 2012 by Eva in Lingkungan, Rumah

Saat pertamakali menempati rumah di Pamulang pada akhir tahun 2007 saya membawa beberapa tanaman yang saya dapat dari beli di penjual tanaman maupun dikasih teman. Tanaman yang pertama yang saya tampilkan kali ini adalah aglonema hijau dengan bercak kuning yang tumbuh dengan subur di atas pot. Tanaman ini saya beli seharga Rp.40.000 dari penjual tanaman di Cawang, sebelahnya Carrefour Cawang. Masih inget perjuangan membawa tanaman ini ke kostku di Kalibata aku harus membawanya jalan kaki dari pertigaan rel menuju kostku dulu.

Agalaonema army

Agalaonema army

Pada saat yang bersamaan saya juga membeli Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens) yang sebelumnya saya tanam di pot, namun saat depan rumah di buat karpot, akhirnya saya pindahkan ke atas tanah di depan teras.

Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens)

Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens)

Awalnya memang hanya punya dua tanaman itu, namun sekarang aglaonema hijau army sudah berkembang biak menjadi satu pot lagi jadi ada dua pot. Tanaman berikutnya adalah Aglaonema red peacok yang dapat minta dari sunariah waktu dia masih tinggal dekat kontrakanku di Ciputat pada tahun 2008. Sekarang aglaonema merah ini sudah beranak dua pot, saya senang dengan tanaman ini karena mengingatkanku akan persahabatan dengan Sunar temanku yang baik sejak awal-awal saya menginjak Jakarta pada tahun 2004.

Aglaonema Red Peacok

Aglaonema Red Peacok

Setelah aglonema dan palem, beberapa waktu yang lalu saya cari tanaman ke daerah cinangka sawangan ke arah parung. Di sana saya menemukan pohon jeruk purut yang daunnya bisa dipake buat masak sayuran. Dulu pohon jeruk ini pendek dan daunnya lebat, namun sejak dipindah, dan kekurangan sinar matahari pohon jeruk ini jadi kurang subur dan sering terkena lalat, tapi sekarang sudah mulai berdaun lagi.

Pohon jeruk purut

Pohon jeruk purut

Bersamaan dengan pohon jeruk mas arif sama saya membeli pohon mangga apel dan pohon kelengkeng. Namun, pohon mangga apel ini pertumbuhannya lambat sekali, sehingga kami harus memberinya pupuk berulang kali agar tumbuh subur dan cepat berbuah.

Mangga Apel ((Mangifera Indica)

Mangga Apel ((Mangifera Indica)

Tanaman berikutnya yang baru kubeli saat membuat karpot baru adalah Anggrek. Aku beli anggrek ini di jalan menuju ragunan saat itu beli sama tanaman untuk anti nyamuk yang bunganya berwarna merah. Namun, tidak bertahan lama yang bunga anti nyamuk, tinggal tanaman anggrek yang tumbuh bagus dan sering kusiram pake air beras. Anggrek ini aku beli Rp.50.000

Anggrek

Anggrek

Selain anggrek ada juga tanaman gantung lainnya ada sekitar empat tanamana gantung tapi saya tidak tahu nama-namanya, saya beli di depan Bank Mandiri Pamulang lumayan murah harganya sekitar 10.000-15.000.

Tanaman Gantung

Tanaman Gantung

Sementara itu berdekatan dengan pohon jeruk dan palem, ada juga pohon beringin yang sudah cukup rimbun. Beringin ini saya dapat dari mama winda dan Pak iyo tetangga kontrakan di Cirendeu, saat saya masih kerja di Pustaka Alvabet.

Beringin (Ficus Benjamina)

Beringin (Ficus Benjamina)

Sementara itu untuk membuat bubur saya suka pake daun pandan, karena suka minta terus sama tetangga, akhirnya saya menanam sendiri daun padan di samping pohon jeruk. Awalnya pandan ini cuma kecil saja, tapi sekarang sudah berdaun banyak dan subur

Pandan

Pandan

Pada tahun 2011, mas Arif tertarik dengan pohon pucuk merah yang sekarang banyak di tanam di pinggir jalan ataupun di depan rumah sebagai hiasan pemanis rumah, akhirnya kita pun beli dua pohon pucuk merah Syzygium oleana)namun satu pohon menjadi mati dan kering saat ditinggal mudik ke Blitar dan Sukabumi lebaran Juli 2011. Jadi sekarang ini tinggal satu pohon saja.

Bunga Pucuk Merah

Bunga Pucuk Merah

Dan yang terakhir dibeli adalah pohon sawo belanda, pohon ini ditanam sebagai ganti pohon ceri yang ditebang biar terang.

Sawo Belanda

Sawo Belanda

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1432 Hijriah

Posted: September 20, 2011 by Eva in Rumah

Kami sekeluarga mengucapkan selamat hari raya Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah Minal Aidzin walfaidzin. Lebaran kali ini kami berlebaran di Blitar, setelah seminggu disana, baru kemudian lebaran di sukabumi dengan pulang naik kereta malabar ke Bandung.

Keluarga Besar Blitar

Keluarga Besar Blitar

Seperti biasa, keluarga besar kumpul di Blitar dan setelah hari kedua, kami ngelencer (keliling) ke saudara-saudara di sekitar Blitar. Kepada para Sahabat, kerabat dan tetangga, kami mengucapkan selamat hari raya iedul fitri, semoga ketemu lagi lebaran tahun depan.

Salam Arif dan Eva

Kami sekeluarga

Kami sekeluarga

Mulai Hobi Naik Sepeda

Posted: August 2, 2011 by Eva in Rumah

selama bulan Juli kemarin saya belajar naik sepeda, sejak kecil memang gak bisa naik sepeda tapi setelah belajar dan di dorong mas Arif, akhirnya bisa juga naik sepeda hehehe, seneng banget rasanya, sekarang hampir tiap hari saya keliling komplek naik sepeda.

Naik Sepeda

Naik Sepeda

Selain buat olahraga, untuk ke warung terdekat maupun ke pasar,saya suka naik sepeda. Terkadang kalau pulang kerja pengen buru-buru nyampe rumah dan segera nggowes, buat yang suka naik sepeda selamat bergowes ria ya…

How Lucky I am

Posted: May 10, 2011 by Eva in Rumah

Bulan Mei ini aku merayakan ulang tahun dan alhamdulilah dapat kado istimewa dari suamiku tercinta, yaitu aquarium yang diisi oleh ikan komet dua ekor. Aku seneng banget, karena mas Arif membikin sendiri meja akuarium dan mendesain akuarium itu sehingga hasilnya jadi bagus. Aku bersyukur banget dan merasa beruntung memiliki suami yang rajin dan perhatian.

Aquarium

Aquarium

Sehari sebelum ulang tahun, kami juga membeli seperangkat kursi jati yang akan dipasang di teras yang belum lama ini kita bangun. Sebelumnya, kita akan membeli kursi yang ada meja bulatnya di daerah serua,biasa disebut kursi betawi. Tapi setelah keliling ke Cinangka akhirnya nemu juga kursi yang cocok dengan apa yang kita inginkan. Kita menemukannya hampir magrib, dan hanya dalam waktu dua hari baru diantar.

teras-rumah

teras-rumah

Alhamdulilah aku bersyukur dengan rezeki yang kuperoleh saat ini semoga senantiasa berkah dan selalu mendapat Ridha dari Allah SWT. Terimakasih mas Arif atas kado ulang tahunnya. Semoga Allah senantiasa memberi kita kesabaran dan senantiasa bersyukur dalam menjalani hidup bersama. Amiien

Membuat Karpot dan Teras Rumah

Posted: March 24, 2011 by Eva in Rumah

Sudah hampir empat tahun kami tinggal di Pamulang Elok blok P-1/21. Namun sejak dibuat pagar dan bangun dapur, kami belum memperbaiki apapun selain mengecatnya. Nah, pada akhir Februari kemarin saya dan mas arif berencana membuat karpot dan teras depan.

Karpot bagian depan pintu, kami buat setengahnya aja atau sepanjang cukup badan motor, bagian pinggir kami tembok dan bagian atasnya ditutup. Sehingga dengan ditutupnya bagian atas, secara otomatis air tidak sampai ke depan pintu dan motor pun tertutup.

Karpot Bagian depan

Karpot tampak depan

Karpot sebelah kanan kami buat hampir ful memanjang ke arah pagar. Namun, kami menyisakan tanah sedikit untuk beberapa tanamanku yang sudah terlanjur disitu seperti pohon jaruk limo, beringin, beringin korea dan bunga.

Karpot bagian samping

Karpot bagian samping

Untuk membuat karpot dan teras depan, kami membawa tukang yang namanya mas Heru (adiknya pak agus mama angga) dan ada keneknya iparnya dia. Butuh waktu sekitar 17 hari untuk membangun karpot dan teras depan ini agar bener-bener selesai sesuai keinginan. Kami juga membeli kayu-kayu yang bagus untuk rangka bagian atas juga GRC yang tahan lama agar menjadi lebih kuat.

Karpot

Karpot

Untuk membuat karpot dan teras ini kami menghabiskan kurang lebih 7,5 juta. Biaya diatas sudah termasuk biaya tukang. Alhamdulilah kami puas dengan kerjaannya mas Heru. Kami pun mulai menata kembali tanaman yang sempat terbengkalai saat membangun. Karena bagian pinggir di atas karpot menyisakan ruang kosong, maka kami pun menanam tanaman gantung supaya halaman depan rumah kami lebih sejuk.

Tanaman Gantung

Tanaman Gantung

Tidak hanya bagian depan yang kami tanami pot gantung, di bagian kiripun kami memberinya tanaman gantung , hanya saja belum banyak. Pengennya sih gantungin bunga anggrek, cuma masih enggak tahu mau beli dimana bunganya. Oh ya, kemarin kita juga ganti keramik depan dan masih banyak sisa keramiknya, dipake buat bikin tempat duduk di depan halaman, dibawah pohon ceri, lumayan adem buat nongkrong atau tempat mas arif merokok.

bunga gantung-2

bunga gantung-2

Ganti warna cat rumah

Posted: September 24, 2010 by Eva in Rumah

Alhamdulilah tidak terasa sudah tiga tahun kami menempati rumah di pamulang elok. Banyak perubahan di rumah kami selama tiga tahun ini diantaranya perubahan warna cat yang kian memudar dan beberapa dinding yang retak sehinga kami harus memperbaikinya.

Sebelumnya warna cat rumah kami adalah krem muda, warnanya terlihat cerah, namun kalau terkena hujan menjadi kotor. Rencananya kami mengecat rumah sebelum lebaran, tapi karena hujan terus maka kami baru melaksanakannya usai mudik. Kami akhirnya menjatuhkan pilihan warna abu-abu dan hijau abri muda, pilihan ini tidak sengaja aja kami pilih saat pergi ke toko bangunan.

Semoga perubahan warna cat kali ini menjadi semangat baru bagi kami agar bekerja lebih giat lagi.

Salam abu-abu