Archive for the ‘Teknologi’ Category

Resensi Buku:

Judul Buku : Revolusi Cyberlaw Indonesia

Penulis: Danrivanto Budhijanto

Editor: Dinah Sumayyah

Edisi: I, 2017

Penerbit : Refika Aditama, Bandung

ISBN: 9786026322609

Apakah anda pernah merasa aneh dengan diri anda, tiba-tiba follower akun media sosial anda bertambah tanpa mengetahui kapan mengkonfirmasi, password blog kita tidak bisa dibuka karena ada yang ganti, tulisan kita ada yang menghancurkan editan dan substansi, tidak bisa unggah foto di blog karena wifi diproteksi, e-mail kita berganti password sendiri,  dan gawai kita dibuka orang lain, disadap, karena kepentingan tertentu dan  kita harus berkali-kali ganti password karena ingin memproteksi diri atau semakin seringnya sekarang orang bersidang karena pelanggaran hukum siber (cyberlaw).

Nah, bagi anda yang pernah merasakan kegelisahan di atas, anda harus mencari akar permasalahannya dan apa solusinya. Ketika komputer, laptop, gawai kita dicuri kita tentu akan kebingungan bagaimana dengan arsip yang belum kita simpan di hard disk eksternal, atau foto di gawai yang belum dipindahkan. Lalu tiba-tiba ada orang lain yang menyalahgunakan, kemana kita akan melaporkan kehilangan tiba-tiba foto kita tersebar di dunia digital.

Ditulis untuk Menjinakkan Revolusi Digital

Buku yang ditulis oleh Danrivanto Budhijanto yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran ini ditulis dengan kualifikasi, kompetensi dan  semangat yang tinggi. Dalam pujian (endorsement) Dr. J.Kristiadi mengatakan jika Danrivanto menulis ini untuk menjinakkan revolusi digital agar tidak merusak tatanan kehidupan bangsa. Kualifikasi penulis sangat mumpuni dalam menulis bacaan formal yang menghubungkan hukum dan teknologi yang sangat langka. Danrivanto juga sudah lama menggeluti dunia hukum dan teknologi baik di lingkungan akademik, industri dan birokrasi.

Buku ini terdiri dari lima bab. Bab pertama tentang Revolusi cyberlaw Indonesia Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik 2016, bab dua urgensi revisi UU Informasi dan transaksi elektronik 2008, Bab tiga tentang pilar-pilar norma dalam undang-undang informasi dan transaksi elektronik 2016, bab empat tekno legislasi dalam kerangka pembangunan hukum di Indonesia dan bab lima membahas regulasi membahas data digital di era Big Data.

Danrivanto mengawali tulisan dengan menjelaskan perkembangan pesat tekknologi komputer baik perangkat keras (sotware), jaringan komunikasi dan teknologi multimedia dimungkin menjadi tulang punggung masyarakat abad 21. Namun demikian selain keuntungan yang menjanjikan dari teknologi informasi, teknologi internet ternyata memunculkan permasalahan baru dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, misalnya pelanggaran hak-hak kekayaan intelektual, penipuan dalam transaksi elektronik, perpajakan dalam perdangan elektronik dan cybercrimes.

Membahas Secara Yuridis dan Filosofis Undang-Undang ITE

Ada empat belas aspek yang dibahas dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE) yang disusun oleh Depkominfo dan DPR yang ditetapkan sejak tahun 2008. UU ITE yang terdiri dari 13 bab dan 54 pasal ada yang menganggap sebagai rezim hukum baru untuk mengatur dunia maya (cyberspace) namun ada juga yang menganggap untuk melindungi.

Keempat belas aspek  yang ada dalam UU ITE ini sangat jelas membongkar halal haram dalam dunia siber. Dari mulai aspek yurisdiksi, aspek pembuktian elektronik, aspek informasi dan perlindungan konsumen, aspek tandatangan elektronik, aspek pengamanan tanda tangan elektronik, aspek pengamanan  terhadap tanda tangan elektronik, aspek penyelenggara sertifikasi elektronik, aspek penyelenggaraan sertifikat elektronik, dan transaksi elektronik, aspek tanda tangan digital, aspek transaksi elektronik, aspek nama domain, aspek perlindungan rahasia pribadi, aspek pemerintah dan masyarakat, aspek perlindungan kepentingan umum dan aspek-aspek perbuatan yang dilarang (ada enam butir, halaman 7)

Sedangkan landasan filosofis, penulis banyak menjelaskan teori hukum Mochtar Kusumaatmaja, Roscoe Pound, Laswell dan Mc Dougal (filsafat budaya), Jeremy Bentham (aliran utilitarianism), Lawrence M. Friedman (legal system). Jadi buku ini tidak kaku karena tidak hanya sekedar membahas secara yursdiksi dalam pembuatan UU ITE tapi juga melakukan pendekatan filosofis agar lebih bermakna.

Dilengkai Contoh Kasus dan Lampiran UU ITE

Setelah sekian lama kita bercinta dengan teknologi yang dalam media sosial ketika di like atau di love ser-seran (bahasa jawa), membuat banyak hal menjadi mudah, menyenangkan,  bermanfaat, mengenang masa lalu, menguntungkan secara ekonomis, menimbulkan kesenjangan sosial, menyebar kabar bohong dan rasa kebencian hingga merebaknya bulir-bulir perselingkuhan, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan teknologi itu jika berlebihan tentu tidak baik apalagi sampai kebablasan.

Maka sedari dini semua pihak baik pemerintah, para inovator dan pembuat aplikasi, pengguna teknologi (konsumen), penjual kuota dan wifi dan para ahli hukum harus bekerjasama untuk  mengerem dampak negatif dari pelanggaran UU ITE agar tidak menimbulkan banyak penyakit hati maupun kecanduan yang sangat tinggi terhadap gawai bagi generasi yang akan datang. Meskipun tentu kita tidak sama sekali meninggalkannya.

Kasus-kasus besar dalam pelanggaran hukum siber seperti kasus Prita Mulyasari, Iwan Piliang dan kasus lainnya dibahas secara tuntas di dalam buku ini, bagaimana proses dan perkembangnnya, solusi dan lain sebagainya. Selain itu, buku setebal 212 halaman ini yang sangat menarik adalah ada lampiran tentang isi dan pasal-pasal yang ada dalam UU ITE dari halaman 159-212. Dari jumlah hukuman hingga berapa jumlah nominal denda yang dijatuhkan juga ada.

Lebih Bijak dan Berhati-hati

Bagi anda yang selama ini bekerja di dunia digital, pembuat aplikasi, pakar dan berprofesi penegak hukum, media daring dan juga semua pihak yang sudah tidak bisa melepaskan diri dari teknologi tidak ada salahnya membaca buku ini. Namun ekspekstisanya jangan terlalu berlebihan jika membaca buku karya penulis gundul asal Cimahi ini.

Anda juga jangan terlalu ketakutan akan rezim hukum dalam UU ITE yang dibahas dalam buku bersampul putih ini, namun lebih dipahami agar kita semua pembaca lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan teknologi.  Jangan terlalu ingin tahu (kepo) sama akun orang dengan nekad mencari hacker, mengobrak-abrik situs atau memblokir karena ada sesuatu yang kurang disuka dan tindakan lain yang dilarang dalam dunia digital dimana kita semua semua bergerak dengan sangat cepat.

Bagaimanapun juga kita harus bisa menahan diri untuk melakukan apapun dalam dunia digital yang merugikan. Seperti yang ditulis dalam halaman 138-139. Kebebasan memperoleh informasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dari pemahaman hak pribadi (privacy right). Kebebasan memperoleh informasi yang harus berakhir apabila muncul garis embarkasi perlindungan terhadap hak pribadi sebagaimana yang dimuat dalam pasal 28F UU 1945.

Bahkan di negara seliberal Amerika Serikat, kebebasan memperoleh informasi tidak diperkenankan melanggar hak-hak pribadi dari seseorang. Ketika freedom of Act diundangkan pada tahun 1974, pada tahun yang bersamaan diundangkan pula Privacy Act oleh Pemerintah Amerika Serikat. Meski lengkap dan mendalam, namun di bagian akhir buku ini cenderung membosankan. Akan tetapi buku ini jangan sampai anda lewatkan.

Koleksi Khusus Perpustakaan Bung Karno

Blitar, 28 Agustus, 2018

Pukul 12:40

Advertisements

Saya pernah mendengar tapi lupa siapa yang mengatakan jika di dunia ini ada dua hal yang tidak bisa kita hindari, yaitu pertama kematian dan yang kedua kemajuan teknologi.

Orang boleh sepakat atau tidak dengan ungkapan itu, adalah hak bagi siapa saja yang hidup di era sekarang ini. Merasakan imbas atau tidak efek positif dan negatif dari teknologi ini.

Meskipun beberapa belakangan ini saya mengamati banyak sekali aplikasi terbaru untuk memudahkan orang agar efektif dan efisien. Seperti aplikasi kesehatan yang pernah saya ulas, dan beberapa aplikasi bidang lainnya yang akan menyusul saya justru sedang rindu dengan benda-benda retro yang dulu sering dipakai saat perkembangan teknologi belum semassif sekarang.

Sejak tahun lalu saya tiap pagi mendengarkan radio dari tape merk china yang saya beli di toko elektronik. Jadi saya tiap pagi nyalain tape dan radio lewat colokan listrik buat streaming. Kemudian saya membeli kaset-kaset lama di Ciputat ada sebuah toko kaset dan cd yang menyediakan kaset para penyanyi zaman dulu hingga para penyanyi era tahun 2000-an. Bahkan ada juga kaset dari tetangga yang sudah hendak membuang koleksi kaset lamanya.

Untuk Mencari Keseimbangan

Dua minggu lalu saya menservis DVD, dan alhamdulilah masih bisa. Sehingga saya pun membuka koleksi dvd lama yang saya wadahin di tas kecil khusus dvd beresleting.

Ada kebahagiaan tersendiri ketika kita memelihara barang retro seperti tape recorder dan DVD jadul. Mencoba memutar lagu yang masih enak di dengar membuat kita senang. Begitu juga ketika membersihkan dari debu dan merawatnya agar bisa dipakai.

Hal yang saya lakukan ini bukan upaya menghindari kemajuan teknologi permusikan seperti winamp, Spotify, jooks, atau aplikasi lainnya yang sekarang sedang mekar bersemi di bumi Indonesia atau seluruh dunia.

Namun apa yang saya lakukan adalah untuk menjaga keseimbangan, agar tidak terlalu terbawa arus kemajuan teknologi, meskipun godaan terberat adalah inkonsistensi. Ada kalanya saya sangat menyukai yang jadul dan retro namun adakalanya saya juga tidak sabar dengan tuntutan untuk hidup efektif dan efisien. Dimana disitulah kelebihan teknologi yang memudahkan.

Jadi sebenarnya mungkin fleksibel saja dalam menghadapi kehidupan di dunia yang seperti dilipat ini. Saya masih menggunakan beberapa aplikasi teknologi, bahkan mungkin beberapa waktu ke depan akan menulis aplikasi dalam penanggulangan bencana dan geospasial.yang memudahkan dan bermanfaat bagi korban bencana dan pengungsi.

Namun di sisi lain saya juga tidak melupakan barang-barang retro yang saya koleksi dan akan mencari bahkan mengkoleksi benda retro lainnya untuk mengingat dan mengenang masa-masa dulu sebelum dunia bergerak cepat seperti sekarang.

20 April 2018 Pukul 15.07

Setiap bangun pagi apa yang kalian lakukan pertamakali setelah aktivitas rutin? Kalau saya selalu tidak sabar mengecek visitor traffic, atau grafik pengunjung. Selalu ada desir bahagia jika ada yang mampir ke blog kita, bahkan dalam sehari saya bisa pantau beberapa kali sampai menjelang tidur.

Meskipun komentar tidak begitu banyak, dilike dan dibaca orang saja saya sudah senang, maklum setelah 11 tahun punya blog baru awal tahun ini diusahakan setiap hari nulis. Dulu semaunya aja selagi sempat, kadang sebulan sekali, dua kali atau tidak update selama berbulan-bulan karena kadang lupa kalau punya blog dan hampir ditutup seperti pernah saya tulis tempo hari.

Jadi setelah memantau traffic pengunjung,dan mendapat tambahan follower, saya baru punya sedikit follower di wordpress reader, (kurang dari 90), semoga bulan April ini jadi tambah semangat upload tulisan.

Ada beberapa tulisan tertunda seperti perpustakaan yang saya kunjungi seperti perpus Jabar, Jateng, Jogja, Banten karena harus mengelompokkan gambar dari kamera yang berserak belum saya namain jadi rada rempong misahin2nya , juga beberapa lokasi wisata seperti DKandang Farm di Pasir Putih, Situ Gunung dan Kota tua.

Screenshot_2018-04-03-18-06-27-1

Begitu juga dengan resensi buku, ada yang sudah saya baca sampai selesai dan saya review tapi saya ragu untuk upload saya agak ragu-ragu karena satu atau dua hal, jadi menunggu momen yang tepat.

Satu hal yang menggembirakan adalah para pembaca di worpress reader yang juga kalau lagi senggang saya suka membaca, blognya keren-keren. Dari yang cerita sekolah, anak kuliah, puisi, galau, perubahan iklim, hutan, travelling, dan beberapa blog review buku yang saya lihat semakin banyak muncul di timeline WP Reader. Saya pun follow beberapa dan mengenal lebih dekat konten blognya.

Sekali lagi terimakasih pengunjung yang sudah mampir ke blog saya yang sederhana ini dan karena sering ngetik dan upload di jalan memakai hp, jadi suka ada salah-salah ketik (typo)…mohon dimaafkan. Semoga kedepan bisa lebih baik lagi.

Selamat datang bulan April, mari kita sambut dengan sukacita.

Slipi, 1 April 2018 Pukul 10.43

Seminggu yang lalu, sebuah komunitas diskusi yang memiliki konsentrasi terhadap perkembangan start-up di tanah air, Block71 yang bekerjasama dengan National University of Singapore (NUS) Enterprise menggelar diskusi secara mendalam, tentang bagaimana update terkini aplikasi kesehatan dan bagaimana peranan teknologi kesehatan di Indonesia dengan tema “Deep Dive Series: Healthtech.”

Acara yang berlangsung dari siang hingga sore hari ini pesertanya membludak.Tidak hanya dari praktisi kesehatan, toko kesehatan online, para tenaga kesehatan,  media , hingga anak muda yang jago IT dan para pembuat aplikasi banyak yang hadir. Sementara itu di luar ruang diskusi, ada  pameran stand aplikasi dan startup terkini di bidang kesehatan yang memudahkan pasien dan bisa diunduh saat itu juga.

Saat saya datang acara sudah mulai, ruangan penuh dan akhirnya saya keliling stand pameran hanya bisa ikut sesi kedua. Beberapa stand diantaranya IGene Laboratory, yang bisa mendeteksi dan solusi terbaik kanker sejak dini, sulit hamil, dll. Saya mampir di stand Qiwii, sebuah aplikasi dari Bandung yang memudahkan pasien untuk mengantri, jadi tidak usah nunggu lama di rumah sakit, cukup unduh aplikasi Qiwii nanti ada notifikasi anda langsung terjadwal dengan dokter untuk diperiksa.

Setelah itu saya mendatangi stand lainnya seperti Sehati TeleCTG, Prosehat, dan Homecare24. Acara ini dimoderatori oleh Dea Surjadi, Bussiness Development dari Golden Gate Ventures.

Para pembicara sesi pertama adalah
Samir Chaibi, Investment Manager – GREE Ventures, kemudian Prof Daryo Soemitro, MD., Neurologist, Head of IT Division Health Business Analysist Consultant – Indonesia Health Management Consultant Association (IHMCA).

Usai sesi pertama selesai saya baru gabung di sesi dua dimana ada
Nathanael Faibis, CEO of Alodokter
Vinita Choolani, CMO of INEX Innovations Exchange Pte Ltd, Andi Waluyo Sarpadan, COO of Sehati dan TeleCTG, serta Aditya Hadi Pratama.

Banyak perkembangan baru yang disampaikan oleh para pembicara, seperti perkembangan pesat aplikasi Alodokter yang dari tahun ke tahun terus meningkat, member aplikasi dan websitenya sudah banyak dan masuk Top 50
most visited website dengan 300 ribu orang lebih melakukan chat dengan dokter. Bahkan kini sudah berkembang menjadi Alo Medika (khusus untuk sesama dokter) dan Alo Dokter (untuk portal dan pasien).

Begitu juga aplikasi INEX, yang menyoroti tentang kesehatan perempuan, seperti prenatal test, deteksi kanker sejak dini, cancer incididence dan cancer mortality. Agak ngeri juga ketika Ibu Vinita memperlihatkan grafik tentang kanker kanker uterus dan kanker lainnya yang banyak menyerang perempuan.

INEX berkantor pusat di Singapura dan akan mengembangkan sayap ke Malaysia dan daerah lainnya.

Sedangkan aplikasi Sehati, inovasi di bidang kesehatan mereka beragam seperti persiapan kelahiran (good pregnancy preparation), booking dokter, manajemen pengelolaan tenaga kesahatan, Tele CTG, Ibu dan Bayi dsb. Sehati punya misi pemerataan pelayanan kesehatan untuk generasi berkualitas.

Saat break, saya mampir ke stand Pasienia dan Periksa.id. Cukup lama saya bertanya kepada penjaga stand pameran tentang aplikasi Pasienia yang diciptakan oleh alumni Fak.Kedokteran UII Jogjakarta.

Rupanya aplikasi Pasienia itu adalah aplikasi yang merupakan tempat berbagi ( sharing) aneka keluhan dengan sesama pasien yang sakit. Ada pengelompokan penyakit. Ini menarik, karena jika anda sakit biasanya kan mager ya, nah bisa sambil bertanya dengan teman-teman yang sudah mengunduhnya dengan mengidap penyakit dan keluhan yang sama.

Jadi sekarang jika anda sedang hamil, menunggu persalinan, atau sakit parah dan terbaring di rumah sakit, tidak hanya bosan menunggu jadwal minum obat dan periksa, sekarang anda juga bisa mengunduh aneka aplikasi yang anda butuhkan.

Meski sekarang berobat lebih mudah, efektif dan efisien dengan beragam aplikasi di atas atau ke klinik terdekat, akan tetapi lebih baik kita mencegah daripada mengobati. Jadi jangan (malas gerak) / mager ya, mari kita berolahraga yang ringan hingga rutin, hati-hati memilih makanan dan jaga kesehatan.

Semoga bermanfaat.

Terimakasih Block71 dan semua narasumber.

 

Dalam beberapa waktu terakhir saya mengamati anak-anak muda, terutama generasi millenial sekarang memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap lingkungan sekitar, terutama sampah. Baik dalam keseharian maupun dalam beberapa acara formal.

Pernah suatu hari saya mengikuti acara pemuda dimana tidak ada air minum kemasan dan snack dus-dusan. Anak-anak muda itu bawa tumbler sendiri dan snack ringan juga tersedia di depan registrasi namun tidak tidak banyak, mereka fokus pada acara yang saat itu membahas tentang peranan anak muda berdamai dengan manusia dan alam.

Tidak semua memang peserta dan pembicara anak millenial, ada juga beberapa orang peserta termasuk panitia adalah orang-orang yang sudah dewasa dan dia terlihat lebih memahami isu-isu terkait sampah di pegunungan karena merupakan kegiatan rutinnya bersama komunitas pendaki gunung.

Selain itu ada juga seorang perempuan aktivis lingkungan yang membahas tentang sampah plastik di pantai yang menjadi kegelisahan nelayan dan aktivis lingkungan. Karena selain sering di makan oleh organisme laut, acapkali ditemukan kandungan merkuri dan plastik pada ikan yang akan berbahaya dan bisa mengakibatkan kanker jika di makan.

Gerakan membawa tumbler ini massif juga sekarang digunakan oleh anak muda di warung kopi. Beberapa warung kopi memberi diskon khusus buat yang membawa tumbler seperti di Anomali Cafe misalnya, meski tidak membuat kartu member seperti warung kopi terkemuka lainnya tapi kebijakannya hampir sama, bisa isi ulang jika habis dan promo setiap ulang tahun atau event. Ini juga merupakan strategi meraih pelanggan.

Belum lama ini juga saya mengamati inovasi anak-anak muda yang berhasil mengelola sampah secara individu. Beragam inovasi mereka, ada yang membeli sampah, sampai dengan batako dari sampah plastik yang ditemukan anak MTs (Generasi Post-Millenial/ gen z*). Beberapa kreasi drum bekas bisa dikreasikan jadi kursi unik di kafe, tutup botol Aqua jadi pin atau aneka kresek warna warni jd bross dan lain sebagainya.

Tentu ini kabar gembira bagi masa depan generasi anak-anak Indonesia yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap lingkungan sekitar dan keberlanjutan (sustainability) bumi. Di luar negeri saya sering melihat di siaran televisi DW Indonesia aneka cara pengelolaan sampah yang sangat modern dan berteknologi tinggi dan Yayasan Bunda Tzu Ci yang juga memiliki jaringan relawan yang luas dalam mendaur ulang sampah.

Anak Muda dan Tantangan Energi

Masih dalam acara yang sama, ada seorang gamers anak muda yang memang kerjanya membuat games dan mengikuti aneka lomba games. Di sinilah kekhawatiran saya sebagai emak-emak yang gelisah dengan ketergantungan anak sekarang terhadap permainan games di gadget.

Saya melihat sendiri bagaimana sekarang setiap orang memiliki gadget tidak hanya satu. Selain main games, juga aktif di media sosial. Saat mulai bekerja, hp menyala, laptop menyala, powerbank di cas kali sekian ratus juta pengguna. Itu adalah rutinitas hampir sebagian besar rakyat Indonesia yang sebagian besar sudah terhubung dengan internet (data pengguna akurat terus berubah). Terbayang kan, bagaimana energi listrik tersedot setiap harinya oleh kita sebagai konsumen. Apalagi era sekarang hampir setiap rumah tersambung wifi.

Pasti banyak yang bete kan, jika saat update status atau menulis di blog, listrik mati. Itulah ketergantungan kita terhadap energi sangat tinggi. Bagi anak milenial dan post milenial tidak begitu merasakan dampaknya, karena bisa lari ke kafe atau tempat lainnya tapi bagi kita emak-emak ini, tidak hanya listrik mati yang bikin bete, tapi tagihan listrik juga naik kalau kita tidak hemat.

Meskipun demikian, saya juga mengamati anak-anak muda sekarang dengan segala kreatifitas yang dimiliki sudah banyak yang memikirkan bagaimana membuat energi terbarukan. Maski inovasi mereka tidak semasif pengolahan sampah lingkungan dan masih belum teruji secara profesio nal tapi semangat inovasi ke arah sana sudah ada. Acapkali temuannya justru mengejutkan.

Energi terbarukan selama ini dianggap menjadi solusi dalam rangka energi berkeadilan, disamping penghematan tentu saja. Namun, biaya untuk energi terbarukan itu sangat  mahal dan butuh keberanian untuk melakukan terobosan.

Keadilan energi dalam penerangan listrik di Jawa dan luar Jawa yang menjadi sorotan selama ini juga sudah lama menjadi bahasan baik oleh NGO maupun pemerintahan. Namun, saya baru tahu ternyata beberapa pelosok Indonesia Timur yang masih gelap itu karena pemasangan infrastruktur energi listrik di daerah tersebut berbiaya tinggi (high cost) tidak seimbang antara biaya pemasangan dengan penduduk di daerah tersebut yang jauh berpencar dimana yang akan pasang rumah mungkin hanya 20 orang atau kurang (misalnya), padahal biaya pasang dari gardu listrik ke rumah tersebut mahal karena jaraknya sangat jauh.

Jadi ingatlah, ketika kita semua, orang tua, dan anak muda, ketika kita sedang asyik berselancar di dunia maya, hemat-hematlah  energi listrik. Biar listrik di negara kita tidak tersedot di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan saja, tapi juga bagian Indonesia lainnya yang masih gelap gulita.

Tulisan ini hanyalah pengamatan pribadi saja, tentu masih banyak ya anak muda lainnya juga yang justru kurang peduli, baik terhadap lingkungan ataupun energi,  tentu itu di luar pengamatan saya.

Namun ada satu hal yang menarik dari kecendrungan anak muda sekarang dalam melakukan perubahan terkait dengan lingkungan dan energi ini banyak diantaranya adalah independent. Mereka enggan dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu.

Buat peneliti, akademisi, anak millenial dan post- millenial yang memiliki kecerdasan dan daya inovasi tinggi semoga terus berkarya dan membuat terobosan baru dalam mewujudkan keadilan energi  bagi kita semua.

Pondok Petir, 6 Maret 2018
Pukul 12.24

*) Ket:Generasi Post- Millenial / generasi Z? biasa disebut juga dengan iGenCentennials atau Plurals, adalah generasi yang lahir setelah generasi Y (Generasi Millennial). Kebanyakan anak-anak yang lahir setelah tahun 2000 kebawah.

Untuk pertamakalinya, saya mengikuti ajang komunitas berbasis wordpress di wordcamp 2 Jakarta, minggu lalu di daerah Sunter. Saya sangat terkesan berjumpa dengan beberapa orang dari berbagai daerah di Indonesia untuk membahas beberapa hal terkait perkembangan terkini dunia digital, terutama mereka yang menggunakan wordpress untuk website pribadi, lembaga atau perusahaan.

Ada satu hal yang menarik di awal sesi pembicaraan yang membahas tentang kecendrungan anak muda sekarang yang akan lebih berminat menjadi Independent Digital Media Worker, mereka lebih senang bekerja tidak di kantor yang terikat waktu dan peraturan, mereka lebih senang bekerja kreatif di kafe, perpustakaan, atau co-working yang sekarang ini sudah banyak berada di Jakarta.

Menurut Vika, Independent Digital Media Worker pada dasarnya adalah No Boss No Staff. Itu sangat menyenangkan. Beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan dunia ini banyak berkaitan dengan beragam profesi seperti tertera di gambar bawah ini.

Karena setiap anak muda lebih senang bekerja independen. Seperti halnya Nomad Traveller, profesi Independent digital media worker disebut juga (digital nomad) masalah yang paling sulit adalah mencari partner yang bener-bener satu visi dengan kita untuk bekerja di dunia digital jika kita keteteran. Karena pada dasarnya tidak semua orang menguasai banyak hal. Seperti wordcamp kali ini dimana dibagi dua tempat di atas adalah yang berkaitan dengan teknologi dan design, coding, startup dan lain-lain sedangkan di bawah membahas tentang content, tujuan blog kita apa, apa saja yang harus diutamakan saat penulisan, cara menjadi no 1 di SEO (Search Engine Optimalization) dan beberapa role model blogger dan para penggiat dunia digital.

Jadi bagaimanapun kita membutuhkan orang lain, Jika kita penulis kita butuh orang yang memiliki kecanggihan teknologi agar website dan blog kita bagus, begitu juga orang yang pintar web designer dan start up butuh orang untuk mengisi content.

Istilah Ibu Vika itu partner yang soulmate banget itu sulit di temukan. Start up dan ahli coding akan menjamur dimana-mana dan pada akhirnya setiap orang juga akan memiliki website personal untuk branding.

Ibu Vika juga menjelaskan beberapa pekerja digital yang sekarang banyak bekerja untuk perusahaan terpusat di Ubud Bali. Selain karena faktor alam, fasilitas internet di sana juga karena anak-anak milenial sekarang selain menyukai wisata perjalanan (travelling), mereka sangat peduli dengan alam, setelah berhari-hari kerja lembur siang malam, biasanya mereka melakukan travelling ke beberapa tempat untuk refreshing atau ikut kegiatan olahraga seperti lari Marathon, Bulutangkis dan Yoga.

Dalam setahun terakhir ini saya juga merasakan ada orang yang saya temui ketika bekerja di warung kopi adalah anak-anak muda kekinian yang memang bekerjanya di kafe dari pagi hingga petang.

Pertemuan tidak sengaja di warung kopi berlanjut di instagram dan akhirnya kita berteman. Karya-karya Jane unik dan simple, lucu, khas anak-anak kreatif sekarang.

Akan tetapi sekarang kafe mulai berisik, kebanyakan anak muda pindah ke perpustakaan seperti Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memang menyediakan banyak ruang-ruang kecil untuk pertemuan, atau Perpustakaan.

Nah yang belum lama saya ketahui juga adalah mulai diminatinya co-working di ibukota. Saya baru tahu juga dari Ibu Vika. Di Jepang bahkan sudah ada aplikasi co-working. Di Jakarta saya belum tahu banyak, yang saya tahu baru co-working “Kolega” di Senopati dan co-working, “Conclave”, Kekini” di Cikini, dan “HUB2U” di Kelapa Gading, milik Pak Yohanes.

Di kolega anda bisa bekerja dengan nyaman, satu lantai. Santai dan ada fasilitas minum. Perjamnya beragam, Di Conclave beda lagi, harga bisa lihat di website resmi Conclave. Conclave lebih luas. Beberapa acara eventbrite banyak dilakukan di sini. Sebenarnya acara alumni suatu kampus atau sekolah lebih efektif di eventbrite. Cepat dan jelas kita bisa mendapatkan konfirmasi peserta dalam beberapa waktu saja kalau udah memenuhi kuota bisa ditutup. Sedangkan di HUB2U yang banyak aneka pilihan dari perjam, perminggu, perbulan, hingga pertahun. Anda bisa mengunjunginya di sini, klik Hub2U

Di event wordcamp Jakarta 2017, inilah saya mengenal Pak Yohanes,  pengusaha muda travelling bareng, penyedia jasa kesehatan online seperti perawat dan lain-lain dan ada satu dari Bandung pengusaha jasa pendidikan Bahasa Inggris untuk para blogger yang akan mengupload tulisan bisa diterjemahkan dulu oleh jasa online dia.

 

Materi berikutnya adalah berkaitan dengan suka duka freelancer yang disampaikan oleh M. Aris Setiawan. Aris memiliki pengalaman yang panjang menjadi freelancer. Suka dan duka ia sampaikan dari mulai pernah tidak dibayar penuh oleh klien, pekerjaan yang berhenti di tengah jalan, hingga permintaan yang mengharuskan dia mengerjakan pesanan hingga lembur, namun dibayar dua kali lipat.

Aris setiawan

Penyampaian Aris ini santai dan kocak. Dia juga mengingatkan buat freelancer agar jangan larut dalam pekerjaan. Harus seimbang juga dengan mencari hiburan hingga jangan lupakan  pasangan. Cerita tentang beberapa kliennya, juga dikemas dengan bahasa yang sederhana, banyolan segar, khas medok Jawa yang kental, membuat para pengunjung mengetahui banyak hal baru terkait dunia freelancer, serta hal-hal apa saja yang harus kita lakukan untuk memuasklan klien, juga kiat menghadapi klien yang PHP. Saya tidak menyangka jika anak muda yang sederhana seperti Aris, sudah mengalami banyak asam garam di dunia freelancer. Banyak ilmu dan wawasan baru yang saya tangkap.

bahan blog-Freelancer

Usai pemaparan Aris Setiawan, materi berikutnya adalah Hafiz, dari WordPress Indonesia. Wah ini pemaparan yang kereen sekali tentang apa saja yang harus anda lakukan dengan blog anda. Slide yang dipaparkan sederhana tapi mendalam tentang beberapa hal yang harus kita lakukan dengan tujuan kita menulis di WordPress. Apa saja yang harus kita prioritaskan, bagaimana membuat konten yang bagus, mengatur jadwal penulisan untuk posting dan lain sebagainya.

Hafiz yang berasal dari Malang ini, kalem / cool banget dalam menyampaikan pemaparan. Gayanya khas anak muda sekarang dengan, menjelaskan tentang manfaat yang bisa diperoleh ketika kita menulis di blog. Tidak harus mahal, tapi kita bisa berbagi tentang sesuatu yang kita ketahui dan  bermanfaat bagi orang lain.

Hafiz dari WordPress Indonesia

Hafiz dari WordPress Indonesia

Apa yang disampaikan Hafiz, sangat bermanfaat untuk optimalisasi blog kita. Mengingat sekarang adakalanya kita tidak terjadwal menulis di blog, bahkan bisa cukup lama tidak diupdate. Peserta wordcamp pun menyimak dengan baik dan menyampaikan banyak pertanyaan terkait dengan optimalisasi blog kita di masa yang akan datang.

Sebenarnya masih ada kreativitas anak 11 tahun (Kevin) yang pintar coding dan blogging di wordpress.org dan juga seorang blogger dari Spanyol yang menyampaikan pengalamannya selama ini berkaitan dengan dunia otomotif.

Saya tidak mengikuti materi menarik lainnya dari lantai 2, karena materinya termasuk sulit dan diminati para programmer dan illustrator, serta para pegiat IT. Jadi tidak banyak yang saya ceritakan (gak nyandak ilmune 😊). Semoga di era pesatnya perkembangan digital kita bisa berkolaborasi dan bukan berkompetisi.

Terimakasih WordPress Indonesia, terimakasih buat semua volunteer acara. Kaos, buku, pin dan aneka souvenir lainnya yang kami terima di acara yang menyenangkan ini.

Foto dulu Saat Break di Wordcamp 2017

Foto dulu Saat Break di Wordcamp 2017

Sudimara, Conclave, Senopati
Perjalanan di dalam kereta.

Resensi Buku

Judul : The Innovators (Kisah Para Peretas, Genius, Maniak yang Melahirkan Revolusi Digital)
Penulis : Walter Isaacson
Penerbit : Bentang Pustaka, Jogjakarta
Penerjemah : Reni Indardini
Penyunting : Eka Saputra dan Nurjanah Intan
Edisi : September 2015
Harga : 120.000

Sampul Buku

Sampul Buku

Ketika anda pertamakali membaca buku ini anda akan disuguhkan diagram tabel lengkap awal sejarah terciptanya mesin komputer dari jaman pertama kali ada ide sampai dengan perkembangan terkini industri teknologi komputer terkini. Buku ini luar biasa lengkap bagai kamus berjalan. Walter Isaacson bukan sekedar menganalisis perangkat keras dan perangkat lunak yang menghasilkan revolusi digital, melainkan juga menelaah para perempuan dan laki-laki yang menelurkan ide-ide di balik aneka gawai. Isaacson membeberkan kisah keangkuhan dan idealisme, keserakahan dan pengorbanan serta kompleksitas hakiki di balik pengembangan teknologi yang sekilas terkesan sederhana. Pemaparan buku ini lugas dan terang benderang. Isaacson mahir mengurai benang kusut memori dan dokumentasi untuk kemudian dia rajut kembali menjadi suatu cerita yang indah dan menarik untuk dibaca. Buku ini memotret teknologi beserta ruang yang mewadahinya.

Di mulai dari kisah Ada Lovelace yang sudah meninggal 150 tahun lalu yang menulis surat penuh rasa bangga betapa tepat intuisinya mengenal alat kalkulasi yang kelak menjadi komputer serbaguna. Mesin indah yang tidak hanya memanipulasi musik mengolah kata-kata dan mengombinasikan berbagai simbol dengan ragam tak terbatas.
Mesin semacam itu muncul pada 1950-an dan sepanjang tiga puluh tahun berikutnya, lahir dua inovasi historis yang melahirkan perubahan revolusioner dalam hidup kita: microchip yang memungkinkan pembuatan kompter kecil untuk digunakan di rumah sebagai barang pribadi serta jaringan berbasis paket switching yang memungkinkan penyambungan komputer tersebut ke jejaring web.

Penyatuan antara PC dan internet lantas memekarkan kreativitas digital, aktivitas berbagai konten, pembentukan komunitas, dan jejaring sosial secara besar-besaran. Temuan tersebut mewujudkan – meminjam istilah Ada Lovelace sebagai sains yang puitis jalinan indah antara kreativitas dan teknologi, tak ubahnya anyaman dari mesin tenun Jackuard.

Buku ini terdiri dari 12 bab yang membahas komputer dan internet dari hulu ke hilir. Dari mulai pencetus awal yaitu Ada, Countess Of Lovelace di bab 1, bab 2 tentang penemu komputer, bab 3 tentang pemrograman, bab 4 membahas Transistor dan bab 5 tentang Microchip. Penemu video game dan internet di kupas tuntas di bab 7 dan 8, sedangkan bab 9 dan 10 membahas tentang Personal komputer dan perangkat lunak. Memasuki bab 10 dan 11 ada akan diajak mengulik sejarah Daring dan world wide web dan sinopsis buku ini di bab 12.

Sederet nama tokoh sang inovator yang banyak tidak diketahui namanya oleh khalayak banyak diungkap di sini dari mulai Ada, Countess of Lovelace pada tahun 1843, Vannevar Bush, Alan Turing, john Von Neumann, Grace Hopper, Robert Noyce, JCR Liclider, Paul Baran, Ken Kesey, Ted Nelson, Stewart Brand, Larry Roberts, Alan Kay, Paul Allen dan Bill Gates pendiri Microsoft, Steve Jobs memperkenalkan Apple dan Macintosh, Linus Torvalds perilis Linux, Tim Barners Lee penemu World Wide Web (www), Larry Page dan Sergey Brin meluncurkan Google, Ev Wulliams memunculkan Blogger hingga Jimmy Wales penemu wikipedia pada 2011.

Komputer dan internet tergolong temuan penting pada zaman kita. Namun hanya segelintir orang yang mengetahui siapa pencipta keduanya. Kebanyakan inovasi di era digital adalah hasil kolaborasi banyak orang hebat yang terlibat di dalamnya, sebagian panjang akal dan segelintir diantaranya sangat genius.

Buku ini memaparkan kisah para pionir, peretas, penemu, dan wirausahawan dalam revolusi digital di dunia. Siapa saja mereka, bagaimana cara berpikirnya, dan apa latar belakang kreativitasnya yang menakjubkan. Buku ini juga menarasikan cara mereka berkolaborasi dan apa sebabnya kerjasama tim justru membuat mereka semakin kreatif. Wajib di baca bagi anda yang ingin melek tentang dunia teknologi yang sekarang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia kita. Juga bagi para pelaku industri kreatif di era start-up dan aplikasi ini yang melahirkan entrepreneur-entrepreneur andal di bidang teknologi komputer dan komunikasi.

Eva Rohilah, Writerpreneur. Tinggal di Depok
Blog: http://www.evarohilah.wordpress.com

Steve Jobs, Pemberontak Jenius yang Cinta Keluarga

Salah satu buku yang paling laris dan banyak di cari di tahun 2011 adalah biografi pendiri Apple, Steve Jobs yang ditulis dengan sangat baik dan mendalam oleh seorang manajer editor Majalah TIME dan pendiri CNN Walter Isaacson.

Buku yang terbit tidak lama setelah sang tokoh meninggal dunia akibat kanker pankreas merupakan hasil wawancara Isaacson dengan lebih dari empat puluh kali dengan Jobs selama dua tahun, serta wawancara dengan seratus anggota keluarga, sahabat, musuh, pesaing dan kolega Jobs.

Kesan pertama membaca buku ini adalah sampul depannya yang berwarna hitam dan putih bersih seperti kebanyakan produk Apple yang merupakan foto Jobs di saat sukses bersama Apple dan sampul belakangnya yang merupakan foto saat ia pertama kali mendirikan Apple di garasi rumahnya.Tutur bahasa Isaacson yang mudah dicerna didukung terjemahan yang baik dari Penerbit Bentang, membuat anda akan tidak terasa membacanya meskipun terdiri dari 41 bab.

Buku ini diawali dengan kisah masa kecil Jobs, kedua orang tua kandungnya yang merupakan pasangan aneh Abdul Fattah Aljandali dan Joanne Schieble yang melahirkan Jobs kemudian di adopsi oleh pasangan suami istri yang sudah sembilan tahun tidak punya anak Paul Jobs dan Clara Hagopian ,kemudian kisahnya saat Putus Kuliah di Universitas Reed, kepergiannya ke Atari dan India saat dia melakukan pencarian dirinya melalui spiritualitas Budha Zen, kisah tentang Apple I, Aplle II, serta kisah remajanya saat ia menghamili pacarnya Chrisann Brenan sehingga melahirkan seorang putri berna Lisa Nicole Brenan yang kemudian diakuinyasetelah melalui tes DNA.

Steve-jobs- Sampul Buku

Steve-jobs- Sampul Buku

Bagian yang panjang lebar di bahas dalam buku adalah beberapa inovasi Jobs selama ia mendirikan Apple, merakit Macintosh, keluar dari Apple, bergabung bersama Pixar, NexT dan saat ia kembali membangun Apple dengan penuh kesungguhan dan kerja keras yang luar biasa. Bagi anda yang sudah memiliki produk Apple maupun belum, anda bisa menemukan rahasia desain Apple yang di bahas dalam dua bab khusus, prinsip desain dan Think Different.

Beberapa terobosannya membuat i-MAC, Apple Store, i-Tune Store, MACS abad 21,i-Phone, i-Pad yang masing- masing dibahas dalam satu bab, sehingga anda akan melihat bagaimana produk itu dibuat dengan sangat komprehensif dibahas dalam buku ini dan sisi lain dari Jobs yang ciptaannya bisa mengubah dunia. Ada juga pandangan khusus Jobs tentang rekan bisinis sekaligus saingannya Bill Gates, Google, dll. Serta cerita menarik setiap dia persentasi maupun peluncuran produk Apple yang selalu dinanti masyarakat di penjuru dunia.

Satu hal yang menarik dari buku ini adalah peranan istri Jobs Laurene Powell yang luar biasa sangat memahami Jobs sang CEO jenius yang pemberontak dan pekerja keras ini meniti karirnya dan menemaninya saat ia berada di puncak kejayaan bersama Apple maupun saat ia vonis kanker pankreas yang harus membuatnya cuti berkali-kali hingga akhirnya menyerahkan kepercayaan pada Tim Cook. Powell memberi Jobs tiga orang buah hati, satu orang anak laki-laki bernama Reed, dan dua orang gadis kecil Erin dan Eve. Dengan tabiatnya yang praktis dan penuh pertimbangan Powell sebagai jangkar dalam kehidupan Jobs.

Buku ini sangat inspiratif bagi pembaca seperti halnya slogan produk ini, ?Siapa saja orang yang cukup gila untuk berpikir bahwa mereka bisa mengubah dunia berarti mereka adalah orang yang benar-benar mengubah dunia,?. Jadi bagi anda yang ingin mengubah dunia, buku ini sangat cocok untuk jadi referensi Anda.

Informasi Buku:

Judul : Steve Jobs
Penulis : Walter Isaacson
Penerbit : Penerbit Bentang Jogjakarta
Penerjemah : Word++ Translation Service dan Tim Bentang
Cetakan : I Oktober 2011, cet II November 2011
Tebal : xxii+742 hlm
Harga : 119.000

Eva Rohilah, Pengamat Buku

Tulisan ini pernah dimuat di http://www.ghiboo.com, terimakasih ya Kamal, Redaktur ghiboo.com yang sudah memintaku menulis di ghiboo.com
link tulisan bisa di baca di
http://review.ghiboo.com/steve-jobs-pemberontak-jenius-yang-cinta-keluarga

Website Penulisan Terbaik

Posted: May 21, 2008 by Eva in Teknologi

Ini Dia: 101 Website Penulisan Terbaik 2008

Posted in Dunia Penulisan, InternetSeperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2008 ini WritersDigest.com kembali memberikan anugerah Writer’s Digest Best Websites of 2008, atau website terbaik di bidang penulisan.

Sekadar info, jumlah situs penulisan di luar negeri sangat banyak. Bila kita mencari di google dengan kata kunci “writer“, hasil pencarian mencapai jumlah 229 juta lebih. Sayangnya, maraknya situs penulisan di luar negeri ini tidak diimbangi dengan kondisi yang sama di Indonesia. Di sini, jumlah situs penulisan boleh dikatakan masih bisa dihitung dengan jari.

Karena itulah, untuk memperluas cakrawala kita di bidang penulisan, tak ada salahnya bila kita sering-sering melirik situs-situs penulisan luar negeri. Salah satu alternatifnya adalah website-website pilihan WritersDigest.com berikut ini.

Category: Agent Blogs

  1. Agent Nathan Bransford’s Blog
  2. Buried in the Slush Pile
  3. Janet Reid’s Literary Blog
  4. Jennifer Jackson’s Et in Arcaedia, Ego Blog
  5. Lori Perkins’ Agent in the Middle
  6. Rachelle Gardner’s Rants & Ramblings
  7. The Rejecter Blog

Category: Challenges/Creativity

  1. Book in a Week
  2. National Novel Writing Month
  3. Smith Mag Six Word Challenge
  4. The Story Starter
  5. The Teacher’s Corner
  6. WritingFix

Category: General Resources

  1. Brainy Quote
  2. Dictionary.com Translater
  3. Merriam-Webster
  4. Refdesk.com
  5. Social Security Administration Popular Baby Names
  6. Wikipedia

Category: Genre/Niche

  1. C. Hope Clark’s Funds for Writers
  2. Christian Storyteller
  3. Coffee Time Romance & More
  4. Crime-Writers Yahoo Group
  5. Drew’s Script-O-Rama
  6. Fictionfactor.com
  7. Freelance Writing Organization-Int’l
  8. Horror Writers Association
  9. J.A. Konrath’s A Newbie’s Guide to Publishing
  10. Kid Magazine Writers
  11. Marcela Landres
  12. Mom Writer’s Literary Magazine
  13. Moontown Cafe
  14. Movie Bytes
  15. Noodle Tools
  16. R.A.W. SISTAZ Literary Group
  17. Resources for Muslim Writers
  18. Robin Opie’s Writing For Children
  19. Romance Divas
  20. The Erotica Readers & Writers Association
  21. The Jewish Writing Institute
  22. The Poetry in Color
  23. The Poetry Market Ezine
  24. The Urban Muse
  25. The Wild Poetry Forum
  26. The Young Writers Society
  27. Today’s Woman
  28. Winning Writers
  29. Worldwide Freelance Writer
  30. WOW! Women on Writing
  31. Writer Gazette

Category: Jobs

  1. Freelance Writing Jobs
  2. JournalismJobs.com
  3. Media Job Market
  4. MediaBistro
  5. Publishers Marketplace

Category: Just for fun

  1. Armchair Interviews
  2. CoolStuff4Writers.com
  3. Novely Journey
  4. The Eighteen Questions
  5. Writer Site Out
  6. Writers FM

Category: Protect Yourself

  1. Agent Research
  2. Literary Law Guide
  3. Preditors & Editors
  4. Query Tracker
  5. The Publishing Law Center
  6. United States Copyright Office
  7. Writer Beware

Category: Publishing Resources

  1. Agent Query
  2. Author MBA
  3. Backspace
  4. Duotrope’s Digest
  5. FirstWriter.com
  6. ForWriters.com
  7. Publishing Questions
  8. Sharing with Writers and Readers
  9. Shawguides
  10. The Publicity Hound
  11. The Writer’s Resource Directory
  12. Trent Steele’s Write Street
  13. WritersNet

Category: Writing Communities

  1. Absolute Write
  2. Critique Groups for Writers
  3. Ed(2010)
  4. Edit Red
  5. Fanstory
  6. Long Story Short
  7. Mike’s Writing Workshop
  8. My Writers Circle
  9. Newbie-Writers.com
  10. OnceWritten.com
  11. Rob Parnell’s Easy Way to Write
  12. Romance Writing Tips
  13. The Internet Writing Workshop
  14. The MuseItUp Club
  15. The MuseItUp Club Critique Group
  16. The Writers Society
  17. The Writing Bridge
  18. WordTrip
  19. Writer Unboxed
  20. Writing.com

Google Merk Paling Ngetop

Posted: April 23, 2008 by Eva in Teknologi

Situs mesin cari internet Google kembali menoreh prestasi. Kali ini, Google dinobatkan sebagai merek paling top sedunia dengan nilai paling mahal.

Menurut analisis biro penelitian merek Millward Brown, merek Google saat ini berharga amat tinggi yakni USD 86, 1 miliar.

Millward Brown memang baru saja mempublikasikan daftar merek paling top sedunia tahun 2008 dalam tajuk ‘Brandz Top 100 Most Powerful Brands’.

Mereka melakukan survei pada 50.000 perusahaan dan konsumen dari penjuru bumi untuk memeringkat daftar ini dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan kepuasan pelayanan.

Dari dunia Teknologi Informasi (TI), selain Google juga bercokol pula nama Microsoft di peringkat ketiga dengan nilai merek USD 70, 8 miliar. Selanjutnya ada vendor komputer IBM di peringkat 6 dan Apple berada di posisi ketujuh.

Namun Apple tampaknya tak perlu kecil hati berada di belakang kompetitornya karena baru-baru ini, mereka juga dinobatkan sebagai merek paling berpengaruh di dunia dalam versi survei lainnya.

Harian Guardian, Rabu (23/4/2008), bercokol di posisi ke 9 adalah produsen ponsel nomor satu di dunia, Nokia. Adapun posisi lainnya di sepuluh besar ditempati berbagai merek ternama seperti McDonalds atau General Electric.


Tinta Cerdas

Posted: January 22, 2008 by Eva in Teknologi

Tinta Cerdas
Oleh Masdin Mursaha

Sebuah tinta yang dapat merubah warnanya ketika menemukan oksigen bisa membantu para pembeli dalam menentukan apakah makanan kemasan yang mereka beli masih segar atau tidak.

Oksigen adalah pantangan bagi makanan segar karena oksigen dapat menyebabkan makanan terdegradasi dan bakteri memerlukan oksigen ini untuk tumbuh. Dengan demikian, banyak makanan sekarang ini dikemas dalam kemasan yang hanya berisi gas tertentu seperti nitrogen dengan tujuan untuk melindungi dari oksigen. Kandungan oksigen hampir seluruhnya dihilangkan dalam kemasan.

Andrew Mills dan David Hazafy di Universitas Stratchlyde, UK, telah berhasil membuat sebuah tinta biru berbasis pelarut ireversibel, yang jika diaktivasi dengan sinar UV akan kehilangan warnanya dan menjadi sensitif oksigen; tinta ini hanya akan kembali ke warna aslinya jika menemukan oksigen.

Kelebihan utama dari tinta ini dibanding metode-metode tradisional untuk mendeteksi kerberadaan oksigen adalah cukup murah dan mudah digunakan, khususnya karena tinta ini bergantung pada perubaha warna yang dapat dideteksi oleh mata manusia, kata Mills. Tinta-tinta yang berbasis pelarut seperti ini juga lebih mudah dicetak pada polimer-polimer biasa yang digunakan sebagai kemasan makanan, tambah Mills.’Sebuah tinta yang sensitif oksigen, seperti yang baru-baru kami temukan ini, bisa digunakan untuk menunjukkan apakah udara dalam kemasan yang telah dimodifikasi masih tetap utuh, pertama-tama di pabrik pengemasan, dan selanjutnya di supermarket, sehingga bisa menjamin agar kemasan-kemasan yang cacat atau rusak tidak dijual lagi’, kata Mills. Konsumen sendiri akan mampu memilih makanan dan mengetahui secara langsung apakah makanan kemasan tersebut masih bagus atau sudah rusak.

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

Tips Perawatan Notebook

Posted: November 2, 2007 by Eva in Teknologi

laptop

Tips Perawatan Layar Notebook

  • Selalu tutup notebook Anda jika tidak sedang digunakan. Jika perlu gunakan penutup anti debu dari plastik atau simpan dalam tas notebook.
  • Jangan pernah menyentuh layar notebook, apalagi dengan benda tajam.
  • Jangan menyemprotkan cairan pembersih langsung pada layar notebook.
  • Saat notebook tertutup usahakan notebook tidak mengalami tekanan. Terutama jangan letakkan benda-benda berat di atas notebook yang tertutup.
  • Jangan menutup notebook saat ada benda tertentu antara layar dan keyboard. Bahkan selembar kertas yang terjepit antara layar dan keyboard bisa menjadi penyebab kerusakan layar.
  • Jangan menutup notebook dengan cara membanting.
  • Untuk membersihkan layar notebook, gunakan sikat lembut yang memang dirancang untuk membersihkan layar LCD dari debu.
  • Jika sikat tidak cukup, gunakan kain lembut atau tisu yang dibasahi dengan cairan pembersih. Ingat! Jangan gunakan cairan pembersih yang mengandung amoniak atau alkohol. Semprotkan cairan pembersih pada kain dan usap layar perlahan-lahan saat membersihkan.
  • Cairan pembersih untuk layar notebook disarankan menggunakan jenis pembersih yang sama dengan yang digunakan untuk layar kamera digital. Cairan ini biasanya bisa didapatkan di toko penjual perlengkapan kamera.