Archive for the ‘Teknologi’ Category

 

Untuk pertamakalinya, saya mengikuti ajang komunitas berbasis wordpress di wordcamp Jakarta minggu lalu di daerah  Sunter. Saya sangat terkesan  berjumpa dengan beberapa orang dari berbagai daerah di Indonesia untuk membahas beberapa hal terkait perkembangan terkini dunia digital, terutama mereka yang menggunakan wordpress untuk website pribadi, lembaga atau perusahaan.

Ada satu hal yang menarik di awal sesi pembicaraan yang membahas tentang kecendrungan anak muda sekarang yang akan lebih berminat menjadi Independent Digital Media Worker, mereka lebih senang bekerja tidak di kantor yang terikat waktu dan peraturan, mereka lebih senang bekerja kreatif di kafe, perpustakaan, atau co-working yang sekarang ini sudah banyak berada di Jakarta.

Menurut Vika, Independent Digital Media Worker pada dasarnya adalah No Boss No Staff. Itu sangat menyenangkan. Beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan dunia ini banyak berkaitan dengan beragam profesi seperti tertera di gambar bawah ini.

Karena setiap anak muda lebih senang bekerja independen. Seperti halnya Nomad Traveller, profesi independent digital media worker disebut juga (digital Nomad) masalah yang paling sulit adalah mencari partner yang bener-bener satu visi dengan kita untuk bekerja di dunia digital jika kita keteteran. Karena pada dasarnya tidak semua orang menguasai banyak hal. Seperti wordcamp kali ini dimana dibagi dua tempat di atas adalah yang berkaitan dengan teknologi dan desain, coding, startup dan lain-lain sedangkan di bawah membahas tentang content, tujuan blog kita apa, apa saja yang harus diutamakan saat penulisan, cara menjadi no 1 di SEO dan beberapa role model blogger dan para pengiat dunia digital.

Jadi bagaimanapun kita membutuhkan orang lain, Jika kita penulis kita butuh orang yang memiliki kecanggihan teknologi agar website dan blog kita bagus, begitu juga orang yang pintar desain web dan start up butuh orang untuk mengisi content.

Istilah Vika itu partner yang solumate banget itu sulit di temukan. Start up dan ahli coding akan menjamur dimana-mana dan pada akhirnya setiap orang juga akan memiliki website personal untuk branding.

Vika juga menjelaskan beberapa pekerja digital yang sekarang banyak bekerja untuk perusahaan terpusat di Ubud Bali. Selain karena faktor alam, fasilitas internet di sana juga karena anak-anak milenial sekarang selain menyukai travelling, mereka sangat peduli dengan alam, setelah berhari-hari kerja lembur siang malam, biasanya mereka melakukan travelling ke beberapa tempat untuk refreshing atau ikut kegiatan olahraga seperti lari marathon, Bulutangkis dan Yoga.

Dalam setahun terakhir ini saya juga merasakan ada orang yang saya temui ketika bekerja di warung kopi adalah anak-anak muda kekinian yang memang bekerjanya di kafe dari pagi hingga petang.

Jane misalnya anak Bina Nusantara adalah seorang illustrator yang bekerja di bidang periklanan. Dia memegang beberapa instagram yang menjual koleksi etnik dan unik. Jadi untuk menjual produk online di instagram, sang klien mengirim bahan untuk diolah agar menjadi menarik, Jane membuat desain dan menguploadnya hingga memberi hashtag agar instagramable.

Jane mengatakan bahwa kliennya tidak mengharuskan tiap hari upload produk, yang jelas dia menerima bayaran tiap minggu. Selain bekerja sendiri, dia juga bersama teman-teman bekerja untuk perusahaan iklan, ada berempat. Janeeve cerita saat saya bertemu beberapa waktu yang lalu bahwa dia baru saja menyelesaikan iklan IKEA yang edisi sale, bersama timnya dan sukses besar, waktu itu sampai antri orang masuk IKEA di Serpong.

Pertemuan tidak sengaja di warung kopi berlanjut di instagram dan akhirnya kita berteman.Karya-karya Jane unik dan simple, lucu, khas anak-anak kreatif sekarang.

Akan tetapi sekarang kafe mulai berisik, kebanyakan anak muda pindah ke perpustakaan seperti perpustakaan nasional, Kemendikbud yang memang menyediakan banyak ruang-ruang kecil untuk pertemuan, atau perpustakan nasional RI yang memiliki gedung tinggi dan ruang terbuka. Sangat disayangkan, perpustakaan di Indonesia hanya buka sampai jam 16.00 WIB hanya perpustakaan Bank Indonesia yang buka sampai jam 18.00 WIB.

Nah yang belum lama saya ketahui juga adalah mulai diminatinya Co-Working di ibukota. Saya baru tahu juga dari Ibu Vika. Di Jepang bahkan sudah ada aplikasi co-working. Di Jakarta saya belum tahu banyak, yang saya tahu baru Co-Working Kolega di Senopati dan Co Working punya Pak Johannes di Kelapa Gading.

Di kolega anda bisa bekerja dengan nyaman, satu lantai. Santai dan ada fasilitas minum. Perjamnya beragam kalau di Kolega pertiga jam 110 ribu untuk sendirian, kalau satu ruangan untuk meeting satu jam 220 ribu untuk 10 orang.

Di Conclave beda lagi, harga bisa lihat di website resmi Conclave. Conclave lebih luas.Beberapa acara eventbrite banyak dilakukan di sini. Sebenarnya acara alumni suatu kampus atau sekolah lebih efektif di eventbrite. Cepat dan jelas kita bisa mendapatkan konfirmasi peserta dalam beberapa waktu saja kalau udah memenuhi kuota bisa ditutup.

Kemarin di event wordcamp Jakarta 2017, saya berjumpa Pak Johannes yang bergerak di bidang co-working di Sunter, pengusaha muda travelling bareng, penyedoa jasa keaehatan online seperti perawat dan lain-lain dan ada satu dari Bandung pengusaha jasa pendidikan Bahasa Inggris untuk para blogger yang akan mengupload tulisan bisa diterjemahkan dulu oleh jasa online dia.

Saya berjanji jika sudah selesai deadline pekerjaan akan segera ke Co Working Pak Johannes di Sunter, katanya kita bisa berkantor perjam 30.000, perhari 120.000 atau bahkan per bulan 1,5 juta seorang. Udah dapat 10 kali makan dan free cofee dan teh. Di sana ada juga bisa juga menjadi virtual account akan tetapi ada syarat dan ketentuan tertentu.

Dalam buku Francis Fukuyama yang berjudul “Goncangan Besar” yang diterbitkan Gramedia dan Freedom Institute yang membahas tentang pergeseran masa dari industri tradisional ke digital dan lain seterusnya. Maka saya merasakan sebenarnya saat ini kita dalam goncangan besar dunia digital dimana kata bu Vika dari 250 juta lebih rakyat Indonesia sudah 50% terkoneksi dengan dunia digital.

Sebenarnya teknologi bermata dua, di satu sisi banyak mall, dan industri tradisional bangkrut dan beralih ke dunia digital saya sebenarnya juga merasa prihatin tapi di sisi lain, kita juga harus berlari kencang jangan sampai ketinggalan teknologi.

Satu hal yang saya suka dari profesi yang diminati anak muda ini adalah generasi milenial tidak suka show up keberhasilan, karya dan harta yang ia punya. Mereka aktif di media sosial justru untuk kebaikan dengan hashtag positif dan meme-meme kreatif berkaitan dengan trending topik juga aneka inovasi yang unik, Itu yang saya amati sekarang.

Sebenarnya masih banyak materi berikutnya berkaitan dengan suka duka Freelancer, kreativitas anak 11 tahun yang pintar coding dan blogging di wordpress.org dan materi menarik lainnya dari lantai 2, nanti semoga bisa saya tulis berikutnya. Semoga di era pesatnya perkembangan digital kita bisa berkolaborasi dan bukan berkompetisi.

Terimakasih wordpress Indonesia, terimakasih kaos, buku, pin dan aneka souvenir lainnya yang kami terima di acara yang menyenangkan ini.

Sudimara, Conclave, Senopati
Perjalanan di dalam Kereta

Foto=foto menyusul ada di kamera habis batrenya.

Advertisements

Resensi Buku

Judul : The Innovators (Kisah Para Peretas, Genius, Maniak yang Melahirkan Revolusi Digital)
Penulis : Walter Isaacson
Penerbit : Bentang Pustaka, Jogjakarta
Penerjemah : Reni Indardini
Penyunting : Eka Saputra dan Nurjanah Intan
Edisi : September 2015
Harga : 120.000

Sampul Buku

Sampul Buku

Ketika anda pertamakali membaca buku ini anda akan disuguhkan diagram tabel lengkap awal sejarah terciptanya mesin komputer dari jaman pertama kali ada ide sampai dengan perkembangan terkini industri teknologi komputer terkini. Buku ini luar biasa lengkap bagai kamus berjalan. Walter Isaacson bukan sekedar menganalisis perangkat keras dan perangkat lunak yang menghasilkan revolusi digital, melainkan juga menelaah para perempuan dan laki-laki yang menelurkan ide-ide di balik aneka gawai. Isaacson membeberkan kisah keangkuhan dan idealisme, keserakahan dan pengorbanan serta kompleksitas hakiki di balik pengembangan teknologi yang sekilas terkesan sederhana. Pemaparan buku ini lugas dan terang benderang. Isaacson mahir mengurai benang kusut memori dan dokumentasi untuk kemudian dia rajut kembali menjadi suatu cerita yang indah dan menarik untuk dibaca. Buku ini memotret teknologi beserta ruang yang mewadahinya.

Di mulai dari kisah Ada Lovelace yang sudah meninggal 150 tahun lalu yang menulis surat penuh rasa bangga betapa tepat intuisinya mengenal alat kalkulasi yang kelak menjadi komputer serbaguna. Mesin indah yang tidak hanya memanipulasi musik mengolah kata-kata dan mengombinasikan berbagai simbol dengan ragam tak terbatas.
Mesin semacam itu muncul pada 1950-an dan sepanjang tiga puluh tahun berikutnya, lahir dua inovasi historis yang melahirkan perubahan revolusioner dalam hidup kita: microchip yang memungkinkan pembuatan kompter kecil untuk digunakan di rumah sebagai barang pribadi serta jaringan berbasis paket switching yang memungkinkan penyambungan komputer tersebut ke jejaring web.

Penyatuan antara PC dan internet lantas memekarkan kreativitas digital, aktivitas berbagai konten, pembentukan komunitas, dan jejaring sosial secara besar-besaran. Temuan tersebut mewujudkan – meminjam istilah Ada Lovelace sebagai sains yang puitis jalinan indah antara kreativitas dan teknologi, tak ubahnya anyaman dari mesin tenun Jackuard.

Buku ini terdiri dari 12 bab yang membahas komputer dan internet dari hulu ke hilir. Dari mulai pencetus awal yaitu Ada, Countess Of Lovelace di bab 1, bab 2 tentang penemu komputer, bab 3 tentang pemrograman, bab 4 membahas Transistor dan bab 5 tentang Microchip. Penemu video game dan internet di kupas tuntas di bab 7 dan 8, sedangkan bab 9 dan 10 membahas tentang Personal komputer dan perangkat lunak. Memasuki bab 10 dan 11 ada akan diajak mengulik sejarah Daring dan world wide web dan sinopsis buku ini di bab 12.

Sederet nama tokoh sang inovator yang banyak tidak diketahui namanya oleh khalayak banyak diungkap di sini dari mulai Ada, Countess of Lovelace pada tahun 1843, Vannevar Bush, Alan Turing, john Von Neumann, Grace Hopper, Robert Noyce, JCR Liclider, Paul Baran, Ken Kesey, Ted Nelson, Stewart Brand, Larry Roberts, Alan Kay, Paul Allen dan Bill Gates pendiri Microsoft, Steve Jobs memperkenalkan Apple dan Macintosh, Linus Torvalds perilis Linux, Tim Barners Lee penemu World Wide Web (www), Larry Page dan Sergey Brin meluncurkan Google, Ev Wulliams memunculkan Blogger hingga Jimmy Wales penemu wikipedia pada 2011.

Komputer dan internet tergolong temuan penting pada zaman kita. Namun hanya segelintir orang yang mengetahui siapa pencipta keduanya. Kebanyakan inovasi di era digital adalah hasil kolaborasi banyak orang hebat yang terlibat di dalamnya, sebagian panjang akal dan segelintir diantaranya sangat genius.

Buku ini memaparkan kisah para pionir, peretas, penemu, dan wirausahawan dalam revolusi digital di dunia. Siapa saja mereka, bagaimana cara berpikirnya, dan apa latar belakang kreativitasnya yang menakjubkan. Buku ini juga menarasikan cara mereka berkolaborasi dan apa sebabnya kerjasama tim justru membuat mereka semakin kreatif. Wajib di baca bagi anda yang ingin melek tentang dunia teknologi yang sekarang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia kita. Juga bagi para pelaku industri kreatif di era start-up dan aplikasi ini yang melahirkan entrepreneur-entrepreneur andal di bidang teknologi komputer dan komunikasi.

Eva Rohilah, Writerpreneur. Tinggal di Depok
Blog: http://www.evarohilah.wordpress.com

Website Penulisan Terbaik

Posted: May 21, 2008 by Eva in Teknologi

Ini Dia: 101 Website Penulisan Terbaik 2008

Posted in Dunia Penulisan, InternetSeperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2008 ini WritersDigest.com kembali memberikan anugerah Writer’s Digest Best Websites of 2008, atau website terbaik di bidang penulisan.

Sekadar info, jumlah situs penulisan di luar negeri sangat banyak. Bila kita mencari di google dengan kata kunci “writer“, hasil pencarian mencapai jumlah 229 juta lebih. Sayangnya, maraknya situs penulisan di luar negeri ini tidak diimbangi dengan kondisi yang sama di Indonesia. Di sini, jumlah situs penulisan boleh dikatakan masih bisa dihitung dengan jari.

Karena itulah, untuk memperluas cakrawala kita di bidang penulisan, tak ada salahnya bila kita sering-sering melirik situs-situs penulisan luar negeri. Salah satu alternatifnya adalah website-website pilihan WritersDigest.com berikut ini.

Category: Agent Blogs

  1. Agent Nathan Bransford’s Blog
  2. Buried in the Slush Pile
  3. Janet Reid’s Literary Blog
  4. Jennifer Jackson’s Et in Arcaedia, Ego Blog
  5. Lori Perkins’ Agent in the Middle
  6. Rachelle Gardner’s Rants & Ramblings
  7. The Rejecter Blog

Category: Challenges/Creativity

  1. Book in a Week
  2. National Novel Writing Month
  3. Smith Mag Six Word Challenge
  4. The Story Starter
  5. The Teacher’s Corner
  6. WritingFix

Category: General Resources

  1. Brainy Quote
  2. Dictionary.com Translater
  3. Merriam-Webster
  4. Refdesk.com
  5. Social Security Administration Popular Baby Names
  6. Wikipedia

Category: Genre/Niche

  1. C. Hope Clark’s Funds for Writers
  2. Christian Storyteller
  3. Coffee Time Romance & More
  4. Crime-Writers Yahoo Group
  5. Drew’s Script-O-Rama
  6. Fictionfactor.com
  7. Freelance Writing Organization-Int’l
  8. Horror Writers Association
  9. J.A. Konrath’s A Newbie’s Guide to Publishing
  10. Kid Magazine Writers
  11. Marcela Landres
  12. Mom Writer’s Literary Magazine
  13. Moontown Cafe
  14. Movie Bytes
  15. Noodle Tools
  16. R.A.W. SISTAZ Literary Group
  17. Resources for Muslim Writers
  18. Robin Opie’s Writing For Children
  19. Romance Divas
  20. The Erotica Readers & Writers Association
  21. The Jewish Writing Institute
  22. The Poetry in Color
  23. The Poetry Market Ezine
  24. The Urban Muse
  25. The Wild Poetry Forum
  26. The Young Writers Society
  27. Today’s Woman
  28. Winning Writers
  29. Worldwide Freelance Writer
  30. WOW! Women on Writing
  31. Writer Gazette

Category: Jobs

  1. Freelance Writing Jobs
  2. JournalismJobs.com
  3. Media Job Market
  4. MediaBistro
  5. Publishers Marketplace

Category: Just for fun

  1. Armchair Interviews
  2. CoolStuff4Writers.com
  3. Novely Journey
  4. The Eighteen Questions
  5. Writer Site Out
  6. Writers FM

Category: Protect Yourself

  1. Agent Research
  2. Literary Law Guide
  3. Preditors & Editors
  4. Query Tracker
  5. The Publishing Law Center
  6. United States Copyright Office
  7. Writer Beware

Category: Publishing Resources

  1. Agent Query
  2. Author MBA
  3. Backspace
  4. Duotrope’s Digest
  5. FirstWriter.com
  6. ForWriters.com
  7. Publishing Questions
  8. Sharing with Writers and Readers
  9. Shawguides
  10. The Publicity Hound
  11. The Writer’s Resource Directory
  12. Trent Steele’s Write Street
  13. WritersNet

Category: Writing Communities

  1. Absolute Write
  2. Critique Groups for Writers
  3. Ed(2010)
  4. Edit Red
  5. Fanstory
  6. Long Story Short
  7. Mike’s Writing Workshop
  8. My Writers Circle
  9. Newbie-Writers.com
  10. OnceWritten.com
  11. Rob Parnell’s Easy Way to Write
  12. Romance Writing Tips
  13. The Internet Writing Workshop
  14. The MuseItUp Club
  15. The MuseItUp Club Critique Group
  16. The Writers Society
  17. The Writing Bridge
  18. WordTrip
  19. Writer Unboxed
  20. Writing.com

Google Merk Paling Ngetop

Posted: April 23, 2008 by Eva in Teknologi

Situs mesin cari internet Google kembali menoreh prestasi. Kali ini, Google dinobatkan sebagai merek paling top sedunia dengan nilai paling mahal.

Menurut analisis biro penelitian merek Millward Brown, merek Google saat ini berharga amat tinggi yakni USD 86, 1 miliar.

Millward Brown memang baru saja mempublikasikan daftar merek paling top sedunia tahun 2008 dalam tajuk ‘Brandz Top 100 Most Powerful Brands’.

Mereka melakukan survei pada 50.000 perusahaan dan konsumen dari penjuru bumi untuk memeringkat daftar ini dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan kepuasan pelayanan.

Dari dunia Teknologi Informasi (TI), selain Google juga bercokol pula nama Microsoft di peringkat ketiga dengan nilai merek USD 70, 8 miliar. Selanjutnya ada vendor komputer IBM di peringkat 6 dan Apple berada di posisi ketujuh.

Namun Apple tampaknya tak perlu kecil hati berada di belakang kompetitornya karena baru-baru ini, mereka juga dinobatkan sebagai merek paling berpengaruh di dunia dalam versi survei lainnya.

Harian Guardian, Rabu (23/4/2008), bercokol di posisi ke 9 adalah produsen ponsel nomor satu di dunia, Nokia. Adapun posisi lainnya di sepuluh besar ditempati berbagai merek ternama seperti McDonalds atau General Electric.


Tinta Cerdas

Posted: January 22, 2008 by Eva in Teknologi

Tinta Cerdas
Oleh Masdin Mursaha

Sebuah tinta yang dapat merubah warnanya ketika menemukan oksigen bisa membantu para pembeli dalam menentukan apakah makanan kemasan yang mereka beli masih segar atau tidak.

Oksigen adalah pantangan bagi makanan segar karena oksigen dapat menyebabkan makanan terdegradasi dan bakteri memerlukan oksigen ini untuk tumbuh. Dengan demikian, banyak makanan sekarang ini dikemas dalam kemasan yang hanya berisi gas tertentu seperti nitrogen dengan tujuan untuk melindungi dari oksigen. Kandungan oksigen hampir seluruhnya dihilangkan dalam kemasan.

Andrew Mills dan David Hazafy di Universitas Stratchlyde, UK, telah berhasil membuat sebuah tinta biru berbasis pelarut ireversibel, yang jika diaktivasi dengan sinar UV akan kehilangan warnanya dan menjadi sensitif oksigen; tinta ini hanya akan kembali ke warna aslinya jika menemukan oksigen.

Kelebihan utama dari tinta ini dibanding metode-metode tradisional untuk mendeteksi kerberadaan oksigen adalah cukup murah dan mudah digunakan, khususnya karena tinta ini bergantung pada perubaha warna yang dapat dideteksi oleh mata manusia, kata Mills. Tinta-tinta yang berbasis pelarut seperti ini juga lebih mudah dicetak pada polimer-polimer biasa yang digunakan sebagai kemasan makanan, tambah Mills.’Sebuah tinta yang sensitif oksigen, seperti yang baru-baru kami temukan ini, bisa digunakan untuk menunjukkan apakah udara dalam kemasan yang telah dimodifikasi masih tetap utuh, pertama-tama di pabrik pengemasan, dan selanjutnya di supermarket, sehingga bisa menjamin agar kemasan-kemasan yang cacat atau rusak tidak dijual lagi’, kata Mills. Konsumen sendiri akan mampu memilih makanan dan mengetahui secara langsung apakah makanan kemasan tersebut masih bagus atau sudah rusak.

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

Tips Perawatan Notebook

Posted: November 2, 2007 by Eva in Teknologi

laptop

Tips Perawatan Layar Notebook

  • Selalu tutup notebook Anda jika tidak sedang digunakan. Jika perlu gunakan penutup anti debu dari plastik atau simpan dalam tas notebook.
  • Jangan pernah menyentuh layar notebook, apalagi dengan benda tajam.
  • Jangan menyemprotkan cairan pembersih langsung pada layar notebook.
  • Saat notebook tertutup usahakan notebook tidak mengalami tekanan. Terutama jangan letakkan benda-benda berat di atas notebook yang tertutup.
  • Jangan menutup notebook saat ada benda tertentu antara layar dan keyboard. Bahkan selembar kertas yang terjepit antara layar dan keyboard bisa menjadi penyebab kerusakan layar.
  • Jangan menutup notebook dengan cara membanting.
  • Untuk membersihkan layar notebook, gunakan sikat lembut yang memang dirancang untuk membersihkan layar LCD dari debu.
  • Jika sikat tidak cukup, gunakan kain lembut atau tisu yang dibasahi dengan cairan pembersih. Ingat! Jangan gunakan cairan pembersih yang mengandung amoniak atau alkohol. Semprotkan cairan pembersih pada kain dan usap layar perlahan-lahan saat membersihkan.
  • Cairan pembersih untuk layar notebook disarankan menggunakan jenis pembersih yang sama dengan yang digunakan untuk layar kamera digital. Cairan ini biasanya bisa didapatkan di toko penjual perlengkapan kamera.