Semua Buat Kamu

Posted: October 12, 2018 by Eva in Jalan-jalan
Tags: , , , ,

Kemarin saat pulang dari makam Bung Karno saya naik becak dari PPIP ke arah Kuningan Kanigoro di mana saya tinggal.

Sore yang cerah membuat saya terdiam melihat sekitar perjalanan yang cukup jauh. Dari mulai keluar pertigaan, sampai pusat kota jalan terlihat sepi dan tidak banyak kendaraan.

Tidak seperti hidup di Jakarta yang kemrungsung, serba cepat dan takut ketinggalan transportasi membuat kita seperti di kejar-kejar hantu hehehe, padahal apa sebenarnya yang dicari.

Di sini saya menikmati setiap desiran angin, hempasan waktu dan cuaca dingin meski sudah lama tidak turun hujan. Persis di depan saya ada seorang lelaki baru pulang mencari nafkah.

Mengayuh sepeda dengan membonceng keranjang kosong di kanan kirinya. Santai saja menikmati setiap kayuhan sepeda seiring berjalannya waktu. Lelaki ini mencari rejeki yang halal buat keluarga.

 

 

Advertisements

Bunga Kamboja Merah di Siang Terik

Posted: October 11, 2018 by Eva in Artikel

Tadi saat aku ada perlu ke luar dari rumah ke Makam Bung Karno, tidak sengaja aku menemukan bunga yang sangat indah. Bunga kamboja yang berwarna merah darah menyala di pinggir jalan.

Terik matahari siang itu, membuat aku terpukau dengan indahnya warna bunga yang merata di setiap daun. Aku abadikan saat aku berjalan melewatinya.

Meskipun di Blitar sangat jarang musim hujan, akan tetapi aneka bunga yang tumbuh berseri, kebun jagung, kebun cabe disini tumbuh subur.

Blitar, 11 Oktober 2018

Pukul14.37

 

Saya tidak mengerti dan sangat tidak mengerti, bagaimana mungkin kita sudah menolak berkali-kali sidang IMF-World Bank kok tetap saja diadakan. Malah ada kabar ribuan peserta mau menghadang Bali padahal daerah kita tanahnya sangat rapuh setelah gempa di Lombok dan gempa tsunami di Palu.

Kita sudah lama untuk melarang ini itu, tersurat tersirat kok ya pada nekad. Sebenarnya mau apa to orang IMF-World Bank di Bali, padahal udah ditolak tiga kali di  Bali. Pertama saat tumpah minyak di pantai, beberapa waktu kemudian running text bilang akan dipindah ke Lombok setelah itu gempa di Lombok dan saat lempengan bumi masih rapuh, air mata korban gempa tsunami belum kering malah maksa banget ngadain sidang.

Jangan sampai ya setelah ini lama tidak turun hujan, banyak bencana kebakaran, kekeringan dan daun-daun untuk membuat uang sudah tidak tumbuh makanya dollar naik. Karena harga kertas pembuat uang harganya makin tinggi dan banyak distribusi barang terhambat karena bencana, dan gagal musim membuat pangan mahal karena produksi turun maka sebaiknya tidak usah ada banyak pertemuan untuk makan-makan dan jalan-jalan apapun bentuknya karena kita tidak ingin ada yang pamer keberhasilan IMF World Bank.

“Maka apakah mereka tidak berjalan di

muka bumi, lalu mereka mempunyai hati

yang dengan itu mereka dapat memahami

atau mempunyai telinga yang dengan itu

mereka dapat mendengar? Karena

sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta,

tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam

dada,” (Q.S. Al-Hajj, 46)

 

 

Saya melihat mereka menyeberangi kekosongan

Lebih luas dan lebih dalam 

Dari ruang dan waktu

Seluruh keberadaanku

 

Terletak antara hati dan bunga mawar

Nyala api, burung-burung, helai-helai rumput. 

Jauh di bawah kedalam batin mereka

Mencabut daun dari bunga, sayap dari lalat

 

Menghantui hati dengan pisau bedah

Dan mencerai beraikan debu hidup itu dengan lensa

Sebab di kala senja, kilat dan nyamuk di udara

Mereka mengungkapkan misteri alam

 

Menyatakan Aku-lah Ada, meski tetap tanpa nama

(Kathleen Raine, “Exile” dalam The Collected Poems of Kathleen Raine, Hamish Hamilton, 1956)

 

Judul: Anak-anak Mencari Jati Diri

(Telaah Atas Perilaku Anak Sebagai Pengungkap Diri yang Asli)

Judul Asli: Children in Search Of Meaning

Penulis: Violet Madge

Penerbit:  BPK Gunung Mulia, Jakarta

Edisi: I, 1991

 

Pernahkah anda melihat seorang anak bertanya dari mana datangnya air mata atau kenapa mata ibu mengeluarkan air? Bukankah air itu berasal dari akar pohon yang menyerap hujan? Bagaimana seorang sapi bisa melahirkan, dan bagaimana kok ada cicak mati?

Di situlah kita melihat bahwa ada beberapa tahapan dalam pendidikan anak. Dimana buku yang sudah lama terbit ini mendedahkan bahwa perkembangan atau pertumbuhan anak itu dilalui lewat pelbagai macam pertanyaan. Di mana orang tua harus menjawab dengan jujur.

Buku ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama tentang Penemuan atas Dunia dan Manusia dan Kedua Beberapa refleksi  anak mencari jati diri. Pada bagian pertama terdiri dari tiga bab yaitu pendidikan masa kanak-kanak, pendidikan masa remaja, dan pendalaman pengertian selama Sekolah Dasar.

Tipis Namun Padat Berisi

Buku yang keren namun tipis ini (119 halaman), ini sudah menggebrak dari awal pembaca ketika kita dihadapkan pada beberapa pertanyaan mendasar dari seorang anak ketika mulai belajar bicara, menimpali ketika dinasehati dan melanggar perintah agama ketika diperingatkan orang tua sejak kecil. Tiga tahapan itu ada dalam bagian pertama isi buku ini.

Di setiap bab dalam buku ini disertai ringkasan, misalnya tentang anak-anak kecil mencari makna hidup dengan mencari jawaban kedua (second opinion) segala keingintahuan mereka akan gejala alam maupun manusia dengan bertanya kepada sahabat atau saudara untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka.

Banyak pengalaman itu timbul lewat permainan, yang membenarkan pendapat Froebel bahwa: “Permainan itu bukan hal yang remeh , melainkan hal yang sangat penting dan mempunyai arti yang sangat mendalam.

Sedangkan menjelang remaja anak akan banyak, berpikir lebih keras, berfantasi (imaginasi), melihat drama dan tidak henti bertanya tentang bagaimana cara mencari kebebasan. Dimana masa remaja ini saya sepakat dengan Prof. Jeffrey bahwa ” Seperti yang dibuktikan dalam kepandaian anak-anak, akal budi manusia terus mencari makna dalam segala keadaan

Pesan Misterius  Anak yang Tersirat Sejak Embrional

Di balik kegiatan anak dari mulai menggambar, berbicara, mengetik, bermain, mendengarkan musik, menonton film, main game, beribadah, bermain bersama teman, liburan untuk jalan-jalan terdapat suatu maksud yang terdalam untuk mengungkap jati diri dalam kaitannya dengan dunia luar dan orang sekitarnya. Benih pemahaman tentang agama atau Ketuhanan juga tersirat walau masih embrional.

Jadi, melalui pengalaman atas dunia di sekitar mereka dan melalui hubungan antar sesama anak-anak sampai dewasa, tua dan meninggal dunia dapat sampai ke penemuan bahwa dalam pencarian atas jati diri masih terdapat misteri yang tidak dapat dipecahkan kelak dia menjadi apa dan meninggalnya seperti apa.

Makanya seperti apapun anak kita, jangan terlalu mengatur anak.  Biarkan dia menjadi dirinya sendiri, jangan terlalu dibanggakan kelebihan dan kekuranggannya dan juga kita harus menjaga agar meninggal dengan penuh keselamatan.

Kita boleh belajar untuk menghayatinya dengan semakin lebih bermakna, untuk menembusnya dengan semakin ciri-cirnya, namun betapapun dalam kita memasukinya dan mempelajari rahasia-rahasia anak, misteri itu tetap misterius.

Perpustakaan Kabupaten Blitar

8 Oktober, 2018

Pukul 10.14

 

Bunga Kamboja Merekah Manja di Hari Kamis

Posted: September 26, 2018 by Eva in Rumah
Tags:

Minggu ini sangat melelahkan, saya capek banget dari kemarin mengurus ini itu berkaitan dengan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Tahu-tahu sudah hari kamis saja, aduh kok cepat banget ya besok sudah Jum’at dan akhir pekan pun akan datang.

Mari kita sambut hari kamis ini dengan semangat, ke depan ada banyak tulisan yang akan saya upload, tapi masih dalam proses perencanaan. Semoga bisa terlaksana sesuai jadwal.

Selamat hari kamis yang sahabat WP yang manis. Aku kirim bunga kamboja yang merekah manja di pagi yang ceria ini…

27 September 2018 Pukul 06.05

Aku udah lama gak menulis tentang resep masakan yang sering aku masak di Pamulang dan Jogja yaitu Oseng Daun Pepaya dicampur ikan teri, biasanya orang betawi suka banget sama jenis makanan ini.Cara bikinnya gampang, daun pepaya di rebus setengah jam (pake presto), teri dicuci bersih. Bumbunya bawang merah, bawang putih,  rawit diiris dan ditambah laos. Setelah direbus daun pepaya di peras airnya lalu dipotong.

Sedangkan tempe dan tahu bacem, adalah makanan kesukaanku sejak tinggal di Jogja.Aku udah gak usah tulis resepnya pasti banyak yang sudah hapal.

Menu Wajib Rempeyek Tiap Makan

Jika di Sukabumi wajib ada lalapan, sambal maka sekarang ini aku udah gak makan. Di sini makan tidak afdol kalau enggak ada rempeyek teri kacang. Enak banget sebagai pelengkap.

Itu saja menu hari ini, makan dan fotonya tadi pagi, tapi baru aku tulis malam, gak papa lah soalnya sekalian buat makan malam.

Blitar, 26 September 2018

Bulan Merah Jambu

Posted: September 25, 2018 by Eva in Pribadi, Rumah
Tags:

20180925_191113-1

Malam ini saya tidak sengaja memperhatikan rembulan yang terlihat bulat sempurna di sebelah timur rumah di atas langit malam yang dingin tanpa gemintang.

Sudah hampir dua minggu tidak turun hujan membuat saya kangen dengan nuansa dingin rintik hujan di sore hari atau hujan pagi – pagi yang membuat kita tarik selimut dan malas bekerja

Meskipun demikian suasana di kampung Mas Arif lebih syahdu  malam ini. Kebetulan saya di rumah sendiri.

Saya pun mendengarkan lagu “Tak Bisa ke Lain Hati” yang dinyanyikan Kla Project terdengar mengalun dari USB yang terhubung dengan televisi.

25 September 2018, pukul 19.44

Saya sudah lama mendengar ada tempat wisata yang namanya Kampung Coklat. Beberapa kali lebaran di Banggle Blitar, saat saya masih di Pamulang pas pulang kampung, saya belum pernah sekalipun mampir, baru seminggu yang lalu, tepatnya hari Minggu 16 September 2018 saya kesana. Kalau Mas Arif sudah beberapa kali kesana acara kantornya.

 

1537863335882

Perjalanan dari rumah Kuningan ke Kampung Coklat ditempuh sekitar 45 menit. Lokasinya berada di Plosorejo, Kademangan Kabupaten Blitar. Kami naik motor menyusuri selatan jalur Blitar dan melewati beberapa daerah yang belum pernah saya lewati. Tidak lama setelah sampai disana, saya langsung masuk dan ramai sekali pengunjung akhir pekan.

Melihat Proses Pembuatan Coklat

Saat memasuki lokasi wisata Kampung Coklat, ada banyak spot menarik seperti ruang pertemuan, anjangsana keakraban untuk menyanyi dan makan, serta rumah joglo yang sangat kental nuansa Jawa dan sarat makna.

2018-09-24 18.54.57

Saya justru tertarik dengan aneka pohon kakao yang ada di tengah-tengah tempat wisata menyatu dengan tempat pengunjung menyantap kudapan, minuman ataupun bersantai.

Tempat duduk dan bangku-bangku banyak tersedia untuk menampung para pengunjung, setelah wara-wiri menyusuri jalan lurus dari pintu depan sampai belakang saya akhirnya beristirahat sambil makan bakso di rumah joglo.

1537863545607

Usai makan saya melihat video dengan durasi sedang menampilkan potensi kakao dan prospek industri coklat yang akan sangat bagus dikembangkan baik sebagai produk rumahan bahkan hingga dibuat industri dalam skala besar.

Video ini sangat lengkap karena ada data tentang peringkat Indonesia sebagai negara ketiga kakao terbesar di dunia. Proses penanaman bibit kakao, proses produksi hingga packaging ada dalam video yang menarik singkat dan padat.

Jika anda kesini jangan lupa ajak anak atau teman serta rombongan melihat bagaimana visi misi kampung coklat dan bagaimana perusahaan ini meniti harapan yang besar untuk memajukan warga kabupaten Blitar dan sekitarnya membudidayakan pohon kakao yang ada di kebun milik petani kakao menjadi industri yang ingin mendunia.

Benih Kakao, Ikan Koi dan Musholla yang Nyaman

1537861413246

Usai melihat video, saya kembali berjalan kali ini ke sebelah barat, atau belok kiri dari ruang anjangsana. Di sana banyak juga yang jualan aneka ikan bakar, sosis dan minuman beragam.

Sepertinya  mainan anak-anak atau tempat berkumpul keluarga yang bawa anak kecil nyaman berlama-lama disini.

Di sini juga anda bisa membeli benih kakao yang dijual dan sudah dikemas di polybag siap tanam. Di belakangnya ada proses pembuatan permen coklat dan aneka kreasi makanan coklat dari kue brownis, stik coklat dll.

Usai melewati arena permainan saya gagal fokus sama aneka ikan yang dibuat di kolam tengah untuk kesehatan dan ikan koi yang sangat indah mengitari musholla. Jika berkaitan dengan ikan koi saya selalu ingat almarhum ayahku Apa yang juga pernah beternak ikan koi selang-seling dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mujair, ikan mas, dll.

Cukup lama saya memperhatikan ikan koi warna – warni yang indah dengan gemericik air. Betah rasanya berada di sini dan tidak terasa saya harus menemui Mas Arif yang lagi makan.

Minum coklat Hangat dan Nikmatnya Coklat Oroginal

1537863278698

Setelah selesai menemui berbagai spot menarik di Kampung Coklat, jangan lupa memesan minuman coklat hangat yang tersedia menyerupai kafe kekinian. Enak banget dan harganya pun terjangkau.

Setelah minum anda bisa ambil gambar atau foto diri di berbagai spot menarik di  sini. Usai ambil gambar, tidak ada salahnya melihat aneka panganan dari coklat serta souvenir kaos dan lain sebagainya. Di tengah banyak orang mengantri membeli oleh-oleh buat di bawa pulang.

Namun saya tidak membeli di dalam karena terlalu ramai. Saya memilih belanja di luar ada semacam koperasi atau toko khusus aneka olahan yang berasal dari kakao dan dikemas menjadi aneka jenis makanan dan minuman coklat.

1537861452787

Akhirnya saya membeli dua macam saja, mengingat kita hanya tinggal berdua, yaitu coklat rasa original seharga 82.000 dan minuman coklat siap seduh seharga 12.000 isi empat.

Setelah saya coba di rumah rasanya enak banget tidak kalah dengan coklat asal Belgia (lebay gak sih hehehe…)

1537790739812

Usai belanja, akhirnya kita pulang dan saya sangat senang dan gembira karena di Blitar ada tempat wisata yang keren, kekinian dan favorit warga berlibur.

Jadi jika anda berada di sekitaran Blitar, Kediri, Tulungagung, Mojokerto dan Malang tidak ada salahnya berkunjung kesini. Mari kita hargai hasil jerih payah petani kakao atau para pemudi dan pekerja  yang berkebun kakao di Blorok Plosorejo, agar coklat yang di produksinya diminati masyarakat secara luas.

Perpustakaan Veteran 25 September 2018

Pukul 15.30

 

Resensi Buku

Judul: 200 Ide Kreatif Seputar Rumah

Penyusun: Hotman Siahaan dan Rahma Yulianti

Penerbit: Pustaka Rumah, Jakarta

Edisi: Oktober, 2007

Saya membeli buku ini saat awal-awal pernikahan sekitar tahun 2007-2008. Sudah cukup lama, namun selalu saya simpan dan hanya beberapa saja saya praktikkan. Namun, sekarang ini setelah saya pindah ke Blitar dan tidak ada pekerjaan yang membuat saya dikejar-kejar deadline saya merasa buku ini sangat berguna di saat saya punya banyak waktu mengurus rumah dari hal terkecil seperti menghilangkan noda bekas teh di gelas hingga menyiram tanaman dari sisa air teh atau air bekas mencuci piring.

Karena pada dasarnya kita ingin mengembalikan apa yang berasal dari alam kembali ke alam dengan cara yang paling sederhana, yaitu hemat sumber daya alam, mengurangi pemborosan dan makan-makan yang tidak penting, serta hemat energi, sudah sejatinya jadi kesadaran bagi kita kaum perempuan.

11 Bab yang Padat Membahas permasalahan rumah dari hulu ke hilir

Buku ini ukurannya kecil seperti buku saku yang terdiri dari sebelas bab. Dari mulai memelihara tanaman, menyiasati permasalahan pada dinding, membersihkan lantai, menanggulangi kebocoran pada atap, menangani permasalahan di dapur, merawat furniture, mengatasi masalah di kamar mandi, memanfaatkan barang bekas, membersihkan perabot rumah, mengharumkan ruangan dan mengusir hewan pengganggu.

Dari kesebelas bab itu ada beberapa diantaranya sangat mudah dilakukan, akan tetapi ada juga yang sulit. Yang mudah misalnya bubuk kopi untuk menghilangkan bau cat, sedangkan yang susah kita harus mencari asam sitrat untuk menghilangkan karat.

Namun, jika anda baca satu persatu, maka sebenarnya kita bisa membersihkan rumah kita dengan mempraktekkan apa yang ada dalam buku ini. Beberapa hal yang pernah saya praktekkan ada manfaat kulit bawang merah dan bawang putih untuk kesuburan tanaman yang ada di halaman 28.

Selain itu manfaat soda untuk untuk menghapus noda membandel pada blender plastik maupun aneka tupperware sangat membantu saya selama ini.

Air Panas Ditambah Soda Kue untuk Menghilangkan Noda Membandel Pada Wadah Plastik

Untuk mengharumkan dapur agar wangi habis masak juga pernah saya coba dengan merebus jeruk lemon dan cengkeh memakai segelas air, alhamdulillah segar dapurku dan wangi cengkihnya segeer banget, jadi betah masak.

Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga 

Seperti yang pernah saya tulis di disini sebelumnya tentang penyelesaian masalah sampah dari yang paling sulit diolah yaitu karet di buat tong sampah, kantong plastik kecil buat brongsong buah dan sampah kertas serta dedaunan di bakar.

Air Rebusan Daging Agar Tanaman Subur

Maka dengan membaca buku ini  kita bisa meminimalisir sampah dapur atau limbah rumah tangga. Sebelumnya saya juga pernah membuat sisa sayuran saya rebus jadi pupuk cair, ada juga yang di blender, tapi kok boros gas dan listrik. Jadi akhirnya saya hentikan, jadinya ya saya praktikkan  semampu saya aja yang sekiranya hemat energi.

Buku ini menurut saya sangat berguna, karena membuat hidup anda menjadi lebih berarti, penuh makna dan berusaha untuk menerapkan pola hidup yang sehat.

Kelemahannya buku ini menurut saya ada pada tata cara yang ada kalanya kurang jelas atau seadanya. Misalnya soda itu segimana ukurannya, terus yang berkaitan dengan bocor dan cat itu saya enggak begitu bisa praktek karena menyangkut urusan atap rumah biasanya tukang, sehingga kita ada kalanya kesulitan.

Tanaman Setelah Disiram Air Rebusan Daging

Saya rekomendasikan buat anda ibu rumah tangga atau perempuan bekerja, wajib punya buku ini. Cocok juga buat hadiah pernikahan atau anniversary pasangan hidup anda.

Perpustakaan Veteran, Blitar

25 September 2018

Pukul 13.25

Sudah satu bulan lebih satu minggu saya boyongan pindah rumah ke kampung suami di Blitar. Meski sudah lama, membongkar kardus pindahan dan menata ruangan, syukuran, dan aneka kegiatan lainnya membuat saya betah lama-lama di rumah dan jarang keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak.

Rumah Pinggir Kali

Tempat tinggal dimana saya ngontrak sekarang sebelumnya adalah milik seorang Tionghoa dimana terletak di komplek perumahan paling ujung yang berbatasan dengan sungai dan persawahan namun ditutup tembok jadi tidak terlihat langsung.

Ada yang bilang kita tinggal di Kuningan “Riverside”. Ini Kuningan Kanigoro Blitar ya bukan kuningan Jakarta atau Kuningan yang dekat Cirebon (guyon-guyon jika ada yang bertanya) takutnya salah paham jika keliru mengingat daerah Kuningan ternyata ada kemiripan nama.

Meski jauh dari mana-mana namun yang membuat saya betah di sini adalah cara pengelolaan sampah yang seminimal mungkin bisa dikurangi terutama saya yang habis pindahan tentu banyak barang baik itu kertas, pakaian atau benda lainnya yang harus dibuang. Tempat sampah disini juga terbuat dari bahan daur ulang bekas ban motor atau mobil.

1537837193659-1

Ketika awal datang saya sangat senang dengan adanya tiga kamar di belakang dan halaman belakang yang luas dimana di dalamnya ada pohon mangga, jeruk nipis, belimbing dan pandan.  Sebenarnya saya belanja suka bawa tas belanjaan sendiri tapi kalau ada bakul “ethek” (tukang sayur keliling) disini semua diwadahib plastik kecil-kecil, kata mas arif jangan dibuang karena plastik bekas itu bisa buat brongsong (bungkus) buah mangga.

Dan sisanya sampah kertas bekas, nota-nota, tiket, struk belanja, buku bekas, koran bekas hingga daun-daun kering yang mengotori halaman depan dan belakang serta ranting di bakar di tempat pembakaran sampah di belakang rumah.

Jadi betah di rumah dan malas kemana-mana, karena waktu sehari tidak cukup tahu-tahu sudah maghrib dan masih banyak pekerjaan rumah tangga belum seleasai hingga kadang lupa mengetik dan setor tulisan.

Kuningan, Kanigoro 25 September 2018

 

Selama di Jakarta aku suka mencoba beberapa menu D’Cost dari mulai menu ikan gurame bakar di D’Cost Ciputat, aneka menu ikan, buncis singapura, sea food, tahu goreng di D’Cost Plaza Semanggi, juga menu istimewa D’Cost Thamrin City pernah aku coba beberapa kali di Jakarta.

Akan tetapi selama tinggal di Jakarta dan sekarang tinggal di Blitar, baru sekarang ini aku menemukan gerai di D’Cost di Malang yang menawarkan paket istimewa dengan harga makanan terjangkau.

Keuntungan makan di gerai D’cost selain gratis minum,  harganya pun sangat terjangkau.

Di D’cost Malang misalnya saat saya makan siang tadi, ada menu kerang hijau sekitar 16.000  dan nasi 4000 setelah bayar pajak jadi 22.000 dimana saya bisa minum ambil sendiri, bisa minta minum tanpa gula dan nambah air putih.

Saya tidak menyangka jika di D’cost Malang Town Square (Matos) kita bisa makan enak dengan harga terjangkau. Wifi gratis dan ada mushollanya jika anda tidak ingin ketinggalan ibadah setelah keliling Matos.

Jadi jika anda ke Malang, ajak teman dan keluarga ke D’cost Matos ya di lantai dua food court, dijamin anda akan makan dengan harga terjangkau, enak, sehat dan yang penting halal.

Malang, 18 September 2018

Pukul 14.14

Bunga Bermekaran di Awal September

Posted: September 17, 2018 by Eva in Lingkungan, Rumah

Selamat hari selasa minggu ketiga bulan September. Dimana bulan ini adalah bulan yang sangat membahagiakan bagi kami. Karena memulai kehidupan baru di Kuningan, Kanigoro, Blitar.

Saat hujan turun beberapa waktu yang lalu tanaman bunga di taman depan kecil rumah kontrakan kami  kuncup bermekaran.

Di antara aneka bunga yang tumbuh di taman ini saya sangat menyukai bunga yang berwarna merah dan  bunga lainnya yang berwarna merah muda dengan daun yang hijau di timpa embun.

Beberapa foto ini aku ambil sore hari saat hujan turun awal September lalu dan saya sangat gembira melihat bunga bermekaran.

Selain aneka bunga dan dedaunan yang indah mewarnai kehidupan kami sekeluarga saya juga sangat bangga melihat tunas muda tumbuh menjulang di bumi pertiwi.

Kuningan, Kanigoro 18 September 2018

Pukul 05.21

 

Jadi Aku Sebentar Saja – Oleh Judika

Telah lama kau tinggalkanku

Sudah sia-siakan aku

Pergi jauh tinggalkan perih

Tak sedikitpun peduli

 

Seandainya kamu merasakan

Jadi aku sebentar saja

Tak kan sanggup hatimu terima

Sakit ini begitu parah

 

Pergi  jauh  tinggalkan perih

Tak sedikitpun peduli

Seandainya kamu merasakan

Jadi aku sebentar saja

 

Tak kan sanggup hatimu terima

Sakit ini begitu parah

 

Resensi Buku
Judul: Etika Jawa (Pedoman Luhur dan Prinsip Hidup Orang Jawa)
Penulis: Sri Wintala Achmad
Editor: Fita Nur A
Edisi: Januari, 2018
Penerbit: Araska, Bantul Jogjakarta
ISBN: 978-602-300-470-6

Dalam kehidupan manusia, peran etika sangat penting setelah ditegakkannya hukum. Karena dengan etika, manusia dapat membangun pribadi dan kepribadiannya menjadi kepribadian yang baik. Dalam prakata buku ini, ada semacam ungkapan bahwa hewan (binatang) hidup dengan nalurinya. Oleh karena itu hewan tidak mengenal etika. Tidak mengenal baik buruk dan benar atau salah. Maka sangatlah bodoh jika manusia menghajar hewan sampai tewas.

Berbicara mengenai etika, tidak dapat dilepaskan dengan daerah atau negara, dimana etika tersebut oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu orang-orang Barat berbeda dengan etika orang-orang Timur. Etika yang diterapkan oleh orang-orang Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, atau Bali berbeda dengan etika yang diterapkan oleh orang-orang Jawa.

Mendalami Etika Filosofis dan Etika Teologis

Terlihat dalam pemaparan buku ini, sang penulis, Sri Wintala Achmad perempuan asal Cilacap  ini sangat hati-hati dalam menulis bertutur. Dimulai dengan makna etika dan arti kata Jawa.

Ada tiga pandangan dalam memahami etika yaitu etika filosofis yaitu etika yang berasal dari kegiatan berpikir menyangkut dua sifat yaitu non empiris dan praktis. Kedua, etika teologis yang bertitik tolak dari preuposisi agama. Etika teologis disebut juga Jongeneel sebagai etika transenden dan etika teosentris. Pandangan ketiga adalah relasi etika filosofis dan etika teologis menyangkut tiga aspek revisionsme (Augustinus), sintesis (Thomas Aquinas) dan Diaparalelisme (FED. Schleirmacher).

Banyak pertanyaan muncul kenapa perspektif budaya dan bahasa Jawa hanya meliputi Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimwa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Timur. Sri Wintala Achmad menjelaska  jika ketiga wilayah tersebut memiliki budaya hampir sama yaitu masyarakat asli Jawa Tengah menggunakan bahasa Jawa Panginyongan, DIY menggunakan bahasa Jawa dan Jawa Timur menggunakan Bahasa Jawa Pangarekan.

Sembilan Bab Bermutu dan Berkualitas

Terus terang, jika anda mengibaratkan makan, membaca buku ini isinya daging semua atau bernas dan berkualitas. Dimana ada sembilan bab dalam buku ini yang membahas saripati pembelajaran etika Jawa.

Dari mulai Pengertian hingga Slogan Etika Jawa, Ciri-Ciri Etika Jawa, Petuah Lisan Sumber Etika Jawa, Karya Sastra Etika Jawa, Aneka Simbol dan Etika Jawa, Etika Jawa Dalam Seni Tradisi, Etika Jawa Dalam Upacara Tradisi, Etika Jawa dan Aliran Kepercayaan serta Slogan-Slogan Etika Jawa.

Selain pengamatan pribadi, Sri Wintala Achmad juga menyampaikan beberapa pemikiran pengamat Jawa lainnya seperti Pardi Suratmo dan Iman Budhi Santoso misalnya dalam beberapa slogan-slogan dan etika Jawa.

Ada tujuh slogan yang dijadikan sumber etika antara lain. Eling lan waspada (bersikap ugahari, kritis dan tidak mudah terombang ambing), Sepi ing pamrih rame ing gawe (agar manusia bersikap penuh tanggung jawab, bertindak karena keinginan melainkan kebaikan), Andhap Asor (slogan yang mengajarkan sikap penuh rendah hati terhadap apa yang digariskan), Nrima (slogan agar manusia tidak memaksakan kehendak dan ambisius), Sabar (slogan agar manusia tidak terburu-buru, penuh perhitungan dalam bertindak), Aja Dumeh, slogan yang mengajarkan kepada manusia agar tidak sok atau sombong saat hidup bergelimang harta atau benda saat berkuasa), Gotong royong, slogan yang mengajarkan kepada manusia untuk bersikap suka memberi kesempatan kepada orang lain, saling menolong dan bekerjasama.

Sebenarnya masih banyak lagi beberapa tradisi dan makanan khas Jawa, kaitannya etika Jawa dan aliran kepercayaan. Namun sebaiknya jika anda ingin memahami lebih mendalam buku ini anda pasti akan sangat gembira.

Karena kalau saya baca sampai akhir  bagian Manunggaling Kawula Gusti hingga Kasampurnaning Dumadi (208-209) penulis yang merupakan alumni Fisafat UGM Yogyakarta ini pemaparannya sangat bagus, editannya bersih, nyaris sempurna tanpa cela.

Berbagai sumber yang lazim digunakan oleh orang tua dalam etika Jawa juga ada seperti dongeng, lelagon, tembang, simbol, benda pusaka, bahasa aksara, sesaji, kuliner, arsitektur, busana adat dan seni tradisi.

Apalagi di bagian akhir, ada beberapa slogan jawa yang berjumlah 57 slogan yang mengandung etika Jawa yang membuat anda mengerti kehidupan masyarakat Jawa.

Seperti Mikul dhuwur mendhem jero (memikul yang tinggi, mengubur yang dalam,dimana seorang anak harus menghormati orangtuanya yang telah melahirkan), Nabok nyilih tangan (memukul dengan meminjam tangan, Menang tanpa bala, ngasorke tanpa senjata artinya seseorang dapat meraih kemenangan dan menaklukkan dunia tanpa senjata hanya dengan cinta dan lain sebagainya.

Mengutamakan Spiritualitas daripada Materialitas

Jadi jika anda berada di luar daerah dari suku manapun dan memiliki sahabat, pasangan dan pimpinan dari suku Jawa tidak ada salahnya membaca buku ini sebagaai rujukan dan pedoman hidup etika Jawa.

Masyarakat Jawa Dimana seperti disampaikan Franz Magnis Suseno yang mengatakan jika di dalam lingkup masyarakat Jawa yang lebih memerhatikan spiritual ketimbang material, etika Jawa mendapatkan tempat utama. Oleh sebab itu pembelajaran mengenai etika Jawa tersebut dilakukan orang tua sejak anak masih berusia dini.

Koleksi khusus perpustakaan Bung Karno

28 Agustus 2018

Pukul 15:38

20180827_153639

 

Resensi Buku:

Judul Buku : Revolusi Cyberlaw Indonesia

Penulis: Danrivanto Budhijanto

Editor: Dinah Sumayyah

Edisi: I, 2017

Penerbit : Refika Aditama, Bandung

ISBN: 9786026322609

Apakah anda pernah merasa aneh dengan diri anda, tiba-tiba follower akun media sosial anda bertambah tanpa mengetahui kapan mengkonfirmasi, password blog kita tidak bisa dibuka karena ada yang ganti, tulisan kita ada yang menghancurkan editan dan substansi, tidak bisa unggah foto di blog karena wifi diproteksi, e-mail kita berganti password sendiri,  dan gawai kita dibuka orang lain, disadap, karena kepentingan tertentu dan  kita harus berkali-kali ganti password karena ingin memproteksi diri atau semakin seringnya sekarang orang bersidang karena pelanggaran hukum siber (cyberlaw).

Nah, bagi anda yang pernah merasakan kegelisahan di atas, anda harus mencari akar permasalahannya dan apa solusinya. Ketika komputer, laptop, gawai kita dicuri kita tentu akan kebingungan bagaimana dengan arsip yang belum kita simpan di hard disk eksternal, atau foto di gawai yang belum dipindahkan. Lalu tiba-tiba ada orang lain yang menyalahgunakan, kemana kita akan melaporkan kehilangan tiba-tiba foto kita tersebar di dunia digital.

Ditulis untuk Menjinakkan Revolusi Digital

Buku yang ditulis oleh Danrivanto Budhijanto yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran ini ditulis dengan kualifikasi, kompetensi dan  semangat yang tinggi. Dalam pujian (endorsement) Dr. J.Kristiadi mengatakan jika Danrivanto menulis ini untuk menjinakkan revolusi digital agar tidak merusak tatanan kehidupan bangsa. Kualifikasi penulis sangat mumpuni dalam menulis bacaan formal yang menghubungkan hukum dan teknologi yang sangat langka. Danrivanto juga sudah lama menggeluti dunia hukum dan teknologi baik di lingkungan akademik, industri dan birokrasi.

Buku ini terdiri dari lima bab. Bab pertama tentang Revolusi cyberlaw Indonesia Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik 2016, bab dua urgensi revisi UU Informasi dan transaksi elektronik 2008, Bab tiga tentang pilar-pilar norma dalam undang-undang informasi dan transaksi elektronik 2016, bab empat tekno legislasi dalam kerangka pembangunan hukum di Indonesia dan bab lima membahas regulasi membahas data digital di era Big Data.

Danrivanto mengawali tulisan dengan menjelaskan perkembangan pesat tekknologi komputer baik perangkat keras (sotware), jaringan komunikasi dan teknologi multimedia dimungkin menjadi tulang punggung masyarakat abad 21. Namun demikian selain keuntungan yang menjanjikan dari teknologi informasi, teknologi internet ternyata memunculkan permasalahan baru dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, misalnya pelanggaran hak-hak kekayaan intelektual, penipuan dalam transaksi elektronik, perpajakan dalam perdangan elektronik dan cybercrimes.

Membahas Secara Yuridis dan Filosofis Undang-Undang ITE

Ada empat belas aspek yang dibahas dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE) yang disusun oleh Depkominfo dan DPR yang ditetapkan sejak tahun 2008. UU ITE yang terdiri dari 13 bab dan 54 pasal ada yang menganggap sebagai rezim hukum baru untuk mengatur dunia maya (cyberspace) namun ada juga yang menganggap untuk melindungi.

Keempat belas aspek  yang ada dalam UU ITE ini sangat jelas membongkar halal haram dalam dunia siber. Dari mulai aspek yurisdiksi, aspek pembuktian elektronik, aspek informasi dan perlindungan konsumen, aspek tandatangan elektronik, aspek pengamanan tanda tangan elektronik, aspek pengamanan  terhadap tanda tangan elektronik, aspek penyelenggara sertifikasi elektronik, aspek penyelenggaraan sertifikat elektronik, dan transaksi elektronik, aspek tanda tangan digital, aspek transaksi elektronik, aspek nama domain, aspek perlindungan rahasia pribadi, aspek pemerintah dan masyarakat, aspek perlindungan kepentingan umum dan aspek-aspek perbuatan yang dilarang (ada enam butir, halaman 7)

Sedangkan landasan filosofis, penulis banyak menjelaskan teori hukum Mochtar Kusumaatmaja, Roscoe Pound, Laswell dan Mc Dougal (filsafat budaya), Jeremy Bentham (aliran utilitarianism), Lawrence M. Friedman (legal system). Jadi buku ini tidak kaku karena tidak hanya sekedar membahas secara yursdiksi dalam pembuatan UU ITE tapi juga melakukan pendekatan filosofis agar lebih bermakna.

Dilengkai Contoh Kasus dan Lampiran UU ITE

Setelah sekian lama kita bercinta dengan teknologi yang dalam media sosial ketika di like atau di love ser-seran (bahasa jawa), membuat banyak hal menjadi mudah, menyenangkan,  bermanfaat, mengenang masa lalu, menguntungkan secara ekonomis, menimbulkan kesenjangan sosial, menyebar kabar bohong dan rasa kebencian hingga merebaknya bulir-bulir perselingkuhan, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan teknologi itu jika berlebihan tentu tidak baik apalagi sampai kebablasan.

Maka sedari dini semua pihak baik pemerintah, para inovator dan pembuat aplikasi, pengguna teknologi (konsumen), penjual kuota dan wifi dan para ahli hukum harus bekerjasama untuk  mengerem dampak negatif dari pelanggaran UU ITE agar tidak menimbulkan banyak penyakit hati maupun kecanduan yang sangat tinggi terhadap gawai bagi generasi yang akan datang. Meskipun tentu kita tidak sama sekali meninggalkannya.

Kasus-kasus besar dalam pelanggaran hukum siber seperti kasus Prita Mulyasari, Iwan Piliang dan kasus lainnya dibahas secara tuntas di dalam buku ini, bagaimana proses dan perkembangnnya, solusi dan lain sebagainya. Selain itu, buku setebal 212 halaman ini yang sangat menarik adalah ada lampiran tentang isi dan pasal-pasal yang ada dalam UU ITE dari halaman 159-212. Dari jumlah hukuman hingga berapa jumlah nominal denda yang dijatuhkan juga ada.

Lebih Bijak dan Berhati-hati

Bagi anda yang selama ini bekerja di dunia digital, pembuat aplikasi, pakar dan berprofesi penegak hukum, media daring dan juga semua pihak yang sudah tidak bisa melepaskan diri dari teknologi tidak ada salahnya membaca buku ini. Namun ekspekstisanya jangan terlalu berlebihan jika membaca buku karya penulis gundul asal Cimahi ini.

Anda juga jangan terlalu ketakutan akan rezim hukum dalam UU ITE yang dibahas dalam buku bersampul putih ini, namun lebih dipahami agar kita semua pembaca lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan teknologi.  Jangan terlalu ingin tahu (kepo) sama akun orang dengan nekad mencari hacker, mengobrak-abrik situs atau memblokir karena ada sesuatu yang kurang disuka dan tindakan lain yang dilarang dalam dunia digital dimana kita semua semua bergerak dengan sangat cepat.

Bagaimanapun juga kita harus bisa menahan diri untuk melakukan apapun dalam dunia digital yang merugikan. Seperti yang ditulis dalam halaman 138-139. Kebebasan memperoleh informasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dari pemahaman hak pribadi (privacy right). Kebebasan memperoleh informasi yang harus berakhir apabila muncul garis embarkasi perlindungan terhadap hak pribadi sebagaimana yang dimuat dalam pasal 28F UU 1945.

Bahkan di negara seliberal Amerika Serikat, kebebasan memperoleh informasi tidak diperkenankan melanggar hak-hak pribadi dari seseorang. Ketika freedom of Act diundangkan pada tahun 1974, pada tahun yang bersamaan diundangkan pula Privacy Act oleh Pemerintah Amerika Serikat. Meski lengkap dan mendalam, namun di bagian akhir buku ini cenderung membosankan. Akan tetapi buku ini jangan sampai anda lewatkan.

Koleksi Khusus Perpustakaan Bung Karno

Blitar, 28 Agustus, 2018

Pukul 12:40

bunderan hi

Lima Belas Tahun Sudah Menyusuri Selatan Jakarta

Melewati  hutan beton  dan macet merata

Mencari  berita  olahraga  hingga menulis buku orang Jakarta

Kini sudah saatnya aku berganti suasana

 

Dari Ciputat, Kalibata, hingga Kebayoran Lama

Banyak kutemui sahabat yang menyayangi sesama

Hingga berakhir di Pondok Petir cukup lama

Semua karena rejeki harus dicari bersama

 

Banyak hal yang berkesan di ibukota

Dari menjaga stand buku, narkoba di saku celana polisi ibukota

Ketinggalan tumbler di DPR RI, dan melihat ular melata

Semua aku alami dan lihat sendiri di Jakarta

 

Dengan bis malam dan truk kami pindah

Meninggalkan semua kenangan indah

Kini semua berakhir sudah

Hati pun sudah tidak merasa gundah

 

Selamat tinggal sahabat dan tetangga yang ramah

Mari kita semua hati-hati menjaga rumah

Agar tidak mudah sembarang di jamah

Oleh orang yang tidak ramah

 

Mohon maaf jika ada kesalahan

Baik yang menjaga kebaikan dan tersulut Kemarahan

Semoga kita semua dimaafkan Tuhan

Menjalin silaturahmi dengan keindahan

 

Blitar, 28 Agustus 2018

Pukul 09:26

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kampung Halamanku

Posted: August 11, 2018 by Eva in Pribadi

 

Sejak April, hingga lebaran aku belum pulang ke kampung halamanku di Sukabumi.

Hari ini akhirnya aku bisa mengunjungi tanah kelahiranku tercinta, leluhur, saudara dan tetangga berkumpul.

Cuaca dingin di sini membuat enak makan dan tidur. Semalam dalam perjalanan, turun hujan di Bogor, namun hari ini tidak.

Bantarkaret, Sukabumi 11 Agustus 2018

Pukul 15.40 WIB

 

Tidak terasa hampir satu bulan

Menjelajahi enam kota

Surabaya, Sidoarja, Mojokerto,

Jombang, Kediri, Blitar, Malang, Pasuruan

 

Waktu berjalan cepat

Menikmati panen tebu, jagung dan nanas

Melewati kampung kursus Bahasa Inggris

Melihat kerumunan santri di sore hari

 

Kini semua kembali ke Dharmahusada

Tempat jiwa dan raga ini istirahat

Setelah melepas semua penat

Meniti hari-hari bersama

 

Selamat tinggal Dharmahusada

Banyak cerita indah diantara kita

Seindah masa depan yang akan tiba

Masa-masa penuh penantian panjang

Dharmahusada, Kedung Pengkol, Surabaya

Pukul 09.33 WIB

Musim dingin yang kering

 

Dia berkata, “Suatu hari Anda akan meninggalkan dunia ini 
He said, “One day you’ll leave this world behind 

Jadi jalanilah kehidupan yang akan Anda ingat.
So live a life you will remember.” 

 

Saya mengenal Avicii belum lama setelah dia meninggal di Muscat Oman pada usia 28 tahun April 2018. Penyanyi dan Dj asal Swedia ini dikenal sebagai DJ penyayang keluarga.

Ada dua lagu yang saya suka, pertama berjudul “You Wake Me Up”  bercerita tentang kisah perempuan yang mengurus anak perempuannya tanpa suami dan yang kedua kisah berjudul “The Nights” tentang kisah seorang pemuda yang sangat mencintai ayah kandungnya dan selalu ingat nasehat sang ayah kemanapun dia pergi.

Kini meski Avicii telah meninggal dunia dengan kontroversi, namun namanya dikenang dunia. Meninggalkan pesan yang kuat agar kita harus selalu ingat dan patuh nasehat orangtua.

Berikut liriknya:

The Nights

Hei, tahun yang lebih muda 
Hey, once upon a younger year 

Ketika semua bayangan kita menghilang 
When all our shadows disappeared 

Hewan-hewan di dalam keluar untuk bermain 
The animals inside came out to play 

Hei, ketika berhadapan muka dengan semua ketakutan kita 
Hey, when face to face with all our fears 

Mempelajari pelajaran kita melalui air mata 
Learned our lessons through the tears 

Membuat kenangan yang kami tahu tidak akan pernah memudar
Made memories we knew would never fade

Suatu hari ayah saya — dia memberi tahu saya, 
One day my father—he told me, 

Nak, jangan biarkan itu hilang” 
“Son, don’t let it slip away” 

Dia memeluk saya, saya mendengar dia berkata,
He took me in his arms, I heard him say,

“Ketika kamu bertambah tua 
“When you get older 

Kehidupan liar Anda akan hidup untuk hari yang lebih muda 
Your wild life will live for younger days 

Pikirkan aku jika kamu takut. “
Think of me if ever you’re afraid.”

Dia berkata, “Suatu hari Anda akan meninggalkan dunia ini 
He said, “One day you’ll leave this world behind 

Jadi jalanilah kehidupan yang akan Anda ingat. ” 
So live a life you will remember.” 

Ayah saya mengatakan kepada saya ketika saya masih anak-anak 
My father told me when I was just a child 

Ini adalah malam-malam yang tidak pernah mati 
These are the nights that never die 

Ayah saya mengatakan kepada saya
My father told me

Ketika awan guntur mulai mengalir turun 
When thunder clouds start pouring down 

Nyalakan api yang tidak bisa mereka keluarkan 
Light a fire they can’t put out 

Ukir nama Anda menjadi bintang yang bersinar 
Carve your name into those shinning stars 

Dia berkata, “Pergilah jauh-jauh di luar pantai. 
He said, “Go venture far beyond the shores. 

Jangan mengabaikan hidupmu ini. 
Don’t forsake this life of yours. 

Saya akan memandu Anda pulang ke mana pun Anda berada. “
I’ll guide you home no matter where you are.”

Suatu hari ayah saya — dia memberi tahu saya, 
One day my father—he told me, 

“Nak, jangan biarkan dia lolos.” 
“Son, don’t let it slip away.” 

Ketika saya masih kecil saya mendengar dia berkata,
When I was just a kid I heard him say,

“Ketika kamu bertambah tua 
“When you get older 

Kehidupan liar Anda akan hidup untuk hari yang lebih muda 
Your wild life will live for younger days 

Pikirkan aku jika kamu takut. “
Think of me if ever you’re afraid.”

Dia berkata, “Suatu hari Anda akan meninggalkan dunia ini 
He said, “One day you’ll leave this world behind 

Jadi jalanilah kehidupan yang akan Anda ingat.
So live a life you will remember.” 

Ayah saya mengatakan kepada saya ketika saya masih anak-anak 
My father told me when I was just a child 

Ini adalah malam-malam yang tidak pernah mati 
These are the nights that never die

Ayah saya mengatakan kepada saya
My father told me

Ini adalah malam-malam yang tidak pernah mati 
These are the nights that never die 

Ayah saya mengatakan kepada saya
My father told me

Penulis lagu: Ash Pournouri / Gabriel Benjamin / John Feldmann / Jordan Suecof / Nicholas Furlong / Tim Bergling
Lirik The Nights © BMG Rights Management, Tunecore Inc

Berikut videonya

“Hanya Dengan Pendidikan Kita Akan Tumbuh Menjadi Suatu Bangsa”- Raden Dewi Sartika

 

ruang baca

Bulan Maret 2018, saya berkunjung ke Perpustakaan Provinsi Jawa Barat yang berada satu gedung dengan arsip nasional di Pusat kota Parahyangan. Gedungnya modern yang dilengkapi lift empat lantai.

Museum Tokoh Pahlawan dan Seniman Sunda 

Sebelum anda naik ke ruang baca yang terdiri dari beberapa bagian, ada ruang anak, remaja dan bagian umum. Namun terlebih dahulu bisa melihat museum para tokoh pahlawan,tokoh  sejarah, kepala daerah dan seniman Sunda yang mengharumkan provinsi Jawa Barat selama ini.

Setelah itu, anda bisa menitipkan tas di lantai paling bawah berdekatan dengan musholla. Kemudian  mengunjungi koleksi beragam media yang lengkap dari mulai surat kabar, majalah, dan koleksi buku anak.

Di ruangan anak ini, sarana permainan dan ruang baca dibuat senyaman mungkin, sehingga anak-anak bebas bermain setelah membaca.

Koleksi Umum dan Karya Sastra Sunda 

Naik ke lantai dua dan tiga, anda akan terpana dengan lengkap dan luasnya ruang baca yang diberi nama tiap raknya. Koleksi buku biografi, pertanian, kesehatan, ekonomi, sosial, arsitektur, filsafat dan karya sastra melengkapi perpustakaan yang sepi dan tertata dengan rapi ini.

Ada beberapa rak yang isinya sastra austronesia dan sastra sunda. Buku-buku berbahasa Sunda yang terbit sejak tahun 1970-an hingga humor Sunda kekinian juga bisa anda baca disini.

Novel, Komik Indonesia dan Karya Penulis Mancanegara

Setelah puas melihat koleksi sastra lama, anda bisa berjalan ke ruangan lainnya, mengetik, membaca dan melihat buku koleksi novel terjemahan dan komik. Beberapa penulis ternama dari Amerika Serikat, Eropa, China dan negara lainnya ada disini.

Novel-novel best seller dari penerbit ternama juga ada. Bahkan dilantai paling atas, ada koleksi komik yang digemari anak-anak remaja. Usai berkeliling, jika anda ingin memfotokopi buku bisa menjaminkan HP anda untuk kemudian beberapa lembar memfotokopi di luar.

Saya yang datang sejak siang hari, tidak terasa berkeliling di perpustakaan Provinsi Jawa barat ini sampai tutup pukul enam sore, sepertinya kurang lama. Saat mau pulang, ada  anak-anak remaja masih menunggu menjelang tutup ketika hari hampir malam. Mereka mampir pulang sekolah. Berikut Videonya, mohon maaf jika kurang bagus.

Lokasi perpustakaan yang lengkap, modern dan dilengkapi wifi ini, strategis di pusat kota sangat disayangkan tidak ada angkutan kota yang lewat langsung di depannya. Jadi anda harus jalan kaki lumayan jauh dari kendaraan umum. Perpustakaan Umum Jawa Barat berada di Jalan Kawaluyaan Indah II No. 4 Sukarno Hatta Bandung.

Meskipun demikian, tidak ada salahnya jika anda warga Jawa Barat  dan sekitarnya, berkunjung ke perpustakaan untuk mengenal lebih jauh sejarah dan tokoh , seniman, dan pahlawan Sunda. Juga mengamati perkembangan bahasa dan sastra sunda agar mengenal lebih dekat budaya sunda, serta karya umum lainnya dari Indonesia dan mancanegara.

7 Agustus 2018, Pukul 12.31