Seks di Usia Menjelang Senja

Posted: October 15, 2018 by Eva in Artikel, Kesehatan
Tags: ,

Seks di Usia Menjelang Senja, Siapa Takut?
“Ingatlah bahwa berapa pun usia anda, Anda berhak menikmati kehidupan seksual yang tetap romantis dan membahagiakan.”

Kehidupan seksual yang sehat dan romantic akan menambah semangat Anda dalam menikmati hidup; berapapun usia Anda bersama pasangan halal, tak perlu khawatir. Anda berhak menikmatinya dan menemukan makna di balik kehidupan seksual Anda bersama orang yang Paling anda kasihi, yang menemani hari-hari Anda menikmati karunia hidup.

Bagaimana jika Anda sudah berusia menjelang senja atau lanjut? Anda masih bisa menikmati hubungan seksual dengan nyaman atau tidak untuk kehidupan positif anda. Hal ini juga meningkatkan tingkat kenyamanan, mengurangi ketegangan, dan memperbaiki kualitas tidur yang membawa anda dan pasangan pada kualitas hidup yang lebih meningkat.

Jadi, bila anda dan pasangan mengalami problema seksual, jangan terburu-buru patah semangat. Semua problem seksual hendaklah Anda analisis dengan cerdas. Ingatlah bahwa berapapun usia anda, Anda berhak menikmati kehidupan seksual yang tetap romantic, sehat dan membahagiakan.

Pada laki-laki ada empat jenis gejala seksual yang mengganggu di usia senja. Yaitu, Disfungsi Ereksi (DE), menurunnya hasrat seksual, gangguan ejakulasi, dan nyeri testikuler pasca hubungan seksual. Sedangkan pada perempuan ada lima jenis gangguan. Yaitu Gangguan terbangkitnya hasrat seksual, kehilangan hasrat seksual, gangguan orgasme, vaginismus dan perubahan sensasi (Menua yang Sehat, dr. Yahya Wardoyo, SKM, Talenta Media, Jakarta, 2006)

Gangguan seksual banyak terjadi dengan kondisi diabetes mellitus, hipertensi, sclerosis, dan neurologis dan pemakaian obat berkepanjangan.Problem seksual yang timbul karena pengaruh psikologis dan psikososial perlu penanganan terprogram dalam lingkup lebih luas. Termasuk di dalamnya mempertahankan kebugaran fisik, kesehatan mental, dan sosial.

 

Abid

Bicara Tanda Mendengar

Kusampaikan sajak ini
Karena kamu mendengar
Kusampaikan sajak ini
Supaya aku tetap bicara
Dan kamu tetap mendengar

Kulukiskan hatimu langit
Menunggu terbitnya matahari
Bicara untuk mendengar
Mendengar untuk bicara
Dengan Puisi Leluhurmu

Selamat Ulang Tahun Muhammad Abid Manik
(Kumpulan Puisi Hadiah Seorang Ayah, Karya Eka Budianta, 2007)

Speak to show you have listened

I am sending you this poem
Simply because you listen
I am sending you this poem
So I can keeping talking
And you keep listening

I am painting your heart a sky
Waiting for the rising sun
Speaking to listen and
Listening to speak
With your ancestor poetry
Happy Birthday Muhammad Abid Manik
(Selected Poems, A Father’s Gift, By Eka Budianta, 2007)

Bukan Aku Tak Cinta – Saleem Iklim

Posted: October 15, 2018 by Eva in Seni

 

Selamat Jalan Saleem Iklim…

Iseng dengerin lagu siang ini, kangen masa-masa di Batavia. Aku amati beberapa foto yang ada selama di sana.

Lirik lagunya rancak dan lucu,

dengerin ya…

Cikini ke Gondangdia

Cikini ke Gondangdia
Ku jadi begini gara-gara dia
Cikampek Tasikmalaya
Hatiku capek bila kau tak setia

Jakarta ke Jayapura
Jangan cinta kalau  pura-pura
Madura sampai Papua
Jangan kira ku tak  bisa mendua

Walau kau hanya tukang ojek
Tak Pernah absen meski hujan dan becek
Walau kau hanya supir bajaj
Hatiku senang tiap kali kau belai

Percuma kau jadi pilot
Makin tinggi cintamu makin melorot
Apalagi kau jadi nahkoda
Jarang pulang karena kepincut janda

Biarpun sederhana asalkan kau setia

Aku pun akan selalu cinta

Percuma banyak harta

Di luar kau mendua

Jangan kira aku diam saja

 

 

 

 

Selamat Akhir Pekan

Posted: October 12, 2018 by Eva in Lingkungan
Tags:

Tidak terasa sudah memasuki bulan kedua tinggal di Jawa Timur. Banyak sudah ilmu yang kupelajari dan mulai memahami sosiologi kultural orang Jawa.

Banyak tradisi baru yang harus aku sesuaikan dengan kebiasaanku dan tradisi setempat yang memiliki banyak perbedaan frontal. Dimana aku dididik orangtuaku untuk berani jika itu benar, sementara orang Jawa itu penuh unggah ungguh, hati-hati kalau bicara, dan jangan terlalu blak-blakan membuat saya harus berpikir beberapa kali jika ingin melakukan suatu hal takut menyinggung hati warga setempat.

Akan tetapi terlepas dari semua itu, aku tetap menjadi diri aku sendiri dengan segala kelemahan yang aku miliki dan senang berkeliling menyusuri daerah-daerah yang selama ini tidak aku temui di Sukabumi, Jogjakarta atau Pamulang.

Masyarakat di sini beraneka profesi. Dari petani, profesional hingga TNI. Kalau sore biasanya aku suka melihat kebun jagung, kebun cabe, dan aneka kebun lainnya di sekitar daerah Papungan di pinggir sungai yang ada di dekat kami tinggal.

Berikut aku videokan beberapa gambar yang aku temui di sini. Biasanya sabtu minggu banyak waktu berkumpul dengan keluarga. Selamat berakhir pekan teman-teman. Kangen kalian semua.

Blitar, 13 Oktober 2018

Pukul 06.56

Kemarau panjang cukup lama membuat suhu bumi naik dan tanaman layu, tidak berbuah dan stok bahan bakar menipis karena tambangnya sudah terlalu dalam dan sering digali.

Setelah gempa tsunami, kemarin ada gunung meletus, banjir dan kebakaran di pasar dan terakhir kebakaran di sebuah hutan di Boyolali.

Bumi yang semakin tua, bencana bertubi-tubi, digali-gali sumber energi, dan sekarang sangat kering disana-sini, isinya terlalu berat karena kebanyakan manusia dan segala barang bawaannya, sampah dan lain-lain membuat kita harus banyak waspada, hemat energi, tidak usah banyak wara wiri.

Apa bedanya neraka dengan musibah kekeringan dan kebakaran yang menyala-nyala. Harusnya kita selalu awas akan setiap pertanda.

Semua Buat Kamu

Posted: October 12, 2018 by Eva in Jalan-jalan
Tags: , , , ,

Kemarin saat pulang dari makam Bung Karno saya naik becak dari PPIP ke arah Kuningan Kanigoro di mana saya tinggal.

Sore yang cerah membuat saya terdiam melihat sekitar perjalanan yang cukup jauh. Dari mulai keluar pertigaan, sampai pusat kota jalan terlihat sepi dan tidak banyak kendaraan.

Tidak seperti hidup di Jakarta yang kemrungsung, serba cepat dan takut ketinggalan transportasi membuat kita seperti di kejar-kejar hantu hehehe, padahal apa sebenarnya yang dicari.

Di sini saya menikmati setiap desiran angin, hempasan waktu dan cuaca dingin meski sudah lama tidak turun hujan. Persis di depan saya ada seorang lelaki baru pulang mencari nafkah.

Mengayuh sepeda dengan membonceng keranjang kosong di kanan kirinya. Santai saja menikmati setiap kayuhan sepeda seiring berjalannya waktu. Lelaki ini mencari rejeki yang halal buat keluarga.

 

 

Bunga Kamboja Merah di Siang Terik

Posted: October 11, 2018 by Eva in Artikel

Tadi saat aku ada perlu ke luar dari rumah ke Makam Bung Karno, tidak sengaja aku menemukan bunga yang sangat indah. Bunga kamboja yang berwarna merah darah menyala di pinggir jalan.

Terik matahari siang itu, membuat aku terpukau dengan indahnya warna bunga yang merata di setiap daun. Aku abadikan saat aku berjalan melewatinya.

Meskipun di Blitar sangat jarang musim hujan, akan tetapi aneka bunga yang tumbuh berseri, kebun jagung, kebun cabe disini tumbuh subur.

Blitar, 11 Oktober 2018

Pukul14.37

 

Saya tidak mengerti dan sangat tidak mengerti, bagaimana mungkin kita sudah menolak berkali-kali sidang IMF-World Bank kok tetap saja diadakan. Malah ada kabar ribuan peserta mau menghadang Bali padahal daerah kita tanahnya sangat rapuh setelah gempa di Lombok dan gempa tsunami di Palu.

Kita sudah lama untuk melarang ini itu, tersurat tersirat kok ya pada nekad. Sebenarnya mau apa to orang IMF-World Bank di Bali, padahal udah ditolak tiga kali di  Bali. Pertama saat tumpah minyak di pantai, beberapa waktu kemudian running text bilang akan dipindah ke Lombok setelah itu gempa di Lombok dan saat lempengan bumi masih rapuh, air mata korban gempa tsunami belum kering malah maksa banget ngadain sidang.

Jangan sampai ya setelah ini lama tidak turun hujan, banyak bencana kebakaran, kekeringan dan daun-daun untuk membuat uang sudah tidak tumbuh makanya dollar naik. Karena harga kertas pembuat uang harganya makin tinggi dan banyak distribusi barang terhambat karena bencana, dan gagal musim membuat pangan mahal karena produksi turun maka sebaiknya tidak usah ada banyak pertemuan untuk makan-makan dan jalan-jalan apapun bentuknya karena kita tidak ingin ada yang pamer keberhasilan IMF World Bank.

“Maka apakah mereka tidak berjalan di

muka bumi, lalu mereka mempunyai hati

yang dengan itu mereka dapat memahami

atau mempunyai telinga yang dengan itu

mereka dapat mendengar? Karena

sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta,

tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam

dada,” (Q.S. Al-Hajj, 46)

 

 

Saya melihat mereka menyeberangi kekosongan

Lebih luas dan lebih dalam 

Dari ruang dan waktu

Seluruh keberadaanku

 

Terletak antara hati dan bunga mawar

Nyala api, burung-burung, helai-helai rumput. 

Jauh di bawah kedalam batin mereka

Mencabut daun dari bunga, sayap dari lalat

 

Menghantui hati dengan pisau bedah

Dan mencerai beraikan debu hidup itu dengan lensa

Sebab di kala senja, kilat dan nyamuk di udara

Mereka mengungkapkan misteri alam

 

Menyatakan Aku-lah Ada, meski tetap tanpa nama

(Kathleen Raine, “Exile” dalam The Collected Poems of Kathleen Raine, Hamish Hamilton, 1956)

 

Judul: Anak-anak Mencari Jati Diri

(Telaah Atas Perilaku Anak Sebagai Pengungkap Diri yang Asli)

Judul Asli: Children in Search Of Meaning

Penulis: Violet Madge

Penerbit:  BPK Gunung Mulia, Jakarta

Edisi: I, 1991

 

Pernahkah anda melihat seorang anak bertanya dari mana datangnya air mata atau kenapa mata ibu mengeluarkan air? Bukankah air itu berasal dari akar pohon yang menyerap hujan? Bagaimana seorang sapi bisa melahirkan, dan bagaimana kok ada cicak mati?

Di situlah kita melihat bahwa ada beberapa tahapan dalam pendidikan anak. Dimana buku yang sudah lama terbit ini mendedahkan bahwa perkembangan atau pertumbuhan anak itu dilalui lewat pelbagai macam pertanyaan. Di mana orang tua harus menjawab dengan jujur.

Buku ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama tentang Penemuan atas Dunia dan Manusia dan Kedua Beberapa refleksi  anak mencari jati diri. Pada bagian pertama terdiri dari tiga bab yaitu pendidikan masa kanak-kanak, pendidikan masa remaja, dan pendalaman pengertian selama Sekolah Dasar.

Tipis Namun Padat Berisi

Buku yang keren namun tipis ini (119 halaman), ini sudah menggebrak dari awal pembaca ketika kita dihadapkan pada beberapa pertanyaan mendasar dari seorang anak ketika mulai belajar bicara, menimpali ketika dinasehati dan melanggar perintah agama ketika diperingatkan orang tua sejak kecil. Tiga tahapan itu ada dalam bagian pertama isi buku ini.

Di setiap bab dalam buku ini disertai ringkasan, misalnya tentang anak-anak kecil mencari makna hidup dengan mencari jawaban kedua (second opinion) segala keingintahuan mereka akan gejala alam maupun manusia dengan bertanya kepada sahabat atau saudara untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka.

Banyak pengalaman itu timbul lewat permainan, yang membenarkan pendapat Froebel bahwa: “Permainan itu bukan hal yang remeh , melainkan hal yang sangat penting dan mempunyai arti yang sangat mendalam.

Sedangkan menjelang remaja anak akan banyak, berpikir lebih keras, berfantasi (imaginasi), melihat drama dan tidak henti bertanya tentang bagaimana cara mencari kebebasan. Dimana masa remaja ini saya sepakat dengan Prof. Jeffrey bahwa ” Seperti yang dibuktikan dalam kepandaian anak-anak, akal budi manusia terus mencari makna dalam segala keadaan

Pesan Misterius  Anak yang Tersirat Sejak Embrional

Di balik kegiatan anak dari mulai menggambar, berbicara, mengetik, bermain, mendengarkan musik, menonton film, main game, beribadah, bermain bersama teman, liburan untuk jalan-jalan terdapat suatu maksud yang terdalam untuk mengungkap jati diri dalam kaitannya dengan dunia luar dan orang sekitarnya. Benih pemahaman tentang agama atau Ketuhanan juga tersirat walau masih embrional.

Jadi, melalui pengalaman atas dunia di sekitar mereka dan melalui hubungan antar sesama anak-anak sampai dewasa, tua dan meninggal dunia dapat sampai ke penemuan bahwa dalam pencarian atas jati diri masih terdapat misteri yang tidak dapat dipecahkan kelak dia menjadi apa dan meninggalnya seperti apa.

Makanya seperti apapun anak kita, jangan terlalu mengatur anak.  Biarkan dia menjadi dirinya sendiri, jangan terlalu dibanggakan kelebihan dan kekuranggannya dan juga kita harus menjaga agar meninggal dengan penuh keselamatan.

Kita boleh belajar untuk menghayatinya dengan semakin lebih bermakna, untuk menembusnya dengan semakin ciri-cirnya, namun betapapun dalam kita memasukinya dan mempelajari rahasia-rahasia anak, misteri itu tetap misterius.

Perpustakaan Kabupaten Blitar

8 Oktober, 2018

Pukul 10.14

 

Bunga Kamboja Merekah Manja di Hari Kamis

Posted: September 26, 2018 by Eva in Rumah
Tags:

Minggu ini sangat melelahkan, saya capek banget dari kemarin mengurus ini itu berkaitan dengan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Tahu-tahu sudah hari kamis saja, aduh kok cepat banget ya besok sudah Jum’at dan akhir pekan pun akan datang.

Mari kita sambut hari kamis ini dengan semangat, ke depan ada banyak tulisan yang akan saya upload, tapi masih dalam proses perencanaan. Semoga bisa terlaksana sesuai jadwal.

Selamat hari kamis yang sahabat WP yang manis. Aku kirim bunga kamboja yang merekah manja di pagi yang ceria ini…

27 September 2018 Pukul 06.05

Aku udah lama gak menulis tentang resep masakan yang sering aku masak di Pamulang dan Jogja yaitu Oseng Daun Pepaya dicampur ikan teri, biasanya orang betawi suka banget sama jenis makanan ini.Cara bikinnya gampang, daun pepaya di rebus setengah jam (pake presto), teri dicuci bersih. Bumbunya bawang merah, bawang putih,  rawit diiris dan ditambah laos. Setelah direbus daun pepaya di peras airnya lalu dipotong.

Sedangkan tempe dan tahu bacem, adalah makanan kesukaanku sejak tinggal di Jogja.Aku udah gak usah tulis resepnya pasti banyak yang sudah hapal.

Menu Wajib Rempeyek Tiap Makan

Jika di Sukabumi wajib ada lalapan, sambal maka sekarang ini aku udah gak makan. Di sini makan tidak afdol kalau enggak ada rempeyek teri kacang. Enak banget sebagai pelengkap.

Itu saja menu hari ini, makan dan fotonya tadi pagi, tapi baru aku tulis malam, gak papa lah soalnya sekalian buat makan malam.

Blitar, 26 September 2018

Bulan Merah Jambu

Posted: September 25, 2018 by Eva in Pribadi, Rumah
Tags:

20180925_191113-1

Malam ini saya tidak sengaja memperhatikan rembulan yang terlihat bulat sempurna di sebelah timur rumah di atas langit malam yang dingin tanpa gemintang.

Sudah hampir dua minggu tidak turun hujan membuat saya kangen dengan nuansa dingin rintik hujan di sore hari atau hujan pagi – pagi yang membuat kita tarik selimut dan malas bekerja

Meskipun demikian suasana di kampung Mas Arif lebih syahdu  malam ini. Kebetulan saya di rumah sendiri.

Saya pun mendengarkan lagu “Tak Bisa ke Lain Hati” yang dinyanyikan Kla Project terdengar mengalun dari USB yang terhubung dengan televisi.

25 September 2018, pukul 19.44

Saya sudah lama mendengar ada tempat wisata yang namanya Kampung Coklat. Beberapa kali lebaran di Banggle Blitar, saat saya masih di Pamulang pas pulang kampung, saya belum pernah sekalipun mampir, baru seminggu yang lalu, tepatnya hari Minggu 16 September 2018 saya kesana. Kalau Mas Arif sudah beberapa kali kesana acara kantornya.

 

1537863335882

Perjalanan dari rumah Kuningan ke Kampung Coklat ditempuh sekitar 45 menit. Lokasinya berada di Plosorejo, Kademangan Kabupaten Blitar. Kami naik motor menyusuri selatan jalur Blitar dan melewati beberapa daerah yang belum pernah saya lewati. Tidak lama setelah sampai disana, saya langsung masuk dan ramai sekali pengunjung akhir pekan.

Melihat Proses Pembuatan Coklat

Saat memasuki lokasi wisata Kampung Coklat, ada banyak spot menarik seperti ruang pertemuan, anjangsana keakraban untuk menyanyi dan makan, serta rumah joglo yang sangat kental nuansa Jawa dan sarat makna.

2018-09-24 18.54.57

Saya justru tertarik dengan aneka pohon kakao yang ada di tengah-tengah tempat wisata menyatu dengan tempat pengunjung menyantap kudapan, minuman ataupun bersantai.

Tempat duduk dan bangku-bangku banyak tersedia untuk menampung para pengunjung, setelah wara-wiri menyusuri jalan lurus dari pintu depan sampai belakang saya akhirnya beristirahat sambil makan bakso di rumah joglo.

1537863545607

Usai makan saya melihat video dengan durasi sedang menampilkan potensi kakao dan prospek industri coklat yang akan sangat bagus dikembangkan baik sebagai produk rumahan bahkan hingga dibuat industri dalam skala besar.

Video ini sangat lengkap karena ada data tentang peringkat Indonesia sebagai negara ketiga kakao terbesar di dunia. Proses penanaman bibit kakao, proses produksi hingga packaging ada dalam video yang menarik singkat dan padat.

Jika anda kesini jangan lupa ajak anak atau teman serta rombongan melihat bagaimana visi misi kampung coklat dan bagaimana perusahaan ini meniti harapan yang besar untuk memajukan warga kabupaten Blitar dan sekitarnya membudidayakan pohon kakao yang ada di kebun milik petani kakao menjadi industri yang ingin mendunia.

Benih Kakao, Ikan Koi dan Musholla yang Nyaman

1537861413246

Usai melihat video, saya kembali berjalan kali ini ke sebelah barat, atau belok kiri dari ruang anjangsana. Di sana banyak juga yang jualan aneka ikan bakar, sosis dan minuman beragam.

Sepertinya  mainan anak-anak atau tempat berkumpul keluarga yang bawa anak kecil nyaman berlama-lama disini.

Di sini juga anda bisa membeli benih kakao yang dijual dan sudah dikemas di polybag siap tanam. Di belakangnya ada proses pembuatan permen coklat dan aneka kreasi makanan coklat dari kue brownis, stik coklat dll.

Usai melewati arena permainan saya gagal fokus sama aneka ikan yang dibuat di kolam tengah untuk kesehatan dan ikan koi yang sangat indah mengitari musholla. Jika berkaitan dengan ikan koi saya selalu ingat almarhum ayahku Apa yang juga pernah beternak ikan koi selang-seling dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mujair, ikan mas, dll.

Cukup lama saya memperhatikan ikan koi warna – warni yang indah dengan gemericik air. Betah rasanya berada di sini dan tidak terasa saya harus menemui Mas Arif yang lagi makan.

Minum coklat Hangat dan Nikmatnya Coklat Oroginal

1537863278698

Setelah selesai menemui berbagai spot menarik di Kampung Coklat, jangan lupa memesan minuman coklat hangat yang tersedia menyerupai kafe kekinian. Enak banget dan harganya pun terjangkau.

Setelah minum anda bisa ambil gambar atau foto diri di berbagai spot menarik di  sini. Usai ambil gambar, tidak ada salahnya melihat aneka panganan dari coklat serta souvenir kaos dan lain sebagainya. Di tengah banyak orang mengantri membeli oleh-oleh buat di bawa pulang.

Namun saya tidak membeli di dalam karena terlalu ramai. Saya memilih belanja di luar ada semacam koperasi atau toko khusus aneka olahan yang berasal dari kakao dan dikemas menjadi aneka jenis makanan dan minuman coklat.

1537861452787

Akhirnya saya membeli dua macam saja, mengingat kita hanya tinggal berdua, yaitu coklat rasa original seharga 82.000 dan minuman coklat siap seduh seharga 12.000 isi empat.

Setelah saya coba di rumah rasanya enak banget tidak kalah dengan coklat asal Belgia (lebay gak sih hehehe…)

1537790739812

Usai belanja, akhirnya kita pulang dan saya sangat senang dan gembira karena di Blitar ada tempat wisata yang keren, kekinian dan favorit warga berlibur.

Jadi jika anda berada di sekitaran Blitar, Kediri, Tulungagung, Mojokerto dan Malang tidak ada salahnya berkunjung kesini. Mari kita hargai hasil jerih payah petani kakao atau para pemudi dan pekerja  yang berkebun kakao di Blorok Plosorejo, agar coklat yang di produksinya diminati masyarakat secara luas.

Perpustakaan Veteran 25 September 2018

Pukul 15.30

 

Resensi Buku

Judul: 200 Ide Kreatif Seputar Rumah

Penyusun: Hotman Siahaan dan Rahma Yulianti

Penerbit: Pustaka Rumah, Jakarta

Edisi: Oktober, 2007

Saya membeli buku ini saat awal-awal pernikahan sekitar tahun 2007-2008. Sudah cukup lama, namun selalu saya simpan dan hanya beberapa saja saya praktikkan. Namun, sekarang ini setelah saya pindah ke Blitar dan tidak ada pekerjaan yang membuat saya dikejar-kejar deadline saya merasa buku ini sangat berguna di saat saya punya banyak waktu mengurus rumah dari hal terkecil seperti menghilangkan noda bekas teh di gelas hingga menyiram tanaman dari sisa air teh atau air bekas mencuci piring.

Karena pada dasarnya kita ingin mengembalikan apa yang berasal dari alam kembali ke alam dengan cara yang paling sederhana, yaitu hemat sumber daya alam, mengurangi pemborosan dan makan-makan yang tidak penting, serta hemat energi, sudah sejatinya jadi kesadaran bagi kita kaum perempuan.

11 Bab yang Padat Membahas permasalahan rumah dari hulu ke hilir

Buku ini ukurannya kecil seperti buku saku yang terdiri dari sebelas bab. Dari mulai memelihara tanaman, menyiasati permasalahan pada dinding, membersihkan lantai, menanggulangi kebocoran pada atap, menangani permasalahan di dapur, merawat furniture, mengatasi masalah di kamar mandi, memanfaatkan barang bekas, membersihkan perabot rumah, mengharumkan ruangan dan mengusir hewan pengganggu.

Dari kesebelas bab itu ada beberapa diantaranya sangat mudah dilakukan, akan tetapi ada juga yang sulit. Yang mudah misalnya bubuk kopi untuk menghilangkan bau cat, sedangkan yang susah kita harus mencari asam sitrat untuk menghilangkan karat.

Namun, jika anda baca satu persatu, maka sebenarnya kita bisa membersihkan rumah kita dengan mempraktekkan apa yang ada dalam buku ini. Beberapa hal yang pernah saya praktekkan ada manfaat kulit bawang merah dan bawang putih untuk kesuburan tanaman yang ada di halaman 28.

Selain itu manfaat soda untuk untuk menghapus noda membandel pada blender plastik maupun aneka tupperware sangat membantu saya selama ini.

Air Panas Ditambah Soda Kue untuk Menghilangkan Noda Membandel Pada Wadah Plastik

Untuk mengharumkan dapur agar wangi habis masak juga pernah saya coba dengan merebus jeruk lemon dan cengkeh memakai segelas air, alhamdulillah segar dapurku dan wangi cengkihnya segeer banget, jadi betah masak.

Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga 

Seperti yang pernah saya tulis di disini sebelumnya tentang penyelesaian masalah sampah dari yang paling sulit diolah yaitu karet di buat tong sampah, kantong plastik kecil buat brongsong buah dan sampah kertas serta dedaunan di bakar.

Air Rebusan Daging Agar Tanaman Subur

Maka dengan membaca buku ini  kita bisa meminimalisir sampah dapur atau limbah rumah tangga. Sebelumnya saya juga pernah membuat sisa sayuran saya rebus jadi pupuk cair, ada juga yang di blender, tapi kok boros gas dan listrik. Jadi akhirnya saya hentikan, jadinya ya saya praktikkan  semampu saya aja yang sekiranya hemat energi.

Buku ini menurut saya sangat berguna, karena membuat hidup anda menjadi lebih berarti, penuh makna dan berusaha untuk menerapkan pola hidup yang sehat.

Kelemahannya buku ini menurut saya ada pada tata cara yang ada kalanya kurang jelas atau seadanya. Misalnya soda itu segimana ukurannya, terus yang berkaitan dengan bocor dan cat itu saya enggak begitu bisa praktek karena menyangkut urusan atap rumah biasanya tukang, sehingga kita ada kalanya kesulitan.

Tanaman Setelah Disiram Air Rebusan Daging

Saya rekomendasikan buat anda ibu rumah tangga atau perempuan bekerja, wajib punya buku ini. Cocok juga buat hadiah pernikahan atau anniversary pasangan hidup anda.

Perpustakaan Veteran, Blitar

25 September 2018

Pukul 13.25

Sudah satu bulan lebih satu minggu saya boyongan pindah rumah ke kampung suami di Blitar. Meski sudah lama, membongkar kardus pindahan dan menata ruangan, syukuran, dan aneka kegiatan lainnya membuat saya betah lama-lama di rumah dan jarang keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak.

Rumah Pinggir Kali

Tempat tinggal dimana saya ngontrak sekarang sebelumnya adalah milik seorang Tionghoa dimana terletak di komplek perumahan paling ujung yang berbatasan dengan sungai dan persawahan namun ditutup tembok jadi tidak terlihat langsung.

Ada yang bilang kita tinggal di Kuningan “Riverside”. Ini Kuningan Kanigoro Blitar ya bukan kuningan Jakarta atau Kuningan yang dekat Cirebon (guyon-guyon jika ada yang bertanya) takutnya salah paham jika keliru mengingat daerah Kuningan ternyata ada kemiripan nama.

Meski jauh dari mana-mana namun yang membuat saya betah di sini adalah cara pengelolaan sampah yang seminimal mungkin bisa dikurangi terutama saya yang habis pindahan tentu banyak barang baik itu kertas, pakaian atau benda lainnya yang harus dibuang. Tempat sampah disini juga terbuat dari bahan daur ulang bekas ban motor atau mobil.

1537837193659-1

Ketika awal datang saya sangat senang dengan adanya tiga kamar di belakang dan halaman belakang yang luas dimana di dalamnya ada pohon mangga, jeruk nipis, belimbing dan pandan.  Sebenarnya saya belanja suka bawa tas belanjaan sendiri tapi kalau ada bakul “ethek” (tukang sayur keliling) disini semua diwadahib plastik kecil-kecil, kata mas arif jangan dibuang karena plastik bekas itu bisa buat brongsong (bungkus) buah mangga.

Dan sisanya sampah kertas bekas, nota-nota, tiket, struk belanja, buku bekas, koran bekas hingga daun-daun kering yang mengotori halaman depan dan belakang serta ranting di bakar di tempat pembakaran sampah di belakang rumah.

Jadi betah di rumah dan malas kemana-mana, karena waktu sehari tidak cukup tahu-tahu sudah maghrib dan masih banyak pekerjaan rumah tangga belum seleasai hingga kadang lupa mengetik dan setor tulisan.

Kuningan, Kanigoro 25 September 2018

 

Selama di Jakarta aku suka mencoba beberapa menu D’Cost dari mulai menu ikan gurame bakar di D’Cost Ciputat, aneka menu ikan, buncis singapura, sea food, tahu goreng di D’Cost Plaza Semanggi, juga menu istimewa D’Cost Thamrin City pernah aku coba beberapa kali di Jakarta.

Akan tetapi selama tinggal di Jakarta dan sekarang tinggal di Blitar, baru sekarang ini aku menemukan gerai di D’Cost di Malang yang menawarkan paket istimewa dengan harga makanan terjangkau.

Keuntungan makan di gerai D’cost selain gratis minum,  harganya pun sangat terjangkau.

Di D’cost Malang misalnya saat saya makan siang tadi, ada menu kerang hijau sekitar 16.000  dan nasi 4000 setelah bayar pajak jadi 22.000 dimana saya bisa minum ambil sendiri, bisa minta minum tanpa gula dan nambah air putih.

Saya tidak menyangka jika di D’cost Malang Town Square (Matos) kita bisa makan enak dengan harga terjangkau. Wifi gratis dan ada mushollanya jika anda tidak ingin ketinggalan ibadah setelah keliling Matos.

Jadi jika anda ke Malang, ajak teman dan keluarga ke D’cost Matos ya di lantai dua food court, dijamin anda akan makan dengan harga terjangkau, enak, sehat dan yang penting halal.

Malang, 18 September 2018

Pukul 14.14

Bunga Bermekaran di Awal September

Posted: September 17, 2018 by Eva in Lingkungan, Rumah

Selamat hari selasa minggu ketiga bulan September. Dimana bulan ini adalah bulan yang sangat membahagiakan bagi kami. Karena memulai kehidupan baru di Kuningan, Kanigoro, Blitar.

Saat hujan turun beberapa waktu yang lalu tanaman bunga di taman depan kecil rumah kontrakan kami  kuncup bermekaran.

Di antara aneka bunga yang tumbuh di taman ini saya sangat menyukai bunga yang berwarna merah dan  bunga lainnya yang berwarna merah muda dengan daun yang hijau di timpa embun.

Beberapa foto ini aku ambil sore hari saat hujan turun awal September lalu dan saya sangat gembira melihat bunga bermekaran.

Selain aneka bunga dan dedaunan yang indah mewarnai kehidupan kami sekeluarga saya juga sangat bangga melihat tunas muda tumbuh menjulang di bumi pertiwi.

Kuningan, Kanigoro 18 September 2018

Pukul 05.21

 

Jadi Aku Sebentar Saja – Oleh Judika

Telah lama kau tinggalkanku

Sudah sia-siakan aku

Pergi jauh tinggalkan perih

Tak sedikitpun peduli

 

Seandainya kamu merasakan

Jadi aku sebentar saja

Tak kan sanggup hatimu terima

Sakit ini begitu parah

 

Pergi  jauh  tinggalkan perih

Tak sedikitpun peduli

Seandainya kamu merasakan

Jadi aku sebentar saja

 

Tak kan sanggup hatimu terima

Sakit ini begitu parah

 

Resensi Buku
Judul: Etika Jawa (Pedoman Luhur dan Prinsip Hidup Orang Jawa)
Penulis: Sri Wintala Achmad
Editor: Fita Nur A
Edisi: Januari, 2018
Penerbit: Araska, Bantul Jogjakarta
ISBN: 978-602-300-470-6

Dalam kehidupan manusia, peran etika sangat penting setelah ditegakkannya hukum. Karena dengan etika, manusia dapat membangun pribadi dan kepribadiannya menjadi kepribadian yang baik. Dalam prakata buku ini, ada semacam ungkapan bahwa hewan (binatang) hidup dengan nalurinya. Oleh karena itu hewan tidak mengenal etika. Tidak mengenal baik buruk dan benar atau salah. Maka sangatlah bodoh jika manusia menghajar hewan sampai tewas.

Berbicara mengenai etika, tidak dapat dilepaskan dengan daerah atau negara, dimana etika tersebut oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu orang-orang Barat berbeda dengan etika orang-orang Timur. Etika yang diterapkan oleh orang-orang Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, atau Bali berbeda dengan etika yang diterapkan oleh orang-orang Jawa.

Mendalami Etika Filosofis dan Etika Teologis

Terlihat dalam pemaparan buku ini, sang penulis, Sri Wintala Achmad perempuan asal Cilacap  ini sangat hati-hati dalam menulis bertutur. Dimulai dengan makna etika dan arti kata Jawa.

Ada tiga pandangan dalam memahami etika yaitu etika filosofis yaitu etika yang berasal dari kegiatan berpikir menyangkut dua sifat yaitu non empiris dan praktis. Kedua, etika teologis yang bertitik tolak dari preuposisi agama. Etika teologis disebut juga Jongeneel sebagai etika transenden dan etika teosentris. Pandangan ketiga adalah relasi etika filosofis dan etika teologis menyangkut tiga aspek revisionsme (Augustinus), sintesis (Thomas Aquinas) dan Diaparalelisme (FED. Schleirmacher).

Banyak pertanyaan muncul kenapa perspektif budaya dan bahasa Jawa hanya meliputi Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimwa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Timur. Sri Wintala Achmad menjelaska  jika ketiga wilayah tersebut memiliki budaya hampir sama yaitu masyarakat asli Jawa Tengah menggunakan bahasa Jawa Panginyongan, DIY menggunakan bahasa Jawa dan Jawa Timur menggunakan Bahasa Jawa Pangarekan.

Sembilan Bab Bermutu dan Berkualitas

Terus terang, jika anda mengibaratkan makan, membaca buku ini isinya daging semua atau bernas dan berkualitas. Dimana ada sembilan bab dalam buku ini yang membahas saripati pembelajaran etika Jawa.

Dari mulai Pengertian hingga Slogan Etika Jawa, Ciri-Ciri Etika Jawa, Petuah Lisan Sumber Etika Jawa, Karya Sastra Etika Jawa, Aneka Simbol dan Etika Jawa, Etika Jawa Dalam Seni Tradisi, Etika Jawa Dalam Upacara Tradisi, Etika Jawa dan Aliran Kepercayaan serta Slogan-Slogan Etika Jawa.

Selain pengamatan pribadi, Sri Wintala Achmad juga menyampaikan beberapa pemikiran pengamat Jawa lainnya seperti Pardi Suratmo dan Iman Budhi Santoso misalnya dalam beberapa slogan-slogan dan etika Jawa.

Ada tujuh slogan yang dijadikan sumber etika antara lain. Eling lan waspada (bersikap ugahari, kritis dan tidak mudah terombang ambing), Sepi ing pamrih rame ing gawe (agar manusia bersikap penuh tanggung jawab, bertindak karena keinginan melainkan kebaikan), Andhap Asor (slogan yang mengajarkan sikap penuh rendah hati terhadap apa yang digariskan), Nrima (slogan agar manusia tidak memaksakan kehendak dan ambisius), Sabar (slogan agar manusia tidak terburu-buru, penuh perhitungan dalam bertindak), Aja Dumeh, slogan yang mengajarkan kepada manusia agar tidak sok atau sombong saat hidup bergelimang harta atau benda saat berkuasa), Gotong royong, slogan yang mengajarkan kepada manusia untuk bersikap suka memberi kesempatan kepada orang lain, saling menolong dan bekerjasama.

Sebenarnya masih banyak lagi beberapa tradisi dan makanan khas Jawa, kaitannya etika Jawa dan aliran kepercayaan. Namun sebaiknya jika anda ingin memahami lebih mendalam buku ini anda pasti akan sangat gembira.

Karena kalau saya baca sampai akhir  bagian Manunggaling Kawula Gusti hingga Kasampurnaning Dumadi (208-209) penulis yang merupakan alumni Fisafat UGM Yogyakarta ini pemaparannya sangat bagus, editannya bersih, nyaris sempurna tanpa cela.

Berbagai sumber yang lazim digunakan oleh orang tua dalam etika Jawa juga ada seperti dongeng, lelagon, tembang, simbol, benda pusaka, bahasa aksara, sesaji, kuliner, arsitektur, busana adat dan seni tradisi.

Apalagi di bagian akhir, ada beberapa slogan jawa yang berjumlah 57 slogan yang mengandung etika Jawa yang membuat anda mengerti kehidupan masyarakat Jawa.

Seperti Mikul dhuwur mendhem jero (memikul yang tinggi, mengubur yang dalam,dimana seorang anak harus menghormati orangtuanya yang telah melahirkan), Nabok nyilih tangan (memukul dengan meminjam tangan, Menang tanpa bala, ngasorke tanpa senjata artinya seseorang dapat meraih kemenangan dan menaklukkan dunia tanpa senjata hanya dengan cinta dan lain sebagainya.

Mengutamakan Spiritualitas daripada Materialitas

Jadi jika anda berada di luar daerah dari suku manapun dan memiliki sahabat, pasangan dan pimpinan dari suku Jawa tidak ada salahnya membaca buku ini sebagaai rujukan dan pedoman hidup etika Jawa.

Masyarakat Jawa Dimana seperti disampaikan Franz Magnis Suseno yang mengatakan jika di dalam lingkup masyarakat Jawa yang lebih memerhatikan spiritual ketimbang material, etika Jawa mendapatkan tempat utama. Oleh sebab itu pembelajaran mengenai etika Jawa tersebut dilakukan orang tua sejak anak masih berusia dini.

Koleksi khusus perpustakaan Bung Karno

28 Agustus 2018

Pukul 15:38

20180827_153639