Posts Tagged ‘#GuncanganBesar#francisfukuyama#GPU#FreedomInstitute#Facebook#instagram#whattsapp#mediasosial#bijakmediasosial#bunuhdiri#perceraian’

Mengingat dan Menata Kembali Kodrat Manusia dan Tata Sosial Baru

Saat aku menulis resensiĀ  buku ini, sudah hampir tiga bulan aku tidak aktifkan whatsapp, facebook dan instagram, tiga media sosial yang sangat tidak bisa kita hindari sekarang ini. Tapi apa yang terjadi, ternyata biasa aja tidak terlalu kampungan justru aku merasa semakin yakin akan nikmatnya menikmati komunikasi lewat telfon dan smsan.

Dalam tatanan ilmu sosial baru yang hadir dalam buku yang saya resensi kali ini yaitu berjudul “Guncangan Besar, Kodrat Manusia dan Tata Sosial Baru” adalah semakin marak beredarnya orang-orang yang memiliki akun media sosial tapi terjerumus dalam konflik sosial seperti perkelahian, pertengkaran, cekcok rumah tangga hingga orang yang ingin meninggal dunia dalam kesendirian.

Sampul Buku Guncangan Besar

Sampul Buku Guncangan Besar

Saat menulis buku ini, Francis Fukuyama yang merupakan sosiolog asal Jepang yang besar di Amerika, justru mengamati bahwa merebak dan semakin dicintainya media sosial membuat orang-orang lebih bangga, narsis dan ingin terlihat menawan, padahal aslinya biasa saja, itulah guncangan besar yang dinamakan pencitraan oleh media sosial.

Buku ini terdiri dari tiga bab, yang satu sama lain saling berkaitan. Di mulai dengan hipotesis Guncangan Besar, pada saat buku ini ditulis tahun 2003, hingga saat buku ini diterjemahkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama bekerjasama dengan Freedom Institute.

Hipotesis buku ini justru baru terbukti sekarang, 11 tahun setelah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Di mana saat ini, guncangan besar akibat terlalu sering aktifnya orang di media sosial sedang melanda dunia.

Dimana di sekitar kita sering terlihat kemunafikan dan kegetiran yang sepertinya terlihat sempurna di mata media sosial, tapi pada kenyataannya justru sangat mengerikan. Maka akan lebih baik jika dari sekarang kita lebih bijak bermedia sosial. Sebaiknya kita lebih sering bertatap muka dengan dunia riil atau nyata, daripada sibuk pencitraan ini itu di media sosial.

Pamulang 11 Desember 2017
Pukul 11.22

Advertisements